Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis Problematika Pembelajaran Sejarah Di SMA Negeri 1 Suwawa Pitrianti Tambio; Resmiyati Yunus; Irvan Tasnur
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13269

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh implementasi pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Suwawa yang menuntut pembelajaran berpusat pada peserta didik, namun dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai problematika yang dihadapi guru dan siswa sehingga mempengaruhi keefektifan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran sejarah, mengidentifikasi problematika yang dihadapi guru dan siswa dalam pembelajaran sejarah, serta menganalisis usaha yang dilakukan untuk mengatasi problematika pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Suwawa. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus, menggunakan sumber data primer dan sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Suwawa telah berjalan dengan baik melalui penyusunan modul terbuka, penerapan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta penggunaan metode dan media pembelajaran yang bervariasi. Guru masih menghadapi berbagai permasalahan, antara lain kesulitan dalam penyusunan modul ajar, pengelolaan kelas, penerapan pembelajaran diferensiasi, pemilihan metode pembelajaran, pelaksanaan asesmen, pemanfaatan teknologi, serta keterbatasan sarana dan prasarana maupun waktu refleksi, sedangkan siswa mengalami kesulitan memahami materi, keterbatasan waktu menyelesaikan tugas, beban tugas, dan kurang konsisten dalam mengikuti pembelajaran. Berbagai permasalahan tersebut diatasi melalui pelatihan dan workshop, penyederhanaan modul terbuka, optimalisasi sarana dan prasarana, penggunaan metode dan media pembelajaran yang bervariasi, peningkatan kerja sama dan keaktifan siswa, pemanfaatan internet sebagai sumber belajar, serta pelaksanaan refleksi pembelajaran.  
Fenomena Angin Janda: Pergeseran Peran Istri dan Dinamika Sosial-Ekonomi Nelayan Desa Bongo (2008-2019) Milanda Dukalang; Tonny Iskandar Mondong; Irvan Tasnur
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4 (2026): Oktober
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i4.2307

Abstract

Cuaca ekstrem musiman di kawasan pesisir berdampak signifikan bagi kehidupan masyarakat nelayan. Di Desa Bongo, Kabupaten Gorontalo, nelayan lokal menghadapi fenomena "Angin Janda", yakni istilah lokal untuk hembusan angin musim timur dan barat daya yang destruktif di perairan Teluk Tomini. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi latar belakang fenomena Angin Janda, pergeseran peran istri nelayan akibat krisis tersebut, serta dampak sosial-ekonomi yang ditimbulkannya pada rentang 2008-2019. Menggunakan metode sejarah (heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi), pengumpulan data bersandar pada penelusuran arsip kebencanaan desa (2008), dokumen RPJM, dan pemberitaan lampau. Data primer digali melalui wawancara mendalam terhadap 13 informan kunci yang terdiri dari nelayan aktif, istri nelayan, keluarga korban, dan aparatur desa yang dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan langsung mereka. Verifikasi keabsahan informasi dilakukan melalui kritik silang (triangulasi) antara memori kolektif informan dengan arsip tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena Angin Janda memaksa nelayan berhenti melaut, yang memicu anjloknya pendapatan harian secara drastis dari Rp500.000 menjadi Rp50.000. Krisis finansial musiman ini merombak batasan gender; para istri bertransformasi menjadi penopang utama ekonomi keluarga melalui usaha mandiri seperti berjualan kue beapong, membuka warung, dan menjadi buruh cuci. Secara sosial, fenomena ini merusak fisik pemukiman dan menelan korban jiwa. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengungkapan sejarah sosial tentang bagaimana krisis ekologis memicu pembentukan resiliensi dan kemandirian ekonomi perempuan pesisir yang selama ini luput dari historiografi maritim Gorontalo.