Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Skrining Kekuatan Genggaman Tangan sebagai Deteksi Dini Risiko Kesehatan pada Karyawan Perkantoran Daerah Sudirman Frisca, Frisca; Santoso, Alexander Halim; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello; Hartono, Eric; Soeltanong, Dianova
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/j7qtpe97

Abstract

Pendahuluan: Kekuatan genggaman tangan (handgrip strength) merupakan indikator penting untuk menilai kapasitas otot, status fungsional, serta risiko kesehatan jangka panjang. Pekerja perkantoran, termasuk karyawan di daerah Sudirman, rentan mengalami penurunan kekuatan otot akibat pola kerja sedentari. Oleh karena itu, diperlukan skrining sederhana yang dapat mendeteksi dini penurunan kapasitas fisik sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan otot. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan pada karyawan perkantoran di daerah Sudirman dengan tahapan persiapan, edukasi, skrining, tindak lanjut, dan evaluasi. Edukasi kesehatan diberikan secara interaktif melalui presentasi, diskusi, dan leaflet mengenai pentingnya aktivitas fisik. Skrining dilakukan dengan mengukur handgrip strength menggunakan alat digital standar pada tangan dominan. Hasil pengukuran dicatat secara individual, kemudian diklasifikasikan sesuai nilai referensi normal dan potensi penurunan kapasitas fisik. Peserta dengan nilai di bawah normal diberikan konseling singkat dan rekomendasi gaya hidup sehat. Evaluasi dilakukan melalui keterlibatan peserta dan distribusi hasil pengukuran. Hasil: Sebanyak 57 karyawan mengikuti kegiatan dengan distribusi 56,1% laki-laki dan 43,9% perempuan, serta rata-rata usia 36 tahun. Mayoritas peserta memiliki latar belakang pendidikan S1 (89,5%). Rata-rata handgrip strength tangan kanan adalah 32,26 kg dan tangan kiri 29,68 kg, dengan variasi antarindividu yang dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas fisik. Sebagian besar peserta memiliki nilai dalam kategori normal, namun ditemukan beberapa individu dengan kekuatan genggaman rendah yang memerlukan perhatian terhadap aktivitas fisik. Kesimpulan: Skrining handgrip strength efektif sebagai deteksi dini penurunan kapasitas fisik dan sarana edukasi kesehatan bagi karyawan perkantoran. Program ini bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran peserta dalam menjaga kekuatan otot dan kebugaran melalui pola hidup sehat serta aktivitas fisik rutin. Integrasi kegiatan semacam ini ke dalam program kesehatan kerja berkelanjutan dapat membantu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan jangka panjang pekerja.
Optimalisasi Deteksi Dini Diabetes Melitus melalui Pemeriksaan HbA1c dan Gula Darah Puasa sebagai Intervensi Promotif-Preventif Frisca, Frisca; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Alvianto, Fidelia; Pratama, Aditya
Journal of Community Service and Society Empowerment Том 4 № 01 (2026): Journal of Community Service and Society Empowerment
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/jcsse.v4i01.2108

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a major global health challenge with a steadily increasing prevalence over recent decades. Early detection through glycemic parameters such as HbA1c and Fasting Blood Glucose (FBG) is essential for effective promotive-preventive interventions. This community service activity aimed to optimize DM screening using practical and efficient Point of Care Testing (POCT) among 99 adult participants in South Jakarta. The average HbA1c level was 5.15% (SD 1.09), while the mean FBG was 109.15 mg/dL (SD 42.55). A total of 11.1% of participants were diagnosed with diabetes based on HbA1c criteria, and 18.2% based on FBG. Glycemic abnormalities were more prevalent among women and the elderly, highlighting vulnerabilities in glucose metabolism within these groups. Integrating POCT screening with comprehensive health education effectively facilitated early identification of at-risk individuals and improved community awareness of DM prevention. These findings support routine community-based screening as a sustainable promotive-preventive strategy to reduce the burden of DM and prevent long-term complications.
Gambaran Status Gizi pada Anak Usia Sekolah di SDN Dangdeur II Subang Tahun 2025 Wakanno, Charin Nadila Esther; Frisca, Frisca
Jurnal Kedokteran Mulawarman Vol 12, No 3 (2025): Jurnal Kedokteran Mulawarman
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v12i3.23581

Abstract

Gizi merupakan penentu kualitas sumber daya manusia, melalui penyediaan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi. Status gizi merupakan indikator kesehatan anak sebagai segmen masyarakat yang sangat rentan, sehingga kekurangan gizi dapat mengakibatkan masalah fisik, emosional, dan mental. Indonesia masih menghadapi masalah kekurangan gizi ganda pada anak, di mana sebagian anak kekurangan gizi dan sebagian anak kelebihan gizi. Pemenuhan zat gizi yang optimal dapat mengatasi masalah kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan tubuh seseorang. Tujuan untuk mengetahui gambaran status gizi pada anak sekolah dasar usia 6-10 tahun. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan rancangan potong lintang. Sebanyak 136 anak usia 6-10 tahun dengan 52,2% laki-laki dan 47,8% perempuan dipilih berdasarkan teknik non-random sampling. Variabel penelitian seperti usia anak, jenis kelamin, tingkat pendidikan ibu, tingkat pengetahuan ibu, pekerjaan ibu, jumlah anggota keluarga, riwayat penyakit menular, dan status gizi. Pengumpulan data anak berdasarkan pengukuran tinggi badan dan berat badan serta menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji bivariat dan uji tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pendidikan ibu adalah SMA (52,2%), tingkat pengetahuan ibu baik (77,2%), ibu tidak bekerja (65,4%), keluarga memiliki ≤ 2 anak (63,2%). Riwayat tidak pernah menderita penyakit menular (95,6%), dan status gizi baik (64,7%). Kesimpulannya, sebagian besar anak SD di SD Negeri Dangdeur II Subang memiliki status gizi baik.
Pengetahuan Gizi Ibu dan Status Gizi Balita di Posyandu Tanjung Jaya Aline Wijaya, Maretha; Frisca Frisca
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2025): September: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v4i3.4505

Abstract

Nutritional problems among toddlers remain a public health issue in Indonesia, including in the Central Lampung region. A mother’s knowledge, as the primary caregiver, plays a crucial role in determining a child’s nutritional status. Good knowledge can help mothers provide balanced nutrition for their children. This study aimed to determine the relationship between mothers’ knowledge of toddler nutrition and the nutritional status of toddlers at Posyandu Tanjung Jaya, Bangun Rejo Subdistrict, Central Lampung. This research used an analytic design with a cross-sectional approach and was conducted from January to February 2024. The respondents were 75 mothers with children aged 1–5 years who visited Posyandu Tanjung Jaya. Mothers’nutritional knowledge was collected through questionnaires, while data on children’s nutritional status were obtained from Posyandu records. Analysis was performed using Fisher’s Exact Test. The results showed that most mothers (93.8%) had good nutritional knowledge, and 94.7% of them had children with good nutritional status. Statistical analysis showed a significant relationship between maternal knowledge and toddler nutritional status (p < 0.001; PR = 11.29). Mothers with good knowledge were 11 times more likely to have well-nourished children. These findings highlight the importance of continuous nutrition education as a preventive effort against toddler malnutrition.