Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERORIENTASI PADA MATERI ALIRAN ENERGI UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA Rendy Hendrian Yudhistira; Dhita Ayu Permata Sari; Wahono Widodo
PENSA: E-JURNAL PENDIDIKAN SAINS Vol 10 No 3 (2022)
Publisher : Jurusan IPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to describe the effect of interactive multimedia in energy flow topics to improve students scientific literacy. The study was quantitative research with one group pretest-posttest design. The subjects were 29 students of class VII-F SMPN 1 Bojonegoro. The instrument of this study were used observation sheets of learning implementation, student activities, student response questionnaires, and scientific literacy tests (pretest and posttest). The data were collected by observation, test, and questionnaire methods. The results of this study showed that there was an improvement of the students scientific literacy by using interactive multimedia in energy flow topics. The students scientific literacy was improved from pretest to posttest with an average of N-Gain score in medium categories. The improvement of students scientific literacy was supported by well-implemented interactive multimedia’s learning, so that it obtained a positive response from students and they did the scientific literacy activities well. So, it can be suggested that interactive multimedia can be applied to other topics.
Analisis Pemanfaatan Laboratorium dalam Pembelajaran IPA SMP/MTs Deva Kurniawati; Wahono Widodo
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v13i2.1029

Abstract

Pembelajaran harus mempunyai prasarana, terhitung ruang laboratorium guna mendukung proses pendidikan yang tertib serta berkepanjangan. Tujuan penelitian ini menganalisis pemanfaatan laboratorium dalam pembelajaran IPA di MTs Negeri 4 Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 32 responden siswa kelas 7. Instrumen yang digunakan yakni lembar observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Teknik pengumpulan datanya terdiri dari metode observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik analisis data menggunakan skala guttman. Hasil penelitian menunjukkan ruang laboratorium IPA MTs Negeri 4 Surabaya dapat dinyatakan sudah sesuai standar Permendiknas No. 24 Tahun 2007 dengan rata- rata mencapai 75.25% kategori cukup layak, kedua terkait alat laboratorium fisika sudah sesuai standar Permendikbud No. 8 Tahun 2018 dengan rata- rata 41.1% kategori cukup layak, dan ketiga terkait alat laboratorium biologi sudah sesuai standar Permendikbud No. 8 Tahun 2018 dengan rata- rata 79.7% kategori layak. Harapan dari penelitian ini sekolah dapat memperbaiki alat laboratorium IPA terutama di bidang fisika yang kurang sesuai dengan standardisasi Permendikbud 2018. Sehingga proses pembelajaran akan lebih maksimal dengan beberapa alat yang bisa diperbaharui.
PBL : Improving Problem Solving Ability in Science Subject Materials Novia Riski Nursiam; Wahono Widodo; Aprilita Ekasari
Journal on Teacher Education Vol. 5 No. 1 (2023): Journal on Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jote.v5i1.16261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa SMP dengan pembelajaran berbasis masalah pada materi cahaya dan optik. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian one group pretest posttest design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII A dan VIII B SMP Negeri 14 Gresik yang masing-masing berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, tes, dan angket dengan menggunakan instrumen lembar observasi, lembar tes (pretest dan posttest) dan lembar angket respon siswa. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah analisis skor dan kriteria penilaian keterlaksanaan pembelajaran, analisis uji dengan uji normalitas, uji t tidak berpasangan, dan uji N-gain ternormalisasi, analisis skor dan kriteria penilaian respon siswa. Setelah diterapkan model pembelajaran berbasis masalah, kemampuan pemecahan masalah siswa menunjukkan peningkatan.
Optimalisasi Kurikulum Merdeka melalui Pelatihan Guru untuk Mengimplementasikan Teknologi AI dalam Pengembangan Media Pembelajaran An Nuril Maulida Fauziah; Wahono Widodo; Siti Nurul Hidayati; Ernita Vika Aulia; Dyah Permata Sari; Fatimatuz Zahro
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) ke dalam Kurikulum Merdeka melalui pelatihan yang terfokus. Menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), program ini melibatkan 26 guru IPA dari Pasuruan, Indonesia, dalam workshop berstruktur berbasis AI menggunakan PowerPoint sebagai alat pembelajaran. Fase pelatihan meliputi persiapan, pelatihan langsung dengan kegiatan praktis, dan evaluasi pasca-pelatihan untuk memastikan transfer dan penerapan keterampilan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan, dengan skor pengetahuan fitur AI meningkat dari 46,8% menjadi 61,5% untuk fungsi utama dan dari 59,6% menjadi 73,1% untuk transisi animasi. Umpan balik menyoroti perlunya penambahan durasi pelatihan dan sesi tatap muka yang berkelanjutan untuk mengoptimalkan pemahaman. Studi ini merekomendasikan pelatihan berkala yang berkelanjutan, terutama dengan memasukkan sesi praktis dan dukungan mentor, guna memperkuat kompetensi AI dan menjembatani kesenjangan akses teknologi di wilayah pendidikan pedesaan. Optimizing the Independent Curriculum through Teacher Training Assistance to Implement AI Technology in the Development of Learning Media This study aims to enhance teacher competence in integrating Artificial Intelligence (AI) technology into the Independent Curriculum through focused training. Utilizing a Participatory Action Research (PAR) approach, the program engaged 26 science teachers from Pasuruan, Indonesia, in a structured AI-based workshop using PowerPoint as a teaching tool. The training phases included preparation, direct training with hands-on activities, and post-training evaluation to ensure skill transfer and application. The results of the program showed significant improvements, with knowledge scores on AI features rising from 46.8% to 61.5% for core functions and from 59.6% to 73.1% for animation transitions. Feedback highlighted the need for extended training duration and ongoing face-to-face sessions to optimize understanding. This study recommends sustained, periodic training, especially incorporating practical and mentor-supported sessions, to strengthen AI competencies and bridge technology access gaps in rural educational settings
Profil Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas IV SD Pada Materi Perubahan Wujud Benda Shinta Wijaya Putri; Binar Kurnia Prahani; Wahono Widodo
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Des (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024)
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1475

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis profil kemampuan berpikir kritis peserta didik saat mempelajari materi perubahan wujud benda pada pembelajaran IPA Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pendahuluan yang bersifat deskriptif dan tidak melakukan uji hipotesis dengan sampel sebanyak 20 peserta didik SDN Selosari di Magetan, Jawa Timur. Teknik pengumpulan data menggunakan tes keterampilan berpikir kritis, angket respon peserta didik, dan wawancara guru yang hasil datanya akan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian, menunjukkan bahwa 1) kemampuan berpikir kritis peserta didik berada pada kategori rendah dan sedang. Sebanyak 14 peserta didik berada pada kategori rendah, 6 peserta didik berada pada kategori sedang dan tidak ada peserta didik yang berada pada kategori tinggi; 2) Indikator keterampilan berpikir kritis yang paling rendah adalah evaluasi; 3) Guru masih menggunakan metode ceramah dan bahan ajar konvensional saat pembelajaran; 4) Diharapkan dengan adanya multimedia pembelajaran interaktif dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada pelajaran IPA khususnya materi perubahan wujud benda. Dapat disimpulkan bahwa keterampilan berpikir kritis peserta didik masih rendah, sehingga perlu adanya peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik dengan mengimplementasikan multimedia pembelajaran interaktif, yaitu Jeopardy game.
Validation of an Inquiry Collaborative Tutorial-Based Blended Learning Model and its Supporting Materials to Improve Physics Problem-Solving Skills Lovy Herayanti; Wahono Widodo; Endang Susantini
Indonesian Journal of STEM Education Vol. 6 No. 1 (2024): Edisi Januari-Juni 2024
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to develop and validate an inquiry collaborative tutorial-based blended learning model and its supporting materials to enhance physics problem-solving skills in college students. The study employed a 4-D development model consisting of define, design, develop, and disseminate stages. Validation of the model and learning materials was conducted by experts through Focus Group Discussions (FGD) using expert panel techniques. The results indicated that the developed model and learning materials met the criteria for content and construct validity and demonstrated high reliability. The resulting learning model is expected to provide an alternative for lecturers in overcoming the challenges of online learning and improving students' problem-solving abilities.