Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN FASILITAS TERHADAP CITRA BPJS KETENAGAKERJAAN CABANG TERNATE MELALUI KEPUASAN PELANGGAN Maulana Malik Ibrahim Umaternate; Haeruddin Saleh; Chahyono Chahyono
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Business and Management, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i1.5194

Abstract

Tujuan penelitian menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan fasilitas terhadap kepuasan peserta dan citra BPJS Ketenagakerjaan, untuk menganalisis pengaruh kepuasan pelanggan terhadap citra BPJS Ketenagakerjaan. Kemudian untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan fasilitas terhadap citra BPJS Ketenagakerjaan dimediasi oleh kepuasan peserta BPJS Ketenagakerjaan dimediasi oleh kepuasan pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data-data melalui penyebaran kuesioner, sedangkan  teknik analisis data menggunakan SmarthPls 4.0. Hasil penelitian menemukan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan peserta, fasilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan peserta. Kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap citra BPJS Ketenagakerjaan, fasilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap citra BPJS Ketenagakerjaan. Kepuasan peserta berpengaruh positif dan signifikan terhadap citra BPJS Ketenagakerjaan. Berdasarkan hasil uji mediasi maka diperoleh temuan bahwa kepuasan peserta dapat memediasi pengaruh kualitas pelayanan terhadap citra BPJS Ketenagakerjaan, selain itu kepuasan peserta dapat memediasi pengaruh fasilitas terhadap citra BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ternate. The purpose of the study was to analyze the effect of service quality and facilities on participant satisfaction and the image of Social Security Adminstrative for Employment (BPJS Ketenagakerjaan) to analyze the effect of customer satisfaction on the image of BPJS Ketenagakerjaan and to analyze the effect of service quality and facilities on the image of BPJS Ketenagakerjaan mediated by participant satisfaction BPJS Ketenagakerjaan mediated by customer satisfaction. This study uses a quantitative approach by collecting data through questionnaires, while the data analysis technique uses SmarthPls 4.0. The results of the study found that service quality has a positive and significant effect on participant satisfaction, facilities have a positive and significant effect on participant satisfaction. Service quality has a positive and significant effect on the image of BPJS Ketenagakerjaan, facilities have a positive and significant effect on the image of BPJS Ketenagakerjaan. Participant satisfaction has a positive and significant effect on the image of BPJS Ketenagakerjaan. Based the results of the mediation test, it was found that participant satisfaction can mediate the effect of service quality on the image of BPJS Ketenagakerjaan, in addition participant satisfaction can mediate the effect of facilities on the image of BPJS Ketenagakerjaan Branch of Ternate.
PENGARUH MOTIVASI DAN EFEKTIVITAS KERJA TERHADAP KINERJA MELALUI STRATEGI KOLABORASI PADA PT PLN (PERSERO) ULP WANGI-WANGI Muhammad Ryan Hidayat Yamin; Haeruddin Saleh; Herminawaty Abubakar
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Business and Management, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i1.5200

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan memahami bagaimana motivasi kerja dan efektivitas kerja mempengaruhi kinerja karyawan, dengan kolaborasi sebagai variabel mediasi. Dalam konteks ini, kinerja karyawan diukur sebagai output keseluruhan dari kontribusi individu terhadap tujuan organisasi. Penelitian ini dilakukan di PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Wangi-Wangi, yang merupakan salah satu unit penting dalam penyediaan layanan listrik di wilayah tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui survei kuisioner yang disebarkan kepada karyawan PT PLN (Persero) ULP Wangi-Wangi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan metode Partial Least Square (PLS) versi 3 dan 4 untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian diperoleh temuan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan siginifikan terhadap kolaborasi kerja, efektivitas kerja berpengaruh positif dan siginifikan terhadap kolaborasi kerja, motivasi kerja berpengaruh positif dan siginifikan terhadap kinerja, efektivitas kerja berpengaruh positif dan siginifikan terhadap kinerja, kolaborasi kerja berpengaruh positif dan siginfikan terhadap kinerja. Hasil uji mediasi diperoleh temuan bahwa kolaborasi kerja dapat memediasi pengaruh motivasi dan efektivitas kerja terhadap kinerja pada PT PLN (Persero) ULP Wangi-Wangi. The aim of this research is to analyze and understand how work motivation and work effectiveness influence employee performance, with collaboration as a mediating variable. In this context, employee performance is measured as the overall output of individual contributions to organizational goals. This research was conducted at PT PLN (Persero) Customer Service Unit (ULP) Wangi-Wangi, which is one of the important units in providing electricity services in the region. Data collection was carried out through a questionnaire survey distributed to employees of PT PLN (Persero) ULP Wangi-Wangi. The research method used is quantitative using the Partial Least Square (PLS) method versions 3 and 4 to test the hypothesis.The research results showed that work motivation had a positive and significant effect on work collaboration, work effectiveness had a positive and significant effect on work collaboration, work motivation had a positive and significant effect on performance, work effectiveness had a positive and significant effect on performance, work collaboration had a positive and significant effect on performance. The results of the mediation test found that work collaboration can mediate the influence of work motivation and effectiveness on performance at PT PLN (Persero) ULP Wangi-Wangi.
DETERMINASI ADOPSI APLIKASI JAMSOSTEK MOBILE (JMO): INTEGRASI TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) DAN KEPERCAYAAN Yanuar Ardy Kurniawan; Haeruddin Saleh; Kafrawi Yunus
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Business and Management, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i1.7820

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi adopsi Aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) dengan mengintegrasikan konstruk utama Technology Acceptance Model (TAM) dan variabel Kepercayaan. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM), penelitian melibatkan 300 pengguna JMO untuk menguji pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan, Persepsi Kebermanfaatan, Kepercayaan, serta variabel demografi sebagai kontrol terhadap adopsi aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi Kemudahan Penggunaan, Persepsi Kebermanfaatan, dan Kepercayaan berpengaruh signifikan terhadap Adopsi Aplikasi, sementara variabel demografi tidak menunjukkan pengaruh yang berarti. Persepsi Kebermanfaatan juga terbukti memediasi hubungan antara Persepsi Kemudahan Penggunaan dan Adopsi Aplikasi. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan adopsi layanan publik digital lebih ditentukan oleh persepsi kognitif dan tingkat kepercayaan pengguna daripada perbedaan karakteristik demografis. Implikasi praktis penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan kualitas antarmuka, stabilitas sistem, dan keamanan data untuk memperkuat kepercayaan serta memaksimalkan pemanfaatan aplikasi JMO. This research aims to analyze the factors that influence the adoption of the Jamsostek Mobile Application (JMO) by integrating the main constructs of the Technology Acceptance Model (TAM) and the variable of trust. Using a quantitative approach with the Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) technique, the study involved 300 JMO users to test the influence of Perceived Ease of Use, Perceived Usefulness, Trust, and demographic variables as controls on application adoption. The results show that perceived ease of use, perceived usefulness, and trust significantly influence application adoption, while demographic variables do not show a significant influence. Perceived usefulness is also proven to mediate the relationship between perceived ease of use and application adoption. These findings confirm that users' cognitive perceptions and trust levels determine the success of digital public service adoption more than demographic differences. The practical implications of this study emphasize the importance of improving interface quality, system stability, and data security to strengthen trust and optimize the use of the JMO application.
Pengembangan Kawasan Geothermal Tourism Berkelanjutan Berdasarkan Preferensi Pengunjung Menggunakan Analisis Konjoin Di Kabupaten Maluku Tengah Akbar Abdullah Ohorella; Haeruddin Saleh; Jamaluddin Djahid
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i2.6066

Abstract

Pariwisata berbasis sumber daya alam, seperti geothermal tourism, memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Kabupaten Maluku Tengah memiliki sumber daya geothermal yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi pengunjung terhadap atribut wisata geothermal serta menyusun strategi pengembangannya menggunakan metode analisis konjoin dan analisis SWOT. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 333 responden yang merupakan wisatawan di kawasan geothermal tourism Hatuasa di Desa Tulehu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi utama pengunjung adalah fasilitas yang memadai, aksesibilitas yang baik, serta keterlibatan komunitas lokal dalam pengelolaan wisata. Strategi yang diusulkan mencakup peningkatan infrastruktur, pengelolaan berbasis masyarakat, serta promosi destinasi yang lebih intensif. Dengan menerapkan strategi ini, diharapkan kawasan geothermal tourism dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat lokal serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.   Natural resource-based tourism, such as geothermal tourism, has great potential to be developed sustainably. Central Maluku Regency has geothermal resources that can be developed as a leading tourist destination. This study aims to analyze visitor preferences for geothermal tourism attributes and develop development strategies using conjoint analysis and SWOT analysis methods. Data were collected through a survey of 333 respondents who were tourists in the Hatuasa geothermal tourism area in Tulehu Village. The results of the study showed that the main preferences of visitors were adequate facilities, good accessibility, and local community involvement in tourism management. The proposed strategies include improving infrastructure, community-based management, and more intensive destination promotion. By implementing this strategy, it is hoped that the geothermal tourism area can develop sustainably and provide benefits to local communities and support regional economic growth
Dampak Kegiatan Legalisasi Asset Oleh Kementerian ATR/BPN Terhadap Pertumbuhan Perekonomian Pada Masyarakat di Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar Dyah Faizal; Haeruddin Saleh; Iqbal Suhaeb
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i2.9043

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kegiatan legalisasi aset yang dilakukan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terhadap pertumbuhan perekonomian masyarakat melalui kepastian hukum aset di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei. Populasi penelitian adalah masyarakat Kelurahan Barombong sebanyak 13.027 jiwa. Sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10% sehingga diperoleh 99 responden, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner, survei lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis) dengan bantuan SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legalisasi aset berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan perekonomian masyarakat dengan nilai R Square sebesar 0,659 atau 65,9%. Selanjutnya, legalisasi aset dan pertumbuhan perekonomian masyarakat berpengaruh signifikan terhadap kepastian hukum aset dengan nilai R Square sebesar 0,832 atau 83,2%. Temuan ini membuktikan bahwa program legalisasi aset mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kepastian hukum atas kepemilikan aset tanah. This study aims to analyze the impact of asset legalization activities conducted by the Ministry of Agrarian Affairs and Spatial Planning/National Land Agency (ATR/BPN) on community economic growth through legal certainty of assets in Barombong Subdistrict, Tamalate District, Makassar City. The research employed a quantitative approach using a survey method. The population consisted of 13,027 residents of Barombong Subdistrict. The sample size was determined using the Slovin formula with a 10% margin of error, resulting in the selection of 99 respondents through purposive sampling. Data were collected through questionnaires, field surveys, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using path analysis with SPSS 25.0. The results indicate that asset legalization has a significant effect on community economic growth, with an R-squared value of 0.659 (65.9%). Furthermore, asset legalization and community economic growth significantly influence the legal certainty of assets, with an R-squared value of 0.832 (83.2%). These findings confirm that the asset legalization program contributes to improving community economic conditions and strengthening legal certainty of land ownership.
Pengaruh Interaksi Dan Aksesibilitas Terhadap Pertumbuhan Wilayah Antar Kecamatan Di Kabupaten Halmahera Barat Fachlis Fachlis; Agus Salim; Haeruddin Saleh
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i2.9049

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh interaksi wilayah dan aksesibilitas terhadap pertumbuhan wilayah antara Kecamatan Loloda dan Kecamatan Loloda Tengah di Kabupaten Halmahera Barat. Penelitian ini dirancang dengan pendekatan mixed methods melalui observasi lapangan, wawancara, kuesioner, dan telaah data sekunder. Analisis kuantitatif menggunakan model gravitasi untuk mengukur interaksi, indeks aksesibilitas untuk melihat keterjangkauan antarkecamatan, serta analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan wilayah. Penelitian ini melibatkan 164 responden dan berfokus pada hubungan antara infrastruktur transportasi, mobilitas, pertukaran ekonomi, dan fungsi pelayanan wilayah. Hasil model gravitasi menghasilkan nilai interaksi sebesar 26,665 yang menunjukkan bahwa hubungan fungsional antara kedua kecamatan sudah terbentuk, tetapi masih relatif rendah karena hambatan jarak dan keterbatasan infrastruktur transportasi. Analisis aksesibilitas juga menunjukkan ketimpangan keterjangkauan, di mana Kecamatan Loloda memiliki nilai aksesibilitas yang relatif lebih tinggi (5,74) dibandingkan dengan Loloda Tengah (2,90). Analisis SWOT menghasilkan nilai IFAS 2,66 dan EFAS 2,81 sehingga wilayah penelitian berada pada Kuadran I atau strategi pertumbuhan. Dengan demikian, arah prioritas pengembangan meliputi peningkatan infrastruktur jalan dan transportasi laut, penguatan pusat ekonomi lokal, pengembangan fasilitas pasar dan distribusi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan aksesibilitas akan meningkatkan intensitas interaksi dan mendukung pertumbuhan wilayah yang lebih merata di Kabupaten Halmahera Barat. This study examines the effect of inter-regional interaction and accessibility on regional growth between Loloda District and Central Loloda District in West Halmahera Regency. The research was designed using a mixed-methods approach, combining field observations, interviews, questionnaires, and a review of secondary data. Quantitative analysis employed a gravity model to measure interaction, an accessibility index to capture inter-district reachability, and SWOT analysis to formulate a development strategy. The study involved 164 respondents and focused on the relationship between transport infrastructure, mobility, economic exchange, and regional service functions. The gravity model produced an interaction value of 26,665, indicating that the functional relationship between the two districts exists but remains relatively low due to distance barriers and limited transport infrastructure. Accessibility analysis also shows unequal accessibility, where Loloda has a higher relative accessibility score (5.74) than Central Loloda (2.90). SWOT analysis yielded an IFAS score of 2.66 and an EFAS score of 2.81, placing the area in Quadrant I, indicating a growth strategy. The priority directions therefore include improving road and sea transport infrastructure, strengthening local economic centers, expanding market and distribution facilities, enhancing human resources, and reinforcing collaboration among government and community actors. These findings confirm that stronger accessibility will intensify interaction and support more balanced regional growth in West Halmahera Regency.
ANALISIS EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI TERHADAP PENGGUNAAN ANGGARAN BELANJA PADA DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN BULUKUMBA Reski Muthiah Kahar; Haeruddin Saleh; Herminawaty Abubakar
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.5960

Abstract

Pengelolaan anggaran belanja yang efektif dan efisien merupakan faktor krusial dalam peningkatan kualitas layanan publik, termasuk di sektor kearsipan dan perpustakaan. Anggaran yang terkelola dengan baik tidak hanya mencerminkan akuntabilitas lembaga, tetapi juga memastikan keberlanjutan layanan informasi, pelestarian arsip, dan peningkatan literasi masyarakat. Dalam praktiknya, tantangan perencanaan dan pelaksanaan anggaran masih sering terjadi, sehingga diperlukan kajian empiris untuk menilai kontribusinya terhadap optimalisasi layanan publik pada sektor ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran belanja pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bulukumba selama periode tahun 2021 hingga 2023. Kajian ini juga mengisi kekosongan dalam literatur mengenai manajemen keuangan pada instansi pemerintah daerah yang bergerak di bidang informasi dokumenter. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan pejabat terkait, dan analisis dokumen realisasi anggaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penggunaan anggaran mengalami fluktuasi: tahun 2021 dan 2023 dikategorikan efektif, sementara tahun 2022 masuk dalam kategori kurang efektif. Di sisi lain, tingkat efisiensi penggunaan anggaran secara keseluruhan dalam kurun waktu tiga tahun tersebut masih tergolong kurang efisien. Ketidakefisienan ini terutama disebabkan oleh ketidaksesuaian antara besaran anggaran yang digunakan dan pencapaian output kegiatan. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengambil kebijakan di tingkat daerah agar menyusun perencanaan dan pelaksanaan anggaran yang lebih berbasis pada prinsip efektivitas dan efisiensi. Dengan demikian, lembaga publik dapat menjalankan fungsi pelayanan yang optimal dan akuntabel dalam konteks tata kelola keuangan daerah. Effective and efficient budget management is a crucial factor in improving the quality of public services, particularly in the archival and library sectors. Well-managed budgets not only reflect institutional accountability but also ensure the continuity of information services, archival preservation, and community literacy development. In practice, challenges in budget planning and execution remain common, highlighting the need for empirical studies to assess its contribution to optimizing public service delivery in this sector. This study aims to evaluate the level of effectiveness and efficiency in budget spending at the Regional Archives and Library Office of Bulukumba Regency during the 2021–2023 period. The research also addresses a gap in the academic literature regarding budget management practices in local government agencies focused on documentary information services. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through direct observation, in-depth interviews with key officials, and document analysis of annual budget realization reports. The findings indicate that the effectiveness of budget utilization varied over the years: the years 2021 and 2023 were categorized as effective, whereas 2022 was considered less effective. In contrast, the overall efficiency level of budget usage throughout the three-year period was found to be suboptimal. This inefficiency stemmed primarily from a mismatch between the allocated budget and the program output achieved, indicating a lack of alignment with principles of public budgeting efficiency. These findings offer strategic insights for policymakers to develop more performance-based and results-oriented budget planning and implementation in the future. Ultimately, the study highlights the importance of budget governance reforms to ensure optimal and accountable public service delivery at the regional level.
ANALISIS KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP CAPAIAN KINERJA BIAYA POKOK PENYEDIAAN PT PLN (Persero) UNIT INDUK DISTRIBUSI SULSELRABAR TAHUN 2019-2024 Aulia Rahmat Samiun; Haeruddin Saleh; Muh. Yusuf Saleh
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.5969

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan pemerintah terhadap capaian kinerja biaya pokok penyediaan (BPP) pada PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulselrabar selama periode 2019–2024. BPP merupakan indikator utama efisiensi dalam operasional kelistrikan dan memiliki implikasi langsung terhadap stabilitas tarif listrik nasional. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan PLN UID Sulselrabar dan laporan pembelian listrik dari Independent Power Producer (IPP) selama enam tahun. Metode analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel beban usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap BPP dengan p-value sebesar 0,040, yang mengindikasikan bahwa peningkatan beban usaha akan meningkatkan BPP. Sementara itu, variabel total kWh jual tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap BPP dengan p-value sebesar 0,227. Di sisi lain, kebijakan pemerintah yang diukur melalui total biaya pembelian listrik dari IPP menunjukkan pengaruh signifikan terhadap BPP dengan p-value 0,002. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi perumusan strategi efisiensi dan pengendalian biaya sektor ketenagalistrikan agar dapat menjaga keterjangkauan tarif listrik bagi masyarakat dan mendukung keberlanjutan bisnis PLN. This study aims to analyze the impact of government policy on the performance achievement of the Cost of Power Supply (COPS) at PT PLN (Persero) Sulselrabar Distribution Unit from 2019 to 2024. COPS is a key indicator of operational efficiency in the electricity sector and directly influences national electricity tariff stability. The research uses secondary data derived from PLN Sulselrabar’s financial reports and electricity purchase records from Independent Power Producers (IPPs) over a six-year period. The method applied includes descriptive statistical analysis and multiple linear regression. The results show that operational expenses have a positive and significant effect on COPS with a p-value of 0.040, indicating that an increase in operational burden leads to higher COPS. Meanwhile, total electricity sold (kWh) does not significantly affect COPS, with a p-value of 0.227. On the other hand, government policy, as reflected in the total cost of electricity purchased from IPPs, has a significant influence on COPS with a p-value of 0.002. These findings provide valuable insights for developing cost-efficiency strategies in the electricity sector to ensure affordable tariffs for consumers while supporting the long-term sustainability of PLN operations.
PERANAN MODAL, PERIZINAN, KEMAMPUAN KEWIRAUSAHAAN DAN PRODUKTIVITAS DALAM PENINGKATAN DAYA SAING UMKM PADA DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN PENANAMAN MODAL KOTA MAKASSAR Herlianti Rahman; Herminawaty Abubakar; Haeruddin Saleh
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.5978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Modal, Perizinan, Kemampuan Kewirausahaan, dan Produktivitas terhadap peningkatan Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Penanaman Modal Kota Makassar. Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah sejauh mana keempat variabel tersebut berkontribusi terhadap daya saing UMKM, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui mediasi produktivitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi dan penyebaran kuesioner kepada pelaku UMKM. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Square (PLS) versi 4.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Modal dan Kewirausahaan berpengaruh langsung dan signifikan terhadap Daya Saing, sedangkan Perizinan tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan. Selain itu, Modal, Perizinan, dan Kewirausahaan masing-masing memiliki pengaruh signifikan terhadap Produktivitas. Temuan penting lainnya adalah bahwa Produktivitas berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara Modal dan Daya Saing serta antara Kewirausahaan dan Daya Saing. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas menjadi faktor kunci dalam mendorong daya saing UMKM di tengah tantangan ekonomi dan regulasi yang kompleks. Dengan demikian, strategi penguatan modal, penyederhanaan perizinan, dan peningkatan kapasitas kewirausahaan perlu didorong untuk meningkatkan daya saing UMKM secara berkelanjutan. This study aims to analyze the influence of Capital, Licensing, Entrepreneurial Capability, and Productivity on the Competitive Advantage of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the Office of Industry, Trade, and Investment of Makassar City. The main problem addressed in this research is to what extent these four variables contribute to the competitiveness of MSMEs, either directly or indirectly through the mediating role of productivity. This research adopts a quantitative approach with data collected through observation and questionnaires distributed to MSME actors. Data analysis was carried out using Partial Least Square (PLS) version 4.1. The results indicate that Capital and Entrepreneurship have a direct and significant influence on Competitive Advantage, while Licensing does not exhibit a significant direct effect. Furthermore, Capital, Licensing, and Entrepreneurship each have a significant impact on Productivity. An important finding of the study is that Productivity mediates the relationship between Capital and Competitive Advantage, as well as between Entrepreneurship and Competitive Advantage. These results highlight the critical role of productivity enhancement in strengthening MSME competitiveness amid complex economic and regulatory challenges. Therefore, strategies aimed at capital empowerment, licensing simplification, and the improvement of entrepreneurial capabilities are necessary to sustainably boost MSME competitiveness.
ANALISIS KEMUDAHAN DAN MANFAAT TERHADAP PEMBERIAN RATING BAIK DENGAN KEPUASAN PENGGUNA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING APLIKASI PLN MOBILE PADA PT. PLN (PERSERO) ULP MALILI Riko Ashari; Haeruddin Saleh; Miah Said
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.5998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemudahan penggunaan dan persepsi manfaat terhadap pemberian rating aplikasi melalui kepuasan pengguna sebagai variabel intervening pada aplikasi PLN Mobile di PT. PLN (Persero) ULP Malili. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori untuk menguji hubungan kausal antarvariabel. Populasi penelitian adalah pengguna aplikasi PLN Mobile pada wilayah kerja PT. PLN (Persero) ULP Malili, dengan sampel yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan karakteristik responden yang telah menggunakan aplikasi PLN Mobile. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS versi 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan dan persepsi manfaat berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna maupun pemberian rating aplikasi. Kepuasan pengguna juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberian rating aplikasi serta mampu memediasi hubungan antara kemudahan penggunaan dan persepsi manfaat dengan pemberian rating aplikasi. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa semakin mudah aplikasi digunakan dan semakin besar manfaat yang dirasakan pengguna, maka tingkat kepuasan pengguna akan meningkat sehingga mendorong pengguna untuk memberikan penilaian (rating) yang lebih baik terhadap aplikasi PLN Mobile. Implikasi penelitian memberikan rekomendasi kepada PT. PLN (Persero) ULP Malili untuk terus meningkatkan kemudahan penggunaan, menambah manfaat fitur aplikasi, serta memperkuat pengalaman pengguna guna meningkatkan kepuasan dan memperoleh rating aplikasi yang lebih positif. This study aims to examine the influence of perceived ease of use and perceived usefulness on application ratings through user satisfaction as an intervening variable in the PLN Mobile application at PT. PLN (Persero) ULP Malili. The study employed a quantitative approach using an explanatory research design to investigate the causal relationships among the research variables. The population consisted of PLN Mobile users within the operational area of PT. PLN (Persero) ULP Malili, with respondents selected using a purposive sampling technique based on predefined user criteria. Data were collected through a five-point Likert-scale questionnaire and analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) with SmartPLS version 4. The findings indicate that perceived ease of use and perceived usefulness have positive and significant effects on both user satisfaction and application ratings. User satisfaction also has a positive and significant effect on application ratings and mediates the relationships between perceived ease of use, perceived usefulness, and application ratings. These findings suggest that improving application usability and increasing the perceived benefits of the application enhance user satisfaction, which ultimately encourages users to provide more positive ratings for the PLN Mobile application. The study recommends that PT. PLN (Persero) ULP Malili continuously improve application usability, expand useful digital features, and strengthen user experience to increase customer satisfaction and achieve higher application ratings.