Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Literasi Membaca pada Siswa Kelas III SDN I Kalaki Sulastri; Desy Ningsih Komalasari; Zulkifli; Syahriani Yulianci; Didit Haryadi
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.474

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab rendahnya literasi membaca pada siswa kelas III SDN Kalaki. Literasi membaca merupakan kemampuan dasar yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan belajar siswa, namun pada kenyataannya masih ditemukan berbagai kendala dalam penguasaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya literasi membaca siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu faktor internal siswa, faktor guru, faktor lingkungan keluarga, serta faktor sarana dan prasarana. Faktor internal meliputi rendahnya minat dan motivasi membaca serta kemampuan dasar membaca yang belum optimal. Faktor guru berkaitan dengan penggunaan metode pembelajaran yang kurang variatif dan kurangnya pemanfaatan media pembelajaran yang menarik. Faktor lingkungan keluarga ditunjukkan oleh minimnya dukungan orang tua dalam membiasakan kegiatan membaca di rumah. Sementara itu, faktor sarana dan prasarana berkaitan dengan keterbatasan fasilitas literasi, seperti kurangnya ketersediaan buku bacaan yang menarik dan belum optimalnya pemanfaatan perpustakaan sekolah.Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa rendahnya literasi membaca siswa merupakan hasil dari interaksi berbagai faktor yang saling memengaruhi. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang komprehensif dan kolaboratif antara guru, sekolah, dan orang tua dalam meningkatkan literasi membaca siswa melalui penerapan metode pembelajaran yang inovatif, penyediaan fasilitas literasi yang memadai, serta pembiasaan membaca baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
Efektivitas Model Project Based Learning Dalam Meningkatkan Literasi Sains Siswa SD Rahmat Dani; Syahriani Yulianci; Sri Hardiningsih Hanafi
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.650

Abstract

Literasi sains merupakan salah satu kompetensi penting dalam pendidikan abad ke-21, namun kemampuan literasi sains siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Project Based Learning dalam meningkatkan literasi sains siswa kelas V di SD Inpres Risa 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimental melalui desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa kelas V yang dipilih menggunakan teknik sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes pilihan ganda sebanyak 20 soal yang mencakup indikator konsep sains dan aplikasi sains. Teknik analisis data meliputi statistik deskriptif, uji N-gain, uji normalitas, dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest siswa sebesar 64 dan meningkat menjadi 83 pada posttest dengan peningkatan sebesar 19 poin setelah penerapan Project Based Learning. Hasil uji N-gain memperoleh nilai sebesar 0,53 dengan kategori sedang yang menunjukkan bahwa model tersebut cukup efektif dalam meningkatkan literasi sains siswa. Selain itu, hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Project Based Learning efektif dalam meningkatkan literasi sains siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pembelajaran IPA di sekolah dasar, khususnya dalam memperkuat bukti empiris mengenai efektivitas Project Based Learning dalam meningkatkan literasi sains siswa pada konteks sekolah dasar di daerah Kabupaten Bima
Pengaruh Media Pembelajaran Wordwall terhadap Pemahaman Konsep IPA dan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Elsa Napisah Elsa Napisah; Syahriani Yulianci; Rizalul Fiqry
Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Vol. 5 No. 2 (2025): Lambda
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/lambda.v5i2.1442

Abstract

IPA merupakan salah satu pembelajaran di SD. Peserta didik sering mengalami kesulitan memahami konsep IPA dan tidak memiliki motivasi untuk belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep IPA dan mendorong mereka untuk belajar tentang materi energi yang bergerak. Tempat penelitian SDN Inpres 2 Lanta. Penelitian kuantitatif dilakukan dengan desain quasi eksperimen, satu kelompok pretest-posttest. 24 siswa di kelas empat adalah subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi metode tes. Instrumen tes terdiri dari soal pilihan ganda pretest dan posttest yang bertujuan untuk mengukur pemahaman konsep IPA siswa sebelum dan sesudah perlakuan dan qusioner untuk mengukur motivasi belajar siswa. Instrumen yang hasil uji Paired Samples t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (t(23) = -3.176, p = 0.004). Nilai rata-rata skor posttest lebih tinggi yaitu sebesar 70.83% sedangkan nilai prettest sebesar 56.67% dan menandakan ada perubahan yang signifikan skor posstest lebih tinggi dibandingkan skor pretest dengan selisih rata-rata sebesar -14.167 (SE = 4.461). Hasil deskriptif terhadap enam indikator motivasi belajar menunjukkan bahwa nilai rata-rata masing-masing indikator berada di atas angka 4.6 dari skala maksimum 5.0. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam hasil belajar dan motivasi belajar setelah diberikan perlakuan/intervensi pembelajaran.Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu media pembelajaran Wordwall dapat meningkatkan pemahaman konsep IPA dan motivasi belajar siswa.
Pengaruh Model Inkuiri Terbimbing Berbantuan LKPD Terhadap Keterampilan Generik Sains Renitati Renitati; Rizalul Fiqry; Syahriani Yulianci
Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Vol. 5 No. 2 (2025): Lambda
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/lambda.v5i2.1545

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh model inkuiri terbimbing berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) terhadap keterampilan generik sains siswa kelas III di SDN Inpres O’o, Kabupaten Bima. Keterampilan generik sains mencakup kemampuan dasar berpikir ilmiah seperti observasi, klasifikasi, pengukuran, integrasi konsep, prediksi, penarikan kesimpulan, komunikasi, dan perancangan. Masih lemahnya penguasaan keterampilan ini mendorong perlunya pendekatan pembelajaran yang mendorong eksplorasi dan berpikir sistematis sejak dini. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel terdiri atas 10 siswa yang dipilih secara purposif. Perlakuan berupa pembelajaran menggunakan model inkuiri terbimbing dengan panduan LKPD diberikan dalam beberapa sesi, yang mencakup tahapan orientasi hingga evaluasi. Data dikumpulkan melalui instrumen penilaian berbasis skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan uji paired samples t-test dan penghitungan Cohen’s d. Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest pada seluruh indikator (p > 0,05). Namun, nilai effect size tertinggi ditemukan pada indikator klasifikasi (d = 0,404) dan observasi (d = 0,289), yang menunjukkan adanya potensi perubahan praktis meski tidak signifikan secara statistik. Kesimpulan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa model inkuiri terbimbing berbantuan LKPD memiliki potensi pengembangan, khususnya dalam mendorong keberanian siswa berpikir dan berbicara ilmiah. Keterbatasan pelaksanaan menggarisbawahi pentingnya pelatihan guru serta penyempurnaan LKPD yang sesuai dengan karakteristik siswa usia dini dan kondisi lokal sekolah dasar.
Literasi Sains Mahasiswa PGSD: Studi Diagnostik sebagai Landasan Pengembangan Modul IPA Syahriani Yulianci
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v4i4.5030

Abstract

Literasi sains merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebagai calon guru sekolah dasar dalam menghadapi pembelajaran IPA yang kontekstual dan berbasis masalah kehidupan nyata. Namun demikian, berbagai temuan awal menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains mahasiswa masih beragam dan belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi sains mahasiswa PGSD sebagai landasan pengembangan modul pembelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa PGSD. Instrumen penelitian berupa tes literasi sains berbentuk soal uraian yang dikembangkan berdasarkan indikator literasi sains. Data dianalisis dengan menghitung skor, mengonversinya ke dalam persentase, serta mengkategorikannya ke dalam tingkat literasi sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi sains mahasiswa PGSD masih berada pada kategori rendah 96,15%, terutama pada indikator menafsirkan informasi ilmiah dan pengambilan keputusan berbasis sains. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar yang kuat dalam merancang modul pembelajaran IPA yang kontekstual, berorientasi literasi sains, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa PGSD.
Effectiveness of Ethno-Inquiry-Interactive Physics Multimedia Using the Gopa Game to Improving Students’ Numeracy Literacy Nurjumiati Nurjumiati; Syahriani Yulianci; Nurhairunnisah Nurhairunnisah; Suriya Ningsyih
Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi (JPFT) Vol 12 No 1 (2026): January-June
Publisher : Department of Physics Education, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpft.v12i1.10790

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of ethno-inquiry-based interactive physics multimedia through the traditional Gopa game in improving students' numeracy in parabolic motion material for grade XI of high school. This study used a quasi-experimental method with a pretest-posttest control group design involving two classes, namely the experimental class that used ethno-inquiry-based interactive multimedia through the Gopa game and the control class that used conventional learning. The research instrument included a numeracy literacy test. Data were analyzed using an independent t-test and N-Gain test calculations to measure the level of effectiveness. The results showed that there was a significant difference between the numeracy and cultural literacy results of students in the experimental and control classes. With an Independent Sample t-test on the posttest score, there was a significant difference between the experimental and control classes with a p-value of 0.029 (p <0.05). The average posttest score of the experimental class (74.92) was higher than the control class (64.67). These results indicate that the use of ethno-inquiry-based interactive multimedia in the Gopa game has a positive influence on improving students' numeracy literacy. The average gain in numeracy literacy scores in the experimental and control classes was in the moderate category, meaning that the effectiveness of using ethno-inquiry-based interactive physics multimedia through the Gopa game on parabolic motion material was categorized as moderate or quite effective.
Metacognitive Inquiry-Based Science Modules: A Need Analysis of Elementary Pre-Service Teachers’ Science Process Skills Syahriani Yulianci; Nurjumiati Nurjumiati; Baiq Dina Hardianti
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol. 14 No. 3: July 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v14i3.20835

Abstract

Science Process Skills (SPS) are essential competencies for prospective elementary school teachers, yet PGSD students often have limited opportunities to develop these skills through inquiry-based learning. This study analyzed students’ needs for developing an inquiry-based science module with a metacognitive orientation to enhance SPS. A quantitative descriptive survey was conducted with 60 PGSD students who had completed a science course. Data were collected using a needs analysis questionnaire covering five student characteristics and three SPS need dimensions. Descriptive statistics, Pearson correlation, item-level correlation, and the Mann–Whitney U test were employed. Learning styles and preferences showed the highest mean score (M = 3.031), whereas learning experience had the lowest (M = 2.292), indicating limited exposure to laboratory and inquiry-based learning. All SPS need dimensions were rated very high, with module requirements obtaining the highest mean score (M = 3.654). Although no significant relationships were found between overall student characteristics and SPS needs, item-level analysis revealed a positive correlation between the ability to relate science concepts to everyday life and awareness of SPS gaps (r = 0.319, p = 0.027), and a negative correlation between difficulties in understanding abstract concepts and module requirements (r = −0.397, p = 0.005). Students with lower academic ability reported significantly greater module needs (p = 0.012). These findings support the development of a differentiated inquiry-based science module integrated with metacognitive strategies to improve SPS among prospective elementary school teachers.
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan LKPD terhadap Pemahaman Konsep IPA Peserta Didik Kelas III SDN Inpres Rasanggaro Suhartyaningsih Suhartyaningsih; Arif Rahman Hakim; Syahriani Yulianci
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.4793

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berbantuan LKPD terhadap pemahaman konsep IPA peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experimental melalui desain One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 22 peserta didik kelas III yang terdiri atas 15 peserta didik laki-laki dan 7 peserta didik perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes uraian yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan aplikasi Jamovi versi 2.6.44. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest peserta didik sebesar 55,1 meningkat menjadi 81,1 pada posttest. Hasil analisis paired sample t-test memperoleh nilai signifikansi <0,001 yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan penerapan model PBL berbantuan LKPD terhadap pemahaman konsep IPA peserta didik. Selain itu, hasil analisis N-Gain Score memperoleh rata-rata sebesar 0,594 atau 59,41% dengan kategori sedang. Dengan demikian, model Problem Based Learning berbantuan LKPD terbukti cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA peserta didik pada pembelajaran IPA. Penelitian selanjutnya disarankan menguji efektivitas model ini pada sampel yang lebih luas, materi IPA yang berbeda, dan menggunakan desain eksperimen dengan kelompok kontrol.
The Effect of Problem-Based Learning (PBL) with Diorama Media on Understanding Science Concepts Johar Mahliga Putri; Syahriani Yulianci; Rizalul Fiqry
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 17, No 3 (2026): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v17i3.39410

Abstract

This study aims to test the Problem-Based Learning (PBL) model, supported by diorama media, in improving students’ understanding of science concepts related to food chains. The study employed a quasi-experimental method with a One-Group Pretest–Posttest design. The study subjects consisted of 15 fifth-grade students from SDN Penapali, selected through saturation sampling. Data were collected via tests, observations, and documentation, then analyzed using the Shapiro–Wilk normality test and a paired-sample t-test with the assistance of Jamovi software. The analysis results indicated that the data were normally distributed (p > 0.05). Hypothesis testing revealed a significant difference between pretest and posttest scores (p < 0.001) with an effect size classified as very large. These findings confirm that  implementing of the Problem-Based Learning (PBL) model aided by diorama media significantly and effectively improves students’ understanding of science concepts. The integration of problem-based learning with concrete media has proven capable of strengthening student engagement and facilitating deeper knowledge construction. Therefore, this approach is recommended as an innovative strategy in science education at the elementary school level.
Pengembangan LKPD Berbasis Discovery Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah IPAS Siswa Sekolah Dasar Ainun Hikmawati; Arif Rahman Hakim; Syahriani Yulianci
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.74725

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah IPAS siswa kelas V karena proses pembelajaran yang konvensional dan belum tersedianya bahan ajar inovatif yang berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk LKPD berbasis Discovery Learning yang valid, praktis, dan efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development/R&D) dengan menerapkan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian ini adalah 25 siswa kelas V SDN Inpres Bontokape yang dilaksanakan pada semester genap. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar validasi ahli materi, media, bahasa, angket respons guru dan siswa, serta instrumen tes. Teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif meliputi analisis persentase kelayakan, skor kepraktisan, serta uji keefektifan menggunakan rumus N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berkategori sangat layak berdasarkan validasi ahli dengan persentase sebesar 86,33%, sangat praktis berdasarkan respons pengguna sebesar 88,76%, dan efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dengan perolehan nilai N-Gain sebesar 0,77 (kategori tinggi) serta peningkatan rata-rata nilai dari 53,44 menjadi 89,30. Kesimpulannya, LKPD berbasis Discovery Learning terbukti valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah IPAS siswa sekolah dasar secara optimal.