Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Dusun Beau melalui Integrasi Program KKN Terpadu Berbasis Sosial, Pertanian, dan Infrastruktur Iswara Dwipa, I Made Bayu; Aguilera, Verlia; Widyasari, Ida Ayu; Fiky Suputra, I Made; Mia Damayanti, Ni Luh; Monicha Finolia, Ni Made; Agustina Wati, Ni Made Ayu; Handayani, Luh Diah; Ani, Prity; Hartawan Putra, Bagus Tegar; Narayanti, Putu Satya; Adiyana Putra, I Gede; Wirawan, Agus Budi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7671

Abstract

KKN Terpadu Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Sentana Sulawesi Tengah di Dusun Beau, Desa Watutau, Kecamatan Lore Peore, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah merupakan bentuk pengabdian masyarakat sebagai penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini berlangsung dari 26 Agustus sampai 10 November 2025 dan terdiri dari kegiatan inti, desa, kecamatan, dan tambahan. Artikel ini berfokus pada kegiatan inti yang berkaitan dengan aspek sosial, pertanian, dan infrastruktur. KKN bertujuan memberi pengalaman serta menjadi proses pembelajaran bagi mahasiswa untuk menggali dan mengembangkan potensi masyarakat desa. Metode pelaksanaannya meliputi survei, perencanaan, dan pelaksanaan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu survei, perencanaan, dan pelaksanaan. Pada tahap survei, mahasiswa KKN melihat kurangnya minat belajar anak-anak, minimnya pengetahuan teknologi, dan perlunya fasilitas penunjuk arah serta informasi dusun. Setelah itu, tahap perencanaan mahasiswa KKN menyusun program sesuai kebutuhan, seperti pasraman (tari, yoga, upakara, dharma gita), bimbingan belajar, pelatihan IT, pelatihan membuat briket, pembuatan plang penunjuk arah dan rumah perangkat dusun, pembuatan website wisata, pentas seni, dan pembuatan tapal batas dusun. egiatan dilaksanakan dengan dukungan tokoh umat, pemerintah setempat, dan masyarakat Kegiatan dilaksanakan dengan dukungan tokoh umat, pemerintah setempat, dan masyarakat. Dari kegiatan ini, ditemukan beberapa hasil penting, seperti peningkatan minat belajar anak-anak setiap pertemuan, bertambahnya kemampuan dasar IT pada peserta, tersedianya website dusun, serta meningkatnya partisipasi warga dalam kegiatan budaya dan sosial.Secara keseluruhan, kegiatan ini memberi dampak positif bagi masyarakat Dusun Beau karena membantu meningkatkan pendidikan, mempererat kebersamaan, dan menjaga budaya setempat.
THE IMPACT OF USING INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY ON STUDENTS' CRITICAL THINKING SKILLS IN ELEMENTARY SCHOOLS Putu Satya Narayanti; Muhammad Lutfi
International Journal of Teaching and Learning Vol. 3 No. 8 (2026): International Journal of Teaching and Learning (INJOTEL)
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research examines the impact of the use of Information and Communication Technology (ICT) on the development of students' critical thinking skills in elementary schools through a literature review. ICT is recognized as having the potential to increase student engagement, motivation and analytical abilities. This literature review examines various empirical research and theories that discuss the contribution of ICT in the context of basic education. The results of the study show that effective ICT integration can improve critical thinking skills, as long as it is supported by relevant quality content, interactive teaching methods, and teacher competence in utilizing technology optimally. Several approaches such as project-based learning and collaborative discussions have proven to be more effective in developing critical thinking competencies than conventional methods. In addition, continuous training for teachers to master and apply ICT strategically in learning was found to be an important factor supporting this success. This study highlights the need for integrative strategies and institutional support to maximize the potential of ICT in the development of students' critical thinking skills at the primary school level.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA MINAT BACA PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI DESA POLANTO JAYA Pastrini, Ni Made Ayu; Narayanti, Putu Satya; Kertayasa, I Ketut
JATMIKA : Journal Education and Learning of Elementary School Vol. 3 No. 2 (2026): JATMIKA : Journal Education and Learning of Elementary School
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/jels.v3i2.840

Abstract

Salah satu pondasi dasar yang harus ditanamkan kepada peserta didik adalah sikap gemar membaca. sikap gemar membaca ini merupakan salah satu sikap yang harus dikembangkan dalam proses pembelajaran di sekolah. Dalam membentuk budaya gemar membaca sekolah menjadi sasaran yang paling penting dan utama. Dengan sikap gemar membaca tersebut,tentunya siswa akan dengan mudah memperoleh informasi-informasi dari berbagai sumber bacaan yang dapat diaksesnya. Di samping itu mutu pendidikan juga ditentukan oleh kemampuan membaca atau kemampuan memahami bacaan para peserta didiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan rendahnya minat baca pada siswa Sekolah Dasar di Desa Polanto Jaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru kelas dan siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab rendahnya minat baca siswa, yaitu faktor internal merupakan faktor yang berasal dari diri siswa yaitu kemampuan membaca, memahami makna yang terkandung dalam bacaan, kesulitan membaca, membaca buku atas perintah guru, siswa jarang mencari buku atau bahan bacaan sesuai dengan kebutuhannya dan siswa yang menyelesaikan tugas melalui internet tanpa buku. Sedangkan, faktor eksternal yaitu faktor keluarga, faktor ekonomi, lingkungan sekolah kurang mendukung dan literasi program belum berjalan maksimal. Adapun upaya yang sudah dilakukan oleh guru untuk meningkatkan minat baca siswa , yaitu mengadakan lomba membaca setiap akhir semester, literasi membaca stiap awal pembelajaran dan pojok bacaan. Adapun upaya dilakukan agar menumbuhkan rasa minat baca pada siswa serta memberi dorongan agar siswa lebih rajin untuk membaca.
KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SD INPRES BUMI SAGU Kusumayanti, Niluh Nina; Narayanti, Putu Satya; Hariani, Ni Made Mega
JATMIKA : Journal Education and Learning of Elementary School Vol. 3 No. 2 (2026): JATMIKA : Journal Education and Learning of Elementary School
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/jels.v3i2.841

Abstract

Kemandirian belajar dapat menunjukkan kesadaran diri siswa untuk mencapai tujuan belajar tanpa bergantung pada bantuan orang lain dalam menguasai materi atau pengetahuan. Belajar mandiri sangat penting bagi siswa karena dapat menjadikan mereka proaktif dan mampu mengatasi permasalahan apa pun serta membantu mereka percaya diri dalam melakukan berbagai hal tanpa bantuan orang lain. Bahasa Indonesia di sekolah dasar merupakan pelajaran yang dapat digunakan untuk belajar berkomunikasi serta memiliki tujuan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, kreativitas dan sikap. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia serta faktor pendukung dan penghambat kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SD Inpres Bumi Sagu. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berupa data deskriptif, menggunakan tiga teknik pengumpulan data yang terdiri dari: observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia yaitu sudah maksimal, namun masih ada beberapa siswa orang yang masih belum sepenuhnya bisa mandiri. Faktor pendukung kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia yaitu: lingkungan sekitar atau fasilitas yang ada, dari diri siswa itu sendiri, motivasi dari guru ataupun orang tuanya, kegiatan supervisi akademik dan LKPD yang menarik. Sebaliknya, faktor penghambat yaitu: pengelolaan kelas, kurangnya minat belajar siswa, emosional siswa itu sendiri dan kurangnya tanggung jawab atas diri sendiri.
HUBUNGAN ANTARA KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SDN 3 PALU Nadi, Niluh Sri; Narayanti, Putu Satya; Kertayasa, I Ketut
JATMIKA : Journal Education and Learning of Elementary School Vol. 3 No. 2 (2026): JATMIKA : Journal Education and Learning of Elementary School
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/jels.v3i2.842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kompetensi peagogik guru dengan motivasi belajar siswa di SDN3 Palu. Metode yang digunakan adalah kuantitatif yang bersifat korelasi. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Stratified Sampling dengan jumlah sampel 50 siswa. Teknik pengumpulan berupa angket, pedoman wawancara lembar validasi isi dan bahasa serta dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan uji korelasi product moment dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian diperoleh yaitu 0,000 dengan koefisien yang sebesar 0,622 Artinya Kompetensi pedagogik dan motivasi belajar siswa memilki hubungan positif dengan dengan derajat hubungan kuat. Faktor pendukung pedagogik guru yaitu pengalaman mengajar, latar belakang pendidikan, ikut pelatihan PMM, KKG, lingkungan kerja, saling memberikan saran antar sesama guru serta dukungan fasilitas sekolah. Sedangkan faktor penghambatnya seperti beban kerja yang berlebihan, keterbatasan waktu serta kurangnya motivasi atau kemauan dalam diri guru.
PERAN GURU DALAM MENDORONG KREATIVITAS SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS III SD KARUNA DIPA Trisnawati, Yuni; Kertayasa, I Ketut; Narayanti, Putu Satya
JATMIKA : Journal Education and Learning of Elementary School Vol. 3 No. 2 (2026): JATMIKA : Journal Education and Learning of Elementary School
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/ww4mry67

Abstract

Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Pendidikan sangat dibutuhkan oleh semua manusia yang ada di seluruh dunia, yang digunakan untuk mengembangkan potensi yang telah dimilikinya, serta mengubah tingkah laku seseorang ke arah yang lebih baik dan menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Peran adalah aspek yang dinamis dari status atau dari kedudukan. Jika seseorang telah melakukan hak dan kewajiban, berarti telah melakukan suatu peran. Seperti guru dan peserta didik, yang dimana guru sangat berperan penting dalam pendidikan terkhusus pada kegiatan belajar mengajar. Pada dasarnya peserta didik sangat memerlukan peranan guru dalam membantu proses perkembangan dalam diri siswa serta kemampuan yang dimiliki setiap siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam mendorong kreativitas siswa pada pembelajaran matematika di kelas III SD Karuna Dipa. Kreativitas siswa merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran, terutama dalam mata pelajaran matematika yang menuntut kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah dan pengembangan ide-ide baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran dalam mendorong kreativitas siswa melalui berbagai pendekatan, seperti pemberian tugas terbuka, penggunaan media pembelajaran yang bervariasi, serta menciptakan suasana kelas yang mendukung siswa untuk berpikir bebas dan tidak takut salah. Selain itu, guru juga mendorong siswa untuk mengemukakan ide secara mandiri, mencoba berbagai cara dalam menyelesaikan soal serta bekerja sama dalam kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa keterlibatan aktif guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang kreatif mampu meningkatkan kemampuan berpikir lancar, luwes, orisinal dan elaboratif pada siswa. Dengan demikian, peran guru sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi pengembangan kreativitas siswa dalam pembelajaran matematika.
PERAN GURU DALAM MENANAMKAN NILAI ETIKA SISWA DI SDN 15 RIO PAKAVA Suardika, I Ketut; Hariani, Ni Made Mega; Narayanti, Putu Satya
JATMIKA : Journal Education and Learning of Elementary School Vol. 3 No. 2 (2026): JATMIKA : Journal Education and Learning of Elementary School
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/40kccr17

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru dalam menanamkan nilai etika serta faktor pendukung dan penghambatnya di SDN 15 Rio Pakava. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru meliputi: menjadi teladan (role model), mengintegrasikan nilai etika dalam pembelajaran, membiasakan serta menegakkan aturan kelas, membimbing siswa untuk menyapa dan berterima kasih, memberikan apresiasi terhadap sikap tertib dan sabar, mengingatkan penggunaan bahasa sopan, menerapkan diskusi terbuka untuk menghargai perbedaan, memberikan pendidikan nilai secara berkesinambungan, menciptakan lingkungan sekolah positif, serta menjalin pertemuan rutin dengan orang tua.Faktor pendukung mencakup konsistensi teladan guru, integrasi etika dalam pembelajaran, pembiasaan aturan, lingkungan sekolah yang inklusif, kolaborasi dengan orang tua, dan pemanfaatan teknologi. Adapun faktor penghambatnya antara lain kurikulum yang padat, pengaruh media sosial, keterbatasan pengetahuan guru tentang pendidikan karakter, beban kerja guru, serta keterbatasan waktu orang tua.Secara keseluruhan, peran guru sangat strategis dalam membentuk etika siswa melalui keteladanan, pembiasaan, dan kerja sama dengan lingkungan sekolah maupun keluarga.
PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN SISWA DI SD INPRES KASTABUANA DESA BARAS 8 PROVINSI SULAWESI BARAT Puriani, Ni Ketut; Narayanti, Putu Satya; Sudarsana, Wayan
JATMIKA : Journal Education and Learning of Elementary School Vol. 3 No. 2 (2026): JATMIKA : Journal Education and Learning of Elementary School
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/jels.v3i2.861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar dalam meningkatkan pengetahuan siswa di SD Inpres Kastabuana Desa Baras 8 Provinsi Sulawesi Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh melalui wawancara dan juga menggunakan panduan lembar observasi menunjukan bahwa bentuk pemanfaatan perpustakaan di SD Inpres Kastabuana untuk mendukung peningkatan pengetahuan siswa melalui kunjungan rutin, tugas berbasis literasi dan koleksi buku yang bervariasi. Hambatan yang dihadapi meliputi rendahnya kesadaran literasi, minat baca dan kurangnya kenyaman fasilitas. Upaya peningkatan dilakukan melalui dukungan kepala sekolah, peran pustakawan, serta strategi guru dalam memotivasi siswa dan membiasakan siswa mengunjungi perpustakaan.