Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Implementation of the Eco School Program in Cultivating Environmental Awareness among Elementary School Students Yulia Agustin; Ganes Gunansyah; Putri Rachmadyanti; Yulia Agustin
Jurnal Elementaria Edukasia Vol. 9 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Elementary Teacher Education Program, Majalengka University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jee.v9i1.17586

Abstract

Meningkatnya kompleksitas isu lingkungan menggarisbawahi perlunya pendidikan dasar untuk menumbuhkan tanggung jawab lingkungan sejak usia dini. SDN Rungkut Menanggal I Surabaya telah berulang kali memenangkan penghargaan Sekolah Ekologi Surabaya, menghadirkan konteks unik untuk meneliti bagaimana program tersebut membentuk perilaku ekologis siswa. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program Sekolah Ekologi, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya, serta menganalisis dampaknya terhadap tanggung jawab lingkungan siswa. Penelitian ini dipilih karena terbatasnya studi yang mengeksplorasi praktik Sekolah Ekologi berbasis tindakan di sekolah dasar pemenang penghargaan. Dengan menggunakan desain studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa program tersebut diimplementasikan secara sistematis melalui kebijakan lingkungan, rutinitas ekologis sehari-hari, upaya konservasi air, praktik pengelolaan sampah, dan partisipasi yang kuat dari komunitas sekolah. Faktor pendukung utama meliputi kepemimpinan sekolah, keterlibatan orang tua, kolaborasi dengan Tunas Hijau, dan budaya lingkungan yang mapan, sementara tantangan muncul dari keterbatasan fasilitas dan perilaku siswa yang tidak konsisten. Studi ini menyimpulkan bahwa Sekolah Ekologi secara efektif menumbuhkan tanggung jawab lingkungan dengan mengintegrasikan praktik ekologis ke dalam budaya sekolah. Keunikan dari pendekatan ini terletak pada fokusnya pada sekolah yang secara konsisten meraih penghargaan dan dalam mengungkap mekanisme pembentukan karakter melalui ekopedagogi berbasis tindakan. Kata kunci : Sekolah Ekologi; tanggung jawab lingkungan; pendidikan lingkungan; pembiasaan ekologis; studi kualitatif
Tren dan Efektivitas Model Flipped Classroom terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar: A Systematic Literature Review Ziadatul Maslikha; Putri Rachmadyanti; Ganes Gunansyah; Wasis Suprapto
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/2k6frx24

Abstract

The Flipped Classroom model has become an increasingly popular pedagogical approach in elementary education, as it reallocates instructional time by shifting basic content delivery outside the classroom and dedicating in-class time to discussion, collaboration, and higher-order thinking activities. Given the growing number of studies examining this model, a comprehensive mapping of research trends and its effectiveness on students' critical thinking skills is needed. This study aims to map publication trends and analyze the effectiveness of the Flipped Classroom model in improving elementary school students' critical thinking skills. This study employed a Systematic Literature Review (SLR) method following the PRISMA 2020 protocol. Literature searches were conducted across the Scopus, Google Scholar, ERIC, ScienceDirect, and DOAJ databases for articles published between 2020 and 2026, yielding 28 eligible articles out of 312 initially identified. The results show a steadily increasing trend of Flipped Classroom research since 2022, dominated by studies from Indonesia using quantitative and Research and Development approaches. The Flipped Classroom model was consistently found to be effective in enhancing students' critical thinking skills, particularly when combined with problem-based or project-based learning activities during the in-class phase. This study recommends further empirical and comparative research to strengthen evidence of the model's effectiveness across diverse subjects and educational levels.