Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pola Pengasuhan Orang Tua Tunggal Ibu pada Mahasiswa Tunanetra Raiza Aulia; Duta Nurdibyanandaru
Jurnal Diversita Vol 6, No 2 (2020): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v6i2.3586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengasuhan orang tua tunggal ibu pada mahasiswa tunanetra, mengidentifikasikan pola pengasuhan orang tua tunggal ibu dalam keluarga untuk menafkahi, mengasuh, dan mendidik mahasiswa tunanetra dan mendeskripsikan tantangan dan dukungan yang dihadapi dalam menjadi orang tua tunggal ibu pada mahasiswa tunanetra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif desain studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis tematik. Partisipan dalam penelitian ini yaitu ibu single motheryang memiliki anak tunanetra pada pendidikan perguruan tinggi (mahasiswa). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pola pengasuhan pada ibu tunggal pada mahasiswa tunanentra dengan menggunakan model authoritative (Baumrind, 2013). Partisipan berusaha memandirikan anak (Hetherinton, dalam Anggraeni & Gaol, 2018) dengan keterbatasannya tersebut agar terbiasa untuk menjalani kehidupannya dan menjadi lelaki yang bertanggung jawab dan pada ketiga aspek pola pengasuhan (Barber dkk, 2005), menunjukkan bahwa adanya keseimbangan antara aspek parental support, behavioural control dan psychological control. Namun lebih mendominasi pada parental support yakni dengan pemberian kasih sayang kepada anak tunanetranya.
Efektivitas Cognitive Behavior Therapy terhadap Kontrol Diri Remaja dengan Perilaku Kenakalan Status Offense di Madrasah Tsanawiyah Negeri X Magetan Sofy Ariany Hasan; Duta Nurdibyanandaru
Jurnal Diversita Vol 6, No 1 (2020): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.678 KB) | DOI: 10.31289/diversita.v6i1.3389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah cognitive behavior therapy (CBT) efektif terhadap kontrol diri remaja dengan perilaku status offense  di MTsN X Magetan. Pemberian CBT bertujuan untuk meningkatkan kontrol diri remaja, sehingga remaja tersebut dapat mengurangi perilaku kenakalan remaja, khususnya status offense. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan tipe penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen ini dilakukan selama 6 sesi, dan masing-masing sesi dilaksanakan selama 1 jam. Subjek pada penelitian ini berjumlah 24 remaja dengan perilaku kenakalan status offense yang merupakan siswa MTsN X Magetan. Penelitian ini menggunakan skala psikologi untuk mengukur efektivitas dari CBT. Skala yang digunakan adalah Self Control Scale (SCS) yang dikembangkan oleh Tangney, dkk (2004), berjumlah 24 aitem setelah diujicobakan peneliti dengan reliabilitas sebesar 0,864. Analisis data dilakukan menggunakan teknik t-independent (two sample t-test dengan menggunakan bantuan SPSS 22 for windows. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa  CBT efektif dalam meningkatkan kontrol diri remaja dengan perilaku kenakalan status offense di MTsN X Magetan. Nilai signifikansi pada gain score kontrol diri sebesar 0.001 (sig. < 0.05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara gain score kontrol diri pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah adanya pemberian perlakuan CBT.
Efektivitas Cognitive Behavior Therapy terhadap Kontrol Diri Remaja dengan Perilaku Kenakalan Status Offense di Madrasah Tsanawiyah Negeri X Magetan Sofy Ariany Hasan; Duta Nurdibyanandaru
Jurnal Diversita Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v6i1.3389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah cognitive behavior therapy (CBT) efektif terhadap kontrol diri remaja dengan perilaku status offense  di MTsN X Magetan. Pemberian CBT bertujuan untuk meningkatkan kontrol diri remaja, sehingga remaja tersebut dapat mengurangi perilaku kenakalan remaja, khususnya status offense. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan tipe penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen ini dilakukan selama 6 sesi, dan masing-masing sesi dilaksanakan selama 1 jam. Subjek pada penelitian ini berjumlah 24 remaja dengan perilaku kenakalan status offense yang merupakan siswa MTsN X Magetan. Penelitian ini menggunakan skala psikologi untuk mengukur efektivitas dari CBT. Skala yang digunakan adalah Self Control Scale (SCS) yang dikembangkan oleh Tangney, dkk (2004), berjumlah 24 aitem setelah diujicobakan peneliti dengan reliabilitas sebesar 0,864. Analisis data dilakukan menggunakan teknik t-independent (two sample t-test dengan menggunakan bantuan SPSS 22 for windows. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa  CBT efektif dalam meningkatkan kontrol diri remaja dengan perilaku kenakalan status offense di MTsN X Magetan. Nilai signifikansi pada gain score kontrol diri sebesar 0.001 (sig. < 0.05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara gain score kontrol diri pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah adanya pemberian perlakuan CBT.
Pengaruh Kepribadian terhadap Kreativitas Guru PAUD dengan Kualifikasi Akademik yang Tidak Linier Resi Shaumia Ratu Eka Permata; Nono Hery Yoenanto; Duta Nurdibyanandaru
Jurnal Diversita Vol. 8 No. 2 (2022): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v8i2.4829

Abstract

Kualifikasi akademik guru PAUD telah diatur dalam Permenpan No. 16 tahun 2007 guna menjamin kualitas pembelajaran. Namun, masih ditemui guru PAUD dengan kualifikasi akademik yang tidak linier. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kepribadian terhadap kreativitas guru PAUD dengan kualifikasi akademik yang tidak linier. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Subjek penelitian ini adalah guru aktif PAUD yang tidak memiliki ijazah S1 PAUD/Psikologi dan diperoleh 54 guru di Kecamatan Buduran, Candi, dan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan Big Five Personality (BFI) hasil adaptasi Ramdhani (2012) serta Creativity Fostering Teacher Behavior Index (CFTIndex) milik Soh (2015). Hasil uji regresi diketahui bahwa ada pengaruh kepribadian terhadap kreativitas guru PAUD dengan kualifikasi akademik yang tidak linier sebesar 83,5%. Kepribadian extraversion, agreeableness, conscientiousness, dan openness to experience berpengaruh signifikan terhadap kreativitas guru PAUD dengan kualifikasi akademik yang tidak linier. Sementara itu, neuroticism menunjukkan tidak adanya pengaruh terhadap kreativitas guru PAUD dengan kualifikasi akademik yang tidak linier.
STRATEGI PENGUATAN BUDAYA INKLUSI DALAM RANAH PENDIDIKAN DI INDONESIA: KAJIAN LITERATUR Khoirin Nisa', Syasya; Muntamah, Bening Siti; Nurdibyanandaru, Duta
JPI (Jurnal Pendidikan Inklusi) Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/inklusi.v7n2.p63-79

Abstract

Inclusive education is education that includes curriculum and management for all children, including those with special needs. It is important to understand the basic concepts of organizing inclusive education, one of which is using the index for inclusion. The purpose of this study is to comprehensively examine the appropriate strategies for strengthening the culture of inclusion in Indonesian inclusive schools. The method used in this research is a literature review, relying on five databases: Google Scholar, ResearchGate, Web of Science, Ebsco, and Scopus. The keywords used in the review were "Inclusive Education in Indonesia" and "Culture of Inclusion". In the end, five articles were reviewed. The result of the review is that there are important points related to strategies that can be recommended for schools in strengthening the culture of inclusion, including: 1) implementation of Positive Behaviour Support (PBS); 2) strengthening provision through socialization and training; 3) maximizing collaboration; 4) supervision and evaluation; and 5) leadership.
Stres Akulturatif pada Mahasiswa Internasional di Universitas Airlangga - Indonesia: Acculturative Stress among International Students at Airlangga University - Indonesia Shahzad Ali; Nono Hery Yoenanto; Duta Nurdibyanandaru
Society Vol 8 No 1 (2020): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v8i1.150

Abstract

Globalization and the development of modern education systems make foreign students more important in higher education. In Indonesia, in recent years the number of international students has increased. International students, supervisors, and institutions are trying to identify possible ways that can help foreign students adapt to the Indonesian environment, which has its uniqueness. This research aims to investigate the level of acculturative stress experienced by international students of Airlangga University, Indonesia. Specifically, it focused on international students of master programs originating from countries on the African continent. This research was quantitative research. Participants in this research were 40 students. Participants were selected using a purposive sampling technique. The questionnaire was used to collect data and the results were analyzed using SPSS software. Acculturative Stress Scale for International Students (ASSIS) was used to determine the homesickness experienced by the participants. This research found that significant positive acculturative stress among international students (SD=23.87333), (mean=3.00) on homesickness. The result shows that international students experience homesickness because of not having experience living in a different culture and country. The results showed that African students are experiencing high homesickness.
Pengaruh Academic Stress, Achievement Motivation, dan Perceived Social Support terhadap Academic Burnout Siswa SMK Transiana, Eka; Nawangsari, Nur; Nurdibyanandaru, Duta
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 1 No 1 (2021): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.016 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v1i1.24971

Abstract

motivation, dan perceived social support terhadap academic burnout. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan 103 partisipan siswa SMKN Surabaya. Alat ukur yang digunakan adalah skala adaptasi Educational Stress Scale for Adolescents, karakteristik achievement motivation¸ skala adaptasi Multidimentional Scale of Perceived Social Support, dan skala adaptasi Student Burnout Inventory. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda dengan bantuan IBM SPSS 22. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh antara academic stress, achievement motivation, dan perceived social support secara simultan terhadap academic burnout dengan sumbangan sebesar 29,7%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian. Sementara itu, secara parsial hasil penelitian ini menunjukkan bahwa academic stress dan achievement motivation berpengaruh secara signifikan terhadap academic burnout, sedangkan perceived social support tidak berpengaruh secara signifikan terhadap academic burnout.
Stres Akulturatif pada Mahasiswa Internasional di Universitas Airlangga - Indonesia Shahzad Ali; Nono Hery Yoenanto; Duta Nurdibyanandaru
Society Vol 8 No 1 (2020): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v8i1.150

Abstract

Globalization and the development of modern education systems make foreign students more important in higher education. In Indonesia, in recent years the number of international students has increased. International students, supervisors, and institutions are trying to identify possible ways that can help foreign students adapt to the Indonesian environment, which has its uniqueness. This research aims to investigate the level of acculturative stress experienced by international students of Airlangga University, Indonesia. Specifically, it focused on international students of master programs originating from countries on the African continent. This research was quantitative research. Participants in this research were 40 students. Participants were selected using a purposive sampling technique. The questionnaire was used to collect data and the results were analyzed using SPSS software. Acculturative Stress Scale for International Students (ASSIS) was used to determine the homesickness experienced by the participants. This research found that significant positive acculturative stress among international students (SD=23.87333), (mean=3.00) on homesickness. The result shows that international students experience homesickness because of not having experience living in a different culture and country. The results showed that African students are experiencing high homesickness.
Pemetaan Pola Asuh Orang Tua terhadap Anak dengan Autism Spectrum Disorder di Indonesia: Kajian Scoping Review Simanjuntak, Daniel; Ridho, Muhammad Rasyid; Wildan, Zulfikar Ahmad; Paramita , Pramesti Pradna; Hendriani , Wiwin; Nurdibyanandaru , Duta
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7545

Abstract

Penelitian ini memetakan pola asuh orang tua anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) di Indonesia melalui scoping review. Fokus penelitian mencakup: (1) identifikasi jenis pola asuh, (2) eksplorasi faktor sosiodemografis, psikologis, dan budaya yang memengaruhi pilihan pola asuh, serta (3) analisis dampak pola asuh terhadap kemandirian, kemampuan sosial, dan komunikasi anak. Literatur diperoleh dari database Crossref, Scopus, dan Semantic Scholar menggunakan panduan PRISMA-ScR, menghasilkan 22 artikel dari 1009 artikel yang disaring (2015–2025). Hasil menunjukkan bahwa pola asuh demokratis (otoritatif) paling umum dan berdampak positif, sedangkan pola otoriter dan permisif berpotensi menghambat perkembangan anak. Penelitian ini merekomendasikan bagi orang tua, dan praktisi dalam memahami dan mengidentifikasi pola pengasuhan dan faktor-faktornya sehingga dapat meningkatkan kualitas intervensi bagi anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) di Indonesia.
PANDANGAN DIAGNOSTIK DAN MEDIKOLEGAL TENTANG PROLAPSUS UTEROVAGINAL SEBAGAI DUGAAN KASUS PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP ANAK: DIAGNOSTIC AND MEDICO LEGAL PERSPECTIVES ON UTEROVAGINAL PROLAPSE AS A SUSPECTED OF CHILD SEXUAL ABUSE Syafira Nurfajri Istiqomah; Ahmad Yudianto; Duta Nurdibyanandaru; Rury Eryna Putri; Wahyuni Dyah Parmasari
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 9 No. 2 (2026): Issue in Progress
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v9i2.1239

Abstract

Uterovaginal prolapse (UVP) in children is a rare condition that can pose diagnostic challenges, particularly in clinical and forensic contexts. This study aims to evaluate, through a literature review, whether Uterovaginal prolapse can be considered a potential indicator of child sexual abuse or is instead a pathological condition that requires careful differentiation. The method used was a literature review involving a search of 30 databases. From the search results, a number of relevant articles were identified. Through a selection process based on inclusion and exclusion criteria, seven scientific articles were selected for further analysis. Several reports in the literature emphasize the importance of a comprehensive evaluation because the similarity of these symptoms can lead to bias in both clinical and forensic interpretations. These findings indicate that Uterovaginal prolapse may be indicative of child sexual abuse, as it shares clinical similarities with certain conditions, underscoring the importance of differential diagnosis. Therefore, physicians, particularly those in the forensic field, must conduct a comprehensive evaluation to distinguish between pathological conditions and potential sexual abuse. The development of clear clinical guidelines and interdisciplinary collaboration between medical professionals and law enforcement are crucial for improving diagnostic accuracy and preventing inappropriate legal consequences. AbstrakProlaps uterovaginal (UVP) pada anak merupakan kondisi langka yang dapat menimbulkan tantangan diagnostik, terutama dalam konteks klinis dan forensik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah UVP dapat menjadi dugaan dari child sexual abuse atau justru merupakan kondisi patologis yang perlu dibedakan secara hati-hati, melalui tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan penelusuran pada 30 basis data. Dari hasil penelusuran, diperoleh sejumlah artikel yang relevan, melalui proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, sebanyak 7 artikel ilmiah dipilih untuk dianalisis lebih lanjut. Beberapa laporan dalam literatur menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh karena kesamaan gejala tersebut dapat menimbulkan bias dalam interpretasi klinis maupun forensik. Temuan ini menunjukkan bahwa Prolaps uterovaginal dapat menjadi dugaan child sexual abuse, karena di beberapa kondisi memiliki kemiripan klinis sehingga pentingnya diagnosis banding. Oleh karena itu, dokter, khususnya dalam bidang forensik, perlu melakukan evaluasi yang komprehensif untuk membedakan antara kondisi patologis dan kemungkinan kekerasan seksual. Pengembangan pedoman klinis yang jelas serta kerja sama interdisipliner antara tenaga medis dan penegak hukum sangat penting untuk meningkatkan akurasi diagnostik dan mencegah dampak hukum yang tidak tepat.