p-Index From 2021 - 2026
12.341
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan CESS (Journal of Computer Engineering, System and Science) Informatics for Educators and Professional : Journal of Informatics Network Engineering Research Operation [NERO] KOPERTIP: Jurnal Ilmiah Manajemen Informatika dan Komputer METHODIKA: Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi Indonesian Journal of Applied Informatics Jurnal ICT : Information Communication & Technology Jurnal Sistem Informasi Kaputama (JSIK) JISKa (Jurnal Informatika Sunan Kalijaga) Jurnal Informatika dan Rekayasa Perangkat Lunak JSR : Jaringan Sistem Informasi Robotik JURSIMA (Jurnal Sistem Informasi dan Manajemen) JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) JIKA (Jurnal Informatika) MEANS (Media Informasi Analisa dan Sistem) Jurnal Teknik Informatika (JUTIF) Jurnal Mahasiswa Sistem Informasi (JMSI) International Journal of Social Science Jurnal Riset dan Aplikasi Mahasiswa Informatika (JRAMI) Jurnal Janitra Informatika dan Sistem Informasi Prosiding Seminar Nasional Sisfotek (Sistem Informasi dan Teknologi Informasi) INFORMATIKA Journal of Artificial Intelligence and Engineering Applications (JAIEA) Jurnal Mahasiswa Ilmu Komputer TAMIKA: Jurnal Tugas Akhir Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Wawasan : Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi dan Kewirausahaan Manajemen Kreatif Jurnal JURSIMA Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntansi BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat NERO (Networking Engineering Research Operation) Jurnal Informatika: Jurnal Pengembangan IT Jurnal Sistem Informasi dan Manajemen INTERNAL (Information System Journal) Intechno Journal : Information Technology Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Akurasi Naïve Bayes Untuk Analisis Sentimen Twitter Berdasarkan Split Data Agni, Vega Putra Dwi; Kurniawan, Rudi; Wijaya, Yudhistira Arie
CESS (Journal of Computer Engineering, System and Science) Vol. 9 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/cess.v9i1.55010

Abstract

Batasan usia calon presiden dan calon wakil presiden menjadi salah satu isu yang hangat diperbincangkan menjelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di tahun 2024, terutama di media sosial Twitter. Opini pengguna Twitter tentang isu ini beragam, ada yang positif, negatif, dan netral. Untuk mengetahui sentimen tweet tersebut positif, negatif, atau netral, diperlukan pembelajaran mesin yang dapat mengklasifikasikan tweet dengan cepat. Naive Bayes adalah metode klasifikasi teks yang memiliki kecepatan pemrosesan dan akurasi yang cukup tinggi apabila diterapkan pada data yang banyak, besar, dan beragam. Sebelum data tweet diklasifikasikan, data tersebut harus melalui beberapa proses, seperti scraping data, prepocessing, dan pembobotan kata. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan rasio pembagian data yang paling optimal untuk meningkatkan akurasi model klasifikasi naive bayes dalam menganalisis sentimen data tweet. Data tweet didapatkan sebanyak 2023 data dari dua keyword, penelitian ini menunjukkan bahwa sentimen negatif mendominasi dengan persentase 91,5%, diikuti oleh sentimen positif sebesar 5,9%, dan sentimen netral sebesar 2,5%. Dari tiga rasio split data yang diuji, rasio split data 90:10 menghasilkan performa terbaik, yaitu Accuracy 86%, Precission 100%, Recall 66%, dan F1-Score 80%.
Analisis Data Penjualan Menggunakan Algoritma K-Means Clustering Pada Toko Daun Indah di Shopee Dermawan, Hibrizi Dzaky; Kurniawan, Rudi; Wijaya, Yudhistira Arie
CESS (Journal of Computer Engineering, System and Science) Vol. 9 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/cess.v9i1.55093

Abstract

Toko Daun Indah adalah sebuah usaha yang menjual berbagai pilihan produk kecantikan, tidak semua produk tersebut dimanati pelanggan. Namun data penjualan di Toko Daun Indah belum dikelola dengan baik untuk menentukan produk mana yang paling diminati dan mana yang kurang diminati pelanggan. Akibatnya, data tersebut berfungsi sebagai dokumen arsip dan belum dimanfaatkan untuk strategi pemasaran. Sehingga perlu diterapkannya teknik data mining dalam mengembangkan strategi pemasaran penjualan. Tujuan penelitian adalah menganalisis data penjualan untuk mengetahui cluster terbaik berdasarkan Davies Bouldin Index, iterasi, dan measure type yang menghasilkan K Optimal. Metode yang digunakan adalah Cross-Industry Standard Process Model for Data Mining dengan algoritma K-Means Clustering untuk mengelompokkan data penjualan berdasarkan karakteristiknya, karena mudah dalam penerapannya, dan relatif cepat. Berdasarkan hasil pengelompokan data penjualan produk dengan metode K-Means diperoleh parameter yang optimal. Dengan melakukan uji dengan jumlah cluster (k= 2-25), hasil metode K-Means menunjukkan nilai DBI paling optimal sebesar -0.149 dengan 2 cluster pada iterasi ke-1 sebanyak 30 iterasi, Measure type Mixed Measures.  
ANALISA PERBANDINGAN PERFORMA OPTIMIZER ADAM, SGD, DAN RMSPROP PADA MODEL H5 Anggara, Doni; Suarna, Nana; Arie Wijaya, Yudhistira
NERO (Networking Engineering Research Operation) Vol 8, No 1 (2023): Nero - 2023
Publisher : Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/nero.v8i1.19226

Abstract

Melakukan komunikasi tidak sebatas berbentuk verbal saja, bisa juga berkomunikasi nonverbal yaitu dengan menyampaikan informasi dari ekspresi wajah. Namun, permasalahan dalam analisa ekspresi wajah jika melakukan pendeteksian ekspresi wajah secara manual maka akan membutuhkan waktu yang cukup lama dan tidak selalu akurat, sedangkan jika melakukan pendeteksian menggunakan machine learning berbasis Python maka akan mempersingkat proses pendeteksian ekspresi wajah, oleh karena itu diperlukan suatu model yang memiliki tingkat accuracy yang mumpuni sehingga dapat mendeteksi dan mengklasifikasikan ekspresi wajah dengan cepat dan akurat. Tujuan utama dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui optimizer mana yang terbaik diantara Adam, SGD, dan RMSprop untuk model klasifikasi dengan membandingkan performa hasil training dari setiap optimizer dimana hasil dari proses training menghasilkan file model dengan ekstensi h5. Model dengan metrik accuracy, validation accuracy, loss, waktu tempuh, dan size model terbaik di antara optimizer tersebut akan di nyatakan sebagai optimizer terbaik. Data yang digunakan berupa foto sebanyak 71.774 foto dengan 7 label ekspresi wajah yang diantaranya senang, sedih, terkejut, marah, takut, jijik, dan netral. Metode yang digunakan untuk mengukur performa model pada dataset yang diberikan yaitu evaluate() dari library Keras, classification_report dan precision_recall_fscore_support yang terdapat pada library sklearn.metrics. Dengan skenario pengujian 60 epochs dan learning rate sebesar 0.001, Optimizer Adam memiliki nilai accuracy lebih tinggi yaitu 68.61% disusul oleh SGD dengan nilai accuracy sebesar 57.68% dan accuracy RMSprop sebesar 54.83%.Kata kunci: Adam, Deep learning, Ekspresi Wajah, Klasifikasi, Optimizer, RMSprop, SGD.
PERBANDINGAN KINERJA SVM DAN NAÏVE BAYES PADA ANALISIS SENTIMEN KOMENTAR DEMONSTRASI DPR 25 AGUSTUS 2025 Nashir, Mukhtar; Dian Ade Kurnia; Yudhistira Arie Wijaya; Ade Irma Purnama Sari; Nisa Dienwati Nuris
Jurnal Mahasiswa Sistem Informasi (JMSI) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Mahasiswa Sistem Informasi (JMSI)
Publisher : Program Studi DIII Sistem Informasi - Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jmsi.v7i1.10650

Abstract

Penelitian ini membandingkan kinerja Support Vector Machine dan Naive Bayes untuk analisis sentimen komentar demonstrasi DPR pada 25 agustus 2025, mengidentifikasi faktor yang memengaruhi prediksi, serta memahami peran preprocessing dan fitur TF-IDF dalam menghasilkan klasifikasi yang stabil. Penelitian ini menggunakan komentar dari youtube berjumlah 17.335 komentar yang diproses melalui tahapan eksplorasi data, pembersihan teks, pelabelan berbasis lexicon berbasis bootstrapping, dan ekstraksi fitur utama (TF-IDF unigram/biagram). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Support Vector Machine memberikan akurasi lebih tinggi yaitu 98% dibandingkan Naive Bayes memberikan 88% karena cenderung bias pada kelas mayoritas . Perbedaan performa dipengaruhi oleh struktur data, distribusi kata, serta sensitivitas model terhadap fitur yang tidak merata. SVM mampu memaksimalkan pemisahan antar kelas sehingga lebih stabil pada ruang fitur berdimensi tinggi, sedangkan Naive Bayes menghadapi kesulitan dalam mengenali pola sentimen ketika kelasTidakSeimbang mendominasi. Penelitian ini menegaskan bahwa preprocessing dan representasi fitur TF-IDF berperan besar dalam mengurangi noise serta meningkatkan kualitas pembelajaran model. Penelitian ini menyimpulkan bahwa SVM lebih sesuai digunakan untuk analisis sentimen komentar politik di Indonesia. Temuan ini memberi dasar empiris bagi pengembangan metode analisis sentimen pada isu sosial yang memiliki dinamika bahasa dan variasi konteks yang tinggi.
The Effectiveness of Dropout Layers in LSTM Architecture for Reducing Overfitting in Sony Stock Prediction Saputra, Roni; Kurnia, Dian Ade; Wijaya, Yudhistira Arie
Intechno Journal : Information Technology Journal Vol. 7 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Amikom Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/intechnojournal.2025v7i2.2369

Abstract

This study investigates the effectiveness of dropout layers in reducing overfitting within Long Short-Term Memory (LSTM) neural networks for Sony stock price prediction. Financial time series forecasting presents significant challenges due to market volatility and noise, often leading to models that overfit historical data while failing to generalize to unseen market conditions. We implemented two LSTM models: one without dropout layers and another with dropout layers (rate=0.2) applied after each LSTM layer. Using historical Sony stock data from 2015-2025, we evaluated both models using Root Mean Square Error (RMSE), Mean Absolute Error (MAE), and Mean Absolute Percentage Error (MAPE) metrics. The model with dropout demonstrated superior performance on testing data, achieving RMSE of 0.5971, MAE of 0.4411, and MAPE of 2.1502%, compared to the model without dropout which obtained RMSE of 0.7124, MAE of 0.5636, and MAPE of 2.6684%. Furthermore, the dropout model exhibited significantly reduced overfitting, with smaller performance gaps between training and testing datasets across all metrics, particularly in MAPE where the difference approached zero (0.0509%). This research provides empirical evidence that dropout regularization effectively enhances LSTM model generalization for stock prediction, offering practical value for developing more reliable financial forecasting models. Future research could explore optimal dropout rates for different market conditions and investigate combinations of dropout with other regularization techniques.
Augmentasi dan Fine-Tuning pada Deteksi Wajah Deepfake Cintia Putri Prasetia; Hajijin Amri; Yudhistira Arie Wijaya
Prosiding SISFOTEK Vol 9 No 1 (2025): SISFOTEK IX 2025
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid advancement of artificial intelligence, particularly in computer vision, has led to the proliferation of deepfake technology, which enables the creation of highly realistic synthetic facial images. This study proposes a deep learning-based approach for detecting real and fake faces using convolutional neural networks (CNN), specifically ResNet18, ResNet34, and ResNet50 architectures. The dataset used includes a public dataset from Kaggle (140K Real and Fake Faces) and a locally collected dataset to evaluate model generalization. Data preprocessing such as resizing, normalization, and augmentation were applied to improve robustness. Training employed transfer learning with fine-tuning over multiple epochs. Evaluation metrics included accuracy, precision, recall, F1-score, confusion matrix, and inference time. The results showed that ResNet50 achieved the highest validation accuracy of 94.1%, outperforming the other architectures. The integration of local datasets and data augmentation significantly improved classification performance. This model demonstrates strong potential for real-world deployment in digital security systems requiring deepfake detection.
Klasifikasi Wajah Mahasiswa Menggunakan Vertex AI AutoML untuk Sistem Absensi Berbasis TFLite Hajijin Amri; Cintia Putri Prasetia; Yudhistira Arie Wijaya
Prosiding SISFOTEK Vol 9 No 1 (2025): SISFOTEK IX 2025
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research focuses on the development of a student facial classification model for attendance verification using Google Vertex AI AutoML. A total of 401 facial images representing 20 student classes were utilized, undergoing preprocessing steps including resizing to 224×224 RGB resolution and conversion to 8-bit format. Data augmentation techniques such as horizontal flipping, ±15° rotation, and brightness modulation were applied to enhance dataset variability. After refinement, 367 images were retained and divided into training (80%), validation (10%), and testing (10%) sets. The model was trained using the Edge TPU – Best Prediction mode in Vertex AI AutoML, resulting in an excellent performance with an average precision of 0.999, precision of 100%, and recall of 89.2%. The confusion matrix indicated that most classes were accurately identified with minimal recall errors. The finalized model was converted to TensorFlow Lite (TFLite) format and tested on edge devices, demonstrating efficient inference and accurate recognition. The findings affirm the effectiveness of integrating AutoML and TFLite to implement lightweight, resource-efficient face recognition systems suitable for student attendance applications on constrained hardware platforms.
Peningkatan Signifikan Kualitas Klaster K-Means Berbasis DBI: Integrasi UMAP-K-Means Restu Normalasari; Siti Sopiyah; Yudhistira Arie Wijaya
Prosiding SISFOTEK Vol 9 No 1 (2025): SISFOTEK IX 2025
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research focuses on improving the quality of high-dimensional data clustering results through the integration of Uniform Manifold Approximation and Projection (UMAP) and the K-Means algorithm. The main objective is to evaluate how UMAP, when used as a preprocessing stage, enhances cluster compactness and separation produced by K-Means. The experiment compares two approaches—standard K-Means and the UMAP + K-Means combination—using the Davies–Bouldin Index (DBI) as the primary evaluation metric. Empirical findings indicate that UMAP integration significantly reduces the DBI value from 0.704 to 0.094, representing an 86.6% improvement in clustering quality. Furthermore, visual analysis shows that UMAP enables K-Means to form more compact and clearly separated clusters. These results confirm that manifold-based embeddings like UMAP effectively overcome K-Means limitations in handling nonlinear, high-dimensional data. This study contributes to the development of more accurate and efficient clustering approaches applicable to various domains, including bioinformatics, medical imaging, and socio-economic data analysis.
Arsitektur Ensemble Convolutional Neural Network untuk Klasifikasi Multi Kelas Penyakit Daun Kopi Ade Irma Purnamasari; Dadang Sudrajat; Yudhistira Arie Wijaya
Prosiding SISFOTEK Vol 9 No 1 (2025): SISFOTEK IX 2025
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coffee leaf disease remains one of the most significant threats to global coffee production, particularly Coffee Leaf Rust (CLR) caused by Hemileia vastatrix. Early and accurate disease detection is essential for maintaining yield stability and ensuring sustainable coffee farming. This study proposes an Ensemble Convolutional Neural Network (CNN) architecture that combines MobileNetV2 and ResNet50 to enhance robustness and generalization in multi-class classification of coffee leaf diseases. The dataset consists of 1,664 images categorized into four classes: miner, nodisease, phoma, and rust, collected from both public repositories and real-field observations. Image preprocessing includes resizing, normalization, and augmentation to increase diversity and reduce overfitting. The ensemble model is trained using the Adam optimizer with a learning rate of 0.0001 and evaluated through accuracy, precision, recall, and F1-score metrics. Results demonstrate that the ensemble CNN outperforms single CNN architectures, achieving an accuracy of 95.6%, precision of 94.4%, and F1-score of 94.2%, even under challenging illumination and noise conditions. Compared to individual models, performance improvement ranges from 2%–4%. The model also maintains higher stability when tested under low-light and noisy images, confirming its robustness in real-world scenarios. This study concludes that ensemble CNN offers a reliable and efficient framework for real-time coffee leaf disease detection and can serve as a foundation for developing intelligent agricultural systems using edge computing.
Application of Weighted Loss Function in Convolutional Neural Network for Acne Image Classification Abubakar Sidik; Purnamasari, Ade Irma; Pratama, Denni; Marta, Puji Pramudya; Wijaya, Yudhistira Arie
Journal of Artificial Intelligence and Engineering Applications (JAIEA) Vol. 5 No. 2 (2026): February 2026
Publisher : Yayasan Kita Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59934/jaiea.v5i2.1885

Abstract

Automated acne image classification using Convolutional Neural Networks (CNN) holds significant potential in dermatological diagnosis but faces a fundamental challenge of class imbalance. This phenomenon causes standard models to be biased towards majority classes and fail to recognize clinically important minority classes. This study aims to address this bias by applying a Weighted Loss Function to the EfficientNetB1 architecture. The research method employs a comparative experimental approach between two scenarios: the Baseline model (Standard Cross-Entropy) and the Proposed model (Weighted Cross-Entropy). The dataset consists of 5 acne classes with an imbalanced distribution. The results show that the Weighted Loss model significantly outperforms the Baseline model. Overall accuracy increased from 80% to 86%. The most significant improvement occurred in the minority class 'Papules', where the F1-Score surged by 0.10 points (from 0.71 to 0.81). It is concluded that the application of Weighted Loss Function effectively overcomes bias due to imbalanced data without the need for synthetic data augmentation, resulting in a fairer and more reliable model for clinical implementation.
Co-Authors Abubakar Sidik Ade Irma Purnama Sari Ade Irma Purnamasari Ade Irma Purnamasari Adi Hermawan Aditiya Arif Firmansyah Adiyanto, Alfian Adjie Setyadj, Mochammad Agni, Vega Putra Dwi Ahmad Faqih Ahmad Jamalul Noor Ahmad Rifai Ikhsanudin AKBAR, MUHAMAD DENI Akhmad Taukhid Alfirda Sofyan, Zahra Aliya Anisa Rahma Alwan Azhar Alya Fadia An-naziz Safaat, Wafik Andi Ardiansyah Andriyani, Wini Anggara, Doni Anjar Permadi Aprianto, Wili Arya Hadi Wicaksana ASEP SAEFUDDIN Asmana, Asmana Astri Amelia Athaullah Abrar Bayan Beby Maryam Cintia Putri Prasetia Dadang Sudrajat Darma Irawan, Bobi Darussalam, Luthvi Nurfauzi Denni Pratama Denni Pratama Dermawan, Hibrizi Dzaky Dian Ade Kurnia Dian Ade Kurnia Dodi Solihudin Edi Tohidi Edi Wahyudin Falih, Alfi Rizqi Falih FANDI ACHMAD Fauzan, Muhamad Nur Fianita Rusadi Fianita Rusadi Firmansyach, Wildan Attariq Hajijin Amri Hamonangan, Ryan Hayati, Umi Hegarmanah Muhabatin Heliyanti Susana Herman Hermawan, Adi Hidayat, Zaids Syarif Ibnu Ubaedila Ikhwan Fahruddin, Yusuf Inawati, Windi Intan Wangi Nur Qibti Irfan Ali Irfan Ali Irma Agustina Jaelani Sidik Jayawarsa, A.A. Ketut Jurnal Konsera Khoeri, Yajid Komala, Wulan Kurnia, Dian Ade Kurniawan , Rudi Kusmiyaty, Agesty Laela Laela Leli Oktaviani Lukmanul Hakim Manzis, Zian Marta, Puji Pramudya Martanto Martanto . Martanto Martanto Masjunedi, Masjunedi Maulana, Tedy Mifta Almaripat Mita Amelia Moh Nurdayat Dayat MUHAMAD DENI AKBAR Muhamad Nur Fauzan Muhammad Aditya Rabbani Adit Mulyawan Nabila, Aynun Nana Suarna Nana Suarna Narasati, Riri Narasati Nashir, Mukhtar Nining Rahaningsih Nisa Dieanwati Nuris Nisa Dienwati Nuris Nur Amalia, Yustika Nurazijah, Wulan Nurdiawa, Odi Nurholipah, Titin Nurrahman, Rizki Odi Nurdiawa Odi Nurdiawan Pebriyanto, Ramdhan Pratama, Denni Puji Pramudya Marta Purnamasari, Ade Irma Restu Normalasari Rini Astuti Rini Astuti Rini Astuti Rio Febriyan Rizal Rizal Roni Saputra, Roni Rubangiya Rubangiya Rudi Kurniawan Rudi Kurniawan Rudi Kurniawan Saeful Anwar Saeful Anwar, Saeful Satria Turangga Septian Nugraha, Titan Septiani Gumilar, Tia Shifa Dwi Oktaviani Siti Sopiyah Suarna, Nana Sugianto, Nanda Putri Sulaeman, Muhammad Suteja Syach Putra, Yanuar Tati Suprapti Taufik Hidayat Tegar Lazuardi, Muhammad Thomas Agam Tiana Dewi Tri Anelia Trian Nurmansyah Triswanto, Triswanto Tuti Hartati Tuti Hartati Tuti Hartati Wahyudi Wahyudi Wartumi Wartumi Willy Prihartono Winayah, Winayah Windy Astuti Witriyani Witriyani Yudis Firmansyah Yufita, Ayura yulani, Yulani - Yulia, Yuli