Wirdanengsih Wirdanengsih
Postgraduate Student At The School Of Postgraduate Studies, Universitas Pendidikan Indonesia, Lecturer Of UniversitasNegeri Padang, Indonesia

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Integrasi Kearifan Lokal dalam Pembelajaran IPS: Peluang Mewujudkan Pembelajaran Kontekstual Aulia Rahmi Putri; Wirdanengsih Wirdanengsih; Erianjoni Erianjoni; Azmi Fitrisia
Tarbiyah Al-Awlad: Jurnal Kependidikan Islam Tingkat Dasar Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alawlad.v16i1.14024

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SD/MI pada hakikatnya bertujuan membantu peserta didik memahami realitas sosial di lingkungan sekitarnya. Namun, pembelajaran IPS masih sering bersifat teoritis dan kurang kontekstual sehingga materi sulit dipahami peserta didik secara bermakna. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan kearifan lokal sebagai sumber belajar dalam pembelajaran IPS di SD/MI serta relevansinya dengan pembelajaran kontekstual dan Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis berbagai penelitian terkait pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal. Data dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat menghadirkan realitas sosial secara konkret melalui budaya, tradisi, dan praktik kehidupan masyarakat yang dekat dengan pengalaman peserta didik. Pemanfaatan kearifan lokal juga mendukung pembelajaran yang lebih kontekstual, bermakna, serta mampu meningkatkan pemahaman sosial, keterlibatan belajar, dan penguatan karakter peserta didik. Selain itu, Kurikulum Merdeka memberikan peluang bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran berbasis proyek dan lingkungan sosial budaya sekitar. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan pada kemampuan guru dalam mengintegrasikan kearifan lokal dengan konsep-konsep IPS secara tepat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kearifan lokal dapat menjadi sumber belajar kontekstual yang relevan untuk mendukung pembelajaran IPS yang bermakna dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di sekolah dasar.
Makna Simbolik Upacara Buka Abo pada Masyarakat Kampung Tandikat Air Jambu Eka Fitri; Wirdanengsih Wirdanengsih
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 8 No 1 (2026): Culture & Society: Journal of Anthropologival Research
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v8i1.241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan makna simbolik pada upacara buka abo di Kampung Tandikat Air Jambu, Kecamatan Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan. Upacara buka abo merupakan upacara yang dilaksanakan ketika membangun rumah baru, dengan adanya ritual melumuri darah ayam ke sekeliling rumah yang akan dibangun dan ditempati. Makna simbolik buka abo dianalisa dengan teori interpretativisme simbolik Clifford Geertz. Metode penelitian dilakukan dengan observasi partisipasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Pemilihan informan dilakukan dengan cara purposive sampling, dengan kiteria informan yaitu tokoh adat, tokoh agama, tukang, pemilik rumah dan warga masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan upacara buka abo. Jumlah informan keseluruhan yaitu sebanyak 15 orang. Data dianalisis dengan menggunakan model interaktive dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian mendeskripsikan simbol-simbol pada upacara buka abo yang dilakukan dengan menyembelih ayam, mengedarkan darah mengelilingi pondasi rumah dan bahan bangunan, serta memasak ayam serta makan bersama. Makna simbolik dari upacara buka abo yaitu sebagai simbol perlindungan serta penyucian ruang, supaya tukang yang bekerja dan penghuni rumah terlindungi dan selamat dari mara bahaya. Selain itu upacara buka abo juga memiliki makna sebagai rasa syukur atas pembangunan rumah baru dan keyakinan manusia kepada kekuatan supranatural.
Adaptasi Siswa dari Pembelajaran Daring ke Pembelajaran Tatap Muka di Era Adaptasi Kebiasaan Baru (Studi Kasus: Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kecamatan Guguak Kabupaten Lima Puluh Kota) Yeli Oktavia; Wirdanengsih Wirdanengsih
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 1 No. 3 (2022): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2022)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.627 KB) | DOI: 10.24036/nara.v1i3.40

Abstract

This research was motivated by the Government's policy of issuing a Joint Decree of 4 Ministers, namely the Minister of Education and Culture, the Minister of Religion, the Minister of Health, and the Minister of Home Affairs Number 03/KB/202l, Number 384 of 2021 regarding Guidelines for the Implementation of Learning in the 2019 Coronavirus Disease Pandemic. With the issuance of this policy, education has changed from online learning to face-to-face learning. SMA Negeri 1 GugAdaptation,uak District is one of the schools that has implemented face-to-face learning in the era of adapting new habits. With the change in education, students must adapt from online learning to face-to-face learning in the era of adapting new habits. This study aims to analyze according to the reality that occurs in the field regarding the adaptation of students from online learning to face-to-face learning in the era of adaptation of new habits. This study was analyzed using Talcott Parson's Structural Functional theory. This theory explains that in order for a group to survive, 4 things are needed, namely Adaptation (adaptation), Goal Attainment (achievement of goals), Integration (integration) and Latency (maintenance of patterns). This research was conducted using a qualitative approach with an intrinsic case study type. In determining the research informants, this study used a purposive sampling technique with 10 informants consisting of 1 principal, 1 subject teacher and 8 students of class XI IPS SMA Negeri 1 Guguak District. Data collection techniques using participant observation techniques, in-depth interviews and documentation studies. The validity of the data is done by data triangulation. For the data analysis technique, the researcher uses the data analysis model according to Miles and Huberman which consists of data reduction, data presentation and conclusions or verification. The results showed that the adaptation of students from online learning to face-to-face learning there were 3 adaptations, namely, 1) adaptation of rules, such as rules for bringing supplies to school and rules for dressing, 2) adaptation in the use of technology, namely cell phones, 3) adaptation in social interaction with other students.
Persepsi Guru Terhadap Pembelajaran Tatap Muka Pasca Pembelajaran Daring Dimasa Pandemi Alim Siregar; Wirdanengsih Wirdanengsih; Relly Anjar Vinata Wisnu Saputra
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 1 No. 4 (2022): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (December 2022)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.816 KB) | DOI: 10.24036/nara.v1i4.83

Abstract

This study aims to determine the teacher's perception of face-to-face learning after online learning during the pandemic at SMA N 3 Padang. It is interesting to study the teacher's perception of the change in learning from online learning to face-to-face learning. This research is analyzed with Alferd Schutz's phenomenological theory which explains how to interpret or understand social action through interpretation, where the interpretation clarifies the true meaning. The perspective used by Schutz in understanding other people's awareness and self-awareness is the concept of intersubjectivity, namely the life of the world or daily life, in this theory there are two aspects to consider, namely knowledge and action. The method used in this research is to use a qualitative approach with the type of study intrinsic case. The technique of taking informants was carried out by random sampling, namely by taking random samples, with a total of 19 informants, namely teachers at SMA N 3 Padang who were more deeply involved in teachers who teach in the social studies section. Data collection techniques were carried out by means of non-participant observation, in-depth interviews and documentation studies. To obtain data validity, data triangulation was carried out. The data analysis technique used the Milles and Huberman model. The results of this study indicate the teacher's perception of face-to-face learning after online learning during the pandemic is based on the phenomenology that occurs, namely the change in online learning into full face-to-face learning.
Internalisasi Karakter Baik Pembelajaran Muatan Lokal Aksara Incung Wella Yulia Sari; Wirdanengsih Wirdanengsih
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 2 No. 1 (2023): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (March 2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.717 KB) | DOI: 10.24036/nara.v2i1.90

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis proses internalisasi karakter baik pembelajaran muatan lokal aksara Incung di SMP Negeri 4 Sungai Penuh. Penelitian ini berlandaskan teori sehingga mendukung penelitian ini maka digunakan teori Lickona dari Thomas Lickona. Teori ini membahas tentang pendidikan karakter, pendidikan karakter adalah usaha untuk membentuk seseorang memahami nilai-nilai etika secara sengaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus. Teknik pemilihan informan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 10 orang. Teknik pengumpulan data yaitu dengan teknik observasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan karakter baik siswa maka ditarik kesimpulan nilai karakter baik yang di peroleh siswa dalam pelajaran muatan lokal aksara incung kelas 9B di SMP Negeri 4 Kota Sungai Penuh. Proses internalisasi karakter baik pembelajaran muatan lokal aksara Incung di SMP Negeri 4 Sungai Penuh terfokus pada satu nilai karakter baik yaitu nilai karakter tanggung jawab yang terbagi menjadi dua aspek yaitu tanggung jawab pribadi dan tanggung jawab sosial proses internalisasi berlangsung dengan cara 2 tahapan yang meliputi tahapan penanaman nilai kepada diri seseorang dan proses penguatan sesuatu yang telah ada pada diri seseorang atau disebut juga proses disentralisasi.
Implementasi Program Pendikar Takesi Sebagai Upaya Penanaman Karakter Peduli Sosial Siswa SMAN 4 Padang Difha Kencana; Wirdanengsih Wirdanengsih
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 2 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i2.204

Abstract

Karakter peduli sosial merupakan salah satu karakter yang perlu ditanamkan pada masa sekarang karena karakter peduli sosial mulai memudar khususnya dikalangan peserta didik hal ini terbukti dari beberapa permasalahan yang terjadi di kalangan peserta didik seperti pertengkaran, bullying dan lain-lain. Adapun fokus penelitian dalam penelitian ini yaitu, menganalisis pelaksanaan program pendikar takesi sebagai upaya penanaman karakter peduli sosial kepada siswa di SMAN 4 Padang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif peneliti melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian yaitu kepala sekolah, guru, dan siswa. Peneliti menggunakan teori Thomas Lickona dalam karyanya yang berjudul educating for character. Analisis data menggunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pendidikan karakter peduli sosial dilakukan melalui; pertama kegiatan rutin merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara konsisten dan terus menerus program rutin sekolah terdiri dari kegiatan harian dan mingguan. kedua kegiatan spontan yang dilakukan ketika terdapat musibah yang menimpa teman maka akan ada siswa yang berkeliling untuk mendapatkan sumbangan dan antusias dari siswa sangat tinggi. Ketiga guru memberikan teladan secara langsung yang selanjutnya akan dicontoh oleh siswa. Guru memberikan teguran langsung, memberi contoh bagaimana cara bersikap yang baik. keempat pengembangan budaya sekolah dilaksanakan dengan kegiatan sekolah sesuai dengan indikator karakter peduli sosial yaitu kegiatan rutin pendikar takesi di setiap hari jumat. Hal ini membuktikan dalam penanaman karakter pada siswa sangatlah penting dan harus di dorong dengan kegiatan- kegiatan rutin serta dorongan dari guru dan orang tua