Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search
Journal : Farmaka

ANALISIS CIRCULATING RETINOL BINDING PROTEIN 4 (RBP4) DAN ADIPONEKTIN DARI EKSOSOM SEBAGAI PENANDA BIOKIMIA UNTUK RESISTENSI INSULIN PADA SUBJEK DENGAN OBESITAS SENTRAL Catharina A. P. Utami; Keri Lestari; Miswar Fattah
Farmaka Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i4.42476

Abstract

Circulating RBP4 dan adiponektin yang dapat ditemui pada cairan tubuh khususnya serum dan eksosom. Penelitian ini dilakukan untuk menilai perbedaan kadar circulating RBP4 dan adiponektin dalam eksosom dan serum serta menilai hubungannya dengan resistensi insulin. Sebanyak 65 subjek berpartisipasi dalam penelitian ini yang selanjutnya dianalisa berdasarkan tiga kelompok penelitian, yakni 18 non obese (non-diabetes), 39 obesitas sentral (non-diabetes), dan 8 obesitas sentral (prediabetes). Sampel serum dikumpulkan dari masing-masing peserta dan eksosom diisolasi dari sampel serum menggunakan Total Exosome Isolation Kit (Invitrogen). Pengukuran kadar RBP4 dilakukan menggunakan ELISA, sementara adiponektin menggunakan flowcytometri. Hasil penelitian ini diperoleh perbedaan yang signifikan kadar circulating RBP4 dalam eksosom (p=0,030) dibandingkan dalam serum (p=0,806). Selain itu terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar circulating RBP4 dalam eksosom pada kelompok obesitas sentral (non-diabetes) (p= 0,016) dan obesitas sentral (prediabetes) (p=0,054) dibandingkan kelompok non-obese (non-diabetes) (p= 0,164). Sehingga circulating RBP4 pada eksosom dapat digunakan untuk mendeteksi kondisi prediabetes lebih signifikan dibandingkan pada serum. Sedangkan pada adiponektin, tidak ditemukan perbedaan bermakna kadarnya dalam eksosom (p=,397) dan serum (p=0,138). Hasil ini menunjukkan bahwa pemeriksaan adiponektin cukup dapat dilakukan melalui serum.Pada uji korelasi dengan HOMA IR, menunjukkan tidak adanya korelasi parameter circulating RBP4 eksosom (p=0,923; r= 0,031) dan serum (p=0,413; r= -0,103), namun terdapat korelasi negatif dengan adiponektin dalam eksosom (p=0,002; r= -0,381) dan serum (p= <0,001; r= -0,432). Signifikansi hubungan adiponektin dengan resistensi insulin terlihat dalam kelompok eksosom non-obese (non-diabetes) (p=0,012; r=-0.580). Hasil ini menunjukkan bahwa adiponektin dalam eksosom dapat berpotensi menjadi penanda biokimia untuk resistensi insulin pada pasien dengan obesitas sentral.
PENGARUH KONSELING APOTEKER TERHADAP KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT DAN KONTROL GLIKEMIK PASIEN DM TIPE 2 PADA PROGRAM RUJUK BALIK BPJS KESEHATAN DI PUSKESMAS KOTA BANDUNG Rizky H. Rambe; Keri Lestari; Auliya A. Suwantika; Iis Rukmawati
Farmaka Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i4.42481

Abstract

Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan salah satu penyakit kronis yang masuk dalam Program Rujuk Balik (PRB) BPJS Kesehatan karena memerlukan pengobatan dalam jangka panjang. Untuk itu, kepatuhan penggunaan obat merupakan hal yang penting dalam pengobatan DM tipe 2 agar tercapai kontrol glikemik yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling apoteker terhadap kepatuhan penggunaan obat serta kontrol glikemik pasien DM tipe 2 yang mengikuti PRB BPJS Kesehatan di Puskesmas A dan Puskesmas B di Kota Bandung. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan metode pretest posttest with control group design dan dilaksanakan pada bulan Februari-April 2019. Pengukuran kepatuhan dilakukan menggunakan kuesioner Medication Adherence Rating Scale (MARS). Subjek penelitian yang masuk dalam kriteria inklusi sebanyak 60 orang. Berdasarkan hasil penelitian, peningkatan rata-rata skor MARS kelompok intervensi adalah 3,23 ± 2,31 lebih tinggi dari kelompok kontrol yaitu 1,07 ± 2,33. Sementara penurunan GDP pada kelompok intervensi sebesar 7,8 ± 57,4 mg/dL, dan kelompok kontrol mengalami kenaikan GDP sebesar 23,7 ± 59,4 mg/dL. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konseling apoteker memberikan pengaruh terhadap kepatuhan penggunaan obat serta kontrol glikemik pasien DM tipe 2 yang mengikuti PRB BPJS Kesehatan.
HUBUNGAN PAJANAN PESTISIDA DAN HORMON REPRODUKSI PRIA PADA PENYEMPROT PESTISIDA DI AREA BANDUNG Wahyu P. Sari; Keri Lestari; Mulyana Mulyana
Farmaka Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i4.42348

Abstract

Pestisida merupakan salah satu bahan kimia yang telah diidentifikasi peranannya sebagai senyawa pengganggu endokrin (endocrine disruptor) pada manusia. Gangguan pada endokrinologi reproduksi dapat mengakibatkan berbagai efek samping pada sistem reproduksi dan perkembangan, berpengaruh terhadap fungsi seksual serta kadar hormon reproduksi yang terganggu. Penelitian yang akan dilakukan bertujuan untuk melihat hubungan antara pajanan pestisida dan variabel individu terhadap hormon reproduksi pria penyemprot pestisida setelah pajanan kronis. Penelitian dilakukan pada Bulan Juni 2019 terhadap pria penyemprot pestisida di perkebunan bunga, buah dan sayur di Lembang dan Pangalengan, Bandung. Hasil menunjukkan terjadi penurunan aktivitas enzim asetilkolinestrase (AChE) eritrosit antara kelompok yang bekerja dengan golongan pestisida inhibitor asetilkolinesterase dengan yang tidak, dengan perbedaan yang signifikan (p = 0.057). Variabel indeks massa tubuh berkorelasi negatif dengan kadar testosteron (p = 0.001). Kadar LH dan FSH berkorelasi positif dengan variabel usia dan masa kerja.
Kajian Farmasi Klinis Kombinasi Pseudoefedrin HCl dan Guaifenesin Pada Obat Merk “X” Sebagai Penggunaan Obat Batuk dan Pilek Putri, Adinda Naswa; Lestari, Keri
Farmaka Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i3.46904

Abstract

Batuk dan hidung tersumbat merupakan refleks fisiologi untuk dapat melindungi saluran pernafasan dari rangsangan mekanik atau kimia atau masuknya benda asing untuk masuk. Anak merupakan usia yang rentang terkena penyakit saluran nafas akut dan rentan juga mengalami efek samping yang tidak diinginkan terhadap penggunaan obat. Obat batuk dan hidung tersumbat dalam bentuk siruk untuk anak terjual bebas di Indonesia salah satunya jenis ekspektoran dan dekongestan. Obat X ini memiliki kandungan Guaifenesin sebagai Ekspektoran dan Pseudoefedrin HCl sebagai deongestan. Artikel ini memuat tentang akjian farmasi klinis terkait obat X tersebut. Dan berdasarkan kajian farmasi klinis, obat X ini dapat dipergunakan sebagai obat batuk dan hidung tersumbat pada anak
ANALISIS POTENSI INTERAKSI OBAT PADA RESEP SPESIALIS PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN DI SALAH SATU KLINIK DI KOTA BANDUNG Khoirunnisa, Izzatul; Pradana, Eky Septian; Lestari, Keri
Farmaka Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i1.30498

Abstract

ABSTRAKInteraksi obat dengan obat merupakan proses di mana obat berinteraksi dengan obat lain dan memengaruhi aktivitasnya dengan meningkatkan atau menurunkan efeknya. Interaksi antar obat dapat menyebabkan efek samping atau menghasilkan efek baru yang tidak terkait dengan efek keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan mekanisme interaksi obat pada resep spesialis penyakit kulit dan kelamin dan  mengidentifikasi obat yang sering berinteraksi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan studi retrospektif dengan menggunakan data resep yang tersimpan secara elektronik pada bulan Mei, Juni dan Juli Tahun 2020 dengan metode observasional cross-sectional. Analisis interaksi antar obat dilakukan menggunakan aplikasi Interactions Checker pada drugs.com dan diperoleh bahwa 3 resep memiliki potensi DDI (Drug-Drug Interaction) atau sekitar 0,2% potensi DDI. Klasifikasi interaksi dibagi menjadi tiga kelompok yaitu terdapat 1 resep yang memiliki potensi DDI kategori minor (0,06%), 2 resep yang memiliki potensi DDI kategori moderate (0,13%) dan tidak ada resep dengan potensi DDI kategori mayor.Kata Kunci: Interaksi Obat, Spesialis Kulit dan Kelamin.
REVIEW ARTIKEL : PERAN APOTEKER DALAM PENGOBATAN SKABIES DI APOTEK Florencia, Carla; Lestari, Keri
Farmaka Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i2.46293

Abstract

Skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Tungau masuk ke dalam kulit yang menyebabkan rasa gatal. Penularan terjadi karena adanya perpindahan tungau betina yang hamil dengan adanya penularan secara kontak langsung dan tidak langsung. Diagnosis umunya menggunakan metode invasif yaitu mengkerok kulit yang terinfeksi. Terapi yang dapat diberikan antara lain adalah permetrin krim, sediaan krim yang mengandung lindane 1% dan asam usnat 1% dan ivermektin oral. Peran apoteker dalam terapi skabies di apotek adalah dengan memberikan pelayanan kefarmasian berupa dispensing, pelayanan informasi obat, konseling, pelayanan kefarmasian ke rumah, pemantauan terapi obat, dan monitoring efek samping yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Tinjauan Pustaka: Kajian Klinis Penggunaan Obat Keras pada Minor Illness Oktavelia, Wanda; Lestari, Keri
Farmaka Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i2.52994

Abstract

Swamedikasi merupakan upaya seseorang melakukan pengobatan mandiri untuk mengatasi gejala atau keluhan yang ringan atau disebut sebagai minor illness. Kondisi minor illness dapat diobati dengan menggunakan obat yang termasuk dalam golongan obat over the counter (OTC), tetapi tidak jarang pasien juga menggunakan golongan obat keras. Obat keras yang dimaksud merupakan obat yang terdapat dalam daftar Obat Wajib Apotek (OWA) yang dapat dibeli dan diserahkan oleh apoteker tanpa mengunakan resep dokter. Penggunaan obat keras pada minor illness harus sesuai dengan kondisi yang dialami dan mematuhi persyaratan yang ada. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara klinis pengunaan obat keras pada kondisi minor illness.
Review: Peran Antioksidan dalam Imunitas Tubuh Fadlilah, Aida Roja; Lestari, Keri
Farmaka Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i2.45929

Abstract

Antioksidan merupakan molekul yang mencegah kerusakan sel terhadap radikal bebas. Sel membutuhkan tingkat pertahanan antioksidan yang memadai untuk menghindari efek berbahaya dari produksi reactive oxygen species (ROS) yang berlebihan dan untuk mencegah kerusakan sel kekebalan. Selama proses inflamasi, aktivasi fagosit dan/atau aksi produk bakteri dengan reseptor spesifik mampu mendorong perakitan multikomponen flavoprotein NADPH oksidase, yang mengkatalisis produksi radikal anion superoksida (O2-) dalam jumlah tinggi. Dalam keadaan khusus ini, neutrofil dan makrofag menghasilakan radikal bebas superoksida dan H2O2, yang penting untuk pertahanan melawan mikroba. Untuk itu, antioksidan mutlak diperlukan untuk mengatur reaksi yang melepaskan radikal bebas. Antioksidan yang biasa disertakan dalam makanan seperti vitamin E, vitamin C, Vitamin A, selenium, zinc, cuprum dan iron menunjukkan peran yang penting dalam meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.Kata kunci: Antioksidan, Radikal Bebas, Sistem Imun
ANALISIS PENGENDALIAN OBAT ANTIDIABETES DENGAN METODE MINIMUM MAXIMUM STOCK LEVEL DI KLINIK X BANDUNG (APRIL-JUNI 2025) Maharani, Devita Salsa; Lestari, Keri; Ramadhan, Iqbal Sujida; Zaerani, Rani
Farmaka Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v23i3.66725

Abstract

Pelayanan kefarmasian yang optimal menjadi bagian penting dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan di klinik. Pengeloaan sediaan farmasi harus dapat memastikan ketersediaan obat yang memiliki mutu tinggi dan sesuai dengan kebutuhan agar dapat mencegah terjadinya kekurangan obat (stockout) maupun kelebihan obat (stagnant). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan obat antidiabetes menggunakan metode Minimum-Maximum Stock Level (MMSL) di instalasi farmasi salah satu klinik di Bandung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif melalui tahapan pengumpulan data dan wawancara dengan apoteker di klinik terkait rata-rata penggunaan obat per hari, lead time, dan periode pengadaan pada 3 bulan terakhir yaitu April-Juni 2025, selanjutnya dilakukan perhitungan serta analisis menggunakan metode MMSL. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh jenis obat antidiabetes yang tersedia di Klinik X Bandung. Sampel ditentukan berdasarkan data penggunaan obat yang tercatat dalam sistem pengelolaan obat. Jenis obat yang dianalisis terbatas pada golongan antidiabetes, sedangkan insulin dan obat lain di luar kategori tersebut tidak termasuk dalam penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa obat antidiabetes dengan kebutuhan persediaan item tertinggi adalah Metformin 500 mg dengan batas minimum sebanyak 4.158 tablet dan batas maksimum sebanyak 13.068 tablet, sedangkan jumlah persediaan terendah adalah Fonylin MR 60 mg dengan batas minimum 30 tablet dan batas maksimum 180 tablet. Penerapan metode MMSL dapat dijadikan estimasi mengenai kebutuhan persediaan obat yang lebih terukur sehingga dapat dijadikan acuan dalam pengadaan dan pengendalian obat di instalasi farmasi klinik.
STUDI RETROSPEKTIF POTENSI KEJADIAN INTERAKSI OBAT PADA PASIEN POLI JANTUNG DI KLINIK X KOTA BANDUNG PADA PERIODE JANUARI-MARET 2025 Khaerani, Fitri Azlia; Khoirunnisa, Izzatul; Dandan, Keri Lestari
Farmaka Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v23i3.66808

Abstract

Rasionalitas obat sebagai salah satu bentuk dari pelayanan kefarmasian yang berorientasi pada pasien menjadi hal yang krusial, mengingat angka kejadian penyakit kardiovaskuler yang semakin meningkat sehingga pasien dengan polifarmasi pun turut meningkat. Penggunaan obat yang kian bertambah menjadi salah satu potensi terjadinya permasalahan terkait obat berupa interaksi obat. Oleh karena itu, diperlukan studi analisis kejadian interaksi obat sebagai langkah preventif terjadinya risiko mortalitas dan morbiditas. Proses identifikasi interaksi obat dilakukan melalui pengambilan resep dari salah satu dokter poli jantung pada Klinik X Kota Bandung periode Januari hingga Maret 2025. Tingkat keparahan interaksi obat ditelusuri melalui situs drugs.com. Berdasarkan hasil identifikasi dari 516 resep yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi maka diperoleh potensi kejadian interaksi obat sebanyak 2579 interaksi. Penyebaran interaksi obat berdasarkan tingkat keparahannya dibagi menjadi kategori mayor, moderat, dan minor dengan persentasenya berturut-turut sebesar 7,4%; 68,7%; dan 23,9%.
Co-Authors Abdurahman Ridho ADIRA RAHMAWATY Adit Taufik Ahmad Muhtadi Ajeng Diantini, Ajeng Albertus Budi Sulistya Anas Subarnas Andi Wijaya ANISA MARIETA Anna Meiliana Anna Meiliana Arifin, Arief Riadi Arsenila Dewi Pramanti Asti Y. Rindarwati Aulia, Gina Auliya A. Suwantika Babikian, Haig Barliana, Melisa I. BERLIAN HANUTAMI N.P. Bryan J. Siagian Budi Setiabudiawan Catharina A. P. Utami Chandra Agung Purnama Cissy Bana Kartasasmita Cynthia Retna Sartika Destiani, Dika P. Desyandri Desyandri Dika P. Destiani DILA TRIARINI, DILA Dradjad - Priambodo Dwi Lestari Sulistyaningsih Eli Halimah, Eli Erizal Sugiono Erizal Sugiono, Erizal Fadila Nur Annisa Fadlilah, Aida Roja Fajriansyah Fajriansyah FATHYA ULFA Ferdy Ferdian Fitriah Nurhayani Florencia, Carla Furqani, Winda H. Ganis Fitria Fauziyyah Geofanny Facicilia Ghassani, Salma K. Gina Aulia Herdaningsih, Sulastri Herdaningsih, Sulastri Iceu Dimas Kulsum Ida Paulina Sormin Ida Paulina Sormin Iis Rukmawati Iis Rumawati Imam Adi Wicaksono Indriyanti Rafi Sukmawati Insani, Widya N. Irma M. Puspitasari Irma M. Puspitasari Irma M. Puspitasari, Irma M. Irma Rahayu Latarissa Irmansyah Irmansyah Iskandarsyah, Aulia Ismail, Efriadi Jutti Levita Khaerani, Fitri Azlia Khoirunnisa, Izzatul Kristin Talia Marbun Kusnendar, Ahmad Nada Lisna Nur Imani Magdarita Riwu Maharani, Devita Salsa Marsya Nilam Kirana Mas Rizky Anggun Adipurna Syamsunarno Meilani Jayanti Melisa Fuji Faujiah Dwi Putri Melisa I Barliana Melisa I. Barliana Melisa Intan Barliana MICHELLE FERDINAND Miswar Fattah Mulyana Mulyana Mulyanto, Sangkan Mutakin Mutakin Nabilah Azka Nihlah Nabilah Nadhif Nabilah Nadhif Nimas T. I. Tarina Norisca A. Putriana Nuning Nurcayani Nyai Ayu Sylfia Stannia Puspitasari Helmi Oktavelia, Wanda Pradana, Eky Septian Prayudi Santoso Putri Kholilah Maulida Putri, Adinda Naswa Putri, Norisca A. Putri, Norisca A. Putriana, Norisca A. Ramadhan, Iqbal Sujida Rano K. Sinuraya Rima Haifa Rina Triana Rindarwati, Asti Y. Rini Hendriadi Rizky Abdulah Rizky H. Rambe Salma K. Ghassani Setiawan Setiawan Siagian, Bryan J. Sinuraya, Rano K. Siti Saidah Siti Saidah Soemita, Nanang Sumalim, Yelsen Taofik Rusdiana Taufik, Adit TIANA MILANDA Triatmaja, Dendy Vani Rahmasari Wahyu P. Sari Wida Mulyaningsih Widya N. Insani Winda H. Furqani Yova Amijaya Fitri Yovita Hartantri Yussy Afriani Dewi YUSUF, RAMAYANI Zaerani, Rani Zelika Mega Ramadhania Zulfahmidah, Zulfahmidah Zulfan Zazuli