Claim Missing Document
Check
Articles

Application of Organic Liquid Fertilizer on Growth and Production of RiceVarieties (Oryza sativa L.) Hermawan Indra K.; Jonatan Ginting; Charloq
Jurnal Pertanian Tropik Vol. 5 No. 3 (2018): JURNAL PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.675 KB) | DOI: 10.32734/jpt.v5i3.3092

Abstract

The aims of this study was to determine the effect of organic liquid fertilizer concentration and varieties on the growth and production of several varieties rice. This research had done at Desa Sendang Rejo, Kecamatan Binjai, North Sumatera with the 50 meters of sea level, from August until November 2016. This research used randomized block design with 2 factor treatments. The first factor was organic liquid fertilizer concentration with 4 levels 0 cc/ litre of water, 3 cc/liter of water, 6 cc/ litre of water and 9 cc/liter of water. The second factor was varieties with 3 levels Ciherang, Inpari 30 and Inpari 32. The result showed that the concentration organic liquid fertilizer significantly effect the plant height, tillers, 1000 grain weight and production per plant. Best result is obtained in treatment 9 cc/litre of water.
Karakteristik Pertumbuhan Akar dan Tajuk dua Varietas Lada Perdu (Piper nigrum L.) dengan Perlakuan Cekaman Naungan Siti Aminah Nasution; Chairani Hanum; Jonatan Ginting
Jurnal Pertanian Tropik Vol. 5 No. 1 (2018): JURNAL PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.568 KB) | DOI: 10.32734/jpt.v5i1.3128

Abstract

Morphological observations were a preliminary identification for plant adaptation to shading stress. This research was conducted at Cengkeh Turi, North Binjai Subdistrict (32 meters above sea) from April to June 2017, used Split Plot Design. The main plot was shade (0, 25, 50 and 75%) and the sub plot was pepper varieties (Bengkayang and Lokal Binjai). The results showed that two varieties of pepper used have the same responses on the shoot dry weight, root dry weight, number of leaf area. Shading stress treatment had a significant effect on shoot dry weight and the number of leaf areas. Lokal Binjai was more adaptive to shading stress compared to Bengkayang. Light intensity 25% it is a good condition for two varieties of pepper
Respons Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah dengan Pemberian Pupuk N, P, K Serta Inokulasi Mikoriza Wahyu Dwi Dhana; Chairani Hanum; Jonatan Ginting
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 26, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v26i1.14425

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang paling umum digunakan dalam setiap industri rumah tangga, baik dari pengolahan makanan sehari-hari hingga digunakan untuk terapi kesehatan. Sehingga kebutuhan dan permintaan akan bawang merah semakin meningkat yang membuat lonjakan harga yang signifikan pada sektor bawang merah. Peningkatan produksi bawang merah akan sangat diperlukan agar lonjakan harga dapat dikendalikan. Peningkatan produksi bawang merah dapat dilakukan dengan pengoptimalan unsur hara akan bawang merah yaitu N, P, K  menggunakan mikoriza terkait efektivitas dosis pupuk N, P, K  terhadap tinggi tanaman, serta penggunaan mikoriza dalam meningkatkan jumlah umbi dan bobot umbi pada tanaman bawang merah.  Rancangan yang dipergunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 6 perlakuan dan di ulang pada 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk N, P, K  dan faktor kedua adalah dosis mikoriza. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah umbi  dan bobot umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mikoriza Mycofer dapat meningkatkan kemampuan tanaman dalam menyerap hara N, P, K  dan memaksimalkan ketersediaannya di dalam tanah dengan peningkatan tinggi tanaman sebesar 20%, peningkatan bobot umbi sebesar 13%, sedangkan untuk jumlah umbi justru mengalami penurunan sebesar 1%.Keywords: Bawang Merah, Mikoriza, NPK, Pupuk
Morfologi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Pada Cekaman Kekeringan Terhadap Aplikasi Asam Salisilat Ginting, Theresia H.U; Ginting, Jonatan; Damanik, Revandy I.M
JURNAL BUDIDAYA PERTANIAN Vol 20 No 1 (2024): Jurnal Budidaya Pertanian
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jbdp/2024.20.1.90

Abstract

Shallots are the vegetable crop with the highest production in Indonesia. However, the problem with cultivating shallots is that they are not resistant to environmental stress such as drought. The decrease in soil water content to 60% of available water has caused a drought stress effect on shallot plants. The strategy that can be used to limit the harmful effects of lack of water on shallots is the application of salicylic acid. Salicylic acid plays an important role that enhances plant growth and development under drought stress conditions by reducing cell membrane damage in water-stressed plant leaves by reducing cellular lipid peroxidation and H2O2 accumulation. This research aimed to study the growth, yield and physiological responses of shallots under drought stress conditions with the application of salicylic acid. This research was carried out in the greenhouse of the Faculty of Agriculture, University of North Sumatra, Medan from April to June 2024. This research used a factorial randomized block design with 2 treatment factors. The first factor of antioxidant spraying consisted of 4 levels, namely 0 mM (control), 0.5 mM, 1 mM and 1.5 mM. The second factor was the level of drought stress (percentage of soil water content) which consisted of 3 levels, namely 80%, 60% and 40% FC. The results showed that drought stress decreased plant height, number of leaves, number of tillers, shoot fresh weight, root fresh weight, shoot dry weight, root dry weight. Meanwhile, application of salicylic acid up to 1 mM could increas shoot fresh weight, root fresh weight, shoot dry weight, and root dry weight.
Pengaruh Asam Salisilat terhadap Umur Berbunga, Umur Panen, dan Kandungan Klorofil pada Beberapa Kultivar Lokal Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) pada Ketinggian Menengah 400-700 Mdpl Ermando, Relly; Siregar, Lutfhi Aziz Mahmud; Ginting, Jonatan
Agroteknika Vol 8 No 3 (2025): September 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i3.545

Abstract

Kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) merupakan sumber protein nabati yang kaya akan karbohidrat kompleks, serat, vitamin, dan mineral. Budidaya kacang merah di dataran menengah, khususnya di Sumatera Utara, memiliki potensi besar untuk meningkatkan ketahanan pangan dan efisiensi pemanfaatan lahan. Namun, faktor lingkungan seperti suhu tinggi dapat berdampak negatif terhadap pertumbuhan tanaman. Asam salisilat (SA) diketahui berperan penting dalam meningkatkan toleransi tanaman terhadap cekaman abiotik melalui peningkatan fotosintesis, perlindungan struktur morfologi, dan peningkatan aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh aplikasi asam salisilat dan beberapa kultivar lokal kacang merah asal Simalungun terhadap pertumbuhan tanaman pada dataran menengah dengan ketinggian 400-700 mpdl. Penelitian dilakukan di Desa Rumah Galuh, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu sembilan kultivar kacang merah dan tiga konsentrasi asam salisilat (0 ppm, 100 ppm, dan 200 ppm) dengan kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali, sehingga terdapat total 81 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi asam salisilat 200 ppm secara signifikan mempercepat waktu berbunga dan panen dibandingkan perlakuan lainnya. Sebaliknya, perbedaan kultivar tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan tanaman. Kandungan klorofil a, klorofil b dan klorofil total tertinggi ditemukan pada perlakuan 100 ppm, meskipun perbedaannya tidak signifikan. Secara keseluruhan, aplikasi asam salisilat, khususnya pada konsentrasi 200 ppm terbukti efektif dalam mempercepat pembungaan dan panen pada kacang merah lokal asal Simalungun, sehingga berpotensi meningkatkan produktivitas tanaman di dataran menengah.
Pengaruh Pemberian Asam Salisilat terhadap Tanaman Kacang Merah Lokal (Phaseolus vulgaris L.) di Dataran Menengah Ermando, Relly; Siregar, Luthfi Aziz Mahmud; Ginting, Jonatan
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i2.22511

Abstract

Kacang merah adalah sumber protein nabati yang penting di Indonesia, kaya akan nutrisi seperti protein, karbohidrat kompleks, serat, vitamin, dan mineral. Penanaman kacang merah di dataran menengah, terutama di Sumatera Utara, bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan efisiensi dalam rangka ekstensifikasi lahan. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh berbagai kultivar kacang merah lokal (Phaseolus vulgaris L.) asal Simalungun dan aplikasi asam salisilat terhadap tanaman kacang merah di dataran menengah. Penelitian dilaksanakan di Desa Rumah Galuh, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu 9 kultivar kacang merah lokal dan 3 konsentrasi asam salisilat (kontrol, 100 ppm, dan 200 ppm). Hasil penelitian menunjukkan kultivar Siantar Narumonda (TE1) memiliki hasil terbaik dan berpengaruh nyata pada tinggi tanaman. Pengaplikasian asam salisilat dengan konsentrasi 200 ppm memberikan pengaruh yang signifikan terhadap bobot basah, dan bobot kering tanaman. Asam salisilat terbukti mampu meningkatkan aktivitas fisiologis tanaman, seperti fotosintesis dan metabolisme, yang mendukung peningkatan produksi kacang merah. Interaksi antara kultivar dan aplikasi asam salisilat memberikan pengaruh signifikan pada tinggi tanaman, namun tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter lainnya. 
Co-Authors Agus Prasetiya Ahmad Rodian Habibi Nasution Ananda Laviendi B. Sengli J. Damanik Balonggu Siagian BRIAN PRATAMA DEPARI Carolina Permata Sari Simanjuntak Chairani Hannum Chairani Hanum Chairani Hanum Chairum Vika Charloq Damanik, Revandy I.M Daniel Marko Dea Triaspita Gea Dewi Rucci Manullang dio tirta ardi Ebet Stephanus Romunta Sinulingga Edison Purba Ermando, Relly Fadhlan rian dewantara Febriyanti Indah Siregar Ferry Ezra Sitepu Ferry Ezra Sitepu Ferry Ezra T. Sitepu Firman K. Manurung Fredrick Anthonius Tarigan Ginting, Theresia H.U gusti handayani Hana Pertiwi Hutagaol Haryati Haryati Hermanto Hermanto Hermawan Indra K Hermawan Indra K. I Gede Andri Wijaya Indah permata Sari Siagian Irsal Irsal irsal irsal Jonis Ginting Juliana Hannum Kristina Nadapdap Lahay, Ratna Rosanty Lisa Lisa Mawarni LORENTA REBEKKA SIMAREMARE Luthfi Aziz Mahmud Siregar Martha Uli Sitorus Mbue Kata Bangun Meiriani Meiriani Natasya Sembiring Nini Rahmawati Nini Rahmawati Nini Rahmawati Norman Swasco Simanjuntak Octario Damazta Otniel Ginting Piter Daniel Maharaja Prisman perdana Hutapea Puji Setiawan Puji Setiawan Ranggi Sumanjaya Purba Riza Syifani Nasution Rizky Dantri Rosita Sipayung Sabar Ginting Selwa Naden Sendry Putri Andani Siregar, Lutfhi Aziz Mahmud siti aminah nasution Siti Aminah Nasution Syahri Ramadhani T Sabrina T. Irmansyah T. Irmansyah Toga Simanungkalit Toga Simanungkalit Tombang Romario Simangunsong Tri Andra Zulkadifta Viki Rikatari Wahyu Dwi Dhana weldi ginting Yaya Hasanah Yozie Dharmawan