Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PERUBAHAN KANDUNGAN PROTEIN KASAR DAN PROTEIN MURNI BATANG PISANG (Musa paradisiaca Val.) HASIL DARI FERMENTASI ANAEROB DENGAN SUPLEMENTASI NITROGEN DAN SULFUR Eka Yosi Haryantika; Iman Hernaman; Atun Budiman; Tidi Dhalika
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 3 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i3.29913

Abstract

Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan nitrogen dan sulphur pada fermentasi anaerob batang pisang terhadap kandungan protein kasar dan protein murni. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap pola factorial 3 x 3. Faktor pertama yaitu penambhan nitrogen dengan dosis 0, 1, 2% dan factor kedua penambahan sulphur dengan dosis 0, 0,04, dan 0,08% dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat interaksi pengaruh penambahan nitrogen dan sulphur pada fermentasi anaerob batang pisang terhadap kandungan protein kasar dan protein murni. Penambahan nitrogen pada fermentasi anaerob batang pisang berpengaruh nyata (P<0,05)  meningkatkan kandungan protein kasar dan protein murni, sedangkan penambahan sulphur tidak berpengaruh nyata. Kesimpulan nilai protein kasar dan protein murni tertinggi terjadi pada penambahan nitrogen pada dosis 2% dengan nilai secara berturut-turut 10,44% dan 9,36%. Kata kunci : batang pisang, fermentasi anaerob, nitrogen, sulfur
PENGARUH LUMPUR KECAP PADA ENSILASE CAMPURAN LIMBAH SAYURAN DAN TONGKOL JAGUNG TERHADAP KANDUNGAN ZAT MAKANAN SILASE YANG DIHASILKAN TIDI DHALIKA
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v3i1.35920

Abstract

Penelitan bertujuan untuk mengetahui pengaruh imbuhan lumpur kecap pada ensilase campuran limbah sayuran dan tongkol jagung terhadap kandungan zat makanan dalam silase yang dihasilkan. Bahan yang digunakan adalah limbah sawi hijau, kubis, kulit dan tongkol jagung, serta lumpur kecap. Penelitian dilakukan dengan metode experimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan, yaitu penggunaan imbuhan lumpur kecap sebanyak 0%, 2%, 4%; dan 6% pada ensilase campuran limbah sayuran dan tongkol jagung, setiap perlakuan diulang 5 (lima) kali. Peubah yang diukur adalah kandungan zat makanan meliputi bahan kering, bahan organik, serat kasar dan lignin dari silase yang dihasilkan, data diuji dengan sidik ragam dan uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan imbuhan lumpur kecap sampai 6 % pada ensilase campuran limbah sayuran dan tongkol jagung memberikan pengaruh terhadap kandungan zat makanan silase yang dihasilkan, dan  penggunaan imbuhan lumpur kecap antara 4 – 6 % dapat menghasilkan bahan kering dan bahan organik tertinggi yaitu 27,60 % dan 71,49 %, dan serat kasar dan lignin paling rendah, sebesar 19,60 % dan 6,33 %.Kata Kunci :Lumpur kecap, limbah sayuran, tongkol jagung, zat makanan, dan silase.
KARAKTERISTIK FISIK LIMBAH PADAT PEMBUATAN TEPUNG AREN (Arenga pinnata Merr) HASIL FERMENTASI ANAEROB DENGAN ADITIF MOLASES, LUMPUR KECAP DAN UREA Alamsyari .; Mansyur .; Iman Hernaman; Iin Susilawati; Nyimas Popi Indriani; Romi Zamhir Islami; Tidi Dhalika
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.342 KB) | DOI: 10.24198/jnttip.v1i1.25424

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan zat aditif terhadap karakteristik fisik limbah padat pembuatan tepung aren hasil fermentasi anaerob. Penelitian silakukan secara eksperimental dengan menggunakan rancangan acaak lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut adalah P1 = 5% molasses, P2 5% lumpur kecap, P3 = 1% urea, P4 = 5% molasses + 1% urea, P5 = 5% lumpur kecap + 1% urea. Data yang terkumpula dilakukan analisis dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil menunjukan bahwa perlakuan memberikan pengaruh terhadap warna, aroma, tekstur, dan rasa, dengan penggunaan molasses sebanyak 5% memberikan hasil yang terbaik. Kesimpulan, penggunaan molasses 5% memberikan karakteristik fisik terbaik pada fermentasi anaerob pada limbah padat pembuatan tepung aren. 
PENGARUH SUBSTITUSI ADITIF MOLASES DENGAN LUMPUR KECAP PADA ENSILASE TANAMAN JAGUNG TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK RANSUM DOMBA GARUT JANTAN Renaldi Sanjaya; Tidi Dhalika; Rahmat Hidayat
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 4 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i4.31548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi aditif molases dengan lumpur kecap pada ensilase tanaman jagung terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik ransum Domba Garut jantan. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan pemberian ransum mengandung 70 % silase tanaman jagung pada berbagai substitusi molases dengan lumpur kecap dan 30 % konsentrat, yaitu P0 = Ransum mengandung 70% silase tanaman jagung dengan 5% molases serta 30% konsentrat, P1 = Ransum mengandung 70% silase tanaman jagung dengan  3,75% molases dan 1,25% lumpur kecap serta 30% konsentrat, P2 = Ransum mengandung 70% silase tanaman jagung dengan 2,5% molases dan 2,5% lumpur kecap serta 30% konsentrat, P3 = Ransum mengandung 70% silase tanaman jagung dengan 1,25% molases dan 3,75% lumpur kecap serta 30% konsentrat dan P4 = Ransum mengandung 70% silase tanaman jagung dengan 5% lumpur kecap serta 30% konsentrat, tiap perlakuan diulang 4 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa substitusi aditif molases dengan lumpur kecap sampai taraf 5 % pada ensilase tanaman jagung tidak memberikan pengaruh  terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik ransum pada Domba Garut jantan.
PENGARUH PEMBERIAN MOLASES PADA ENSILASE CAMPURAN KULIT NENAS DAN TONGKOL JAGUNG TERHADAP NILAI PH DAN KONSENTRASI ASAM LAKTAT Sarfina Nadilah Putri; Atun Budiman; Tidi Dhalika
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 3 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i3.29914

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pemberian molases pada ensilase campuran kulit nanas dan tongkol jagung terhadap nilai pH dan konsentrasi asam laktat. Penelitian dilaksanakan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap, perlakuan pada penelitian ini adalah persentase pemberian aditif pada ensilage campuran kulit nenas dan tongkol jagung, yaitu P1 (ensilase campuran kulit nanas dan tongkol jagung tanpa penambahan molases), P2 (ensilase campuran kulit nanas dan tongkol jagung dengan pemberian 1% molases), P3 (ensilase campuran kulit nanas dan tongkol jagung dengan pemberian 2 % molases), P4 (ensilase campuran kulit nanas dan tongkol jagung dengan pemberian 3 % molases), setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Peubah yang diukur untuk melihat respon percobaan adalah nilai pH dan konsentrasi asam laktat dari silase yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian molases pada ensilase campuran kulit nanas dan tongkol jagung tidak memberikan pengaruh terhadap nilai pH dan konsentrasi asam laktat. Persentase pemberian molases sampai 3 % pada ensilase campuran kulit nanas dan tongkol jagung menghasilkan nilai pH antara 3,32 – 3,44 dengan konsentrasi asam laktat antara 2,61 – 2,81%. Kata Kunci : ensilase, kimia pakan
Kadar NPK Feses Domba Garut yang Diberi Ransum Mengandung Silase Daun Rami (Boehmeria nivea) Budi Ayuningsih; Ana Rochana; Iman Hernaman; Rahmat Hidayat; Tidi Dhalika
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 6, No 2 (2019): JITRO, Mei
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.281 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v6i2.7106

Abstract

ABSTRAK                                                                        Penelitian bertujuan mengevaluasi ransum mengandung silase daun rami (Boehmeria nivea) terhadap kandungan BK dan NPK feses domba garut. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu R1 = 100% rumput R2 = 60%   rumput + 40% konsentrat, R3 = 30% silase daun rami + 30% rumput + 40%  konsentrat, R4 = 60% silase daun rami +40% konsentrat. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali. Data hasil penelitian dianalisis ragam dan dilanjutkan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan silase daun rami sampai tingkat 60%  dalam ransum domba garut nyata mempengaruhi BK, kadar abu dan K (P<0,05), tetapi tidak mempengaruhi kandungan N dan P feses domba. Pemberian silase daun rami sebanyak 60% dalam ransum menghasilkan kandungan abu feses tertinggi (25,49%) serta menghasilkan 33,55-40,89% BK, 2,27-2,53% N, 0,57-0,67% P dan 0,21-0,34% K. Kesimpulan, penggunaan silase daun rami sampai tingkat 60% berpotensi sebagai pupuk organik dalam menyediakan unsur N,P, dan K bagi tanaman.Kata Kunci : domba garut, daun rami, feses, NPK, silaseABSTRACTThe study aimed to evaluate the ration containing silage of Boehmeria nivea leaf on the dry matter (DM) and N, P, K content of garut sheep feces. The study used a completely randomized design (CRD) with four treatment, namely R1 = 100% grass; R2 = 60% grass + 40% concentrate; R3 = 30% silage of Boehmeria nivea leaf + 30% grass + 40% concentrate; and R4 = 60% silage of Boehmeria nivea leaf + 40% concentrate. Each treatment was repeated five times. The data obtained were analyzed by variance of analysis and continued with Duncan's multiple range test. The results showed that the use of Boehmeria nivea leaf silage up to 60% in garut sheep ration significantly affected the dry matter (DM), ash, and K content (P <0.05), but did not affect the N and P content of sheep feces. Giving silage of Boehmeria nivea leaf up to 60% in the ration produced the highest fecal ash content (25.49%), 33.55-40.89% DM, 2.27-2.53% N,0.57-0.67% N and 0.21-0.34% K. This research concludes that the use of Boehmeria nivea leaves silage up to 60% has the potential as an organic fertilizer in providing N, P, and K elements for plants.Keywords: Boehmeria nivea leaves, feces, garut sheep, NPK, silage
Kurva Pertambahan Bobot Badan Domba Garut Jantan Umur 13-16 Bulan yang Diberi Ransum Mengandung 40% Hijauan dan 60% Konsentrat Destu Putra Rosmawan; Dedi Rahmat; Budi Ayuningsih; Tidi Dhalika; Siswanto Siswanto; Iman Hernaman
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 8, No 2 (2021): JITRO, Mei 2021
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.04 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v8i2.13189

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2019 Februari 2020 di Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Pengembangan dan Perbibitan Ternak Domba dan Kambing (UPTD BPPTDK) Margawati, Garut, Jawa Barat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kurva pertambahan bobot badan Domba Garut jantan umur 13-16 bulan yang diberi ransum pada imbangan 40% hijauan dan 60% konsentrat. Domba garut jantan yang digunakan berjumlah 8 ekor yang dipelihara selama 12 minggu. Kurva PBBH dianalisis menggunakan aplikasi Curve Expert, model kurva terbaik ditentukan berdasarkan persamaan regresi yang memiliki koefisien determinasi (R2) terbesar dengan standart error (SE) yang terkecil. Hasil penelitian menghasilkan 3 model kurva dengan nilai R2 yang besar dengan SE yang kecil yaitu Fungsi Rasional (R2 = 0,999; SE = 10,31), Fungsi Eksponensial (R2 = 0,998; SE = 17,91) dan Fungsi Polinomial (R2 = 0,978; SE = 73,54). Model kurva PBBH terbaik diperoleh pada model kurva fungsi rasional karena memiliki R2 yang paling besar dengan SE yang paling kecil.Kata kunci: pertambahan bobot badan harian, domba garut, hijauan, konsentrat Body Weight Growth Curve of Garut Sheep Aged 13-16 Months Feed Ration Containing 40% Grass and 60% ConcentrateABSTRACTThe study was conducted in November 2019-February 2020 in Sheep and Goat Development and Breeding Center, Margawati, Garut, West Java. The study aimed to determine the average daily gain (ADG) curve of male garut sheep aged 13-16 months which were given rations at a balance of 40% forage and 60% concentrate. There are 8 male garut sheep used that are kept for 12 weeks. The ADG curve was analyzed using the Curve Expert application program, the best curve model was determined based on a regression equation that has the largest coefficient of determination (R2) with the smallest standard error (SE). The results of the study produced 3 curve models with large R2 values with small SE, namely Rational Functions (R2 = 0.999; SE = 10.31), Exponential Functions (R2 = 0.998; SE = 17.91) and Polynomial Functions (R2 = 0.978; SE = 73.54). The best ADG curve model is obtained in the rational function curve model because it has the largest R2 with the smallest SE.Keywords: average daily gain (ADG), concentrate, forages, garut sheep
IN VITRO DIGESTIBILITY OF RICE STRAW-BASED RATIONS OF DAIRY COWS CONTAINING FERMENTED CONCENTRATE BY Saccharomyces cerevisiae AND Effective Microorganisms-4 (EM-4) Iman Hernaman; Ana Rochana Tarmidi; Tidi Dhalika
Buletin Peternakan Vol 41, No 4 (2017): BULETIN PETERNAKAN VOL. 41 (4) NOVEMBER 2017
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v41i4.24737

Abstract

Concentrate was used to improve rice straw-based rations of dairy cows. Rejected foods can be used to formulate concentrate but it can contain unwanted materials. This research aimed to know the best of fermentation time and rations formulation. Research phase 1 was  to observe nutrient and energy contents of concentrate fermented by Saccharomyces cerevisiae and  EM-4 at 0, 3, and 6 days. Phase 2 was to evaluate the use of the best fermented concentrate of  the phase 1 to be used in the ration on in vitro rumen degradability using treatments as follows: 1) 50%  rice straws + 50% concentrate, 2) 50% rice straws + 25 concentrate + 25% fermented concentrate, 3) 50% rice straws + 50% fermented concentrate. This study used completely randomized design and the collected data were analyzed by Contrast Orthogonal test. The results showed that crude protein (CP) increased but crude fiber (CF) and bruto energy decreased due to concentrate fermentation. A 3 day fermentation resulted in the highest (P<0.05) CP (14.48%) and the lowest CF (17.01%). The use of fermented concentrate at 50% in the ration resulted in the highest (P<0.05) digestibility of dry matter (63.68%) and organic matter (58.70%). It can be concluded that concentrate fermentation at 3 days by Saccharomyces cerevisiae and Effective Microorganisms-4 (EM-4) was the best treatments. Its use in rice straws-based rations of dairy cows at 50% and result in the highest digestibility of dry matter and organic matter.
EVALUASI KARBOHIDRAT DAN LEMAK BATANG TANAMAN PISANG (Musa paradisiaca. Val) HASIL FERMENTASI ANAEROB DENGAN SUPLEMENTASI NITROGEN DAN SULFUR SEBAGAI BAHAN PAKAN TERNAK Tidi Dhalika; - Mansyur; Atun Budiman
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 2 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.53 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2013.v02.i02.p10

Abstract

The aim of this study was to evaluation of carbohydrate and extract ether consentration of anaerobic fermentation banana pseudostem with supplementation of nitrogen and sulfur as ruminants feed component. This study was arranged with an experimental research by Completely Randomized Design with 3 x 3 factorial. The first factor are supplementation of 0%, 1% and 2% nitrogen, and second factor are supplemetation of 0%, 0,04% and 0,08% sulphur, with 4 (four) times replication. The parameter of this research is the nutrition value, i,e ; crude fiber, nitrogen free extract and extract ether concentration. The result of this research showed that not interaction between supplemetation of nitrogen and sulphur on carbohydrate and extract ether consentration of anaerobic fermentation banana pseudostem, and suplementation of 2,00% nitrogen and 0,08% sulphur give influence on decreasing of crude fiber concentration, about 14,07%, and ether extract concentration, about 54,24%, but not alteration on nitrogen free extract in anaerobic fermentation banana pseudostem.   
PENGARUH PENGGUNAAN Indigofera falcata SEBAGAI PENGGANTI KONSENTRAT DALAM RANSUM SAPIPERAH BERBASIS JERAMI PADI TERHADAP PRODUKSI ASAM LEMAK TERBANG DAN NH3 Ambisi Gilang N.; Tidi Dhalika; Mansyur Mansyur
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 4 No 1
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.068 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v04.i01.p03

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Indigofera falcata ransum sapi perah berbasis jerami padi terhadap produksi ALT dan NH3. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Perlakuannya adalah penggunaan Indigofera falcata dalam ransum sapi perah berbasis jerami padi, yaitu Perlakuan R1 (jerami padi 7%, konsentrat 60%, dan Indigofera falcata 33%), R2 (jerami padi 15%, konsentrat 45%, dan Indigofera falcata 40%), R3 (jerami padi 23%, konsentrat 30%, dan Indigofera falcata 47%), R4 (jerami padi 30%, konsentrat 15%, dan Indigofera falcata 55%), dan R5 (jerami padi 38%, konsentrat 0%, dan Indigofera falcata 62%). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam. Selanjutnya untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan dilakukan Uji Jarak Berganda Duncan. Ransum perlakuan memberikan pengaruh terhadap ALT dan NH3. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan R3 yang menghasilkan ALT dan NH3 sebesar 116,5 dan 3,20 mM, berturut-turut