I Komang Budaarsa
Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar Bali

Published : 40 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN TAMBAHAN SENTE (Homalomena cordata scoot) TERHADAP PERTAMBAHAN BERAT BADAN DAN UKURAN DIMENSI TUBUH BABI RAS CAMPURAN Yasa I G. W.; K. Budaarsa; I G. Suranjaya
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 3 (2019): Issue 7 No. 3 - 2019
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sente (Homalomena cordata scoot) dalam ransum terhadap pertambahan berat badan dan ukuran dimensi tubuh babi ras campuran. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan di peternakan babi ras di Desa Lumbung Kauh, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan. Rancangan penelitian yang digunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan sebagai kelompok. Perlakuan yang diberikan sebanyak empat yaitu ransum komersial (konsentrat + dedak padi) tanpa sente (A) sebagai kontrol, ransum komersial (konsentrat + dedak padi) ditambah sente 2% (B), ransum komersial (konsentrat + dedak padi) ditambah sente 4% (C), ransum komersial (konsentrat + dedak padi) ditambah sente 6% (D). Variabel yang diamati meliputi pertambahan berat badan, pertambahan ukuran lingkar dada, lingkar perut, lingkar flank, tinggi pundak, tinggi punggung, tinggi pinggul, panjang badan dan panjang badan riil. Data yang diperoleh dianalisis dengan Sidik Ragam, apabila terdapat perbedaan yang nyata (P<0,05) maka akan dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan hijauan berupa sente hingga level 6% tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap pertambahan berat badan dan ukuran dimensi tubuh, artinya pemberian pakan tambahan sente dalam ransum higga level 6% masih aman untuk diberikan pada ternak babi ras campuran. Kata kunci: Tanaman sente, dimensi tubuh ternak babi
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KUNYIT TERHADAP UJI ORGANOLEPTIK DAN KUALITAS DAGING BABI BALI PENGGEMUKAN Agastia M.J.A; Budaarsa K.; Astawa IP.A
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.632 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kunyit (curcuminoid)  dalam ransum babi bali terhadap uji organoleptik dan kualitas daging. Untuk mendapatkan level optimum pemberian ekstrak kunyit (curcuminoid) dalam ransum babi bali. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dimana 4 perlakuan yang dibutuhkan antara lain a) A. Babi bali yang mendapat ransum tanpa tambahan ekstrak kunyit, b) B. Babi bali yang mendapatkan ransum ditambah ekstrak kunyit   (Curcuminoid) 0,02 ml/kg, c) C. Babi bali yang mendapatkan ransum ditambah ekstrak kunyit (Curcuminoid) 0,04 ml/kg. d) D. Babi bali yang mendapatkan ransum ditambah  ekstrak kunyit (Curcuminoid) 0,0 6ml/kg. Hasil yang diperoleh adalah pada uji organoleptik ( Warna, aroma, tekstur, citarasa dan penerimaan keseluruhan) semua perlakuan berbeda tidak nyata (P>0,05). Sedangkan pada kualitas daging untuk pengukuran pH juga berbeda tidak nyata (P>0,05). Pada uji kualitas daging untuk daya ikat air (DIA) dan susut masak semua perlakuan berbeda nyata (P<0,05). Sedangkan untuk kadar air perlakuan  C dan D berbeda tidak nyata (P>0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak kunyit sampai level 0,06 ml pada ransum babi bali tidak mempengaruhi warna, aroma, tekstur, citarasa dan peneriman keseluruhan karena penambahan ekstrak kunyit sampai level 0.06 ml dalam ransum babi bali tidak mempengaruhi substansi astrini yang terdapat pada daging babi bali, namun dilihat dari penerimaan keseluruhan level optimum adalah pada perlakuan B 0,02 ml hal itu dikarenakan secara keseluruhan panelis lebih menyukai penambahan ekstrak pada perlakuan B 0.02 ml hal ini disebabkan karena kepuasan yang berasal dari konsumen daging tergantung pada respon fisiologis dan sensori diantara masing-masing individu konsumen. Pada uji kualitas daging pemberian ekstrak kunyit sampai level 0,06 ml pada ransum babi bali tidak mempengaruhi pH daging. Namun pada daya ikat air (DIA) dan susut masak semua perlakuan berbeda nyata, Sedangkan untuk kadar air perlakuan  C dan D berbeda tidak nyata.
Peningkatan Performa Reproduksi Induk Babi Melalui Pengaturan Penyapihan Anak Babi Ni Luh Gde Sumardani; Komang Budaarsa; Anthonius Wayan Puger
Jurnal Veteriner Vol 23 No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.718 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2022.23.1.64

Abstract

This study aims to determine the optimal timing of weaning piglets from the sows so that the sows can return to estrus, thereby increasing the efficiency of production and reproduction of these sows. The design used a randomized block design (RBD) with three treatments, the piglets weaned at 25 days (A), 28 days (B), and 30 days (C) in three pig farms. Each treatment consisted of three replications, and each replication consisted of two of the sow. The variables observed: litter size, bodyweight of weaned piglets, estrus after weaning, and the percentage of mortality of piglets after weaning. The results showed that the bodyweight of the weaning piglets and the mortality after weaning were 6.83 kg; 1.33% (A), 8.17 kg; 1.17%(B), and 9.0 kg; 1.17% (C) significant (P<0.05) in treatment B; The sows were on estrus after weaning an average of 3.67 days (A and C) and 3.33 days (B) was nonsignificant (P>0.05). The litter size reaches 10.17 head (A), 13.0 head (B) and 11.5 head (C) were nonsignificant (P>0.05). The conclusion of this research is the optimum time for the implementation of weaning piglets is 28 days old in the pig farming business.
Peningkatan Performa Reproduksi Induk Babi Melalui Pengaturan Penyapihan Anak Babi Ni Luh Gde Sumardani; Komang Budaarsa; Anthonius Wayan Puger
Jurnal Veteriner Vol 23 No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.6 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2022.23.1.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu optimal penyapihan anak babi agar induk babi dapat berahi kembali, guna meningkatkan efisiensi produksi dan reproduksi induk babi tersebut. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok dengan tiga perlakuan yaitu penyapihan umur 25 hari (A), penyapihan umur 28 hari (B), dan penyapihan umur 30 hari (C) pada tiga usaha peternakan babi. Setiap perlakuan terdiri dari tiga ulangan, dan masing-masing ulangan terdiri dari dua ekor induk babi. Variabel yang diamati meliputi: litter size, bobot badan anak babi yang disapih, induk berahi kembali pascasapih, dan mortalitas anak babi pascasapih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan bobot badan anak babi saat disapih berbeda nyata (P<0,05) pada perlakuan B yaitu: 6,83 kg (A), 8,17 kg (B), dan 9,0 kg (C). Mortalitas pascasapih yakni: 1,33% (A), 1,17% (B), dan 1,17% (C) tidak berbeda nyata (P<0,05) antar perlakuan; Induk kembali berahi setelah sapih rata-rata 3,67 hari (A dan C) dan 3,33 hari (B) tidak berbeda nyata (P>0,05). Rataan litter size mencapai 10,17 ekor (A), 13,0 ekor (B) dan 11,5 ekor (C) tidak berbeda nyata (P>0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah waktu optimum pelaksanaan penyapihan anak babi adalah umur 28 hari.
The Performance of Balinese Gilt Reared Intensively and Supplemented With Probiotic K. Budaarsa; A. W. Puger; T. I. Putri; I D.G.A. Udayana
Journal of Veterinary and Animal Sciences Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Institute for Research and Community Service, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JVAS.2017.v01.i01.p06

Abstract

Study to improve the performance of Balinese gilt reared by intensive management including good quality rationssupplemented with yeast culture as a source of probiotics has been conducted. Randomized Block Design (RBD) were used in this study. Sixteen post weaning (two months old) gilts weight 10-12kg were divided into 4 groups: (i)ration control, R1 (ration containing 18% concentrate, 40% corn and 41% rice bran and 1% mineral); (ii) R2 (R1+ 0.20% probiotics; (iii) R3 (R1+ 0.25% probiotics and R4 (R1 + 0.30% probiotics) with 4 replications. Parameters measured including: feed intake, body weight gain, feed conversion ratio (FCR) and digestibility of the ration. Results showed that feed intake, daily weight gain and feed digestibility increased significantly (P <0.05) in the gilt receiving probiotic treatment, on the other hand the value of FCR decreased significantly compared to the control group. It is concluded that the addition of probiotics in rations significantly improve the performance of Balinese gilt.
PENGARUH PENGGANTIAN RANSUM KOMERSIAL DENGAN AMPAS TAHU TERHADAP KOMPONEN ORGAN DALAM BABI RAS Puger, A. W.; Suasta, I. M.; Astawa, P. A.; Budaarsa, K.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 18 No 2 (2015): Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.881 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2015.v18.i02.p04

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh penggantian ransum komersial dengan ampas tahu pada tingkat tertentu terhadap komponen organ dalam babi ras telah dilaksanakan di Banjar Sekarmukti Desa Pangsan, Kecamatan Petang. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan dua ulangan dan masing ulangan terdiri dari dua ekor babi ras. Perlakuan terdiri dari P0: ransum komersial tanpa ampas tahu (kontrol), P1: ransum komersial 5% diganti dengan ampas tahu, P2: ransum komersial 7,5% diganti dengan ampas tahu dan P3: ransum komersial 10% diganti dengan ampas tahu. Variabel yang diamati adalah organ dalam babi ras yang terdiri dari berat hati, paru-paru, jantung, ginjal, pankreas, kantong empedu, limfe, lambung kosong, panjang dan berat usus halus, usus besar, sekum dan berat lemak ligament. Data dianalisis ragam, apabila terdapat hasil berbeda nyata (P<0,05) dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat hati, jantung, usus halus cenderung nyata lebih tinggi pada perlakuan P1 sedangkan variabel lainnya tidakdipengaruhi oleh perlakuan (P>0,05). Dapat disimpulkan bahwa beberapa bagian organ dalam dipengaruhi oleh penggantian ransum komersial dengan ampas tahu.
KOEFISIEN CERNA NUTRIEN DAN PERTAMBAHAN BERAT BADAN BABI LANDRACE YANG DIBERI RANSUM DENGAN SUPLEMENTSI MULTIVITAMIN DAN MINERAL BERUPA MINYAK IKAN ASTAWA, P. A.; BUDAARSA, K.; BUDIASA, I K. M.; SUASTA, I M.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 13 No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.054 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian telah dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang kecernaan nutrien dan pertambahan berat badan babi landrace yang diberi ransum dengan suplementsi multivitamin dan mineral berupa minyak ikan. Babi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 9 ekor babi landarce betina. Penelitian lapangan dilaksanakan di Desa Candikusuma Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana, Bali sedangkan analisis laboratorium dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi Makanan Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, berlangsung selama 5 bulan. Rancangan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 (tiga) perlakuan dan 3(tiga) ulangan, sehingga secara keseluruhan terdapat 9 unit percobaan. Tiap unit percobaan menggunakan satu ekor babi landrace dengan berat badan awal 6,11±1,71. Ketiga perlakuan tersebut adalah : Perlakuan MI0 (ransum tanpa minyak ikan) yang digunakan sebagai kontrol; perlakuan MI1 (ransum dengan 100 ml minyak ikan); dan perlakuan MI2 (ransum dengan 200 ml minyak ikan). Ransum disusun dalam 100 kg, isoprotein dan isikalori berdasarkan rekomendasi NRC (1988). Peubah yang diamati meliputi koefisien cerna (bahan kering, bahan organik, serat kasar, dan protein kasar), dan pertambahan berat badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi minyak ikan sebagai sumber vitamin dan mineral pada level 100 ml dalam ransum pada babi landrace dapat meningkatkan koefisien cerna bahan kering, bahan organik, dan protein kasar, sedangkan kecernaan serat kasar mengalami penurunan. Untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan ransum pada babi landrace fase starter dapat dilakukan dengan pemberian suplementasi minyak ikan sebagai sumber vitamin-mineral sebesar 100 ml. DIGESTIBLE COEFFICIENT OF NUTRIENT AND WEIGHT INCREASMENT ON LANDRACE WHICH WAS GIVEN COMMERCIAL FEED WITH MULTIVITAMIN SUPLEMENT AND MINERAL OF FISH OIL ABTRACT A research has been carried out to know nutrient digestion and weight increasment landrace. Nine female landrace pig were used on this research.This research was held in Jembrana Regency, Melaya sundistrict, Candikusuma Village while the laboratory analysis was held in Laboratory of Animal Feed Nutrition, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University. This research took 5 months from preparation until reporting. Completely randomized design (CRD) with three treatments in three replicates as totally 9 units research. There were one pigs in each replicates, with weight at 6.11±1.71 kg. The three treatments were: MI0 (without fish oil); MI1 (with 100 ml fish oil); and MI2 (with 200 ml fish oil). Those woofs were arranged at 100 kg with isoprotein and isicalory based on NRC (1998) recommendation. During the research, we watched for digest coefficient of dry mater, organic mater, crude protein, crude fiber and weight incensement. The result of this research showed that fish oil supplementation as a vitamin-mineral source with 100 ml level on feed of landrace could increase coefficient of dry mater digestion, organic mater, and crude protein, except crude fiber. Fish oil on 100 ml level was giving the best result to increase landrace weight on strater.
EKSPLORASI KOMPOSISI PAKAN TRADISIONAL BABI BALI K, Budaarsa; A W, Puger; I M, Suasta
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 19 No 1 (2016): Vol 19, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.032 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2016.v19.i01.p02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ragam bahan penyusun pakan tradisional babi bali dan sekaligusmengetahui kandungan nutrisinya. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan mulai bulan Juli sampai September2014. Data ini sangat diperlukan untuk menjelaskan mengapa babi bali sampai saat ini masih bisa bertahan dibeberapa daerah di Bali. Penelitian menggunakan metode survei dan penentuan responden menggunakan teknikpurposive sampling atau juggmental sampling dengan pertimbangan populasi babi bali di Bali tidak merata,hanya ada di beberapa kabupaten. Kabupaten yang dipilih adalah Klungkung, Karangasem dan Buleleng. Pemilihankabupaten tersebut berdasarkan populasi babi bali di Kabupaten tersebut paling tinggi dibandingkan dengankabupaten lainnya. Dari masing-masing kabupaten diambil 30 peternak sebagai responden. Selanjutnya diambil10 sampel ransum yang komposisi bahannya paling dominan untuk dianalisa proksimat di laboratorium. Datayang diperoleh dianalisis secara deskriptif sehingga mampu memberi gambaran yang akurat tentang ragam bahanpenyusun pakan tradisional babi bali. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan disimpulkan bahwa sebagian besar(85%) peternak babi bali memberikan dedak padi dan batang pisang sebagai pakan utama. Cara pemberian pakanada yang dimasak dan tidak dimasak. Pakan tambahan yang diberikan berupa limbah dapur. Peternak memberipakan dua kali sehari.
PENGARUH PENGGANTIAN RANSUM KOMERSIAL DENGAN AMPAS TAHU TERHADAP KECERNAAN PAKAN PADA BABI RAS A. W., Puger; I. M., Suasta; P. A., Astawa; K., Budaarsa
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 18 No 1 (2015): Vol 18, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.13 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2015.v18.i01.p05

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh penggantian ransum komersial dengan ampas tahu pada tingkat tertentu terhadap kecernaan pakan pada babi ras telah dilaksanakan di Banjar Sekarmukti Desa Pangsan, Kecamatan Petang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan dua ulangan dan masing-masing ulangan terdiri dari dua ekor babi ras. Perlakuan terdiri dari P0: ransum komersial tanpa ampas tahu (control), P1: 5% ransum komersial diganti dengan ampas tahu, P2: 7,5% ransum komersial diganti dengan ampas tahu dan P3: 10% ransum komersial diganti dengan ampas tahu. Variabel yang diamati adalah kecernaan bahan kering, bahan organic, protein, lemak, serat kasar. Data dianalisis ragam, apabila terdapat hasil berbeda nyata (P<0,05) dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecernaan bahan kering cenderung meningkat dan nyata pada perlakuan P3 (P<0,05). Kecernaan bahan organik, protein, lemak, serat kasar, tidak berbeda nyata (P>0,05) antar perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa kecernaan bahan kering dipengaruhi oleh ampas tahu sedangkan kecernaan nutrien seperti bahan organik, protein, lemak, serat kasar, tidak dipengaruhi oleh penggantian ransum komersial dengan ampas tahu.
STUDI RAGAM EKSTERIOR DAN KARAKTERISTIK REPRODUKSI BABI BALI Sudiastra, I. W.; Budaarsa, K.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 18 No 3 (2015): Vol 18, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.724 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2015.v18.i03.p04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ragam eksterior dan karakteristik reproduksi babi bali yang masihbertahan hidup di Pulau Bali. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan mulai bulan Juli sampai September 2015.Data ini sangat diperlukan untuk menjelaskan mengapa babi bali sampai saat ini masih bisa bertahan di beberapadaerah di Bali. Penelitian menggunakan metode survei dan penentuan responden menggunakan teknik purposivesampling atau juggmental sampling dengan pertimbangan populasi babi bali di Bali tidak merata, hanya ada dibeberapa kabupaten. Kabupaten yang dipilih adalah Klungkung, Karangasem dan Buleleng. Data yang diperolehanalisis secara deskriptif. Eksterior babi bali ada dua yaitu yang berwarna hitam dan berwarna hitam denganbelang putih pada perut dan keempat kakinya. Ciri khas babi bali yang utama adalah perutnya melengkung kebawah (lordosis). Dimensi tubuh babi bali secara umum di ketiga daerah hampir sama dengan panjang badanriil kisarannya antara 97 – 137 cm. Pengukuran berbasis tulang (standar) yaitu antara 80 – 97 cm. Kalau dirataratakandari ketiga tempat pengukuran maka tinggi babi bali sekitar 49 cm. Dewasa kelamin pada umur 7-8 bulan,siklus birahi antara 15-20 hari, dikawinkan secara alami dengan jumlah anak 10 -14 ekor sekali beranak.