Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Perubahan Morfologi Beberapa Varietas Padi Melalui Pemberian Pemupukan Nitrogen di Lahan Pasang Surut Gribaldi Gribaldi; Nurlaili Nurlaili
Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2019: Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal “Smart Farming yang Berwawasan Lingkungan untuk Ke
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.972 KB)

Abstract

Gribaldi G, Nurlaili N. 2019.  Morphological changes in some rice varieties through giving nitrogen fertilization in tidal land. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2019, Palembang 4-5 September 2019. pp. 353-359.  Palembang: Unsri Press. The increasing of rice production on suboptimal lands especially tidal land every year continues to be improved, one of which is through the use of alternative varieties and the provision of sufficient inputs. This study aims to determine the morphological changes of several rice varieties through the provision of N fertilizer in Tidal Land. The experimental design used in this study was a split plot design with three replications. Main plot: Application of nitrogen (N) fertilizer, namely N1= fertilizing at a dose of 90 kg N/ha; N2= fertilizing with a dose of 135 kg N/ha. Subplot: rice variety (V), V1= Inpari 30, V2 = Inpari 3, V3= Inpari 33, V4= Inpari 43, and V5= Hipa 5 Cepa. The result showed that varieties and N fertilization had an effect on the growth of several rice varieties, at the age of 42 HST in tidal land, the Hipa 5 Cepa variety tended to have better growth, at the age of 42 HST in tidal land, and treatment with doses of nitrogen fertilizer 90 kg/ha produces the best growth in some rice varieties, age 42 HST in tidal land.Keywords:  N fertilization, rice varieties, tidal land
Pengaturan Waktu Panen dan Pemupukan Nitrogen Tanaman Utama Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Ratun Padi pada Lahan Pasang Surut: Pengaturan Waktu Panen dan Pemupukan Nitrogen Tanaman Utama Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Ratun Padi pada Lahan Pasang Surut Gribaldi Gribaldi; Nurlaili Nurlaili; Iqbal Effendy
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 4 No 2 (2020): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.241 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v4i2.131

Abstract

Rice cultivation with a ratoon system is one of the efforts to increase rice production in tidal land. This study aims to determine the effect of harvest time and nitrogen fertilization of the main plant on the growth and yield of ratoon rice in tidal swampland. This study was conducted in the Experimental Field of Banyuasin District Agriculture Office in Tanjung Lago Regency. The design used in this study was the Split Plot Design which was repeated three times. The Main Plots: Fertilization N (N) consists of N1;½ dose at planting + ½ dose of primordia phase, N2; 1/3 dose at planting + 1/3 dose at primordial phase + 1/3 dose at harvest, and N3; 1/3 dose at planting + 1/3 dose at primordia phase+ 1/6 dose at harvest +1/6 dose at 21 days after harvest.Plot: Harvest time (W) consists of W1; the main crop is harvested 5 days before 100% ripening, W2; main crop is harvested when 100% ripening, and W3; the main crop is harvested 5 days after 100% ripening. The results showed that the harvest time and N fertilizer of the main plants affected the growth and yield of ratoon rice in tidal land. Treatment of harvest time 5 days before 100% ripening and N fertilization has given 1/3 dose at planting + 1/3 dose of primordia phase +1/3 dose at harvest, tended to show higher growth and yields of ratoon rice than other treatments, that is 2.06 tons/ha or 54.2 percent compared to the main crop.
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN COST VOLUME PROFIT USAHA IBU RUMAH TANGGA PEMBUAT SALE PISANG DI KECAMATAN BUAY MADANG KABUPATEN OKU TIMUR Lintika, Serin Meir; Pusvita, Ema; Gribaldi, Gribaldi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 11, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v11i2.12855

Abstract

Sale pisang merupakan makanan ringan tradisional yang memiliki banyak penggemar di kalangan masyarakat. Rasanya yang manis, gurih dengan tekstur  yang unik, menjadikan daya tarik sendiri dari sale pisang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah dan cost volume profit usaha ibu rumah tangga pembuat sale pisang di Kecamatan Buay Madang Kabupeten OKU Timur. Adapun penelitian yang digunakan metode survei dan mengambil data menggunakan simple metode sampling jenuh. Dalam penelitian ini yang diambil populasi yang menjadi sebanyak 15 sampel pelaku UKM sale pisang di Kecamatan Buay Madang Kabupaten OKU Timur. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu sale pisang Kecamatan Buay Madang di Kabupaten OKU Timur memiliki keuntungan Rp 23.365.625 dan nilai tambah sale pisang sebesar Rp 21.896.875 sedangkan Usaha pengoalahan pisang menjadi sale  dalam rata-rata laba pengolah pisang menjadi sale pisang sebesar Rp 3.121.875, serta pendapatan operating income hasil produksi diperoleh Rp 21.421.25, dari biaya Contribution margin sebesar Rp 23.215.625, dan dalam keuntungan Contribution margin per unit setelah mengurangi biaya-biaya dalam variabel sebesar Rp 32.500, dengan menggunakan BEP penjual sebanyak 102, bersadarkan hasil contribution margin percentage sebesar Rp 14, dan target operating income memperoleh pendapatan sebesar Rp 16.406.875, maka dalam titik impas Margin of safety sebesar Rp 41664897,99 sedangkan hasil Cost Volume Profit (CVP) diperoleh sale pisang menghasilkan sebesar Rp 1.279.401.
ANALISIS TATA NIAGA BAWANG MERAH DI DESA SIDOMULYO KECAMATAN BELITANG KABUPATEN OKU TIMUR Fikri, Rijal; Pusvita, Ema; Gribaldi, Gribaldi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 10, No 3 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i3.10436

Abstract

Penelitian ini memiliki arahan untuk menganalisis keragaan saluran pemasaran bawang merah di Desa Sidomulyo Kecamatan Belitang Kabupaten OKU Timur, menganalisis efisiensi saluran pemasaran bawang merah di Desa Sidomulyo Kecamatan Belitang Kabupaten OKU Timur dilihat dari margin pemasaran dan farmer’s share.  Data diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner.  Hasil penelitian ini menunjukkan Peragaan pada tataniaga bawang merah terdapat 3 pola system tata niaga. Pola 1 terdapat 3 lembaga yaitu tengkulak, pedagang besar dan pengecer, pola ke II, tengkulak dan pedagang pengecer. Kemudian pola ke III tanpa lembaga pemasaran yakni petani langsung ke konsumen, 2 pola tataniaga yang efisien adalah pola system tataniaga III yaitu pola system tanpa lembaga pemasaran, dimana petani menjual langsung ke konsumen.
RANTAI PEMASARAN CABE MERAH (Capsicum annuum L) DI DESA TUMI JAYA KECAMATAN JAYAPURA KABUPATEN OKU TIMUR Zamili, Zamili; Septianita, Septianita; Gribaldi, Gribaldi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 10, No 3 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i3.10516

Abstract

Penelitian ini memiliki arahan untuk menganalisis rantai pemasaran pemasaran cabai merah (Capsicum annuum L)  di Desa Tumi Jaya Kecamatan Jayapura Kabupaten OKU Timur.  Data diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner.  Hasil penelitian ini menunjukkan Saluran pemasaran cabai merah di Desa Tumi Jaya Kecamatan Jayapura Kabupaten OKU Timur terdapat tiga saluran yaitu saluran I petani – agen desa – agen kecamatan – pedagang pengecer- konsumen; saluran II petani - pedagang pengecer- konsumen; dan saluran III petani - pedagang pengecer- konsumen, marjian saluran pemasaran tertiggi diperoleh oleh saluran pemasaran III sebesar Rp 32.150 dan marjin pemasaran terendah pada saluran I, sehingga petani banyak yang memilih saluran pemasaran III. Rantai pemasaran yang paling efisien adalah rantai saluran pemasaran III, dengan nilai efisiensi sebesar 8,09% 
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Dalam Optimalisasi Nilai Tambah Singkong Menjadi Singkong Mustofa di Desa Talang Aman Kabupaten Ogan Komering Ulu Pusvita, Ema; Lestari, Windi; Rosmawati, Henny; Lastinawati, Endang; Ogari, Putri Ayu; Septianita, Septianita; Purwadi, Purwadi; Gribaldi, Gribaldi; Nurlaili, Nurlaili; Sakalena, Firnawati; Danial, Ekawati; Saputra, Doris
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 1 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i1.1124

Abstract

The abundant cassava commodity resources in Talang Aman Village are an opportunity to empower the Women Farmers Group (KWT) to play an important role in increasing the added value of cassava-based local products, one of which is through processing into Mustofa cassava. This service was carried out in Talang Aman Village, Batu Kuning Village, Ogan Komering Ulu Regency, with the aim of increasing the capacity of KWT in the processing, packaging, and marketing process of Mustofa Cassava. The approach used is participatory descriptive with training, mentoring, and evaluation methods for KWT members. The results of the Service show that this empowerment program has succeeded in improving the technical skills of KWT members in processing cassava into quality Mustofa Cassava, improving packaging designs and materials, and expanding marketing networks through digital media. In addition, there was an increase in KWT members' income by 30% after the program was implemented. The conclusion of this service is that empowerment based on intensive training and mentoring can increase the added value of local commodities and encourage women's economic independence in rural areas.ABSTRAKSumber daya komoditi singkong yang banyak di Desa Talang Aman menjadi peluang pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk berperan penting dalam meningkatkan nilai tambah produk lokal berbasis singkong, salah satunya melalui pengolahan menjadi Singkong Mustofa. Pengabdian ini dilakukan di Desa Talang Aman, Kelurahan Batu Kuning, Kabupaten Ogan Komering Ulu, dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas KWT dalam proses pengolahan, pengemasan, dan pemasaran Singkong Mustofa. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif partisipatif dengan metode pelatihan, pendampingan, dan evaluasi terhadap anggota KWT. Hasil Pengabdian menunjukkan bahwa program pemberdayaan ini berhasil meningkatkan keterampilan teknis anggota KWT dalam mengolah singkong menjadi Singkong Mustofa yang berkualitas, memperbaiki desain dan bahan kemasan, serta memperluas jaringan pemasaran melalui media digital. Selain itu, terjadi peningkatan pendapatan anggota KWT sebesar 30% setelah program dilaksanakan. Kesimpulan dari Pengabdian ini adalah bahwa pemberdayaan berbasis pelatihan dan pendampingan secara intensif dapat meningkatkan nilai tambah komoditas lokal serta mendorong kemandirian ekonomi perempuan di pedesaan.
FAKTOR-FAKTOR KEPUTUSAN PEMBELIAN PEMPEK DI PASAR ATAS BATURAJA KECAMATAN BATURAJA TIMUR KABUPATEN OGAN KOMERING ULU Safitri, Umi; Ogari, Putri Ayu; Gribaldi, Gribaldi
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 9, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v9i2.10381

Abstract

The formulation of the problem in this study is what factors influence the decision to buy pempek in the Baturaja market. So the author wants to examine more deeply about the factors that influence the decision to continue buying pempek in the Baturaja market. The purpose of this research is to analyze the factors that influence the decision to buy pempek in the upper market. The research method used is survey method. The number of population in this study is not known with certainty. Sampling in this study was using "accidental sampling". The number of respondents was 100 respondents who bought fish pempek in various forms. The analysis used includes binary logistic regression, coefficient of determination test (Negelkerke's R Square), hypothesis testing which includes the wald test and omnibus test. X1), service quality (X2), product quality (X3), location (X4), and promotion (X5).
Pemberdayaan Masyarakat Teknik Sambung Pucuk Tanaman Hias Bougenville di Desa Gunung Kuripan Kabupaten OKU Pusvita, Ema; Lastinawati, Endang; Rosmawati, Henny; Septianita, Septianita; Ogari, Putri Ayu; Danial, Ekawati; Gribaldi, Gribaldi; Nurlaili, Nurlaili; Purwadi, Purwadi; Lestari, Windi; Putri, Piranti Herdaning
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i4.1719

Abstract

This community service aims to improve the skills and knowledge of Gunung Kuripan Village residents in ornamental plant propagation techniques, especially through the grafting method on bougainvillea. This activity was motivated by the high public interest in ornamental plants with economic value but still limited understanding of efficient vegetative propagation techniques. Through an educational and demonstrative approach, 20 participants were given direct training starting from selecting rootstocks and scions, cutting techniques, grafting, to post-grafting care. The evaluation results showed that after 14 days, most of the grafts showed positive growth in the form of new shoots and good tissue unity. This technique allows one plant to produce various flower colors, increasing the aesthetic and commercial value of bougainvillea. This innovation is also a solution to limited planting space and strengthening opportunities for household-scale ornamental plant entrepreneurship. Thus, this activity succeeded in providing applicable technology transfer with the output of grafted plants, increasing community capacity in the field of horticulture, and encouraging the development of a creative economy based on ornamental plants. This service is expected to be an educational model that can be replicated in other areas with similar potential.ABSTRAKPengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan warga Desa Gunung Kuripan dalam teknik perbanyakan tanaman hias, khususnya melalui metode sambung pucuk (grafting) pada bougenville. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya minat masyarakat terhadap tanaman hias bernilai ekonomis namun masih terbatasnya pemahaman terhadap teknik perbanyakan vegetatif yang efisien. Melalui pendekatan edukatif dan demonstratif, peserta yang berjumlah 20 orang diberikan pelatihan langsung mulai dari pemilihan batang bawah dan atas, teknik pemotongan, penyambungan, hingga perawatan pasca-grafting. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa setelah 14 hari, sebagian besar sambungan menunjukkan pertumbuhan positif berupa tunas baru dan kesatuan jaringan yang baik. Teknik ini memungkinkan satu tanaman menghasilkan berbagai warna bunga, meningkatkan nilai estetika dan komersial bougenville. Inovasi ini juga menjadi solusi terhadap keterbatasan ruang tanam serta memperkuat peluang wirausaha tanaman hias skala rumah tangga. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil memberikan transfer teknologi yang aplikatif dengan luaran hasil tanaman yang telah di sambung pucuk, meningkatkan kapasitas masyarakat di bidang hortikultura, serta mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis tanaman hias. Pengabdian ini diharapkan menjadi model edukatif yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan potensi serupa.
Pemberian Kapur Pertanian Untuk Meningkatkan pH Tanah di Desa Tanjung Sari, Kabupaten OKU Novriani, Novriani; Pusvita, Ema; Asroh, Ardi; Gribaldi, Gribaldi; Nurlaili, Nurlaili; Danial, Ekawati; Yulhasmir, Yulhasmir; Diana, Susanti; Dewi, Nurmala; Sakalena, Firnawati; Fatmanurshanti, Dora; Lastinawati, Endang; Rosmawati, Henny; Ogari, Putri Ayu; Lestari, Windi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2041

Abstract

Acidic soils are one of the major constraints in agricultural development in tropical regions, including in Tanjung Sari Village, Ogan Komering Ulu (OKU) Regency. Field surveys indicated that most farmlands in this village have soil pH ranging from 4.5 to 5.0, which is categorized as acidic. This condition negatively affects nutrient availability, microbial activity, and the productivity of food and horticultural crops. One of the recommended practices to overcome this problem is the application of agricultural lime (liming). This activity aimed to improve farmers’ knowledge and skills regarding the benefits, dosage, and techniques of lime application, as well as to directly improve soil pH through field demonstration. The method consisted of three stages: preparation (survey and soil analysis), implementation (training, extension, and field practice), and evaluation (measurement of soil pH and assessment of farmers’ knowledge improvement). The training materials included soil pH concepts, its influence on crop growth, types of agricultural lime, calculation of lime requirements, and proper application techniques. The results of this activity indicated an increase in farmers’ understanding of the importance of liming and an improvement in soil pH in demonstration plots after lime application. In conclusion, liming practices in Tanjung Sari Village proved beneficial for improving soil quality and supporting sustainable agricultural productivity. It is expected that farmers will be able to apply this technology independently in the future, with continuous support from local government through the provision of agricultural lime.ABSTRAKTanah masam merupakan salah satu kendala utama dalam pengembangan pertanian di daerah tropis, termasuk di Desa Tanjung Sari, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar lahan pertanian di desa ini memiliki pH tanah berkisar antara 4,5–5,0, yang tergolong masam dan berdampak negatif terhadap penyerapan unsur hara, aktivitas mikroorganisme, serta produktivitas tanaman pangan dan hortikultura. Salah satu upaya untuk memperbaiki kondisi tersebut adalah melalui pemberian kapur pertanian atau pengapuran. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengenai manfaat, dosis, dan teknik aplikasi kapur pertanian, sekaligus memperbaiki pH tanah melalui penerapan langsung di lahan. Metode kegiatan meliputi tahap persiapan (survei dan analisis tanah), pelaksanaan (penyuluhan, pelatihan, dan praktik lapangan), serta evaluasi (pengukuran pH tanah dan peningkatan pengetahuan peserta). Materi kegiatan mencakup konsep pH tanah, pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman, jenis kapur pertanian, perhitungan dosis kapur, serta teknik aplikasi di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petani mengenai peran kapur pertanian, serta adanya perbaikan pH tanah di lahan percontohan setelah pengapuran. Dengan demikian, kegiatan pengapuran di Desa Tanjung Sari terbukti bermanfaat dalam meningkatkan kualitas tanah dan mendukung produktivitas pertanian berkelanjutan. Ke depan, diharapkan petani dapat menerapkan teknologi ini secara mandiri dan pemerintah daerah dapat memberikan dukungan melalui penyediaan kapur pertanian secara berkelanjutan.
ANALISIS STRATEGI BRANDING TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK PEMPEK IKAN DI DESA GUMAWANG KECAMATAN BELITANG KABUPATEN OKU TIMUR Agustin, Hesti; Pusvita, Ema; Gribaldi, Gribaldi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 3 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i3.19013

Abstract

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) adalah kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia. UMKM juga dapat berfungsi sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi peningkatan branding produk pempek dan mengidentifikasi fakto-faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan pembelian produk pempek ikan di Desa Gumawang, Kecamatan Belitang, OKU Timur. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survey. Analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT (Strenghts, Weaknesses, Opportunities, Dan Threats) untuk melihat kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Dan model analisis regresi logistik. Hasil penelitian analisis SWOT bahwa hasil IFAS menunjukan kekuatan internal lebih dominan dibandingkan kelemahan, yang mengindikasikan bahwa pempek ikan memliki potensi besar untuk dikembangkan berdasarkan kekuatan utama berupa kualitas produk yang baik, rasa yang khas, dan harga yang terjangkau. Hasil EFAS juga menunjukan bahwa peluang eksternal lebih tinggi dari ancaman dengan peluang terbesar berasal dari pemanfaatan media sosial, inovasi produk, dan meningkatkan tren konsumsi produk berbahan ikan. Berdasarkan perbandingan skor IFAS dan EFAS, strategi yang direkomendasikan adalah strategi pertumbuhan (growth strategy), yaitu strategi yang berorientasi pada pemanfaatan kekuatan untuk menangkap peluang secara maksimal. Dan hasil analisis regresi menunjukan bahwa variabel harga, promosi, citra merek, dan kualitas produk berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap keputusan pembelian produk pempek. Dengan nilai R2 sebesar 44,2%, model ini mampu menjelaskan pengaruh variabel-variabel tersebut secara cukup baik terhadap keputusan pembelian konsumen.