Claim Missing Document
Check
Articles

Produksi Video sebagai Media Promosi Potensi Wisata Desa Kadujaya Kecamatan Jatigede Kabupaten Sumedang Gumilar, Gumgum; Murti, Bayu; Arafani, Araz
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v5i1.1061

Abstract

Wilayah Jatigede khususnya Desa Kadujaya memiliki potensi wisata yang belum terkelola secara optimal. Wisata arung jeram, desa wisata di bantaran Sungai Cimanuk, dan Pasir Tenjo Laut yang menyajikan panorama indah dari atas bukit perlu dipromosikan untuk menarik minat wisatawan. Kegiatan Pembuatan Video Potensi Wisata di Desa Kadujaya melalui kegiatan Pengabdian pada Masyarakat menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya mengangkat potensi wisata tersebut. Tujuan lain adalah upaya mendorong partisipasi aktif stakeholder kepariwisataan di Jatigede khususnya dan di Kabupaten Sumedang untuk mengembangkan potensi yang ada.Kegiatan ini diawali pada tahap perencanaan dengan melakukan analisis situasi untuk memetakan potensi wisata yang akan diangkat dan menentukan pihak-pihak yang akan terlibat dalam kegiatan PPM.  Selanjutnya proses produksi video mulai praproduksi, produksi, dan pasna produksi. Kegiatan diakhir dengan evaluasi dan desiminasi  Melalui Kolaborasi Tim PPM, pihak kecamatan, desa, pemuda, mahasiswa, media, dan juga pengelola wisata serta komunitas. Pihak-pihak yang terlibat dalam PPM ini telah melakukan perannya dengan baik.Video potensi desa sebagai luaran kegiatan ini telah ditayangkan di  televisi digital dan  youtube Divia Unpad Tv, televisi kampus mitra Divia Unpad Tv, dan akan secara bersamaan diuplod di website kecamatan dan desa. 
PERANAN SUPERVISI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN BERKELANJUTAN Gumilar, Gumgum; Rosid, Dian Perdana Sulistya; Harsono; Minsih
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 3 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i3.3189

Abstract

Supervisi dalam konteks pendidikan memiliki peran sentral dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan supervisi di SD Lazuardi Tursina, Banyuwangi dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian melibatkan supervisor atau kepala sekolah, guru, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi memiliki dampak positif terhadap profesionalisme guru, pengembangan diri, dan implementasi metode pembelajaran inovatif. Supervisor berperan sebagai agen perubahan yang membantu guru menyesuaikan diri dengan perkembangan kurikulum dan kebijakan pendidikan. Kolaborasi antara supervisor dan guru menjadi kunci dalam mencapai kualitas pembelajaran berkelanjutan. Temuan ini memberikan kontribusi dalam memahami kompleksitas peran supervisi dalam mendukung pendidikan yang adaptif, progresif, dan berkelanjutan. Kata Kunci : Supervisi, Kualitas Pembelajaran, Sekolah Dasar.
Effectiveness of Digital Media-Based Contextual Learning on Critical and Creative Thinking Skills in Photosynthesis for Elementary Students Gumilar, Gumgum; Harsono, Harsono; Wulandari, Murfiah Dewi; Widyasari, Choiriyah
SEJ (Science Education Journal) Vol. 9 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/sej.v9i2.1713

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of contextual strategies based on digital media in improving critical and creative thinking skills on photosynthesis material in elementary schools. This study was conducted at SDN Sukasenang, Singaparna, Tasikmalaya, West Java. The population and sample of this study were fourth-grade students, with a total of 116 students. The sampling technique used was availability sampling or area sampling using a quantitative experimental control group pretest-posttest research method. Data were collected through pretest and posttest tests, and analyzed using the t statistical test and one way ANOVA. The results showed that contextual learning strategies based on digital media were effective in improving students' critical and creative thinking skills, with a significant increase in posttest scores compared to pretests. The average contextual score on critical thinking skills increased from 80.93 on the pretest to 87.52 on the posttest, and the average contextual score on creative thinking skills increased from 74.86 on the pretest to 81.40 on the posttest. This study confirms that digital media-based contextual strategies have a positive impact on the development of critical and creative thinking skills of grade 4 students of Sukasenang Tasikmalaya public elementary school, with digital media-based contextual strategies on critical thinking skills showing superior results. Based on these findings, researchers hope to make a meaningful contribution to the development of the world of education.
Narasi Ekspositoris dalam Penulisan Naskah Video Feature “Tangan Kecil, Pena Besar” Annisa Wulandari; Kokom Komariah; Gumgum Gumilar
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkmi.v5i2.6503

Abstract

The video feature "Tangan Kecil, Pena Besar" is a final project that addresses the issue of street children's education in Bandung City. In the production process, the author serves as the scriptwriter responsible for conveying messages to the audience by applying expository narrative in the scriptwriting. The purpose of this report is to explain the application of expository narrative scriptwriting in the stages of the introduction, conflict development, and resolution, which illustrates the resolution of the conflicts that have been built. The methods applied in the creation process include pre-production, production, and post-production. The results indicate that expository narrative is effective in conveying information and building audience understanding of the issues raised. In conclusion, in the video feature "Tangan Kecil, Pena Besar," the application of expository narrative in scriptwriting is crucial for delivering messages systematically and informatively, thereby increasing public awareness of the issue of street children's education.
Framing Media Online Detik.com dan Tirto.ID Terhadap Pemberitaan Unjuk Rasa Mahasiswa pada Aksi "Indonesia Gelap" 2025 Oktavianti, Salsa Dila Fitria; Gumilar, Gumgum; Hartoyo, Nunik Maharani
JIPSI Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Vol 15 No 2 (2025): JIPSi : Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jipsi.v15i2.17302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Media Daring Detik.com dan Tirto.ID membingkai aksi demonstrasi mahasiswa bertajuk "Indonesia Gelap" yang berlangsung pada Februari 2025. Aksi Indonesia Gelap ini merupakan bentuk protes terhadap kebijakan efisiensi anggaran pendidikan yang dinilai merugikan masa depan generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing model Robert N Entman yang mencakup empat elemen utama yaitu Pendefinisian Masalah, Sebab Masalah, Keputusan Moral, dan Rekomendasi Penyelesaian. 3 Berita dari masing-masing media dipilih secara purposive untuk dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukan bahwa Detik.com cenderung membingkai aksi sebagai bentuk pesimisme publik khususnya mahasiswa dan menekankan pentingnya memberi waktu kepada Pemerintah untuk bekerja. Sementara itu, Tirto.ID membingkai aksi sebagai bentuk kritik konstruktif dalam ruang demokrasi yang perlu ditanggapi dengan komunikasi dua arah dan respons kebijakan. Temuan inu menunjukan bahwa kedua media memiliki konstruksi realitas yang berbeda dalam menyampaikan isu yang sama, di mana Detik.com lebih menekankan stabilitas dan ketertiban, sedangkan Tirto.ID menekankan partisipasi publik dan transparansi pemerintah. Penelitian ini menegaskan bahwa media massa tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk makna sosial melalui proses pembingkaian.
Advokasi Lingkungan Solidaritas Perempuan Palembang Dalam Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Ogan Ilir Muktiarum, Retno Kurnia; Agustin, Herlina; Gumilar, Gumgum
Bina Hukum Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2026): Bina Hukum Lingkungan, Volume 10, Nomor 2, Februari 2026
Publisher : Asosiasi Pembina Hukum Lingkungan Indonesia (PHLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24970/bhl.v10i2.515

Abstract

ABSTRAK Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ogan Ilir telah menjadi bencana tahunan yang dampaknya tidak dirasakan secara setara. Perempuan, sebagai pengelola utama rumah tangga dan kesehatan keluarga, menanggung beban ganda berupa peningkatan kerja domestik, gangguan kesehatan, dan ancaman terhadap penghidupan. Namun, di tengah marginalisasi suara mereka, Solidaritas Perempuan Palembang hadir sebagai mitra advokasi yang mentransformasi posisi perempuan dari korban pasif menjadi subjek berdaya. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 mengatur bahwa setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat yang menjadi dasar dari advokasi lingkungan yang dilakukan Solidaritas Perempuan Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis-normatif dengan sifat deskriptif-analitis, yang didukung data lapangan melalui wawancara dengan Solidaritas Perempuan Palembang. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan studi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa advokasi lingkungan yang dilakukan oleh Solidaritas Perempuan Palembang bersifat multidimensi dan dijalankan melalui kampanye publik untuk membangun narasi dan solidaritas melalui media sosial, edukasi masyarakat untuk membangun kesadaran kritis tentang hak ekologis yang dilanggar, penguatan kapasitas perempuan melalui pelatihan feminist, public speaking, dan produk ekonomi feminis (Feminist Economic Solidarity). Advokasi ini menjadi praktik ekofeminisme yang menegaskan bahwa penyelesaian persoalan lingkungan membutuhkan pelibatan perempuan sebagai aktor yang berdaya. Kata kunci: advokasi lingkungan; ekofeminisme; komunikasi lingkungan.   ABSTRACT Forest and land fires in Ogan Ilir Regency have become an annual disaster, the impacts of which are not felt equally. Women, as primary managers of households and family health, bear a double burden in the form of increased domestic work, health disturbances, and threats to livelihoods. However, amidst the marginalization of their voices, Solidaritas Perempuan Palembang emerged as an advocacy partner that transforms the position of women from passive victims into empowered subjects. Law Number 32 of 2009 stipulates that every person has the right to a good and healthy living environment, which serves as the legal foundation for the environmental advocacy carried out by Solidaritas Perempuan Palembang. This study uses a juridical normative approach with a descriptive-analytical nature, supported by field data through interviews with Palembang Women's Solidarity. Data were obtained through library studies and field studies. The results indicate that Solidaritas Perempuan Palembang environmental advocacy is multidimensional and implemented through public campaigns to build narratives and solidarity via social media, community education to raise critical awareness of violated ecological rights, and women's capacity building through feminist training, public speaking, and feminist economic solidarity products (Feminist Economic Solidarity). This advocacy serves as a practice of ecofeminism, affirming that resolving environmental issues requires the involvement of women as empowered actors. Keywords: ecofeminism; environmental advocacy; environmental communication.
Advokasi Lingkungan Solidaritas Perempuan Palembang Dalam Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Ogan Ilir Muktiarum, Retno Kurnia; Agustin, Herlina; Gumilar, Gumgum
Bina Hukum Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2026): Bina Hukum Lingkungan, Volume 10, Nomor 2, Februari 2026
Publisher : Asosiasi Pembina Hukum Lingkungan Indonesia (PHLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24970/bhl.v10i2.515

Abstract

ABSTRAK Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ogan Ilir telah menjadi bencana tahunan yang dampaknya tidak dirasakan secara setara. Perempuan, sebagai pengelola utama rumah tangga dan kesehatan keluarga, menanggung beban ganda berupa peningkatan kerja domestik, gangguan kesehatan, dan ancaman terhadap penghidupan. Namun, di tengah marginalisasi suara mereka, Solidaritas Perempuan Palembang hadir sebagai mitra advokasi yang mentransformasi posisi perempuan dari korban pasif menjadi subjek berdaya. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 mengatur bahwa setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat yang menjadi dasar dari advokasi lingkungan yang dilakukan Solidaritas Perempuan Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis-normatif dengan sifat deskriptif-analitis, yang didukung data lapangan melalui wawancara dengan Solidaritas Perempuan Palembang. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan studi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa advokasi lingkungan yang dilakukan oleh Solidaritas Perempuan Palembang bersifat multidimensi dan dijalankan melalui kampanye publik untuk membangun narasi dan solidaritas melalui media sosial, edukasi masyarakat untuk membangun kesadaran kritis tentang hak ekologis yang dilanggar, penguatan kapasitas perempuan melalui pelatihan feminist, public speaking, dan produk ekonomi feminis (Feminist Economic Solidarity). Advokasi ini menjadi praktik ekofeminisme yang menegaskan bahwa penyelesaian persoalan lingkungan membutuhkan pelibatan perempuan sebagai aktor yang berdaya. Kata kunci: advokasi lingkungan; ekofeminisme; komunikasi lingkungan.   ABSTRACT Forest and land fires in Ogan Ilir Regency have become an annual disaster, the impacts of which are not felt equally. Women, as primary managers of households and family health, bear a double burden in the form of increased domestic work, health disturbances, and threats to livelihoods. However, amidst the marginalization of their voices, Solidaritas Perempuan Palembang emerged as an advocacy partner that transforms the position of women from passive victims into empowered subjects. Law Number 32 of 2009 stipulates that every person has the right to a good and healthy living environment, which serves as the legal foundation for the environmental advocacy carried out by Solidaritas Perempuan Palembang. This study uses a juridical normative approach with a descriptive-analytical nature, supported by field data through interviews with Palembang Women's Solidarity. Data were obtained through library studies and field studies. The results indicate that Solidaritas Perempuan Palembang environmental advocacy is multidimensional and implemented through public campaigns to build narratives and solidarity via social media, community education to raise critical awareness of violated ecological rights, and women's capacity building through feminist training, public speaking, and feminist economic solidarity products (Feminist Economic Solidarity). This advocacy serves as a practice of ecofeminism, affirming that resolving environmental issues requires the involvement of women as empowered actors. Keywords: ecofeminism; environmental advocacy; environmental communication.
Instagram Usage by "Barstrad" Community in Bandung City – West Java Gumilar, Gumgum; Kusmayadi, Ika Merdekawati
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 2 No. 2 (2017): December 2017 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v2i2.104

Abstract

This study aims to collect qualitative data on Instagram Usage by Community of Bandung Street Workout Addict (Barstrad) in Bandung City, West Java. This study is applied descriptive method and collecting the data through depth interview and observation. The informant of this research is the founder Bastard community. The result shows that Instagram has significant role in developing of Barstard community, especially in terms of spreading out of street workout in Bandung City. Instagram is managed with a certain concept by informing the main activities, workout menus, schedules, and others as well. Instagram gives a huge impact on the increasing number of members who join in. Most of the member community are from Instagram followers that also make this community more well recognized and attracts sponsor in order to be a kind of sustainable community. 
Konstruksi Isu Kerusakan Lingkungan dalam Pemberitaan Proyek Pembangunan IKN pada Project Multatuli Angela Merici Andriani Uto Keraf; Dadang Rahmat Hidayat; Gumgum Gumilar
Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jkomitek.v5i1.2424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana media alternatif Project Multatuli membingkai isu kerusakan lingkungan dalam pemberitaannya terkait proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui model analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki, penelitian ini menelaah konstruksi wacana berdasarkan empat struktur yaitu sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Analisis dilakukan terhadap lima berita yang tergabung dalam serial #IbuKotaBaruUntukSiapa yang diterbitkan oleh Project Multatuli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Project Multatuli secara konsisten membingkai proyek pembangunan IKN sebagai isu yang sarat dengan ketimpangan lingkungan dan ketidakadilan sosial. Secara struktur sintaksis, Project Multatuli membangun narasi yang berpihak kepada masyarakat terdampak melalui headline provokatif, lead naratif, kalimat aktif, dan penutup emosional yang menekankan posisi warga sebagai korban sekaligus agen perlawanan. Pada struktur skrip, penyusunan kronologi konflik menonjolkan unsur what dan who, dengan fokus pada isu penggusuran, kriminalisasi, serta peran masyarakat lokal dan aparat negara. Secara tematik, kerusakan lingkungan sebagai tema utama pemberitaan pembangunan IKN, yang kemudian diperluas menjadi narasi sosial-ekologis melalui dampak terhadap ruang hidup, mata pencaharian, dan hak-hak masyarakat lokal. Terakhir, struktur retoris menunjukkan Project Multatuli membangun narasi perlawanan terhadap proyek IKN melalui penggunaan leksikon kritis, metafora, grafis, dan idiom yang memperdalam kesan ketimpangan dan penderitaan warga. Peneliti menyarankan agar Project Multatuli tetap mengedepankan keberimbangan informasi dengan melibatkan perspektif pemerintah untuk memperkuat kredibilitas jurnalisme advokasinya. Selain itu, serial #IbuKotaBaruUntukSiapa sebaiknya diproduksi secara berkala setiap tahun untuk menjaga kesinambungan narasi dan dokumentasi perkembangan isu.
Integrasi Qanun dan Kearifan Lokal dalam Perlindungan Gajah Sumatera: Studi Penanganan Interaksi Negatif “Abang Kul” di Kantong Gajah Liar Gayo Ghaitsa Al-Zahira Zulvita; Herlina Agustin; Gumgum Gumilar
Bina Hukum Lingkungan Vol. 10 No. 3 (2026): Bina Hukum Lingkungan, Volume 10, Nomor 3, Juni 2026
Publisher : Asosiasi Pembina Hukum Lingkungan Indonesia (PHLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24970/bhl.v10i3.548

Abstract

ABSTRAKIntensitas interaksi negatif gajah-manusia di Dataran Tinggi Gayo berakar pada persoalan struktural berupa hilangnya habitat dan fragmentasi koridor jelajah gajah akibat alih fungsi lahan hutan menjadi area perkebunan dan permukiman. Inefisiensi penegakan hukum dalam manajemen dampak ekologis ini memicu situasi kritis yang mengancam keselamatan manusia dan perlindungan satwa liar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterbatasan implementasi Qanun Nomor 11 Tahun 2019 dalam merespons dinamika interaksi negatif gajah-manusia. Jenis penelitian yang digunakan adalah kajian hukum empiris melalui pendekatan sosio-legal dengan metode kualitatif untuk mengonstruksi model integrasi kearifan lokal ke dalam kerangka hukum formal sebagai solusi atas diskoneksi antara hukum positif dan realitas sosiologis di tingkat tapak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Qanun Nomor 11 Tahun 2019 dalam penanganan interaksi negatif dinilai belum optimal sementara kearifan lokal Abang Kul sebagai pranata living law secara empiris memiliki efektivitas dalam langkah mitigasi interaksi negatif. Studi ini memberikan kontribusi pada diskursus pluralisme hukum lingkungan dengan menawarkan model koeksistensi adaptif sebagai solusi atas keterbatasan hukum positif.Kata kunci: abang kul; budaya gayo; gajah sumatera; interaksi negatif gajah-manusia; qanun. ABSTRACTNegative human-elephant interactions in the Gayo Highlands stem from structural issues such as habitat degradation and the fragmentation of elephant movement corridors resulting from the conversion of forests into plantation and settlement areas. The ineffectiveness of the regulatory framework in mitigating these ecological impacts has triggered a critical situation that threatens human safety and wildlife conservation. This study aims to analyze the limitations of the implementation of Qanun No. 11 of 2019 in addressing the dynamics of negative elephant-human interactions through a socio-legal approach using qualitative methods to construct a model for integrating local wisdom into the formal legal framework as a solution to the disconnect between positive law and sociological realities at the grassroots level. The research results indicate that the approach of Qanun No. 11 of 2019 in addressing negative interactions is considered suboptimal, while the local wisdom of Abang Kul, as a living law institution, has been empirically shown to be effective in mitigating negative interactions. This study contributes to the discourse on environmental legal pluralism by offering a model of adaptive coexistence as a solution to the limitations of positive law.Keywords: abang kul; gayo culture; sumatran elephant; negative human-elephant interactions; qanun.