Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Media Sosial dan Perubahan Budaya Lokal: Tinjauan Sistematis atas Dampak Facebook Ayu Nurhidayat Rusli; Syamsuddin Aziz; Muh Akbar
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v8i3.25143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun tinjauan literatur sistematis mengenai pengaruh media sosial Facebook terhadap nilai budaya masyarakat lokal, dengan fokus pada tren, kesenjangan, dan arah masa depan penelitian. Facebook, sebagai platform media sosial global, telah menjadi ruang publik digital yang memungkinkan pertukaran dan transformasi nilai budaya secara lintas batas. Namun, pengaruhnya terhadap nilai-nilai lokal masih menunjukkan dinamika yang kompleks dan beragam, tergantung pada konteks sosial dan budaya pengguna. Penelitian ini menggunakan pendekatan sistematis berbasis kerangka PRISMA dengan mengkaji 30 artikel jurnal terindeks internasional dari tahun 2010 hingga 2023. Temuan menunjukkan bahwa Facebook dapat memperkuat, mentransformasi, maupun mengaburkan nilai budaya lokal melalui proses negosiasi digital yang dipengaruhi oleh faktor kolektivisme, privasi, kehormatan, ekspresi diri, dan afiliasi sosial. Studi ini juga menemukan kesenjangan dalam representasi populasi, keterbatasan metodologis, serta kurangnya pendekatan multidisipliner dalam kajian sebelumnya. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyediaan pemetaan tematik, identifikasi celah penelitian, serta usulan arah riset masa depan yang lebih inklusif dan kontekstual. Implikasi praktisnya menekankan pentingnya penguatan literasi digital berbasis budaya lokal serta perumusan kebijakan kebudayaan yang adaptif terhadap disrupsi teknologi.
Diagnosing Performance of Matrix Metalloproteinase-9 (MMP-9) and Alberta Stroke Program Early CT Score (ASPECTS) as The Clinical Degree Predictor of Ischemic Stroke: Which One is Better ? Ashaeryanto; Muhammad Akbar; Muhammad I. Basri; Gita V. Soraya; Ashari Bahar; Cahyono Kaelan
MEDULA: Jurnal Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo Vol. 11 No. 1 (2023): Akhir
Publisher : MEDULA: Jurnal Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Matrix metalloproteinase-9 (MMP-9) and Alberta Stroke Program Early CT Score (ASPECTS) are predictors of the ischemic stroke clinical degree. A marker with good performance is needed to estimate the clinical degree following an ischemic stroke attack. Puropose(s): Analyze the comparison of MMP-9 levels with ASPECTS as a predictor of the clinical degree of ischemic stroke. Methods: Analytical study with a prospective cohort design. This study sample consisted of middle cerebral artery ischemic stroke patients at RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo and Network Hospital with a total of 32 patients. The MMP-9 level was measured by using the ELISA method, while ASPECT was assessed based on the head CT scan. Clinical degree assessment according to the National Institute of Health Stroke Scale (NIHSS). Spearman and Receiver Operating Characteristic (ROC) tests were performed to determine sensitivity and specificity. Results: ASPECTS sensitivity and specificity values on NIHSS admission: 85.71% and 90.91%, NIHSS day 14: 70.37% and 100%. Sensitivity and specificity of MMP-9 on NIHSS admission: 72.73% and 76.19%, NIHSS day 14: 100% and 70.73%. Conclusion: ASPECTS has a stronger specificity level than MMP-9 as a predictor of the pure clinical degree of ischemic stroke, and MMP-9 has a stronger sensitivity value than ASPECTS as a predictor pure clinical degree day 14.
Peran Media Sosial Dalam Manajemen Krisis: Insiden Kekerasan Pada Hewan Di Plaza Indonesia Afika Nur; Muh Akbar; Darwis
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2024): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v4i2.1966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam manajemen krisis yang muncul akibat insiden kekerasan terhadap hewan di Plaza Indonesia pada tahun 2024. Insiden tersebut menjadi viral setelah rekaman video pemukulan anjing oleh seorang petugas keamanan tersebar luas di berbagai platform media sosial, memicu kemarahan publik dan seruan boikot terhadap Plaza Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memainkan peran penting dalam eskalasi dan penanganan krisis. Plaza Indonesia merespons dengan cepat melalui pernyataan publik, pemecatan petugas yang terlibat, yang semuanya disebarkan melalui media sosial untuk mengendalikan kerusakan reputasi. Studi ini juga mengungkapkan bahwa respons cepat dan transparan melalui media sosial mampu meredakan kemarahan publik dan membantu dalam pemulihan citra perusahaan.
Perjuangan Royalti Musisi Independen di Platform Spotify: Analisis Ekonomi Politik Distribusi Pendapatan di Indonesia Muhammad Sofyan Sani; Muh. Akbar; Alem Febri Sonni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme distribusi royalti serta relasi kekuasaan dalam industri musik digital di era streaming, khususnya pada platform Spotify di Indonesia. Perkembangan platform streaming telah mengubah sistem distribusi musik dari model kepemilikan menjadi berbasis akses, yang berdampak signifikan pada pola pendapatan musisi, terutama musisi independen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis dan perspektif ekonomi politik media untuk mengkaji struktur industri serta dinamika distribusi nilai dalam ekosistem musik digital. Data diperoleh melalui studi literatur dan analisis dokumen terkait sistem royalti, kebijakan platform, serta praktik industri yang berkembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme distribusi royalti yang digunakan bersifat pro-rata, yang berpotensi menciptakan ketimpangan pendapatan antara musisi independen dan aktor dominan dalam industri, termasuk platform digital dan label besar. Dalam sistem ini, pendapatan didistribusikan berdasarkan total jumlah streaming secara agregat, sehingga musisi dengan jumlah pendengar yang lebih kecil cenderung memperoleh bagian yang sangat terbatas. Selain itu, relasi kekuasaan dalam industri musik digital memperlihatkan dominasi platform dalam mengontrol distribusi konten, sistem algoritma, serta akses terhadap audiens. Ketimpangan ini semakin diperkuat oleh adanya asimetri informasi dan rendahnya transparansi dalam perhitungan royalti. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketimpangan distribusi pendapatan tidak hanya disebabkan oleh mekanisme teknis, tetapi juga oleh struktur kekuasaan yang tidak seimbang dalam industri musik digital. Oleh karena itu, diperlukan reformulasi sistem distribusi royalti yang lebih adil, transparan, dan inklusif guna mendukung keberlanjutan ekonomi musisi independen di era digital
Content Marketing Analysis in Building Customer Engagement through Social Media Platforms ST. Namirah Nur Rahma; Arianto Arianto; Muh Akbar; Sitti Nurfaizah
Jurnal Administrasi Bisnis VOL 5, NO 2 (2026) May
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jab.v5i2.84601

Abstract

This study seeks to examine the function of content marketing in fostering consumer interaction via social media platforms, specifically Instagram, within service-oriented enterprises. The growing utilization of digital platforms has transformed marketing strategies from conventional methods to more interactive and content-centric communication, necessitating an understanding of how content affects audience engagement. This study employs a qualitative descriptive methodology. Data were gathered via the monitoring of social media material, comprehensive interviews with content managers and users, and documentation analysis. The data were examined utilizing an interactive model that encompassed data reduction, data visualization, and conclusion formulation to discern patterns in content strategy and audience engagement. The results demonstrate that content marketing significantly enhances client engagement. Diverse content kinds, such as promotional, educational, informational, and testimonial, yield varying effects on audience engagement. Visual and interactive content, enhanced by platform functionalities like tales, reels, and direct messaging, is particularly successful in augmenting engagement levels and reinforcing brand perception. This study indicates that consistency, inventiveness, and content relevance are critical characteristics affecting successful engagement techniques, despite constraints regarding scope and generalizability. This study's distinctiveness resides in its complete examination of content marketing techniques within a broader framework, delivering practical insights for organizations  
Konstruksi Identitas Budaya Kampus Mahasiswa Makassar oleh Kreator Konten Parodi Kanda karca di TikTok Mussyarifatul Aziizah Ode; Syamsuddin Aziz; Muh. Akbar
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.513

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi dan representasi identitas budaya kampus mahasiswa Makassar dalam konten parodi Kanda Karca di TikTok, serta memahami proses negosiasinya dengan algoritma dan audiens. Penelitian menggunakan metode kualitatif interpretatif dengan pendekatan analisis semiotika. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tiga informan utama dan analisis konten video serta respons audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas budaya dikonstruksi melalui observasi sosial, pengalaman empiris, dan strategi kreatif, kemudian direpresentasikan melalui nilai senioritas, simbol visual, bahasa dialek Makassar, serta praktik budaya kampus. Representasi tersebut bersifat ambivalen, menampilkan relasi kuasa sekaligus solidaritas. Selain itu, konstruksi identitas budaya tidak terlepas dari negosiasi dengan algoritma TikTok melalui strategi relatability, konsistensi produksi, dan adaptasi terhadap sensitivitas platform. Interaksi audiens melalui komentar juga berperan dalam memproduksi ulang makna budaya secara dinamis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konten parodi tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang konstruksi, reproduksi, dan negosiasi identitas budaya kampus dalam ekosistem media digital. Temuan ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian komunikasi budaya dan media digital, serta menjadi rujukan bagi kreator dalam memproduksi konten yang sensitif terhadap nilai budaya.