Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Sintesis Metil Ester Sulfonat Berbasis Minyak Biji Kelor (Moringa oliofera L.) Pada Variasi Waktu dan Suhu Sulfonasi Murniati; Handayani, Sri Seno; Suhendra, Dedy; Gunawan, Erin Ryantin; Ramdani, Nanila
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 12 No. 2 (2023): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v12i2.50380

Abstract

Penggunaan surfaktan sintetis berbasis petrokimia memiliki efek negatif pada kesehatan manusia dan lingkungan karena bersifat korosif dan beracun, menyebabkan pemanasan global, dan kelangkaan sumber daya fosil. Metil ester sulfonat (MES) merupakan salah satu jenis surfaktan anionik yang banyak diaplikasikan dalam berbagai industri. Bahan baku pembuatan surfaktan berasal dari minyak bumi yang tidak dapat diperbaharui dan tidak ramah lingkungan, sehingga diperlukan bahan baku alternatif lain yaitu dari minyak biji kelor. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis MES dari minyak biji kelor (Moringa oliofera L.) pada variasi suhu (70, 80, dan 90) 0C dan waktu reaksi (3, 4 dan 5) jam, serta mengkarakterisasi MES menggunakan spektrofotometer FTIR pada kondisi optimum. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MES dapat sintesis dari minyak biji kelor pada kondisi optimum suhu 80 0C dan waktu reaksi 4 jam. Produk MES berwarna putih kekuningan, pH 7 dan yield 66,72 %. Karakterisasi FTIR menunjukkan pita serapan S=O sulfonat yang menandakan terbentuknya produk MES.
EDUKASI ANTIOKSIDAN ALAMI DALAM MINYAK NABATI NON PANGAN DI KELOMPOK WANITA PKK DESA BAGIK POLAK LABUAPI LOMBOK BARAT Handayani, Sri Seno; Suhendra, Dedy; Gunawan, Erin Ryantin; Murniati, Murniati; Arlia, Erma
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5916

Abstract

Antioksidan merupakan zat kimia yang membantu menangkal radikal bebas. Antioksidan alami dalam ditemukan didalam tanaman tertentu dan telah terbukti melindungi sel manusia dari kerusakan oksidatif. Tanaman yang mengandung antioksidan alami dan belum termanfaatkan secara maksimal antara lain adalah kelor, nyamplung dan ketapang. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan memberikan edukasi kepada ibu-ibu PKK desa Bagik Polak Lombok Barat untuk meningkatkan pengetahuan akan bahaya antioksidan sintetik yang terkandung dalam berbagai sediaan kosmetik. Sumber antioksidan alami dapat diperoleh dari tanaman pangan non komersil. Salah satu tanaman yang dimanfaatkan aktivitasnya sebagai antioksidan yaitu tanaman kelor (Moringa oleifera Lam). Ekstrak daun kelor mempunyai aktivitas antioksidan karena mengandung senyawa flavonoid dan beta karoten. Sedangkan minyak biji kelor mengandung asam-asam lemak yang memiliki aktivitas antioksidan yang baik. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam beberapa tahap, yaitu: (1) Sosialisasi pengetahuan tentang antioksidan, sumber antioksidan dan bahaya dari antioksidan sintetik (2) Pelatihan pembuatan bahan pangan menggunakan sumber antioksidan alami (3) evaluasi hasil kegiatan pengabdian. Ibu-ibu kelompok Wanita PKK sangat antusias dan semangat selama mengikuti kegiatan pengabdian. Kegiatan ini telah memberikan tambahan pengetahuan tentang antioksidan alami dalam minyak nabati non pangan yang berasal dari tumbuhan dan tanaman yang tidak termanfaatkan dengan baik.
Optimization of Biodiesel Synthesis from Kapok Seed Oil (Ceiba pentandra) through Transesterification Reaction with a TiO2 Catalyst Rozitawati, Mona; Gunawan, Erin Ryantin; Suhendra, Dedy; Farida Ariani
Jurnal Pijar Mipa Vol. 20 No. 7 (2025)
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v20i7.10514

Abstract

Biodiesel represents a renewable, environmentally friendly, and locally producible alternative to conventional diesel fuel. This research synthesized biodiesel from kapok seed oil (Ceiba pentandra) via transesterification using a TiO₂ catalyst, with process parameters optimized to maximize yield. Kapok seed oil was extracted using Soxhlet extraction with n-hexane and purified by vacuum column chromatography. The transesterification process involved systematic variation of the oil-to-methanol molar ratio, catalyst mass, reaction temperature, and reaction time. Optimal conditions were established at a 1:10 molar ratio, 0.20 g of catalyst mass, a reaction temperature of 60 °C, and a reaction time of 90 minutes, resulting in a biodiesel yield of 71.58%. Characterization of the biodiesel revealed a density of 0.88 g/mL, viscosity of 3.10 cSt, acid value of 1.89 mg NaOH/g, and saponification value of 231.879 mg KOH/g. GC-MS analysis identified methyl palmitate, methyl linoleate, and methyl oleate as the principal methyl ester components, with methyl oleate as the predominant species. These findings demonstrate that biodiesel derived from kapok seed oil possesses properties suitable for use as an alternative fuel that meets established quality standards.
Students’ Knowledge Profile of Sasambo Medicinal Oil in the Phytochemistry Course Listantia, Nora; Jufri, A. Wahab; Gunawan, Erin Ryantin; Gunawan, Gunawan; Rokhmat, Joni; Sukarso, A. A.
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4b (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4b.10972

Abstract

Sasambo Medicinal Oil is a local wisdom–based product from West Nusa Tenggara (NTB) that utilizes medicinal plants such as lemongrass, ginger, turmeric, eucalyptus, and various other ethnopharmaceutical species. In the context of phytochemistry learning, the use of this oil serves as a relevant medium for connecting the concept of secondary metabolites with the practical application of natural-product utilization. This study aims to describe the knowledge profile of students regarding Sasambo medicinal oil as a cultural heritage product that possesses significant phytochemical potential and economic value, as well as its contribution to enhancing scientific literacy. Students’ understanding of the components, benefits, and preparation processes of this traditional medicinal oil is essential to develop within chemistry education based on local wisdom. The research employed a descriptive quantitative method using closed-ended questionnaires and interviews as instruments. The research subjects consisted of 52 students from the Chemistry Education Study Program at the University of Mataram. The findings show that 73% of students have general knowledge about Sasambo oil, yet only 38% understand its chemical composition and pharmacological mechanisms. Students’ conceptual and procedural knowledge falls within the moderate category (average score of 65.2%), while the applicative aspect remains low (54.1%). These results indicate the need to strengthen scientific literacy and integrate local wisdom into applied chemistry and phytochemistry learning, thereby improving students’ conceptual understanding and awareness of the scientific and sustainable utilization of natural resources.