Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Kembang Pori : Kenali Dan Kembangi Potensi Diri Dalam Mengelola Stress Afrieani Deasy; Aan Somana; Putri Tarisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja menjadi kelompok yang rentan mengalami perubahan emosional. Hal ini di karenakan pada masa remaja adalah masa dimana seseorang sedang berada pada fase mencari jati diri sehingga emosionalnya masih menjadi labil dan mekanisme koping untuk pengelolaan stresnya masih kurang. Pengeloaan stress yang tidak baik akaan menberikan dampak negative seperti menyakiti diri sendiri, penyalahgunaan obat-obat terlarang, bahkan bisa sampai bunuh diri. Sehingga pada masa remaja ini seorang remaja harus bisa menggali potensi-potensi yang dimilikinya untuk dapat menaggulain stress atau mekanisme koping yang baik. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja cara untuk mengelola stress dapat menggali potensi-potensi yang dimilikinya sehingga bisa menyalurkan stress yang dialaminya. Kegiatan ini diselenggarakan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Surya Global Cimahi kelas 12, pada tanggal 26 April 2024 dengan melibatkan 50 siswa sebagai responden. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dengan ceramah/pemberian informasi dan tanya jawab. Hasil yang didapatkan berdasarkan output diatas, diketahui bahwa nilai Asym. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Karena nilai 0,000 lebih kecil daripada 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa “H1 diterima” sehingga bisa disimpulkan bahwa perlakuan/pemberian materi yang diberikan efektif.
Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Dengan Infused Water” Di MAN Kota Cimahi Afrieani Deasy; Brifman Tampubolon; Delia Triantini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja menjadi kelompok yang rentan menghadapi beban ganda malnutrisi. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan penduduk usia 13-18 tahun memiliki masalah gizi pendek (52.6%), kurus (16.8%) dan kegemukan (29.5%). Pola makan dan kebiasaan olahraga remaja sebagai prediktor status gizi juga memprihatinkan. Sebanyak 97.5% remaja belum mencukupi asupan energi harian sesuai AKG dan 52.6% remaja memiliki kebiasaan olahraga rendah. Malnutrisi atau pola makan yang kekurangan satu atau lebih nutrisi dapat mengganggu produksi dan aktivitas sel kekebalan dan antibodi. Apabila sistem kekebalan tubuh menurun, maka kemampuan tubuh untuk melawan penyakit juga menurun. Akibatnya, remaja akan lebih mudah terserang atau tertular penyakit. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa tentang pentingnya memperkuat sistem kekebalan tubuh, serta memperkenalkan produk- produk yang dapat membantu mencapai tujuan tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan di MAN Kota Cimahi pada tanggal 31 Mei 2024 yang melibatkan 109 peserta. Metode yang dilakukan adalah ceramah dan tanya jawab. Hasil yang di dapatkan hasil 109 yang menjawab kuisioner, terdapat 107 siswa menjawab dengan skor TIDAK < 6 dan 2 siswa yang menjawab dengan skor YA. Hal ini menandakan bahwa dari 109 siswa di MAN Kota CImahi terdapat 2 siswa yang beresiko memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. Didapatkan rata rata nilai siswa dalam pemahaman materi meningkatkan sistem kekebalan tubuh adalah 45/100 yang menandakan rata rata siswa MAN Kota Cimahi termasuk golongan cukup paham. Didapatkan rata rata nilai siswa dalam pemahaman materi meningkatkan sistem kekebalan tubuh adalah 73/100 yang menandakan rata rata siswa MAN Kota Cimahi termasuk golongan paham
Membangun Kesadaran Nilai-Nilai Religius Dalam Meningkatkan Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Afrieani Deasy; Wulan Novika Ambarsari; Alfina Febrianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan peralihan masa kanak-kanak menjadi dewasa yang melibatkan perubahan berbagai aspek seperti biologis, psikologis, dan social-budaya. Menurut WHO remaja adalah perkembangan dari saat timbulnya tanda sekunder hingga tercapainya maturase seksual dan reproduksi, suatu proses sosioeonomi menjadi mandiri. Secara biologis, saat seseorang anak mengalami pubertas dianggap sebagai indikator awal masa remaja. Kesehatan reproduksi hal yang sangat penting untuk pria maupun wanita. Kesehatan reproduksi didefenisikan sebagai suatu kesejahteraan fisik, mental dan sosial secara utuh tidak bebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi, fungsi dan prosesnya. Banyak masalah akan timbul akibat mengabaikan kesehatan reproduksi, masalah-masalah yang timbul akibat kurangnya pengetahuan terhadap keesehatan reproduksi yaitu kehamilan yang tidak diinginkan (KTD), aborsi, perkawinan dan pernikahan dini, IMS dan HIV/AIDS. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai Kesehatan Reproduksi. Kegiatan ini dilaksanakan di SMK PGRI 2 Cimahi pada 7 Juni 2024 yang melibatkan 69 responden. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dengan ceramah/pemberian informasi dan tanya jawab. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah remaja yang menjawab benar pada soal definisi kesehatan reproduksi pre test dan post test sebanyak 69 responden, pertanyaan fungsi testis yang benar 14 responden dan yg salah 55 responden, pertanyaan normalnya siklus menstruasi yang benar 60 responden dan yang salah 9 responden, pertanyaan IMS yang benar 19 responden dan yang salah 50 responden, pertanyaan tentang pengetahuan masalah reproduksi yang benar 69 responden, pertanyaan jenis resiko kesehatan reproduksi yang benar 69 responden. Dan pertanyaan tentang penyakit yang bisa menyerang sistem reproduksi yang menjawab benar 63 dan salah 6 responden
COMMUNITY SERVICE "RECHARGE YOUR ENERGY": UNPACK THE SECRET OF ANEMIA-FREE PRODUCTIVE LIFE WITH THE IMPLEMENTATION OF MUNG BEAN JUICE IN STUDENTS GRADE 12 SMAN 1 BATUJAJAR, BATUJAJAR DISTRICT, WEST BANDUNG REGENCY Deasy, Afrieani; Megasari, Mona; Atira, Atira; Supiyanto, Supiyanto; Irwani Pr, Nabila; Azharil, Firda; Ayu, Diah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 4 No 06 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v4i06.1887

Abstract

Adolescence is a crucial developmental stage characterized by rapid physical and mental changes that require proper nutrition and sufficient energy intake. At SMAN 1 Batujajar, a significant number of students show signs of anemia, indicating the need for targeted health education. This study evaluates the effectiveness of an anemia-prevention seminar titled “Recharge Your Energy: Unlocking the Secrets to a Productive, Anemia-Free Life” in enhancing students’ knowledge about the causes, symptoms, and prevention of anemia, including the benefits of consuming mung bean juice. Using a quantitative descriptive design, 91 participants completed pre-tests and post-tests, along with health checks such as blood pressure and conjunctiva examinations. Findings revealed that 62 students were clinically identified as anemic. Knowledge levels improved after the seminar, demonstrating increased understanding of iron intake, balanced nutrition, healthy lifestyle habits, and mung bean juice benefits. The program proved effective and is recommended for ongoing school-based health promotion.
Gambaran Personal Hygiene dan Kejadian Scabies Pada Santri Afrieani Deasy; Atira Atira; Santi Oktaviani
Health Idea Vol 2, No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi2305

Abstract

Prevalensi skabies di Indonesia berkisar antara 4,60% hingga 12,95% setiap tahunnya. Data Dinas Kesehatan Jawa Barat bahwa prevalensi penderita skabies pada tahun 2016 sebesar 16%, sedangkan prevalensi meningkat dari tahun ke tahun hingga pada tahun 2020 prevalensi penderita skabies menjadi 20,5% dari total penduduk di Jawa Barat. Namun penderita Skabies belum diketahui mengenai Personal Hygiene dan Kejadian Scabies Pada Santri Di Pondok Pesantren Darussalam Gunung Bentang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Personal Hygiene dan Kejadian Scabies Pada Santri Di Pondok Pesantren Darussalam Gunung Bentang. Metode penelitian ini menggunakan metode Survei Deskriptif. Jumlah sampel yang digunakan sebesar 52 responden. Hasil Penelitian didapatkan  personal hygiene kategori baik sebanyak 39 responden dan kejadian Scabies sebanyak 13 (25%) responden kategori buruk. Kata Kunci: Scabies, Santri, Pondok Pesantren
Pengaruh inhalasi sederhana menggunakan aroma terapi daun mint terhadap penurunan sesak nafas pada penderita tuberculosis di tatanan home care Deasy, Afrieani; Juni.A, Isvana Heti
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.2000

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) is a lung infection caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis and remains a major health problem worldwide, including in Indonesia. Shortness of breath is a common symptom in TB patients, especially in the advanced stages. Purpose: To determine the effect of simple inhalation using mint leaf aromatherapy on reducing respiratory rate in TB patients with shortness of breath in home care settings. Method: This study used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest. The sample consisted of 15 TB patients with shortness of breath at the Cibeureum Community Health Center who met the inclusion and exclusion criteria. Data collection was conducted by measuring respiratory rate before and after simple mint leaf inhalation for three consecutive days. Data analysis used a dependent sample t-test. Results: The average respiratory rate before the intervention was 24.87 breaths/minute and decreased to 22.73 breaths/minute after the intervention. A dependent sample t-test showed a significant difference (p=0.000) between the respiratory rates before and after the intervention. Conclusion: Simple inhalation using mint aromatherapy significantly reduced respiratory rates in TB patients with shortness of breath. This therapy is easy to perform and can be an alternative complementary therapy at home.   Keywords: Aromatherapy; Home Care; Inhalation; Mint; Shortness of Breath; Tuberculosis.   Pendahuluan: Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, dan masih menjadi masalah kesehatan utama di dunia, termasuk Indonesia. Sesak napas merupakan gejala umum pada penderita TBC, terutama pada stadium lanjut. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh inhalasi sederhana menggunakan aromaterapi daun mint terhadap penurunan frekuensi pernapasan pada penderita TBC dengan sesak napas di tatanan home care Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one-group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 15 penderita TBC dengan sesak napas di Puskesmas Cibeureum yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur frekuensi pernapasan sebelum dan sesudah diberikan inhalasi sederhana daun mint selama tiga hari berturut-turut. Analisis data menggunakan uji dependent sample t-test. Hasil: Rata-rata frekuensi pernapasan sebelum intervensi adalah 24.87 kali/menit dan menurun menjadi 22.73 kali/menit setelah intervensi. Uji dependent sample t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0.000) antara frekuensi pernapasan sebelum dan sesudah intervensi. Simpulan: Inhalasi sederhana menggunakan aromaterapi daun mint memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan frekuensi pernapasan pada penderita TBC dengan sesak napas. Terapi ini mudah dilakukan dan dapat menjadi alternatif terapi komplementer di rumah.   Kata Kunci: Aromaterapi; Daun Mint; Inhalasi; Perawatan Di Rumah; Sesak Nafas; Tuberculosis.
Effectiveness of Rheumatic Exercise in Reducing Joint Pain among the Elderly: A Quasi-experimental Approach Syahla Rahadatul Aisyi; Mochamad Ari Fardiansyah; Deasy Afrieani
Jurnal Keperawatan Olahraga Vol 1 No 01 (2025): Journal of Sports Nursing, Medical, And Health (JSNMH)
Publisher : PT Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/sportnursmedhealth.v1i01.287

Abstract

Introduction: Joint pain is a common complaint among the elderly, primarily due to degenerative changes in the musculoskeletal system. Non-pharmacological interventions, such as rheumatic exercise, have been shown to effectively reduce joint pain. Aims: This study aimed to assess the effect of rheumatic exercise on the joint pain scale among elderly residents at UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Lansia.Methods: A quasi-experimental design was employed using a two-group pre-test–post-test approach. The sample included 30 elderly individuals experiencing joint pain, divided into two groups: 15 participants in the intervention group (rheumatic exercise) and 15 in the control group (elderly exercise). Data were analyzed using paired t-tests and independent sample tests. Results: The average joint pain score in the intervention group decreased from 4.53 to 3.07, while in the control group, it decreased from 5.07 to 3.53. Statistical analysis revealed a significant reduction in joint pain within both groups (p < 0.05); however, no statistically significant difference was found between the two groups (p = 0.756). Conclusion: Both rheumatic and elderly exercise programs were effective in reducing joint pain among older adults. These findings support the implementation of regular exercise programs as non-pharmacological interventions in social care settings. Future research is encouraged to explore additional influencing variables, such as nutritional intake and emotional well-being
Effectiveness of Rheumatic Exercise in Reducing Joint Pain among the Elderly: A Quasi-experimental Approach Syahla Rahadatul Aisyi; Mochamad Ari Fardiansyah; Deasy Afrieani
Jurnal Keperawatan Olahraga Vol 1 No 01 (2025): Journal of Sports Nursing, Medical, And Health (JSNMH)
Publisher : PT Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/sportnursmedhealth.v1i01.287

Abstract

Introduction: Joint pain is a common complaint among the elderly, primarily due to degenerative changes in the musculoskeletal system. Non-pharmacological interventions, such as rheumatic exercise, have been shown to effectively reduce joint pain. Aims: This study aimed to assess the effect of rheumatic exercise on the joint pain scale among elderly residents at UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Lansia.Methods: A quasi-experimental design was employed using a two-group pre-test–post-test approach. The sample included 30 elderly individuals experiencing joint pain, divided into two groups: 15 participants in the intervention group (rheumatic exercise) and 15 in the control group (elderly exercise). Data were analyzed using paired t-tests and independent sample tests. Results: The average joint pain score in the intervention group decreased from 4.53 to 3.07, while in the control group, it decreased from 5.07 to 3.53. Statistical analysis revealed a significant reduction in joint pain within both groups (p < 0.05); however, no statistically significant difference was found between the two groups (p = 0.756). Conclusion: Both rheumatic and elderly exercise programs were effective in reducing joint pain among older adults. These findings support the implementation of regular exercise programs as non-pharmacological interventions in social care settings. Future research is encouraged to explore additional influencing variables, such as nutritional intake and emotional well-being
EDUKASI KESEHATAN MENTAL UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN SISWA SMA: STUDI PENYULUHAN “MENTAL HEALTH IS THE REAL GLOW UP” Bagja Angga Sukma; Afrieani Deasy; Emy Salmiyah; Mona Megasari; Risnawati Risnawati; Intan Nurjanah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v5i01.1915

Abstract

Mental health constitutes a crucial component of adolescent development; however, many students continue to demonstrate limited knowledge regarding the identification of stress, anxiety, and appropriate emotional management strategies. The educational program titled “Mental Health is The Real Glow Up” was held at SMAN 1 Cililin on October 13, 2025, with the objective of enhancing students’ comprehension and awareness of mental health. This study utilized a quantitative descriptive design with a pre-test and post-test approach. A total of 100 students participated in the activity. Evaluation findings revealed a notable improvement in students’ knowledge: prior to the intervention, most students fell into the moderate (47%) and poor (40%) knowledge categories, whereas following the intervention, the majority shifted to the good (47%) and moderate (53%) categories. The program demonstrated its effectiveness in increasing students’ mental health literacy and is recommended for adoption as a routine school initiative to further strengthen mental health awareness among adolescents.  
SEMINAR “BIJAK MENGATUR WAKTU DI ERA GADGET: REMAJA CERDAS BUKAN CANDU LAYAR DI SMA PASUNDAN 3 KOTA CIMAHI’ Meilati Suryani; Afrieani Deasy; Priesca Amanda; Muhamad Zakaria
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v5i01.2000

Abstract

Gadget use among teenagers is increasing along with the development of digital technology, but excessive use can have a negative impact on physical and mental health, as well as academic achievement. This research aims to evaluate the effectiveness of the seminar: Time Management in the gadget era: smart teens are not screen addicts at Pasundan 3 High School Cimahi City in improving students’ knowledge of the importance of time management in using gadgets,. The research design uses quantitative descriptive methods with pre-tests and post-tests on 44 students. Data collection is done through questionnaires. There was an increase in knowledge scores after the seminar, and participants showed a better understanding in understanding gadget usage management. This activity proves that structured and interactive education is effective in increasing adolescent awareness regarding the wise and balanced use of gadgets