Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENAMBAHAN VARIASI GEOMETRI STERN FLAP TERHADAP NILAI HAMBATAN PADA KAPAL PATROLI PERIKANAN Rosiana Dewi; Untung Budiarto; Ari Wibawa Budi Santosa; Eko Sasmito Hadi; Parlindungan Manik; Ocid Mursid
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol 22, No 1 (2021): September
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1092.812 KB) | DOI: 10.33556/jstm.v22i1.296

Abstract

Optimalisasi performa hidrodinamika kapal dengan mereduksi hambatan kapal patroli planing hull berkecepatan tinggi merupakan salah satu upaya pencegahan peningkatan khasus illegal fishing, dan instalasi stern flap merupakan upaya sederhana dalam mereduksi nilai hambatan. Menurut sejarah penelitian terdahulu, dibutuhkan studi lebih lanjut dalam pengeksplorasian ragam geometri stern flap. Pada penelitian ini dilakukan analisis pengaruh variasi geometri stern flap untuk mengetahui nilai hambatan dari kapal patroli perikanan dengan pendekatan numerikal CFD. Komputasi diselesaikan dengan persamaan Reynolds-Averaged Navier Stokes (RANS) serta teknik solusi Finite Volume Method (FVM) pada perairan tenang menggunakan model turbulensi k-ε dan model fisika fluida eulerian multiphase yaitu Volume of Fluid (VOF) yang terdiri dari fasa air dan fasa udara untuk merepresentasikan free surface. Meshing geometri menggunakan metode overset mesh dengan konsep donor-acceptor cells. Penelitian dilakukan pada 5 kondisi Froude number dan 9 buah model stern flap. Diperoleh pengurangan nilai hambatan total tertinggi yaitu -26,07% pada Fr 1,00, sedangkan penambahan nilai hambatan tertinggi yaitu 31,71% pada Fr 1,33. Terdapat 2 variasi bentuk stern flap yang mampu mereduksi nilai hambatan pada seluruh nilai Froude number.
Analisis Float Time menggunakan Ranked Positional Weight Method pada Penjadwalan Proyek Reparasi Kapal SPOB Khaira di Galangan Kapal Tegal Eka Mellyana Nur Anggraini; Imam Pujo Mulyatno; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 4 (2022): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pelaksanaan pekerjaan galangan seringkali terdapat kendala yang menyebabkan penyelesaian proyek tertunda, sehingga diperlukan alternatif untuk meminimalisir adanya keterlambatan proyek. Tujuan penelitian ini mendapatkan percepatan durasi dan biaya optimal dengan opsi alternatif penambahan jam kerja lembur dan penambahan tenaga kerja. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk merencanakan penjadwalan adalah Ranked Positional Weight Method (RPWM). RPWM digunakan untuk mendapatkan nilai line balancing proyek reparasi kapal SPOB Khaira dengan memperhitungkan besarnya nilai total float untuk menentukan pekerjaan kritis. Hasil perhitungan pada 13 aktivitas pekerjaan jalur kritis (total float bernilai 0) dengan RPWM menghasilkan nilai efisiensi lintasan 100%. Hasil analisa dengan alternatif penambahan jam kerja lembur selama 4 jam mengalami percepatan durasi 10,00% atau 3 hari lebih cepat dari total durasi normal 30 hari menjadi 27 hari dengan penambahan biaya 43,80% yaitu sebesar Rp. 6.360.000,00, sedangkan dengan alternatif penambahan tenaga kerja mengalami percepatan durasi 26,67% atau 8 hari lebih cepat dan penambahan biaya 11,59% yaitu sebesar Rp. 1.070.000,00 sehingga dapat disimpulkan penjadwalan dengan alternatif penambahan tenaga kerja lebih efektif dan optimal dibandingkan penambahan jam kerja kerja lembur.
Analisa Olah Gerak Ponton Prisma Segi Enam Dengan Penambahan Heaving Plate Berbentuk Hexagon Pada Gelombang Reguler Menggunakan Mikrokontroler berbasis Wireless Yohana Krisyanti Simanjuntak; Eko Sasmito Hadi, ST, MT; Ari Wibawa Budi Santosa ST, MSi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 1 (2023): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPonton merupakan salah satu struktur terapung yang bisa mengapung sendiri dan dapat menanggung beban berat dikarenakan ponton memiliki daya apung, sehingga ponton menjadi salah satu cara untuk mengatasi masalah kebutuhan listrik masyarakat dengan memanfaatkan energi dari gelombang air laut. Energi gelombang air laut akan dikonversikan menjadi energi listrik. Pengujian ini biasa dilakukan di laboratorium yang memanfaatkan model atau prototype sebagai sarana uji, salah satunya Laboratorium Hidrodinamika Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro. Penelitian ini akan menganalisa olah gerak ponton menggunakan variasi dari heaving plate, tinggi spar dan gelombang yang berbeda. Penambahan heaving plate ini diharapkan dapat menstabilkan perilaku olah gerak dari ponton dengan mengurangi efek gerak heaving.  Penelitian ini dilakukan dengan bentuk heaving plate hexagon dengan menggunakan alat Arduino untuk mikrokontroler, sensor MPU untuk mengetahui pitch dan roll, sensor HS-SR04 untuk mengukur tinggi gelombang dan heaving, load cell dan alat HX711 untuk mengetahui beban yang dihasilkan oleh heaving plate serta menggunakan XBee S2C sebagai komunikasi dari Arduino ke PC (wireless).  
Analisa Olah Gerak Ponton Dengan Penambahan Heaving Plate Berbentuk Segitiga Pada Gelombang Reguler Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamics (CFD) Arie Prasetyo; Eko Sasmito Hadi; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 1 (2023): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan teknologi bangunan apung salah satunya adalah menggunakan ponton. Ponton ini digunakan untuk mengonversi gelombang laut dan energi gelombang yang ditangkap tersebut dapat dikonversi menjadi energi lain, serta gerakan ponton juga menghasilkan nilai olah gerak tertentu. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan analisa pengaruh dari ditambahkannya heaving plate dengan struktur tiang penghubung yang disebut spar terhadap nilai olah gerak ponton. Penelitian ini dilakukan dengan metode simulasi pada software CFD berupa analisa olah gerak dengan variasi 4 ukuran heaving plate, 2 variasi gelombang, sarat (draft) ponton, serta 2 variasi ketinggian spar. Nilai olah gerak heaving paling besar terjadi pada ponton dengan variasi heaving plate 265 spar 67 pada gelombang 2 di sarat 50 mm, dengan nilai sebesar 11,688 mm/mm. Nilai  pitching terbesar terjadi pada ponton dengan variasi heaving plate 265 spar 67 pada gelombang 2 di sarat 50 mm, dengan nilai sebesar 7,79o/mm. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa penambahan heaving plate dan spar yang dipengaruhi oleh sarat ponton, gelombang, serta ketinggian spar akan memperbesar nilai respons olah gerak pada gerakan heaving dan pitching.
Analisa Olah Gerak Ponton Dengan Penambahan Heaving Plate Berbentuk Segi Enam Pada Gelombang Reguler Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamics (CFD) Toha Frans Soaloon Siregar; Eko Sasmito Hadi; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 1 (2023): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ponton merupakan salah satu teknologi yang digunakan sebagai alat untuk mengkonversi gelombang. Energi kinetik dari gelombang laut yang ditangkap kemudian dapat dikonversi menjadi energi listrik. Gerakan ponton juga menghasilkan nilai olah gerak heaving dan pitching. Tujuan daripada penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh dari penggunaan heaving plate yang dipasang pada ponton terhadap nilai olah gerak ponton. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah simulasi pada software CFD berupa analisa olah gerak (Seakeeping) dengan variasi ukuran heaving plate, gelombang, sarat ponton, dan ketinggian spar. Nilai olah gerak heaving terbesar terjadi pada ponton dengan variasi HP 3 dengan spar 67 pada gelombang 2 di sarat 0,5H, dengan nilai sebesar 10,8 mm/mm. Nilai olah gerak pitching terbesar terjadi pada ponton dengan variasi HP 3 dengan spar 67 pada gelombang 2 di sarat 0,5H, dengan nilai sebesar 6,04o/mm. Melalui hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan heaving plate dan spar yang dipengaruhi oleh sarat ponton, gelombang, serta ketinggian spar akan memperbesar nilai respons olah gerak pada gerakan heaving dan pitching.
Studi Perancangan Fisheries Patrol Vessel Tipe Lambung SWATH ( Small Waterplane Area Twin Hull) untuk Pengawasan Perikanan Daerah Perairan Selat Malaka Chrismianto, Deddy; Tindaon, Aldy Sabat; Hadi, Eko Sasmito
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 17, No 1 (2022): Volume 17, Nomor 1, April 2022
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v17i1.3023

Abstract

Kapal pengawas perikanan memiliki jumlah armada yang kurang dalam melakukan tugasnya untuk keberlangsungan kedaulatan wilayah perairan Indonesia yang aman dari para pelaku Illegal fishing. Penggunaan tipe lambung Small Waterplane Area Twin Hull (SWATH) dipilih karena tipe kapal ini memiliki luasan bidang garis air yang minimum sehingga memiliki tahanan kapal yang rendah dan memaksimalkan stabilitas kapal dengan kecepatan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kapal pengawas perikanan dengan tipe lambung SWATH. Metode perancangan yang digunakan adalah menggunakan kapal pembanding  dan melakukan analisa performa kapal dari segi hambatan kapal, serta analisis pengaruh variasi komponen lambung SWATH terhadap nilai hambatan. Hasil desain kapal pengawas perikanan didapatkan ukuran utama kapal dan dimensi lambung SWATH yaitu  LOA 33,6 m, LPP  26 m, lebar 7,4 m, sarat 2 m, tinggi 7 m, panjang gondola 29,7 m, jarak antar gondola 5,4 m, panjang nose 3 m, tinggi nose 1,1 m dan kecepatan 24 knot. Penerapan lambung SWATH dapat mengurangi nilai hambatan kapal sebesar 17,34%. Untuk analisa olahgerak kapal dan stabilitas kapal didapatkan bahwa kapal SWATH memiliki hasil yang baik dan memenuhi kriteria yang di persyaratkan.
Analisis Frekuensi Tubrukan Kapal Menggunakan Causation Probability Berdasarkan Metode Bayensian Network : Studi Kasus Alur Pelayaran Barat Surabaya Maharani, Heslina Fifani; Yudo, Hartono; Hadi, Eko Sasmito
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tubrukan kapal mejadi salah satu kecelakaan yang memiliki nilai presentasi terbesar. Menurut laporan investigasi KNKT dan laporan hasil sidang putusan mahkamah pelayaran, kecelakaan tubrukan kapal menjadi salah satu ancaman yang serius baik untuk dua kapal atau lebih yang terlibat. Hal itu akan menimbulkan kerugian ada nya korban jiwa dan kerugian material. Penelitian ini melakukan pemodelan bertujuan mengetahui faktor penyebab yang berkontribusi besar pada probabilitas tubrukan kapal, mengetahui nilai causation probability di tiga tipe tubrukan kapal diperairan Indonesia, dimana causation probability didefinisikan sebagai probabilitas terjadinya kegagalan untuk menghindar ketika kapal berada dijalur tubrukan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan ialah metode bayensian network untuk pemodelan nya. Hasil yang didapat yaitu probabilitas kapal mengalami tubrukan adalah  64%. Nilai causation probability tipe tubrukan kapal Head-on yaitu 5,69 x10⁻⁵, Tubrukan kapal Crossing yaitu 4,23 x10⁻⁵, dan Tubrukan Kapal Overtaking yaitu 0,96  x10⁻⁵. Nilai causation probability tersebut diaplikasikan ke dalam frekuensi tubrukan kapal di alur pelayaran barat surabaya menghasilkan frekuensi tubrukan kapal berturut turut. Head-on sebesar 0,17, crossing  sebesar 0,00009  dan overtaking sebesar 0,008. Berdasarkan pemodelan bayensian network yang telah dibuat, didapatkan node factor yang memiliki pengaruh besar yaitu “Technical Failure”, “ Crew Competence”, dan “Preventive Timing”.
Analysis of empirical method for predicting maneuverability of ultra-large container ship using Maneuvering Modelling Group (MMG) model Zeinurrohman, Rangga; Trimulyono, Andi; Wicaksono, Ardhana; Hadi, Eko Sasmito; Samuel, Samuel; Hakim, Muhammad Luqman; Purwanto, Dedi Budi
SINERGI Vol 28, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/sinergi.2024.2.016

Abstract

International Maritime Organization (IMO) provided manoeuvrability standards for all ships above 100 m to ensure the ship's safety and surroundings. In the preliminary design stage, one way to ensure a ship's manoeuvrability under IMO standards is to use empirical methods that are cheaper and less time-consuming than model tests. Empirical methods used analysis regression to develop their formula from the model test result database, and their formula depends on ship hull parameters and dimension ratios such as , , , and . However, the database of the existing empirical formulas is limited to small-medium merchant ships and fishing vessels, as consequences for larger ships are inaccurate and have a significant error in predicting ship manoeuvres. This study modified the existing empirical formulas by adding specified ship data into the existing database and analyzing the accuracy of predicting ship manoeuvres using the Maneuvering Modelling Group (MMG) model. We verify by adding the selected ship data into the existing database, which shows improvement in predicting ship manoeuvres. The modified formulas show improvement by only giving 5% RMSE of tactical diameter and 3% RMSE of ship advance in turning manoeuvre, and this is a 78% overall improvement in predicting the turning motion of ultra-large container ships compared to previous formulas. The quantitative and qualitative produce better estimation result that indicates the right track to derive the empirical formulas for Ultra-Large Container ships.
PENANAMAN BIBIT MANGROVE DI PESISIR PANTAI BATANG GUNA PENANGGULANGAN ABRASI Santosa, Ari Wibawa Budi; Amiruddin, Wilma; Chrismianto, Deddy; Zakki, Ahmad Fauzan; Trimulyono, Andi; Budiarto, Untung; Hadi, Eko Sasmito; Iqbal, Muhammad
Jurnal Pasopati Vol 6, No 2 (2024): Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2024.25171

Abstract

Kabupaten Batang merupakan salah satu kabupaten yang berada di pesisir pantai dari Laut Jawa. Letaknya di pesisir sehingga Kabupaten Batang juga terkena dampak dari abrasi pantai. Abrasi pantai merupakan pengikisan yang disebabkan oleh air lau dan apabila tidak segera ditanggulangi akan menghabiskan wilayah daratan. Oleh sebab itu perlu dilakukannya penanggulangan dengan penanaman bibit mangrove. Tujuan dari adanya penanaman mangrove adalah sebagai upaya penanggulangan terjadinya abrasi pantai. Penanaman 1000 Bibit Mangrove dilakukan di Perairan pesisir Desa Sekarsari, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang. Penanaman dilakukan pada Hari Jumat, 14 Juli 2017 oleh Tim KKN PPM Temati Kec. Batang, SIBAT, dan perwakilan dari PMI daerah setempat. Metode yang dilakukan adalah dengan menanam bibit langsung ke dalam perairan kemudian menempelkan dengan ajir (bambu penyangga tanaman bibit mangrove baru tanam). Hasilnya adalah dengan ditanamnya bibit mangrove telah dilakukan satu upaya pencegahan terhadap abrasi pantai.Kata kunci : Abrasi pantai, Bibit mangrove, Kabupaten Batang
Analisis Kinerja dan Utilitas Fasilitas Bongkar Muat Kapal Peti Kemas di Terminal Petikemas Surabaya Pelabuhan Tanjung Perak Manik, Parlindungan; Wiranda, Ariiq Daffa; Mulyatno, Imam Pujo; Santosa, Ari Wibawa Budi; Hadi, Eko Sasmito; Mursid, Ocid
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 1 (2023): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v35i1.1879

Abstract

Dwelling time atau dikenal dengan waktu tunggu bongkar muat masih menjadi persoalan bagi beberapa pelabuhan di Indonesia. Dwelling time dapat disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya occupancy ratio dermaga dan utilitas fasilitas pelabuhan yang tinggi. Kelebihan kinerja pada alat yang ditunjukkan dengan tingginya nilai utilitas pada peralatan bongkar muat dapat menyebabkan kerusakan yang lebih dini pada peralatan dan meningkatnya dwelling time. Pada penelitian ini akan dilakukan kajian utilitas peralatan terminal Petikemas Surabaya dan pengaruhnya terhadap dwelling time dengan proyeksi pertumbuhan arus peti kemas 5 tahun mendatang. Prediksi arus peti kemas 5 tahun mendatang akan berada di atas 1,6 juta TEUs. Rata-rata waktu pelayanan oleh Container Crane adalah 2,64 menit dengan membongkar 23 box/jam, Rubber Tyred Gantry Crane 4,00 menit dengan membongkar 15 box/jam, Head Truck 16,68 menit dengan mengirim 4 box/jam, dan 58,85 jam untuk sebuah peti kemas mendiami lapangan penumpukan. Berdasarkan perdiksi arus peti kemas 5 tahun ke depan didapatkan juga bahwa akan terjadi over load penanganan peti kemas. Oleh sebab itu, diperlukan adanya penambahan fasilitas bongkar muat, yaitu 2 Container Crane dan 15 Head Truck. Berth Occupancy Ratio memiliki nilai 37,85% untuk dermaga internasional dan 45,44% untuk dermaga domestik. Didapatkan bahwa Box Ship per Hour adalah sebanyak 16 box/jam dan Box Crane per Hour adalah sebanyak 26 box/jam. Berth Throughput di Terminal Petikemas memiliki nilai 2 box/m untuk dermaga domestik dan internasional. Container Yard Occupancy Ratio ekspor berada di angka 23,91%, sementara Container Yard Occupancy Ratio impor berada di angka 55,12%. Dwelling Time untuk tahun 2015 – 2020 berada pada rata-rata 3.63 hari dengan Dwelling Time minimum 2.87 hari dan Dwelling Time maksimum 4.28 hari. Nilai dwelling time di Terminal Petikemas Surabaya masih memenuhi waktu kriteria. 
Co-Authors A.F. Zakki Abi Dimas Alfian, Abi Dimas Abner Herdian Permana Putra Achmad Kurniawan Adhi Paska, Adhi Aep Supirman Afdi Supriyonggo Nugroho Agus Setyawan Ahmad Azhar Ginting Ahmad Fauzan Zakki Ajib Wahab Purwanto Akhiruddin Akhiruddin Al Fahsan Al Fahsan Aldias Bahatmaka Alexius Bayu Setyoko Alif Fadhilah Amaytana Cindy Armela Andhi Kusuma Andhyka Cakrabuana Adhitama Andi Trimulyono Anugrah Firnandito Ari Wibawa Ari Wibawa B.S Ari Wibawa B.S Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa ST, MSi Arie Prasetyo Ario Nugroho Prihutomo Ario Restu Sratudaku Aulia Ramadhan Kopayona Azhabul Hayatul Fajar Azniatu Fihliya Berlian Arswendo Adietya Berlian Arswendo Adietya Brata Wahyu Setya Budi Brian Haksa Nova Burhannudin Senoaji Buyung Vidiarto Caesar, Agung Al Citra Robiatul Adawiyah Deddy Chrismianto Deddy Chrismianto Dedi Budi Purwanto Desto Pradika Putra Dicky Darmawan Dimas Maulana Agung Pambudi Dito Adi Prassyeta Dwi Satria Fajar Efriananda Sabta Rizki Eka Heriyanty Eka Mellyana Nur Anggraini Elvira Dwi Gustiarini Fachry Ramadhan Fajrul Falah Rosid Firdaus S.P Frans Simanjuntak Ganang Adi Baskoro Ginanjar Baskoro Aji Giri Aditya Chandra J Good Rindo Hartono Yudo Hartono Yudo Haryadi, Ricky Tri Hendri Firman Hibob Faiz Firdaus Ibnu Fauzi Kenedy Ichsan Aditio Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Indradi Setiyanto Irvan Putera Samudera Jefri Harumbinang Joko Subekti Josua Siagian Juwanto Juwanto K Kiryanto K. Kiryanto Karnoto . Khoirul Anam Khoirul Ramadhan Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Lily Muzdalifah Luthfi Maslul Muttaqim M. Aji Luhur P M. Iqbal Maharani, Heslina Fifani Malau, Karno R Mita Ardiana, Mita Moh Nurdin Septiantono R Mohammad Nasikin Muhamad Zulkifli Muhammad Abdul Aziz Mufti Muhammad Ansori Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Luqman Hakim Muhammad Raditya Daniswara Muhammad Rayandra Lubis Muhammad Rynaldi Muhammad Sidiq Mulyatno, Imam Pudjo Natanael Martian Dwi Sunarto Natanael Martian Dwi Sunarto Niko Aditya Kriswan Nizar, Vania Early Noprian Christy S Nugraha, Sandy Nurhali Nurhali Ocid Mursid Ojo Kurdi P. Boby Janurianto Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Permana, Mohamad Fiqri Purnawan Adi Wicaksono Rachmat Assidiq Rais Yudanto Renggita Aan Rachmadani Restu Kuasa Reza Andrian Saputro Ridwan Rasoki Harahap Rifandi Aditya Ririh Sustiko Asih Rizka Azhari Yulistiawan Faruq Robby Munardi Roby Widiyanto Rolan Haris Ben Imanuel Purba, Rolan Haris Ben Imanuel Rosiana Dewi Saeful Huda Mursito Samuel Samuel Samuel Samuel Sarjito Jokosisworo Septaji Indrasahputra Siahaan, Batara Srijaya Ratu Solikhin Solikhin Tindaon, Aldy Sabat Tobing, Christabel Giovanny Toha Frans Soaloon Siregar Untung Budiarto Vina Widya Lestari Vita Agnindiyasari Wahif Indramana Wahyu Nugroho Mustikojati, Wahyu Nugroho Wasisto Haribowo, Wasisto Wicaksono, Ardhana Widyanto Widyanto Willma Amiruddin Wilma A Wilma A Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Wiwit Wirawan Yohana Krisyanti Simanjuntak Zeinurrohman, Rangga Zippo Benediktus Sijabat