Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengaruh Variasi Sudut Kampuh Single V dan Variasi Posisi Las dengan Sambungan MIG pada Aluminium 6061 terhadap Kekuatan Impak sebagai Material Kapal Muhammad Abdul Aziz Mufti; Untung Budiarto; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa partisi dek kapal seperti pintu dan jendela kapal menggunakan material  aluminium karena karakteristik material yang ulet dan mudah dibentuk. Beberapa metode pengelasan seperti pengelasan MIG dengan variasi posisi pengelasan disesuaikan dengan keadaan lapangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai impak dari material aluminium 6061 dan membandingkan dengan rules ataupun aturan yang ditentukan. Pengelasan dengan metode MIG dilakukan untuk menyambung material tersebut dengan variasi posisi 1G dan 2G serta membuat variasi sudut kampuh 40,60, dan 80. Selanjutnya spesimen dengan perlakuan las dan raw material diuji dengan standar pengujian impak ASTM E23. Dari penelitian ini di dapatkan hasil bahwa aluminium 6061 sambungan las MIG posisi pengelasan 1G masing masing pada sudut 40 memiliki rata-rata kekuatan impak sebesar 0.1179 J/mm2, sudut 60 memiliki rata-rata kekuatan impak sebesar 0.1069 J/mm2, sudut 80 memiliki rata-rata kekuatan impak sebesar 0.083 J/mm2. Lalu pada posisi pengelasan 2G masing-masing pada sudut 40 memiliki rata-rata kekuatan impak sebesar 0.0936 J/mm2, sudut 60 memiliki rata-rata kekuatan impak sebesar 0.0752 J/mm2, sudut 80 memiliki rata-rata kekuatan impak sebesar 0.0561 J/mm2. serta raw material yang memiliki rata rata nilai 0.4278 J/mm2. Berdasarkan hasil tersebut, tidak didapati bahwa nilai impak diatas melewati atau sesuai dengan rules yang ditentukan
ANALISIS OPTIMASI KEBUTUHAN DAYA LISTRIK PADA KAPAL PENUMPANG RO-RO KM. EGON DENGAN METODE DYNAMIC PROGRAMMING Alexius Bayu Setyoko; Eko Sasmito Hadi; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 1, No 2 (2013): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KM. Egon is a passenger ship which is of the same type of Ro-Ro owned by PT. Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI). This ship has two diesel generators and shaft generators. To produce enough power needed by the load, the four generators in KM. Egon should be able to operate efficiently. However, the arrangement of the load was less efficient so the use of fuel was wasteful. In this study, the researcher did several steps. First, calculating the capacity of the equipments was by counting the load factor value of the equipments. Second, finding out the number of the load in every operational condition of the ship, at port, maneuver, and shipping out. Third, finding out the load factor of the generator of the variation of the generator which was used with used the simulation of the dynamic programming method in order to get load which used the fuel efficiently. The calculation result of the number of the load in every condition for in port was 219.84 kW, then maneuver was 1014.37 kW, and shipping out was 419.55 kW. The dynamic programming method which was applied for KM. Egon ship in the simulation from Semarang to Kumai then  went back to Semarang. The efficient fuel consumption was in port or anchoring 41.43 liter/hour. It used diesel generator 1 or diesel generator 2. Then maneuver and shipping out was 27.90 liter/hour by operating one diesel generator and one shaft generator. Therefore, the total use of  fuel of auxiliary engine  in the simulation was 2622.42 liter.
Analisis Perbedaan Performa Pada Kapal Ikan Dengan Mengubah Bentuk Monohull Menjadi Katamaran M. Aji Luhur P; Wilma Amiruddin; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.927 KB)

Abstract

Salah satu bentuk upaya efisiensi pengunaan kapal ikan adalah memperbaiki performanya. Perubahan performa dapat dibuktikan dengan mengubah bentuk lambung dari monohull menjadi bentuk katamaran. Performa yang timbul akibat perubahan tersebut dapat diperoleh melalui proses analisa teori bangun kapal dengan bantuan software yang terintegrasi.  Hasil analisa menunjukkan terdapat perbedaan signifikan, dimana hasil analisa stabilitas yang memiliki stabilitas paling baik adalah katamaran dengan S/L 0,35 dengan GZ dalam kondisi kosong yaitu 1,682 m , setengah penuh 1,803 m dan penuh 1,748 m. Dari hasil analisa hambatan total diketahui bahwa katamaran dengan S/L 0,33 memiliki hambatan yang paling minimum dengan Rt sebesar 0,013736 untuk fn 0,11 ; 0,041201 untuk fn 0,21 ; dan 0,080897 untuk fn 0,31 jika dibandingkan dengan katamaran 0,34; 0,35 dan monohull.
STUDI PERANCANGAN SEMI-SUBMERSIBLE CATAMARAN SEBAGAI KAPAL PARIWISATA DI KABUPATEN RAJA AMPAT Dwi Satria Fajar; Deddy Chrismianto; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 1 (2014): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.715 KB)

Abstract

Kabupaten Raja Ampat merupakan sebuah kabupaten yang memiliki potensi pariwisata yang sangat besar khususnya potensi pariwisata bawah laut. Oleh karena itu, transportasi kapal yang dimanfaatkan sebagai alat transportasi utamanya. Masih sedikit kapal pariwisata di Kabupaten Raja Ampat yang dapat digunakan untuk menikmati keindahan bawah laut untuk para wisatawan yang tidak memiliki izin untuk menyelam. Maka sebuah kapal Semi-Submersible mungkin dapat membantu para wisatawan untuk dapat menikmati keindahan bawah laut tanpa harus memiliki izin menyelam.Penelitian ini dilakukan dengan melakukan beberapa langkah dari desain, yang merupakan perhitungan dimensi utama kapal, membuat rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik kapal, analisis stabilitas, dan olah gerak kapal. Perencanaan lambung yang dipilih adalah jenis Catamaran (Twin Hull). Sistem pelayaran kapal memiliki 2 (dua) mode pelayaran yaitu, Catamaran Mode dan Submerge Mode. Semi-Submersible Catamaran merupakan perpaduan antara sub marine, yacht, dan home a float. Dengan menggunakan metode perancangan perbandingan optimasi dari kapal pembanding, didapatkan ukuran utama kapal yaitu Loa= 27,60 m, Lwl = 24,40 B = 9,80 m, H = 3,55 m, T = 1,50 m, Displacement = 79,00 ton LWT = 51,50 ton, DWT = 27,50 ton, Vdinas = 30 knot, Vmax = 35 knot, Vsub = 10 knot. Dan untuk hasil perhitungan hidrostatik, kapal memiliki coeffisien block (Cb) = 0,526 coeffisien midship (Cm) = 0,625 coeffisien water plan (Cwl) = 0,912 coeffisien prismatic (Cp) = 0,842 dan letak LCB = 10,73 m atau -3,07 m (dari midship). Nilai resistance yang dialami kapal sebesar 86,99 kN dan power sebesar 1648,71 kW. Nilai GZ terbesar pada Catamaran mode terjadi pada kondisi 6 sebesar 2,48 m dengan nilai GM terbesar pada kondisi 5 sebesar 12,51 m, sedangkan pada saat Submerge mode terjadi pada kondisi 4 sebesar 2,58 m dengan nilai GM terbesar pada kondisi 4 sebesar 7,27 m. 
Analisa Sailing Performance Pada Kapal Pariwisata “KLM. Lestari Budaya” Rifandi Aditya; Eko Sasmito Hadi; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan yang dimana memiliki sekitar 17000 lebih pulau dan 2/3 wilayahnya adalah perairan. Dalam pengimplementasian konsep tol laut tidak lepas peranan penting dari kapal pelayaran rakyat. Kapal pelra sendiri memiliki peranan penting untuk menghubungkan  pulau-pulau kecil yang jalur perairannya tidak dapat di lalui kapal perintis. Namun pada kenyataannya saat ini penggunaan kapal pelayaran rakyat sangat jarang untuk di wilayah yang sudah di lewati kapal perintis/kapal besar sehingga banyak kapal pelra yang menjadi menganggur. Untuk mengurangi jumlah kapal pelra yang hanya sandar, munculah sebuah ide gagasan bahwasannya kapal kapal pelra ini di konversi untuk menjadi sebuah kapal pariwisata. Pembuatan model 3d berdasarkan data yang di dapat menggunakan software design 3d. model lambung kapal di analisa dalam 3 variasi yaitu keadaan normal, di tambah lunas 2 m, dan di tambah lunas 5 m serta diberi tambahan tiang pada masing masing model untuk di analisa stabilitasnya. Analisa stabilitas menggunakan software perkapalan. Analisa hambatan kapal menggunakan software perkapalan dalam efisiensi 100% dan 60%. Perancangan layar menggunakan software perkapalan dan menggunakan variasi sudut datang angin sebesar 350, 450, 500, 600, 750, 800, 900, 1000, dan 1800. Serta menggunakan variasi velocity true wind dengan nilai 6, 8, 10, 12, 14, 16, dan 20 knots. Kecepatan yang di hasil oleh layar dengan kecepatan angin 20 knot pada sudut datang 75 derajat adalah 8,61 knot sedangkan pada model kapal dengan keel 2 dan 5 meter turun menjadi 8,3 knot dan 7,8 knot pada sudut datang dan kecepatan angin yang sama. Dengan kecepatan yang dihasilkan oleh layar sebesar itu maka mampu mengurangi tenaga pengoperasian mesin kapal kesebasar 85% untuk menggerakan kapal.
Pengukuran Olah Gerak Ponton Dengan Penambahan Heaving Plate Segitiga Pada Gelombang Reguler Menggunakan Mikrokontroler Berbasis Wireless Aep Supirman; Eko Sasmito Hadi; Ari Wibawa B.S
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 1 (2020): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.971 KB)

Abstract

Heaving  plate adalah pelat horizontal yang terpasang di bagian bawah bangunan apung. Pelat tersebut memberikan tambahan massa yang dapat meningkatkan periode heaving natural dari bangunan apung dan menggerakkannya keluar rentang frekuensi gelombang. Tongkang adalah suatu jenis kapal yang dengan lambung datar atau suatu kotak besar yang mengapung. Seakeeping adalah gerakan kapal yang dipengaruhi oleh gaya-gaya luar yang disebabkan oleh kondisi air laut. Seakeeping dibedakan menjadi 3 yaitu Heaving, Pitching, Rolling. dalam penelitian ini akan dibuat 5 model heaving plate segitiga dengan variasi spar, muatan dan gelombang. Kemudian diukur dari setiap model yang menggunakan mikrokontroller berbasis wireless. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai olah gerak dari variasi heaving plate, spar, muatan dan gelombang menggunakan pengukuran mikrokontroller berbasis wireless, selain itu penelitian ini juga diharapkan untuk mendapatkan nilai beban heaving pada ponton akibat aliran gelombang yang diberikan. penelitian ini menggunakan alat berupa adruino untuk microcontroller, sensor HS-SR04 untuk mengukur tingi gelombang sensor MPU unuk mngetahui olah gerak, load cell untuk mengukur beban yang di hasilkan, dan menggunakan XBee S2C sebagai komunikasi dari adruino ke komputer. Nilai olah gerak ponton maksimal yang di hasilkan adalah pitching 15°, rolling 4°, heaving 25 mm, dan beban sebesar 67,1gr.
ANALISA HAMBATAN AKIBAT PENAMBAHAN STERN FLAP PADA KAPAL KRI TODAK MENGGUNAKAN METODE COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC (CFD) Jefri Harumbinang; Deddy Chrismianto; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.398 KB)

Abstract

Kecepatan erat hubungannya dengan hambatan kapal. Dengan mengurangi nilai hambatan, kecepatan maksimal dari kapal dapat lebih ditingkatkan lagi. Nilai hambatan dari kapal dapat dikurangi dengan melakukan perubahan hullform terutama pada bagian haluan, penambahan bullbos bow, atau bisa juga dengan penambahan appendage pada buritan kapal. Salah satu penambahan appendage buritan adalah Stern Flap. Pada penelitian sebelumnya stern flap mampu mengurangi nilai hambatan kapal. Penelitian dilakukan dengan cara menganalisa dan menghitung hambatan total kapal menggunakan program computer berbasis CFD. CFD (Computational Fluid Dynamic) adalah ilmu yang mempelajari cara memprediksi aliran fluida, perpindahan panas, dan reaksi kimia dengan menyelesaikan persamaan matematika/numerik dinamika fluida. Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan menggunakan CFD, dengan penambahan stern flap mampu mengurangi hambatan total kapal, dari 9 model variasi stern flap, didapatkan model dengan hambatan total paling kecil pada variasi kecepatan 10 knot, 20 knot dan 30 knot yaitu terdapat pada model VI dengan panjang stern flap 13% BT atau 0,863 m, lebar stern flap 6,498 m dan sudut stern flap 6o. Kesimpulannya, dari 9 model tersebut didapatkan bentuk stern flap terbaik yang memiliki hambatan paling kecil yaitu model VI.
Analisa Pengaruh Perubahan Kecepatan Kapal Pada Kapal Ikan Tradisional Tipe Batang denganMenggunakan Sistem Palka Ikan Hidup Terhadap Sistem Fluida didalam Palka Ikan dengan Pendekatan CFD Wiwit Wirawan; Eko Sasmito Hadi; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 1, No 2 (2013): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan sistem palka ikan hidup pada kapal tradisonal tipe Batang ini didasarkan akan kebutuhan produksi ikan dalam keadaan hidup. Sistem palka kapal ikan hidup membiarkan air dalam palka bersikulasi dengan air laut sekitar dengan cara memberi lubang pada dasar palka. Penelitian ini dilakukan pada beberapa model variasi ukurandiameter lubang sirkulasi. Air di dalam palka pada kondisi kapal diam akan memiliki ketinggian yang sama dengan sarat kapal, namun dengan seiring perubahan kecepatan kapal maka ketinggian air di dalam palka akan menurun. Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan dengan metode Computational Fluid Dynamic didapatkan nilai hambatan pada diameter lubang sirkulasi 0,15 m bervariasi antara 25,72kN sampai 38,25kN. Pada diameter lubang sirkulasi 0,20 m bervariasi antara 24,81kN sampai 37,53kN. Pada dameter lubang sirkulasi 0,25 m bervariasi antara 23,53kN sampai 36,11kN. Untuk Ketinggian permukaan air maksimum di dalam palka pada kecepatan 6 knot untuk diameter lubang sirkulasi 0,15 m dan 0,25 m dengan tinggi permukaan air 2,17 m.Ketinggian permukaan air minimum di dalam palka pada kecepatan 3 knot untuk diameter lubang sirkulasi 0,20 m dengan tinggi permukaan air 2,15 m. Ketinggian rata-rata permukaan air adalah 2,16 m.
Pembuatan Linesplan Menggunakan Metode Digital Photogrammetry Ibnu Fauzi Kenedy; Eko Sasmito Hadi; K Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.349 KB)

Abstract

Tidak semua kapal kayu yang telah dibuat dengan cara tradisional memiliki catatan dokumen yang disimpan. Tidak ada dokumen original yang secara objektif menggambarkan bentuk lambung atau fitur struktural dari lambung. Oleh karena itu dibutuhkan cara untuk membuat ulang dokumen dari kapal – kapal ini. Dengan kemajuan teknologi saat ini orang mampu melakukan pembuatan linesplan dengan menggunakan kapal yang telah ada. Tujuan pembuatan paper ini adalah untuk mendapatkan model 3D dan linesplan kapal menggunakan serangkaian foto. Pada paper ini, teknologi yang digunakan yaitu digital photogrammetry yang dapat mengubah foto kapal menjadi point cloud data menggunakan aplikasi Autodesk 123D Catch yang nantinya dapat dibuat menjadi model 3D dengan menggunakan aplikasi Rhinoceros untuk mendapatkan linesplan kapal dan hidrostatic dengan menggunakan aplikasi Delftship atau Maxsurf. Dari penerapan beberapa aplikasi ini dapat menghasilkan model 3D dan linesplan dari kapal kayu yang telah ada.
ANALISA KESELAMATAN KAPAL FERRY RO-RO DITINJAU DARI DAMAGE STABILITY PROBABILISTIK Lily Muzdalifah; Deddy Chrismianto; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 2 (2016): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1109.943 KB)

Abstract

Sebagai salah satu moda transportasi yang paling berhasil di dunia kapal, feri ro-ro menunjukkan perkembangan yang sangat pesat, karena moda transportasi ini sangatlah efisien dan efektif. Setiap kapal dapat mengalami kerusakan pada lambung yang disebabkan beberapa fakor antara lain tabrakan, kandas atau terjadi ledakan. Demikian pula kapal feri ro-ro yang sangat rentan terhadap terjadinya kebocoran. Kondisi stabilitas kapal saat terjadi kebocoran pada satu atau beberapa kompartemen disebut damage stability. Untuk mengetahui stabilitas bocor dan peluang kapal tenggelam, analisa dilakukan melalui perhitungan damage stability dengan metode pendekatan probabilistik dengan parameter aturan mengenai konsep probabilitas sesuai ketentuan SOLAS (Safety of Life at Sea) 2009 Chapter II-1 tentang perhitungan indek subdivisi R(required subdivision index) dan A (attained subdivison index)yang mana nilai indeks A harus lebih besar atau sama dengan nilai indeksR (A≥R). Nilai indeks R dipengaruhi oleh jumlah penumpang kapal, sedangkan nilai indeks A dipengaruhi oleh faktor pi dan si.Aturan ini diaplikasikan untuk kapal feri ro-ro berukuran 500,600 dan 750 GT yang umum digunakan pada penyebrangan pulau-pulau di Indonesia. Hasil perhitungan pada ketiga kapal yaitu, kapal pertama dengan panjang 40,15 m (500GT) menghasilkan indek R sebesar 0,693865 dan indek A sebesar 0,968. Kapal kedua dengan panjang 48,70 m (600GT) menghasilkan indek R sebesar 0,695886dan indek A sebesar 0,960. Kapal ketiga dengan panjang 48,82 m (750GT) menghasilkan indek R sebesar 0,694448 dan indek A sebesar 0,816. Maka, dari hasil tersebut disimpulkan bahwa nilai damage stability masing-masing  kapal  telah memenuhi aturan SOLAS Consolidated Edition 2009 Chapter II-I part B-1 tentang subdivision and damage stability.
Co-Authors A.F. Zakki Abi Dimas Alfian, Abi Dimas Abner Herdian Permana Putra Achmad Kurniawan Adhi Paska, Adhi Aep Supirman Afdi Supriyonggo Nugroho Ahmad Azhar Ginting Ahmad Fauzan Zakki Ajib Wahab Purwanto Akhiruddin Akhiruddin Al Fahsan Al Fahsan Aldias Bahatmaka Alexius Bayu Setyoko Alif Fadhilah Amaytana Cindy Armela Andhi Kusuma Andhyka Cakrabuana Adhitama Andi Trimulyono Ari Wibawa Ari Wibawa B.S Ari Wibawa B.S Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa ST, MSi Arie Prasetyo Ario Nugroho Prihutomo Ario Restu Sratudaku Aulia Ramadhan Kopayona Azhabul Hayatul Fajar Azniatu Fihliya Berlian Arswendo Adietya Berlian Arswendo Adietya Brata Wahyu Setya Budi Brian Haksa Nova Burhannudin Senoaji Buyung Vidiarto Caesar, Agung Al Citra Robiatul Adawiyah Deddy Chrismianto Deddy Chrismianto Dedi Budi Purwanto Desto Pradika Putra Dicky Darmawan Dimas Maulana Agung Pambudi Dito Adi Prassyeta Dwi Satria Fajar Efriananda Sabta Rizki Eka Heriyanty Eka Mellyana Nur Anggraini Elvira Dwi Gustiarini Fachry Ramadhan Fajrul Falah Rosid Firdaus S.P Firnandito, Anugrah Frans Simanjuntak Ganang Adi Baskoro Ginanjar Baskoro Aji Giri Aditya Chandra J Good Rindo Hartono Yudo Hartono Yudo Haryadi, Ricky Tri Hendri Firman Hibob Faiz Firdaus Ibnu Fauzi Kenedy Ichsan Aditio Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Indradi Setiyanto Irvan Putera Samudera Jefri Harumbinang Josua Siagian Juwanto Juwanto K Kiryanto K. Kiryanto Karnoto . Khoirul Anam Khoirul Ramadhan Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Lily Muzdalifah Luthfi Maslul Muttaqim M. Aji Luhur P M. Iqbal Maharani, Heslina Fifani Malau, Karno R Mita Ardiana, Mita Moh Nurdin Septiantono R Mohammad Nasikin Muhamad Zulkifli Muhammad Abdul Aziz Mufti Muhammad Ansori Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Luqman Hakim, Muhammad Luqman Muhammad Raditya Daniswara Muhammad Rayandra Lubis Muhammad Rynaldi Muhammad Sidiq Natanael Martian Dwi Sunarto Natanael Martian Dwi Sunarto Niko Aditya Kriswan Noprian Christy S Nugraha, Sandy Nurhali Nurhali Ocid Mursid Ojo Kurdi P. Boby Janurianto Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Permana, Mohamad Fiqri Rachmat Assidiq Rais Yudanto Renggita Aan Rachmadani Restu Kuasa Reza Andrian Saputro Ridwan Rasoki Harahap Rifandi Aditya Ririh Sustiko Asih Rizka Azhari Yulistiawan Faruq Robby Munardi Roby Widiyanto Rolan Haris Ben Imanuel Purba, Rolan Haris Ben Imanuel Rosiana Dewi Saeful Huda Mursito Samuel Samuel Samuel Samuel Sarjito Jokosisworo Septaji Indrasahputra Siahaan, Batara Srijaya Ratu Subekti, Joko Tindaon, Aldy Sabat Tobing, Christabel Giovanny Toha Frans Soaloon Siregar Untung Budiarto Vina Widya Lestari Vita Agnindiyasari Wahif Indramana Wahyu Nugroho Mustikojati, Wahyu Nugroho Wasisto Haribowo, Wasisto Wicaksono, Ardhana Widyanto Widyanto Willma Amiruddin Wilma A Wilma A Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Wiwit Wirawan Yohana Krisyanti Simanjuntak Zeinurrohman, Rangga Zippo Benediktus Sijabat