Claim Missing Document
Check
Articles

Pengukuran Olah Gerak Ponton Dengan Penambahan Heaving Plate Segitiga Pada Gelombang Reguler Menggunakan Mikrokontroler Berbasis Wireless Aep Supirman; Eko Sasmito Hadi; Ari Wibawa B.S
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 1 (2020): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.971 KB)

Abstract

Heaving  plate adalah pelat horizontal yang terpasang di bagian bawah bangunan apung. Pelat tersebut memberikan tambahan massa yang dapat meningkatkan periode heaving natural dari bangunan apung dan menggerakkannya keluar rentang frekuensi gelombang. Tongkang adalah suatu jenis kapal yang dengan lambung datar atau suatu kotak besar yang mengapung. Seakeeping adalah gerakan kapal yang dipengaruhi oleh gaya-gaya luar yang disebabkan oleh kondisi air laut. Seakeeping dibedakan menjadi 3 yaitu Heaving, Pitching, Rolling. dalam penelitian ini akan dibuat 5 model heaving plate segitiga dengan variasi spar, muatan dan gelombang. Kemudian diukur dari setiap model yang menggunakan mikrokontroller berbasis wireless. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai olah gerak dari variasi heaving plate, spar, muatan dan gelombang menggunakan pengukuran mikrokontroller berbasis wireless, selain itu penelitian ini juga diharapkan untuk mendapatkan nilai beban heaving pada ponton akibat aliran gelombang yang diberikan. penelitian ini menggunakan alat berupa adruino untuk microcontroller, sensor HS-SR04 untuk mengukur tingi gelombang sensor MPU unuk mngetahui olah gerak, load cell untuk mengukur beban yang di hasilkan, dan menggunakan XBee S2C sebagai komunikasi dari adruino ke komputer. Nilai olah gerak ponton maksimal yang di hasilkan adalah pitching 15°, rolling 4°, heaving 25 mm, dan beban sebesar 67,1gr.
ANALISA HAMBATAN AKIBAT PENAMBAHAN STERN FLAP PADA KAPAL KRI TODAK MENGGUNAKAN METODE COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC (CFD) Jefri Harumbinang; Deddy Chrismianto; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.398 KB)

Abstract

Kecepatan erat hubungannya dengan hambatan kapal. Dengan mengurangi nilai hambatan, kecepatan maksimal dari kapal dapat lebih ditingkatkan lagi. Nilai hambatan dari kapal dapat dikurangi dengan melakukan perubahan hullform terutama pada bagian haluan, penambahan bullbos bow, atau bisa juga dengan penambahan appendage pada buritan kapal. Salah satu penambahan appendage buritan adalah Stern Flap. Pada penelitian sebelumnya stern flap mampu mengurangi nilai hambatan kapal. Penelitian dilakukan dengan cara menganalisa dan menghitung hambatan total kapal menggunakan program computer berbasis CFD. CFD (Computational Fluid Dynamic) adalah ilmu yang mempelajari cara memprediksi aliran fluida, perpindahan panas, dan reaksi kimia dengan menyelesaikan persamaan matematika/numerik dinamika fluida. Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan menggunakan CFD, dengan penambahan stern flap mampu mengurangi hambatan total kapal, dari 9 model variasi stern flap, didapatkan model dengan hambatan total paling kecil pada variasi kecepatan 10 knot, 20 knot dan 30 knot yaitu terdapat pada model VI dengan panjang stern flap 13% BT atau 0,863 m, lebar stern flap 6,498 m dan sudut stern flap 6o. Kesimpulannya, dari 9 model tersebut didapatkan bentuk stern flap terbaik yang memiliki hambatan paling kecil yaitu model VI.
Analisa Pengaruh Perubahan Kecepatan Kapal Pada Kapal Ikan Tradisional Tipe Batang denganMenggunakan Sistem Palka Ikan Hidup Terhadap Sistem Fluida didalam Palka Ikan dengan Pendekatan CFD Wiwit Wirawan; Eko Sasmito Hadi; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 1, No 2 (2013): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan sistem palka ikan hidup pada kapal tradisonal tipe Batang ini didasarkan akan kebutuhan produksi ikan dalam keadaan hidup. Sistem palka kapal ikan hidup membiarkan air dalam palka bersikulasi dengan air laut sekitar dengan cara memberi lubang pada dasar palka. Penelitian ini dilakukan pada beberapa model variasi ukurandiameter lubang sirkulasi. Air di dalam palka pada kondisi kapal diam akan memiliki ketinggian yang sama dengan sarat kapal, namun dengan seiring perubahan kecepatan kapal maka ketinggian air di dalam palka akan menurun. Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan dengan metode Computational Fluid Dynamic didapatkan nilai hambatan pada diameter lubang sirkulasi 0,15 m bervariasi antara 25,72kN sampai 38,25kN. Pada diameter lubang sirkulasi 0,20 m bervariasi antara 24,81kN sampai 37,53kN. Pada dameter lubang sirkulasi 0,25 m bervariasi antara 23,53kN sampai 36,11kN. Untuk Ketinggian permukaan air maksimum di dalam palka pada kecepatan 6 knot untuk diameter lubang sirkulasi 0,15 m dan 0,25 m dengan tinggi permukaan air 2,17 m.Ketinggian permukaan air minimum di dalam palka pada kecepatan 3 knot untuk diameter lubang sirkulasi 0,20 m dengan tinggi permukaan air 2,15 m. Ketinggian rata-rata permukaan air adalah 2,16 m.
Pembuatan Linesplan Menggunakan Metode Digital Photogrammetry Ibnu Fauzi Kenedy; Eko Sasmito Hadi; K Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.349 KB)

Abstract

Tidak semua kapal kayu yang telah dibuat dengan cara tradisional memiliki catatan dokumen yang disimpan. Tidak ada dokumen original yang secara objektif menggambarkan bentuk lambung atau fitur struktural dari lambung. Oleh karena itu dibutuhkan cara untuk membuat ulang dokumen dari kapal – kapal ini. Dengan kemajuan teknologi saat ini orang mampu melakukan pembuatan linesplan dengan menggunakan kapal yang telah ada. Tujuan pembuatan paper ini adalah untuk mendapatkan model 3D dan linesplan kapal menggunakan serangkaian foto. Pada paper ini, teknologi yang digunakan yaitu digital photogrammetry yang dapat mengubah foto kapal menjadi point cloud data menggunakan aplikasi Autodesk 123D Catch yang nantinya dapat dibuat menjadi model 3D dengan menggunakan aplikasi Rhinoceros untuk mendapatkan linesplan kapal dan hidrostatic dengan menggunakan aplikasi Delftship atau Maxsurf. Dari penerapan beberapa aplikasi ini dapat menghasilkan model 3D dan linesplan dari kapal kayu yang telah ada.
ANALISA KESELAMATAN KAPAL FERRY RO-RO DITINJAU DARI DAMAGE STABILITY PROBABILISTIK Lily Muzdalifah; Deddy Chrismianto; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 2 (2016): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1109.943 KB)

Abstract

Sebagai salah satu moda transportasi yang paling berhasil di dunia kapal, feri ro-ro menunjukkan perkembangan yang sangat pesat, karena moda transportasi ini sangatlah efisien dan efektif. Setiap kapal dapat mengalami kerusakan pada lambung yang disebabkan beberapa fakor antara lain tabrakan, kandas atau terjadi ledakan. Demikian pula kapal feri ro-ro yang sangat rentan terhadap terjadinya kebocoran. Kondisi stabilitas kapal saat terjadi kebocoran pada satu atau beberapa kompartemen disebut damage stability. Untuk mengetahui stabilitas bocor dan peluang kapal tenggelam, analisa dilakukan melalui perhitungan damage stability dengan metode pendekatan probabilistik dengan parameter aturan mengenai konsep probabilitas sesuai ketentuan SOLAS (Safety of Life at Sea) 2009 Chapter II-1 tentang perhitungan indek subdivisi R(required subdivision index) dan A (attained subdivison index)yang mana nilai indeks A harus lebih besar atau sama dengan nilai indeksR (A≥R). Nilai indeks R dipengaruhi oleh jumlah penumpang kapal, sedangkan nilai indeks A dipengaruhi oleh faktor pi dan si.Aturan ini diaplikasikan untuk kapal feri ro-ro berukuran 500,600 dan 750 GT yang umum digunakan pada penyebrangan pulau-pulau di Indonesia. Hasil perhitungan pada ketiga kapal yaitu, kapal pertama dengan panjang 40,15 m (500GT) menghasilkan indek R sebesar 0,693865 dan indek A sebesar 0,968. Kapal kedua dengan panjang 48,70 m (600GT) menghasilkan indek R sebesar 0,695886dan indek A sebesar 0,960. Kapal ketiga dengan panjang 48,82 m (750GT) menghasilkan indek R sebesar 0,694448 dan indek A sebesar 0,816. Maka, dari hasil tersebut disimpulkan bahwa nilai damage stability masing-masing  kapal  telah memenuhi aturan SOLAS Consolidated Edition 2009 Chapter II-I part B-1 tentang subdivision and damage stability.
Analisa Teknis Dan Ekonomis Pada Pada Kapal Pelayaran Rakyat “KLM Lestari Budaya” Setelah Dimodifikasi Menjadi Kapal Pariwisata Ichsan Aditio; Eko Sasmito Hadi; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KLM Lestari Budaya merupakan kapal pelayaran rakyat bersifat tradisional dan mempunyai karakteristik tersendiri untuk melaksanakan angkutan di perairan dengan menggunakan kapal layar termasuk Pinisi, kapal layar bermotor, dan/atau kapal motor sederhana berbendera Indonesia dengan ukuran tertentu. Pada saat ini penggunaan kapal pelayaran rakyat tidak sebanyak pada zaman dulu sehingga pada tugas akhir ini memberikan solusi kepada para pelaku perusahaan pelayaran rakyat memodifikasi kapalnya menjadi kapal pariwisata. Modifikasi kapal pelayaran rakyat menjadi pariwisata mempengaruhi LWT kapal yang bermula dari 205 ton menjadi 201,15 ton yang mempengaruhi letak titik gravitasi pada kedua kapal. Hasil analisa teknis berupa analisa olah gerak dan analisa stabilitas lalu analisa ekonomis berupa perhitungan nilai NPV, IRR, dan Payback Period. Dari analisa olah gerak kedua kapal tersebut untuk kapal pelayaran rakyat memiliki hasil yang lebih baik walaupun dari kedua kapal memiliki kriteria yang tidak sesuai pada gerak Roll untuk sudut gelombang datang 90o. Kemudian untuk analisa stabilitas kedua kapal memiliki kriteria yang baik dan layak dengan memiliki GZ maksimal 0,474 m pada sudut oleng 31,8o untuk kondisi I di kapal pelayaran rakyat dan 0,623 m pada sudut oleng 36,4o untuk kondisi I di kapal pariwisata. Untuk hasil analisa ekonomis sendiri kapal pariwisata memiliki pengembalian modal yang lebih cepat selama 21 bulan dan menghasilkan untung bagi investor dan perbankan dalam peminjaman uang lebih baik daripada kapal pelayaran rakyat yang memiliki waktu pengembalian sebesar 27 bulan dan menghasilkan untung tidak sebesar penggunaan kapal pariwisata. Dari hasil analisa tersebut perubahan kapal pelayran rakyat menjadi kapal pariwisata bisa menjanjikan untuk para pelaku usaha pelayaran rakyat agar meningkatkan nilai penggunaan kapal dan meningkatkan ekonomi para pelaku usaha.
Analisa Kekuatan Konstruksi Kapal Landing Craft Tank Teluk Katurei Akibat Perubahan Framing System Dengan Metode Elemen Hingga Fajrul Falah Rosid; Imam Pujo Mulyatno; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 3 (2017): JULI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.922 KB)

Abstract

Kapal Landing Craft Tank adalah kapal yang digunakan untuk mengangkut kendaran-kendaraan besar seperti heavy cargo, bulldozer, excavator, dumb truck, loader,dan alat berat lainnya yang sangat diperlukan untuk pekerjaan konstruksi. Selain itu bahan-bahan konstruksi berukuran besar seperti pipa besi, lembaran baja, tangki air dan sebagainya juga dapat diangkut dengan Landing Craft Tank. Akibat adanya beban tersebut akan mengakibatkan distribusi beban pada kapal Landing Craft Tank. Dengan perubahan framing system kapal akan terjadi perubahan karakteristik tegangan. Pada setiap framing system tersebut dilakukan analisa maximum stress dengan bantuan program numerik finite element method (FEM). Analisa yang digunakan adalah analisa beban statis yang berasal dari kendaraan, beban setiap kondisi pembebanan serta beban hidrostatik. Analisa tersebut bertujuan untuk mengetahui karakteristik tegangan dan nilai tegangan  terbesar dari konstruksi kapal Landing Craft Tank serta mengetahui letak titik kritis pada kapal Landing Craft Tank, berdasarkan tiga variasi kondisi pembebanan kapal Landing Craft Tankyaitu air tenang, sagging dan hogging. Hasil analisa dan perhitungan yang  dilakukan pada kapal Landing Craft Tank model satu dalam kondisi air tenang sebesar 68 N/mm2, kondisi sagging sebesar 76,8 N/mm2, dan kondisi hogging sebesar 74,1 N/mm2. Untuk model dua dalam kondisi air tenang sebesar 68 N/mm2, kondisi sagging sebesar 74,8 N/mm2, dan kondisi hogging sebesar 72,6 N/mm2. Dari hasil nilai tegangan yang didapatkan, disimpulkan bahwa semua nilai tegangan yang terjadi pada kapal Landing Craft Tank masih memenuhi safety factor, baik safety factor menurut kriteria bahan maupun safety factor standar BKI.
Analisa Pengaruh Perbedaan Diameter Pin Tool Terhadap Kekuatan Tarik, Impak, dan Mikrografi Pada Aluminium 6061 Dengan Metode Pengelasan Friction Stir Welding (FSW) Rizka Azhari Yulistiawan Faruq; Sarjito Jokosisworo; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.703 KB)

Abstract

Dalam dunia perkapalan, aluminium 6061 banyak digunakan untuk konstruksi kapal. Pengelasan Friction Stir Welding (FSW) menggunakan prinsip gesekan dari benda kerja yang berputar dengan benda kerja lain yang diam sehingga mampu melelehkan benda kerja yang diam dan akhirnya tersambung menjadi satu.  Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil tarik, impak, dan struktur mikrografi dengan feed rate 10 mm/menit dengan variasi diameter pin (6 mm, 7 mm, dan 8 mm) terhadap pengelasan FSW dengan jenis penyambungan butt joint. Hasil penelitian menunjukkan sambungan las FSW pada diameter 6 mm memiliki kekuatan uji tarik 85,82 MPa, regangan 10,89%, dan kekuatan uji impak 0,37 J.  Pada diameter 7 mm memiliki kekuatan uji tarik 89,90 MPa, regangan 11,47%, dan kekuatan uji impak 0,38 J. Pada diameter 8 mm memiliki kekuatan uji tarik 143,17 MPa, regangan 13,71%, dan kekuatan uji impak 0,46 J. Hasil uji struktur mikrografi menunjukkan perubahan bentuk dan ukuran butir pertikel struktur mikro sehingga mempengaruhi sifat mekanik, dan pada diameter pin 8 mm memiliki tingkat kerapatan yang lebih baik dibandingkan diameter pin 7 mm, dan 6 mm. Hasil tersebut diakibatkan semakin lebar diameter pin pengelasan maka semakin lebar jalur pengelasan yang dihasilkan, serta semakin banyak aluminium yang dapat diaduk sifat mekaniknya semakin baik.
Analisa Pengaruh CenterBulb Berbentuk Foil Terhadap Vertical Motion Dan Wake Pada MV. Laganbar Khoirul Ramadhan; Deddy Chrismianto; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan Olah Gerak kapal akan dipengaruhi oleh faktor dari dalam dan faktor dari luar. Maka dari itu, dalam perancangan suatu kapal dibutuhkan perencanaan dan perhitungan yang terpat untuk menghasilkan  kenyamanan dan performa kapal yang baik. Salah satunya dengan memperhatikan kualias olah gerak yang merupakan respon kapal terhadap pengaruh dari laut seperti gelombang dan wake yang merupakan perbandingan antara kecepatan yang direncanakan terhadap kecepetan aliran fluida pada baling-baling dibawah air. Dalam upaya meningkatkan kualitas olah gerak yang baik, penelitian ini mencoba menambahkan variasi geometri dan posisi pada centerbulb bebenrtuk foil untuk melihat pengaruh vertical motion dan wake. Dalam penelitian ini untuk menyelesaikan permasalahan yang ada yaitu dengan melakukan permodelan kapal meggunakan software rhinoceros. Kemudian, untuk menganalisa olah gerak dibantu dengan software ansys aqwa dan untuk menganalisa wake digunakan software tdyn. Hasil penelitian vertical motion menunjukkan dari keseluruhan sudut datang gelombang dan Fn, model 3 yang paling optimal dalam mengurangi RMS vertical motion sebesar 0,37% - 0,54% dari model original. Adapun hasil analisa wake terlihat pada letak propeller dapat mengurangi nilai pada Fn 0,35 ; 0,49 ; 0,65. Pada Fn 0,35 model 8 mengurangi nilai wake 0,28%. Pada Fn 0,49 model 8 mengurangi 0,05% dan. Pada Fn 0,65 model  8 mengurangi nilai wake 0,39%.
Analisis Pengaruh Variasi Bentuk Perforated Pada Fixed Baffles Untuk Mengurangi Efek Sloshing Pada Ruang Muat Kapal Tanker Menggunakan Metode CFD Saeful Huda Mursito; Eko Sasmito Hadi; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini sebagian besar eksplorasi minyak bumi berada di lautan, dimana kapal digunakan sebagai alat transportasi utama untuk mengangkut minyak bumi tersebut. Kapal tersebut memiliki resiko kecelakaan tinggi karena membawa muatan mudah terbakar dan memeperoleh efek sloshing. Sloshing merupakan sebuah fenomena gerakan bebas dari  fluida dalam sebuah tangki. Fenomena ini sering di sebut dengan free surface effect yang dapat mengakibatkan deformasi pada struktur tangki. Penelitian ini bertujuan mengurangi efek sloshing dari kapal pertamina 17500Ltdwt  yang di timbulkan dengan menggunakan fixed baffle di tambah dengan variasi perforated pada masing-masing baffle. pemodelan tangki yang di gunakan untuk simulasi memiliki panjang 20,10m, lebar 11,85m, tinggi 10m. Analisa menggunakan metode Computational Fluid Dynamic dengan menambah variasi perforated pada fixed baffle yakni tanpa baffle, full baffle, setengah rectangle, full rectangle, full oval, setengah oval,  full circle, dan setengah circle dengan variasi pengisian tangki yakni 30%, 50%, 70%, dan 90%.  Pada penelitian ini dapat diketahui bahwa efek sloshing pada tangki dengan full baffle dapat berkurang 30,54%, full oval perforated dapat berkurang 24,54%, full circle perforated dapat berkurang 24,12%, full  rectangle perforated dapat berkurang 23,34%, setengah rectangle perforated dapat berkurang 22,07%, setengah  oval perforated dapat berkurang 21,09%, setengah  circle perforated dapat berkurang 17,47%.
Co-Authors A.F. Zakki Abi Dimas Alfian, Abi Dimas Abner Herdian Permana Putra Achmad Kurniawan Adhi Paska, Adhi Aep Supirman Afdi Supriyonggo Nugroho Agus Setyawan Ahmad Azhar Ginting Ahmad Fauzan Zakki Ajib Wahab Purwanto Akhiruddin Akhiruddin Al Fahsan Al Fahsan Aldias Bahatmaka Alexius Bayu Setyoko Alif Fadhilah Amaytana Cindy Armela Andhi Kusuma Andhyka Cakrabuana Adhitama Andi Trimulyono Anugrah Firnandito Ari Wibawa Ari Wibawa B.S Ari Wibawa B.S Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa ST, MSi Arie Prasetyo Ario Nugroho Prihutomo Ario Restu Sratudaku Aulia Ramadhan Kopayona Azhabul Hayatul Fajar Azniatu Fihliya Berlian Arswendo Adietya Berlian Arswendo Adietya Brata Wahyu Setya Budi Brian Haksa Nova Burhannudin Senoaji Buyung Vidiarto Caesar, Agung Al Citra Robiatul Adawiyah Deddy Chrismianto Deddy Chrismianto Dedi Budi Purwanto Desto Pradika Putra Dicky Darmawan Dimas Maulana Agung Pambudi Dito Adi Prassyeta Dwi Satria Fajar Efriananda Sabta Rizki Eka Heriyanty Eka Mellyana Nur Anggraini Elvira Dwi Gustiarini Fachry Ramadhan Fajrul Falah Rosid Firdaus S.P Frans Simanjuntak Ganang Adi Baskoro Ginanjar Baskoro Aji Giri Aditya Chandra J Good Rindo Hartono Yudo Hartono Yudo Haryadi, Ricky Tri Hendri Firman Hibob Faiz Firdaus Ibnu Fauzi Kenedy Ichsan Aditio Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Indradi Setiyanto Irvan Putera Samudera Jefri Harumbinang Joko Subekti Josua Siagian Juwanto Juwanto K Kiryanto K. Kiryanto Karnoto . Khoirul Anam Khoirul Ramadhan Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Lily Muzdalifah Luthfi Maslul Muttaqim M. Aji Luhur P M. Iqbal Maharani, Heslina Fifani Malau, Karno R Mita Ardiana, Mita Moh Nurdin Septiantono R Mohammad Nasikin Muhamad Zulkifli Muhammad Abdul Aziz Mufti Muhammad Ansori Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Luqman Hakim, Muhammad Luqman Muhammad Raditya Daniswara Muhammad Rayandra Lubis Muhammad Rynaldi Muhammad Sidiq Mulyatno, Imam Pudjo Natanael Martian Dwi Sunarto Natanael Martian Dwi Sunarto Niko Aditya Kriswan Nizar, Vania Early Noprian Christy S Nugraha, Sandy Nurhali Nurhali Ocid Mursid Ojo Kurdi P. Boby Janurianto Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Permana, Mohamad Fiqri Purnawan Adi Wicaksono Rachmat Assidiq Rais Yudanto Renggita Aan Rachmadani Restu Kuasa Reza Andrian Saputro Ridwan Rasoki Harahap Rifandi Aditya Ririh Sustiko Asih Rizka Azhari Yulistiawan Faruq Robby Munardi Roby Widiyanto Rolan Haris Ben Imanuel Purba, Rolan Haris Ben Imanuel Rosiana Dewi Saeful Huda Mursito Samuel Samuel Samuel Samuel Sarjito Jokosisworo Septaji Indrasahputra Siahaan, Batara Srijaya Ratu Solikhin Solikhin Tindaon, Aldy Sabat Tobing, Christabel Giovanny Toha Frans Soaloon Siregar Untung Budiarto Vina Widya Lestari Vita Agnindiyasari Wahif Indramana Wahyu Nugroho Mustikojati, Wahyu Nugroho Wasisto Haribowo, Wasisto Wicaksono, Ardhana Widyanto Widyanto Willma Amiruddin Wilma A Wilma A Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Wiwit Wirawan Yohana Krisyanti Simanjuntak Zeinurrohman, Rangga Zippo Benediktus Sijabat