Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Perancangan Fisheries Patrol Vessel Tipe Lambung SWATH ( Small Waterplane Area Twin Hull) untuk Pengawasan Perikanan Daerah Perairan Selat Malaka Chrismianto, Deddy; Tindaon, Aldy Sabat; Hadi, Eko Sasmito
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 17, No 1 (2022): Volume 17, Nomor 1, April 2022
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v17i1.3023

Abstract

Kapal pengawas perikanan memiliki jumlah armada yang kurang dalam melakukan tugasnya untuk keberlangsungan kedaulatan wilayah perairan Indonesia yang aman dari para pelaku Illegal fishing. Penggunaan tipe lambung Small Waterplane Area Twin Hull (SWATH) dipilih karena tipe kapal ini memiliki luasan bidang garis air yang minimum sehingga memiliki tahanan kapal yang rendah dan memaksimalkan stabilitas kapal dengan kecepatan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kapal pengawas perikanan dengan tipe lambung SWATH. Metode perancangan yang digunakan adalah menggunakan kapal pembanding  dan melakukan analisa performa kapal dari segi hambatan kapal, serta analisis pengaruh variasi komponen lambung SWATH terhadap nilai hambatan. Hasil desain kapal pengawas perikanan didapatkan ukuran utama kapal dan dimensi lambung SWATH yaitu  LOA 33,6 m, LPP  26 m, lebar 7,4 m, sarat 2 m, tinggi 7 m, panjang gondola 29,7 m, jarak antar gondola 5,4 m, panjang nose 3 m, tinggi nose 1,1 m dan kecepatan 24 knot. Penerapan lambung SWATH dapat mengurangi nilai hambatan kapal sebesar 17,34%. Untuk analisa olahgerak kapal dan stabilitas kapal didapatkan bahwa kapal SWATH memiliki hasil yang baik dan memenuhi kriteria yang di persyaratkan.
Analysis of the Time Cost Trade-Off Method Application on Tug Boat 135 GT Repair Projects Owned by PT. Pelabuhan Indonesia II Santosa, Ari Wibawa Budi; Trimulyono, Andi; Firnandito, Anugrah; Subekti, Joko; Hadi, Eko Sasmito
TEKNIK Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i1.52415

Abstract

In the project implementation process, there is still the possibility of delays, as in the case of the Tanjung Buyut I Tug Boat ship repair project - 206 135 GT calculations are needed to accelerate the project to determine the optimum time and cost. One method that can be used in accelerating projects / crashing projects is the Time Cost Trade-Off method. This method can be used to solve this problem by adding specific alternatives such as working hours, labor, and other things with the minimum additional cost. In this study, an alternative acceleration was carried out by adding manpower and working hours duration of 1 to 4 hours which would be applied to the Hull repair project for the Tug Boat Tanjung Buyut I-206 135 GT. Based on the results of the analysis that has been carried out on the work of the Hull section, which is included in the critical activity, it is obtained that the most optimum duration acceleration is the addition of working hours (overtime) for 3 hours and an additional workforce of 24 peoples which results in an acceleration of time of 17 days from the normal duration of 60 days to 43 days with a time efficiency of 28%, as well as a cost reduction of IDR 19,700,000 or around 3.34% compared to the normal duration fee of IDR 571,950,000 to IDR 552,250,000.
Analisis Frekuensi Tubrukan Kapal Menggunakan Causation Probability Berdasarkan Metode Bayensian Network : Studi Kasus Alur Pelayaran Barat Surabaya Maharani, Heslina Fifani; Yudo, Hartono; Hadi, Eko Sasmito
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tubrukan kapal mejadi salah satu kecelakaan yang memiliki nilai presentasi terbesar. Menurut laporan investigasi KNKT dan laporan hasil sidang putusan mahkamah pelayaran, kecelakaan tubrukan kapal menjadi salah satu ancaman yang serius baik untuk dua kapal atau lebih yang terlibat. Hal itu akan menimbulkan kerugian ada nya korban jiwa dan kerugian material. Penelitian ini melakukan pemodelan bertujuan mengetahui faktor penyebab yang berkontribusi besar pada probabilitas tubrukan kapal, mengetahui nilai causation probability di tiga tipe tubrukan kapal diperairan Indonesia, dimana causation probability didefinisikan sebagai probabilitas terjadinya kegagalan untuk menghindar ketika kapal berada dijalur tubrukan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan ialah metode bayensian network untuk pemodelan nya. Hasil yang didapat yaitu probabilitas kapal mengalami tubrukan adalah  64%. Nilai causation probability tipe tubrukan kapal Head-on yaitu 5,69 x10⁻⁵, Tubrukan kapal Crossing yaitu 4,23 x10⁻⁵, dan Tubrukan Kapal Overtaking yaitu 0,96  x10⁻⁵. Nilai causation probability tersebut diaplikasikan ke dalam frekuensi tubrukan kapal di alur pelayaran barat surabaya menghasilkan frekuensi tubrukan kapal berturut turut. Head-on sebesar 0,17, crossing  sebesar 0,00009  dan overtaking sebesar 0,008. Berdasarkan pemodelan bayensian network yang telah dibuat, didapatkan node factor yang memiliki pengaruh besar yaitu “Technical Failure”, “ Crew Competence”, dan “Preventive Timing”.
Analysis of empirical method for predicting maneuverability of ultra-large container ship using Maneuvering Modelling Group (MMG) model Zeinurrohman, Rangga; Trimulyono, Andi; Wicaksono, Ardhana; Hadi, Eko Sasmito; Samuel, Samuel; Hakim, Muhammad Luqman; Purwanto, Dedi Budi
SINERGI Vol 28, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/sinergi.2024.2.016

Abstract

International Maritime Organization (IMO) provided manoeuvrability standards for all ships above 100 m to ensure the ship's safety and surroundings. In the preliminary design stage, one way to ensure a ship's manoeuvrability under IMO standards is to use empirical methods that are cheaper and less time-consuming than model tests. Empirical methods used analysis regression to develop their formula from the model test result database, and their formula depends on ship hull parameters and dimension ratios such as , , , and . However, the database of the existing empirical formulas is limited to small-medium merchant ships and fishing vessels, as consequences for larger ships are inaccurate and have a significant error in predicting ship manoeuvres. This study modified the existing empirical formulas by adding specified ship data into the existing database and analyzing the accuracy of predicting ship manoeuvres using the Maneuvering Modelling Group (MMG) model. We verify by adding the selected ship data into the existing database, which shows improvement in predicting ship manoeuvres. The modified formulas show improvement by only giving 5% RMSE of tactical diameter and 3% RMSE of ship advance in turning manoeuvre, and this is a 78% overall improvement in predicting the turning motion of ultra-large container ships compared to previous formulas. The quantitative and qualitative produce better estimation result that indicates the right track to derive the empirical formulas for Ultra-Large Container ships.
Analisis Kinerja dan Utilitas Fasilitas Bongkar Muat Kapal Peti Kemas di Terminal Petikemas Surabaya Pelabuhan Tanjung Perak Manik, Parlindungan; Wiranda, Ariiq Daffa; Mulyatno, Imam Pujo; Santosa, Ari Wibawa Budi; Hadi, Eko Sasmito; Mursid, Ocid
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 1 (2023): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v35i1.1879

Abstract

Dwelling time atau dikenal dengan waktu tunggu bongkar muat masih menjadi persoalan bagi beberapa pelabuhan di Indonesia. Dwelling time dapat disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya occupancy ratio dermaga dan utilitas fasilitas pelabuhan yang tinggi. Kelebihan kinerja pada alat yang ditunjukkan dengan tingginya nilai utilitas pada peralatan bongkar muat dapat menyebabkan kerusakan yang lebih dini pada peralatan dan meningkatnya dwelling time. Pada penelitian ini akan dilakukan kajian utilitas peralatan terminal Petikemas Surabaya dan pengaruhnya terhadap dwelling time dengan proyeksi pertumbuhan arus peti kemas 5 tahun mendatang. Prediksi arus peti kemas 5 tahun mendatang akan berada di atas 1,6 juta TEUs. Rata-rata waktu pelayanan oleh Container Crane adalah 2,64 menit dengan membongkar 23 box/jam, Rubber Tyred Gantry Crane 4,00 menit dengan membongkar 15 box/jam, Head Truck 16,68 menit dengan mengirim 4 box/jam, dan 58,85 jam untuk sebuah peti kemas mendiami lapangan penumpukan. Berdasarkan perdiksi arus peti kemas 5 tahun ke depan didapatkan juga bahwa akan terjadi over load penanganan peti kemas. Oleh sebab itu, diperlukan adanya penambahan fasilitas bongkar muat, yaitu 2 Container Crane dan 15 Head Truck. Berth Occupancy Ratio memiliki nilai 37,85% untuk dermaga internasional dan 45,44% untuk dermaga domestik. Didapatkan bahwa Box Ship per Hour adalah sebanyak 16 box/jam dan Box Crane per Hour adalah sebanyak 26 box/jam. Berth Throughput di Terminal Petikemas memiliki nilai 2 box/m untuk dermaga domestik dan internasional. Container Yard Occupancy Ratio ekspor berada di angka 23,91%, sementara Container Yard Occupancy Ratio impor berada di angka 55,12%. Dwelling Time untuk tahun 2015 – 2020 berada pada rata-rata 3.63 hari dengan Dwelling Time minimum 2.87 hari dan Dwelling Time maksimum 4.28 hari. Nilai dwelling time di Terminal Petikemas Surabaya masih memenuhi waktu kriteria. 
PENANAMAN BIBIT MANGROVE DI PESISIR PANTAI BATANG GUNA PENANGGULANGAN ABRASI Santosa, Ari Wibawa Budi; Amiruddin, Wilma; Chrismianto, Deddy; Zakki, Ahmad Fauzan; Trimulyono, Andi; Budiarto, Untung; Hadi, Eko Sasmito; Iqbal, Muhammad
Jurnal Pasopati Vol 6, No 2 (2024): Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2024.25171

Abstract

Kabupaten Batang merupakan salah satu kabupaten yang berada di pesisir pantai dari Laut Jawa. Letaknya di pesisir sehingga Kabupaten Batang juga terkena dampak dari abrasi pantai. Abrasi pantai merupakan pengikisan yang disebabkan oleh air lau dan apabila tidak segera ditanggulangi akan menghabiskan wilayah daratan. Oleh sebab itu perlu dilakukannya penanggulangan dengan penanaman bibit mangrove. Tujuan dari adanya penanaman mangrove adalah sebagai upaya penanggulangan terjadinya abrasi pantai. Penanaman 1000 Bibit Mangrove dilakukan di Perairan pesisir Desa Sekarsari, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang. Penanaman dilakukan pada Hari Jumat, 14 Juli 2017 oleh Tim KKN PPM Temati Kec. Batang, SIBAT, dan perwakilan dari PMI daerah setempat. Metode yang dilakukan adalah dengan menanam bibit langsung ke dalam perairan kemudian menempelkan dengan ajir (bambu penyangga tanaman bibit mangrove baru tanam). Hasilnya adalah dengan ditanamnya bibit mangrove telah dilakukan satu upaya pencegahan terhadap abrasi pantai.Kata kunci : Abrasi pantai, Bibit mangrove, Kabupaten Batang
Analisis Kinerja dan Utilitas Fasilitas Bongkar Muat Kapal Peti Kemas di Terminal Petikemas Surabaya Pelabuhan Tanjung Perak Manik, Parlindungan; Wiranda, Ariiq Daffa; Mulyatno, Imam Pujo; Santosa, Ari Wibawa Budi; Hadi, Eko Sasmito; Mursid, Ocid
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 1 (2023): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v35i1.1879

Abstract

Dwelling time atau dikenal dengan waktu tunggu bongkar muat masih menjadi persoalan bagi beberapa pelabuhan di Indonesia. Dwelling time dapat disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya occupancy ratio dermaga dan utilitas fasilitas pelabuhan yang tinggi. Kelebihan kinerja pada alat yang ditunjukkan dengan tingginya nilai utilitas pada peralatan bongkar muat dapat menyebabkan kerusakan yang lebih dini pada peralatan dan meningkatnya dwelling time. Pada penelitian ini akan dilakukan kajian utilitas peralatan terminal Petikemas Surabaya dan pengaruhnya terhadap dwelling time dengan proyeksi pertumbuhan arus peti kemas 5 tahun mendatang. Prediksi arus peti kemas 5 tahun mendatang akan berada di atas 1,6 juta TEUs. Rata-rata waktu pelayanan oleh Container Crane adalah 2,64 menit dengan membongkar 23 box/jam, Rubber Tyred Gantry Crane 4,00 menit dengan membongkar 15 box/jam, Head Truck 16,68 menit dengan mengirim 4 box/jam, dan 58,85 jam untuk sebuah peti kemas mendiami lapangan penumpukan. Berdasarkan perdiksi arus peti kemas 5 tahun ke depan didapatkan juga bahwa akan terjadi over load penanganan peti kemas. Oleh sebab itu, diperlukan adanya penambahan fasilitas bongkar muat, yaitu 2 Container Crane dan 15 Head Truck. Berth Occupancy Ratio memiliki nilai 37,85% untuk dermaga internasional dan 45,44% untuk dermaga domestik. Didapatkan bahwa Box Ship per Hour adalah sebanyak 16 box/jam dan Box Crane per Hour adalah sebanyak 26 box/jam. Berth Throughput di Terminal Petikemas memiliki nilai 2 box/m untuk dermaga domestik dan internasional. Container Yard Occupancy Ratio ekspor berada di angka 23,91%, sementara Container Yard Occupancy Ratio impor berada di angka 55,12%. Dwelling Time untuk tahun 2015 – 2020 berada pada rata-rata 3.63 hari dengan Dwelling Time minimum 2.87 hari dan Dwelling Time maksimum 4.28 hari. Nilai dwelling time di Terminal Petikemas Surabaya masih memenuhi waktu kriteria. 
Co-Authors A.F. Zakki Abi Dimas Alfian, Abi Dimas Abner Herdian Permana Putra Achmad Kurniawan Adhi Paska, Adhi Aep Supirman Afdi Supriyonggo Nugroho Ahmad Azhar Ginting Ahmad Fauzan Zakki Ajib Wahab Purwanto Akhiruddin Akhiruddin Al Fahsan Al Fahsan Aldias Bahatmaka Alexius Bayu Setyoko Alif Fadhilah Amaytana Cindy Armela Andhi Kusuma Andhyka Cakrabuana Adhitama Andi Trimulyono Ari Wibawa Ari Wibawa B.S Ari Wibawa B.S Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa ST, MSi Arie Prasetyo Ario Nugroho Prihutomo Ario Restu Sratudaku Aulia Ramadhan Kopayona Azhabul Hayatul Fajar Azniatu Fihliya Berlian Arswendo Adietya Berlian Arswendo Adietya Brata Wahyu Setya Budi Brian Haksa Nova Burhannudin Senoaji Buyung Vidiarto Caesar, Agung Al Citra Robiatul Adawiyah Deddy Chrismianto Deddy Chrismianto Dedi Budi Purwanto Desto Pradika Putra Dicky Darmawan Dimas Maulana Agung Pambudi Dito Adi Prassyeta Dwi Satria Fajar Efriananda Sabta Rizki Eka Heriyanty Eka Mellyana Nur Anggraini Elvira Dwi Gustiarini Fachry Ramadhan Fajrul Falah Rosid Firdaus S.P Firnandito, Anugrah Frans Simanjuntak Ganang Adi Baskoro Ginanjar Baskoro Aji Giri Aditya Chandra J Good Rindo Hartono Yudo Hartono Yudo Haryadi, Ricky Tri Hendri Firman Hibob Faiz Firdaus Ibnu Fauzi Kenedy Ichsan Aditio Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Indradi Setiyanto Irvan Putera Samudera Jefri Harumbinang Josua Siagian Juwanto Juwanto K Kiryanto K. Kiryanto Karnoto . Khoirul Anam Khoirul Ramadhan Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Lily Muzdalifah Luthfi Maslul Muttaqim M. Aji Luhur P M. Iqbal Maharani, Heslina Fifani Malau, Karno R Mita Ardiana, Mita Moh Nurdin Septiantono R Mohammad Nasikin Muhamad Zulkifli Muhammad Abdul Aziz Mufti Muhammad Ansori Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Luqman Hakim, Muhammad Luqman Muhammad Raditya Daniswara Muhammad Rayandra Lubis Muhammad Rynaldi Muhammad Sidiq Natanael Martian Dwi Sunarto Natanael Martian Dwi Sunarto Niko Aditya Kriswan Noprian Christy S Nugraha, Sandy Nurhali Nurhali Ocid Mursid Ojo Kurdi P. Boby Janurianto Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Permana, Mohamad Fiqri Rachmat Assidiq Rais Yudanto Renggita Aan Rachmadani Restu Kuasa Reza Andrian Saputro Ridwan Rasoki Harahap Rifandi Aditya Ririh Sustiko Asih Rizka Azhari Yulistiawan Faruq Robby Munardi Roby Widiyanto Rolan Haris Ben Imanuel Purba, Rolan Haris Ben Imanuel Rosiana Dewi Saeful Huda Mursito Samuel Samuel Samuel Samuel Sarjito Jokosisworo Septaji Indrasahputra Siahaan, Batara Srijaya Ratu Subekti, Joko Tindaon, Aldy Sabat Tobing, Christabel Giovanny Toha Frans Soaloon Siregar Untung Budiarto Vina Widya Lestari Vita Agnindiyasari Wahif Indramana Wahyu Nugroho Mustikojati, Wahyu Nugroho Wasisto Haribowo, Wasisto Wicaksono, Ardhana Widyanto Widyanto Willma Amiruddin Wilma A Wilma A Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Wiwit Wirawan Yohana Krisyanti Simanjuntak Zeinurrohman, Rangga Zippo Benediktus Sijabat