Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Teknis Dan Ekonomis Pada Pada Kapal Pelayaran Rakyat “KLM Lestari Budaya” Setelah Dimodifikasi Menjadi Kapal Pariwisata Ichsan Aditio; Eko Sasmito Hadi; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KLM Lestari Budaya merupakan kapal pelayaran rakyat bersifat tradisional dan mempunyai karakteristik tersendiri untuk melaksanakan angkutan di perairan dengan menggunakan kapal layar termasuk Pinisi, kapal layar bermotor, dan/atau kapal motor sederhana berbendera Indonesia dengan ukuran tertentu. Pada saat ini penggunaan kapal pelayaran rakyat tidak sebanyak pada zaman dulu sehingga pada tugas akhir ini memberikan solusi kepada para pelaku perusahaan pelayaran rakyat memodifikasi kapalnya menjadi kapal pariwisata. Modifikasi kapal pelayaran rakyat menjadi pariwisata mempengaruhi LWT kapal yang bermula dari 205 ton menjadi 201,15 ton yang mempengaruhi letak titik gravitasi pada kedua kapal. Hasil analisa teknis berupa analisa olah gerak dan analisa stabilitas lalu analisa ekonomis berupa perhitungan nilai NPV, IRR, dan Payback Period. Dari analisa olah gerak kedua kapal tersebut untuk kapal pelayaran rakyat memiliki hasil yang lebih baik walaupun dari kedua kapal memiliki kriteria yang tidak sesuai pada gerak Roll untuk sudut gelombang datang 90o. Kemudian untuk analisa stabilitas kedua kapal memiliki kriteria yang baik dan layak dengan memiliki GZ maksimal 0,474 m pada sudut oleng 31,8o untuk kondisi I di kapal pelayaran rakyat dan 0,623 m pada sudut oleng 36,4o untuk kondisi I di kapal pariwisata. Untuk hasil analisa ekonomis sendiri kapal pariwisata memiliki pengembalian modal yang lebih cepat selama 21 bulan dan menghasilkan untung bagi investor dan perbankan dalam peminjaman uang lebih baik daripada kapal pelayaran rakyat yang memiliki waktu pengembalian sebesar 27 bulan dan menghasilkan untung tidak sebesar penggunaan kapal pariwisata. Dari hasil analisa tersebut perubahan kapal pelayran rakyat menjadi kapal pariwisata bisa menjanjikan untuk para pelaku usaha pelayaran rakyat agar meningkatkan nilai penggunaan kapal dan meningkatkan ekonomi para pelaku usaha.
Analisa Kekuatan Konstruksi Kapal Landing Craft Tank Teluk Katurei Akibat Perubahan Framing System Dengan Metode Elemen Hingga Fajrul Falah Rosid; Imam Pujo Mulyatno; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 3 (2017): JULI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.922 KB)

Abstract

Kapal Landing Craft Tank adalah kapal yang digunakan untuk mengangkut kendaran-kendaraan besar seperti heavy cargo, bulldozer, excavator, dumb truck, loader,dan alat berat lainnya yang sangat diperlukan untuk pekerjaan konstruksi. Selain itu bahan-bahan konstruksi berukuran besar seperti pipa besi, lembaran baja, tangki air dan sebagainya juga dapat diangkut dengan Landing Craft Tank. Akibat adanya beban tersebut akan mengakibatkan distribusi beban pada kapal Landing Craft Tank. Dengan perubahan framing system kapal akan terjadi perubahan karakteristik tegangan. Pada setiap framing system tersebut dilakukan analisa maximum stress dengan bantuan program numerik finite element method (FEM). Analisa yang digunakan adalah analisa beban statis yang berasal dari kendaraan, beban setiap kondisi pembebanan serta beban hidrostatik. Analisa tersebut bertujuan untuk mengetahui karakteristik tegangan dan nilai tegangan  terbesar dari konstruksi kapal Landing Craft Tank serta mengetahui letak titik kritis pada kapal Landing Craft Tank, berdasarkan tiga variasi kondisi pembebanan kapal Landing Craft Tankyaitu air tenang, sagging dan hogging. Hasil analisa dan perhitungan yang  dilakukan pada kapal Landing Craft Tank model satu dalam kondisi air tenang sebesar 68 N/mm2, kondisi sagging sebesar 76,8 N/mm2, dan kondisi hogging sebesar 74,1 N/mm2. Untuk model dua dalam kondisi air tenang sebesar 68 N/mm2, kondisi sagging sebesar 74,8 N/mm2, dan kondisi hogging sebesar 72,6 N/mm2. Dari hasil nilai tegangan yang didapatkan, disimpulkan bahwa semua nilai tegangan yang terjadi pada kapal Landing Craft Tank masih memenuhi safety factor, baik safety factor menurut kriteria bahan maupun safety factor standar BKI.
Analisa Pengaruh Perbedaan Diameter Pin Tool Terhadap Kekuatan Tarik, Impak, dan Mikrografi Pada Aluminium 6061 Dengan Metode Pengelasan Friction Stir Welding (FSW) Rizka Azhari Yulistiawan Faruq; Sarjito Jokosisworo; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.703 KB)

Abstract

Dalam dunia perkapalan, aluminium 6061 banyak digunakan untuk konstruksi kapal. Pengelasan Friction Stir Welding (FSW) menggunakan prinsip gesekan dari benda kerja yang berputar dengan benda kerja lain yang diam sehingga mampu melelehkan benda kerja yang diam dan akhirnya tersambung menjadi satu.  Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil tarik, impak, dan struktur mikrografi dengan feed rate 10 mm/menit dengan variasi diameter pin (6 mm, 7 mm, dan 8 mm) terhadap pengelasan FSW dengan jenis penyambungan butt joint. Hasil penelitian menunjukkan sambungan las FSW pada diameter 6 mm memiliki kekuatan uji tarik 85,82 MPa, regangan 10,89%, dan kekuatan uji impak 0,37 J.  Pada diameter 7 mm memiliki kekuatan uji tarik 89,90 MPa, regangan 11,47%, dan kekuatan uji impak 0,38 J. Pada diameter 8 mm memiliki kekuatan uji tarik 143,17 MPa, regangan 13,71%, dan kekuatan uji impak 0,46 J. Hasil uji struktur mikrografi menunjukkan perubahan bentuk dan ukuran butir pertikel struktur mikro sehingga mempengaruhi sifat mekanik, dan pada diameter pin 8 mm memiliki tingkat kerapatan yang lebih baik dibandingkan diameter pin 7 mm, dan 6 mm. Hasil tersebut diakibatkan semakin lebar diameter pin pengelasan maka semakin lebar jalur pengelasan yang dihasilkan, serta semakin banyak aluminium yang dapat diaduk sifat mekaniknya semakin baik.
Analisa Pengaruh CenterBulb Berbentuk Foil Terhadap Vertical Motion Dan Wake Pada MV. Laganbar Khoirul Ramadhan; Deddy Chrismianto; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan Olah Gerak kapal akan dipengaruhi oleh faktor dari dalam dan faktor dari luar. Maka dari itu, dalam perancangan suatu kapal dibutuhkan perencanaan dan perhitungan yang terpat untuk menghasilkan  kenyamanan dan performa kapal yang baik. Salah satunya dengan memperhatikan kualias olah gerak yang merupakan respon kapal terhadap pengaruh dari laut seperti gelombang dan wake yang merupakan perbandingan antara kecepatan yang direncanakan terhadap kecepetan aliran fluida pada baling-baling dibawah air. Dalam upaya meningkatkan kualitas olah gerak yang baik, penelitian ini mencoba menambahkan variasi geometri dan posisi pada centerbulb bebenrtuk foil untuk melihat pengaruh vertical motion dan wake. Dalam penelitian ini untuk menyelesaikan permasalahan yang ada yaitu dengan melakukan permodelan kapal meggunakan software rhinoceros. Kemudian, untuk menganalisa olah gerak dibantu dengan software ansys aqwa dan untuk menganalisa wake digunakan software tdyn. Hasil penelitian vertical motion menunjukkan dari keseluruhan sudut datang gelombang dan Fn, model 3 yang paling optimal dalam mengurangi RMS vertical motion sebesar 0,37% - 0,54% dari model original. Adapun hasil analisa wake terlihat pada letak propeller dapat mengurangi nilai pada Fn 0,35 ; 0,49 ; 0,65. Pada Fn 0,35 model 8 mengurangi nilai wake 0,28%. Pada Fn 0,49 model 8 mengurangi 0,05% dan. Pada Fn 0,65 model  8 mengurangi nilai wake 0,39%.
Analisis Pengaruh Variasi Bentuk Perforated Pada Fixed Baffles Untuk Mengurangi Efek Sloshing Pada Ruang Muat Kapal Tanker Menggunakan Metode CFD Saeful Huda Mursito; Eko Sasmito Hadi; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini sebagian besar eksplorasi minyak bumi berada di lautan, dimana kapal digunakan sebagai alat transportasi utama untuk mengangkut minyak bumi tersebut. Kapal tersebut memiliki resiko kecelakaan tinggi karena membawa muatan mudah terbakar dan memeperoleh efek sloshing. Sloshing merupakan sebuah fenomena gerakan bebas dari  fluida dalam sebuah tangki. Fenomena ini sering di sebut dengan free surface effect yang dapat mengakibatkan deformasi pada struktur tangki. Penelitian ini bertujuan mengurangi efek sloshing dari kapal pertamina 17500Ltdwt  yang di timbulkan dengan menggunakan fixed baffle di tambah dengan variasi perforated pada masing-masing baffle. pemodelan tangki yang di gunakan untuk simulasi memiliki panjang 20,10m, lebar 11,85m, tinggi 10m. Analisa menggunakan metode Computational Fluid Dynamic dengan menambah variasi perforated pada fixed baffle yakni tanpa baffle, full baffle, setengah rectangle, full rectangle, full oval, setengah oval,  full circle, dan setengah circle dengan variasi pengisian tangki yakni 30%, 50%, 70%, dan 90%.  Pada penelitian ini dapat diketahui bahwa efek sloshing pada tangki dengan full baffle dapat berkurang 30,54%, full oval perforated dapat berkurang 24,54%, full circle perforated dapat berkurang 24,12%, full  rectangle perforated dapat berkurang 23,34%, setengah rectangle perforated dapat berkurang 22,07%, setengah  oval perforated dapat berkurang 21,09%, setengah  circle perforated dapat berkurang 17,47%.
Analisis Pengaruh Hull Vane Tipe NACA 2412 Sudut 0° Terhadap Hambatan dan Seakeeping Pada Kapal Perintis 750 DWT Dengan Variasi Jumlah dan Posisi Foil Hull Vane Menggunakan Metode CFD Rachmat Assidiq; Eko Sasmito Hadi; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.541 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi perkapalan sudah banyak diaplikasikan pada kapal. Hal itu sangat penting karena dapat meningkatkan performa kapal, diantaranya mengurangi hambatan dan memperbaiki olah gerak kapal. Penambahan hull vane dapat mengurangi hambatan pada kapal. Hull vane adalah fixed foil yang terletak pada buritan kapal dan di bawah garis air. Gaya angkat pada hull vane dapat mengurangi terjadinya running trim, sehingga hambatan akan berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perancangan hull vane pada kapal, baik dalam hal jumlah dan posisi foil untuk menghasilkan hambatan yang terkecil dan olah gerak kapal yang terbaik. Pada penelitian ini penulis menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamic (CFD) didalam menyelesaikan masalah dari tujuan penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa model kapal single foil hull vane dengan posisi foil 2%LWL di belakang kapal dan 60%T(sarat) adalah model yang paling optimal mengurangi hambatan total karena dapat diperkecil hingga 27,278%, terjadi pada Fn 0,32. Dengan pengurangan pada pressure forces sebesar 48,38% dan pengurangan viscous forces  sebesar 14,58%. Sedangkan untuk olah gerak kapal nilai heaving dan nilai pitching terbaik pada model kapal single foil hull vane posisi foil 4%LWL di belakang kapal dan 60%T (sarat)  dengan pengurangan nilai heaving sebesar 8,86% dan nilai pitching sebesar 6,44% pada Fn 0,34.
Engine - Water Jet Propeller Matching Pada Pilot Boat Single Hard Chine 15 Meter Niko Aditya Kriswan; Eko Sasmito Hadi; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perencanaan perancangan sistem permesinan dan water jet propulsion pada kapal, engine-water jet propeller matching (EWJPM) sangatlah vital. Ketidaksesuaian antara daya yang dihasilkan main engine, waterjet propeller dan karakteristik kapal mengakibatkan tidak optimalnya gaya dorong yang dihasilkan untuk mendapatkan kecepatan service. Besaran daya menjadi tidak efisien apabila titik operasi dari main engine tidak sesuai dengan water jet propeller. Namun perlu diingat bahwa besarnya daya yang dihasilkan mempunyai korelasi yang erat terhadap jumlah Fuel Oil Consumption (FOC). Penelitian dilakukan dengan mengkaji hambatan kapal dengan metode holtrop, daniel savitsky, dan cfd, kemudian menghitung efisiensi dan karakteristik tiap variasi water jet propeller untuk dilakukan EWJPM guna mencari nilai gaya dorong, kecepatan dan FOC setiap variasi. Kemudian diketahui bahwa pertama, Overall Propulsive Coefficient (OPC) sangat mempengaruhi gaya dorong yang dihasilkan water jet propeller. Kedua, konfigurasi gearbox perlu diperhatikan dalam mencocokkan karakteristik main engine dengan beban water jet propeller dan yang ketiga, adalah bahwasanya FOC optimal ketika daya output water jet propeller dibanding rpm main engine nilainya maksimum. Hasil penelitian ini yaitu pergantian water jet propeller menambah nilai gaya dorong dan kecepatan sebesar 3 kN dan 4 knot. FOC pun berkurang sebesar 0.54 l/Nautical Mile dikarenakan OPC water jet propeller perubah bernilai lebih besar.
STUDI PERANCANGAN KAPAL WISATA TRIMARAN HYBRID UNTUK PERAIRAN KEPULAUAN KARIMUNJAWA Natanael Martian Dwi Sunarto; Untung Budiarto; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 4 (2014): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.181 KB)

Abstract

Kegiatan pariwisata di Karimunjawa yang mulai meningkat harus didukung dengan fasilitas transportasi laut yang memadai. Sedangkan  ketersediaan energi fosil yang kian menipis, membuat harga bahan bakar fosil terus merangkak naik. Karena itu muncul ide untuk merancang  kapal yang dapat menggabungkan dua sumber energi yang berbeda, yaitu mesin diesel dan solar cell. Kapal yang seperti ini disebut dengan kapal hybrid. Dalam penilitian ini, fungsi utama kapal yang akan dirancang harus memperhitungkan ukuran utama, rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, stabilitas kapal dan analisis olah gerak kapal, serta pemilihan peralatan yang sesuai dengan mode hybrid yang akan dirancang.  Setelah ukuran utama didapatkan maka analisa kelayakan lambung bisa didapatkan dari software pendukung perancangan kapal. Ukuran utama yang dihasilkan dari perhitungan adalah LOA =14 m, B= 7,94 m, H= 1,64 m, T= 0,75 m. Kapal ini menggunakan motor listrik 75 kW, dengan sumber generator 55 kW, solar cell 2 kW, dan baterai 12,6 kW. Dalam sistem hybrid, ada tujuh mode yaitu mode solar cell, baterai, generator, solar cell + baterai, solar cell + generator, baterai + generator, dan gabungan solar cell + baterai + generator.  Dalam proses analisa, mode hybrid dapat menggerakan kapal dengan kecepatan maksimal 10,86 knot dengan hambatan 6,24 kN dan membutuhkan daya sebesar 69,6 kW.
Analisa Seakeeping Ponton Berbentuk Prisma Segi Enam Pada Gelombang Reguler dengan Simulasi Computational Fluid Dynamic (CFD) Eka Heriyanty; Eko Sasmito Hadi; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1752.625 KB)

Abstract

Negara maritim adalah sebutan untuk Negara Indonesia yang sebagian besar wilayahnya merupakan  perairan. Dengan kondisi ini, Indonesia pun memiliki banyak jenis peralatan yang berhubungan dengan laut di dunia perkapalan seperti Ponton (tongkang). Dalam perkembangan teknologi, untuk pengujian olah gerak dalam bidang perkapalan sendiri dapat dilakukan dengan modelling dan melakukan pengujian di Towing Tank atau simulasi menggunakan software CFD. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai olah gerak pada ponton prisma segi enam dan untuk mengetahui perbedaan nilai olah gerak antara pengujian yang dilakukan pada towing tank dengan simulasi menggunakan software CFD. Maka dari itu dalam penelitian ini metode yang dipakai adalah simulasi pada software CFD dengan karakteristik software berupa analisa olah gerak (Seakeeping) dengan variasi voltase gelombang, sarat dan muatan. Nilai olah gerak Heaving terbesar terjadi pada ponton prisma segi enam dengan variasi muatan air, draft ½ H pada gelombang 4 dengan amplitudo 1,95 cm didapat  nilai olah gerak heaving 8,406 cm. Untuk nilai Pitching pada variasi muatan air, draft ½ H pada gelombang 4 dengan amplitudo 1,95 cm didapat nilai olah gerak pitching 31,218°. Dan untuk nilai Rolling pada variasi muatan air, draft ⅕ H pada gelombang 4 dengan amplitudo 1,95 cm didapat nilai olah gerak rolling 0,054°.
Analisa Pengaruh Sudut Masuk Kapal Perintis 750 DWT Terhadap Resistance Kapal Dengan Mengunakan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) Giri Aditya Chandra J; Eko Sasmito Hadi; Ahmad Fauzan Zakki
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 2 (2017): APRIL
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1055.206 KB)

Abstract

Hambatan merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi dalam perancangan sebuah kapal. Kapal dengan bentuk haluan yang baik akan memberikan efisiensi hambatan yang dihasilkan sehingga operasional kapal dan pergerakan kapal lebih baik dan efisien. Dengan merubah sudut masuk haluan kapal diharpakan dapat mempengaruhi nilai hambatan kapal. Pada penelitian ini dicari bentuk haluan yang menghasilkan hambatan total paling kecil dengan menggunakan program Computational Fluid Dynamic (CFD). Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan menggunakan CFD didapatkan nilai hambatan yang lebih kecil dibandingkan nilai hambatan pada model asli kapal. Nilai hambatan total pada kecepatan 16 knot sebesar 28,06 N dengan adanya perubahan sudut menjadi 19,720o, 16,720o,13,720o,10,720o dengan penurunan tiap 3o diketahui nilai hambatan totalnya yaitu sebesar 27.429 N, 26.874N,  26.360N, 25.7 N. dan peneliti melakukan perubahan penambahan sudut kapal tiap 3o menjadi 25,720o, 28,720o, 31,720o, 34,720o dengan nilai hambatan total sebesar 29.075 N,  29.895N,  30.647N, 31.878N. dengan rata-rata perubahan sebesar3,5 % hal ini menunjukan bahwa dengan perubahan sudut haluan kapal dapat mempengaruhi besar hambatan kapal dengan variasi kecepatan yang sama, dengan menurunya nilai hambatan dapat mengurangi nilai EHP tersebut sehinga dapat menghemat bahan bakar kapal tersebut. 
Co-Authors A.F. Zakki Abi Dimas Alfian, Abi Dimas Abner Herdian Permana Putra Achmad Kurniawan Adhi Paska, Adhi Aep Supirman Afdi Supriyonggo Nugroho Ahmad Azhar Ginting Ahmad Fauzan Zakki Ajib Wahab Purwanto Akhiruddin Akhiruddin Al Fahsan Al Fahsan Aldias Bahatmaka Alexius Bayu Setyoko Alif Fadhilah Amaytana Cindy Armela Andhi Kusuma Andhyka Cakrabuana Adhitama Andi Trimulyono Ari Wibawa Ari Wibawa B.S Ari Wibawa B.S Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa ST, MSi Arie Prasetyo Ario Nugroho Prihutomo Ario Restu Sratudaku Aulia Ramadhan Kopayona Azhabul Hayatul Fajar Azniatu Fihliya Berlian Arswendo Adietya Berlian Arswendo Adietya Brata Wahyu Setya Budi Brian Haksa Nova Burhannudin Senoaji Buyung Vidiarto Caesar, Agung Al Citra Robiatul Adawiyah Deddy Chrismianto Deddy Chrismianto Dedi Budi Purwanto Desto Pradika Putra Dicky Darmawan Dimas Maulana Agung Pambudi Dito Adi Prassyeta Dwi Satria Fajar Efriananda Sabta Rizki Eka Heriyanty Eka Mellyana Nur Anggraini Elvira Dwi Gustiarini Fachry Ramadhan Fajrul Falah Rosid Firdaus S.P Firnandito, Anugrah Frans Simanjuntak Ganang Adi Baskoro Ginanjar Baskoro Aji Giri Aditya Chandra J Good Rindo Hartono Yudo Hartono Yudo Haryadi, Ricky Tri Hendri Firman Hibob Faiz Firdaus Ibnu Fauzi Kenedy Ichsan Aditio Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Indradi Setiyanto Irvan Putera Samudera Jefri Harumbinang Josua Siagian Juwanto Juwanto K Kiryanto K. Kiryanto Karnoto . Khoirul Anam Khoirul Ramadhan Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Lily Muzdalifah Luthfi Maslul Muttaqim M. Aji Luhur P M. Iqbal Maharani, Heslina Fifani Malau, Karno R Mita Ardiana, Mita Moh Nurdin Septiantono R Mohammad Nasikin Muhamad Zulkifli Muhammad Abdul Aziz Mufti Muhammad Ansori Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Luqman Hakim, Muhammad Luqman Muhammad Raditya Daniswara Muhammad Rayandra Lubis Muhammad Rynaldi Muhammad Sidiq Natanael Martian Dwi Sunarto Natanael Martian Dwi Sunarto Niko Aditya Kriswan Noprian Christy S Nugraha, Sandy Nurhali Nurhali Ocid Mursid Ojo Kurdi P. Boby Janurianto Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Permana, Mohamad Fiqri Rachmat Assidiq Rais Yudanto Renggita Aan Rachmadani Restu Kuasa Reza Andrian Saputro Ridwan Rasoki Harahap Rifandi Aditya Ririh Sustiko Asih Rizka Azhari Yulistiawan Faruq Robby Munardi Roby Widiyanto Rolan Haris Ben Imanuel Purba, Rolan Haris Ben Imanuel Rosiana Dewi Saeful Huda Mursito Samuel Samuel Samuel Samuel Sarjito Jokosisworo Septaji Indrasahputra Siahaan, Batara Srijaya Ratu Subekti, Joko Tindaon, Aldy Sabat Tobing, Christabel Giovanny Toha Frans Soaloon Siregar Untung Budiarto Vina Widya Lestari Vita Agnindiyasari Wahif Indramana Wahyu Nugroho Mustikojati, Wahyu Nugroho Wasisto Haribowo, Wasisto Wicaksono, Ardhana Widyanto Widyanto Willma Amiruddin Wilma A Wilma A Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Wiwit Wirawan Yohana Krisyanti Simanjuntak Zeinurrohman, Rangga Zippo Benediktus Sijabat