Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Sudut Masuk Pada Kapal Perintis 750 Dwt Terhadap Resistance Kapal Dengan Penambahan Anti-Slamming Bulbous Bow Tipe Delta (Δ – Type) Zippo Benediktus Sijabat; Eko Sasmito Hadi; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.169 KB)

Abstract

Haluan kapal merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi nilai hambatan. Kapal yang memiliki bentuk haluan yang baik dapat memberikan efisiensi terhadap hambatan sehingga operasional kapal dapat lebih baik dan efisien. Berbagai macam penelitian yang dilakukan untuk dapat mengurangi nilai hambatan kapal dengan cara memodifikasi bentuk haluan kapal.Pada penelitian ini dilakuan variasi bentuk haluan dengan penambahan Anti-slaming bulbousbow tipe delta(Δ – Type).Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besar perubahan hambatan kapal dengan posisi haluan berada pada beberapa variasi sudut penyimpangan tersebut dan membandingkan nilai hambatan pada beberapa sudut penyimpangan haluan antara lines plan asli dengan lines plan modifikasi. Perhitungan hambatan kapal pada sudut penyimpangan haluan pada posisi setiap 3°,diperoleh dari hasil software CFD.Sudut yang digunakan yaitu 16.72 o, 19.72 o ,22.72 o, 25.72 o,28.72 o.Kemudian tinggi anti-slaming yang digunakan adalah 0.58 , 0.725 dan ,0.87 . Analisa perhitungan hambatan kapal Perintis 750 Dwt dihitung menggunakan software CFD yaitu Tdyn 12.2.3.0 dan  menggunakan variasi kecepatan (Fn = 0,2568; Fn = 0,2782; Fn = 0,2996; Fn = 0,3210; Fn = 0,3424; Fn = 0,3638).Hasilnya,nilai hambatan terkecil terdapat pada model bulbous bow anti-slaming 0.58 dengan sudut 19.72 osebesar 7,73% dari kapal tanpa menggunakan anti-slaming bulbous bow.
PENGARUH KECEPATAN KAPAL TERHADAP GELOMBANG YANG DITIMBULKAN AKIBAT GERAKAN WATER BUS DENGAN BENTUK LAMBUNG KATAMARAN ASIMETRIS DI BANJIR KANAL BARATJAKARTA BERBASIS CFD Abner Herdian Permana Putra; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 1, No 1 (2013): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi lingkungan yang semakin buruk akibat polusi udara memunculkan inovasi dalam menciptakan alat transportasi ramah lingkungan. Telah dilakukan penelitian  sebelumnya yaitu perancangan water bus dengan bentuk lambung katamaran asimetris yang memanfaatkan tenaga matahari sebagai energi penggeraknya. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan guna mengkaji pengaruh kecepatan kapal terhadap gelombang yang ditimbulkan akibat gerakan water bus dengan bentuk lambung katamaran asimetris di bajir kanal barat Jakarta dengan menggunkaan paket program CAD (Computer Aided Design) serta CFD (Computational Fluid Dynamics). Dari hasil penelitian  ini akan diketahui kecepatan optimal pada kapal, besarnya nilai tahanan kapal, serta tinggi gelombang yang ditimbulkan akibat gerakan badan kapal pada kondisi kecepatan 1- 6 knot. Perhitungan dan analisa pada penelitian ini menggunakan metode freesurface dan didapatkan kecepatan optimal kapal adalah 5Knot. Besarnya nilai tahanan pada kecepatan 5 knot sebesar  0,421808 kN dan tinggi gelombang yang ditimbulkan akibat gerakan badan kapal berkisar antara 0,3 – 0,4 m.
Analisa Kekuatan Pondasi Bollard Pada Tongkang Santan 195 Dengan Metode Elemen Hingga Irvan Putera Samudera; Hartono Yudo; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1548.653 KB)

Abstract

Tongkang merupakan salah satu media yang biasa digunakan untuk pengujian kemampuan kapal tunda (Bollard Pull Test). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai analisa kekuatan terjadi pada konstruksi pondasi bollard tongkang, mengetahui variasi pada bollard tongkang untuk meminimalisir kerusakan saat tegangan maksimum dan jenis desain bolard tongkang yang paling optimal. Hasil analisa bollard yang dilakukan ketika ditarik rah 0 derajat nilai tegangan maksimum dengan variasi 2 bracket sebesar 8,25 x 102 N/mm2, 3 bracket sebesar 8,3 x 102 N/mm2 dan 4 bracket sebesar 8,2 x 102 N/mm2. Diarah 30 derajat dengan variasi 2 bracket sebesar 3,06 x 102 N/mm2, 3 bracket sebesar 3,04 x 102 N/mm2dan 4 bracket 3,06 x 102 N/mm2. Diarah 45 derajat sebesar dengan variasi 2 bracket sebesar 5,86 x 102 N/mm2, 3 bracket sebesar 6,34 x 102 N/mm2dan 4 bracket sebesar 5,8 x 102 N/mm2. Diarah 60 derajat dengan variasi 2 bracket sebesar 3,06 x 102 N/mm2, 3 bracket sebesar 8,93 x 102 N/mm2, dan 4 bracket sebesar 3,06 x 102 N/mm2. Diarah 90 derajat dengan variasi 2 bracket sebesar 3,02 x 102 N/mm2, 3 bracket sebesar 3,04 x 102 N/mm2dan 4 bracket sebesar 8,2 x 102 N/mm2.
Analisa Stabilitas Dan Olah Gerak (Seakeeping) Kapal Pada MV. Pan Marine Setelah Dikonversi Dari Kapal Kru Menjadi Kapal Wisata Andhyka Cakrabuana Adhitama; Eko Sasmito Hadi; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1705.237 KB)

Abstract

MV. Pan Marine merupakan salah satu kapal offshore yang sudah lama lay up disebabkan industri minyak dan gas yang sedang menurun. Oleh sebab itu, PT. Pan Marine melakukan konversi kapal tersebut dari kapal kru (offshore supply vessel) menjadi kapal wisata (passengger ship) agar tetap bisa operasi dan menghasilkan pemasukan. Kapal tersebut mengalami penambahan bangunan atas sehingga kapasitas muatan akan semakin banyak. Penelitian ini dilakukan dengan berbagai macam kondisi muatan serta menggunakan 5 variasi sudut yang berbeda. Tujuannya adalah mendapat nilai GZ, periode oleng, serta roll motion yang sesuai dengan standar kriteria umum. Metode yang digunakan adalah dengan membuat model 3D dari kapal sebelum dan setelah konversi yang nantinya akan digunakan untuk menganalisa stabilitas serta olah gerak menggunakan software CFD. Hasil dari analisa tersebut kemudian disesuaikan dengan kriteria IMO A.749(18) untuk stabilitas dan NORDFORSK untuk olah gerak. Dari analisa stabilitas didapatkan perbedaan rata-rata GZ kedua model kapal adalah 2,78% dan perbedaan rata-rata periode oleng dari kedua model kapal adalah 0,99%. Untuk analisa olah gerak, perbedaan nilai RMS gerakan roll pada kedua model kapal adalah 30%. Hasil dari penelitian menyimpulkan bahwa kapal konversi ini layak secara stabilitas dan olah geraknya, sehingga aman untuk digunakan mengangkut penumpang.
Analisa Pengaruh Sudut Masuk Kapal Perintis 750 Dwt Terhadap Slamming Kapal Dengan Penambahan Anti-Slamming Bulbous Bow Tipe Delta (Δ – Type) Menggunakan Metode Cfd (Computational Fluid Dynamic) Ridwan Rasoki Harahap; Eko Sasmito Hadi; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1211.828 KB)

Abstract

Kemampuan olah gerak kapal (seakeeping) merupakan salah satu aspek penting pada perancangan sebuah kapal. Hal itu berkaitan dengan gerakan kapal dalam  merespon pengaruh gaya-gaya luar yang bekerja pada kapal. Salah satu fokus dari pembahasaan analisa seakeeping yaitu masalah slamming pada kapal. Slamming adalah kejadian dimana dasar haluan kapal terangkat dari permukaan air kemudian terhempas kembali. Pemakaian anti-slamming pada kapal adalah salah satu solusi untuk mengurangi efek slamming sehingga kapal bisa berlayar dengan baik dan tidak membahayakan penumpang, peralatan kapal, muatan dan kapal itu sendiri. Pada penelitian ini, dilakukan analisa pengaruh sudut masuk dan penggunaan bulbous bow tipe Delta (Δ – type) dengan perbandingan variasi anti-slamming sebesar 20%, 25% dan 30% terhadap sarat kapal. Anti-slamming bulbous bow dan kecepatan kapal divariasikan untuk melihat probabilitas dan  intensitas slamming yang paling rendah. Sudut yang digunakan yaitu 16,72o; 19,72o; 22,72o; 25,72o; dan 28,72 o. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan delftship dan kemudian dilakukan analisa gerakan menggunakan metode Hydrodinamic Diffraction. Hasil penelitian ini menunjukan semua variasi model memenuhi standart Seakeeping criteria Nordsfork 1987 dan  slamming probability paling baik pada sudut 22,720 terdapat pada model bulbous bow ASB3  dengan rasio tinggi anti-slamming 30% terhadap sarat dapat mengurangi probabilitas slamming sebesar 10,8% - 66,1% dari kapal existing.
Analisa Pengaruh Penambahan Hull Vane Tipe NACA 2415 Sudut 5 ° Pada Kapal Perintis 750 DWT, Variasi Jumlah Dan Posisi Foil Hull Vane Terhadap Hambatan Dan Seakeeping Kapal Dengan Menggunakan Metode CFD Afdi Supriyonggo Nugroho; Eko Sasmito Hadi; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.209 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi dalam dunia perkapalan terjadi sangat pesat, dan banyaknya inovasi baru di bidang perkapalan yang bertujuan untuk membenahi kekurangan atau masalah yang sering di hadapi oleh kapal yang berlayar di lautan. Hambatan dan seakeping merupakan masalah yang selalu di hadapi. Salah satu inovasi untuk mengurangi hambatan dan seakeeping tersebut adalah dengan penambahan hull vane. Hull vane adalah adalah fixed foil yang terletak di bawah garis air pada bagian buritan kapal. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hambatan dan seakeeping setelah penambahan hull vane, letak efektif dari hullvane. Dalam melaksanakan penelitian ini penulis menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamic (CFD). Analisa hambatan menggunakan aplikasi Tdyn, dan analisa olah gerak menggunakan Hydrodynamic Diffraction (ANSYS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kapal dengan penambahan hull vane dengan variasi 50%T(Sarat) dengn Fn 0,342 dapat mengurangi hambatan sebesar 20,135% dari hambatan kapal asli.Dari hasil running menunjukkan pengurangan hambatan total dari 28,060 N menjadi 22,410 N, preasure force dari 12,298 N menjadi 7,696 N dan hambatan gesek berkurang dari 15,085 N menjadi 14,714 N. Dan untuk seakeeping heave acceleration dan Pitching menunjukkan model 3 memiliki respon heaving dan Pitching terkecil pada Fn 0,342, yaitu heaving berkurang 33%  dari 0.062 menjadi 0.041,  picthing berkurang 33% dari 0.2109 menjdi 0.135.
PENGARUH POSISI CENTERBULB BERBENTUK FOIL TERHADAP KOMPONEN HAMBATAN KAPAL IKAN KATAMARAN MV. LAGANBAR Muhammad Iqbal; Parlindungan Manik; Eko Sasmito Hadi; Achmad Kurniawan
JURNAL INTEGRASI Vol 12 No 1 (2020): Jurnal Integrasi - April 2020
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.283 KB) | DOI: 10.30871/ji.v12i1.1885

Abstract

Catamarans are double hull ships which have many advantages over single hull ships with the same displacement. To increase catches, fishermen in Cilacap converted ships from the original single hull with outrigger to double hull (catamaran). Displacement of ships has doubled. But the ship's resistance increased to almost 4 times. To reduce the resistance of catamarans, some researchers use the concept of center bulb. In this study, the center bulb form used foil. The purpose of this study was to determine the effect of center bulb position on ship resistance components by comparing 9 center bulb positions. The results stated that of the nine center bulb position configurations, Model 6 is the best model because at Fr 0.35 it can reduce ship resistance by up to 33%. For the viscous resistance component it is not significantly affected by the use of the center bulb. But on the wave resistance component, the use of this center bulb can reduce wave resistance by 47% at Fr 0.35.
Implementasi Project Evaluation and Review Technique (PERT) Pada Penjadwalan Reparasi Kapal KMP Royal Nusantara Amaytana Cindy Armela; Wilma Amiruddin; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 2 (2022): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reparasi kapal perlu dilaksanakan agar kelayakan kapal dapat dipertahankan sehingga kapal dapat terus beroperasi maksimal. Pelaksanaan reparasi kapal memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Kapal KMP Royal Nusantara merupakan kapal berjenis Ro Ro Passenger yang direncanakan melaksanakan reparasi selama 25 hari, namun realisasinya terjadi keterlambatan sehingga kapal selesai direparasi setelah 42 hari. Keterlambatan dalam proyek dapat diminimalisir dengan cara menyusun perencanaan proyek. Tujuan penelitian ini adalah membuat evaluasi terhadap penjadwalan reparasi KMP Royal Nusantara agar nantinya dapat meminimalisir keterlambatan. Penelitian ini menggunakan metode PERT dan crashing project untuk mempercepat penjadwalan proyek. PERT merupakan metode perencanaan proyek menggunakan distribusi peluang berdasarkan tiga perkiraan waktu untuk setiap kegiatan, antara lain waktu optimis, waktu pesimis, dan waktu realistis. Perhitungan crashing project penelitian ini menggunakan alternatif percepatan penambahan waktu lembur selama 4 jam serta penambahan tenaga kerja sebanyak 30% dari tenaga kerja semula. Kedua alternatif percepatan menghasilkan percepatan penjadwalan proyek yang sama yaitu  dari perencanaan awal selama 25 hari menjadi 22 hari. Hasil perhitungan menggunakan metode PERT didapat kemungkinan keberhasilan proyek dipercepat menjadi 22 hari adalah sebesar 81,33%. Perhitungan  jam orang atau manhour menunjukkan peningkatan manhour setelah penambahan tenaga kerja sebanyak 29,32% dan peningkatan manhour setelah penambahan jam kerja sebanyak 51,11%
Analisis Pengaruh Pengunaan Ulstein X-Bow pada Kapal Perintis Type 750 DWT Terhadap Nilai Hambatan dengan Metode Computational Fluid Dynamics Frans Simanjuntak; Samuel Samuel; Parlindungan Manik; Eko Sasmito Hadi; Willma Amiruddin
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v5i3.248-266

Abstract

ABSTRAKHambatan merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan dalam mendesain sebuah kapal. Salah satu upaya untuk mengurangi hambatan adalah memodifikasi bentuk haluan kapal dengan menggunakan Ulstein X-Bow. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan Ulstein X-Bow serta mencari nilai hambatan, trim dan sinkage terkecil dengan menggunakan metode CFD (Computational Fluid Dynamics) dengan teknik overset mesh. Penerapan variasi Froude Number, Stem Angle, Flare Bow, serta kondisi perairan (deep water dan medium shallow water) dilakukan untuk mendapatkan bentuk desain yang paling optimal. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kapal Perintis 750 DWT dengan penggunaan Ulstein X-Bow pada kondisi perairan dalam (deep water) h/t = 19.3, dapat mengurangai nilai hambatan sebesar 4.85%, trim sebesar 2.32% dan sinkage sebesar 0.40% yang terdapat pada Model 4 dibandingkan dengan Model 1 pada Froude Number (Fn = 0.24), sedangkan pada kondisi perairan medium (medium shallow water) h/t = 4.0, nilai hambatan, trim dan sinkage terkecil terjadi pada Kapal Perintis 750 DWT tanpa penggunaan Ulstein X-Bow pada Froude Number (Fn = 0.24).Kata kunci: Hambatan, Ulstein X-Bow, Kapal Perintis 750 DWT, Computational Fluid Dynamics ABSTRACTResistance is an important aspect that needs to be considered when designing a ship. One of the ways to reduce the resistance value is to modify the shape of the ship's bow using the Ulstein X-Bow. The main objective of this research is to find out the Effectiveness of using Ulstein X-Bow and to find the smallest resistance, trim and sinkage values using the CFD (Computational Fluid Dynamics) method with mesh overset techniques. The application of variations in Froude Number, Stem Angle, Flare Bow, and water conditions (deep water and medium shallow water) is done to get the most optimal design shape.The results of this study showed that in deep water conditions (h/t = 19.3), Perintis 750 DWT using Ulstein X-Bow can reduce the resistance value by 4.85%, trim by 2.32% and sinkage by 0.40% that can be found in model 4 compared to model 1 on Froude Number (Fn = 0.24). while in medium shallow water conditions h/t = 4.0, the smallest resistance, trim and sinkage values occur on the Perintis 750 DWT ship without using Ulstein X-Bow at Froude Number (Fn = 0.24).Keywords: Resistance, Ulstein X-Bow, Perintis 750 DWT Ship, Computational Fluid Dynamic
ANALISA PERFORMANCE KAPAL IKAN TRADISIONAL KM. RIZKY MINA ABADI DENGAN ADANYA MODIFIKASI PALKA IKAN BERINSULASI POLYURETHANE Eko Sasmito Hadi; Parlindungan Manik; Juwanto Juwanto
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 9, No 2 (2012): Juni
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1065.354 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v9i2.4391

Abstract

Perancangan desain palka polyurethane pada kapal tradisonal tipe Batang ini didasarkan akan kebutuhan es untuk mendinginkan jumlah ikan yang ada dalam palka, dalam perancangan palka polyurethane diperlukan kenerja dan spesifikasi teknis yang baik diantaranya stabilitas, hambatan, olah gerak, kecepatan kapal. Pada penelitian ini direncanakan sistem palka polyurethane dengan pengurangan massa total es sebesar 2912,13 kg dengan massa ikan constant dari palka biasa.Pada prinsipnya adalah bagaimana kemampuan kapal untuk tiap-tiap kondisi dengan pengurangan massa muatan ,sehingga pada tiap-tiap kondisi tersebut kapal  palka polyurethane mempunyai stabilitas yang baik dengan hambatan yang lebih kecil dibandingkan kapal palka biasa. Hasil perhitungan hullform sistem palka polyurethane yang dirancang memiliki nilai MG (Metacenter to Gravity) 1,29 % lebih  tinggi  dan nilai Sarat Midship lebih rendah 3,89 % dibandingkan menggunakan palka biasa.Nilai hambatan kapal dan daya palka polyurethane lebih kecil 0,17 KN dan 1,24 KW dibandingkan kapal palka biasa untuk kondisi palka muatan penuh. Dari segi olah gerak kapal, pada sistem palka polyurethane memilki  nilai motion dan velocity lebih kecil 0,19° dan 0,0043 rad/s dibandingkan  sistem palka biasa pada kondisi Rolling Rough Water wave heading 90 °.
Co-Authors A.F. Zakki Abi Dimas Alfian, Abi Dimas Abner Herdian Permana Putra Achmad Kurniawan Adhi Paska, Adhi Aep Supirman Afdi Supriyonggo Nugroho Agus Setyawan Ahmad Azhar Ginting Ahmad Fauzan Zakki Ajib Wahab Purwanto Akhiruddin Akhiruddin Al Fahsan Al Fahsan Aldias Bahatmaka Alexius Bayu Setyoko Alif Fadhilah Amaytana Cindy Armela Andhi Kusuma Andhyka Cakrabuana Adhitama Andi Trimulyono Anugrah Firnandito Ari Wibawa Ari Wibawa B.S Ari Wibawa B.S Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa ST, MSi Arie Prasetyo Ario Nugroho Prihutomo Ario Restu Sratudaku Aulia Ramadhan Kopayona Azhabul Hayatul Fajar Azniatu Fihliya Berlian Arswendo Adietya Berlian Arswendo Adietya Brata Wahyu Setya Budi Brian Haksa Nova Burhannudin Senoaji Buyung Vidiarto Caesar, Agung Al Citra Robiatul Adawiyah Deddy Chrismianto Deddy Chrismianto Dedi Budi Purwanto Desto Pradika Putra Dicky Darmawan Dimas Maulana Agung Pambudi Dito Adi Prassyeta Dwi Satria Fajar Efriananda Sabta Rizki Eka Heriyanty Eka Mellyana Nur Anggraini Elvira Dwi Gustiarini Fachry Ramadhan Fajrul Falah Rosid Firdaus S.P Frans Simanjuntak Ganang Adi Baskoro Ginanjar Baskoro Aji Giri Aditya Chandra J Good Rindo Hartono Yudo Hartono Yudo Haryadi, Ricky Tri Hendri Firman Hibob Faiz Firdaus Ibnu Fauzi Kenedy Ichsan Aditio Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Indradi Setiyanto Irvan Putera Samudera Jefri Harumbinang Joko Subekti Josua Siagian Juwanto Juwanto K Kiryanto K. Kiryanto Karnoto . Khoirul Anam Khoirul Ramadhan Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Lily Muzdalifah Luthfi Maslul Muttaqim M. Aji Luhur P M. Iqbal Maharani, Heslina Fifani Malau, Karno R Mita Ardiana, Mita Moh Nurdin Septiantono R Mohammad Nasikin Muhamad Zulkifli Muhammad Abdul Aziz Mufti Muhammad Ansori Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Luqman Hakim Muhammad Raditya Daniswara Muhammad Rayandra Lubis Muhammad Rynaldi Muhammad Sidiq Mulyatno, Imam Pudjo Natanael Martian Dwi Sunarto Natanael Martian Dwi Sunarto Niko Aditya Kriswan Nizar, Vania Early Noprian Christy S Nugraha, Sandy Nurhali Nurhali Ocid Mursid Ojo Kurdi P. Boby Janurianto Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Permana, Mohamad Fiqri Purnawan Adi Wicaksono Rachmat Assidiq Rais Yudanto Renggita Aan Rachmadani Restu Kuasa Reza Andrian Saputro Ridwan Rasoki Harahap Rifandi Aditya Ririh Sustiko Asih Rizka Azhari Yulistiawan Faruq Robby Munardi Roby Widiyanto Rolan Haris Ben Imanuel Purba, Rolan Haris Ben Imanuel Rosiana Dewi Saeful Huda Mursito Samuel Samuel Samuel Samuel Sarjito Jokosisworo Septaji Indrasahputra Siahaan, Batara Srijaya Ratu Solikhin Solikhin Tindaon, Aldy Sabat Tobing, Christabel Giovanny Toha Frans Soaloon Siregar Untung Budiarto Vina Widya Lestari Vita Agnindiyasari Wahif Indramana Wahyu Nugroho Mustikojati, Wahyu Nugroho Wasisto Haribowo, Wasisto Wicaksono, Ardhana Widyanto Widyanto Willma Amiruddin Wilma A Wilma A Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Wiwit Wirawan Yohana Krisyanti Simanjuntak Zeinurrohman, Rangga Zippo Benediktus Sijabat