Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA PENGARUH VARIASI HULLFORM TERHADAP HAMBATAN TOTAL KAPAL SELAM DENGAN METODE COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC (CFD) Ajib Wahab Purwanto; Deddy Chrismianto; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 4 (2014): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.302 KB)

Abstract

Ukuran dan bentuk hullform kapal selam memegang peranan penting dalam menentukan performa hidrodinamika kapal selam khususnya dalam hal hambatan. Hambatan merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam perancangan sebuah kapal. Dalam membuat kapal selam dengan kriteria senyap diperlukan bentuk hullform yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hullform kapal selam terbaik yang mempunyai performa hidrodinamis optimal yaitu mendapatkan hambatan total yang paling kecil sehingga memenuhi kriteria sangat senyap.Penelitian dilakukan dengan cara menganalisa dan menghitung hambatan total kapal menggunakan program computer berbasis CFD. CFD (Computational Fluid Dynamic) adalah ilmu yang mempelajari cara memprediksi aliran fluida, perpindahan panas, dan reaksi kimia dengan menyelesaikan persamaan matematika/numerik dinamika fluida. Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan menggunakan CFD dari 8 model variasi hullform kapal selam didapatkan 4 model dengan hambatan total lebih kecil dari hambatan total model aslinya, yaitu model A, model F, model G dan model H. Nilai hambatan total paling kecil pada variasi kedalaman 0 meter dan 15 meter serta pada variasi kecepatan 5 knot, 10 knot dan 15 knot yaitu terdapat pada model H. Kesimpulannya, dari 8 model tersebut didapatkan bentuk hullform terbaik yang memiliki hambatan paling kecil yaitu model H.
Pengukuran Olah Gerak Ponton Tabung Dengan Penambahan Heaving Plate Berbentuk Segi Enam Berlubang Pada Gelombang Reguler Menggunakan Mikrokontroler Berbasis Wireless Vita Agnindiyasari; Eko Sasmito Hadi; Deddy Chrismianto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya populasi manusia di Indonesia menyebabkan kebutuhan dasar masyarakat akan energi listrik semakin bertambah. Ponton menjadi salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan memanfaatkan energi gelombang laut. Gerakan ponton berpengaruh terhadap daya yang dihasilkan, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mendapatkan kriteria yang terbaik dari ponton menggunakan teknologi baru yaitu heaving plate. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan nilai olah gerak ponton dengan variasi heaving plate, tinggi sarat dan gelombang. Metode yang digunakan adalah membuat rangkaian wireless, seperti Arduino untuk mikrokontroller, sensor HS-SR04 untuk mengukur heaving, sensor MPU untuk mengetahui pitching dan rolling, load cell untuk mengukur beban heaving dan XBee S2C sebagai komunikasi dari Arduino ke PC. Pengujian dilakukan terhadap ponton tabung yang dilengkapi dengan heaving plate bervariasi jumlah lubang yaitu 3,4 dan 5 dengan masing – masing memiliki diameter 20mm dan 30mm. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, nilai heaving tertinggi berada pada 31mm, lebih besar dibandingkan dengan nilai heaving tertinggi pada ponton tabung tanpa heaving plate. Penambahan heaving plate ini memberikan efek lebih besar dibandingkan pengujian sebelumnya.
Analisa Olah Gerak Ponton Bentuk Silinder Dengan Penambahan Heaving Plate Lingkaran Pada Gelombang Reguler Wahif Indramana; Eko Sasmito Hadi; Deddy Chrismianto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 1 (2020): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.006 KB)

Abstract

Dunia perkapalan telah mengalami banyak perkembangan dan inovasi yang telah dilakukan, termasuk perkembangan pengujian terhadap benda apung yang sangat bervariasi. Dalam pengujian benda apung terdapat berbagai macam cara, seperti pengujian benda apung di Laboratorium Hidrodinamika menggunakan Towing Tank, pengujian menggunakan software maupun pengujian dengan perhitungan manual. Penambahan heaving plate pada ponton dapat memberikan massa tambahan sehingga dapat mengurangi gerakan heaving.  Dalam penelitian ini menggunakan metode CFD dengan software analisa olah gerak (seakeeping) untuk mendapat nilai olah gerak dengan variasi diameter heaving plate, panjang spar, sarat ponton dan tinggi gelombang. Nilai olah gerak ponton dengan heaving plate diantaranya nilai heaving tertinggi terdapat pada ponton dengan variasi spar pendek, heaving plate 5 pada sarat 5.0 cm dan gelombang 2 dengan nilai 3.627 cm, nilai pitching tertinggi terdapat pada variasi spar pendek, heaving plate 1  pada sarat 5.0 cm dan gelombang 2 dengan nilai 18.573° dan nilai rolling tertinggi terdapat variasi spar panjang, heaving plate 4 pada sarat 2.5 cm dan gelombang 2 dengan nilai 0.079°. Dari hasil pengujian disimpulkan bahwa variasi heaving plate, spar dan muatan mempengaruhi nilai olah gerak yang berbeda-beda, tinggi gelombang memiliki pengaruh yang paling besar, semakin tinggi gelombang yang digunakan semakin besar nilai olah gerak.
Pembuatan 3d Modeling Propeller Dengan Menggunakan Digital Photogrammetry Ririh Sustiko Asih; Eko Sasmito Hadi; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.436 KB)

Abstract

Propeller berfungsi untuk menghasilkan gaya dorong pada kapal. Propeller harus didesain sedemikan rupa agar mempunyai efisiensi yang maksimal. Desain propeller baik 2D atau 3D sangat berguna untuk proses reparasi dan modifikasi propeller guna mendapatkan propeller dengan efisiens yang maksimal. Namun, muncul permasalahan dengan tidak adanya data propeller yang dimiliki oleh owner atau galangan. Dari permasalahan tersebut, munculah percobaan untuk mendesain propeller dengan menggunakan metode Digital Photogrammetric. Digital Photogrammetry adalah seni dan ilmu untuk mendapatkan pengukuran yang tepat secara matematis dan data 3D dari dua atau lebih hasil foto. Pembuatan 3D model menggunakan metode Digital Photogrammetry dibantu oleh aplikasi Autodesk ReMake, MeshMeixer, Rhinoceros dan selanjutnya divalidasi dengan propeller asli. Hasilnya, model 1 dengan tipe B series memiliki diameter propeller 0,565 m, diameter hub 0,068 m, jumlah daun 4, AE/AO 0,40, dan maksimal koreksi lebar 4,561% dan tebal 5%, model 2 dengan tipe B series memiliki diameter propeller 0,824 m, diameter hub 0,096 m jumlah, daun 4, AE/AO 0,40 dan maksimal koreksi lebar 4,956% dan tebal 4,878%, model 3 dengan tipe B series memiliki diameter propeller 0,62 m, diameter hub 0,067 m, jumlah daun 3, AE/AO 0,35 dan maksimal koreksi lebar 4,974% dan tebal 4,918% hal ini terjadi karena dipengaruhi oleh faktor pencahayaan, latar dan jarak pemotretan. 
PENGUKURAN PRODUKTIFITAS GALANGAN DALAM PEMBANGUNAN KAPAL PERINTIS 1200 GT Nurhali Nurhali; Deddy Chrismianto; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.987 KB)

Abstract

Galangan kapal adalah sebuah tempat yang dirancang untuk memperbaiki dan membuat kapal baru. Pada proyek pembangunan kapal baru dituntut untuk bekerja cepat sesuai dengan jadwal. Hal ini perlu diperhatikan, karena dapat mempengaruhi biaya yang dikeluarkan dan waktu untuk menyelesaikan proyek. Namun semakin banyak permintaan dari pemilik kapal, semakin sulit juga pihak galangan untuk menyelesaikan semuanya sesuai dengan permintaan. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor yang dapat menghambat proses produksi, diantaranya: tenaga kerja, bahan, peralatan dan mesin, tata cara kerja, dana, area pembangunan dan sistem. Tugas Akhir ini mengambil studi kasus dalam pembangunan blok FP kapal perintis 1200 GT yang sedang dibangun di dua galangan yang berbeda, yaitu PT Janata Marina Indah Semarang dan PT Dok Bahari Nusantara Cirebon. dari hasil studi kasus terdapat perbedaan penggunaan Jam Orang dan produktifitas pembangunan. Penggunaan Jam Orang PT Janata Marina Indah Semarang sebesar  1.376 JO dengan produktifitas sebesar 5,7 kg/JO. Penggunaan Jam Orang di PT Dok Bahari Nusantara Cirebon sebesar 1.440 JO dengan produktifitas sebesar 5,4 kg/JO. Penggunaan Jam Orang di PT Dok Bahari Nusantara Cirebon lebih besar 4,4% dari PT Janata Marina Indah Semarang. Dengan perbandingan produktifitas 5,3% lebih besar untuk PT Janata Marina Indah Semarang. Metode yang digunakan dalam pembangunan kapal oleh kedua galangan adalah metode HBCM.
Analisa Pengaruh Pemasangan Bilge Keel dengan Variasi Kecepatan Terhadap Hambatan Gelombang,Viskos dan Gesek serta Olah Gerak dan Stabilitas pada Kapal Ikan Tradisional 70 GT Ganang Adi Baskoro; Berlian Arswendo Adietya; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.384 KB)

Abstract

Pada studi kasus ini, nelayan di Jawa Tengah menambah kan bilge keel pada kedua sisi lambung kapal ikan tradisional 70 GT. Dalam mindset mereka dengan melakukan modifikasi dan penambahan-penambahan bulb pada kapal, kapal mereka akan menjadi lebih cepat dan mempunyai daya tahan yang lebih baik. Padahal efek yang ditimbulkan dari segi hambatan ataupun stabilitasnya, bisa lebih baik ataupun lebih buruk. Untuk mengetahui efek yang ditimbulkan maka dilakukan analisa terhadap hambatan, olah gerak dan stabilitasnya. Langkah awal adalah melakukan pengukuran langsung terhadap kapal ikan tradisional 70 GT. Setelah mendapatkan dimensi ukuran kapal dan bilge keel dilakukan permodelan pada software autocad dan maxsurf. Selanjutnya dilakukan analisa terhadap kapal tanpa bilge keel dan kapal dengan bilge keel untuk hambatan, olah gerak dan stabilitas nya di software maxsurf. Dari hasil analisa hambatan baik hambatan total,gesek,viskos dan gelombang, kapal dengan bilge keel mempunyai performa lebih jelek dari kapal tanpa bilge keel dengan nilai hambatan total 2,99 kN kapal tanpa bilge keel dan 3,3 kN kapal dengan bilge keel pada kecepatan 5 knot. Dari hasil analisa olah gerak nya, kapal ikan tanpa dan dengan bilge keel mampu berlayar pada tinggi gelombang 2 m dilihat dari kriteria yang ditetapkan Tello,2009 dengan nilai rolling tertinggi 5,900 pada sudut 900 dan pitching tertinggi 2,560 pda sudut 00.Dari hasil analisa stabilitas nya, kapal tanpa dan dengan bilge keel mempunyai stabilitas yang baik untuk kondisi I sampai IV sesuai kriteria yang ditetapkan IMO. Secara keseluruhan dari hasil analisa menggunakan software maxsurf baik hambatan, olah gerak maupun stabilitasnya, antara kapal tanpa bilge keel dan kapal dengan bilge keel mempunyai selisih nilai yang kecil. 
STUDI PERANCANGAN KAPAL PARIWISATA TIPE KATAMARAN DENGAN SISTEM HYBRID DENGAN KOMBINASI DISEL ENGINE DAN MOTOR LISTRIK UNTUK MENUNJANG PARIWISATA DI PANTAI GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA Moh Nurdin Septiantono R; Deddy Chrismianto; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.042 KB)

Abstract

Kegiatan pariwisata di Gunungkidul yang akhir-akhir ini mulai diminati para wisatawan dengan terus bertambahnya jumlah para wisatawan yang datang, ini harus didukung dengan fasilitas transportasi air yang memadai. Dengan ketersediaan energy fosil yang kian menipis atau ketergantungan terhadap BBM, membuat harga bahan bakar fosil terus melambung tinggi. Karena itu muncul ide untuk merancang kapal yang dapat menggabungkan dua sumber energi yang berbeda, yaitu mesin diesel, motor listrik dan solar cell teknologi ini disebut hybrid. Dalam penelitian ini, fungsi utama kapal yang akan dirancang harus memperhitungkan ukuran utama, rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, stabilitas kapal dan analisis olah gerak kapal, serta pemilihan peralatan yang sedsuai dengan mode hybrid yang akan dirancang. Ukuran utama yang dihasilkan dari perhitungan adalah LOA: 25,60 m, LWL: 25,20 m, B: 8,40 m, T: 1,55 m, H: 2,70 m. Dari analisa hidrostatik yang dilakukan pada kapal katamaran ini didapatkan displacement kapal 95,60 ton, Cb: 0,565, LCB: 10,936 m. Kapal ini menggunakan motor listrik 9 kW, dengan sumber diesel generator 150 kW, solar cell 6 kW. Dalam mode hybrid ditentukan 6 variasi mode yaitu, Solar cell, Baterai, Solar cell + Baterai, Generator, Baterai + Generator, Solar cell + Baterai + Generator. Dalam proses analisa, mode hybrid dapat menggerakan kapal dengan kecepatan maksimal 10,45 knot dengan hambatan 15,16 kN dan membutuhkan daya sebesar 159,75 kW.
STUDI PERANCANGAN REEFER SHIP 3000 GT DILENGKAPI DENGAN DIRECT COOLING REFRIGERATION SEBAGAI SISTEM PENDINGIN MUATAN KAPAL UNTUK WILAYAH PELAYARAN PESISIR TIMUR SUMATERA Ario Nugroho Prihutomo; Eko Sasmito Hadi; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.493 KB)

Abstract

Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2012 menerangkan bahwa pulau Sumatera akan dijadikan pusat pengembangan ekonomi perkebunan yang berkelanjutan. Dalam mencapai hal itu, hasil perkebunan harus mampu didistribusikan dengan jumlah besar, cepat, terjaga kualitasnya dan dalam wilayah yang luas. Reefer ship sebagai kapal dengan direct cooling system dan fasilitas pendingin muatan sangat sesuai untuk mengangkut hasil perkebunan yang rentan terhadap perubahan suhu. Direct cooling system yang terdapat pada kapal berfungsi sebagai sistem pendingin muatan sehingga dapat menghasilkan suhu dingin lebih cepat dan lebih mudah penanganannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang reefer ship dengan direct cooling system serta kondensor dan evaporator yang sesuai diaplikasikan dalam kapal. Perancangan kapal menggunakan metode perbandingan untuk mendapatkan ukuran utama kapal, software Rhinoceros untuk pemodelan, dan software Maxsurf untuk analisa karakteristik kapal. Ukuran utama kapal didapatkan yaitu Lpp = 130,3 m, B = 22,62 m, H = 14,4 m, T = 8,2 m, Vs = 15 knot, dengan displacement 13716 ton dan Cb = 0,54. Perencanaan direct cooling system menggunakan polyurethane board sebagai bahan ruang isolasi. Suhu ruang isolasi 2oC dan beban pendingin sebesar 709,95 kW. Tipe evaporator digunakan kondensor menggunakan produk guntner dengan kapasitas total evaporator 905,8 kW dan kondensor 1104,10 kW.
PENGUKURAN OLAH GERAK PONTON HEXAGON AKIBAT PENAMBAHAN CIRCULAR HEAVING PLATE DAN STRIP PLATE PADA GELOMBANG REGULER Noprian Christy S; Eko Sasmito Hadi; Ahmad Fauzan Zakki
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 1 (2020): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1084.585 KB)

Abstract

Meningkatnya jumlah populasi di indonesia menimbulkan banyaknya kebutuhan dasar yang penting bagi masyarakat yang salah satunya adalah kebutuhan akan energi listrik dengan mengembangkan potensi energi alternatif untuk membangkitkan tenaga listrik melalui gelombang laut.Untuk mengetahui olah gerak ponton terbaik perlu dilakukan  penelitian teknologi terbaru seperti heaving plate.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan nilai seakeeping ponton dengan variasi penambahan heaving plate, tinggi sarat dan gelombang, selain itu penelitian ini juga diharapkan untuk mendapatkan nilai beban heaving pada ponton akibat aliran gelombang yang diberikan.. Penelitian ini menggunakan alat berupa Arduino untuk mikrokontroller, sensor HS-SR04 untuk mengukur heaving, sensor MPU untuk mengetahui pitching dan rolling, load cell untuk mengukur beban heaving dan XBee S2C sebagai komunikasi dari Arduino ke PC. Berdasarkan penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya penambahan heaving plate pada ponton dapat mengurangi respon pitching mencapai 20 %, rolling 50 % dan menambah respon heaving 52,7 %. Berdasarkan hasil pengukuran diperoleh nilai pitching tertinggi sebesar 17°, rolling sebesar 8°, dan heaving sebesar 57 mm, serta beban heaving sebesar 113,95 gram.
Optimalisasi Curve Linesplan Haluan Kapal Perintis 750 DWT Menggunakan Response Surface Methode (RSM) untuk Mengurangi Hambatan Restu Kuasa; Eko Sasmito Hadi; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (971.699 KB)

Abstract

Saat ini sangat banyak perusahaan-perusahaan kapal yang sedang berlomba-lomba untuk menciptakan desain kapal yang paling bagus baik dari segi teknis maupun ekonomisnya. Hambatan kapal atau Resistance adalah salah satu yang sangat di perhatikan. Dari permasalahan ini penulis melakukan penelitian untuk mencari niali hambatan terkecil dari kapal Perintis 750 DWT setelah di lakuakan perubahan  bentuk haluannya  dari konvensional menjadi bentuk X-Bow. Bentuk X-bow ini bertujuan untuk mengurangi hambatan Total suatu kapal. Permodelan kapal variasi ini di buat menggunakan orca default dari software rhinoceros dan di lanjutkan di software delfship yang kemudian di analisa perhitungan hambatannya menggunakan Software Berbasis CFD yaitu Tdyn 12.2.3.0. dengan menggunakan variasi sudut Stem Rake dan Sudut Forefoot yang dirangkum dengan RSM. Hasilnya, nilai hambatan Setelah di olah menggunakan RSM  pada orde II mendapatkan respon persamaan model yaitu Y = 0,5168 – 0.00629X1 – 0,00168X2 – 0,004X1.X2 + 0,01173X12 + 0,02157X22. Persamaan ini menghaliskan plot permukaan minimum yang terbentuk dari nilai-nilai minimum pada analisa hambatan. Model variasi sudut Stem Rake 450 derajat dan sudut Forefoot 0,7330 derajat dengan nilai Hambatan 0,5174 N dalam model skala 1 meter atau 72,127 KN dalam ukuran asli adalah yang paling optimal mengurangi hambatan sebesar 41,2% dari kapal Perintis Sebelumnya yang mempunyai nilai hambatan sebesar 0,88 N dalam model skala 1 meter atau 122,040 KN dalam ukuran kapal asli.
Co-Authors A.F. Zakki Abi Dimas Alfian, Abi Dimas Abner Herdian Permana Putra Achmad Kurniawan Adhi Paska, Adhi Aep Supirman Afdi Supriyonggo Nugroho Agus Setyawan Ahmad Azhar Ginting Ahmad Fauzan Zakki Ajib Wahab Purwanto Akhiruddin Akhiruddin Al Fahsan Al Fahsan Aldias Bahatmaka Alexius Bayu Setyoko Alif Fadhilah Amaytana Cindy Armela Andhi Kusuma Andhyka Cakrabuana Adhitama Andi Trimulyono Anugrah Firnandito Ari Wibawa Ari Wibawa B.S Ari Wibawa B.S Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa ST, MSi Arie Prasetyo Ario Nugroho Prihutomo Ario Restu Sratudaku Aulia Ramadhan Kopayona Azhabul Hayatul Fajar Azniatu Fihliya Berlian Arswendo Adietya Berlian Arswendo Adietya Brata Wahyu Setya Budi Brian Haksa Nova Burhannudin Senoaji Buyung Vidiarto Caesar, Agung Al Citra Robiatul Adawiyah Deddy Chrismianto Deddy Chrismianto Dedi Budi Purwanto Desto Pradika Putra Dicky Darmawan Dimas Maulana Agung Pambudi Dito Adi Prassyeta Dwi Satria Fajar Efriananda Sabta Rizki Eka Heriyanty Eka Mellyana Nur Anggraini Elvira Dwi Gustiarini Fachry Ramadhan Fajrul Falah Rosid Firdaus S.P Frans Simanjuntak Ganang Adi Baskoro Ginanjar Baskoro Aji Giri Aditya Chandra J Good Rindo Hartono Yudo Hartono Yudo Haryadi, Ricky Tri Hendri Firman Hibob Faiz Firdaus Ibnu Fauzi Kenedy Ichsan Aditio Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Indradi Setiyanto Irvan Putera Samudera Jefri Harumbinang Joko Subekti Josua Siagian Juwanto Juwanto K Kiryanto K. Kiryanto Karnoto . Khoirul Anam Khoirul Ramadhan Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Lily Muzdalifah Luthfi Maslul Muttaqim M. Aji Luhur P M. Iqbal Maharani, Heslina Fifani Malau, Karno R Mita Ardiana, Mita Moh Nurdin Septiantono R Mohammad Nasikin Muhamad Zulkifli Muhammad Abdul Aziz Mufti Muhammad Ansori Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Luqman Hakim, Muhammad Luqman Muhammad Raditya Daniswara Muhammad Rayandra Lubis Muhammad Rynaldi Muhammad Sidiq Mulyatno, Imam Pudjo Natanael Martian Dwi Sunarto Natanael Martian Dwi Sunarto Niko Aditya Kriswan Nizar, Vania Early Noprian Christy S Nugraha, Sandy Nurhali Nurhali Ocid Mursid Ojo Kurdi P. Boby Janurianto Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Permana, Mohamad Fiqri Purnawan Adi Wicaksono Rachmat Assidiq Rais Yudanto Renggita Aan Rachmadani Restu Kuasa Reza Andrian Saputro Ridwan Rasoki Harahap Rifandi Aditya Ririh Sustiko Asih Rizka Azhari Yulistiawan Faruq Robby Munardi Roby Widiyanto Rolan Haris Ben Imanuel Purba, Rolan Haris Ben Imanuel Rosiana Dewi Saeful Huda Mursito Samuel Samuel Samuel Samuel Sarjito Jokosisworo Septaji Indrasahputra Siahaan, Batara Srijaya Ratu Solikhin Solikhin Tindaon, Aldy Sabat Tobing, Christabel Giovanny Toha Frans Soaloon Siregar Untung Budiarto Vina Widya Lestari Vita Agnindiyasari Wahif Indramana Wahyu Nugroho Mustikojati, Wahyu Nugroho Wasisto Haribowo, Wasisto Wicaksono, Ardhana Widyanto Widyanto Willma Amiruddin Wilma A Wilma A Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Wiwit Wirawan Yohana Krisyanti Simanjuntak Zeinurrohman, Rangga Zippo Benediktus Sijabat