Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Stabilitas Dan Olah Gerak (Seakeeping) Kapal Pada Motor Ferry Horizon Star Setelah Dikonversi Dari Catamaran Offshore Supply Vessel Menjadi Passenger Ship Tobing, Christabel Giovanny; Manik, Parlindungan; Hadi, Eko Sasmito
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MF. Horizon Star merupakan kapal penunjang lepas pantai yang tidak beroperasi supaya kapal dapat tetap beroperasi, kapal dikonversi menjadi passanger ship. Kapal yang telah dikonversi akan dipakai untuk kapal penyeberangan, sehingga kapal dikonversi dengan menambahkan panjang kapal sehingga kapasitas muatan kapal dapat bertambah. Dalam penelitian ini dilakukan analisis stabilitas dan olah gerak pada kapal sebelum dan sesudah konversi. Dari hasil analisis stabilitas didapatkan kapal sebelum dan sesudah konversi memenuhi kriteria IMO A.749(18) Section 4.5 for Offshore Supply Vessel dan kriteria IMO A.749(18) for Passsanger Ship. Perbedaan nilai GZ pada kedua model kapal yaitu 0,03%. Dan nilai GZ memenuhi kriteria pada semua kondisi pemuatan sehingga kapal aman untuk penumpang. Analisis olah gerak kapal sebelum dan sesudah konversi memenuhi standar kriteria Nordforsk ‘87 dengan nilai rolling, vertical acceleration at FP, vertical acceleration at bridge dan lateral acceleration at bridge setiap variasi wave heading tidak mengalami perubahan yang signifikan. Perbedaan nilai RMS gerakan roll dan nilai RMS vertical acceleration at FP pada kapal konversi yaitu 0,04% dan 0,53%. Perbedaan nilai RMS vertical acceleration at bridge 1 dan bridge 2 pada kapal konversi yaitu 1,46% dan 1,45%. Sedangkan perbedaan nilai RMS lateral acceleration at bridge1 dan bridge 2 yaitu 0,01% dan 0.005%. Kapal konversi ini layak secara olah geraknya sehingga nyaman digunakan untuk mengangkut penumpang.
Pengukuran Olah Gerak Ponton Hexagon Dengan Penambahan Heaving Plate Lingkaran Pada Gelombang Reguler Menggunakan Mikrokontroler Berbasis Wireless Permana, Mohamad Fiqri; Hadi, Eko Sasmito; Kiryanto, Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 1 (2020): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.574 KB)

Abstract

Penelitian tentang energi terbarukan sangat banyak dilakukan oleh kalangan akademisi salah satunya yaitu energi listrik. Energi listrik alternatif dapat diperoleh dengan memanfaatkan gerakan ponton diatas air akibat gelombang air laut. Ponton merupakan bangunan apung berongga dan pada saat beroperasi ponton akan mengalami seakeeping. Untuk mengetahui olah gerak ponton terbaik perlu dilakukan  penelitian teknologi terbaru seperti heaving plate.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan nilai seakeeping ponton dengan variasi penambahan heaving plate, tinggi sarat dan gelombang, selain itu penelitian ini juga diharapkan untuk mendapatkan nilai beban heaving pada ponton akibat aliran gelombang yang diberikan.. Penelitian ini menggunakan alat berupa Arduino untuk mikrokontroller, sensor HS-SR04 untuk mengukur heaving, sensor MPU untuk mengetahui pitching dan rolling, load cell untuk mengukur beban heaving dan XBee S2C sebagai komunikasi dari Arduino ke PC. Berdasarkan penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya penambahan heaving plate pada ponton dapat mengurangi respon pitching mencapai 56,25 %, rolling 50 % dan heaving 51,8 %. Berdasarkan hasil pengukuran diperoleh nilai pitching tertinggi sebesar 18°, rolling sebesar 6°, dan heaving sebesar 24 mm, serta beban heaving sebesar 161,23 gram dengan nilai heaving 14 mm.
Analisa hambatan kapal perintis 750 DWT akibat penambahan wedge dengan variasi sudut dan bentuk menggunakan metode Computational Fluid Dynamic (CFD) Haryadi, Ricky Tri; Hadi, Eko Sasmito; Zakki, Ahmad Fauzan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 1 (2020): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.169 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi di dunia perkapalan saat ini sudah banyak diaplikasikan pada kapal. Hal itu sangat penting karena dapat meningkatkan performa kapal, teknologi itu diantaranya adalah mengurangi hambatan kapal. Salah satu inovasi untuk mengurangi hambatan kapal adalah dengan menambahkan wedge pada kapal. Wedge adalah suatu tambahan bentuk yang menempel di lambung kapal bagian buritan kapal dan di bawah garis air yang dapat memperbaiki aliran air pada area buritan kapal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan desain wedge terbaik dalam variasi bentuk dan sudut untuk menghasilkan hambatan mana yang paling baik. Pada penelitian ini penulis menggunakan software Rhinocheros untuk merancang desain dan menggunakan software berbasis CFD untuk mendapatkan hasil simulasi yaitu Tydn. Hasil analisa dalam penelitian ini menghasilkan hambatan pada model variasi terjadi pengurangan dan penambahan. Pengurangan hambatan terjadi pada model stern flap pada setiap sudut dan kecepatan, pengurangan hambatan terbesar terjadi  di kecepatan rendah 10 knot pada sudut 2 derajat sebesar 4,23%. Penambahan hambatan terjadi pada model trim wedge sebesar 2,61% dan trim wedge flap sebesar 8,92%. Faktor terjadinya penambahan dan  pengurangan hambatan karena distribusi tekanan dan pola aliran air yang terjadi di daerah buritan kapal. Dari ketiga model tersebut yang memiliki nilai hambatan terkecil dan efisien adalah model stern flap.
Experimental Studies of Interaction Forces Affect the Position of Vertical Plates on Oscillating Heave Plates with Cylindrical Bodies in Regular Waves Hadi, Eko Sasmito; Iqbal, Muhammad; Wibawa, Ari; Kurdi, Ojo; Karnoto, Karnoto
International Journal of Renewable Energy Development Vol 9, No 1 (2020): February 2020
Publisher : Center of Biomass & Renewable Energy, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijred.9.1.77-84

Abstract

This paper discusses an experimental study of a wave energy converter (WEC) without using reaction from the seabed. The WEC uses buoys and heave plates, which can react to their self-reacting. The interaction force between heave plates and buoys can absorb energy from ocean waves better. The heave plate model affects the output of energy produced. It is presented in this study with variations in the position of upright plates. The research aims to measure the influence of the place of the addition of vertical plates into heave plates on the WEC on the hydrodynamic performance (coefficient of mass increase, drag coefficient, and KC value) and the interaction of the force it produces with the buoy on regular waves. The conclusion is the vertical plate position makes the coefficient of mass added Ca increase with an increasing amount of KC, and an almost linear relationship was observed between them. As the frequency increases, the value of C increases slightly, but it is not clear. Thus, the oscillating frequency has little effect on the mass coefficient of added heave plates with vertical plates. Thus, the change in the vertical plate position has only a powerful effect on KC < 0.75. ©2020. CBIORE-IJRED. All rights reserved
Pengukuran Olah Gerak Ponton Bentuk Hexagon Dengan Penambahan Heaving Plate Berbentuk Segi Empat Berlubang Pada Gelombang Reguler Menggunakan Mikrokontroler Berbasis Wireless Siahaan, Batara Srijaya Ratu; Hadi, Eko Sasmito; Iqbal, Muhammad
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 3 (2021): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan berkembangnya teknologi menyebabkan kebutuhan akan energi terbarukan pun semakin meningkat.Energi gelombang laut adalah salah satu energi terbarukan yang memiliki potensi tinggi dikarenakan ketersediaan melimpah dan kawasan potensial yang tidak terbatas. Sistem konversi energi gelombang laut adalah sistem yang dapat menangkap energi gelombang dan energi gelombang tersebut dapat dikonversi menjadi energi lain seperti energi listrik .Ponton dapat digunakan sebagai media untuk menghasilkan energi listrik yang diperoleh dari  hasil konversi energi gelombang laut.Oleh karena itu perlu adanya studi tentang olah gerak ponton dengan variasi heaving plate, tinggi sarat dan gelombang. Metode yang digunakan adalah membuat rangkaian wireless, seperti Arduino untuk mikrokontroller, sensor HS-SR04 untuk mengukur heaving, sensor MPU untuk mengetahui pitching dan rolling, load cell untuk mengukur beban heaving dan XBee S2C sebagai komunikasi dari Arduino ke PC. Nilai olah gerak ponton dengan penambahan heaving plate persegi dan variasi luas dari persegi tersebut diantaranya pitching dengan nilai tertinggi 12°, rolling dengan nilai tertinggi 4°, dan heaving dengan nilai tertinggi 31mm, serta beban keatas senilai 104.57 gram.
APLIKASI OPEN SOURCE CAD UNTUK PENGGAMBARAN SISTEM PERPIPAAN PADA KAPAL FEEDER CONTAINER TIPE KATAMARAN Brata Wahyu Setya Budi; Eko Sasmito Hadi; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 3 (2015): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.908 KB)

Abstract

Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011 – 2015 menerangkan bahwa pulau Sumatera akan dijadikan pusat pengembangan ekonomi yang berkelanjutan. Konsep alternatif dalam pendistribusian logistik dengan pemaksimalan penggunaan kapal feeder container dinilai tepat guna efisiensi pendistribusian logistik antar provinsi. Guna mempertahankan kinerja atau operasi kapal di laut, maka dibutuhkan suatu rangkaian sistem perpipaan pada kapal yang terus bekerja dengan saling terhubung antara satu sistem dengan sistem yang lain, dalam kata lain berkesinambungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk penggambaran sistem perpipaan yang efisien, mendapatkan gambaran letak, serta penempatan komponen penunjang sistem dalam kapal. Penggambaran dan permodelan sitem perpipaan kapal menggunakan software berbasis CAD dan sesuai dengan perhitungan dan penggambaran diperoleh beberapa informasi  teknis kebutuhan  material sistem perpipaan  meliputi, flanges, valve, L bow, Tee, kran, pompa untuk sistem perpipaan bahan bakar, lubrication oil, sea water cooling system, serta sanitary dan sewage sejumlah: pipa 60 m, flnges 132 buah, tee 2 buah, L bow 64 buah, valve 8 buah, kran 4 buah  dengan Marine Propulsion Engine Caterpillar ( 1500 bhp ) sebanyak 2 buah serta 2 buah Auxilary Engine. Komponen sistem perpipaan tersebut seluruhnya berada di Engine room dan secoond deck Engine room pada tiap demihull kapal feeder container tipe katamaran.
Desain Passive U-Tube Tank Pada Anchor Handling Tug/Supply Vessel Guna Menurunkan Rolling Kapal Menggunakan Variasi Lebar Saluran Alif Fadhilah; Ahmad Fauzan Zakki; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 2 (2019): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1177.501 KB)

Abstract

Kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) adalah kapal khusus yang berfungsi untuk menangani pemasangan jangkar untuk buoy ataupun untuk mengangkat jangkar dan juga untuk inspeksi rantai sampai pada jangkar yang di dalam laut serta menyuplai logistic serta peralatan yang dibutuhkan selama proses eksplorasi. Kapal jenis ini harus memenuhi persyaratan laik laut yang optimum, aman dalam olah gerak, dan mempunyai kekuatan yang sangat baik. Sehingga mampu menghasilkan olah gerak yang lincah, aman, mudah dioperasikan dan memiliki ketahanan pada kondisi ekstrim sekalipun. Maka dari itu, untuk mengurangi rolling yang terlalu besar dilakukan analisa penggunaan Passive U-Tube Tank terhadap Kapal AHTS dengan menggunakan variasi lebar saluran. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan software berbasis CAD yang kemudian dilakukan analisis perhitungan momen peredam untuk mendapatkan nilai Additional Damping yang mana digunakan untuk  peredam tambahan pada analisis gerakan rolling kapal menggunakan software berbasis CFD. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kapal dengan penambahan passive tank  variasi 3 memiliki respon momen redam dan Additional Damping yang paling baik dan dapat mengurangi nilai RMS Rolling kapal sebesar 11,9% dengan nilai RMS Rolling sebesar 0,37 Deg.
Analisa Stabilitas Dan Olah Gerak Kapal Ikan Tradisional Kabupaten Rembang Tipe Alat Tangkap Cantrang Dengan Variasi Alat Tangkap Bottom Longline Hendri Firman; Deddy Chrismianto; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1254.824 KB)

Abstract

Cantrang merupakan alat tangkap perikanan yang termasuk kedalam alat tangkap Trawls, oleh sebab itu alat tangkap cantrang mulai dilarang penggunaannya di Indonesia. Untuk didaerah Rembang sendiri mayoritas nelayan menggunakan alat tangkap cantrang sebagai alat tangkapnya, dan ini merupakan masalah yang harus diatasi agar tetap terjaganya produksi perikanan di daerah Rembang. Untuk itu perlu dilakukan analisa stabilitas dan olah gerak kapal terhadap penggantian alat tangkap guna tetap terjaganya produksi perikanan didaerah Rembang. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa langkah meliputi survey langsung dengan nelayan daerah Rembang untuk mendapatkan beberapa data dan mengolahnya di software Rhinoceros untuk mendapatkan model. Lalu model tersebut divalidasi agar sesuai dengan kapal sebenarnya setelah itu dapat dilakukan analisa stabilitas, olah gerak kapal dan perhitungan slamming dan deck wetness. Hasil dari penelitian ini menunjukan dengan penggantian alat tangkap cantrang dengan bottom longline stabilitas kapal memiliki titik G diatas titik M disegala kondisi dan masih sesuai dengan kriteria IMO. Olah gerak kapal untuk rolling memiliki nilai sebesar 4,09 deg pada sudut 90° baik pada kecepatan 0 maupun 8 knot. Untuk pitching pada kecepatan 0 knot sebesar 1,89 deg dan pada kecepatan 8 knot sebesar 1,61 deg dengan sudut masuk 0° (Following sea).
REDESAIN SISTEM PIPA OFFLOADING PADA KONVERSI KAPAL TANKER PERTAMINA MT.GEUDONDONG 85,829 DWT MENJADI FLOATING STORAGE AND OFFLOADING Vina Widya Lestari; Imam Pujo Mulyatno; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 1, No 1 (2013): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Conversion of Tanker vessel into ship-shaped offshore is prefered to be used because of the advantages in terms of cost and tachnical. In conversion process, the most alteration of piping system commonly was done in Offloading Piping System. The calculation of the minimum pipe thickness and head loss can affect the pump power and Finally affect the cost of conversion and offloading operation system. According to the analysis and calculation, We foud that maximum pressure of Operational Offloading line with use 1 unit vertical pump, booster pump and does not use metering skid from cargo oil tank no. 5 center with flow rate 1480 m3/h, the pressure is 274,626  Psi. Then the result of the new pipe thickness design is 11.9 mm with Material JIS G34557 STPY 400. While the value of minimum total drop pressure with using Operational Offloading line with use 1 unit vertical pump, does not use booster pump and metering skid from cargo oil tank no. 2 center with flow rate 2500 m3/h, the minimum total drop pressure is 3,503 m head from the old design, 3,144 m head from the new design of new line pipe, 3,044 m head from the the new design of new line pipe and pipe thickness. Then finally, we solve the pump power, 1327 KW from the old design, 1291 KW from the new design of new line pipe, 1288 KW from the the new design of new line pipe and pipe thickness.
PENGARUH VARIASI BENTUK PERFORATED PADA FLOATING BAFFLES UNTUK MENGURANGI EFEK SLOSHING PADA PALKA KAPAL IKAN TRADISIONAL 30 GT DI DAERAH BATANG - JAWA TENGAH Dito Adi Prassyeta; Eko Sasmito Hadi; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 2 (2016): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.204 KB)

Abstract

Kualitas ikan hasil tangkapan sangat tergantung dari penyimpanan sementara diatas kapal. Dengan menggunakan sistem pendingin palka yang baik maupun menggunakan sistem palka ikan hidup merupakan beberapa cara untuk meningkatkan kualitas hasil tangkapan. Untuk penggunaan sistem palka ikan hidupakan menimbulkan efek sloshing. Dalam penelitian ini, akan mengurangi efek sloshing yang ditimbulkan oleh sistem palka ikan hidup dengan menggunakan floating baffles. Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain dan menganalisis model floating baffles. Pemodelan tangki muatan dengan menyederhanakan tangki menjadi bentuk kotak dengan ukuran panjang 60 cm, lebar 60 cm, dan tinggi 60 cm. Analisa dilakukan dengan menggunakan metode Computational Fluid Dynamic (CFD). Simulasi dilakukan dalam 5 variasi tangki yakni, tangki kotak tanpa baffle, tangki kotak dengan baffle penuh, tangki kotak dengan baffle circle perforated, tangki kotak dengan rectangle perforated, dan tangki kotak dengan oval perforated menggunakan software simulasi fluida. Gerakan tangki disimulasikan melalui persamaan respon gerakan kapal ketika rolling, yakni ∅= 0,05 cos (2,423t). Pada penelitian ini dapat diketahui bahwa efek sloshing pada tangki dengan baffle penuh dapat berkurang sebesar 19,2%, baffle circle perforated dapat berkurang sebesar 16,91%, baffle oval perforated dapat berkurang sebesar 17,89%, baffle rectangle perforated dapat berkurang sebesar 5,08%.
Co-Authors A.F. Zakki Abi Dimas Alfian, Abi Dimas Abner Herdian Permana Putra Achmad Kurniawan Adhi Paska, Adhi Aep Supirman Afdi Supriyonggo Nugroho Agus Setyawan Ahmad Azhar Ginting Ahmad Fauzan Zakki Ajib Wahab Purwanto Akhiruddin Akhiruddin Al Fahsan Al Fahsan Aldias Bahatmaka Alexius Bayu Setyoko Alif Fadhilah Amaytana Cindy Armela Andhi Kusuma Andhyka Cakrabuana Adhitama Andi Trimulyono Anugrah Firnandito Ari Wibawa Ari Wibawa B.S Ari Wibawa B.S Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa ST, MSi Arie Prasetyo Ario Nugroho Prihutomo Ario Restu Sratudaku Aulia Ramadhan Kopayona Azhabul Hayatul Fajar Azniatu Fihliya Berlian Arswendo Adietya Berlian Arswendo Adietya Brata Wahyu Setya Budi Brian Haksa Nova Burhannudin Senoaji Buyung Vidiarto Caesar, Agung Al Citra Robiatul Adawiyah Deddy Chrismianto Deddy Chrismianto Dedi Budi Purwanto Desto Pradika Putra Dicky Darmawan Dimas Maulana Agung Pambudi Dito Adi Prassyeta Dwi Satria Fajar Efriananda Sabta Rizki Eka Heriyanty Eka Mellyana Nur Anggraini Elvira Dwi Gustiarini Fachry Ramadhan Fajrul Falah Rosid Firdaus S.P Frans Simanjuntak Ganang Adi Baskoro Ginanjar Baskoro Aji Giri Aditya Chandra J Good Rindo Hartono Yudo Hartono Yudo Haryadi, Ricky Tri Hendri Firman Hibob Faiz Firdaus Ibnu Fauzi Kenedy Ichsan Aditio Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Indradi Setiyanto Irvan Putera Samudera Jefri Harumbinang Joko Subekti Josua Siagian Juwanto Juwanto K Kiryanto K. Kiryanto Karnoto . Khoirul Anam Khoirul Ramadhan Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Lily Muzdalifah Luthfi Maslul Muttaqim M. Aji Luhur P M. Iqbal Maharani, Heslina Fifani Malau, Karno R Mita Ardiana, Mita Moh Nurdin Septiantono R Mohammad Nasikin Muhamad Zulkifli Muhammad Abdul Aziz Mufti Muhammad Ansori Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Luqman Hakim, Muhammad Luqman Muhammad Raditya Daniswara Muhammad Rayandra Lubis Muhammad Rynaldi Muhammad Sidiq Mulyatno, Imam Pudjo Natanael Martian Dwi Sunarto Natanael Martian Dwi Sunarto Niko Aditya Kriswan Nizar, Vania Early Noprian Christy S Nugraha, Sandy Nurhali Nurhali Ocid Mursid Ojo Kurdi P. Boby Janurianto Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Permana, Mohamad Fiqri Purnawan Adi Wicaksono Rachmat Assidiq Rais Yudanto Renggita Aan Rachmadani Restu Kuasa Reza Andrian Saputro Ridwan Rasoki Harahap Rifandi Aditya Ririh Sustiko Asih Rizka Azhari Yulistiawan Faruq Robby Munardi Roby Widiyanto Rolan Haris Ben Imanuel Purba, Rolan Haris Ben Imanuel Rosiana Dewi Saeful Huda Mursito Samuel Samuel Samuel Samuel Sarjito Jokosisworo Septaji Indrasahputra Siahaan, Batara Srijaya Ratu Solikhin Solikhin Tindaon, Aldy Sabat Tobing, Christabel Giovanny Toha Frans Soaloon Siregar Untung Budiarto Vina Widya Lestari Vita Agnindiyasari Wahif Indramana Wahyu Nugroho Mustikojati, Wahyu Nugroho Wasisto Haribowo, Wasisto Wicaksono, Ardhana Widyanto Widyanto Willma Amiruddin Wilma A Wilma A Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Wiwit Wirawan Yohana Krisyanti Simanjuntak Zeinurrohman, Rangga Zippo Benediktus Sijabat