Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Olah Gerak Ponton Bentuk Segi Enam Dengan Penambahan Heaving Plate Segi Enam Pada Gelombang Reguler Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) Roby Widiyanto; Eko Sasmito Hadi; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 3 (2021): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ponton adalah salah satu platform bangunan apung yang biasa digunakan untuk banyak keperluan pemanfaatan sumber daya laut, salah satunya untuk konversi energi yang memanfaatkan gelombang dan selanjutnya menghasilkan nilai olah gerak tertentu. Dalam penelitian untuk mengetahui variasi nilai olah gerak, maka digunakan tambahan platform berupa heaving plate yang dipasang di bagian bawah ponton dengan penghubung konstruksi tiang yang disebut spar. Dengan tambahan platform tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh dari heaving plate dengan beberapa variasi luas area heaving plate terhadap nilai olah gerak ponton serta menjadikan penelitian ini sebagai acuan untuk penelitian berikutnnya yang serupa. Maka dari itu, dalam penelitian ini metode yang dipakai adalah simulasi pada software CFD berupa analisa olah gerak (seakeeping) dengan variasi luas area heaving plate,  gelombang, sarat ponton, dan ketinggian spar. Nilai olah gerak heaving terbesar terjadi pada ponton dengan heaving plate 120 dengan spar 67 pada gelombang 2 di sarat 0,5H, dengan nilai sebesar 12,69 mm/mm. Nilai olah gerak pitching terbesar terjadi pada ponton dengan heaving plate 120 dengan spar 67 pada gelombang 2 di sarat 0,5H, dengan nilai sebesar 7,10o/mm. Dan nilai olah gerak rolling terbesar terjadi pada ponton dengan heaving plate 80 dengan spar 33 pada gelombang 1 di sarat 0,5H, dengan nilai sebesar 0,05o/mm. Dari hasil penelitian ini bisa disimpulkan bahwa luas area heaving plate sangat berpengaruh terhadap nilai olah gerak, yang didukung oleh pengaruh gelombang, sarat ponton, dan juga ketinggian spar.
Analisa Olah Gerak Ponton Berbentuk Silinder Akibat Pengaruh Beban pada Pengaruh Gelombang Regular dengan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) Azniatu Fihliya; Eko Sasmito Hadi; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1229.192 KB)

Abstract

Luas perairan yang sangat luas di Indonesia menjadikan potensi ekonomi kelautan dan ekonomi maritime yang sangat potensial. Dengan wilayah geografis yang sebagian besar perairan. Maka dibutuhkan perkembangan penelitian  teknologi untuk pengembangan wilayah maritim. Pengujian terhadap kapal atau benda apung lainnya memliki banyak cara seperti, pengujian dengan menggunakan model dengan media Towing Tank,perhitungan Numerical menggunakan  Software, maupun pengujian dengan menggunakan perhitungan manual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai olah gerak ponton berbentuk silinder,dan untuk mengetahui perbedaan nilai olahgerak dengan metode software  analisis Computational Fluid Dynamic (CFD) dan Towink Tank. Dalam penelitian ini metode yang dipakai dengan simulasi pada CFD dengan karakteristik software berupa analisa olah gerak (Seakeeping) dengan variasi voltase gelombang, sarat dan muatan. Nilai Heaving tertinggi pada ponton muatan pasir dengan tinggi muatan 0,2 H, pada gelombang 4 yang memiliki amplitudo gelombang sebesar 1,95 cm, dengan nilai Heaving sebesar 4,935 cm. Untuk nilai Pitching tertinggi diperoleh pada ponton dengan muatan air pada sarat muatan 0,5 H, Gelombang 4 dengan amplitudo 1,95 cm, dengan nilai 31,776◦. Nilai Rolling tertinggi diperoleh pada ponton muatan air dengan tinggi 0,2 H, pada Gelombang 4 dengan amplitudo 1,95 dengan nilai 0,038◦. Persenan perbandingan rata-rat pengujian Towing Tank dan CFD antara Pitching dan Rolling Hampir sama yaitu nilai presentase pitching 31,726% dan untu Heaving sebesar 36,454%, tetapi pada presentase Rolling memiliki perbedaan yang significant, dikarenakan perbedaan kondisi percobaan dilapangan dan dianalisa software.
ANALISA PENGARUH LETAK LUNAS BILGA TERHADAP PERFORMA KAPAL IKAN TRADISIONAL (STUDI KASUS KAPAL TIPE KRAGAN) Burhannudin Senoaji; Parlindungan Manik; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.503 KB)

Abstract

Kapal ikan tradisional didaerah Kragan di kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah memiliki ciri khas dengan lunas bilga yang terpasang pada kedua sisi lambung kapal, yang di percaya oleh warga setempat untuk mendapatkan stabilitas yang baik sehingga penulis ingin mengetahui performa kapal ikan tipe kragan seperti hambatan, stabilitas, dan olah gerak dengan melakukan variasi peletakan lunas bilga dengan patokan dari radius bilga kapal. Tahapan untuk mencapai tujuan tersebut menggunakan beberapa software perkapalan yang terintegrasi. Pada awalnya adalah pembuatan Model dengan rencana garis yang sudah ada, kemudian dilakukan analisa hambatan, stabilitas dan analisa olah gerak pada software perkapalan lainnya dengan tools import.. Berdasarkan hasil analisa hambatan, stabilitas, dan olah gerak kapal dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian kali ini model yang di rekomendasikan untuk peletakan lunas bilga adalah model III dengan variasi model yang berada 0 derajat pada pusat radius bilga karena pada model ini kriteria hambatan dan stabilitas menunjukkan yang terbaik.
STUDI PERANCANGAN KAPALPARIWISATA TERPADU UNTUK PELAYARAN BANYUWANGI – BALI - LOMBOK Fachry Ramadhan; Berlian Arswendo Adietya; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 1, No 2 (2013): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah wisatawan serta belum adanya transportasi terpadu di Banyuwangi – Bali Lombok menjadi pertimbangan utama dalam mendesain kapal PARIWISATA ini. Desain kapal ini berfungsi untuk liburan alternative. Jadi fungsi utama dari kapal yang digunakan sebagai sarana pariwisata diperlukan rancangan dan dibuat senyaman mungkin dan memiliki fasilitas yang lengkap. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan beberapa langkah dari desain, yang merupakan perhitungan dimensi utama, membuat rencana garis, pengaturan umum, hidrostatik, analisis stabilitas kapal juga gerak kapal. Dan peralatan kapal seleksi, mesin utama sesuai dengan perhitungan sesuai mesin listrik ke resistensi yang dialami oleh kapal. Hasil dari desain kapal ini mendapat dimensi utama LOA: 25,60 m, LWL: 25,2 m, B: 8,40 m, T: 1,55 m, H: 2,7 m. Dari hasil hidrostatik, pariwisata catamaran memiliki ton 95,60 perpindahan, Cb: 0,565, LCB: 10.936 m. Penelaahan terhadap stabilitas, hasil menunjukkan stabilitas kapal memiliki titik, stabil M berada di atas titik G di segala kondisi. Kapal gerak, telah terbukti langkah yang baik, hal itu tidak terjadi wettnes dek Sementara itu, kapasitas penumpang kapal adalah 24persons dengan 13 awak. Kapal itu menggunakan dua penggerak mesin diesel kapal motor dengan daya yang dihasilkan oleh 185 HP.
DESAIN KONVERTER GELOMBANG BENTUK SEGI EMPAT SEBAGAI SUMBER PEMBANGKIT LISTRIK DI PERAIRAN LAUT JAWA Efriananda Sabta Rizki; Eko Sasmito Hadi; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 2 (2016): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.489 KB)

Abstract

Indonesia meruapakan salah satu negara yang kaya akan cadangan energi, dan kekayaan energi yang dimiliki Indonesia tidak hanya berkaitan dengan jumlahnya saja melainkan juga keberagamannya. Indonesia kaya akan berbagai jenis energi baik yang berbasis fosil maupun nonfosil. Itulah salah satu kekuatan energi Indonesia. Oleh karenanya tidak bijaksana kalau Indonesia hanya menggantungkan diri pada satu jenis energi saja, yaitu yang berbasis fosil seperti BBM, karena cadangan energi fosil nasional bahkan dunia pun sangat terbatas dan lambat laun akan habis. Misalnya memanfaatkan potensi dari laut Indonesia dengan cara mengubah gelombang laut sebagai energi terbarukan. hal ini akan membutuhkan konverter untuk mengubah gelombang laut menjadi energi tebarukan. Konverter yang dimaksud adalah Wave Energi Converter. Wave Energy Converter adalah alat yang didesain dengan menggunakan prinsip gerak osilasi (naik – turun) gelombang untuk menghasilkan energi konverter ini memiliki tipe heaving device. Dalam penelitian ini, dilakukan sebuah studi desain konverter gelombang berbentuk segi empat dengan prinsip heaving device untuk dimanfaatkan di perairan Laut Jawa. Suatu model segi empat dengan tinggi maksimal 60 cm dan lebar maksimal 50 cm sebagai objek penelitian, dianalisa dengan variabel beban untuk mendapatkan nilai heaving terbesar. Konverter dianalisa dalam keadaan tanpa beban, diisi beban 10 kg, diisi 20 kg, diisi 30 kg. Hasil dari penelitian ini memperoleh hasil bahwa nilai amplitudo heaving terbesar terdapat pada konverter segi empat diisi dengan beban 30 kg pada tinggi gelombang laut 0,8 m dengan nilai amplitudo heaving 0,589 m. 
Pengukuran Olah Gerak Ponton Dengan Penambahan Heaving Plate Berbentuk Hexagon Pada Gelombang Reguler Menggunakan Mikrokontroler Berbasis Wireless Ahmad Azhar Ginting; Eko Sasmito Hadi; K. Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 1 (2020): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.456 KB)

Abstract

Bangunan apung merupakan segala jenis konstruksi yang dapat mengapung dengan menanggung beban diri maupun beban tambahan serta  memiliki kegunaan. Ada banyak jenis bangunan apung salah satunya ponton atau tongkang. Ponton memiliki peran penting dalam bidang kemaritiman yang biasanya digunakan sebagai pengangkutan barang, untuk jembatan, apungan keramba atau keperluan kebersihan serta untuk kepentingan wisata. Oleh karna itu, diperlukan pemahaman mengenai olah gerak bangunan apung tersebut untuk menghasilkan bangunan apung yang aman, efektif, dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai olah gerak dari variasi luasan Heaving Plate, spar, muatan dan gelombang serta untuk mengetahui nilai gaya keatas yang ditimbulkan oleh Heaving Plate. Penelitian ini dilakukan di towing tank di laboratorium hidrodinamika teknik perkapalan Universitas Diponegoro menggunakan alat berupa Arduino untuk mikrokontroller, sensor HS-SR04 untuk mengukur tinggi gelombang dan heavinf, sensor MPU untuk mengetahui Pitching dan Rolling, load cell dan HX711 untuk mengetahui beban yang dihasilkan oleh Heaving palte dan juga menggunakan XBee S2C sebagai komunikasi dari Arduino ke PC (wireless). Berdasarkan penelitian ini menunjukkan bahwa kapal dengan penambahan Heaving Plate dan variasi lainnya di peroleh nilia diantaranya Pitching dengan nilai tertinggi 18°, Rolling dengan nilai tertinggi 7°, dan Heaving dengan nilai tertinggi 25 mm, serta beban terbesar senilai 78,9 gram.
ANALISA PENGARUH PEMASANGAN ENERGY SAVING DEVICE (ESD) PROPELLER BOSS CAP FINS (PBCF) DAN KORT NOZZLE PADA PROPELLER TYPE B-SERIES DAN PROPELLER TYPE AU TERHADAP GAYA DORONG PROPELLER DENGAN METODE CFD Desto Pradika Putra; Andi Trimulyono; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 4 (2015): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1172.615 KB)

Abstract

Meningkatnya harga bahan bakar saat ini sangat signifikan. Hal ini mendorong pelaku industri perkapalan khususnya pemilik kapal (Owner) melakukan penghematan konsumsi bahan bakar. Pengurangan konsumsi bahan bakar bisa di lakukan dengan cara menambah instalasi alat pada propeller atau yang biasa disebut dengan Energy Saving Device (ESD) yang bertujuan untuk meningkatkan effisiensi propulsi. Beberapa desain ESD yang telah dikembangkan yaitu Propeller Boss Cap Fins (PBCF) dan Ducted Propeller (Kort nozzle Propeller) telah terbukti mampu membuat laju suatu kapal menjadi lebih optimal dan efektif, hingga meningkatkan gaya thrust kapal sampai beberapa persen. Dengan kedua ESD yang berbeda, disini penulis ingin menganalisa pengaruh instalasi Energy Saving Device (ESD) terhadap gaya dorong (thrust) yang di hasilkan sehingga dapat diketahui ESD dengan performa paling optimal, selain itu penulis juga ingin menganalisa perbandingan persentase gaya dorong (thrust) yang di hasilkan dengan kedua propeller yang berbeda yakni propeller type B-Series dan propeller type AU dengan bantuan paket program Computer Aided Design (CAD) serta Computational fluid Dynamics (CFD). Dalam penganalisaan yang dilakukan menggunakan software CFD ANSYS CFX 14.0 menunjukkan dari kedua model propeller yang di analisa, terjadi perubahan bentuk fluida,  yang berpengaruh pula terhadap gaya dorong (thrust) yang dihasilkan. Nilai Thrust terbesar pada propeller type B-Series terjadi pada instalasi PBCF dikombinasikan dengan kort nozzle yaitu sebesar 11,50% sedangkan instalasi PBCF dikombinasikan dengan kort nozzle pada propeller type AU memperoleh thrust sebesar 41,59%. 
Pengaturan Wave Maker dalam Pembangkitan Gelombang Reguler dengan Variasi Kecepatan Motor Berbasis Mikrokontroler Open Hardware pada Laboratorium Hidrodinamika Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro Aulia Ramadhan Kopayona; Eko Sasmito Hadi; Deddy Chrismianto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.713 KB)

Abstract

Penelitian dan pengujian dalam teknologi perkapalan sebagian besar menggunakan modelling dan diuji coba pada Towing Tank. Pengujian Towing Tank dapat menghasilkan nilai olah gerak dan hambatan suatu kapal. Olah gerak kapal yang terjadi pada Towing Tank dihasilkan oleh gelombang air yang dihasilkan Wave Maker dengan membangkitkan gelombang air. Penelitian ini mengatur kecepatan putaran motor listrik dengan menggunakan metode Pulse Width Modulation (PWM) berbasis mikrokontroler open hardware yang terhubung pada wave maker dan mendapatkan hasil pengujian, alat ini dapat menghasilkan 13 variasi kecepatan putaran motor listrik akan tetapi hanya 4 variasi yang diteliti. Berdasarkan hasil uji coba pengukuran tinggi gelombang tertinggi dihasilkan pada 100% kecepatan putaran motor dengan nilai tinggi rata-rata 49 mm, panjang gelombang terpanjang dihasilkan pada 50% kecepatan putaran motor dengan nilai panjang rata-rata 81,6 cm, periode gelombang tertinggi dihasilkan pada 50% kecepatan putaran motor dengan waktu 1,563 sekon, dan kecepatan rambat gelombang tercepat dihasilkan pada 100% kecepatan putanan motor dengan kecepatan rata-rata 77,664 cm/s. Hasil dari penilitan ini digunakan sebagai data yang diolah dalam menentukan tinggi, panjang, periode dan kecepatan rambat gelombang yang dikehendaki dalam pengujian olah gerak di Towing Tank Laboratorium Hidrodinamika Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro.
Analisa Pengaruh Penambahan Grothues Spoilers Tipe NACA 64098 dengan Variasi Jumlah Spoiler pada Kapal Perintis 750 DWT Terhadap Hambatan dan Nilai Wake Kapal dengan Menggunakan Metode CFD Josua Siagian; Parlindungan Manik; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya zaman di era globalisasi ini ikut mempengaruhi perkembangan teknologi di dunia perkapalan yang dapat meningkatkan performa kapal menjadi lebih baik, salah satunya ialah dengan mengurangi nilai hambatan dan wake. Wake merupakan perbandingan antara kecepatan air yang melalui baling-baling dengan kecepatan kapal dinas kapal itu sendiri. Penambahan Grothues Spoilers yang diletakkan pada bagian buritan kapal dapat mengarahkan aliran turbulen menjadi aliran laminar menuju baling-baling. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai hambatan dan wake kapal setelah dilakukan penambahan Grothues Spoilers dengan memvariasikan jumlah dari spoiler  tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamic (CFD) dengan memvariasikan jumlah spoiler sebanyak 2 hingga 4 spoiler terhadap model 3D kapal perintis 750 DWT. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan grothues spoilers dengan jumlah 4 spoilers merupakan hasil yang paling optimal dalam mengurangi hambatan. Dimana pada hambatan total pada Fn 0,19 dapat berkurang sebesar 11,707% dari 8,176 N menjadi 7,219 N, hambatan viskositas pada Fn 0,21 dapat berkurang sebesar 5,314% dari 6,22 N menjadi 5,889 N, dan hambatan gelombang pada Fn 0,19 berkurang dari 1,956 N menjadi 1,425N dengan perubahan sebesar 27,17%. Dan dari hasil analisa wake friction, model dengan variasi 4 spoilers juga menjadi model yang paling optimal dalam mengurangi nilai wake, dimana pada kecepatan dinas nilai wake mengalami penurunan sebesar 1,746% yaitu dari 0,237 menjadi 0,2104.
Analisa Penambahan Bulbous Bow Pada Kapal Perintis 750 DWT Guna Mengurangi Efek Slamming Brian Haksa Nova; Eko Sasmito Hadi; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1569.997 KB)

Abstract

Kemampuan olah gerak kapal (seakeeping) merupakan salah satu aspek penting pada Perancangan sebuah kapal. Hal itu berkaitan dengan gerakan kapal dalam  merespon pengaruh gaya-gaya luar yang bekerja pada kapal. Gerakan ini akan berpengaruh terhadap kenyamanan dan keselamatan sebuah kapal. Dalam upaya meningkatkan kualitas seakeeping pada kapal perintis 750 DWT. Pada penelitian ini, dilakukan analisa perbandingan variasi penggunaan tipe bulbous bow terhadap seakeeping dengan menggunakan tiga tipe bulbous bow yaitu tipe – Δ (Delta Type), tipe – 0 (Ellips Type), dan tipe – V (Nabla Type). Bulbous Bow dan kecepatan kapal divariasikan untuk melihat probabilitas dan  intensitas slamming yang paling rendah. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan Maxsurf dan kemudian dilakukan analisa gerakan menggunakan metode Hydrodinamic Diffraction. Hasil penelitian ini menunjukan. Untuk respon gerakan heave (vertical acceleration) variasi Bulbous Bow tipe – V (nabla) mempunyai respon yang lebih baik daripada kapal dengan  tipe bulbous lainnya, dimana berbanding terbalik dengan respon gerakan pitch, variasi bulbous bow tipe – Δ (delta) mempunyai respon yang lebih baik dibanding  kapal dengan  tipe bulbous bow  model lainnya. Penelitian menunjukan  bahwa penambahan variasi bulbous bow tipe – Δ (Delta Type), tipe – 0 (Ellips Type), dan tipe – V (Nabla) semua memenuhi standart Seakeeping criteria Nordsfork ’87. Dan niai  probabilitas slamming terendah didapatkan dari bulbous bow tipe – Δ (Delta Type).
Co-Authors A.F. Zakki Abi Dimas Alfian, Abi Dimas Abner Herdian Permana Putra Achmad Kurniawan Adhi Paska, Adhi Aep Supirman Afdi Supriyonggo Nugroho Ahmad Azhar Ginting Ahmad Fauzan Zakki Ajib Wahab Purwanto Akhiruddin Akhiruddin Al Fahsan Al Fahsan Aldias Bahatmaka Alexius Bayu Setyoko Alif Fadhilah Amaytana Cindy Armela Andhi Kusuma Andhyka Cakrabuana Adhitama Andi Trimulyono Ari Wibawa Ari Wibawa B.S Ari Wibawa B.S Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa ST, MSi Arie Prasetyo Ario Nugroho Prihutomo Ario Restu Sratudaku Aulia Ramadhan Kopayona Azhabul Hayatul Fajar Azniatu Fihliya Berlian Arswendo Adietya Berlian Arswendo Adietya Brata Wahyu Setya Budi Brian Haksa Nova Burhannudin Senoaji Buyung Vidiarto Caesar, Agung Al Citra Robiatul Adawiyah Deddy Chrismianto Deddy Chrismianto Dedi Budi Purwanto Desto Pradika Putra Dicky Darmawan Dimas Maulana Agung Pambudi Dito Adi Prassyeta Dwi Satria Fajar Efriananda Sabta Rizki Eka Heriyanty Eka Mellyana Nur Anggraini Elvira Dwi Gustiarini Fachry Ramadhan Fajrul Falah Rosid Firdaus S.P Firnandito, Anugrah Frans Simanjuntak Ganang Adi Baskoro Ginanjar Baskoro Aji Giri Aditya Chandra J Good Rindo Hartono Yudo Hartono Yudo Haryadi, Ricky Tri Hendri Firman Hibob Faiz Firdaus Ibnu Fauzi Kenedy Ichsan Aditio Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Indradi Setiyanto Irvan Putera Samudera Jefri Harumbinang Josua Siagian Juwanto Juwanto K Kiryanto K. Kiryanto Karnoto . Khoirul Anam Khoirul Ramadhan Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Lily Muzdalifah Luthfi Maslul Muttaqim M. Aji Luhur P M. Iqbal Maharani, Heslina Fifani Malau, Karno R Mita Ardiana, Mita Moh Nurdin Septiantono R Mohammad Nasikin Muhamad Zulkifli Muhammad Abdul Aziz Mufti Muhammad Ansori Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Luqman Hakim, Muhammad Luqman Muhammad Raditya Daniswara Muhammad Rayandra Lubis Muhammad Rynaldi Muhammad Sidiq Natanael Martian Dwi Sunarto Natanael Martian Dwi Sunarto Niko Aditya Kriswan Noprian Christy S Nugraha, Sandy Nurhali Nurhali Ocid Mursid Ojo Kurdi P. Boby Janurianto Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Permana, Mohamad Fiqri Rachmat Assidiq Rais Yudanto Renggita Aan Rachmadani Restu Kuasa Reza Andrian Saputro Ridwan Rasoki Harahap Rifandi Aditya Ririh Sustiko Asih Rizka Azhari Yulistiawan Faruq Robby Munardi Roby Widiyanto Rolan Haris Ben Imanuel Purba, Rolan Haris Ben Imanuel Rosiana Dewi Saeful Huda Mursito Samuel Samuel Samuel Samuel Sarjito Jokosisworo Septaji Indrasahputra Siahaan, Batara Srijaya Ratu Subekti, Joko Tindaon, Aldy Sabat Tobing, Christabel Giovanny Toha Frans Soaloon Siregar Untung Budiarto Vina Widya Lestari Vita Agnindiyasari Wahif Indramana Wahyu Nugroho Mustikojati, Wahyu Nugroho Wasisto Haribowo, Wasisto Wicaksono, Ardhana Widyanto Widyanto Willma Amiruddin Wilma A Wilma A Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Wiwit Wirawan Yohana Krisyanti Simanjuntak Zeinurrohman, Rangga Zippo Benediktus Sijabat