Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Perancangan Bill of Material pada Proses Produksi Minibus di Departemen Perlengkapan Karoseri PT X Gunawan, John Nicholas Christian; Hermawandiny, Vania Christy; Riswandana, Vitorio; Sibunay Tjian, Jonathan Nathaniel; Hadi, Yuswono; Putrianto, Novenda Kartika
Prosiding Seminar Nasional Teknik Industri Vol. 4 (2024): Prosiding SENAM 2024: Seminar Nasional Teknik Industri Universitas Ma Chung
Publisher : Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk merancang pembuatan sistem Bill of Material departemen perlengkapan untuk mengatasi keterlambatan selama proses produksi. Proses produksi mengalami keterlambatan hingga 5-6 hari karena terdapat idle oleh operator yang disebabkan karena menunggu unit minibus yang belum datang dan menunggu datangnya komponen dari gudang. Pemesanan komponen hanya dapat dilakukan oleh operator karena hanya operator yang mengetahui kebutuhan apa saja yang akan digunakan dalam proses produksi. Tidak adanya data Bill of Material pada proses produksi akan membuat proses produksi tersebut menjadi tidak efektif karena perusahaan hanya bergantung pada operator untuk melakukan proses pemesanan. Pembuatan SOP baru juga diperlukan untuk memandu karyawan bisa mengikuti prosedur sistem Bill of Material yang baru. Tujuan studi ini adalah merancang Bill of Material yang efektif dan efisien. Hasil perancangan Bill of Material yaitu admin departemen perlengkapan dapat mengetahui keseluruhan kebutuhan proses produksi sehingga keterlambatan diestimasi berkurang menjadi 3 hari. Admin departemen perlengkapan harus mampu memahami Bill of Material yang telah dibuat agar membantu dalam proses pemesanan material. Dengan adanya Bill of Material proses produksi dapat menjadi efektif dan efisien dengan mengurangi kesalahan dalam pemesanan material ke gudang, baik kesalahan material yang harus dikirim maupun kesalahan dalam hal jumlah. Usulan Standard Operating Procedure (SOP) yang baru juga dapat membantu jika terjadi kekurangan material untuk proses produksi maka operator tidak perlu mengambil material ke gudang sendiri, melainkan akan dilakukan pemesanan material yang kurang oleh admin.
PEMANFAATAN KOMPOSTER SAMPAH ORGANIK MENJADI KOMPOS DI DESA PETUNGSEWU KABUPATEN MALANG Purnomo Purnomo; Yuswono Hadi; Novenda Novenda; Teguh Oktiarso; Sunday Noya; Yurida Ekawati
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2021
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Machung Abdimas Grant tentang pengolahan Sampah Organik dalam rangka pemberdayaan Karang Taruna di Desa petungsewu Kecamatan Dau Malang ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup. Meningkatnya jumlah sampah dilingkungan masyarakat memberikan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat, seperti masalah kesehatan dan polusi udara (bau) yang dihasilkan oleh sampah sisa makanan seperti sayur-sayuran dan buah-buahan yang banyak dihasilkan dari rumah tangga dapat diolah menjadi pupuk organik.  Tujuan dari pengabdian masyarakat IbDM ini adalah untuk mengajarkan pada masyarakat khususnya Karang Taruna untuk dapat mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos. Pengomposan melalui bahan organik pada komposter menghasilkan kompos dalam bentuk padat maupun cair. Pengadaan komposter dilakukan kepada karang taruna dan masyarakat Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Pengadaan komposter dilakukan sebagai upaya meningkatan kesadaran diri dan pengetahuan tentang pengelolaan sampah melalui pembuatan kompos, sehingga masyarakat dapat secara mandiri memanfaatkan sampah rumah tangga (sampah organik) dan mengurangi timbulan sampah ke Tempat Pemprosesan Akhir (TPA)
PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI TAMAN BACAAN ANAK (TBA) DESA SUMBERSEKAR Purnomo Purnomo; Rudy Setiawan; Yuswono Hadi; Soetam Rizky Wicaksono; Yuswanto Yuswanto
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2022
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumbersekar adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Dau Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur. Mengingat bahwa kondisi di Sumbersekar yang termasuk di kawasan pedesaan dan literasi digital masih cukup rendah berdasarkan survei awal, maka pilihan dengan proses konvensional yang menjadi opsi utama dalam aktifitas ini. Pemberdayaan taman bacaan merupakan salah cara efektif dalam meningkatkan minat baca anak, terlebih dengan pengaturan ruang yang efisien serta dana yang terbatas. Selain pemberdayaan taman bacaan juga dilakukan pembinaan kepada pengelolanya agar dapat memberikan penyuluhan ke lingkungan sekitar mengenai fungsi dan fasilitas yang ada didalamnya. Terdapat lima tahapan dalam aktifitas ini yaitu: survei, pelaksanaan, evaluasi, simulasi dan pelaporan. Seluruh tahapan tersebut telah dilaksanakan dengan baik serta mampu memenuhi tujuan yang diharapkan di awal. Diharapkan pula bahwa taman bacaan yang terbentuk dapat berkelanjutan di masa mendatang.
Penerapan System Development Life Cycle untuk Perancangan Sistem Pemenuhan Material pada Proses Produksi Minibus (Studi Kasus pada Departemen Perlengkapan Karoseri PT X) Gunawan, John Nicholas Christian; Hadi, Yuswono; Putrianto, Novenda Kartika
Jurnal Tekstil Vol 7 No 1 (2024): Vol 7 No 1 Juni 2024
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59432/jute.v7i1.96

Abstract

Departemen perlengkapan PT X menghadapi beberapa masalah dalam proses produksi minibus tipe B, termasuk keterlambatan produksi sekitar 12 jam, penundaan proses produksi dari target 3-4 hari menjadi 5-6 hari, ketiadaan standard operating procedure (SOP) dalam pemenuhan material, dan ketidaksesuaian komponen yang dipesan dengan kebutuhan produksi. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan perancangan sistem pemenuhan material yang efektif. Tujuan studi ini adalah merancang sistem pemenuhan material yang mampu mengatasi masalah-masalah tersebut. Metode yang digunakan adalah analisis System Development Life Cycle (SDLC). Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan staf terkait, dan analisis dokumen produksi. Hasil analisis SDLC menunjukkan bahwa untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan beberapa langkah: pengelompokan komponen menjadi kitting material, pembuatan program sistem pemenuhan material, perbaikan alur sistem pemenuhan material, dan pembuatan SOP untuk setiap tahap proses pemenuhan material. Implementasi sistem ini menghasilkan 35 paket kitting material, program sistem yang dapat dioperasikan dalam waktu kurang dari 10 menit, serta alur sistem baru yang mampu mengurangi keterlambatan pengiriman komponen menjadi 1-2 jam kerja. Produksi sesuai target dapat tercapai, tidak ada kesalahan pengiriman komponen, dan SOP yang telah diimplementasikan membantu semua pihak yang terlibat dalam proses produksi. Dengan perbaikan ini, proses produksi berjalan lebih lancar dan sesuai dengan target perusahaan, sehingga menghindari gangguan dalam produksi.
IDENTIFIKASI POTENSI BAHAYA MENGGUNAKAN METODE HAZOP TERMODIFIKASI DI PT. KAYU MEBEL INDONESIA Handani, Alexander Bryan Christian; Hadi, Yuswono; Putrianto, Novenda Kartika
Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi Vol. 5 No. 2 (2025): Maret - Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi
Publisher : Ma Chung Press, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/sb.v5i2.312

Abstract

One type of industry that is developing very rapidly among various types of industry in Indonesia is the furniture industry, one of which is PT. Kayu Furniture Indonesia which produces doors. In the door leaf production process, there are 7 machines used, namely double planer, rip, cut, molding, single end, drill and press assembly machines.  The steps in identifying hazards using the HAZOP method begin with knowing the door leaf production flow, namely receiving raw material, leveling the surface of the wood, printing the width of the wood, printing the length of the wood, leveling the sides of the wood material, making profile shapes, making holes in the wood, assembly process. , inspection process. Then proceed with Hazard and Risk Identification in each production process so that the level of danger posed can be known. Seeing the extreme risks that have been described, recommendations that can be given are using PPE in the form of safety gloves, face protection helmets, and carrying out maintenance on machines and making visual displays to remind workers to always use PPE as well as creating good work procedures and conducting K3 training for workers. employees in a comprehensive and sustainable manner.  
PENGUKURAN KINERJA UMKM MENGGUNAKAN PERFORMANCE PRISM Cynthia Agelina Purnomo; Yuswono Hadi
Spektrum Industri Vol. 15 No. 2: Oktober 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v15i2.7550

Abstract

UMKM XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan keripik buah nangka. Pada proses observasi langsung di lapangan, perusahaan mempunyai masalah dalam melakukan pengukuran kinerja. Pengukuran kinerja yang dilakukan hanya berdasarkan Net Profit Margin (rasio laba bersih dibandingkan dengan pendapatan) tiap tahunnya. Pengukuran yang dilakukan oleh perusahaan tidak cukup representatif menilai kinerja perusahaan secara keseluruhan. Oleh karena itu, diperlukan alat ukur kinerja yang tepat dan fleksibel, yaitu dengan metode Performance Prism. Proses penentuan Key Performance Indicator (KPI) kinerja berdasarkan persetujuan dari pihak manajer perusahaan. Dengan periode dasar (tahun 2015) didapatkan hasil bahwa terdapat 25 Key Performance Indicator yang terdiri dari: 2 KPI Investor, 8 KPI Konsumen, 4 KPI Suplier, 6 KPI Karyawan, dan 5 KPI Masyarakat Sekitar dengan nilai total kinerja keseluruhan sebagai pembanding dengan periode pengukuran adalah 2,232 (kategori cukup sehingga perlu ditingkatkan lagi pada periode selanjutnya berdasarkan saran-saran pada periode dasar).Kata kunci: kinerja, Performance Prism, Analytical Hierarchy Process (AHP), alat ukur kinerja
Power imbalances and socio-demographic barriers in robusta coffee value chain: Insights from Malang Regency, Indonesia Hadi, Yuswono; Soemarno, Soemarno; Dania, Wike Agustin Prima; Astuti, Retno
Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE) Vol 8, No 3 (2025)
Publisher : Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.afssaae.2025.008.03.6

Abstract

This study investigated power imbalances and inefficiencies in the Robusta coffee value chain in Malang Regency, Indonesia, employing an integration of the Structure-Conduct-Performance (SCP) framework and Value Chain Analysis (VCA). As the world’s fourth-largest coffee producer, Indonesia’s sector relied on smallholder farmers, who constituted 98% of producers but faced systemic marginalization. Drawing on survey data from 2,122 smallholder farmers and interviews with 26 traders, the analysis revealed a highly concentrated market structure, with four local collectors controlling 58% of trade and a single exporter dominating 68% of production. Farmers, despite generating 89% of value-added, retained only 50% of the consumer price due to exploitative intermediaries and informal pricing. Socio-demographic challenges, such as an aging workforce (92.5% over 45 years) and gender disparities (8.33% female participation), further hindered innovation and equity. The SCP-VCA integration uniquely exposed how market concentration enabled intermediaries to externalize costs, capturing 45.7% of the consumer price as profit, while farmers bore disproportionate labor. Policy implications emphasized digital transparency tools, farmer cooperatives, and certification subsidies to rebalance power dynamics. Demographic reforms, including youth engagement programs and gender-inclusive governance, were critical to addressing structural vulnerabilities.
Analisis dan Rekayasa Proses Produksi untuk Mengendalikan Environmental Impact Menggunakan Metode LCA Bagaswara, Moch. Esa Adin; Hadi, Yuswono
Metris: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 18 No. 02 (2017): Desember
Publisher : Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik - Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MAY'S BAKERY is a SME engaged in the field of food. Small business scale makes this SME having less attention to the potential of environmental impact, especially that can be caused in the production process. The purpose of this research is to assess and control the environmental impact of bread production process, so that the researcher can design the proposal of alternative production process to choose the which one is the better process. This assessment and control is done by using the Life Cycle Assessment (LCA) method. Assessment using LCA is done with the help if SimaPro software. Based on the analysis results, it is known that the environmental impact value caused by the production process currently applied by SME is 3.3824536 Pt and the environmental impact value caused by the alternative production process scenario that can be applied at SME is 3.74539 Pt. So based on the environmental standpoint and LCA, the production process that currently applied at SME is better than the alternative production process scenario.
Analisis Kenyamanan Termal Ruang Kuliah Hadi, Yuswono; Azaria, Tabitha; ., Purnomo; Putrianto, Novenda K.; Oktiarso, Teguh; Ekawati, Yurida; Noya, Sunday
Metris: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 21 No. 01 (2020): Juni
Publisher : Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik - Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/metris.v21i01.2428

Abstract

Bhakti Persada Building is one of the main buildings at Ma Chung University that serves as a place for the lecture process and student activities. Every room of Bhakti Persada Building has an AC that is on every day and there are very adequate windows and vents. The study aims to provide thermal comfort to the space users by measure temperature, humidity, and wind speed before and after the engineering of space facilities using SNI 6390: 2011 for temperature and humidity as well as the MENKES No.261 / MENKES / SK / 11/1998 standard for wind speed. In addition, this study was also conducted by paying attention to environmental issues, especially energy utilization, so that later it will be obtained scheduling to use of air conditioners as well as the efficiency of the use of electrical energy after the engineering of space facilities. The results of thermal comfort analysis after engineering the room facilities, obtained the time zone of the lecture room using a propeller fan is the time zone I and II for all sizes of lecture rooms while for time zone III all lecture rooms will use air conditioning because the temperature increases ± 0, 5 ° C, and for time zone IV lecture rooms with sizes 5 x 9 m, 6 x 9 m and 8 x 9 m the second floor will use a fan and a room size 8 x 9 m and 10 x 9 m third floor will use AC. After the engineering of space facilities, it was also found that the efficiency of the use of electrical energy in the lecture hall of the Bhakti Persada Building was 53%.
Peningkatan Produktivitas UMKM Menggunakan Metode American Productivity Center Hadi, Yuswono; Irawan, Roy; Kelana, Oesman Hendra
Metris: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 19 No. 01 (2018): Juni
Publisher : Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik - Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Growth and development of SMEs in Indonesia is the responsibility of all parties. This research was conducted as an effort to increase the productivity of micro enterprises Tempe manufacturer in Pasuruan, East Java. The method used is the American Productivity Center. The advantage of this method is to produce three measures of productivity, the index of productivity, profitability index and the index of price improvement. After the measurement, analysis and improvement efforts showed the proposed implementation of the improvements made in the period May managed to increase the productivity index and the index of profitability compared with the period before the implementation of the April. Input materials, labor, energy and total input increased by (6.21%); (3.67%); (8.60%) and (0.0385%), while capital decreased by (-6.34%). The profitability index of material inputs, labor, energy and total input increased by (7.54%) (3.52%), (8.26) and (0.04), while capital input declined by (-8 , 67%). Price improvement index showed a decrease in labor input of energy and capital by (0.02%) (0.02%) and (2.08%). Material inputs increased by (1.55%), while the total input unchanged.