Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Hubungan Kualitas Tidur, Jarak Penglihatan, dan Screen Time Dengan Computer Vision Syndrome pada Staf Polda NTB Dewi, Ni Luh Putu Aristia Kartika; Effendi, Raden Gunawan; Utami, Sukandriani; Ruqayyah, Siti
Action Research Literate Vol. 8 No. 12 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i12.2541

Abstract

Era globalisasi saat ini menuntut penggunaan teknologi digital di hampir setiap pekerjaan.Penggunaan perangkat digital selama lebih dari tiga jam perhari mengarah ke risiko kesehatan seperti nyeri pinggang, sakit kepala, dan Computer Vision Syndrome (CVS). Meskipun gejala CVS tidak permanen mempengaruhi individu, tetapi CVS dikatakan sebagai penyebab berbagai efek yang mengganggu produktivitas pekerja dan kualitas hidup sehari-hari. Untuk mengetahui gambaran CVS pada Staf Polda NTB. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Penelitian dilakukan di Polda NTB pada tanggal 18 September 2024. Sampel penelitian sebanyak 72 responden staf Polda NTB. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistik menggunakan metode uji chi-square. Dari total 72 responden, didapatkan sebanyak 38 responden (52,80%) mengalami CVS, 37 responden (51,40%) dengan kualitas tidur yang buruk, 37 responden (51,40%) dengan jarak penglihatan tidak ideal dan 37 responden (51,40%) dengan screen time berat. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara kualitas tidur yang buruk (p <0,001; PR 31,216; CI 95% 4,508 hingga 216,146), jarak penglihatan tidak ideal (p <0,001; PR 15,135; CI 95% 3,917 hingga 58,484), dan screen time berat (p <0,001; PR 9,775; CI 95% 3,282 hingga 29,109) dengan kejadian CVS di Polda NTB. Faktor yang berhubungan dengan kejadian CVS adalah kualitas tidur, jarak penglihatan dan screen time. Diharapkan instansi Polda NTB dapat menerapkan waktu kerja dengan efisien serta memperhatikan waktu dan kualitas tidur sebagai upaya peningkatan kesehatan, menerapkan jarak dan posisi layar yang tepat serta menerapkan aturan 20-20-20.
Prevalence and Characteristics of Breast Cancer Patients in Mataram City for the 2015-2020 Period Made Agus Suanjaya; S Sherliyanah; Sukandriani Utami
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 2: June 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.59 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i2.958

Abstract

Angka kejadian kanker tertinggi pada perempuan adalah kanker payudara. Terbatasnya data yang terstruktur dan meningkatnya kejadian kanker payudara di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui gambaran prevalensi dan karakteristik kanker payudara di Kota Mataram tahun 2015-2020.Penelitian ini merupakanpenelitian deskriptif menggunakan data rekam medis. Populasi pada penelitian ini adalah semua penderita kanker payudara yang berdomisili di Kota Mataram pada tahun 2015-2020 sebanyak 420 orang. Pada penelitian ini didapatkan karakteristik penderita kanker payudara terbanyak berjenis kelamin perempuan 99.52%, berasal dari kecamatan Mataram 29.76%, dengan status perkawinan menikah 99.05%, sebagai ibu rumah tangga 90.02%, suku Sasak 82.62% dan beragama Islam 89.53%. Dengan usia insiden tertinggi pada usia 41-50 tahun 36.43%, mengenai payudara sebelah kiri 54.52% dengan stadium III (LABC) 47.15% dan gambaran histopatologi invasive ductal carcinoma  63.81% yang pada penegakan diagnosisnya dengan operasi biopsi. Penderita kanker payudara pada penelitian ini sebagian besar mendapat terapi operasi 99,28 %, dengan penyebaran terbanyak pada kelenjar getah bening axilla 78% dan metastasis jauhnya ke paru-paru 31%. Angka kematian pada penelitian ini sebanyak 5.48%. Penderita kanker payudara di Kota Mataram mempunyai rentang usia yang lebih muda dibandingkan dengan penderita kanker payudara di negara Barat. Angka kematian penderita kanker payudara di Kota Mataram cukup tinggi, disebabkan oleh keterlambatan penderita datang berobat dan lemahnya deteksi dini, dimana dari hasil penelitian didapatkan penderita kanker payudara terbanyak terdata pada stadium lanjut.
Perbandingan antara Efektivitas Kombinasi Tramadol Ketorolac Intravena dengan Tramadol Intravena pada Penangangan Nyeri Fraktur Sherliyanah, Sherliyanah; Utami, Sukandriani; Wismantara, I Komang Agus Tri
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4396

Abstract

Kurangnya uji klinis acak terkontrol untuk memeriksa efektivitas kombinasi tramadol-ketorolak dengan tramadol saja adalah alasan mengapa terapi tersebut belum dimasukkan ke dalam praktek klinis rutik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan efektivitas kombinasi tramadol ketorolac intravena dengan tramadol intravena pada penangangan nyeri fraktur. Penelitian ini merupakan uji klinis acak terkontrol (RCT) dengan desain double-blind untuk membandingkan efektivitas analgesia intravena antara ketorolac, kombinasi tramadol-ketorolac, dan tramadol. Subjek terdiri dari 60 pasien dewasa di RSUD Kota Mataram, Januari-November 2023, dengan kriteria nyeri VAS ≥ 5. Teknik pengumpulan data menggunakan consecutive random sampling dan dianalisis menggunakan SPSS 17.0. Uji normalitas dilakukan dengan Shapiro-Wilk, dan perbandingan antar kelompok dianalisis menggunakan uji T dengan standar nilai p<0,05. Hasil analisis univariat penelitian ini menunjukkan mayoritas subjek berusia 46-55 tahun (43.3%), perempuan (66.7%), dengan BMI normal (68.3%) dan diagnosis fraktur tertutup (80%). Terdapat perbedaan signifikan dalam penurunan nilai VAS sebelum dan sesudah pemberian ketorolac, kombinasi tramadol-ketorolac, serta tramadol intravena. Penurunan VAS paling tinggi terlihat pada tramadol 2mg/kgBB IV. Uji statistik menunjukkan perbedaan bermakna antara ketorolac 1mg/kgBB vs kombinasi tramadol-ketorolac, ketorolac 1mg/kgBB vs tramadol 2mg/kgBB, dan kombinasi tramadol-ketorolac vs tramadol 2mg/kgBB (p<0,05). Pemberian tramadol 2mg/kgBB intravena lebih efektif menurunkan nyeri dibandingkan ketorolac atau kombinasi tramadol-ketorolac pada pasien fraktur.
Hubungan Kualitas Tidur, Tingkat Stres dan Pola Makan dengan Gula Darah Sewaktu (GDS) pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al–Azhar Angkatan 2022 Dan 2023 Sentana, Dimas Arya; Utami, Sukandriani; Wulandari, Shinta; Sukamajaya, Ali
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i6.14506

Abstract

ABSTRACT Hyperglycemia is a medical condition characterized by an increase in blood sugar levels that exceed normal limits, which is characteristic of several diseases, especially Diabetes Mellitus. According to West Nusa Tenggara Riskesdas data, the prevalence of DM based on doctor's diagnosis in the population aged ≥15 years was 14,825 people. To analyze the relationship between sleep quality, stress level, and diet with blood sugar level in students of Faculty of Medicine, Al-Azhar Is lamic University, batch 2022 and 2023. Observational analytic quantitative research with cross sectional study design. The research was conducted at Islamic University-Al Azhar on Thursday, January 25, 2024. The sampling technique used probability sampling, namely stratified random sampling with a sample size of 75 respondents. Data were analyzed using the Chi-Square correlation test with a significance value limit (p-value) <0.05. The results showed that the majority were 20 years old (44%), female gender (61.3%), and batch 2023 (52.0%), had normal blood sugar (88.0%), had good sleep quality (88.0%), normal-moderate stress levels (86.7%), and adequate diet (85.3%). Bivariate analysis showed that there was a relationship between sleep quality and Instantaneous Blood Sugar (p=0.000), stress level with Instantaneous Blood Sugar (p=0.000), and diet with Instantaneous Blood Sugar (p=0.000) in students of the Faculty of Medicine, Al-Azhar Islamic University class of 2022 and 2023. Conclusion: Sleep quality, stress level, and diet are associated with Instantaneous Blood Sugar in students of the Faculty of Medicine, Al-Azhar Islamic University class of 2022 and 2023. Keywords: Sleep Quality, Stress Level, Eating Patterns, and Instantaneous Blood Sugar  ABSTRAK Hiperglikemia merupakan kondisi medis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah yang melebihi batas normal sehingga menjadi karakteristik dari beberapa penyakit terutama penyakit DM. Menurut data Riskesdas Nusa Tenggara Barat prevalensi DM berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk usia ≥15 tahun sebanyak 14.825 jiwa. Menganalisis hubungan antara kualitas tidur, tingkat stres dan pola makan dengan Gula Darah Sewaktu pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar angkatan 2022 dan 2023. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional study. Penelitian dilaksanakan di Universitas Islam-Al Azhar pada hari Kamis, 25 Januari 2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling yaitu dengan stratified random sampling dengan besar sampel 75 responden. Data dianalisis dengan uji korelasi Chi-Square dengan batas nilai signifikansi (p-value) < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas berusia 20 tahun (44%), jenis kelamin perempuan (61,3%), dan angkatan 2023 (52,0%), mengalami  gula darah sewaktu normal (88,0%), memilki kualitas tidur baik (88,0%), tingkat stres normal-sedang (86,7%), dan pola makan yang cukup (85,3%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan kualitas tidur dengan gula darah sewaktu (p=0,000), tingkat stres dengan gula darah sewaktu (p=0,000), dan pola makan dengan gula darah sewaktu (p=0,000) pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar angkatan 2022 dan 2023. Kualitas tidur, tingkat stres, dan pola makan berhubungan dengan Gula Darah Sewaktu (GDS) pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar angkatan 2022 dan 2023. Kata Kunci: Kualitas Tidur, Tingkat Stres, Pola Makan, dan Gula Darah Sewaktu (GDS)
Hubungan Paritas dan Kunjungan ANC dengan Perdarahan Postpartum di RSUD Kota Mataram Dwiyanti, Fitri; Karmila, Dany; Mahayani, Ida Ayu Made; Utami, Sukandriani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i9.11020

Abstract

ABSTRACT The Maternal Mortality Rate (MMR) indicates the success of maternal health efforts. Based on the 2019 Indonesia Health Profile, the MMR in Indonesia is 305 per 100,000 live births, while the MMR in West Nusa Tenggara (NTB) is 119 per 100,000 live births. The triad of direct causes of the highest maternal mortality in Indonesia is bleeding (30.3%), preeclampsia or eclampsia (27.1%), and infection (7.3%). Postpartum hemorrhage is blood loss from the body of 500 ml after vaginal delivery or 1000 ml after cesarean section delivery. Risk factors for postpartum hemorrhage are parity and disobedience of pregnant women in checking their pregnancies. This study aims to determine the relationship between parity and antenatal care (ANC) visits with the incidence of postpartum hemorrhage at Mataram City Regional Public Hospital in 2021. This research is analytical observational research with a case control research design. The sampling technique uses total sampling. The research was conducted at the Mataram City General Public Hospital. The research samples were 54 samples with 27 case samples and 27 control samples that fit the inclusion and exclusion criteria. The data obtained were analyzed using the Chi-Square and Fisher's Exact tests. The results showed 23 samples with high-risk parity and 31 samples with low-risk parity. 6 samples of non-routine antenatal care (ANC) visits and 48 samples of routine antenatal care (ANC) visits. There is no significant relationship between parity and the incidence of postpartum hemorrhage with a P-value = 0.409. There is no significant relationship between antenatal care visits (ANC) and the incidence of postpartum hemorrhage with a P-value = 0.666. Conclusion: Statistically there is no significant relationship between parity and antenatal care (ANC) visits with the incidence of postpartum hemorrhage at Mataram City General Public Hospital in 2021. Keywords: Postpartum Hemorrhage, Parity, Antenatal Care (ANC) Visits  ABSTRAK Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan upaya kesehatan ibu. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019, AKI di Indonesia sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan AKI di Nusa Tenggara Barat (NTB) sebesar 119 per 100.000 kelahiran hidup. Trias penyebab langsung kematian ibu tertinggi di Indonesia adalah perdarahan (30,3%), preeklamsia atau eklamsia (27,1%), dan infeksi (7,3%). Perdarahan postpartum adalah kehilangan darah dari tubuh sebesar 500 ml setelah persalinan pervaginam atau 1000 ml setelah persalinan seksio sesarea. Faktor risiko perdarahan postpartum adalah paritas dan tidak patuhnya ibu hamil dalam memeriksakan kehamilannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paritas dan kunjungan antenatal care (ANC) dengan kejadian perdarahan postpartum di RSUD Kota Mataram Tahun 2021. Penelitian analitik observasional dengan desain penelitian case-control. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Penelitian dilakukan di RSUD Kota Mataram. Sampel penelitian yang diambil sebanyak 54 sampel dengan masing-masing 27 sampel kasus dan 27 sampel kontrol yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square dan Uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 23 sampel dengan paritas risiko tinggi dan 31 sampel dengan paritas risiko rendah. Kunjungan antenatal care (ANC) tidak rutin sebanyak 6 sampel dan kunjungan antenatal care (ANC) rutin sebanyak 48 sampel. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan paritas dengan kejadian perdarahan postpartum dengan p-value = 0,409. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan kunjungan antenatal care (ANC) dengan kejadian perdarahan postpartum dengan p-value = 0,666.   Secara statistik tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dan kunjungan antenatal care (ANC) dengan kejadian perdarahan postpartum di RSUD Kota Mataram Tahun 2021.       Kata Kunci: Perdarahan Postpartum, Paritas, Kunjungan Antenatal Care (ANC) 
Pelatihan RJP dan Kegawat Daruratan Lainnya di Puskesmas Nipah Sherliyana, Sherliyana; Karmila, Dany; Utami, Sukandriani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15671

Abstract

ABSTRAK Resusitasi Jantung Paru (RJP) yaitu sekumpulan intervensi yang bertujuan untuk mengembalikan dan mempertahankan fungsi vital organ pada korban henti jantung dan henti nafas. Intervensi ini terdiri dari pemberian kompresi dada dan bantuan nafas yang bertujuan untuk mengembalikan sirkulasi darah dengan cepat saat terjadi henti jantung. Pemberian RJP dengan cepat dan baik dalam waktu 1-2 menit dapat meningkatkan survival rate sampai lebih dari 60% pada pasien henti jantung. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pada staf dan tenaga kesehatan di Puskesmas Nipah. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah melakukan edukasi dan pelatihan secara simulasi dengan manekin serta melakukan pre dan post test. Analisis data dengan Microsoft office. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan pekerjaan peserta terbanyak yakni perawat (9 orang), pendidikan terbanyak adalah D3 (17 orang) serta lama berkerja terbanyak 1-5 tahun (11 orang) dan terjadi peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi RJP dan pelatihan kegawatdaruratan dengan metode simulasi menggunakan manekin. Kata Kunci: Resusitasi Jantung Paru (RJP), Kegawatdaruratan, Tenaga Kesehatan ABSTRACT Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) is a collection of interventions that aim to restore and maintain the function of vital organs in victims of cardiac arrest and respiratory arrest. This intervention consists of giving chest compressions and blood assistance which aims to restore circulation quickly when cardiac arrest occurs. Providing CPR quickly and well within 1-2 minutes can increase the survival rate to more than 60% in cardiac arrest patients. The aim of this service activity is to increase the knowledge and skills of staff and health workers at the Nipah Community Health Center. The method used in this service is conducting education and training through simulations with mannequins and conducting pre and post tests. Data analysis with Microsoft office. The results of the service activities showed that the highest number of participants were nurses (9 people), the most education was D3 (17 people) and the most years of work was 1-5 years (11 people) and there was an increase in participants' knowledge after being given CPR education and emergency training using the simulation method. mannequin.  Keywords: Cardiopulmonary Resuscitation (CPR), Emergency, Health Workers
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita (Usia 0-59 Bulan) di Wilayah Kerja Puskesmas Klungkung I Bagus Arya Ramatantra, Ida; Utami, Sukandriani; Mardiah, Aena; Wulandhari, Shinta
Midwifery Student Journal (MS Jou) Vol. 4 No. 1 (2025): Midwifery Student Journal (MS Jou)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/msjou.v4i1.69

Abstract

Latar Belakang : Stunting adalah salah satu permasalahan gizi yang terus terjadi di Indonesia sehingga memerlukan perhatian khusus guna mengurangi angka kejadiannya. Laporan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) mencatat, pada tahun 2021 sebanyak 24,4% balita Indonesia mengalami stunting. World Health Organization (WHO) menjelaskan, bahwa stunting akan berdampak ke pertumbuhan dan perkembangan anak. Tujuan : Mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian Stunting pada Balita (Usia 0-59 Bulan) di wilayah kerja Puskesmas Klungkung I. Metode  : Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Klungkung I, Desa Kamasan, Kecamatan Gelgel, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali pada tanggal 30 Oktober – 2 November 2023. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Data penelitian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan analisis Chi-square. Hasil : Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat 75 balita (75%) mengalami stunting dan sebanyak 25 balita (25%) tidak mengalami stunting. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara berat badan lahir (p-value = 0.477 ; CI = 0,360-8,684), panjang badan lahir (p-value = 0.907 ; CI = 0,380-2,359) dan tinggi badan ibu (p-value = 1,000 ; CI = 0,291-3,437) terhadap kejadian stunting. Sedangkan terdapat hubungan antara sosial ekonomi (p-value < 0,000 ; CI = 6,401-136,507), ASI-Eksklusif (p-value < 0,000 ; CI = 2,257-7,540), MP-ASI (p-value < 0,000 ; CI = 11,109-705,048), riwayat imunisasi (p-value = 0,020 ; CI = 1,231-1,614) dan riwayat infeksi (p-value = 0,001 ; CI = 0,008-0,515) terhadap kejadian stunting. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara sosial ekonomi, ASI Eksklusif, MP-ASI, riwayat  imunisasi, dan riwayat infeksi terhadap kejadian stunting. Bagi instansi kesehatan dapat meningkatkan pemantauan secara rutin terhadap pemberian vaksinasi, ASI Eksklusif dan MP-ASI serta meningkatkan pelatihan terhadap kader desa untuk mencegah terjadinya stunting.   Abstract Background: Stunting is an ongoing nutritional issue in Indonesia that requires special attention to reduce its prevalence. The Indonesian Nutritional Status Study (SSGI) report notes that in 2021, 24.4% of Indonesian toddlers experienced stunting. The World Health Organization (WHO) explains that stunting affects the growth and development of children. Objective: To identify factors related to stunting incidence in toddlers (aged 0-59 months) in the working area of Klungkung I Health Center. Method: The research was conducted in the working area of Klungkung I Community Health Center, Kamasan Village, Gelgel Subdistrict, Klungkung Regency, Bali Province, from October 30 to November 2, 2023. Cluster random sampling was used as technique to gather the sample. Research data were analyzed through univariate and bivariate analysis and also using Chi-square analysis. Results: The study found that 75 toddlers (75%) experienced stunting, while 25 toddlers (25%) did not. Bivariate analysis results show no significant relationship between birth weight (p-value = 0.477; CI = 0.360-8.684), birth length (p-value = 0.907; CI = 0.380-2.359), and maternal height (p-value = 1.000; CI = 0.291-3.437) with stunting incidence. However, there is a significant relationship between socioeconomic status (p-value < 0.000; CI = 6.401-136.507), exclusive breastfeeding (p-value < 0.000; CI = 2.257-7.540), complementary feeding (p-value < 0.000; CI = 11.109-705.048), immunization history (p-value = 0.020; CI = 1.231-1.614), and infection history (p-value = 0.001; CI = 0.008-0.515) with stunting incidence. Conclusion: There is a significant association between socioeconomic status, exclusive breastfeeding, complementary feeding, immunization history, and infection history with stunting incidence. Health institutions can enhance regular monitoring of vaccination, exclusive breastfeeding, and complementary feeding, as well as provide training to village health cadres to prevent stunting.
Hubungan Antara Kebiasaan Merokok Dalam Rumah, Status Ekonomi dan Pengetahuan Ibu dengan Kejadian Pneumonia pada Anak Usia 0-5 Tahun di RSUD Kota Mataram A. Quratain, Wulidah; Irawan Putra Priono, Risky; Utami, Sukandriani; Dwi Pramana, Kadek
Midwifery Student Journal (MS Jou) Vol. 4 No. 2 (2025): Midwifery Student Journal (MS Jou)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/msjou.v4i2.74

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak usia di bawah lima tahun, terutama di negara berkembang. Berbagai faktor lingkungan dan sosial berperan dalam meningkatkan risiko pneumonia, di antaranya kebiasaan merokok di dalam rumah, status ekonomi keluarga, dan tingkat pengetahuan ibu. Tujuan: Mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok dalam rumah, status ekonomi, dan pengetahuan ibu dengan kejadian pneumonia pada anak usia 0–5 tahun di RSUD Kota Mataram. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif analitik observasional dengan desain case control. Sampel sebanyak 60 responden diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil: Sebanyak 30 anak (50%) didiagnosis pneumonia. Kebiasaan merokok dalam rumah ditemukan pada 24 responden (40%), status ekonomi rendah pada 22 responden (36,7%), dan pengetahuan ibu kurang pada 19 responden (31,7%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara kebiasaan merokok dalam rumah (p = 0,001), status ekonomi (p = 0,035), dan pengetahuan ibu (p = 0,004) dengan kejadian pneumonia. Kesimpulan: Kebiasaan merokok dalam rumah, status ekonomi rendah, dan pengetahuan ibu yang kurang berhubungan signifikan dengan kejadian pneumonia pada anak usia 0–5 tahun di RSUD Kota Mataram. Abstract Background: Pneumonia is a leading cause of morbidity and mortality among children under five years old, particularly in developing countries. Environmental and socioeconomic factors such as smoking habits at home, family economic status, and maternal knowledge play an important role in increasing pneumonia risk. Objective: To determine the relationship between smoking habits at home, economic status, and maternal knowledge with the incidence of pneumonia in children aged 0–5 years at Mataram City Regional Hospital. Methods: This study used an observational analytic quantitative design with a case-control approach. A total of 60 respondents were selected using total sampling. Data were collected through questionnaires and medical records and analyzed using the Chi-Square test with a significance level of p <0.05. Results: Thirty children (50%) were diagnosed with pneumonia. Smoking at home was reported in 24 respondents (40%), low economic status in 22 respondents (36.7%), and poor maternal knowledge in 19 respondents (31.7%). Statistical analysis showed significant associations between smoking at home (p = 0.001), low economic status (p = 0.035), poor maternal knowledge (p = 0.004), and pneumonia incidence. Conclusion: Smoking at home, low economic status, and poor maternal knowledge are significantly associated with pneumonia in children aged 0–5 years at Mataram City Regional Hospital.
THE IMPACT OF HYPERTENSION, HYPERCHOLESTEROLEMIA, AND SMOKING HISTORY ON STROKE INCIDENCE AT DR. R. SOEDJONO SELONG REGIONAL HOSPITAL Ningsih, Dera Ayu; Faridi, M. Sofyan; Putra, Risky Irawan; Utami, Sukandriani
International Journal of Health Science & Medical Research Vol 5, No 2 (2026): August 2026
Publisher : UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ijhsmr.v5i2.37229

Abstract

Stroke is a major cause of morbidity and mortality and remains a public health problem, including in East Lombok Regency. The high incidence of stroke is closely related to modifiable risk factors, such as hypertension, hypercholesterolemia, and smoking habits. The novelty of this study lies in the analysis of stroke risk factors based on patient data from Dr R. Soedjono Selong Regional General Hospital, the main referral hospital in East Lombok, which has been reported only to a limited extent. This study aims to analyse the relationship between hypertension, hypercholesterolemia, and smoking history with stroke incidence at Dr R. Soedjono Selong Regional General Hospital. This study is an observational, analytical, cross-sectional study conducted in October–November 2025 on 84 respondents selected using a purposive sampling technique. Data obtained from medical records and structured interviews were then analysed using the chi-square test. The results showed that stroke incidence was found in 57.1% of respondents. Hypertension and hypercholesterolemia were shown to have a significant relationship with stroke incidence, with p-values of 0.005 and 0.000, respectively (p 0.05), while smoking history did not show a significant relationship with stroke incidence (p-value = 0.243). The conclusion of this study shows that hypertension and hypercholesterolemia are the main risk factors associated with stroke incidence, so that control of these two factors needs to be a priority in stroke prevention efforts at the health service level.