Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pembelajaran Seni Rupa Berbasis Proyek Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Smp Negeri 35 Kerinci Arfenia Ramadani; Fuji Astuti; Ardipal Ardipal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6995

Abstract

Pembelajaran seni rupa berbasis proyek merupakan pendekatan pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif melalui keterlibatan langsung dalam proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi karya secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran seni rupa berbasis proyek serta kontribusinya terhadap hasil belajar peserta didik di SMP Negeri 35 Kerinci. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi proses pembelajaran, wawancara guru dan peserta didik, dokumentasi karya proyek, serta analisis penilaian hasil belajar. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang diperkuat melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni rupa berbasis proyek memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik, baik pada ranah kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Pada ranah kognitif, peserta didik mengalami peningkatan pemahaman terhadap unsur dan prinsip seni rupa serta kemampuan menginterpretasikan tema visual. Pada ranah afektif, pembelajaran ini berkontribusi terhadap penguatan sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan apresiasi terhadap karya seni. Pada ranah psikomotorik, terjadi peningkatan keterampilan teknik berkarya, pengolahan media, serta konsistensi dalam proses penciptaan karya. Dengan demikian, pembelajaran seni rupa berbasis proyek layak direkomendasikan sebagai pendekatan strategis dalam peningkatan mutu proses dan hasil belajar seni rupa di SMP Negeri 35 Kerinci.
Pembentukan Karakter Peserta Didik Sekolah Menengah Atas Dalam Pembelajaran Seni Tari Melalui Model Project Based Learning (PJBL) Mustika Hati; fuji astuti; ardipal ardipal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7017

Abstract

Pembentukan karakter peserta didik merupakan proses berkelanjutan yang terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran. Sekolah Menengah Atas sebagai satuan pendidikan formal memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai karakter, salah satunya melalui pembelajaran seni tari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembentukan karakter peserta didik Sekolah Menengah Atas dalam pembelajaran seni tari melalui penerapan model Project Based Learning (PJBL). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data berupa informan, dokumen, tempat, dan peristiwa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan perekaman, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan metode. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PJBL dalam pembelajaran seni tari mampu membentuk karakter peserta didik yang tercermin melalui keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran serta berkembangnya nilai tanggung jawab, kejujuran, kerja sama, dan kreativitas dalam proses pembelajaran seni tari berbasis proyek.
Analisis Pembelajaran Seni Rupa Berbasis Proyek Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Smp Negeri 35 Kerinci Arfenia Ramadani; Fuji Astuti; Ardipal Ardipal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7334

Abstract

Pembelajaran seni rupa berbasis proyek merupakan pendekatan pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif melalui keterlibatan langsung dalam proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi karya secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran seni rupa berbasis proyek serta kontribusinya terhadap hasil belajar peserta didik di SMP Negeri 35 Kerinci. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi proses pembelajaran, wawancara guru dan peserta didik, dokumentasi karya proyek, serta analisis penilaian hasil belajar. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang diperkuat melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni rupa berbasis proyek memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik, baik pada ranah kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Pada ranah kognitif, peserta didik mengalami peningkatan pemahaman terhadap unsur dan prinsip seni rupa serta kemampuan menginterpretasikan tema visual. Pada ranah afektif, pembelajaran ini berkontribusi terhadap penguatan sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan apresiasi terhadap karya seni. Pada ranah psikomotorik, terjadi peningkatan keterampilan teknik berkarya, pengolahan media, serta konsistensi dalam proses penciptaan karya. Dengan demikian, pembelajaran seni rupa berbasis proyek layak direkomendasikan sebagai pendekatan strategis dalam peningkatan mutu proses dan hasil belajar seni rupa di SMP Negeri 35 Kerinci.
Reimagining Speech Therapy for Developmental Language Disorder through Music and Digital Practice Sandryna Rachella Sander; Fuji Astuti; Ardipal; Indrayuda
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v8i1.374

Abstract

Purpose: This study aims to examine the representation of speech therapy practices for children with Developmental Language Disorder (DLD) through the use of the nursery rhyme “Bingo”, as manifested in professional digital interactions. Methods: The study employs a descriptive qualitative approach by examining narrative, comments, and professional reflections shared by speech therapist, support teacher, and special education practitioner on professional digital platforms. This approach enables an in depth understanding of the experiences, strategies, and practical meanings that envolve within the digital ecosystem. Results and Discussion: Findings reveal that the nursery rhyme “Bingo” is represented as an applicable, flexible, and easily adaptable therapeutic medium in field practice. The song’s characteristics as repetitive lyrics, a simple rhythmic structure, and the integration of body movements are perceived as effective in stimulating both receptive and expressive language abilities in children with DLD. Professional digital interactions function not only as spaces for sharing experiences but also as sources of collective practical knowledge that complement theoretical perspectives in speech therapy. Conclusion: The use of the nursery rhyme “Bingo” in speech therapy for children with DLD can be understood as an experience-based professional practice that develops collaboratively through digital platforms. Professional digital interactions play a crucial role in strengthening the dissemination of effective practices and supporting the development of contextual, adaptive, and sustainable speech therapy approaches.
The Utilization of Burlap as a Creative Economy-Based Craft Art Learning Medium in Secondary Education: A Conceptual Study Martaleny Kurnia Zazilah Putri; Fuji Astuti; Ardipal Ardipal; Heldi Heldi
V-art: Journal of Fine Art Vol 5, No 2 (2026): June 2026
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/vartjofa.v5i2.6255

Abstract

The use of local materials in art education has primarily been discussed in relation to creativity enhancement, yet limited scholarship systematically integrates such materials within a creative economy framework, particularly in secondary-level craft education. Existing studies tend to treat creativity as an isolated pedagogical outcome, overlooking its socio-economic and contextual dimensions. Addressing this gap, this study aims to develop a conceptual framework for goni (jute fabric) as a learning medium in craft education, grounded in creative economy principles at the secondary education level. This research employs a qualitative descriptive design, grounded in an integrative literature review of creativity theory, constructivist learning perspectives, and creative economy discourse. The analysis demonstrates that the material properties of goni—its texture, flexibility, accessibility, and economic value—enable the alignment of creative production with contextual economic literacy. This study contributes conceptually by articulating a pedagogical framework that links the utilization of local materials, the development of creativity, and awareness of the creative economy within craft learning. The formulation extends theoretical discussions on material-based art education and offers a structured basis for integrating creative economy orientation into secondary craft pedagogy.
TRANSFORMASI TARI ZAPIN DALAM DANCE CHALLENGE TIKTOK DI ERA POST-REALITAS Ratih Riau Khasanah; Agustina Agustina; Fuji Astuti; Indrayuda Indrayuda; Elida Elida
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media digital telah menghadirkan ruang baru bagi praktik seni pertunjukan, termasuk seni tari tradisional. TikTok sebagai platform berbasis video pendek menjadi medium yang memungkinkan tarian tradisional direpresentasikan ulang dalam format dance challenge yang bersifat visual, cepat, dan viral. Salah satu fenomena yang menonjol adalah transformasi Tari Zapin, tarian tradisional Melayu yang sarat nilai religius, kesantunan, dan spiritualitas, ke dalam bentuk konten digital di TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk transformasi Tari Zapin dalam dance challenge TikTok di era post-realitas serta mengkaji perubahan makna dan nilai budaya yang menyertainya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui observasi digital (digital ethnography), wawancara, dan studi literatur. Analisis data dilakukan dengan pendekatan semiotika dan fenomenologi budaya, menggunakan teori tari, post-realitas Jean Baudrillard, representasi budaya, serta teori transformasi seni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Zapin mengalami pergeseran bentuk dari ekspresi ritual dan sosial menjadi representasi visual yang tunduk pada logika algoritma dan estetika digital. Transformasi ini menyebabkan terjadinya pergeseran makna dan nilai budaya Zapin dari substansi spiritual menuju citra performatif. Namun demikian, Zapin digital juga menunjukkan kemampuan budaya lokal untuk beradaptasi dan bertahan melalui reinterpretasi di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi Tari Zapin di TikTok merupakan wujud negosiasi antara tradisi dan teknologi dalam konteks budaya post-realitas
IDEOLOGI BUDAYA MASYARAKAT TUNGKAL ILIR DALAM MOTIF BATIK TANJUNG JABUNG BARAT Yenni Rahmah; Agustina Agustina; Fuji Astuti; Indrayuda Indrayuda; Elida Elida
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung makna ideologis yang merepresentasikan pandangan hidup masyarakat pendukungnya. Batik Tanjung Jabung Barat, khususnya yang berkembang di wilayah Tungkal Ilir, menampilkan motif-motif yang berakar pada nilai religius, adat istiadat Melayu, serta relasi harmonis antara manusia dan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk motif Batik Tanjung Jabung Barat serta menganalisis nilai-nilai ideologi budaya masyarakat Tungkal Ilir yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dengan perajin batik dan tokoh budaya, serta studi dokumentasi dan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif-motif seperti Rehal dan Tunjuk Ngaji, Hutan Mangrove, dan Biota Laut merupakan representasi ideologi budaya Melayu yang menekankan religiusitas, kearifan ekologis, kerja keras, dan harmoni sosial. Batik Tanjung Jabung Barat berfungsi tidak hanya sebagai produk seni dan ekonomi kreatif, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai ideologis dan identitas budaya masyarakat Tungkal Ilir di tengah arus modernisasi.
PELESTARIAN DAN EKSISTENSI TARI TRADISIONAL DI SUMATERA BARAT: TINJAUAN SISTEMATIS Uthi Sonia; Fuji Astuti; Ardipal Ardipal; Indrayuda Indrayuda; Yuliasma Yuliasma
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 2 (2026): Vol. 8 No. 2 Edisi 3 Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i2.3700

Abstract

Traditional dance is an intangible cultural heritage that holds significant value in preserving a community's cultural identity. This study aims to systematically analyze literature related to the preservation and existence of traditional dance, focusing on developing preservation strategies through digital technology and educational approaches. The method used is Systematic Literature Review (SLR) following PRISMA 2020 guidelines with article searches from the Scopus database for the period 2020-2025. From 1,111 identified articles, through screening and eligibility assessment processes, 50 articles were analyzed. The analysis results show that traditional dance preservation efforts are developing through four main approaches: (1) utilization of digital technologies such as Virtual Reality, Augmented Reality, and motion capture; (2) integration of dance education in formal curriculum; (3) ontology-based documentation and databases; and (4) revitalization through community participation. 3D technology and artificial intelligence have proven effective in documenting and transmitting traditional dance heritage. This study provides important implications for developing preservation strategies for Pilin Salapan Dance in Nagari Air Bangis, Pasaman Barat Regency, West Sumatra.Keywords: Traditional Dance, Preservation, Intangible Cultural Heritage, Digital Technology, West Sumatra