Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Modifikasi Larutan Fiksasi Menggunakan Gliserol Bertingkat pada Pembuatan Preparat Awetan Telur Soil Transmitted Helminths : Modification of Fixative Solution Using Gradual Glycerol in the Preparation of Preserved Slides of Soil Transmitted Helminths Egg Mufti, Meyda Fianisa; Afrianti, Dina
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i1.7434

Abstract

Preparat awetan merupakan bentuk media pemeriksaan dan pembelajaran mikroskopis yang dapat digunakan secara berulang dengan waktu pemakaian yang lama. Kesulitan dalam pembuatan preparat awetan telur Soil Transmitted Helminths (STH) menyebabkan terbatasnya pengadaan preparat awetan. Preparat awetan yang dibuat menggunakan metode wet mount tidak bertahan lama karena dapat mengering dalam waktu yang singkat yaitu kurang dari satu bulan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian larutan fiksasi gliserol terhadap ketahanan preparat awetan telur STH selama 12 minggu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan 4 perlakuan dan 6 pengulangan, dengan total sampel sebanyak 27. Sampel yang digunakan adalah suspensi sampel feses positif STH. Analisis data yang digunakan adalah Kruskal Wallis dan Man Whitney U. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara preparat tanpa gliserol dan dengan gliserol 30%, 50%, dan 70% (p = 0.002). Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang bermakna antara preparat tanpa gliserol dan dengan gliserol 30%, 50%, dan 70% (p = 0.002) dan didapatkan hasil pada konsentrasi gliserol 50% lebih optimal dalam mempertahankan preparat hingga bulan ketiga.
The Effects of Sungkai Leaf and Cinnamon Bark Extracts on MDA and IL-10 in MSG Induced Chronic Kidney Disease in Wistar Rats Afrianti, Dina; Maulana, Mochamad Rizal; Sakdiah, Siti; Febriyani, Erisa; Wahyudi, Wahyudi; Ali, Irwan
Medical Laboratory Technology Journal Vol. 11 No. 2 (2025): December
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Analis Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/mltj.v11i2.661

Abstract

Monosodium glutamate (MSG) is known to trigger oxidative stress and inflammation, contributing to kidney tissue damage. This study aimed to evaluate the protective effects of sungkai leaf extract (Peronema canescens Jack) and cinnamon bark extract (Cinnamomum burmannii) on kidney histology, as well as malondialdehyde (MDA) and interleukin-10 (IL-10) levels in male Wistar rats induced with excessive MSG. A total of 30 rats were divided into six groups: normal control, positive control (MSG only), and four treatment groups receiving MSG alongside sungkai leaf extract (28 mg or 56 mg) or cinnamon bark extract (4% or 8%) for 10 days. MDA and IL-10 levels were measured using ELISA, and kidney tissue was examined histologically. The results showed that both extracts significantly reduced MDA (P= 0,000)  levels and increased IL-10 (P= 0,000)   levels compared to the positive control. The most prominent protective effect was observed in the group treated with 56 mg of sungkai leaf extract, followed by the 8% cinnamon bark group. Histopathological analysis revealed notable improvements in kidney structure, approaching normal conditions in treated groups. These findings suggest that sungkai leaf and cinnamon bark extracts, particularly at higher doses, offer protective benefits against MSG-induced kidney damage through antioxidant and anti-inflammatory mechanisms.