Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Profil Etiologi Sirosis Hati pada Pasien di RSUD Tarakan Tahun 2020–2022 Bhanu, Bhanu; Setiawan, Gladys Angelina; Sinsanta, Sinsanta; Sumbayak, Erma Mexcorry
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49596

Abstract

Sirosis hati menjadi salah satu tantangan global karena prevalensinya yang masih mengalami peningkatan signifikan, menduduki peringkat kelima belas penyakit dengan morbiditas tertinggi di dunia tahun 2017. Tingkat insidensi kasus sirosis di Asia Tenggara juga mengalami peningkatan hingga mencapai 23,6 kasus per 100.000 penduduk. Proses dan progresivitas penyakit sirosis menjadi penting untuk dipahami lebih lanjut sehingga tatalaksana menjadi lebih efektif. Profil penyebab sirosis perlu menjadi perhatian karena menjadi salah satu pertimbangan dalam tatalaksana kasus sirosis hati. Desain penelitian yang digunakan adalah potong lintang. Populasi target penelitian ini adalah seluruh pasien yang terdiagnosis sirosis hati yang berobat di RS Tarakan Jakarta. dengan populasi terjangkaunya adalah pasien sirosis hati yang pernah menjalani pengobatan baik sebagai pasien rawat jalan atau rawat inap di RS Tarakan periode Januari – Desember 2021. Sampling yang digunakan adalah teknik simple random sampling. Data tersebut dianalisis dan didapatkan bahwa etiologi tersering sirosis adalah hepatitis B (37,6%). Usia rerata subjek adalah 53,7±11,2 tahun dan mayoritas subjek penelitian berjenis kelamin laki-laki. Secara keseluruhan subjek tergolong anemia, trombositopenia, mengalami pemanjangan APTT serta peningkatan enzim SGOT.
Studi Deskriptif Ultrasonografi Arteri Karotis Pada Pasien Stroke Infark di RSUD Tarakan Tahun 2021 Situmorang, Martua Rizal; Situmorang, Ghita Dea Fany; Susilo, Susilo; Sumbayak, Erma Mexcorry
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49597

Abstract

Stroke infark merupakan salah satu subtipe stroke yang terjadi akibat sumbatan pembuluh darah, menyebabkan penurunan suplai oksigen ke otak. Aterosklerosis berperan penting dalam proses ini dan dapat dideteksi melalui pemeriksaan USG Doppler karotis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan ultrasonografi arteri karotis pada pasien stroke infark di RSUD Tarakan Jakarta tahun 2021. Metode Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan potong lintang terhadap 80 pasien stroke infark yang memenuhi kriteria inklusi. Data diambil dari rekam medis dan dianalisis secara deskriptif menggunakan SPSS 24. Hasil: Mayoritas pasien berusia lansia akhir hingga manula (56–76 tahun) dengan dominasi soft plaque pada hasil USG Doppler karotis. Laki-laki lebih banyak terkena stroke infark dibanding perempuan. Pasien dengan kadar kolesterol >200 mg/dL dan kadar glukosa darah >140 mg/dL lebih banyak mengalami penebalan tunika intima dan pembentukan plak. Simpulan: Stroke infark banyak terjadi pada pasien usia lanjut dengan faktor risiko metabolik seperti dislipidemia dan diabetes melitus. Pemeriksaan USG Doppler karotis dapat memberikan gambaran penting mengenai keberadaan plak dan penebalan tunika intima sebagai indikator risiko stroke.
WORKING MEMORY IN SCIENCE STUDENTS IS BETTER THAN IN SOCIAL STUDIES STUDENTS WITH THE SAME LEARNING STYLE Rumiati, Flora; Prinsesa, Aura Arsy; Purnamawati, Purnamawati; Sumbayak, Erma Mexcorry
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3155

Abstract

Memori kerja adalah sistem yang bekerja dalam menyimpan dan memanipulasi/pengolahan informasi. Mekanisme memori kerja ada empat model, yaitu phonological loop, visuospasial sketchpad, central executive, dan episodic buffer. Ada berbagai macam faktor yang memengaruhi kinerja memori kerja, seperti umur, gangguan mental, specific learning disorder, dan edukasi. Pola pikir terbentuk dari memori yang tersimpan dimasing-masing individu. Untuk memahami pelajaran yang didapatkan, murid menghasilkan model gaya belajar yang berbeda terdiri atas empat kelompok, yaitu converger, assimilator, divergen, dan accomodator. Peneliti tertarik untuk meneliti perbedaan memori kerja antara jurusan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) dengan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) dan gaya belajar yang ada di jurusan IPA dan IPS siswa kelas XII SMA Negeri 15 Tangerang. Desain penelitian yang digunakan ialah studi perbandingan atau comparative study, dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel 144 siswa. Statistik yang digunakan adalah uji analisis bivariat non parametrik. Penelitian mengunakan alat Digit Span Test dan kuesioner gaya belajar David Kolb. Hasil penelitian didapatkan adanya perbedaan kapasitas memori kerja antara jurusan IPA (mean:81,47) dengan jurusan IPS (mean:63,26) untuk hasil digit span test.  Gaya belajar yang dimiliki siswa kelas XII jurusan IPA dengan jurusan IPS SMA Negeri 15 Tangerang didapatkan sama, yaitu akomodator dan konverger. Hal ini dapat terjadi karena faktor dari dalam (psikologi dan fisiologi siswa) dan faktor dari luar (lingkungan belajar, intrumen/alat pendukung proses belajar, dan materi pelajaran).
TELAAH PUSTAKA: PERAN AG-PTFE (PELAPIS KATETER URINE) UNTUK MENCEGAH CATHETER ASSOCIATED URINARY TRACT INFECTION (CAUTI) Haq, Satria Addienul; Gunardi, Wani Devita; Pasaribu, Donna Mesina Rosadini; Sumbayak, Erma Mexcorry
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biofilm pada kateter merupakan salah satu penyebab terjadinya Catheter Associated Urinary Tract Infection (CAUTI). Telaah pustaka ini bertujuan mengetahui manfaat dan efektivitas pelapisan antibiofilm pada kateter urine dalam mencegah CAUTI. Pustaka yang dihimpun dalam telaah ini diperoleh melalui database electronic seperti Proquest dan PubMed menggunakan beberapa kata kunci yaitu, antibiofilm, biofilm, catheter, dan CAUTI. Semua jurnal yang diperoleh diseleksi menggunakan kriteria yang telah ditentukan, seperti artikel penelitian eksperimental, tahun publikasi kurang dari 10 tahun, dan penelitian menggunakan lapisan antibakteri pada permukaan kateter. Delapan jurnal hasil seleksi digunakan sebagai acuan utama pada telaah pustaka ini. Efektivitas yang baik dalam mencegah terbentuknya biofilm ditunjukkan oleh beberapa antibiofilm berikut, yakni, Amino Selulosa-nanosphere (ACNS), Chlorhexidine-nanosphere (CHX-NS), Ag/Poli-p-xylylenen hydrophilic (Ag/PPX-N), Perak-polytetrafluoroethylene (AG- PTFE), Perak-nanopartikel (Ag-NPs), Sodium selenite, dan Octenidine Dihydrochloride (OH). Bakteriuria dapat dihambat dalam waktu lama (> 30 hari) oleh antibiofilm Perak-polytetrafluoroethylene (AG- PTFE). Hal tersebut menunjukkan bahwa pelapisan kateter menggunakan antibiofilm memiliki potensi dalam mencegah terjadinya bakteriuria dan terbentuknya biofilm penyebab CAUTI. Kata Kunci: antibiofilm, CAUTI, kateter DOI : 10.35990/mk.v6n4.p395-405