Claim Missing Document
Check
Articles

Aspek Kualitas Pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sulawesi Tengah (Telaah Penyusunan Kembali RTRW Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2008) Wildani Pingkan Suripurna Hamzens
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 1 No 1 September (2009): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v1i1 September.100

Abstract

Perencanaan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Tengah dalam arti kegiatan menyusun dan menetapkan rencana tata ruang, merupakan proses menentukan struktur ruang dan pola ruang. Perencanaan tata ruang yang berkualitas akan menghasilkan rencana tata ruang yang juga berkualitas. Sistem kualitas pada perencanaan tata ruang merupakan kontrol dan perbaikan kualitas ruang wilayah yang dilakukan sepanjang proses perencanaan. Keberhasilan tim penyusun meningkatkan kualitas ruang wilayah merupakan tujuan utama perencanaan tata ruang. Satu hal mendasar yang harus dipahami bersama oleh tim penyusun tata ruang adalah proses perencanaan tata ruang harus dipandang sebagai suatu perbaikan kualitas ruang wilayah secara terus menerus. Sistem kualitas pada perencanaan tata ruang (penyusunan dan penetapan) mengatur terjaminnya berlangsung suatu siklus perbaikan kualitas ruang wilayah di sepanjang proses penyusunan dan penetapan. Proses perencanaan tata ruang yang dianut pada suatu sistem kualitas berjalan sirkuler dan tidak pernah berhenti. Karena itu, perbaikan kualitas ruang harus dilakukan terus menerus sepanjang proses: penyusunan, penetapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi; semua tahap selalu feed back ke tahap penyusunan, untuk menjamin terjaganya kualitas tata ruang wilayah. Kualitas atau mutu suatu rencana tata ruang sangat tergantung pada proses perencanaannya. Kualitas rencana tata ruang ditunjukkan dari kemampuan rencana tata ruang mengakomodir kebutuhan masyarakat (terutama masyarakat lokal) akan ruang. Kepentingan yang dimaksud adalah dalam hal memanfaatkan ruang wilayah untuk kepentingan sosial, budaya, maupun ekonomi. Jika rencana tata ruang disebut sebagai suatu ’produk’, maka rencana tata ruang yang dihasilkan dapat dikatakan berkualitas apabila rencana tersebut sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat setempat.
Pengembangan Kawasan Pertanian Di Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah Wildani Pingkan Suripurna Hamzens
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 3 No 1 Maret (2011): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v3i1 Maret.129

Abstract

Regional District of Central Sulawesi Province Sigi is a potential agricultural areas (food crops, horticulture, plantation, forestry, animal husbandry, and fisheries). This paper aims to reveal the efforts that need to be done for the Development of Agricultural Regions in Sigi District, which includes: (1) spatial structure including infrastructure and facilities, (2) Type of Activity, (3) Community Involvement, and (4) Environmental Sustainability.
STRATEGI PEMASARAN KOPRA DI DESA BOLANO BARAT KECAMATAN BOLANO KABUPATEN PARIGI MOUTONG Indrianto, Heri; Wildani Pingkan; Christoporus
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 14 No 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/bvpqkr94

Abstract

Sulawesi Tengah merupakan salah satu daerah penghasil kopra di Indonesia yang telah mampu menyediakan kebutuhan kopra untuk sebagian besar masyarakatnya. Strategi pemasaran menjadi sangat penting bagi para petani untuk memasarkan produknya dan meningkatkan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi apa yang seharusnya digunakan petani dalam memasarkan Kopra yang sedang mengalami fluktuasi harga di Desa Bolano Barat Kecamatan Bolano Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan, yakni bulan November-Desember 2021. Penentuan responden dalam penelitian ini dilakukan secara sengaja (Purpossive), yakni berjumlah 13 orang. Metode analisis data ialah analisis SWOT. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa Strategi pemasaran Kopra di Desa Bolano Barat Kecamatan Bolano Kabupaten Parigi Moutong berada pada kuadran IV pada posisi bertahan yang mempunyai nilai pada sumbu X -0,09 mewakili fungsi kelemahan dan mempunyai nilai pada sumbu Y -0,27 mewakili fungsi ancaman. Kondisi ini berada pada kuadran IV atau pada strategi W-T. Oleh karena itu petani Kopra di Desa Bolano Barat disarankan untuk memperdalam lebih banyak pengetahuan pengolahan kopra agar mutu kopra lebih baik, mengadakan pelatihan petani guna meningkatkan kemampuan menjual kopra, bekerja sama dengan LSM atau aparat desa untuk mensosialisasikan konsumsi kopra local kepada masyarakat serta membuat system pemasaran terhadap yang mampu mengatasi kendala jarak dengan industry pengolahan kelapa.
PENGEMBANGAN STRATEGI PEMASARAN PADA UKM KERIPIK PISANG PAGATA DI DESA LOLU KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI Sari, Dian Novita; Pingkan, Wildani; Abubakar, Ihdiani
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 6 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i6.2824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan strategi pemasaran usaha yang tepat yang dapat diterapkan dalam usaha kripik pisang pada UKM Keripik Pisang Pagata di Desa Lolu Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Penentuan responden secara sengaja (purposive), sebanyak 6 orang. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT (Strenghts, Weaknesses, Opportunities, Treaths). Berdasarkan hasil perkalian dari bobot dan rating pada faktor lingkungan internal dan eksternal diperoleh letak kuadran dalam pengembangan strategi pemasaran usaha keripik pisang pada UKM Keripik Pisang Pagata, yaitu diagram SWOT menunjukkan posisi strategi untuk pengembangan usaha kripik pisang pada UKM Keripik Pisang Pagata berada pada diagram I yaitu pada posisi strategi Kekuatan – Peluang (SO). Strategi SO (Strenghts-Opportunities) a). Mempertahankan harga produk yang terjangkau serta mempertahankan berkembangnya media untuk promosi. b). Menggunakan teknologi informasi untuk memanfaatkan peluang pasar yang masih tersedia untuk memanfaatkan peningkatan permintaan produk dengan mempertahankan varian rasa. c). Mempertahankan kemampuan memperoleh bahan baku serta mempertahankan adanya dukungan pemerintah.
ANALISIS PEMASARAN KOPRA DI DESA PELAWA KECAMATAN PARIGI TENGAH KABUPATEN PARIGI MOUTONG Rifky Mokoginta; Wildani Pingkan
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 14 No 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/nprzc867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk saluran, besar margin, bagian harga yang diterima oleh petani (Produsen), dan efesiensi pemasaran Kopra pemasaran. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai dengan Desember 2021 di Desa Pelawa Kecamatan Parigi Tengah Kabupaten Parigi Moutong. Responden yang dijadikan sampel terdiri atas produsen kopra, pedagang pengumpul dan pedagang besar. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode acak sedarhana (Simple Random Sampling Methode) sebanyak 32 produsen (petani) dari total populasi 125 responden yang mengusahakan komoditi kopra kemudian pengambilan sampel pedagang dilakukan dengan cara metode penjajakan (Tracing Sampling Methode) sehingga diperoleh sebanyak 1 orang dan pedagang pengumpul, 1 orang pedagang besar. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pemasaran yaitu saluran pemasaran, margin pemasaran, bagian harga yang diterima petani dan efisiensi pemasaran. Hasil analisis margin pemasaran kopra saluran 1 yaitu MT = Rp.2.000/Kg sedangkan saluran kedua yaitu MT = Rp. 800/Kg. Bagian harga yang diterima petani kopra pada saluran 1 yaitu sebesar 84,00 %, sedangkan pada saluran kedua yaitu sebesar 93,00 %. Efisiensi pemasaran kopra di Desa Pelawa pada saluran pertama diperoleh hasil sebesar 10,76% dan saluran kedua diperoleh hasil sebesar 10,53%, sehingga dari kedua saluran tersebut, saluran yang paling efisien yaitu saluran kedua dengan nilai efisiensi sebesar 10,53%.