Claim Missing Document
Check
Articles

PENGELOLAAN DAN ANALISA FINANSIAL PRODUKSI PEMBESARAN UDANG VANAME Litopenaeus vannamei Andri Iskandar; Y Trianto; Andri Hendriana; Wida Lesmanawati; Bio Prasetyo; M. Muslim
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 2 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i2.303

Abstract

Udang vaname Litopenaeus vannamei merupakan salah satu produk andalan ekspor Indonesia, dan Amerika Serikat merupakan negara terbesar yang mengimpor udang vaname dari Indonesia dengan jumlah 77.000 ton. Volume ekspor udang pada tahun 2015-2017 mengalami peningkatan, pada tahun 2015 sebanyak 124.000 ton, tahun 2016 sebanyak 131.000 ton, dan tahun 2017 sejumlah 138.000 ton, sementara permintaan udang dunia pada tahun 2018 tercatat mencapai 4.000.000 ton. Studi ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengelolaan dan analisa finansial kegiatan pembesaran udang vaname, sehingga diperoleh gambaran menyeluruh dalam rangka optimalisasi produksi yang sedang dijalankan.  Metode studi yang digunakan adalah metode deskriptif dengan mengumpulkan data primer serta data sekunder.  Dalam studi pembesaran udang vaname, proses pemeliharaan dimulai dari penebaran benur stadia post larva 8-10 di tambak pemeliharaan.  Pemeliharaan dilakukan selama 90 hari dengan rata-rata padat tebar 168 ekor m-1, survival rate (SR) rata-rata sebesar 95 % dan pertumbuhan harian sekitar 0,31 g hari-1.  Berdasarkan hasil studi, bahwa kegiatan pembesaran udang vaname selama satu tahun dapat mencapai 3 siklus, dan dalam satu tahun menghasilkan total panen sebesar 243.977,4 kg. Hasil analisa finansial dalam kegiatan pembesaran selama satu tahun, diperoleh keuntungan sejumlah Rp 6.651.731.962, RC-1 rasio 1,72, PP 4,9, HPP Rp 37.736, BEP produksi sebanyak 46.431 kg dan BEP rupiah sebesar Rp 4.964.246.351.
Desiminasi Teknologi Domestikasi Ikan Putak (Notopterus notopterus) di Desa Putak, Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan Muslim, Muslim; Syaifudin, Mochamad; Taqwa, Ferdinand Hukuma; Oktarina, Selly
Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal PKM Manajemen Bisnis
Publisher : Perhimpunan Sarjana Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/pkmb.v5i1.1155

Abstract

Bronze featherback (Notopterus notopterus) is one of the fish species native to Indonesian waters. This species is closely related to the knifefish (Chitala sp.). South Sumatra uses this fish as a raw material for pempek and kemplang crackers. This fish has a high economic value like Chitala sp. The need for the culinary industry is increasing, causing the demand for this fish to also increase. Until now, the production of N. notopterus has relied on wild catches, as aquaculture production has not been available. Overfishing as well as habitat destruction have led to the decline of this species' population in the wild. Domestication is the effort to domesticate wild fish into a farming environment. The initial stage of N. notopterus domestication has been successfully carried out. They successfully survived and grew in aquaculture containers. This activity is the dissemination of information on the results of the initial stage of the N. notopterus domestication study. The methods used were counseling, demonstration plots, and mentoring. This activity was carried out in Putak Village, Gelumbang District, Muara Enim Regency. The results of the activity show that the community's knowledge of N. notopterus is increasing. People know that N. notopterus and Chitala hypselonotus are different species, even though they are very similar. Public awareness of the importance of preserving N. notopterus and Chitala hypselonotus is increasing. This activity is very beneficial for the Putak community.
The Usage of Garlic Extract (Allium sativum) to Cure Pangasius Fish (Pangasius hypophthalmus) Infected by Aeromonas hydrophylla Muslim, Muslim; Maraulina, Hotly; Widjajanti, Harry
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 8 No. 1 (2009): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.97 KB) | DOI: 10.19027/jai.8.91-100

Abstract

The purpose of this research was to know effectivity of the garlic extract to cure Pangasius catfish that infected by A. hidrophylla bacteria. This research was done on February to April 2007, at Aquaculture Laboratory FP UNSRI. This research used Completely Randomised Design (CRD) with five treatments and three replications. The concentration of the garlic extract that used were 0 % (control), 0.2 %, 0.4 %, 0.6 %, 0.8 %. The parameters inspected include SR of fish that infected; SR of fish had been treatment, Relative Percent Survival (RPS), clinical symptom and water quality. The highest survival rate percentage is treatments A4 (0.8 %) with average value 66.66 %. The best concentration of garlic extract that can heal the fish until ≥ 50 % (RPS value) from totally sample of fish were treatments A4 (0.8 %), A3 (0.6 %), and A2 (0.4 %). The clinical symptom after cure and care as long as fourteen days indicated in control (without garlic extract has been found hard damage bodies organ and the mortality fish effect, but in treatments A1 (0.2 %), A2 (0.4 %), A3 (0.6 %), and A4 (0.8 %) recover after submerged with garlic extract. The water quality parameters during experiment in each treatments such as temperature was 27 - 29 oC, pH 6-6.5, Dissolved Oxygen 5.24 - 6.87 mg/l, and Ammonia 0.09 - 0.46 mg/l.Keywords: garlic extract, pangasius fish, A. hydrophylla bacteria ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas ekstrak bawang putih untuk mengobati penyakit bakterial pada ikan patin yang disebabkan A. hidrophylla. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari - April  2007, di Laboratorium Budidaya Perairan, FP UNSRI. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap,  5 perlakuan dan 3 ulangan.  Konsentrasi ekstrak bawang putih yang digunakan adalah  0 % (kontrol), 0,2 %, 0,4 %, 0,6 %, 0,8 %.  Parameter yang diamati meliputi SR ikan yang terinfeksi, SR ikan setelah diberi perlakuan, RPS, gejala klinis serta kualitas air. Persentase SR tertinggi pada perlakuan A4  (0,8 %) sebesar 66,66 %. Konsentrasi ekstrak bawang putih yang dapat menyembuhkan ikan sampai ≥ 50 % (nilai RPS) dari jumlah total ikan berturut-turut adalah perlakuan A4 (0,8 %), A3 (0,6 %), dan A2 (0,4 %).  Gejala klinis setelah pengobatan dan pemeliharaan selama 14 hari menunjukkan pada perlakuan kontrol (tanpa ekstrak bawang putih) terdapat kerusakan organ tubuh paling parah dan menyebabkan ikan mati, sedangkan pada perlakuan A1   (0,2 %), A2 (0,4 %), A3 ( 0,6 %), dan A4 (0,8 %), gejala klinis pada tubuh ikan berangsur sembuh setelah direndam dengan ekstrak bawang putih. Parameter kualitas air selama pemeliharaan pada masing-masing perlakuan yaitu suhu (27-29oC), pH (6-6,5), O2 terlarut (5,24-6,87 mg/l) dan amonia (0,09-0,46 mg/l).Kata kunci : ekstrak bawang putih,  ikan patin, bakteri A . hydrophylla. 
Co-Authors A Sujangka AB Jannar Ade Dwi Sasanti Ade Dwi Sasanti Adetia Wulindari Adriana Mariska Afrianto, A.M. Agus Oman Sudrajat Alimuddin Andre F Pasaribu Anita Desiani Apriana Apriana Apriana Apriana Apriyanto, F Ari saputra Arief Boediono Ariyanti A. Pratiwi Asrul . Ferdian Astiyani, Wahyu Puji ayu altiara B Heltonika Banie Abdan Sakuro Bio Prasetyo Burmansyah . Dade Jubaedah Danang Yonarta Danang Yonarta Desmi Etika Didi Tahyudin Dina Eka Trisna Dwi Aprilianti Putri Dyah Hapsari Eko Nueraheni Eko Harianto Eko Priyono Elva Dwi Harmilia Ferdinand HT Ferdinand Hukama Taqwa Ferdinand Hukama Taqwa Fultri Miranti Giri Maruto Darmawangsa H.A Sahusilawane Hary Widjajanti Hendriana, Andri I Irawan, I Iis Diatin Indriani Agustini Intan Permata Sari Irsyah Rahmi Iskandar, Andri jaka prasetya Joko Joko Lamtarida Deasy L. Toruan Lutfi Lutfi M Istuanto M Syaifudin Maraulina, Hotly Marini Wijayanti Masyita Pebriyanti Matrilesi . Melinda Melinda Mirna Fitrani Mirna Fitrani Mirna Fitrani Mirna Fitrani Mirna Fitrani Mochamad Syaifudin Mochamad Syaifudin MOCHAMAD SYAIFUDIN Mochamad Syaifudin, Mochamad Muhamad Arasyidin Lubis MUHAMMAD AGUS SUPRAYUDI Muhammad Busroh Muhammad Fahrudin Muhammad Zairin Jr. Mulyanto Mulyanto Nicky Fara Diba R Rifai R Tresia Pinem Resfiza . Ridhah Taqwa RIRI MARIANA SARI S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Selly Oktarina suprimantoro . Tanbiyaskur Tanbiyaskur Tanbiyaskur Tanbiyaskur Taqwa, Ferdinand Hukuma Vina Violita W.W Wardhani Wahyu Angga Saputra Wida Lesmanawati Wirati Parameswari Wiyoto Wiyoto Y Trianto Yonarta, Danang YULISMAN Yulisman Yulisman Zultamin .