Claim Missing Document
Check
Articles

Desiminasi Teknologi Domestikasi Ikan Putak (Notopterus notopterus) di Desa Putak, Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan Muslim, Muslim; Syaifudin, Mochamad; Taqwa, Ferdinand Hukuma; Oktarina, Selly
Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal PKM Manajemen Bisnis
Publisher : Perhimpunan Sarjana Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/pkmb.v5i1.1155

Abstract

Bronze featherback (Notopterus notopterus) is one of the fish species native to Indonesian waters. This species is closely related to the knifefish (Chitala sp.). South Sumatra uses this fish as a raw material for pempek and kemplang crackers. This fish has a high economic value like Chitala sp. The need for the culinary industry is increasing, causing the demand for this fish to also increase. Until now, the production of N. notopterus has relied on wild catches, as aquaculture production has not been available. Overfishing as well as habitat destruction have led to the decline of this species' population in the wild. Domestication is the effort to domesticate wild fish into a farming environment. The initial stage of N. notopterus domestication has been successfully carried out. They successfully survived and grew in aquaculture containers. This activity is the dissemination of information on the results of the initial stage of the N. notopterus domestication study. The methods used were counseling, demonstration plots, and mentoring. This activity was carried out in Putak Village, Gelumbang District, Muara Enim Regency. The results of the activity show that the community's knowledge of N. notopterus is increasing. People know that N. notopterus and Chitala hypselonotus are different species, even though they are very similar. Public awareness of the importance of preserving N. notopterus and Chitala hypselonotus is increasing. This activity is very beneficial for the Putak community.
The Usage of Garlic Extract (Allium sativum) to Cure Pangasius Fish (Pangasius hypophthalmus) Infected by Aeromonas hydrophylla Muslim, Muslim; Maraulina, Hotly; Widjajanti, Harry
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 8 No. 1 (2009): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.97 KB) | DOI: 10.19027/jai.8.91-100

Abstract

The purpose of this research was to know effectivity of the garlic extract to cure Pangasius catfish that infected by A. hidrophylla bacteria. This research was done on February to April 2007, at Aquaculture Laboratory FP UNSRI. This research used Completely Randomised Design (CRD) with five treatments and three replications. The concentration of the garlic extract that used were 0 % (control), 0.2 %, 0.4 %, 0.6 %, 0.8 %. The parameters inspected include SR of fish that infected; SR of fish had been treatment, Relative Percent Survival (RPS), clinical symptom and water quality. The highest survival rate percentage is treatments A4 (0.8 %) with average value 66.66 %. The best concentration of garlic extract that can heal the fish until ≥ 50 % (RPS value) from totally sample of fish were treatments A4 (0.8 %), A3 (0.6 %), and A2 (0.4 %). The clinical symptom after cure and care as long as fourteen days indicated in control (without garlic extract has been found hard damage bodies organ and the mortality fish effect, but in treatments A1 (0.2 %), A2 (0.4 %), A3 (0.6 %), and A4 (0.8 %) recover after submerged with garlic extract. The water quality parameters during experiment in each treatments such as temperature was 27 - 29 oC, pH 6-6.5, Dissolved Oxygen 5.24 - 6.87 mg/l, and Ammonia 0.09 - 0.46 mg/l.Keywords: garlic extract, pangasius fish, A. hydrophylla bacteria ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas ekstrak bawang putih untuk mengobati penyakit bakterial pada ikan patin yang disebabkan A. hidrophylla. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari - April  2007, di Laboratorium Budidaya Perairan, FP UNSRI. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap,  5 perlakuan dan 3 ulangan.  Konsentrasi ekstrak bawang putih yang digunakan adalah  0 % (kontrol), 0,2 %, 0,4 %, 0,6 %, 0,8 %.  Parameter yang diamati meliputi SR ikan yang terinfeksi, SR ikan setelah diberi perlakuan, RPS, gejala klinis serta kualitas air. Persentase SR tertinggi pada perlakuan A4  (0,8 %) sebesar 66,66 %. Konsentrasi ekstrak bawang putih yang dapat menyembuhkan ikan sampai ≥ 50 % (nilai RPS) dari jumlah total ikan berturut-turut adalah perlakuan A4 (0,8 %), A3 (0,6 %), dan A2 (0,4 %).  Gejala klinis setelah pengobatan dan pemeliharaan selama 14 hari menunjukkan pada perlakuan kontrol (tanpa ekstrak bawang putih) terdapat kerusakan organ tubuh paling parah dan menyebabkan ikan mati, sedangkan pada perlakuan A1   (0,2 %), A2 (0,4 %), A3 ( 0,6 %), dan A4 (0,8 %), gejala klinis pada tubuh ikan berangsur sembuh setelah direndam dengan ekstrak bawang putih. Parameter kualitas air selama pemeliharaan pada masing-masing perlakuan yaitu suhu (27-29oC), pH (6-6,5), O2 terlarut (5,24-6,87 mg/l) dan amonia (0,09-0,46 mg/l).Kata kunci : ekstrak bawang putih,  ikan patin, bakteri A . hydrophylla. 
Masculinization of Nile tilapia (Oreochromis niloticus) by administration of bull testes meal Muslim, Muslim; Junior, M. Zairin; Utomo, Nur Bambang Priyo
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 10 No. 1 (2011): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.672 KB) | DOI: 10.19027/jai.10.51-58

Abstract

The synthetic steroid 17α-Methyltestosteron (MT) is commonly used as a feed additive to produce male population of Nile tilapia (Oreochromis niloticus). The use of synthetic testosterone hormone is not recommended in Indonesia. This study was conducted to evaluate the effect of natural testosterone hormone in bull testes meal (BTM) on the masculinization of Nile tilapia using validated aceto carmine squash method of gonads of the fish. Experimental design was utilized two factors experiments in completely randomized design. Fry kept in 40-L glass aquaria at a density of 40 fry/aquarium. Fry (7 dph) received the BTM  for 7 days (T1), 14 days (T2) and 21 days (T3) and doses 0% (D1), 3% (D2), 6% (D3), and 9% (D4).  When treatment was these results, indicated that significant (P≥0.05) masculinization occurred only in the group treated of BTM and no treated of BTM. In the group treated of BTM, doses and duration treatment is not significant. The percentage of male fish 83.3% (9%-7d, 9%-21d, 6%-21d: doses and duration, respectively), higher than all group. Survival rate of fry (95-99.5%) is not affected by treatment BTM (no significant P≥0.05). Fish growth was significantly affected by treatment BTM compare with no treated of BTM. The highest growth performance of fry were obtained with the 9% BTM.Key words: masculinization, nile tilapia, bull testes meal ABSTRAKSteroid sintetik 17α-Methyltestosteron (MT) umumnya digunakan sebagai aditif pakan untuk menghasilkan populasi ikan nila jantan (Oreochromis niloticus). Penggunaan hormon testosteron sintetis tidak dianjurkan di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh hormon testosteron alami dalam makanan testis banteng (BTM) pada maskulinisasi ikan nila menggunakan metode divalidasi aceto carmine squash, dari gonad ikan. Desain eksperimental dimanfaatkan dua eksperimen faktor dalam desain benar-benar acak. Fry disimpan dalam 40-L akuarium kaca pada kepadatan 40 fry/akuarium. Fry (7 DPH) menerima BTM selama 7 hari (T1), 14 hari (T2) dan 21 hari (T3) dan dosis 0% (D1), 3% (D2), 6% (D3), dan 9% (D4). Ketika pengobatan hasil ini, menunjukkan signifikan (P ≥ 0,05) hanya terjadi maskulinisasi pada kelompok perlakuan dari BTM dan tidak diperlakukan BTM. Pada kelompok diobati BTM, dosis dan durasi pengobatan tidak signifikan. Persentase ikan jantan 83,3% (9%-7d, 9%-21d, 6%-21d: dosis dan durasi, masing-masing), lebih tinggi dari kelompok semua. Tingkat kelangsungan hidup benih (95-99,5%) tidak dipengaruhi oleh pengobatan BTM (tidak ada P yang signifikan ≥ 0,05). Pertumbuhan ikan secara signifikan dipengaruhi oleh BTM pengobatan dibandingkan dengan tidak diobati BTM. Kinerja pertumbuhan tertinggi fry diperoleh dengan BTM 9%.Kata kunci: maskulinisasi, ikan nila, tepung testis sapi 
PENDAMPINGAN TEKNOLOGI PEMBENIHAN IKAN LELE MELALUI SISTEM TERKONTROL DALAM PENINGKATAN PRODUKSI BERKELANJUTAN DI DESA TALANG BALAI BARU I Taqwa, Ferdinand Hukama; Syaifudin, M; Fitrani, Mirna; Jubaedah, Dade; Wijayanti, Marini; Amin, Mohamad; Muslim, Muslim; Yulisman, Yulisman; Tanbiyaskur, Tanbiyaskur; Yonarta, Danang; Riswandi, Agung; Afriansyah, Azmi
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i2.2298

Abstract

Desa Talang Balai Baru I adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Desa Talang Balai Baru I dikelilingi oleh sungai kelekar dan rawa yang kaya akan flora dan fauna. Desa Talang Balai Baru I Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan merupakan salah satu dari 50 desa ekowisata terbaik di Indonesia. Permasalahan yang dialami oleh pembudidaya  ikan termasuk yang dihadapi oleh kelompok pembudidaya ikan di Desa Talang Balai Baru I saat  ini belum mampu memproduksi benih ikan Lele secara mandiri dan kontinue sehingga ketersediaan benih untuk usaha pembesaran budidaya ikan lele masih mengandalkan dari hasil tangkapan alam. Untuk mengatasi masalah yang timbul dan untuk meningkatkan produksi khususnya pembudidaya ikan lele maka perlu ditingkatkan usaha budidaya yang lebih intensif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menambahkan atau menyuntikkan hormon ovaprim ke dalam tubuh ikan yang sudah matang gonad untuk meempercepat proses pemijahan sehingga dapat dihasilkan benih ikan lele yang baik dimana jumlah, mutu dan waktu penyediaannya dapat diatur sesuai dengan yang diinginkan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kemampuan teknis pembudidaya ikan dengan transfer teknologi pembenihan secara terkontrol ikan lele dan meningkatkan produksi benih ikan lele secara berkelanjutan. Hasil produksi mitra sebelum adanya kegiatan PKM ini hanya mampu menangkap dari alam, sekarang sudah bisa melakukan pemijahan secara mandiri.
VARIASI WARNA, MORFOLOGI DAN KARAKTERISITK HABITAT LOKASI PENANGKAPAN IKAN SEPATUNG (PRISTOLEPIS) Muslim, Muslim
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.063 KB) | DOI: 10.29406/jr.v9i2.2878

Abstract

Indonesia memiliki sumberdaya ikan sangat beragam yang dapat dikembangkan menjadi komoditi budidaya perikanan. Salah satu jenis ikan yang layak untuk dikembangkan adalah ikan sepatung (Pristolepis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi warna, morfologi dan karakteristik habitat ikan sepatung. Metode pengambilan sampel dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Penangkapan ikan menggunakan alat tangkap ikan tradisonal berupa jaring insang, pancing, bubu dan empang. Hasil sampling ditemukan 5 jenis ikan sepatung (Pristolepis) dengan fenotif berbeda. Warna tubuh: coklat-kuning, coklat kehitaman, hitam kekuningan, dan hitam. Jumlah jari-jari pada sirip: punggung (D.XII-XIV. 14-16), ekor (C.20-21), anal (A. III.8-9). Habitat:sungai utama, anak sungai, rawa banjiran, rawa gambut. Air: berarus-tidak berarus. Dasar perairan: berlumpur, berpasir, bergambut. Kualitas air: suhu (25-31 oC), oksigen terlarut (1,36-6,46 mg/L), ammonia (0,000-0,214 mg/L), alkalinitas (4-63 mg/L).
Potential for Aquaculture of Lais Fish (Kryptoterus palembangensis) in Swamplands Yonarta, Danang; Taqwa, Ferdinand Hukama; Wijayanti, Marini; Jubaedah, Dade; Muslim, Muslim; Syaifudin, Mochamad
Jurnal Mangifera Edu Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Mangifera Edu
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mangiferaedu.v7i2.160

Abstract

Ikan lais (Kryptopterus palembangensis) merupakan salah satu ikan endemik yang ada di Sumatera Selatan. Ketersediaan ikan lais di alam mulai menurun karena penangkapan yang dilakukan oleh masyarakat secara terus menerus akan mengganggu kelestarian ikan lais. Diketahui nilai ekonomis yang tinggi menjadi penyebabnya. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk pengembangan budidaya ikan lais agar dapat diproduksi secara terkontrol. Metode penulisan yang digunakan yaitu studi pustaka. Adapun teknologi dan manajemen dari ikan lais diantaranya perbedaan padat tebar pada keramba jaring apung, pemberian jenis pakan berbeda, perendaman larva pada larutan probiotik, pengaruh perbedaan suhu dan pematangan gonad dengan mineral Fe. Kemudian untuk rata-rata kualitas air dalam pertumbuhan ikan lais adalah suhu 25,20-32,00 ºC, kisaran pH sebesar 4,70-7,90, DO 2,60-8,00 mg L-1 dan kandungan amonia berkisar 0,010-2,000 mg L-1. Ikan lais termasuk dalam kelompok ikan karnivora karena jenis makanan utamanya adalah ikan kecil, insekta dan udang. Pada ikan yang diteliti secara terkontrol, pakan menggunakan Tubifex sp. memberikan pertumbuhan dan kelangsungan hidup yang tertinggi. Pemijahan ikan lais baji satu kali dalam setahun dengan pola pemijahan total spawner di musim penghujan yang dimana pada saat permukan air mulai naik dan pemijahan dilakukan di dalam celah-celah bebatuan. Gambaran sel darah merupakan aspek pendukung dalam menentukan status kesehatan ikan. Kondisi fisiologis ikan yang sehat ditandai dengan adanya pertumbuhan yang meningkat. Fisiologis pertumbuhan ikan lais dalam keadaan sehat yaitu, total eritrosit 264,00 ± 3,00 x104 sel mm-3, hemoglobin 8,3±0,11 g/dL, hematokrit 26,66±0,57 %, total leukosit 2,53±0,01 x 104 sel mm-3 dan Glukosa darah 89,00 ± 1,00 mg/dL
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Bimbingan Teknis Pengembangan Budidaya Ikan Lokal Sumatera Selatan di Indralaya Raya, Kabupaten Ogan Ilir Yonarta, Danang; Muslim, Muslim; Desiani, Anita; Syaifudin, Mochamad; Taqwa, Ferdinand Hukama
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 7 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v7i1.2735

Abstract

Indralaya Raya memiliki jumlah penduduk laki-laki sebanyak 7.079 jiwa dan perempuan 3.617 jiwa. Masyarakat Indralaya Raya sebagian besar berprofesi sebagai pedagang. Hal ini berdasarkan lokasi Indralaya Raya yang dekat dengan Pasar Indralaya yang hanya berjarak 3 km dengan waktu tempuh ± 5 menit. Indralaya Raya dialiri oleh Sungai Kelekar. Sungai Kelekar banyak dihuni oleh ikan-ikan lokal salah satunya ikan tambakan. Produksi ikan tambakan dari kegiatan budidaya masih sangat terbatas sehingga perlu dorongan agar masyarakat dapat membudidayakan ikan ini. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pendampingan terhadap masyarakat mengenai teknis budidaya ikan tambakan mulai dari pemeliharaan induk hingga pemeliharaan larva hingga ukuran benih. Kegiatan pengabdian terhadap masyarakat dapat menjadi jembatan yang menghubungkan dengan masyarakat. Melalui kegiatan penyuluhan dan pendampingan mengenai produksi ikan tambakan masyarakat dapat mandiri secara ekonomi.
Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Putak (Notopterus notopterus, Pallas 1769) yang Dipelihara dalam Waring di Sungai Kelekar Muslim, Muslim; Syaifudin, Mochamad; Taqwa, Ferdinand Hukama; Hamdani, Hijral
Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Vol 8 No 2 (2024): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46252/jsai-fpik-unipa.2024.Vol.8.No.2.420

Abstract

The bronze featherback (N. notopterus, Pallas 1769) is one of Indonesia's native fish species. This species has been protected by the Indonesian government. Domestication of this species is very important for its sustainability. The aim of this study was to evaluate the impact of different stocking densities on growth, survival, and feed efficiency. N. notopterus is reared in net cages. The research treatments were stocking densities of 1, 3, and 5 fish.m-2 with three replications. The initial body weights of N. notopterus were 55.40 ± 3.40; 55.41 ± 2.90; and 56.07 ± 1.06 g, respectively. The growth trial lasted for 60 days, from May to July 2023. The individual weights of fish in each net cage were recorded monthly. The final body weights of the fish stocked at densities of 1, 3, and 5 fish.m-2 reached 66.87±2.17, 67.63±3.06, and 64.93±0.72 g, respectively. The specific growth rate values were 0.45, 0.48, and 0.34% day-1 at temperatures ranging between 25.1 and 30.3°C. The feed efficiency values were 8.36, 9.04, and 6.30%, and the survival rates were calculated at 100, 100, and 93.3%, respectively. The results revealed that stocking density had a significant effect on the growth and feed efficiency of N. notopterus. The results of this study showed that the stocking density of 3 fish.m-2 was the best treatment.
Produksi Ikan Nila Dengan Teknologi Mono Kelamin dan Pakan Kombinasi Tepung Magot di Desa Tanjung Raya Kabupaten Ogan Ilir Muslim Muslim; Danang Yonarta; Muhamad Said
Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal PKM Manajemen Bisnis
Publisher : Perhimpunan Sarjana Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/pkmb.v6i1.1771

Abstract

Tilapia farming in rural communities often faces challenges related to low growth rates and inconsistent seed quality. To address these issues, a community service program (PKM) was implemented to introduce monosex tilapia production technology combined with maggot-meal feed as an alternative protein source. This program aimed to enhance the technical capacity of local fish farmers and improve cultivation productivity in Tanjung Raya Village, Ogan Ilir Regency. The PKM was carried out on 22 September 2025 by a team of three lecturers from Universitas Sriwijaya and involved 15 members of the Maju Makmur Fish Farmers Group. The activity followed three stages: preparation, implementation, and reporting. The implementation consisted of material presentations, hands-on practice, discussions, and question-and-answer sessions. Participants were trained on monosex tilapia seed production techniques, the use of maggot-meal combination feed, and best management practices for freshwater aquaculture. The program resulted in increased farmer knowledge, improved skills in applying monosex technology, and greater understanding of cost-efficient feed formulation. Participants expressed high enthusiasm and readiness to adopt the introduced methods in their farming operations. This PKM activity is expected to support the sustainability and productivity of tilapia aquaculture in the village.
Pemberdayaan Keluarga Berisiko Stunting melalui Budidamber Ikan Lele (Clarias sp.): Korelasi Peningkatan Akses Protein Hewani dengan Upaya Pencegahan Stunting di Desa Muara Penimbung, Kabupaten Ogan Ilir Hasyim, Hamzah; Muslim, Muslim; Anzar, Julius; Harwanto, Fatria; Taufiq, Fildzah Hashifah; Arigo Saci, Muhammad Amin; Erman, Ery; Aerosta, Danny Kusuma; Yusri, Yusri
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21856

Abstract

Background: Program Pengabdian kepada Masyarakat “Budidamber Sehat” dilaksanakan untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung pencegahan stunting melalui pemanfaatan sumber protein hewani terjangkau dari ikan lele (Clarias sp.). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pengolahan pangan berbasis ikan lele serta memperkuat keterampilan keluarga dalam menerapkan teknologi Budidamber secara mandiri dan berkelanjutan. Metode: Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, edukasi gizi, demonstrasi teknis, praktik langsung, pendampingan instalasi unit Budidamber, serta monitoring dan evaluasi di rumah peserta. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa seluruh 15 keluarga berhasil membangun dan memelihara unit Budidamber dengan tingkat kelangsungan hidup ikan mencapai 85–90%. Selain itu, terjadi peningkatan signifikan pada pemahaman ibu, dari rata-rata skor pre-test 53,3% menjadi 86,7% pada post-test. Kesimpulan: Temuan ini menegaskan bahwa Budidamber merupakan pendekatan pemberdayaan yang efektif dalam meningkatkan akses protein hewani, memperbaiki literasi gizi, serta memperkuat ketahanan pangan rumah tangga. Model ini layak direplikasi sebagai intervensi pencegahan stunting berbasis komunitas..
Co-Authors A Sujangka AB Jannar Ade Dwi Sasanti Ade Dwi Sasanti Ade Silvia Handayani Adetia Wulindari Adriana Mariska Aerosta, Danny Kusuma Afrianto, A.M. Agus Oman Sudrajat Alharis Ramadhan Alimuddin Andre F Pasaribu Anita Desiani Apriana Apriana Apriana Apriana Apriyanto, F Ari saputra Arief Boediono Arigo Saci, Muhammad Amin Ariyanti A. Pratiwi Asrul . Ferdian Astiyani, Wahyu Puji ayu altiara Azmi Afriansyah B Heltonika Banie Abdan Sakuro Bio Prasetyo Burmansyah . Cinda Anugrah Citra Dade Jubaedah Dade Jubaedah Danang Yonarta Danang Yonarta Danang Yonarta Daniel Saputra Desmi Etika Didi Tahyudin Dina Eka Trisna Dwi Aprilianti Putri Dyah Hapsari Eko Nueraheni Ekawati Prihatini Eko Harianto Eko Priyono Elva Dwi Harmilia Erman, Ery Fatria Harwanto Ferdinand HT Ferdinand Hukama Taqwa Ferdinand Hukama Taqwa Ferdinand Hukama Taqwa Fultri Miranti Giri Maruto Darmawangsa H.A Sahusilawane Hamdani, Hijral Hamzah Hasyim Hary Widjajanti Hendriana, Andri I Irawan, I Iis Diatin Indriani Agustini Intan Permata Sari Irsyah Rahmi Iskandar, Andri jaka prasetya Joko Joko Julius Anzar, Julius khusnul khotimah Lamtarida Deasy L. Toruan Latifah Husni Nyayu Lutfi Lutfi M Istuanto M Syaifudin M Syaifudin M. Zairin Junior Maraulina, Hotly Marini Wijayanti Masyita Pebriyanti Matrilesi . Melinda Melinda Mirna Fitrani Mirna Fitrani Mirna Fitrani Mirna Fitrani Mirna Fitrani Mochamad Syaifudin Mochamad Syaifudin Mochamad Syaifudin MOCHAMAD SYAIFUDIN Mochamad Syaifudin, Mochamad Mohamad Amin Muhamad Arasyidin Lubis Muhamad Said MUHAMMAD AGUS SUPRAYUDI Muhammad Ardiansyah Muhammad Busroh Muhammad Fahrudin Muhammad Zairin Jr. Mulyanto Mulyanto Nicky Fara Diba Nur Bambang Priyo Utomo R Rifai R Tresia Pinem Resfiza . Ridhah Taqwa RIRI MARIANA SARI Riswandi, Agung Rusman Ariyanto Rusman Ariyanto S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Selly Oktarina suprimantoro . Tanbiyaskur Tanbiyaskur Tanbiyaskur Tanbiyaskur Tanbiyaskur, Tanbiyaskur Taqwa, Ferdinand Hukuma Taufiq, Fildzah Hashifah Umul Salamah Vina Violita W.W Wardhani Wahyu Angga Saputra Wida Lesmanawati Wirati Parameswari Wiyoto Wiyoto Y Trianto Yonarta, Danang YULISMAN Yulisman Yulisman Yusri Yusri Zultamin .