Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Penerapan Model Cooperative Learning Type Student Teams Achievement Divisions (STAD) Dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas VIII MTS Jam’iyah Mahmudiyah Tanjung Pura Annisa Siswanti; Nurmisda Ramayani; Satria Wiguna
Dewantara : Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 4 (2022): Desember : Dewantara : Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1398.845 KB) | DOI: 10.30640/dewantara.v1i4.448

Abstract

Permasalah dari guru masih menggunakan model pembelajaran yang monoton, metode yang digunakan kurang inovatif seperti hanya ceramah, penugasan, tanya jawab. Jenis peneltian Ini dilakukan PTK dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Metode pengumpulan data dengan cara observasi, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa sebelum menggunakan model pembelajaran ini hasilnya dapat diketahui dari hasil pre-test pra siklus dengan jumlah 11 siswa yang tuntas dan 19 siswa yang tidak tuntas dan yang mencapai ketuntasan belajar sebesar 36,66% termasuk ke dalam kriteria kurang. Pada siklus I, dapat diketahui hasil peningkatan pemahaman siswa diperoleh dari 30 siswa yang telah mencapai ketuntasan belajar sebanyak 16 siswa dan siswa yang tidak mencapai ketuntasan belajar sebanyak 14 siswa dengan persentase 53,33% dan dapat termasuk dalam kriteria cukup. Pada siklus II, siswa sudah menunjukkan peningkatan hasil pemahaman yang baik, dengan pencapaian ketuntasan belajar sebanyak 26 siswa dan yang tidak mencapai ketuntasan belajar 4 siswa dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 86,66% dan termasuk dalam kriteria baik. Pada siklus I dan siklus II pemahaman siswa dengan menggunakan Model Cooperative Learning tipe STAD telah meningkat dan peningkatannya sebesar 33,33%. Berdasarkan dari hasil tersebut, maka dapat disimpulkan dengan Penerapan Model Cooperative Learning Type Student Teams Achievement Divisions (STAD) pada mata pelajaran Akidah Akhlak dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas VIII MTs Jam’iyah Mahmudiyah Tanjung Pura.
Implementasi Metode Halaqah Dalam Meningkatkan Kemampuan Menghafal Al-Qur’an Di Pondok Pesantren Kampung Qur’an Pulau Banyak Raidatam Mardiyah; Nurmisda Ramayani; Satria Wiguna
Dewantara : Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 4 (2022): Desember : Dewantara : Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1137.885 KB) | DOI: 10.30640/dewantara.v1i4.449

Abstract

Metode Halaqah yang diterapkan di Pondok Pesantren masih dengan menggunakan teknik klasik pondok pesantren yang dianggap belum mengarah pada inovasi pembelajaran kreatif. Selain itu guru dan santri belum memiliki keahlian khusus dalam penerapan metode Halaqah. Jenis penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Metode pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan model Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga komponen yaitu Reduksi Data (data reduction), Penyajian Data (data display), dan penarikan serta pengujian kesimpulan (drawing and verifyingconclution). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajaran menggunakan metode Halaqah dengan memanfaatkan media belajar yang inovatif yaitu guru membentuk kelompok belajar siswa dengan membentuk lingkaran kemudian melakukan tes membaca, mendengarkan, guru membaca murid menirukan, guru membaca bersama-sama murid, dan juga tehnik baca simak dan juga di dukung peran guru yang lain sehingga kemampuan menghafal siswa yang sebelumnya kurang menjadi meningkat lebih baik dari sebelumnya. Sedangkan kemampuan siswa dalam menghafal Al-Qur’an di Pondok Pesantren Kampung Qur’an dengan tingkat persentase kemampuan siswa menghafal sejumlah 75 %. Hal ini disebabkan program Tahfiz Qur’an menjadi program unggulan di pondok pesantren kampung Qur’an.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Bamboo Dancing Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Kelas VIII MTS Al-Hidayah Gebang Atika Alwinda; Satria Wiguna
Dewantara : Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 4 (2022): Desember : Dewantara : Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1091.413 KB) | DOI: 10.30640/dewantara.v1i4.450

Abstract

Permasalah dari guru belum mampu menerapkan model pembelajaran yang tepat dan umumnya masih menggunakan model konvensional, sedangkan siswa masih belum mampu memberi pendapat secara baik dan belum memiliki kecercayaan diri. Penerapan belajar sambil bermain belum dapat diterapkan dengan baik oleh guru di sekolah. Jenis peneltian Ini dilakukan PTK dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa. Metode pengumpulan data dengan cara observasi, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa sebelum menggunakan model pembelajaran ini hasilnya dapat diketahui dari hasil pra seiklus hasil belajar maka dapat diketahui dari 30 orang siswa terdapat 8 orang siswa (27%) mendapat nilai tuntas dan sebanyak 22 orang siswa belum mendapat nilai tuntas. Pada siklus I sebanyak 17 orang siswa atau ketuntasan mencapai (57%) yang telah tuntas belajar dan yang tidak tuntas sebesar 13 (43 %). Pada pelaksanaan siklus II nilai rata-rata persentase ketuntasan pembelajaran siswa mengalami peningkatan sebanyak 30 orang siswa telah tuntas mencapai (100%). Upaya peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di kelas VIII MTs Al-Hidayah Air Hitam Gebang berhasil dilakukan dengan penerapan model pembelajaran bamboo dancing sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Upaya yang dilakukan dengan melibatkan siswa secara aktif pada setiap kegiatan pembelajaran dan menggali potensi yang dimiliki siswa sehingga muncul kreativitas yang dimiliki siswa.
Sosialisasi Sila Ke-4 Pancasila Dalam Mewujudkan Partisipasi Aktif Siswa Di Sekolah Dasar Negeri Biru 2 Majalaya Ghaziyah Rukhiyah Shofa; Rifa Alfiatu Rohmatin; Putri Aulia Azahra; M. Rizky Ferdiansyah; Novia Fadilah Akbar; M. Rasya Anugrah Putra Rafa; Siti Wahyuni; Aldan Nugraha; Satria Wiguna; Muhammad Rafi Akmal; Hilmanul Hamdi Muhammad; Muhammd Iqbal Mulana; Dian Herdiana
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Juli
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v3i2.1637

Abstract

Pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila menjadi sangat krusial di tengah tantangan globalisasi dan kemajuan teknologi yang memengaruhi perilaku generasi muda. Sila keempat Pancasila, yang menekankan prinsip musyawarah dan kebijaksanaan, relevan untuk ditanamkan sejak pendidikan dasar. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi nilai-nilai demokratis dalam mendorong partisipasi aktif siswa di SDN Biru 2 Majalaya. Menggunakan metode pendekatan participant research, data diperoleh melalui observasi partisipasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Pembelajaran berbasis pendekatan kontekstual (CTL) diterapkan untuk menghubungkan materi dengan kehidupan nyata siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa diskusi kelompok, kerja sama, dan pengambilan keputusan bersama mampu meningkatkan keberanian siswa, sikap tanggung jawab, dan kemampuan menghargai perbedaan. Guru berperan penting sebagai fasilitator demokratisasi kelas. Meskipun terdapat hambatan seperti keterbatasan sarana dan ketimpangan rasa percaya diri siswa, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap model pembelajaran karakter yang aplikatif dan demokratis.
SOSIALISASI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA DI MIS AL-HUDA KECAMATAN HINAI KABUPATEN LANGKAT Tuti Rezeki Awaliyah Siregar; Satria Wiguna; Muhammad Sulaiman
Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Publisher : Yayasan Lavandaia Dharma Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59458/jwl.v4i2.78

Abstract

Permasalahan mitra adalah kurang kemampuan dan pemahaman pendidik di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al-Huda dalam memahami perubahan kurikulum merdeka belajar berdampak pada ketidaktepatan penyusunan modul ajar dan proyek profil pelajar Pancasila dan profil pelajar rahmatan lil alamin (P2-PPRA) yang sesuai dengan kurikulum perubahan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan implementasi kurikulum merdeka dalam meningkatkan kreativitas siswa di MIS Al Huda, Kecamatan Hinai bagi guru MIS AL Huda.  Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam tiga tahap yaitu pertama, Tahap Perencanaan atau Persiapan: Pada tahap ini dilakukan identifikasi masalah, pengumpulan informasi, dan penyusunan rencana kegiatan yang matang. Kedua, Tahap Pelaksanaan: Kegiatan ini melibatkan pelatihan dan workshop untuk guru-guru di MIS Al Huda agar mereka dapat memahami dan mengimplementasikan kurikulum merdeka dengan baik. Ketiga, Tahap Evaluasi yaitu Setelah pelaksanaan, dilakukan evaluasi untuk mengukur dampak dan efektivitas kegiatan yang telah dilakukan. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan adanya dampak positif dalam peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan guru dalam menyusun dan mengimplementasikan kurikulum merdeka di MIS Al Huda, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat. Kegiatan ini membantu mengatasi masalah yang dihadapi guru dalam implementasi kurikulum merdeka, terutama dalam peningkatan pengetahuan, pemahaman, serta keterampilan menyusun struktur kurikulum merdeka, penyusunan modul ajar, pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila, dan penilaian dalam kurikulum merdeka.  Peningkatan kreativitas siswa juga terbukti dari adanya prestasi dalam belajar yang menjadi tolak ukur utama untuk mengetahui keberhasilan dalam proses pembelajaran. Keberhasilan siswa mengikuti kegiatan pembelajaran, tingkat pemahaman materi, dan prestasi belajar siswa merupakan indikator penting dalam mengukur efektivitas proses belajar mengajar.
Penerapan Model Pembelajaran Probing Promting Untuk Meningkatkan Pola Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Fikih Kelas VIII MTS Nurul Islam Darmataksiah Darmataksiah; Satria Wiguna
Jurnal Ilmiah Dan Karya Mahasiswa Vol. 1 No. 6 (2023): DESEMBER : JURNAL ILMIAH DAN KARYA MAHASISWA
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jikma.v1i6.1097

Abstract

The learning process which is still teacher-centered causes students to be less active and less enthusiastic in the learning process, students are more silent and only listen to the explanations given by the teacher. The result is low student learning outcomes in Fiqh subjects and passive and inactive learning. Critical thinking is very important for student learning progress, especially in learning jurisprudence. Basically, fiqh lessons are fun learning, because they teach many things about everyday life based on concrete examples and how students can solve the problems they face. The importance of critical thinking for everyday life. This research uses the classroom action research (PTK) method. The subjects of this research are 19 students in class VIII of MTs Private Nurul Islam Paluh Dungun. Application of the probing promting learning model in Fiqh lessons about Prostration of Gratitude and Prostration of Tilawah for class VIII students at MTs Private Nurul Islam Paluh Dungun. Classroom action research carried out in Cycle I and Cycle II to apply the probing learning model in Fiqh lessons was proven to have improved students' critical thinking patterns and student learning outcomes. This can be seen from the results of the percentage of completeness of student learning outcomes in Cycle I, which was 63.15% and increased in Cycle II, namely 84.2%. So it can be concluded that the application of the probing learning model can improve students' critical thinking patterns in Fiqh lessons in class VIII MTs Private Nurul Islam Paluh Dungun.
Upaya Meningkatkan Minat Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Melalui Model Pembelajaran Moving Class Di Kelas VIII SMP Al Hikmah Tanjung Pura Fiqri Yulhakim; Satria Wiguna; Usmaidar Usmaidar
JURNAL PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL (JUPENDIS) Vol. 1 No. 2 (2023): APRIL : JURNAL PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jupendis.v1i2.903

Abstract

This research uses a moving class learning model. By using the Moving Class system, it is hoped that it will increase student activity and interest in learning. The Moving Class learning model has the characteristics of private classes according to certain subjects. Based on the implementation of Moving Class, not many schools have implemented it, but schools have also implemented this system. For this reason, the researcher will explain about Moving Class so that readers have an idea about Moving Class and how to apply it. This research uses a classroom action research approach (action research) where this research has two cycles, data collection methods by means of observation, documentation, and test techniques. The results of the research show that the learning outcomes of students in the pre-cycle were 27.5%, Cycle I with a completion percentage of 72.5% and cycle II with a completion percentage of 92.5%. From pre-cycle I to cycle II, everyone experienced significant improvement. When implementing the Moving Class system, that is, the class must have lots of complete facilities and adequate media, class cleanliness must be maintained, and be on time when changing classes.
Pengaruh Metode Tahsin Terhadap Kemampuan Membaca Al Qur’an Siswa Kelas VIII MTS AL-Ikhwan Kecamatan Padang Tualang Langkat Julhijni Tambusai; Muhizar Muchtar; Satria Wiguna
Journal of Student Research Vol. 1 No. 1 (2023): Januari: Journal of Student Research
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jsr.v1i1.1035

Abstract

Membaca dan memahami Al-Qur‟an adalah suatu keharusan karena Al-Qur‟an merupakan sumber utama bagi umat Islam dalam menjalankan kehidupan sehari- hari. Kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur‟an masih belum maksimal. Hal ini terlihat dari siswa yang belum paham tentang hukum bacaan dalam ilmu tajwid dan masih lemah dalam pelafasan huruf sehingga masih ada siswa yang belum benar dalam menerapkan hukum bacaan ilmu tajwid ketika membaca Al-Qur‟an. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana metode tahsin yang digunakan oleh guru. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif karena data-data yang diperoleh berupa data-data numerik dan pengolahan datanya dengan menggunakan statistik, dibantu dengan menggunakan aplikasi SPSS. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di MTs Al- Ikhwan, dengan sampel sebanyak satu kelas yaitu kelas VIII A. Hasil penelitian ini adalah adanya pengaruh pelajaran tajwid terhadap kemampuan membaca Al- quran di Madrasah Tsanawiyah Al-Ikhwan ditunjukkan dari hasil output SPSS dapat diketahui bahwa Sig (2-tailed) = 0.985 ini berarti pada taraf signifikan α = 0.05 diterima dan terdapat pengaruh antara variable X dan Y.
Pelaksanaan Pesantren Kilat Ramadhan Sebagai Pendidikan Luar Sekolah Bagi Remaja Masjid Besitang Langkat Dalam Meningkatkan Motivasi Membaca Al Quran Satria Wiguna; Yusuf Abdullah; Muhammad Rifai; Lusi; Selvianti; Diana
ADM : Jurnal Abdi Dosen dan Mahasiswa Vol. 1 No. 1 (2023): ADM : Jurnal Abdi Dosen dan Mahasiswa
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV.Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jurnaladm.v1i1.91

Abstract

Permasalahan kegiatan ini karena memang dalam kegiatan pesantren kilat tidak semua peserta mau dengan sukarela mengikutinya, ditambah lagi bahwa kegiatan ini tidaklah kegiatan wajib, dalam arti setiap peserta bisa saja untuk menolak mengikuti kegiatan ini, karena sifat dari kegiatan ini hanyalah bersifat kegiatan di luar sekolah. Tujuan kegiatan pesantren kilat untuk meningkatkan motivasi peserta dalam beribadah terutama membaca al quran. Sasaran peserta adalah 50 orang. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan atau seminar tentang mempelajari dan membaca alquran dengan sistem tadarus al quran berdasarkan bacaan huruf dan tajwidnya, tanya jawab seputar islam khususnya tentang bulan ramadhan. Hasil kegiatan bahwa  Kegiatan Pesantren kilat Ramadhan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa STAI Jam’iyah Mahmudiyah Tanjung Pura langkat dalam upaya memantapkan pendidikan keagamaan Islam melalui bimbingan ceramah, pelatihan, praktuk langsung pelaksanaan ibadah seperti ibadah shalat, membaca al quran, shalat berjamaah dan kegiatan yang telah jadwal lainnya.