Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Organizational Commitment as A Predictor of Job Performance in Hospital Employees Trisnawati, Ika; Harahap, Farida; Farida, Haniek
World Psychology Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah Pariangan Batusangkar, West Sumatra, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55849/wp.v4i1.917

Abstract

Low Organizational Commitment has the potential to reduce the level of employee Job Performance in the Hospital environment. This study aims to analyze the effect of Organizational Commitment on employee Job Performance at RSU Kharisma Paramedika. This study uses a quantitative approach with a correlational research type. Participants in this study were 128 employees of RSU Kharisma Paramedika. The data collection technique used a questionnaire with a Likert scale. The instrument used in the Job Performance variable is a modification of the IWPQ Koopmans et al. (2016) and in the Organizational Commitment variable using a modification of the OCQ Mowday et al. (1982). The validity test of the instrument uses the Gregory and Product Moment formulas and the reliability test uses Alpha Cronbach. Data analysis uses simple linear regression analysis with the help of SPSS 25 software. The results of the study show that: (1) Organizational Commitment can be a predictor of Job Performance of employees of RSU Kharisma Paramedika. (2) Organizational Commitment can be a predictor of task performance of employees at Kharisma Paramedika Hospital. (3) Organizational Commitment can be a predictor of contextual performance in employees at Kharisma Paramedika Hospital. (4) Organizational Commitment cannot be a predictor of counterproductive work behavior in employees at Kharisma Paramedika Hospital.
Korelasi pasangan yang toksik dengan hubungan sehat mahasiswa berpacaran di Yogyakarta Armadhanti, Fanya; Harahap, Farida
Acta Psychologia Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ap.v5i2.52016

Abstract

Banyaknya pasangan terutama mahasiswa belum mengetahui pentingnya memiliki pasangan yang tepat dalam mewujudkan hubungan yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara pasangan toksik dan hubungan yang sehat pada mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat korelasional. Subjek dalam penelitian berjumlah 100 orang mahasiswa Yogyakarta yang sedang menjalani pacaran minimal 3 bulan. Instrumen penelitian adalah skala pasangan toksik dan skala hubungan sehat. Analisis data penelitian dilakukan dengan analisis korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan kategorisasasi pasangan toksik berada pada tingkat rendah dan kategorisasi hubungan sehat berada pada tingkat tinggi. Diketahui juga bahwa pasangan toksik memiliki korelasi dengan hubungan sehat yang bersifat negatif dengan nilai korelasi sebesar r = - 0,424. Dapat disimpulkan bahwa skor pasangan toksik yang rendah berkaitan dengan skor hubungan sehat yang tinggi pada mahasiswa Yogyakarta.
Hubungan Kualitas Persahabatan dengan Kebahagiaan pada Mahasiswa Chandra, Gabrielle; Harahap, Farida
Acta Psychologia Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ap.v4i2.58850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara kualitas persahabatan dengan kebahagiaan pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Subjek pada penelitian ini berjumlah 128 mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta dengan rentang usia 18 hingga 22 tahun dan memiliki sahabat. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan hasil modifikasi alat ukur kualitas persahabatan dan kebahagiaan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan teknik analisis korelasi pearson product moment. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas persahabatan dengan kebahagiaan pada mahasiswa dengan nilai korelasi sebesar 0,501. Kontribusi hubungan yang diberikan kualitas persahabatan dengan kebahagiaan sebesar 25,1% dan 74,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diteliti di dalam penelitian ini.
Hubungan perilaku selfitis dengan imaginary audience pada remaja di Daerah Istimewa Yogyakarta Hidayat, Riyan Nur; Harahap, Farida
Acta Psychologia Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ap.v5i2.58911

Abstract

Secara perlahan, perilaku selfie yang telah menjadi kebiasaan dapat memicu terjadinya selfitis, yang dianggap potensial untuk ditambahkan dalam gangguan kesehatan mental terkait penggunaan teknologi. Selfitis terjadi ketika seseorang melakukan pengambilan gambar selfie secara obsesif dan kompulsif. Imaginary audience dapat terfasilitasi dengan adanya perilaku selfitis, yaitu ketika remaja merasa menjadi pusat perhatian dan selalu dinilai oleh audien. Begitu pula sebaliknya, selfitis akan semakin menguat dengan adanya imaginary audience. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan perilaku selfitis dengan imaginary audience pada remaja di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 164 remaja berusia 13-19 tahun di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Skala yang digunakan  adalah instrumen modifikasi dari selfitis behavior scale dan new imaginary audience. Analisis data dilakukan menggunakan product moment Pearson. Temuan menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku selfitis dengan imaginary audience pada remaja. Sebagian remaja di Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki perilaku selfitis dan imaginary audience pada taraf sedang
Harga Diri dan Dukungan Teman Sebaya sebagai Prediktor Subjective Well-Being Sunarsih, Sunarsih; Harahap, Farida
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Karakter, Desember 2024
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jpk.v4i2.5110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah harga diri dan dukungan teman sebaya secara bersama-sama dapat menjadi prediktor subjective well-being pada remaja awal, mengetahui apakah harga diri dapat menjadi prediktor subjective well-being pada remaja awal, dan mengetahui apakah dukungan teman sebaya dapat menjadi prediktor subjective well-being pada remaja awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ini adalah ex-post facto. Sampel yang digunakan sebanyak 394 orang remaja awal dari 3 SMP di Kabupaten Sleman yang berusia sekitar 12-13 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan 3 jenis angket yang terdiri dari angket subjective well-being, angket harga diri dan angket dukungan teman sebaya. Teknik validasi instrumen menggunakan validasi isi dan reliabilitas berdasarkan koefisien Alpha Cronbach. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda dengan taraf signifikansi sebesar 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga diri dan dukungan teman sebaya secara bersama-sama dapat menjadi prediktor subjective well-being pada remaja awal dengan sumbangan efektif sebesar 49,8%; (2) harga diri terbukti menjadi prediktor subjective well-being pada remaja awal dengan sumbangan efektif sebesar 11,7%; dan (3) dukungan teman sebaya terbukti menjadi prediktor subjective well-being pada remaja awal dengan sumbangan efektif sebesar 38,2%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa dibandingkan dengan harga diri, dukungan teman sebaya dapat memberikan sumbangan efektif lebih besar terhadap subjective well-being pada remaja awal.
Adaptation and Validation of Mental Toughness-8 Measurement Tool in Indonesian Language: Confirmatory Factor Analysis (CFA) Study on College Students Adina, Fevarine Weka; Farida Harahap
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 02 (2026): April 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i02.7437

Abstract

At present, the mental toughness construct is attracting increasing attention as a measure of a person's resilience in facing pressure. One of the initiators of the mental toughness construct was Gucciardi and his team in 2015, who based it on existing mental toughness theories. This study was conducted to develop the mental toughness construct developed by Gucciardi and his team in the Indonesian context. This study was conducted using a quantitative method, with data collected via a questionnaire. A total of 114 people (87.7% women), with an average age of 22 years, who are currently studying at college, participated in this study. The collected data were analyzed using confirmatory factor analysis (CFA). Based on the CFA analysis, CFI = 0.956 and RMSEA = 0.071, indicating a mental toughness construct with a total of 8 good- and fit items in Indonesian. In addition, all the construct items are reliable, as the Cronbach’s alpha is 0.786 (≥ 0.70). It can be concluded that the Indonesian adaptation of the one-factor MT-8 model is a psychometrically sound and suitable instrument for evaluating mental toughness. Keywords: adaptation, CFA, mental toughness, reliability, validation