Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Organizational Commitment as A Predictor of Job Performance in Hospital Employees Trisnawati, Ika; Harahap, Farida; Farida, Haniek
World Psychology Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah Pariangan Batusangkar, West Sumatra, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55849/wp.v4i1.917

Abstract

Low Organizational Commitment has the potential to reduce the level of employee Job Performance in the Hospital environment. This study aims to analyze the effect of Organizational Commitment on employee Job Performance at RSU Kharisma Paramedika. This study uses a quantitative approach with a correlational research type. Participants in this study were 128 employees of RSU Kharisma Paramedika. The data collection technique used a questionnaire with a Likert scale. The instrument used in the Job Performance variable is a modification of the IWPQ Koopmans et al. (2016) and in the Organizational Commitment variable using a modification of the OCQ Mowday et al. (1982). The validity test of the instrument uses the Gregory and Product Moment formulas and the reliability test uses Alpha Cronbach. Data analysis uses simple linear regression analysis with the help of SPSS 25 software. The results of the study show that: (1) Organizational Commitment can be a predictor of Job Performance of employees of RSU Kharisma Paramedika. (2) Organizational Commitment can be a predictor of task performance of employees at Kharisma Paramedika Hospital. (3) Organizational Commitment can be a predictor of contextual performance in employees at Kharisma Paramedika Hospital. (4) Organizational Commitment cannot be a predictor of counterproductive work behavior in employees at Kharisma Paramedika Hospital.
Korelasi pasangan yang toksik dengan hubungan sehat mahasiswa berpacaran di Yogyakarta Armadhanti, Fanya; Harahap, Farida
Acta Psychologia Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ap.v5i2.52016

Abstract

Banyaknya pasangan terutama mahasiswa belum mengetahui pentingnya memiliki pasangan yang tepat dalam mewujudkan hubungan yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara pasangan toksik dan hubungan yang sehat pada mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat korelasional. Subjek dalam penelitian berjumlah 100 orang mahasiswa Yogyakarta yang sedang menjalani pacaran minimal 3 bulan. Instrumen penelitian adalah skala pasangan toksik dan skala hubungan sehat. Analisis data penelitian dilakukan dengan analisis korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan kategorisasasi pasangan toksik berada pada tingkat rendah dan kategorisasi hubungan sehat berada pada tingkat tinggi. Diketahui juga bahwa pasangan toksik memiliki korelasi dengan hubungan sehat yang bersifat negatif dengan nilai korelasi sebesar r = - 0,424. Dapat disimpulkan bahwa skor pasangan toksik yang rendah berkaitan dengan skor hubungan sehat yang tinggi pada mahasiswa Yogyakarta.
Hubungan Kualitas Persahabatan dengan Kebahagiaan pada Mahasiswa Chandra, Gabrielle; Harahap, Farida
Acta Psychologia Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ap.v4i2.58850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara kualitas persahabatan dengan kebahagiaan pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Subjek pada penelitian ini berjumlah 128 mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta dengan rentang usia 18 hingga 22 tahun dan memiliki sahabat. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan hasil modifikasi alat ukur kualitas persahabatan dan kebahagiaan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan teknik analisis korelasi pearson product moment. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas persahabatan dengan kebahagiaan pada mahasiswa dengan nilai korelasi sebesar 0,501. Kontribusi hubungan yang diberikan kualitas persahabatan dengan kebahagiaan sebesar 25,1% dan 74,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diteliti di dalam penelitian ini.
Hubungan perilaku selfitis dengan imaginary audience pada remaja di Daerah Istimewa Yogyakarta Hidayat, Riyan Nur; Harahap, Farida
Acta Psychologia Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ap.v5i2.58911

Abstract

Secara perlahan, perilaku selfie yang telah menjadi kebiasaan dapat memicu terjadinya selfitis, yang dianggap potensial untuk ditambahkan dalam gangguan kesehatan mental terkait penggunaan teknologi. Selfitis terjadi ketika seseorang melakukan pengambilan gambar selfie secara obsesif dan kompulsif. Imaginary audience dapat terfasilitasi dengan adanya perilaku selfitis, yaitu ketika remaja merasa menjadi pusat perhatian dan selalu dinilai oleh audien. Begitu pula sebaliknya, selfitis akan semakin menguat dengan adanya imaginary audience. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan perilaku selfitis dengan imaginary audience pada remaja di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 164 remaja berusia 13-19 tahun di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Skala yang digunakan  adalah instrumen modifikasi dari selfitis behavior scale dan new imaginary audience. Analisis data dilakukan menggunakan product moment Pearson. Temuan menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku selfitis dengan imaginary audience pada remaja. Sebagian remaja di Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki perilaku selfitis dan imaginary audience pada taraf sedang
Harga Diri dan Dukungan Teman Sebaya sebagai Prediktor Subjective Well-Being Sunarsih, Sunarsih; Harahap, Farida
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Karakter, Desember 2024
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jpk.v4i2.5110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah harga diri dan dukungan teman sebaya secara bersama-sama dapat menjadi prediktor subjective well-being pada remaja awal, mengetahui apakah harga diri dapat menjadi prediktor subjective well-being pada remaja awal, dan mengetahui apakah dukungan teman sebaya dapat menjadi prediktor subjective well-being pada remaja awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ini adalah ex-post facto. Sampel yang digunakan sebanyak 394 orang remaja awal dari 3 SMP di Kabupaten Sleman yang berusia sekitar 12-13 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan 3 jenis angket yang terdiri dari angket subjective well-being, angket harga diri dan angket dukungan teman sebaya. Teknik validasi instrumen menggunakan validasi isi dan reliabilitas berdasarkan koefisien Alpha Cronbach. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda dengan taraf signifikansi sebesar 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga diri dan dukungan teman sebaya secara bersama-sama dapat menjadi prediktor subjective well-being pada remaja awal dengan sumbangan efektif sebesar 49,8%; (2) harga diri terbukti menjadi prediktor subjective well-being pada remaja awal dengan sumbangan efektif sebesar 11,7%; dan (3) dukungan teman sebaya terbukti menjadi prediktor subjective well-being pada remaja awal dengan sumbangan efektif sebesar 38,2%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa dibandingkan dengan harga diri, dukungan teman sebaya dapat memberikan sumbangan efektif lebih besar terhadap subjective well-being pada remaja awal.
Adaptation and Validation of Mental Toughness-8 Measurement Tool in Indonesian Language: Confirmatory Factor Analysis (CFA) Study on College Students Fevarine Weka Adina; Farida Harahap
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 02 (2026): April 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i02.7437

Abstract

At present, the mental toughness construct is attracting increasing attention as a measure of a person's resilience in facing pressure. One of the initiators of the mental toughness construct was Gucciardi and his team in 2015, who based it on existing mental toughness theories. This study was conducted to develop the mental toughness construct developed by Gucciardi and his team in the Indonesian context. This study was conducted using a quantitative method, with data collected via a questionnaire. A total of 114 people (87.7% women), with an average age of 22 years, who are currently studying at college, participated in this study. The collected data were analyzed using confirmatory factor analysis (CFA). Based on the CFA analysis, CFI = 0.956 and RMSEA = 0.071, indicating a mental toughness construct with a total of 8 good- and fit items in Indonesian. In addition, all the construct items are reliable, as the Cronbach’s alpha is 0.786 (≥ 0.70). It can be concluded that the Indonesian adaptation of the one-factor MT-8 model is a psychometrically sound and suitable instrument for evaluating mental toughness. Keywords: adaptation, CFA, mental toughness, reliability, validation
Learning Persistence Mechanisms to Become a Resilient Learner L, Nur hikmah; Harahap, Farida
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 14, No 2 (2026): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v14i2.23523

Abstract

Learning persistence among a generation of students prone to stress needs to be improved, internal factors such as self-regulated learning and external academic support are thought to influence persistence. Therefore, this study aims to examine the role of self-regulated learning as a mediator between academic support and student learning persistence. Therefore, this study aims to demonstrate the role of self-regulated learning as a mediator between academic support and student persistence. This quantitative research, conducted in South Sulawesi, Barru Regency, Tanate Riaja District, involved 213 students. The sample was determined using probability sampling. Data collection used the Perceived Academic Support Questionnaire (PASQ), Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ), and Diligence Inventory (DI). Validity was tested using expert judgment, and reliability using Cronbach's Alpha, with reliability coefficients for the academic support scale = 0.882, self-regulated learning = 0.939, and diligence = 0.933. Data were analyzed using multiple linear regression analysis techniques in SPSS. The results showed that self-regulated learning partially mediated the relationship between academic support and persistence in high school students. The direct effect of academic support on persistence decreased from β = 0.648 (= 0.001) to β = 0.481 (p = 0.001), after the mediator variable was entered into the regression model. This finding indicates that academic support not only influences persistence directly, but also indirectly through students' self-regulated learning abilitiesKetekunan belajar pada generasi pelajar yang rentang stres perlu ditingkatkan, faktor internal seperti self- regulated learning dan eksternal academic support di anggap berpengaruh terhadap ketekunan. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk meneliti adanya peran self-regulated learning sebagai mediator antara academic support terhadap ketekunan belajar siswa.  Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis survei. Penelitian ini dilakukan di Sulawesi Selatan. Kab. Barru. Kec. Tanate Riaja. Partisipan penelitian sebanyak 213 siswa. Penentuan sampel yaitu dengan menggunakan probability sampling. Kemudian pengumpulan data menggunakan skala Perceived Academic Support Questionnaire (PASQ), Motivated Strategie For Learning Questionnaire (MSLQ) dan Diligence inventory (DI). Uji validitas menggunakan expert judgment kemudian uji reabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha dengan nilai koefisien reabilitas skala academic support =0,882, self-regulated learning =0,939 dan diligence 0,933. Data dianalisis menggunakan tehnik analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-regulated learning memediasi secara parsial hubungan antara   academic support terhadap ketekunan pada siswa SMA. Pengaruh langsung academic support terhadap ketekunan mengalami penurunan dari β =0,648 (=0,001) menjadi β=0,481 (p=0,001), setelah variabel meditor dimasukkan ke dalam model regresi. Temuan ini menunjukkan bahwa academic support tidak hanya mempegaruhi ketekunan secara langsung, tetapi juga secara tidak langsung melalui kemampuan self-regulated learning siswa.
Resilience Among Workers: A Literature Review Meivilda, Putri Sheba; Harahap, Farida; Hazanah, Sri
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/7vnrpt45

Abstract

Worker resilience has become an important topic in occupational and organizational psychology due to increasing work demands, technological changes, and workplace stress. Resilience is viewed as a psychological resource that helps workers adapt, recover, and maintain effective functioning under stressful conditions. This study aimed to review the literature on worker resilience by identifying its influencing factors, impacts, and research gaps. A narrative literature review approach was applied by analyzing 10 relevant national and international journal articles published between 2016 and 2026. The reviewed studies included quantitative and qualitative research across various occupational sectors. The findings showed that resilience contributes significantly to reducing work stress and burnout while enhancing psychological well-being, work engagement, and employee performance. Workers with high resilience demonstrated stronger coping skills, emotional regulation, optimism, and self-efficacy. External factors, including family support, coworker relationships, organizational support, leadership, and meaningful work, also influenced resilience development. However, most studies used cross-sectional designs and focused mainly on healthcare workers, limiting broader occupational understanding. Differences in resilience concepts and measurement instruments further reduced research consistency. Future studies should apply longitudinal and integrative approaches across diverse work sectors to develop sustainable workplace resilience interventions.