Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Peningkatan Kualitas Biourin Dari Ternak Sapi Yang Mendapat Perlakuan Trychoderma harzianum The Increase of Biourine Quality From Cow Treated With Trychoderma harzianum Adriani Adriani; Ardi Novra
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 20 No 2 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.767 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v20i2.4716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menigkatkan kualitas hara biourin dari ternak sapi yang mendapat perlakuan trychoderma harzianum.Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan penelitian adalah P0 = 95% urin sapi + 5% empon-empon, P1= 94 % urin + 5% empon-empon +1% trychoderma Harzianum, P2 = 93%urin + 5 % empon-empon + 2% trychoderma Harzianum, P3 = 92% urin + 5 % empon-empon + 3% trychoderma Harzianum. Satu liter urin dicampurkan dengan empon-empon, urea dan trychoderma harzianum sesuai perlakuan. Semua bahan diaduk dan dimasukkan kedalam botol untuk difermentasi selama 21 hari. Setiap hari dilakukan pengadukan sebanyak 3 kali (jam 7.00, jam 13.0 dan jam 18,00). Setelah proses fermentasi berlangsung selama 21 hari, dilakukan pengamatan pH, bau , dan warna biourine, analisis kandungan C, N,P,K dilakukan di laboratorium BLHD kota Jambi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan trychoderma harzianumdapat merubah warna biourine yang dihasilkan. P0 berwarna coklat kehijauan 100%, P1 dan P2 coklat dan P3 berwarna coklat pekat (100%). Bau biourine dari perlakuan trychoderma harzianum berkurang dari sangat menyengat (100%) pada P0, menyengat pada P1, P2 dan P3 (100%). Perlakuan trychoderma harzianum nyata menurunkan pH biourine. Rataan pH 6,70 ± 2,49 dengan kisaran 5,2 – 9. perlakuan trychoderma harzianum sangat nyata (P<0.01) meningkatkan kandungan P biourin. Rataan P biourine 0,0803 ± 0,44 kisaran antara 0,027- 0,144 %. Perlakuan trychoderma harzianum tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap kalium biourine,rataan kalium adalah sebesar 0,01445 ± 0,0459 mg/l dengan kisaran 0,01303 –0,01602 %. perlakuan trychoderma harzianum berpengaruh nyata (P<0,015) terhadap kandungan nitrogen (N) biourin yan dihasilkan,rataan nitrogen biourin sebesar 0,0245 ± 0,019 dengan, kisaran antara 0,0213 – 0,0177. Kesimpulan penelitian adalahperlakuan terbaik dalam menghasilkan kualias biourine adalah trychoderma harzianum 3% (P3) Kata kunci : Biourin, trychoderma harzianum, hara
Pengaruh Penambahan Daun Torbangun (Coleus amboinicus Lour) Yang Diproteksi Tanin Dari Ekstrak Batang Pisang Terhadap Mastitis Kambing Peranakan Etawah Rima Qusnidawati; Adriani Adriani; Darlis Darlis
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 24 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.887 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v24i1.12666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan daun Torbangun (Coleus amboinicus lour) yang di proteksi tanin dari ekstrak batang pisang terhadap mastisis kambing Peranakan Etawah (PE). Penelitian menggunakan 16 kambing PE bulan laktasi kedua dan ketiga. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok, 4 perlakuan dan 4 kelompok. Perlakuan penelitian yaitu P0 = hijauan + konsentrat, P1 = P0 + 0,5 % daun Torbangun yang diproteksi tanin dari ekstrak batang pisang, P2 = P0 + 1 % daun Torbangun yang diproteksi tanin dari ekstrak batang pisang, P3 = P0 + 1,5% daun Torbangun yang diproteksi tanin dari ekstrak batang pisang. Peubah yang diamati adalah SCC (Somatic Cell Count), jumlah bakteri, CMT (California mastitis test) dan pH. Analisis data menggunakan Anova jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji jarak berganda duncan. Hasil menunjukan bahwa penambahan daun Torbangun yang diproteksi tanin dari ekstrak batang pisang berpengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap jumlah SCC, jumlah bakteri, CMT, dan pH susu. Rataan SCC 6,05 x 103 ± 0,96 x 103 sel/ml. Rataan jumlah bakteri 21,9 x 10³ ± 2.2 x 10³ sel/ml. Rataan CMT 1,55 ± 0,50. Rataan pH 6,71 ± 0,051. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa penambahan daun Torbangun yang diproteksi tanin dari ekstrak batang pisang tidak mempengaruhi mastitis kambing PE, hal ini dapat dilihat pada nilai jumlah sel somatik,, jumlah bakteri, CMT dan pH susu kambing PE yang tidak berbeda jauh dengan kontrol. Kata kunci : Kambing PE, Daun Torbangun, SCC, Jumlah bakteri, CMT dan pH.
Pengaruh Penambahan Daun Bangun-Bangun (Coleus Amboinicus Lour) Yang Diproteksi Dengan Tanin Batang Pisang Terhadap Produksi Susu Kambing Peranakan Etawah yudianto yudianto; Adriani Adriani; Endri Musnandar; Suhessy Syarif; Zulfa Elymaizar
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 24 No 2 (2021): Nopember 2021
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.412 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v24i2.13697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan daun bangun-bangun (Coleus amboinicus Lour) yang diproteksi tanin batang pisang. Penelitian ini mengunakan 16 ekor Kambing Peranakan Etawah bulan laktasi kedua dan ketiga. Rancangan acak kelompok digunakan pada penelitian ini dengan 4 perlakuan dan 4 kelompok sebagai ulangan yaitu P0 = hijauan 70% + konsentrat 30%, P1 = P0 + 0,5% daun bangun-bangun diproteksi tanin dari ekstrak batang pisang, P2 = P0 + 1% daun bangun-bangun diproteksi tanin dari ekstrak batang pisang, P3 = P0 + 1,5% daun bangun-bangun diproteksi tanin dari ekstrak batang pisang. Peubah yang diamati adalah konsumsi bahan kering (BK), produksi susu dan efisiensi produksi susu. Data dianalisis dengan sidik ragam, jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji jarak berganda duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian daun bangun-bangun berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi bahan kering pakan dengan rataan 1431.16 ± 67.165, berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap produksi susu dengan rataan 153.15 ± 66.11, dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap efisiensi produksi susu dengan rataan 9.45 ± 3.84 pada Kambing Peranakan Etawah. Kesimpulan penelitian bahwa penambahan daun bangun-bangun diproteksi tanin batang pisang tidak mempengaruhi konsumsi bahan kering pakan, produksi susu dan efisiensi produksi susu.
Iso Isolasi Bakteri Selulolitik Asal Saluran Pencernaan Rayap Dan Daya Hidupnya Pada Berbagai Substrak Yang Berasal Dari Limbah Pertanian Dan Perkebunan Vivi Susanti; Mairizal Mairizal; Yurleni Yurleni; Adriani Adriani; Fahmida Manin
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 24 No 2 (2021): Nopember 2021
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.852 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v24i2.13826

Abstract

ABSTRACT This study aimed to identify isolates that produce cellulase enzymes derived from cellulolytic bacteria from the digestive tract of termites and to determine the best type of substrate as the carrier and survival of these isolates. This research consists of 3 (three) stages. The first stage of research was the isolation of cellulolytic bacteria using descriptive data analysis. The second stage of research was to determine the best carrier for selected cellulolytic isolates, while the third stage was to determine the shelf life of the isolates with the selected substrate as the best carrier by analyzing data using analysis of variance. The results of the first phase of research obtained 3 isolates of cellulolytic bacteria from the best termite digestive tract based on the clear zone index test with isolate code VR52, VR61 and VR81 with clear zone index for each isolate 1.087; 2,250 and 1,710 mm. Based on Gram staining, the three isolates were gram-positive bacteria in the form of bacilli. Maximum enzyme activity in isolate VR61 (Bacillus sp) with its enzyme activity (19.91 µ/mL). The results of the second stage study showed that rice bran was the best sAubstrate based on total microbes with a value of 202 x 109 CFU / g. The results of the third stage research showed that the number of cellulolytic bacteria in the selected sub-extract (rice bran) at a storage temperature of 4oC (178.92 x 109 CFU / gr) was more than that of storage at 27oC (101.69 x 109 CFU / gr). This research concludes that the longer the storage time shows a decrease in the number of bacteria and pH in the sub-extract. The best interaction on rice bran sub-extract as a carrier at a storage temperature of 4oC in the second week with the number of cellulolytic bacteria 197.8 x 109 CFU / gr with a pH value of 6.46 and the fourth week of 167.85 x 109 CFU / gr with a pH value of 6.39.   Keywords: Cellulose, Cellulolytic Bacteria, Termites
Kandungan Fraksi Serat Hijauan Pakan Alami yang Tumbuh Diantara Tanaman Hutan Industri Eucalyptus sp pada Umur yang Berbeda Akbar Hira Surbakti; Adriani Adriani; Hutwan Syarifuddin
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 25 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.605 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v25i2.20088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fraksi serat hijauan pakan alami yang tumbuh diantara tanaman hutan industri eucalyptus sp pada umur yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di hutan tanaman industri (HTI) perusahaan Wirakarya Sakti (WKS) Desa Dataran Kempas Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi dan Laboratorium Fakultas Peternakan Universitas Jambi. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah hijauan yang tumbuh dibawah tanaman eucalyptus sp pada umur yang berbeda yaitu 1,5, 2,5 dan 3,5 tahun yang terdapat pada hutan tanaman industri (HTI) yang meliputi (rumput, legume dan gulma). Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah plot atau petak yang berukuran 2m x 2m, gunting, kantong, karung, timbangan, kalkulator, GPS, tali plastik, cutter, camera, tally sheet, lightmeter, soil tester. Alat alat laboratorium yang digunakan untuk analisis van soest dan proksimat. Parameter yang diukur yaitu NDF, ADF dan LK. Hasil penelitian dianalisis dengan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan NDF dan ADF gulma terendah ada pada petak tanaman eucalyptus sp umur 2,5 tahun (38,98% NDF dan 24,38% ADF) .Kandungan LK gulma terendah ada pada petak umur 3,5 tahun dengan persentase LK sebesar 2,4%. Kandungan NDF dan ADF rumput terendah ada pada petak umur 1,5 tahun dengan persentase sebesar 71,28%(NDF) dan 40,62% (ADF) . Kandungan LK rumput terendah ada pada petak umur 2,5 tahun dengan persentase sebesar 2,93%. Hijauan jenis leguminosa tidak ditemukan pada ketiga petak tanaman eucalyptus sp. Pada petak umur 3,5 tahun tidak ditemukannya sama sekali hijauan jenis rumput sehingga mempengaruhi kandungan NDF, ADF dan LK yang ada pada petak umur 3,5 tahun lebih tinggi dibandingkan dengan petak yang lainnya. Kesimpulan penelitian ini adalah kandungan NDF dan ADF gulma terbaik ada pada petak tanaman eucalyptus sp umur 2,5 tahun sedangkan kandungan NDF dan ADF rumput terbaik ada pada petak tanaman eucalyptus sp umur 1,5 tahun
ADOPSI INOVASI PENGOLAHAN LIMBAH USAHA TERNAK SAPI Afriani H; Adriani Adriani; Firmansyah Firmansyah; Bagus Pramusintho
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 7, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v7i1.1072

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis adopsi inovasi pengolahan limbah usaha ternak sapi menjadi pupuk organik padat, biourin, dan biogas, serta untuk menganalisis karakteristik inovasi yang mempengaruhi adopsi inovasi pengolahan limbah usaha ternak sapi. Tulisan ini menggunakan metode literature review.  Data dan pembahasan bersumber dari literatur, jurnal bereputasi, jurnal nasional terakreditasi dan hasil-hasil penelitian. Data-data yang telah terkumpul disajikan dalam  bentuk deskripsi dan selanjutnya dilakukan analisis dan sintesis literatur. Berdasarkan  pembahasan dapat disimpulkan bahwa adopsi inovasi pengolahan limbah usaha ternak sapi oleh peternak masih beragam mulai dari teknologi yang sederhana (pupuk kandang) hingga yang kompleks (kompos, biogas dan biourin). Karakteristik inovasi mempengaruhi adopsi inovasi pengolahan limbah usaha ternak sapi.
Time efficiency of catch landing using Sondong catcher at fish landing base Dumai City, Riau Province M. Hariski; Muhammad Asshiddiqi; Adriani Adriani
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 7 No. 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.7.2.2022.42413

Abstract

Efficiency is important in landing with the aim that the catch as soon as possible reaches the hands of consumers in good quality condition. Sondong fishing gear is a type of active fishing gear with an application process that is not too long so it is useful for maintaining the quality of shrimp because shrimp have organoleptic properties that rot quickly. The purpose of this study was to determine the efficiency level of landing time of catches using sondong fishing gear at the Fish Landing Base, Dumai City, Riau Province. The research was carried out at the Fish Landing Base, Dumai City, Riau Province, from June 5-25, 2021. The material in the research object was a sondong fishing boat, while the equipment needed was stationery, a stopwatch, a camera, and a laptop. The data collected are basic data, namely unloading time, effective time, wasted time, and supporting data, namely fleet size (GT), number of fish landed (kg), number of unloading personnel (people), and age of activity actors (years). The efficiency of the landing time of the catch using sondong fishing gear at the fish landing base in the city of Dumai is classified into the less efficient category, while the factors that influence fishing productivity are fishing experience, crew, and fishing time.
Kecernaan In-Sacco Bahan Kering, Bahan Organik, Dan Serat Kasar Daun Bangun-Bangun (Coleus amboinicus L) Yang Diproteksi Kapsul, Saponin Dan Tanin Yusuf Amirullah Luber; M Afdal; A. Adriani; D Darlis
Wahana Peternakan Vol. 6 No. 1 (2022): Wahana Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v6i1.537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecernaan BK, BO dan SK pada daun bangun-bangun (Coleus amboinicus L) setelah dilakukan proteksi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah memproteksi daun bangun-bangun P0 daun bangun-bagun tanpa perlakuan, P1 daun bangun-bangun di proteksi dengan kapsul, P2 daun bangun- bangun di proteksi daun kembang sepatu (saponin), P3 daun bangun-bangun di proteksi batang pisang (tanin). Peubah yang diamati yaitu kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO), dan kecernaan serat kasar (KcSK). Data diperoleh dianalisis dengan analisis ragam. Jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji jarak Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proteksi menggunakan kapsul, saponin dan tanin berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap KcBK, KcBO, dan KcSK daun bngun-bangun lebih lanjut terlihat pada P2 menunjukkan hasil yang baik dibandingkan P0, P1 dan P3. Hasil terbaik dicapai pada P2 yaitu proteksi menggunakan saponin yang di ekstrak dari daun kembang sepatu dengan hasil kecernaan BK (83,56%), BO (83,61%), SK (83,02%) Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahan proteksi berupa saponin dapat memproteksi daun bangun-bangun dengan baik.
PENERAPAN TEKNOLOGI PAKAN FERMENTASI PELEPAH SAWIT DAN LUMPUR SAWIT SEBAGAI PAKAN SAPI KELOMPOK TANI KARYA TRANS MANNDIRI DESA DATARAN KEMPAS Adriani, Adriani; Novra, Ardi; Yurleni, Yurleni; Andayani, Jul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jpmp.v8i2.7247

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak mengenai teknologi mengolah limbah menjadi pakan fermentasi dari pelepah  sawit dan lumpur  sawit.  Kelompok tani Karya Trans Mandiri menjadi  mitra kegiatan karena memiliki sapi dan kebun kelapa sawit yang memadai. Luas kebun kelapa sawit  kelompok 78 ha sebagai penghasil  pelepah sawit.  Kelompok tani sangat mendukung dan berkomitmen mensukseskan kegiatan ini. Kegiatan pengabdian dilakukan yaitu  fermentasi   pelepah sawit  dan lumpur sawit. Pakan fermentasi ini digunakan untuk ternak sapi. Kegiatan pengabdian ini berkoordinasi dengan kepala desa, PPL dan dan anggota kelompok.  Kegiatan pengabdian dimulai dengan koordinasi, penyuluhan, praktek,  pendampingan, monitoring dan evaluasi. Pakan fermentasi yang dihasilkan diberikan kepada ternak sapi. Pelaksanaan kegiatan berupa transfer ilmu pengetahuan mengenai pakan fermentasi dilakukan penyuluhan dan praktek pembuatan  fermentasi pakan  dari pelepah sawit dan lumpur sawit. Pada kegiatan ini dilakukan pembuatan rumah  pakan, penyediaan drum untuk fermentasi  penerapannya kepada ternak sapi. Kesimpulan penelitian bahwa peternak sudah memproduksi  pakan fermentasi dari pelepah   dan  lumpur sawit untuk sapi milik kelompok.
Peningkatan Produksi Susu Kambing Peranakan Etawah Melalui Pemberian Coleus amboinicus Lour dan Sauropus androgynus L. Merr Adriani Adriani; Sri Novianti; Fatati Fatati
Jurnal Agripet Vol 21, No 1 (2021): Volume 21, No. 1, April 2021
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v21i1.18070

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Coleus amboinicus L. (daun bangun-bangun) dan Sauropus androgynus L. Merr (daun katuk) terhadap produksi susu kambing Peranakan Etawah. Enam belas ekor kambing Peranakan Etawah laktasi digunakan pada penelitian ini dengan rancangan acak kelompok 4 x 4. Perlakuan P0 = 30% konsentrat +70% hijauan, P1= P0+6 g/kg BK Coleus amboinicus L., P2 = P0+6 g/kg BK Sauropus androgynus L. Merr, dan P3 =3 g/kg BK Coleus amboinicus L. +3 g/kg BK Sauropus androgynus L. Merr. Peubah yang diamati adalah konsumsi ransum (bahan kering, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, Ca dan P), produksi susu dan kualitas susu (bahan kering, bahan kering tanpa lemak, lemak, protein, casein dan berat jenis). Data dianalisis menggunakan ANOVA, jika berbeda nyata antar perlakuan dilakukan uji lanjut berganda Duncan. Perlakuan pemberian Coleus amboinicus L. dan Sauropus androgynus L. Merr tidak memengaruhi konsumsi bahan kering (BK) pakan, protein kasar (PK), lemak kasar (LK), serat kasar (SK), Ca dan P (P0,05). Perlakuan Coleus amboinicus L. dan Sauropus androgynus L. Merr dapat meningkatkan produksi susu (P0,05), namun tidak memengaruhi kualitas susu (bahan kering, bahan kering tanpa lemak, lemak, protein dan casein) (P0.05) dan sangat nyata memengaruhi berat jenis (BJ) susu kambing Peranakan Etawah (P0,01). Disimpulkan bahwa pemberian Coleus amboinicus L. dan Sauropus androgynus L. Merr dapat meningkatkan produksi susu, tetapi tidak memengaruhi konsumsi ransum dan kualitas susu. (Increased production of Etawah cross-breed goat milk by giving Coleus amboinicus Lour and Sauropus androgynus L. Merr) ABSTRACT. This study intended to determine the effect of Coleus amboinicus L. and Sauropus androgynus L. Mers on Etawah crossbreed goat milk production. Sixteen lactating Etawah crossbred goats were used in the 4 x 4 randomized block experiment consisted of four treatments, P0 = 30% concentrate + 70% forage, P1 = P0 + 6 g/kg Coleus amboinicus L., P2 = P0 + 6 g/kg Sauropus androgynus L. Merr and P3 = 3 g/kg Coleus amboinicus L. + 3 g/kg Sauropus androgynus L. Merr on dry matter basis. The variables measured were consumption (dry matter, crude protein, crude fat, crude fiber, Ca and P), milk production and milk quality (dry matter, milk solid non fat, protein, specific gravity). Data were analyzed by ANOVA, if there were differences between treatments, Duncan's multiple-test was carried out. The result showed that, the addition of Coleus amboinicus L. and Sauropus androgynus L. Merr in ration did not affect dry matter consumption, crude protein, crude fat, crude fiber, Ca and P (P0.05). Coleus amboinicus L and Sauropus androgynus L. Merr significantly increased milk production (P0.05), and highly affected specific gravity of Etawah crossbreed goat milk (P 0.01), but did not affect milk quality (dry matter, dry ingredients non fat, protein fat and casein) (P0.05). It could be concluded that the addition of Coleus amboinicus L. and Sauropus androgynus L. Merr increased milk production, but did not affect consumption and milk quality.