Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PAJAK HIBURAN TAMAN REKREASI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH Leonila .; Willy Tri Hardianto; Nanang Bagus
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.498 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v2i2.53

Abstract

Abstrak: Otonomi daerah adalah kemampuan daerah untuk membiayai kawenangan atau kekuasaan yang dimiliki oleh pemerintah. Otonomi member keleluasan pada daerah mengurus urusan rumah tangganya seniri secara demokratis dan bertanggungjawab dalam bingkai Negara kesatuan Indonesia. Dengan kondisi Kota Malang sebagai Kota tersebesar ke dua setelah Surabaya, khususnya Malang sebagai Kota pariwisata. Pemandian Tlogomas merupakan salah satu dari wisata rekreasi di Kota Malang yang memadukan konsep wisata, pendidikan, olahraga dan kuliner serta juga menunjang pendapatan asli Daerah (PAD) dalam menjamin terselengaranya otonomi daearah yang nyata, dinamis agar dapatan asli Daerah mempunyai peran yang sangat penting untuk menyelengarakan pembangunan Daerah menjadi lebih baik. Dalam penelitian ini di gunakan metode peelitian kualitatif dengan mengunakan langkah-langkah pengumpulan data yang di lakukan melalui wawancara langsung, observasi dan dokumentasi dan di lanjutkan dengan pengelolaan dan menganalisa data untuk menarik kesimpulan. Dari penelitian yang dilaksanakan telah diperoleh suatu kesimpulan bahwa pemandian Tlogomas merupakan taman rekreasi yang sangat strategis dan di minati pengunjung karna jaraknya yang strategis serta fasilitas yang tidak jauh beda degan taman rekreasi yang lain walaupun masi kurang promosi lebih luas serta petugas keamanan yang jumlahya sedikit tetapi pemandian Tlogomas juga ikut memberikan hasilnya dalm menunjang pendapatan asli Daerah (PAD) Kata Kunci : Implementasi Kebijakan, Taman Rekreasi dan Pendapatan Asli Daerah Abstract: Regional autonomy is the ability to fund kawenangan or power possessed by the government. Member autonomy flexibility in the area to take care of household affairs seniri democratic and accountable in the frame of the unity of Indonesia. With conditions as the City of Malang tersebesar to two after Surabaya, Malang especially as city tourism. Tlogomas bath is one of the tourist recreation in Malang that combines the concept of tourism, education, sports and culinary as well as supporting the original income (PAD) in the area will ensure terselengaranya real autonomy, dynamic regional original income that has a very important role to carry out development of the region for the better. In this study used qualitative methods peelitian by using the steps in the data collection done through direct interviews, observation and documentation and proceed with managing and analyzing data to draw conclusions. Of the research conducted has obtained a conclusion that the baths Tlogomas a recreational park that is very strategic and in the interest of visitors because the distance is convenient and the facilities are not much different from other recreational parks degan although less masi wider promotion and security officers who jumlahya little but bathing Tlogomas preformance results also provide support revenue (PAD). Keyword: Policy Implementation, Parks and Recreation Revenue
PENTINGNYA KEPEMIMPINAN VISIONER DALAM MENUNJANG PENYELENGARAAN AKUNTABILITAS PELAYANAN PUBLIK Mikael Inden; Sugeng Rusmiwari; Willy Tri Hardianto
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.263 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v1i2.33

Abstract

Abstract: This study describes the implementation of visionary leadership and public service accountability. Whether or not that happens visionary leadership in supporting the accountability of public services can be seen in people's satisfaction in getting services. The research was held at the District Office Lowokwaru Malang East Java that directly involve the employees in the sample to be the respondent to provide information via questionnaire. In addition, the study included the type of basic research using quantitative descriptive research methods. Instrument research using observation, documentation, and distribution of questionnaires by selecting respondents from several employees at the District Office Lowokwaru Malang. Once the research is completed and data analysis achieve the end result, the authors concluded that that (1) Visionary Leadership in Malang District Office Lowokwaru Plays Very Good. (2) The Public Service Accountability Lowokwaru District Office also held a good line with a clear flow of existing such service and filing procedures or apply for your correspondence as described in the previous chapter. (3) On the whole, it can be said that the combination of visionary leadership and accountability of public services organization in the District Office Lowokwaru Malang lasted Very good as expected with by the service providers (government / officers in this instance) with the right to obtain services (community). (4) Visionary Leadership in government is good, so the implementation of the accountability of public service was performing well. And (5) accountability of public service in this instance, so it can be said that the visionary leadership of any kind. Or in other words, public services performing well in this instance due to the visionary leadership that also happen well. Keywords: Visionary Leadership, Public Service. Abstrak: Penelitian ini mendeskripsikan tentang kepemimpinan visioner dan penyelenggaraan akuntabilitas pelayanan publik. Baik tidaknya kepemimpinan visioner yang terjadi dalam menunjang akuntabilitas pelayanan publik dapat dilihat pada kepuasan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan. Penelitian ini bertempat di Kantor Kecamatan Lowokwaru Malang Jawa Timur yang secara langsung melibatkan para pegawai sebagai sampel untuk dijadikan responden dalam memberikan keterangan lewat kuisioner. Di samping itu, penelitian ini termasuk jenis penelitian dasar dengan menggunakan metode penelitian Deskriptif Kuantitatif. Instrument penelitian menggunakan observasi, dokumentasi, dan penyebaran kuisioner dengan memilih responden dari beberapa pegawai yang ada di Kantor Kecamatan Lowokwaru Malang. Setelah penelitian selesai dan analisis data mencapai hasil akhirnya, maka penulis berkesimpulan bahwa Bahwa (1) Kepemimpinan Visioner di Kantor Kecamatan Lowokwaru Malang Berperan Sangat Baik. (2) Penyelenggaraan Akuntabilitas Pelayanan Publik di Kantor Kecamatan Lowokwaru juga terselenggara dengan Baik sesuai dengan alur yang jelas yang sudah ada seperti prosedur pelayanan dan pengajuan atau permohonan pembuatan surat menyurat seperti yang dijelaskan di bab sebelumnya. (3) Secara keseluruhan, maka dapat dikatakan bahwa perpaduan antara kepemimpinan visioner dan penyelenggaraan akuntabilitas pelayanan publik di Kantor Kecamatan Lowokwaru Malang berlangsung Sangat Baik sesuai dengan yang diharapkan bersama oleh pihak pemberi layanan (pemerintah/petugas di instansi ini) dengan yang berhak memperoleh layanan (masyarakat). (4) Kepemimpinan Visioner di instansi ini baik, sehingga penyelenggaraan akuntabilitas pelayanan publik pun terlaksana dengan baik. Dan (5) akuntabilitas Pelayanan Publik di instansi ini baik, sehingga dapat dikatakan bahwa Kepemimpinan Visioner pun baik. Atau dengan kata lain, pelayanan publik terlaksana dengan baik di instansi ini disebabkan karena kepemimpinan visioner yang juga terjadi dengan baik. Kata Kunci : Kepemimpinan Visioner, Pelayanan Publik.
KUALITAS PELAYANAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI SAMSAT KOTA BATU Herluinus A. Deda; Willy Tri Hardianto
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.599 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v7i3.1398

Abstract

Abstract - Public service is a form of service provided by the bureaucracy or government to the public. The implementation of public services is intended to meet needs that are in accordance with the wishes and expectations of the community. The quality of motor vehicle tax service in the city of Batu samsat is not optimal in terms of responsiveness aspects, aspects of physical evidence, aspects of empathy. Therefore, research will be conducted on the quality of motor vehicle tax services in the city of Batu samsat. The research method used is qualitative research with data collection techniques using techniques, interviews, observation and documentation. The research location was at the samsat office in Ngaglik Subdistrict, Batu City. Sources of data used in the form of primary data and secondary data as well as using data analysis components namely, data reduction, data presentation and conclusions while to measure the validity of the data used triangulation of data collection sources. The results of the study found that the quality of the motor vehicle tax service in Samsat Batu city provided the best service to taxpayers easily, quickly and accurately so that tax revenue was still obtained maximally. Keywords : Service quality, tax Abstrak - Pelayanan publik merupakan suatu bentuk layanan yang diberikan birokrasi atau pemerintah kepada masyarakat. Pelaksanaan pelayanan publik dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang sesuai dengan keinginan dan harapan masyarakat. Kualitas pelayanan pajak kendaraan bermotor di samsat kota Batu belum optimal dalam hal Aspek daya tanggap, Aspek Bukti Fisik, Aspek empati. Oleh karena itu, akan di lakukan penelitian tentang Kualitas pelayanan pajak kendaraan bermotor di samsat kota Batu. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik, wawancara, observasi dan dokumentasi. Lokasi penelitian pada Kantor samsat Kelurahan Ngaglik, Kota Batu. Sumber data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder serta menggunakan komponen analisis data yaitu, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan sedangkan untuk mengukur keabsahan data digunakan triangulasi sumber pengumpulan data. Hasil dari penelitian ditemukan bahwa kualitas pelayanan pajak kendaraan bermotor di samsat kota batu memberikan pelayanan sebaik – baiknya pada wajib pajak dengan mudah, cepat dan akurat sehingga penerimaan pajak tetap diperoleh secara maksimal. Kata kunci : Kualitas pelayanan, pajak
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN RETRIBUSI PARKIR TERHADAP PAD Semdi J E. Sopbaba; Sugeng Rusmiwari; Willy Tri Hardianto
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.787 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v1i2.35

Abstract

Abstract: Provision of autonomy to regions aims to give authority to the regions to organize and manage his own household, in order to improve the efficiency and effectiveness of governance in the context of public service and implementation. One source of revenues which is fairly great is parking retribution. This sector is one of important sources of revenue as it always has been developed along with the development of the region (the city), so that when it is managed properly, it can support local revenue (PAD). The research method is qualitative, describing and revealing problems and condition in the way they are. The informants were taken by using purposive sampling and snowball sampling technique, for collecting data through interviews, observation, and documentation. The data were analyzed in three stages, namely data reduction, data presentation, and conclusion. The results showed that in the last three years (2009 up to 2011) parking retribution give retribution in average of 1.49% to local revenue in Batu Cities in every year. This shows that the contribution of parking retribution supports the local revenue in Batu but is still relatively small. Furthermore, the collecting of parking retribution in Batu is carried out through several phases including: a) determination of parking object, b) collection of parking retribution, and c) billing. The factors affecting the collection of parking retribution in Batu City are: 1) lack of public awareness, and 2) lack of control system. Keywords: Implementation, Parking Retribution, and Local Revenue (PAD) Abstrak: Pemberian otonomi kepada daerah bertujuan memberi kewenangan kepada daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri, guna meningkatkan efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat dan pelaksanaan pembangunan. Salah satu sumber penerimaan retribusi daerah yang cukup besar adalah retribusi parkir. Sektor ini merupakan salah satu sumber penerimaan yang penting karena selalu mengalami perkembangan seiring dengan berkembangnya suatu kawasan (kota), sehingga bila dikelolah dengan baik dapat menunjang pendapatan asli daerah (PAD). Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif, denga cara mendeskripsikan dan mengungkapkan masalah dan keadaan apa adanya. Pengambilan informan mempergunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling sedangkan teknik pengumpulan data melalui interview, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tiga tahapan, yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada tiga tahun terakhir (2009 S/D 2011) retribusi parkir memberikan kontribusi sebesar rata-rata 1,49% terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kota Batu tiap tahunnya. Hal ini menunjukan bahwa kontribusi retribusi parkir dalam menunjang PAD di Kota Batu masih tergolong kecil. Selanjutnya pemungutan retribusi parkir di Kota Batu dilaksanakan melalui beberapa tahapan antara lain : a) Penetapan Objek Parkir; b) Pemungutan Retribusi Parkir dan c) Penagihan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pemungutan retribusi parkir di Kota Batu antara lain: 1) Rendahnya Kesadaran masyarakat; dan 2) Rendahnya Sistem Pengawasan. Kata Kunci: Implementasi, Retribusi Parkir, Pendapatan Asli Daerah (PAD)
ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP VOICE (EKSPRESI KETIDAKPUASAN) MASYARAKAT DI SEKTOR ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN Florianus Neris; Willy Tri Hardianto
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.427 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v5i2.238

Abstract

Abstract: Providing the high quality service faced to the globalization challenge and the condition is not still sufficient yet related to the public need, the is an unsatisfaction so that the administration preparation is needed. This type of research used quantitative method, also purposive sampling. The research instrument are observation, questionnaires, documentation also literatures. The data analysis is consisted of multiple linear regression, F-test and t-test. The result is the service that consisted of tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy simultaneously negative effect in voice (expression of dissatisfaction). The linear regression equation, Y= 26,760 + (-0,298)X1 + (-0,226)X2 + (-0,485)X3 + (-0,189)X4 + (-0,274)X5 + 1,904. From the F test result indicate the quality of service is a significant negative effect in the voice (expression of dissatisfaction) with a significant level 0,000. While the result of the t-test, all variables have the significant influence in voice (expression of dissatisfaction) with sigificant tangible level of 0,001 (0,1%), reliability of 0,008 (0,8%), responsiveness 0,000 (0%), assurance amounted to 0,006 (0,6%), and empathy 0,001 (0,1%). Key words: Quality, Service, Voice Abstrak: Dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dihadapkan dengan tantangan globalisasi dan kondisi belum sesuai dengan kebutuhan publik sehingga timbulnya ketidakpuasan, sehingga diperlukan kesiapan administrator pelayanan. Jenis penelitian menggunakan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian yaitu studi lapangan (observasi, kuesioner, dokumentasi) dan studi literature. Teknik analisa data terdiri dari regresi linear berganda, uji F, dan uji t. Hasil penelitian yakni kualitas pelayanan yang terdiri dari tangible, reliability, responsivenes, assurance, dan emphaty secara bersamaan berpengaruh negatif terhadap voice (ekspresi ketidakpuasan). Persamaan regresi linear Y = 26,760 + (-0,298)X1 + (-0,226)X2 + (-0,485)X3 + (-0,189)X4 + (-0,274)X5 + 1,904. Dari hasil uji F menunjukkan kualitas pelayanan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap voice (ekspresi ketidakpuasan) dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Sedangkan dari hasil uji t, semua variabel mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap voice (ekspresi ketidakpuasan) dengan tingkat signifikan untuk tangible sebesar 0,001 (0,1%), reliability sebesar 0,008 (0,8%), responsiveness sebesar 0,000 (0%), assurance sebesar 0,006 (0,6%), dan emphaty sebesar 0,001 (0,1%). Kata kunci: Kualitas, Pelayanan, Voice
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRASI DALAM PEMBUATAN PASPORT TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT Fransiskus Yogi; Willy Trihardianto
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.059 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v7i2.1420

Abstract

Abstrack: Based on the results of the research and discussion by using multiple linear regression analysis can be concluded as follows: 1) The quality of administrative services in making passports which include tangibles, reliability, responsiveness, assurance, Empathy, are in the good category and community satisfaction is in the high category. 2) Quality of administrative services in the manufacture of passports which include tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy variables are partially on community satisfaction. 4) Responsiveness has a dominant influence to the community satisfaction. These results are indicated by the tangibles regression coefficient of 0.218, reliability of 0.156, responsiveness of 0.545, assurance of 0.141 and empathy of 0.147. Therefore it can be concluded that the variable responsiveness has a dominant influence to the community satisfaction. Keywords: physical evidence, reliability, responsiveness, assurance, empathy, partially and simultaneously dimensions. Abstrak : Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dengan  menggunakan analisisi pengaruh kualitas pelayanan administrasi dalam pembuatan pasport terhadap kepuasan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah pengguna layanan pada Kantor Imigrasi Kelas 1 Malang. Berdasarkan hasil penelitian: 1) Kualitas pelayanan administrasi dalam pembuatan pasport yang meliputi variabel tangibles, reliability, responsiveness, assurance, Empathy masuk dalam kategori baik dan kepuasan masyarakat masuk dalam kategori tinggi. 2) Kualitas pelayanan administrasi dalam pembuatan pasport yang meliputi variabel tangibles, reliability, responsiveness, assurance, Empathy berpengaruh secara parsial terhadap kepuasan masyarakat.. Hasil tersebut ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi tangibles yaitu sebesar 0,218, reliability sebesar 0,156, responsiveness sebesar 0,545, assurance sebesar 0,141 dan empathy sebesar 0,147. Jadi dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel responsiveness (daya tanggap) mempunyai pengaruh dominan terhadap kepuasan masyarakat. Kata Kunci : tangibles, reliability, responsiveness, assurance, Empathy, berpengaruh secara parsial dan simultan.
OMBUDSMAN STRATEGY OF REPUBLIC OF INDONESIA IN EAST JAVA REPRESENTATIVE REGARDING PUBLIC SERVICE SUPERVISION Marianus Yofan Kader; Willy Tri Hardianto
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.471 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i3.1782

Abstract

Abstrack: Establishing Ombudsman institution was aimed to aid in creating and developing favorablecondition in implementation of Corruption and Nepotism (KKN) through people’s participation. Goodgovernmental and state implementation would only achieved by improving the quality of state apparatusin its governments, also maintain good government principles. The task of ombudsman is to investigatereports under the presumption of maladministration in its public service’s supervision. Study method usedin this paper was qualitative method. Data collection technique was using observation, interview anddocumentation to support data verification. Data analysis methods used were data reduction, datapresentation and data verification. Study results showed that Ombudsman strategy of Republic ofIndonesia in East Java Representative has obedience strategy toward public service standard as one ofthe target to achieve National Medium Term Development Plan (RPJMN). Its supporting factors wouldbe commitment from public service institution in coordination with Ombudsman and various Ombudsmannetwork such as Ombudsman friends in regional area, while its impeding factors would be the limitednumber of employees. To execute the work and function of Ombudsman, sufficient employees should bemet in order to avoid lack of employees in completing the works and function of Ombudsman.Keywords: Ombudsman Strategy; Public ServiceAbstrak: Pembentukan lembaga Ombudsman bertujuan untuk membantu menciptakan danmengembangkan kondisi yang kondusif dalam melaksanakan pemberantasan Korupsi, Kolusi, danNepotisme (KKN) melalui peran serta masyarakat. Penyelenggaraan negara dan pemerintahan yang baikhanya dapat tercapai dengan peningkatan kualitas aparatur penyelenggara negara dan pemerintahan, jugapenegakan asas-asas pemerintahan umum yang baik.Tugas Ombudsman adalah memeriksa laporan atasdugaan maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik.Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui strategi Ombudsman dalam pengawasan pelayanan publik.Metode penelitian yang digunakanadalah kualitatit.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pengamatan (observasi),wawancara (interview) dan dokumentasi untuk mendukung keabsahaan data.Metode analisis data yangdigunakan adalah reduksi data, penyajian data dan verification. Hasil penelitian membuktikan bahwastrategi Ombudsman Republik Indonesia perwakilan Provinsi Jawa Timur memiliki strategi kepatuhanterhadap standar pelayanan publik sebagai salahsatu target pencapaian Rencana Pembangunan JangkaMenengah Nasional (RPJMN). Adapun faktor pendukung yaitu komitmen dari instansi penyelenggarapelayanan publik berkoordinasi dengan Ombudsman dan jaringan Ombudsman yang banyak sepertisahabat-sahabat Ombudsman di daerah, sedangkan faktor penghambat adalah jumlah pegawai yangterbatas.Untuk menjalankan tugas dan fungsi Ombudsman harus menyediaakan pegawai yang cukup agartidak terjadi persoalan seperti kurangnya pegawai dalam menyelesaikan tugas dan fungsi Ombudsman.Kata kunci: Strategi Ombudsman; Pelayanan Publik
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK TENTANG IZIN PENDIRIAN USAHA RUMAH MAKAN DI KOTA BATU Ahmad Juhari; Willy Tri Hardianto
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.698 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v6i3.1463

Abstract

Abstract: Licensing to establish a restaurant business is one of the licensing services provided to the community in need by the Investment Service of PTSP and NAKER Batu City. The number of people who have permission to establish a restaurant business in Batu, shows that the services provided are in accordance with the expectations of the community. The research method used is qualitative, data collection through observation, interview and documentation. The results showed that the quality of services provided by the Investment Service of PTSP and NAKER Batu City seen from the ease in obtaining business licensing letter has been said good, the speed is also good, the timeliness is also good, the human resources owned is good, the facility is well, the security and responsibility is good, the operational vehicle is not good, because there is only 1 (one) operational vehicle only, the availability of manpower in the field of business licensing service is less good, because there are 2 (two) and the replacement of the two persons does not yet exist. Keywords: Licensing, Restaurant, Service Quality Abstrak: Perizinan mendirikan usaha rumah makan merupakan salah satu jenis pelayanan perizinan yang diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan oleh Dinas Penanaman Modal PTSP dan NAKER Kota Batu. Banyaknya masyarakat yang memiliki izin pendirian usaha rumah makan di Kota Batu menunjukkan pelayanan yang diberikan tersebut sudah sesuai dengan harapan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya kualitas pelayanan yang diberikan oleh Dinas Penanaman Modal PTSP dan NAKER Kota Batu dilihat dari kemudahan dalam mendapatkan surat perizinan usaha sudah dikatakan baik, kecepatan juga sudah baik, ketepatan waktu juga sudah baik, sumber daya manusia yang dimiliki sudah baik, fasilitas sudah baik, keamanan dan tanggung jawab sudah baik, kendaraan operasional kurang baik, karena hanya terdapat 1 (satu) unit kendaraan operasional saja, ketersediaan tenaga kerja di bidang pelayanan perizinan usaha kurang baik, karena terdapat 2 (dua) orang yang telah dimutasi naik jabatan, dan pengganti kedua orang tersebut belum ada. Kata Kunci:  Kualitas Pelayanan, Perizinan, Rumah Makan
ANALISIS PERBANDINGAN PARTISIPASI MASYARAKAT KAWASAN PERUMAHAN DENGAN KAWASAN PERKAMPUNGAN DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN Winfrit Kasse; Willy Tri Hardianto; Dewi Citra Larasati
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.604 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v6i1.371

Abstract

Abstract : Participatory development planning is an important issue of development that become demand of the people. This is related to the result of the evaluation that the approach of the development that is top-down rated less answer the basic issues and the needs of the community. The type of research is qualitative research with data collection technique by interview, observation and documentation, while the informants in this study is the Village Authorities and the Communities with Snowball sampling. The public participation of the housing area with the township area in the perspective of development in the Village of Landungsari, Sub-district of Dau, Malang Regency as follows: Planning of development through Musrenbangdes participation or level of community participation residential/housing area in development planning is still low, this is happening because in general people of the housing area have activities or work either as an entrepreneur, lecturer, teacher as well as Government Employee. While the level of participation of the people live in the township area in development planning through Musrenbangdes is larger both involved as an object or as a subject. Factors that affect the role of community participation in the housing area and the township/village area in the development planning in the Village of Landungsari: education, awareness, level of income. Keywords: Participation, People/Community, Development Abstrak : Perencanaan pembangunan partisipatif merupakan isu penting pembangunan yang menjadi tuntutan masyarakat. Hal ini terkait dengan hasil evaluasi bahwa pendekatan pembangunan yang bersifat top-down dinilai kurang menjawab persoalan dasar dan kebutuhan masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan informan dalam penelitian ini adalah Pemerintah Desa dan Masyarakat dengan penarikan sampel secara snowbal sampling. Peran serta masyarakat kawasan perumahan dengan perkampungan dalam perspektif pembangunan di Desa Landungsari Kecamatan Dau Kabupaten Malang sebagai berikut: Perencanaan pembangunan melalui Musrenbangdes peran serta atau tingkat partisipasi masyarakat kawasan perumahan dalam perencanaan pembangunan masih rendah, hal ini terjadi dikarenakan pada umumnya masyarakat perumahan mempunyai pekerjaan sebagai pengusaha, dosen, guru, wiraswasta serta Pegawai Negeri Sipil. Sedangkan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggal di perkampungan dalam perencanaan pembangunan melalui Musrenbangdes lebih besar baik terlibat sebagai obyek maupun sebagai subyek. Faktor-faktor yang mempengaruhi peran partisipasi masyarakat kawasan perumahan dengan perkampungan dalam perencanaan pembangunan di Desa Landungsari: pendidikan, kesadaran, tingkat pendapatan. Kata kunci: Partisipasi, Pembangunan
PENGARUH DISIPLIN KERJA PEGAWAI TERHADAP PELAYANAN PUBLIK STUDI DI KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU Salfina Ewi Agho; Willy Tri Hardianto
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.81 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i2.1609

Abstract

Abstract: Reducing public assumptions and bad perceptions of the public service system is a huge responsibility for the government in this era of globalization. One way to overcome this is to improve employee work discipline. This is because with high work discipline, it will automatically arouse the public's attractiveness towards the government because of the excellent government system.  This type of research uses quantitative descriptive method. This research was conducted in Junrejo sub-district, Batu City. Research data consists of primary data and secondary data. Data collection uses questionnaires and documentation. While the data in the data analysis is testing the validity and reliability of the instrument , determine the value of the correlation coefficient and test the hypothesis using Spearman correlation analysis Rank . (84.8%) and 0.00 respectively. So that it can be said that there is a very strong positive relationship between employee work discipline towards public services in Junrejo sub-district, Batu City. This result automatically accepts H1 and rejects H0 where the Rxy table for 20 respondents is 0.444. The final conclusion is that there is a positive and significant relationship between employee work discipline and public service in the Junrejo sub-district of Batu City. Or in other words, employee work discipline can improve public services in Junrejo sub-district, Batu City, ideally at 84.8%. Keywords: Discipline of Employee, Public Service  Abstrak: Mengurangi asumsi dan presepsi buruk masyarakat akan sistem pelayanan publik menjadi tanggung jawab yang sangat besar bagi pemerintah di era globalisasi ini. Salah satu cara mengatasi hal tersebut adalah dengan meningkatkan kedisiplinan kerja pegawai. Hal ini karena dengan kedisiplinan kerja yang tinggi akan secara otomatis membangkitkan daya tarik masyarakat terhadap pemerintah karena sistem pemerintahan yang prima Tujuan peneltian ini untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja pegawai terhadap pelayanan publik. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di kecamatan Junrejo Kota Batu. Data penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan dokumentasi. Sedangkan data yang dianalisis datanya yaitu uji validitas dan reliabilitas instrumen, menentukan nilai koefisien korelasi dan uji hipotesis menggunakan analisis korelasi Spearman Rank) berdasarkan analisis korelasi Spearman Rank  menggunakan SSPS Versi 16 masing-masing adalah 0,848 (84,8%) dan 0,00. Sehingga dapat dikatakan terdapat hubungan positif sangat kuat antara disiplin kerja pegawai terhadap pelayanan publik di kecamatan Junrejo Kota Batu. Hasil ini secara otomatis menerima H1 dan menolak H0 dimana Rxy tabel untuk 20 responden yaitu 0,444. Kesimpulan akhirnya adalah ada hubungan positif dan signifikan antara disiplin kerja pegawai dan pelayanan publik di kecamatan Junrejo Kota Batu. Atau dengan kata lain kedisiplinan kerja pegawai mampu meningkatkan pelayanan publik di kecamatan Junrejo Kota Batu secara ideal sebesar 84,8 %. Kata Kunci:  Kedisiplinan Kerja, Pelayanan Publik