Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : BIOPROSPEK

Kelimpahan Serangga Arboreal Pada Padi Sawah Di Kelurahan Lempake Kota Samarinda Kalimantan Timur Hidayatullah, Achmad Rivaldy; Hariani, Nova; Trimurti, Sus
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 13 No 2 (2018): Bioprospek: Jurnal Ilmiah Biologi: Volume 13 Number 2 2018
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.011 KB) | DOI: 10.30872/bp.v13i2.427

Abstract

The study of arboreal insect abundance in paddy field in Lempake village, Samarinda, Kalimantan Timur province has been conducted in June until December 2017. The purpose of this study is to know the kinds of arboreal insects in paddy field in Lempake Village. Sampling are using sweeping net and Light trap. The data obtained is displayed in the form of description. During the research, Arboreal insects obtained in 3 phases rice paddy field growth (from the vegetative to the harvesting phases in the rice field) in Lempake were 33 genera classified in 8 orders, namely Coleoptera, Diptera, Hemiptera, Hymenoptera, Lepidoptera, Mantodea, Odonata, Orthoptera. In the vegetative phase of paddy were found 20 genera, generative phase 16 genera and pre-harvest phase 17 genera.
Morfologi Polen Dan Jenis Tumbuhan Yang Terdapat Pada Pollen Lebah Stingless Bees (Trigona spp.) Dari Pulau Nunukan, Kalimantan Utara Dahlia, Dahlia; Syafrizal, Syafrizal; Hariani, Nova
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 14 No 1 (2019): Bioprospek: Jurnal Ilmiah Biologi: Volume 14 Number 1 2019
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.696 KB) | DOI: 10.30872/bp.v14i1.434

Abstract

Stingless bees (Trigona spp.) are pollinators that play a role in pollination (pollination). Bees look for food on flowers because they accidentally bring pollen to their bodies and carry it as food ingredients. This research was conducted from January to March 2018, with the aim to find out the pollen morphology and the species of plant as feed sources of Stingless Bees (Trigona spp.). The method used in this study is the Acetolysis method. The most common form of pollen unit found in this research was monad unit form, there is only one unit of polyad and tetrad. While the most pollen form is the prolate spheroidal, the most common size of pollen is the medium size category. Aperture found consisted of inerturate, corporate, monocolpate, monosulcate, triporate, tricolpate, tricolor, trichotomosulcate, trichotomocolporate, trizono company, tetraporate and parasyncolpate. Sculpture consists of psilate, reticulate, perforate, echinate, scabrate, microreticulate and regulate. Observations from pollen morphological samples found 21 plant families with 28 different species which became the plant source of bee nectar.
Studi Morfologi Polen Tanaman Pekarangan Di Perumahan Gn. Dubbs Balikpapan Palupi, Elok; syafrizal, Syafrizal; Hariani, Nova
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 13 No 2 (2018): Bioprospek: Jurnal Ilmiah Biologi: Volume 13 Number 2 2018
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.787 KB) | DOI: 10.30872/bp.v13i2.422

Abstract

This research was conducted to determine the morphology of pollen from the type of yard plants found in Gn. Dubbs street Balikpapan. The method used is the method making preparations for the acetolysis pollen. The result of this research obtained 9 spesies and 9 types of family are Allamanda cathartica (famili Apocynaceae), Europhibia milii (famili Euphorbiaceae), Caesalpinia pulcherrima (famili Fabaceae), Orthosiphon stamineus (famili Laminaceae), Hibiscus rosa-sinensis (famili Malvaceae), Muntingia calabura (famili Elaeocarpaceae), Mirabilis jalapa dan Bougainvillea sp. (famili Nyctaginaceae), Ixora sp. (famili Rubiaceae). Pollen morphology of plant traits found in residential lawns Gn.Dubbs Street is the type aperture (inaperture, periporalate, syncolpatae, monoporalate, diporalae, tricolpalate and stephanocolpate), from additional (reticulate, baculate, striate, verrucate, regulate dan scabrate)
STUDI STRUKTUR DAN KOMUNITAS PLANKTON DI SUNGAI JEMBAYAN KECAMATAN LOA KULU, KUTAI KARTANEGARA Patang, Nurfadilah A.; Hendra, Medi; Kurniati, Reni; Fudiantoro, Aldi; Hariani, Nova
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 15 No 2 (2023): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bp.v15i2.1212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi lingkungan (fisika dan kimia) serta struktur komunitas plankton di sungai Jembayan kecamatan Loa Kulu kabupaten Kutai Kartanegara. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Data yang diperoleh diolah dan disajikan dalam bentuk kelimpahan plankton, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominasi. Selama penelitian diperoleh rentang kecerahan termasuk dalam kategori perairan keruh, rentang suhu menunjukkan rentang cukup baik untuk pertumbuhan biota perairan, rentang salinitas yang menunjukkan air tawar, rentang TDS termasuk dalam rentang normal dan rentang pH termasuk dalam kategori dari pH rendah. Selama penelitian ditemukan plankton yang termasuk dalam kelas 10 yaitu Bacillariophyceae, Chlorophyceae, Crustacea, Cyanophyceae, Dictyophyceae, Euglenophyceae, Monogononta, Rhizopoda, Rotifera dan Zygnematophyceae. Selama penelitian kelimpahan plankton di Stasiun 1 sebanyak 15.050 individu/Liter, di Stasiun 2 sebanyak 20.819 individu/Liter, di stasiun 3 sebanyak 25.627 individu/Liter. Indeks Keanekaragaman (H') pengamatan berkisar antara 2,709 hingga 3,064 dengan keanekaragaman tertinggi terdapat pada stasiun dua sore sebesar 3,064 dan terendah pada Stasiun 1. Semua stasiun penelitian mempunyai tingkat keanekaragaman sedang. Indeks keseragaman (E) berkisar antara 0,831 sampai 0,940 menunjukkan bahwa jumlah individu tidak merata atau tidak seragam. Indeks dominasi (D) yang berkisar antara 0,057 hingga 0,093 menunjukkan bahwa tidak terdapat jenis plankton tertentu yang mendominasi perairan pada setiap stasiun pengamatan.
KEANEKARAGAMAN SERANGGA ARBOREAL DI KAWASAN KAMPUS UNIVERSITAS MULAWARMAN KOTA SAMARINDA Ramadhanty, Mutiara Desma Auliya; Hariani, Nova; Mukhlis, Mukhlis
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 16 No 2 (2024): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bp.v16i2.1304

Abstract

Tingginya angka pembangunan gedung di sekitar kampus Universitas Mulawarman mengakibatkan turunnya keanekaragaman hayati karena berkurangnya lahan terbuka hijau. (RTH). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis serangga arboreal yang ditemukan di Kampus Universitas Mulawarman serta untuk mengetahui nilai indeks keanekaragaman, kemerataan, dan dominansi serangga arboreal di kawasan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Maret 2023 di kawasan Kampus Universitas Mulawarman. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode transek dengan menelusuri area kampus, dan pengambilan sampel serangga dilakukan menggunakan insect net. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangga arboreal yang ditemukan berasal dari 6 ordo, yaitu Coleoptera, Hemiptera, Hymenoptera, Lepidoptera, Odonata, dan Orthoptera, yang terdiri atas 13 famili dengan 30 spesies. Nilai indeks keanekaragaman (H’) pada pagi hari sebesar 2,072 dan sore hari sebesar 1,885, yang menunjukkan kategori sedang. Nilai indeks kemerataan (E) pada pagi hari sebesar 0,636, termasuk kategori tinggi, dan sore hari sebesar 0,593, termasuk kategori sedang. Sementara itu, nilai indeks dominansi (C) pada pagi hari sebesar 0,226 dan sore hari sebesar 0,392, yang menunjukkan bahwa tidak ada spesies yang mendominasi. Hasil indeks keanekaragaman menunjukkan bahwa perlu diperhatikan keberadaan RTH agar keanekaragaman serangga arboreal lebih tinggi dan jumlah individunya banyak.
Prevalensi dan Intensitas Telur Cacing Parasit pada Feses Sapi Bali (Bos javanicus domesticus) di Peternakan Desa Kertabuana Kec. Tenggarong Seberang dan Desa Muang Lempake Kec. Samarinda Utara Wesley, Sitohang; Trimurti, Sus; Fadhila, Fasya; Patang, Fatmawati; Hariani, Nova
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 15 No 1 (2023): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bp.v15i1.1107

Abstract

The research was conducted from May to August 2015. The purposes of the research are to determine the prevalence and intensity of gastrointestinal worm infection in bali cattle, to know wether there is difference in the number of gastrointestinal worm eggs that are found in of male and female bali cattle, to find out if there is a difference in the prevalence and intensity of gastrointestinal worm infection of bali cattle in kertabuana and Muang village. The total number of faecal samples were collected from bali cattle at 2 ranches with are repetition. The results showed that there are 13 spesies of worm eggs found in the feces, which are Ascaris lumbricoides, Bunostomum phlebotomum, Dicrocoelium dendriticum, Echinicoccus granulosus, Fasciola hepatica, F. gigantica, Haemonchus contortus, Hymenolepis nana, H. diminuta, Ostertagia ostertagi, Paramphistomum cervi, Schistosoma bovis, Trichuiris globulosa. Fasciola hepatica worm eggs have the highest prevalence, infecting bali cattle in both ranches with a percentage of 56,67% in Muang village and 83,33% in Kertabuana village. Ascaris lumbricoides also has the second highest intensity after F. hepatica worm eggs in both ranches with 200 eggs/gram of feces in Muang village and 300 eggs/gram of feces in Kertabuana village.
KEANEKARAGAMAN LABA-LABA (ARANEAE) DI KAWASAN RUANG TERBUKA HIJAU KAMPUS UNIVERSITAS MULAWARMAN, SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR Aditya, Zahwa Adela; Hariani, Nova; Patang, Fatmawati
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 17 No 1 (2025): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bp.v17i1.1498

Abstract

Indonesia merupakan negara megadiversitas dengan keanekaragaman hayati fauna dan flora yang tinggi. Universitas Mulawarman di Kalimantan Timur memiliki luas sekitar 70 hektar kawasan terbuka hijau yang memiliki banyak potensi dan keanekaragaman yang belum dieksplorasi, termasuk keanekagaman laba-laba. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, kelimpahan, indeks keanekaragaman, kemerataan, dan dominansi laba-laba di kawasan ruang terbuka hijau kampus Universitas Mulawarman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode pengambilan sampel laba-laba menggunakan sweep net. Hasil penelitian didapatkan 6 famili laba-laba, yakni Araneidae, Salticidae, Pisauridae, Thomisidae, Pholcidae, dan Clubionidae dengan 14 spesies, yaitu Cyrtophora cicatrosa, Araneus diadematus, Yaginumaella sp., Epeus tener, Phintella vittate, Phintella handersoni, Phintella rajbharathi, Tisaniba sp., Tisaniba loeblii, Hasarius adansoni, Dolomedes tenebrosus, Camaricus formosus, Holocnemus pluchei, dan Matidia virens. Kemudian, nilai Indeks keanekaragaman (H’), kemerataan (E), dan dominansi (D) masing-masing sebesar H’ = 2,548; E = 0,966; dan D = 0,084 yang memiliki arti tingkat keanekaragaman laba-laba di kawasan ruang terbuka hijau kampus Universitas Mulawarman adalah sedang-tinggi dan merata, serta tidak ada spesies yang mendominasi.
Co-Authors A. Irma Suryani Aditya Setiawan Aditya, Zahwa Adela Ahmad Fudhail  Majid An Nissa falaq Qurrahmah Anggraeni, Dwi Ayu Annida Nurul F. A., Annisa Nurul Ilmi dan Fauzan Ibram M. Annisa, Sajidah Salsabila Ardana Reswari Dianingrum Arum, Elis Seftia Aryani, Retno Aura Nur Kholifah Az, Syadza Zahratun Nufus B, Dian Aspiyani Baehaqi Berty Veibrita Sinaga Budima, Budima Budiman Budiman Budiman Dahelmi Dahelmi Dahlia Dahlia Daryadi A, Muhammad Desy Rara Bulaan Dharma, Bodhi Dijan Sunar Rukmi Dina Hayati Putri Dini, Putik Van Eka Kurnia Pratiwi Ekawati, Sri Nadyar Eko Kusumawati Erna Pali Fadhila, Fasya Fatmawati Patang Fatmawati Patang Febriana Nincy Lediana Gurning Febritasari, Tya Febry Rahmadhani Hasibuan Fudiantoro, Aldi Gusthi Permatasari Handiargo, Ferdy Hazmi, Nubli Hetty Manurung Hidayatullah, Achmad Rivaldy Imam Rosadi Ingga Lies Dastin Intan Ahmad Intan Ahmad Jamun, Rosalia Jane, Erfanus Jumartang, Jumartang Jusmaldi Jusmaldi Karisma Dewi Kurniati, Reni Kustiati Kustiati Lariman Lariman Linda Oktavianingsih Lonita Lonita Magfirah, Andi Medi Hendra, Medi Meilinda, Fanellya Muhammad Basrowi Muhammad Fauzi Arif Muhammad Fauzi Arif Muhammad Gunawan Mukhlis Mukhlis Nasution, Annio Indah Lestari Nikmahtulhaniah Ayu Wulandari Nikmahtulhaniah Ayu Wulandari Norbeta Doq Nur Aini Nur Ulmi Nurmianti, Nurmianti Nurmianti, Nurmianti Nurriska Dwi Artie Nurul Wahidah Nurul Wahidah Olivia Yolanda Lawono Palupi, Elok Pamela Patang, Nurfadilah A. Pratama, Rynaldo Pratiwi, Anggita Endar Pujiyanti, Aloysia Sri Purwasih Purwasih Putranto, Aldo Ferio Ramadhanty, Mutiara Desma Auliya Ratna Kusuma, Ratna Ratnasari, Tiara Halidah Ratri Arbia Nisita Ratri Arbia Nisita Resti Rahayu Resti Rahayu Retno Aryani Retno Aryani Rina Lestari Risqa, Siti Rizka Shofiyya Ramadhani Rizky Rahman Rudianto Rudianto Rudy Agung Nugroho Samsurianto Samsurianto Sarah Sarah Savira, Hernanda Setiawan, Aditya Silvi Susanti Simanjuntak, Imilia Sita Astari Siti Hadijah Siti Rahma Sri Yusmalinar Sudiastuti Sudiastuti Sudiastuti, Sudiastuti Sudiastuti2, Sudiastuti Sudrajat Sudrajat Sus Trimurti Sus Trimurti Sutra, Anang Syafrizal Fachmy Syafrizal Syafrizal Syafrizal Syafrizal Syaidah, Eka Rahmawati Trimurti, Sus Trimurti, Sus Wafif Azizah Weny Bestari Wesley, Sitohang Wulan Rahfi Madona Yuliana, Titin Yuliatin, Ervinda Yusmalinar, Sri Zulfitri, Apriwi