Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Developing Educational Game as Language Acquisition Media for Young Learners Farid Helmi Setyawan; Sofyan Susanto
JET ADI BUANA Vol 4 No 2 (2019): Volume 04 Number 02 October 2019
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/jet.v4.n2.2019.2081

Abstract

Language acquisition is the process of language mastery done by children naturally when they learn their mother of tongue. The era of globalization with the presence of sophisticated technology requires children to be able to use technology well. With the presence of technology, it makes it easy for children to learn many things, especially languages. The purpose of using language learning media based on the educational game culture character of the android system is to increase language acquisition for early childhood. With this language learning media, early childhood is helped in understanding and mastering verbal vocabulary. In addition, in this era, many people have Smart Phones that can load various applications. In addition, it is very easy for parents to access or open an android-based media application from their Smart Phones. The research method used is research and development. This development was carried out in the learning media, namely language learning media based on the educational character of the culture system of the android system. This study uses the Borg and Gall development theory which has been simplified into six stages. This research was conducted at PAUD / TK in the Ngawi Regency, East Java. The research subjects are early childhood and parents in PAUD/TK Ngawi Regency with a total of 50 people. The results of this study are in the form of educational learning applications based on the educational game culture character of the Android system. The results of the data analysis showed that, from 50 respondents who are parents of children, 44 people stated that the media ere feasible and very useful and 45 people gave positive responses. From the results of the addition of the acquisition of children's language shows 46 children experienced progress and the addition of the acquisition of a new language. The results of this study are expected to facilitate early childhood in language acquisition
Small Online Discussion: Membangun Interaksi Belajar Dalam Pembelajaran Jarak Jauh Farid Helmi Setyawan
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.084 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i2.58306

Abstract

Pembelajaran pada saat ini mengalami transformasi yang sangat luar biasa. Dari pembelajaran tatap muka berubah ke dalam pembelajaran Daring (Dalam Jaringan) atau dikenal dengan pembelajaran online. Banyak permasalahan yang muncul pada pembelajaran dengan sistem daring, yaitu adanya lost interaction antara siswa dengan guru sehingga pembelajaran tidak berjalan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah memaparkan hasil penelitian tentang membangun interaksi belajar dengan metode small online discussion pada 35 siswa Madrasah dengan menggunakan observation sheet sebagai instrument untuk memantau proses kegiatan serta mengukur efektifitas proses kegiatan. Dari data observasi kemudian dilakukan triangulasi untuk membandingkan kegiatan sebelum dan sesudah penerapan small online discussion. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk memaparkan hasil dari observasi pembelajaran yang berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan metode small online discussion, pembelajaran daring dapat berjalan dengan baik, interaksi belajar antara siswa dengan guru berlangsung dengan baik dan adanya perubahan persepsi jika pembelajaran daring selalu membosankan menjadi menyenangkan. Kesimpulan yang dapat diambil adalah pembelaajaran daring dengan metode small online discussion mampu menciptakan interaksi belajar yang sangat baik antara siswa dengan guru sehingga pembelajaran daring menjadi lebih menyenangkan.
The Implementation of Kagan’s Cooperative (Co-Op) Technique to Improve Reading Comprehension of Junior High Students Farid Helmi Setyawan
Script Journal: Journal of Linguistics and English Teaching Vol. 2 No. 1 (2017): April
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.627 KB) | DOI: 10.24903/sj.v2i1.52

Abstract

Abstract: This study was aimed to investigate how Co-op technique can be implemented to improve reading comprehension of the eighth grade students of MTsN Ngawi who faced the problems in reading. The students did not comprehend the text and the score was low. The average score of reading test in preliminary study was 67 where as the average score of student’ success based on the minimum standard of students’ score is seventy (70). The design of this study was classroom action research. The technique applied in the research was Co-op technique. The result showed that the students reading average score significantly improved. In two cycle study, in the first test the students reading average score was 69.54, in the second test the students reading score was 76.15. It could be concluded that predetermined criteria of success had been achieved.
Designing English Learning Website Based on Digital Literacy by Using Addie Model for English Club Extracurricular at SDN 045 Binalatung Tarakan Laying Ayu Meriry; Arifin Arifin; Farid Helmi Setyawan
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.842 KB) | DOI: 10.20961/shes.v6i1.71071

Abstract

This research aims to design learning media for the English Club extracurricular at SDN 045 Binalatung Tarakan using website WordPress. The research design was Research and Development (R&D) using EDDIE model. It consists of five stages (1) Analysis; (2) Design; (3) Development; (4) Implementation; and (5) Evaluation. The research instruments were questionnaires, interview, material expert validation questionnaire, media expert questionnaire (design), linguist validation questionnaire, media practicality test questionnaire, and student response questionnaire. The result of the study indicated that: 1) Expert validation obtained a total score of 34.00 which if presented as a percentage gets a score of 85% with the qualification “Eligible”; 2) Media experts obtained a total score of 57.00 with a percentage of 89.06% qualified as “Very Eligible”; 3) Linguist obtained a total score if 34.00 which if presented as a percentage, received a score of 85% with the qualification “Eligible”; and 4) Practitioner of learning English obtained a total score of 50.00 which if presented as a percentage, got a score of 83.33% with the qualification “Very Practical”. The student’s responses to this media after the trial was carried out on average showed a positive response with a percentage of 80% for each indicator. Thus, this Digital Literacy-based English Learning Website is appropriate to be used as medium for learning English in English Club extracurricular activities in Elementary Schools.
Pengembangan Modul Literasi Bahasa Inggris Berbasis Kearifan Lokal untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama Farid Helmi Setyawan; Ika Noviantari; Risma Yanti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.041 KB) | DOI: 10.20961/shes.v6i1.71195

Abstract

Bahasa Inggris merupakan Bahasa asing yang dapat dipelajari di sekolah dan menjadi Bahasa komunikasi (Agustin, 2011) yang mana memiliki materi dan kesulitan yang berbeda pada setiap jenjangnya dan, banyak terdapat kendala dan tantangan dalam memelajari Bahasa Inggris. Salah satu kendala dan tantangan dalam memelajari Bahasa Inggris adalah pemahaman kosa kata. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Modul Literasi Bahasa Inggris sebagai bahan belajar siswa dalam menguasai materi Bahasa Inggris. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan mengadopsi model dari ADDIE. Sampel dari penelitian ini adalah kelas 8 SMP di 3 SMP Negeri Kabupaten Malinau dengan jumlah 90 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara analisis dokumen, observasi, wawancara dan angket. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah dokumen chek list, lembar validasi produk, lembar observasi, instrument wawancara dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah modul literasi Bahasa Inggris berbasis kearifan lokal. Hasil analisis data diperoleh bahwa dari validasi produk menunjukkan skor 58 atau 89% untuk desain, 34 poin atau 85% untuk Bahasa, 56 poin atau 92% untuk materi, dan hasil observasi penggunaan diperoleh 54 poin atau 89% untuk kepraktisan dan keefektifan. Hasil analisis angket respon guru dan siswa menunjukkan positif dengan tingkat persentase 92% untuk masing-masing indicator. Dan hasil analisis data observasi penggunaan produk disimpulkan bahwa produk layak untuk digunakan. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa modul tersebut layak digunakan dan dapat diterima sebagai bahan ajar.
Pendampingan Belajar Bahasa Inggris bagi Siswa Ramli Ramli; Fitriawati Fitriawati; Winarno Winarno; Woro Kusmaryani; Farid Helmi Setyawan; Arifin Arifin
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v6i1.2486

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mendampingi siswa meningkatkan pengetahuan bahasa Inggris siswa secara umum sekaligus persiapan diri memasuki perguruan tinggi. Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan secara luring di SMAN 8 Kabupaten Malinau Kalimantan Utara, yang diikuti oleh 30 siswa di kelas XII. Metode pengabdian adalah metode pembelajaran terbimbing dengan berfokus pada pengetahuan dan pemahaman siswa. Sebanyak 6 dosen dibagi kedalam tiga kelompok yaitu observasi, pendampingan, dan evaluasi dengan pelaksanaan mulai tanggal 4 sampai 19 oktober 2022. Selama proses pendampingan para siswa sangat antusias, suasana kelas sangat interaktif melalui diskusi dan umpan balik, mereka juga mampu berkolaborasi dan memecahkan masalah melalui kelompok belajar. Hasil dari pendampingan bahwa Penguasaan bahasa Inggris siswa meningkat berdasarkan hasil tes yang diberikan dan pemahaman bagaimana menjawab soal secara akurat. Namun disadari bahwa kemampuan Bahasa Inggris belum signifikan meningkat hanya dengan pendampingan singkat, sehingga dosen dan pihak sekolah berharap diadakannya kegiatan lanjutan. Ini juga berilmplikasi pada kontribusi guru dan motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris.The purpose of this community service activity is to assist students to improve students English knowledge in general as well as to prepare them for entering college. This mentoring activity was carried out offline at SMAN 8 Malinau Regency, North Kalimantan, which was attended by 30 students in class XII. The service method is a guided learning method focusing on students' knowledge and understanding. A total of 6 lecturers were divided into three groups: observation, mentoring, and evaluation, with implementation starting from October 4 to 19, 2022. During the mentoring process, the students were very enthusiastic, the class atmosphere was very interactive through discussion and feedback, and they could collaborate and solve problems. problems through study groups. The result of the mentoring is that students' English mastery increased based on the results of the test given and their understanding of how to answer questions accurately. However, it is realized that English language skills have not significantly improved with only brief mentoring, so the lecturers and the school hope that further activities will be held. This also has implications for the contribution of teachers’ and students' motivation in learning English.
PENGENALAN LANGUAGE TESTING BAGI SISWA DAN KERJASAMA (PKS) DI SMA NEGERI 8 PERBATASAN KABUPATEN MALINAU, INDONESIA Arifin Arifin; Woro Kusmaryani; Winarno Winarno; Fitriawati Fitriawati; Ramli Ramli; Farid Helmi Setyawan
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v4i1.143

Abstract

Pengabdian Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Borneo Tarakan difokuskan pada dua aspek penting yaitu, pengenalan language testing (TEOFL) kepada calon mahasiswa mahasiswa Universitas Borneo Tarakan yang saat ini berada di kelas 3 SMA, dan melaksanakan Perjanjian Kerjasama (PKS) kepada Sekolah Mitra SMA Negeri 8 Kabupaten Malinau. Metode yang dipergunakan dalam pengabdian kepada Masyarakat adalah Metode SPEQAR (Speech Question Answer dan Reflective). Hasil pengabdian yang dilaksanakan adalah proses pengenalan language testing (TEOFL) masih membutuhkan waktu yang cukup dalam pendampingan siswa kelas 3 karena mereka masih belum mengenal sepenuhnya jenis tes yang sudah berstandar internasional. Selain itu, pendampingan pada guru mata pelajaran perlu dilakukan sebagai wujud dari realisasi kerjasama. Pelaksanaan Perjanjian Kerjasama (PKS) antar Program Studi dan SMA Negeri 8 Malinau difokuskan pada tiga aspek penting, yaitu melaksanakan Pendampingan Penelitian Tindakan Kelas, Join Paper/ Join Publication antara Dosen (pihak pertama) dan guru (pihak kedua) sebagai bentuk peningkatan kapasistas sumber daya manusia kedua belah pihak, dan mendukung kegiatan penelitian, pengajaran, dan pengabdian masyarakat di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 8 Malinau sebagai Sekolah Mitra.
Social-cultural, psychological, linguistic, and world knowledge; EFL students' voices on their speaking difficulties in the border area of Indonesia Faisal Adi Putra; Ramli Ramli; Farid Helmi Setyawan
Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : English Department FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ld.v17i1.122490

Abstract

This study was conducted to identify students' difficulties with English speaking. This research used a qualitative method involving six students in the fifth semester of the English department at public university in Kalimantan Utara through purposive sampling. Data collection was carried out with in-depth semi-structured interviews. This study showed that students still experienced some difficulties in speaking English. The first factor was sociocultural;1) family engagement, 2) student's environment, and 3) peer engagement. The second factor was psychological; 4) feeling afraid, and 5) shyness. The third factor was linguistic; 6) local dialect, 7) pronunciation, 8) knowledge of grammatical patterns, 9) lack of vocabulary, and 10) fillers. The fourth factor was world knowledge, 11) topical knowledge, 12. limited learning time, and 13) comprehension. This study contributed to the students' reflection on finding their appropriate learning strategies and language exposure. Besides, the teacher needed to develop professionalism to help students reduce their speaking difficulties.
WORKSHOP PENDAMPINGAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) DAN PUBLIKASI JURNAL NASIONAL TERINDEKS SINTA BAGI GURU-GURU SMAN 1 TANJUNG PALAS Woro Kusmaryani; Firima Zona Tanjung; Ramli Ramli; Farid Helmi Setyawan; Jhoni Eppendi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3317-3329

Abstract

Sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, guru dituntut untuk terus meningkatkan profesionalismenya dalam pedagogi, praktik pembelajaran, dan riset. Adapun peningkatan keterampilan meneliti dan publikasi bagi guru masih menjadi tantangan, terbukti dengan masih sedikit guru yang belum melakukan penelitian seperti penelitian tindakan kelas serta keluhan guru yang merasa kesulitan menyusun penelitian tindakan kelas serta artikel publikasi.  Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan pendampingan dalam penyusunan dan pelaksanaan penelitian dan publikasi ilmiah sehingga berimplikasi pada keterampilan meneliti, peningkatan pedagogi, dan mutu penyelenggaraan aktivitas pembelajaran. Dengan signifikansi keterampilan bagi profesionalisme guru, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Borneo Tarakan melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berformat workshop Penelitian Tindakan Kelas (PTK), pendampingan, dan penerbitan artikel pada jurnal ilmiah nasional. Para guru diharapkan dapat memanfaatkan kegiatan workshop mentoring ini untuk memahami konsep dan prosedur Penelitian Tindakan Kelas (PTK), publikasi di jurnal nasional, dan melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) serta publikasi di jurnal terindeks Sinta
Developing Basic English Learning Material Based on Project Based Learning Farid Helmi Setyawan; Jhoni Eppendi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v6i3.82311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar Bahasa Inggris berbasis Project Based Learning untuk Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU), dengan fokus pada peningkatan kemampuan komunikasi mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) dengan mengadopsi model ADDIE. Sampel penelitian terdiri dari 30 mahasiswa yang mengambil MKWU Bahasa Inggris, dipilih melalui purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, lembar validasi, dan kuesioner, dengan teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini berupa bahan ajar Bahasa Inggris berbasis Project Based Learning. Analisis kebutuhan mahasiswa menunjukkan bahwa 76,7% responden atau 23 orang memilih modul digital, sementara 43,3% responden atau 13 orang memilih materi ESP dan Basic English yang dilengkapi dengan video dan latihan soal. Hasil validasi produk menunjukkan skor 86 untuk konten, 89 untuk desain, dan 83 untuk bahasa, dengan nilai uji kelayakan dan kepraktisan mencapai 87. Respon positif mahasiswa terhadap bahan ajar ini juga terlihat dari hasil angket, dengan tingkat persetujuan mencapai 93% untuk setiap indikator. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar Basic English berbasis Project Based Learning ini layak dan dapat diterima sebagai materi pengajaran.