Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Digital Activism Practices of Pelita Padang Community in Voicing Diversity Issues Through Instagram @pelita.padang Putera, AB Sarca; Adriyani, Ayu; Akbar, Amin; Firlian, Muhammad Al Fikrah
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol 8, No 2 (2024): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v8i2.40079

Abstract

The Setara Institute for Democracy and Peace places Padang City on the list of 10 cities with the lowest tolerance levels from 2017 to 2023. This reflects that the city government's efforts to maintain diversity have not been optimal. Therefore, reflection is needed, one of which is through information technology to encourage the birth of digital activism. This study examines the social situation that triggers activism, especially in the digital space, and the optimization of digital platforms in supporting the movement. The study used a qualitative descriptive method through semi-structured interviews and document analysis. Data were analyzed from content uploaded by the Pelita Padang Community on Instagram @pelita.padang. The study results show that Indonesia's political and social dynamics mainly drive Pelita Padang's activism. This community effectively combines offline and online activities to expand the reach of its movement. Social media is used as a means of education, campaigning, and collaboration, strengthening their activism's impact. In conclusion, the combination of offline and digital activism by the Pelita Padang Community has responded to the challenges of intolerance in Padang City. This approach proves that optimizing social media can be a strategic tool to strengthen solidarity and diversity in society.
Analisis Feminist Standpoint Theory: Perempuan Sebagai Objek Dalam Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Nisrina Alifah Yuliandra; M. Tsaqif Al Hakim; Miftahul Jannah; AB Sarca Putera; Ayu Adriyani; Syifa Chairunnisa Viandra
Social Empirical Vol. 1 No. 2 (2024): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v1i2.31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana film “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” merepresentasikan kebudayaan Minangkabau yang matrilineal dan bagaimana film tersebut terkait dengan teori feminisme. menganalisis permasalahan gender terutama tokoh perempuan yang ada di dalam film dan dengan memahami kasus tenggelamnya kapal van der wijck dengan mengkaitkan teori feminist standpoint theory agar peneliti dapat menganalisis dan memahami bagaimana perempuan dipersentasikan dalam film tersebut dan bagaimana melihat konflik yang terjadi dalam masyarakat adat minangkabau di dalam film serta bagaimana kasus tersebut terkait dengan paham patriarki yang dianut oleh pemerintah. Pentingnya penelitian ini karena membantu memahami bagaimana film “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” merepresentasikan Kebudayaan Minangkabau yang matrilineal dan bagaimana itu terkait dengan teori feminisme. Hasil penelitian ini juga dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perempuan dalam masyarakat dan bagaimana mereka dapat berkontribusi setara dengan laki-laki. Film juga menceritakan hal yang dialami oleh perempuan, serta sosok perempuan yang lemah dan tak berdaya, sedangkan laki-laki dipresentasikan sebagai sosok yang kuat dan mampu bertahan dengan segala keterpurukannya.
Analisis Kasus Ketergantungan Manusia Terhadap Media Digital dalam Media System Dependency Theory Luthfiyyah Rahayu; Muhammad Rizky; AB Sarca Putera; Ayu Adriyani
Social Empirical Vol. 1 No. 2 (2024): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v1i2.35

Abstract

Kemampuan literasi digital masyarakat Indonesia meningkat seiring dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi yang ditandai dengan makin tingginya jumlah pengguna smartphone dan akses internet dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini jumlah pengguna yang aktif di media sosial yang ada di Indonesia mencapai 191 juta orang pada Januari 2022. Banyaknya pengguna aktif smartphone dan media sosial seperti yang disebutkan sebelumnya, intensitas penggunaan ponsel juga meningkat sehingga keterikatan pada ponsel cerdas juga meningkat dan sulit untuk mengendalikan kebiasaan terus-menerus memeriksa ponsel yang dikenal dengan phubbing. Penelitian ini untuk mengeksplorasi dinamika dari hubungan ketergantungan terhadap media yang intens dan luas antara individu dengan ponsel. Metode pengumpulan data berupa survei kemudian dilanjutkan dengan analisis secara deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa tujuan penggunaan ponsel meningkatkan intensitas penggunaan ponsel sehingga menimbulkan efek kognitif, afektif dan perubahan perilaku. Media merupakan salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat, namun media memiliki efek terhadap masyarakat baik secara langsung maupun tidak. Dalam Media System Dependency Theory tiga paradigma yang digunakan media untuk mengetahui efek dari media tersebut.Paradigma pertama, yang disebut paradigma efek kuat(Direct Effects Models),media dikatakan memiliki kekuatan luar biasa besar sehingga anggota khalayak yang terisolasi dan anonim dari khalayak massa ini akan menyerah segera. Paradigma kedua yaitu efek minimalis atau biasa dikenal juga dengan paradigma efek terbatas(Limited Effects Models), media terlihat dalam control khalayak atas selektivitas. Paradigma ketiga efek kumulatif (Cumulative Effects Models), masyarakat terlalu berpotensi terhadap media dalam paparan pada terbatas. Saat ini peneliti teori efek media telah cukup berkembang sampai pada tingkatan beberapa subarea khusus penelitian.
Berdaya Agar Tidak Terjerumus: Advokasi Digital Empowerment Guna Mengantisipasi Maraknya Judi Online di Kalangan Pemuda Ayu Adriyani; AB Sarca Putera; Rian Surenda
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 9 No. 2 (2025): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v9i2.9796

Abstract

Peningkatan jumlah pengguna internet adalah keniscayaan di tengah kemajuan teknologi. Namun, peningkatan jumlah turut diikuti oleh potensi risiko yang besar, terutama tentang kejahatan digital. Salah satunya adalah judi online. Terkait hal tersebut, tim pengabdi bekerja bersama kelompok pemuda Karang Taruna Kelurahan Ganting Kota Padang Panjang Sumatera Barat untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan berfokus pada pemberdayaan digital untuk mengantisipasi maraknya judi online di kalangan pemuda. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2025 dan diikuti oleh 25 orang anggota Karang Taruna Kelurahan Ganting. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran digital di kalangan pemuda, khususnya terkait isu dan maraknya kasus judi online saat ini. Kegiatan pengabdian ini mengedepankan konsep partisipatif. Dalam konteks ini, partisipasi diwujudkan melalui keterlibatan langsung pemuda Karang Taruna sejak tahap awal, termasuk dalam proses penyusunan fokus materi, pengisian formulir, hingga perancangan bentuk mitigasi. Hasilnya, melalui proses dalam kegiatan pengabdian ini ditemukan adanya peningkatan soft skill dan hard skill pada masing-masing peserta terkait isu judi online yang dibicarakan bersama.
Digital Activism Practices of Pelita Padang Community in Voicing Diversity Issues Through Instagram @pelita.padang Putera, AB Sarca; Adriyani, Ayu; Akbar, Amin; Firlian, Muhammad Al Fikrah
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol. 8 No. 2 (2024): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v8i2.40079

Abstract

The Setara Institute for Democracy and Peace places Padang City on the list of 10 cities with the lowest tolerance levels from 2017 to 2023. This reflects that the city government's efforts to maintain diversity have not been optimal. Therefore, reflection is needed, one of which is through information technology to encourage the birth of digital activism. This study examines the social situation that triggers activism, especially in the digital space, and the optimization of digital platforms in supporting the movement. The study used a qualitative descriptive method through semi-structured interviews and document analysis. Data were analyzed from content uploaded by the Pelita Padang Community on Instagram @pelita.padang. The study results show that Indonesia's political and social dynamics mainly drive Pelita Padang's activism. This community effectively combines offline and online activities to expand the reach of its movement. Social media is used as a means of education, campaigning, and collaboration, strengthening their activism's impact. In conclusion, the combination of offline and digital activism by the Pelita Padang Community has responded to the challenges of intolerance in Padang City. This approach proves that optimizing social media can be a strategic tool to strengthen solidarity and diversity in society.
Populisme Dangdut dalam Bingkai Budaya Populer Adriyani, Ayu; Putera, AB Sarca; Amran, Sri Oktika; Triyandra, Annisa Citra; Hendra, Muhammad David; Giswhandani, Mariesa
Jurnal Perspektif Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v7i1.897

Abstract

Dangdut adalah musik yang lahir dan populer di Indonesia. Tren dangdut yang terus menanjak dipandang sebagai sebuah potensi oleh media-media besar. Ragam acara dangdut pun mendapat ruang tersendiri di program-program televisi nasional. Menjamurnya program dangdut menandakan bahwa peminat dangdut adalah segmen penting dalam industri pertelevisian. Berbagai ajang pencarian bakat dalam musik dangdut juga terus digelar. Melalui fenomena ini, konsep budaya populer merupakan pisau analisis utama yang digunakan untuk membedah musik dangdut di dalam studi ini. Sehingga, sudut pandang ini memberi ruang ekplorasi yang lebih dalam terhadap konsep budaya populer untuk mengkaji musik dangdut itu sendiri. Studi ini adalah conceptual paper dan menggunakan teknik kepustakaan dalam proses pengumpulan data. Tujuan dari studi ini adalah untuk melihat dan menganalisis bagaimana posisi musik dangdut dalam dalam bingkai (perspektif) budaya populer. Hasilnya, studi ini menunjukkan bahwa dangdut sebagai musik yang populis menjadi arena pertarungan kekuasaan yang tidak pernah netral, dangdut sebagai produk budaya populer seringkali menjadi arena perebutan kekuasaan bagi kelompok-kelompok dominan. Sementara itu, dangdut yang acap kali dilekatkan dengan citra budaya rakyat kecil dan rakyat jelata, justru hari ini juga semakin menegaskan eksistensinya.
Analisis Bibliometrik Tren Penelitian Bisnis Media Online di Indonesia AB Sarca Putera; Ayu Adriyani; Muhammad Alfikrah Firlian
Jurnal Perspektif Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v8i1.1090

Abstract

Studi ini meneliti tren publikasi penelitian tentang model bisnis media online di Indonesia dengan menggunakan pendekatan bibliometrik. Saat ini, belum banyak penelitian tentang model bisnis media online yang menggunakan analisis bibliometrik sebagai metode kerja. Sehingga, metode analisis bibliometrik yang digunakan pada studi ini juga menjadi pembeda, sekaligus kebaruan dari penelitian-penelitian model bisnis media online terdahulu, terutama dengan melihat metode atau pendekatan yang digunakan. Metadata dari mesin penyimpan Google Scholar digunakan untuk mengumpulkan 128 artikel dan diekstraksi menjadi 43 artikel terpilih. Dengan menggunakan perangkat VOSviewer, studi ini berupaya untuk mengidentifikasi penulis dan kata kunci yang paling sering digunakan sebagai fokus penelitian pada topik terkait. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan melakukan pencarian komprehensif melalui pemanfaatan metadata yang ada pada artikel penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis bibliometrik melalui analisis co-authorship (penulis dan jaringan kepenulisan bersama) dan co-occurrence (kata kunci). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada publikasi terkait secara signifikan yang menyoroti bagaimana media online dan strategi yang digunakan untuk tetap bertahan pada posisi bisnisnya. Studi ini menyimpulkan bahwa kolaborasi kepenulisan dan elaborasi serta eksplorasi beragam kata kunci membantu mempolakan tren penelitian model bisnis media online sehingga kajian akademik tentang topik ini bisa semakin kaya.
Penerapan Agenda Setting Theory dalam Podcast Youtube Deddy Corbuzier Episode Ragil Mahardika Nadia Kirana Velisa Velisa; Nadiva Nadiva; Najwa Nabilah; AB Sarca Putera; Ayu Adriyani
Social Empirical Vol. 1 No. 2 (2024): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v1i2.32

Abstract

Agenda setting theory merupakan konsep dalam media massa yang berfokus pada bagaimana media memengaruhi topik dalam agenda publik dan juga menghitung seberapa besar media memengaruhi topik yang dianggap penting oleh publik. Artikel ini menyoroti penerapan agenda setting theory pada salah satu podcast YouTube Deddy Corbuzier yaitu episode Ragil Mahardika. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa isu-isu yang mendominasi dalam media berpengaruh terhadap pengaturan agenda publik, serta pemilihan isu tertentu dalam media dapat menarik perhatian serta membentuk persepsi publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan penelusuran dan pengumpulan data historis, serta konten terdahulu yang berhubungan dengan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa episode Ragil Mahardika tersebut berhasil memengaruhi audiens secara dominan dalam sisi negatif, dibuktikan dengan kecaman para audiens melalui komentar pada media sosial karena, YouTuber tersebut menyajikan konten pasangan lawan jenis (LGBT) dan dianggap memberi panggung terhadap perilaku yang menyimpang tersebut. Seperti yang diketahui, di Indonesia pasangan lawan jenis (LGBT) mendapatkan penolakan dari berbagai lapisan masyarakat, hal ini juga menjadi penyebab terjadinya kecaman dan komentar negatif dari pada audiens.
Transformasi Ekonomi di Era Network Society: Penggunaan Gopay Sebagai E-Wallet Kristin Okvita Okvita; Muhammad Zulrifky Ramadhan; AB Sarca Putera; Ayu Adriyani
Social Empirical Vol. 1 No. 2 (2024): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v1i2.34

Abstract

Network Society merupakan salah satu dari banyaknya teori yang digagas oleh para ahli untuk menjelaskan perubahan dan fenomena aktivitas komunikasi yang terjadi di kalangan masyarakat jaringan. Network Society Theory atau yang lebih dikenal sebagai teori masyarakat jaringan ini merupakan teori yang pertama kali dikenalkan oleh Mc Luhan dalam konsep global village electronic age miliknya. Teori ini lalu dikembangkan lagi dan kemudian dikemukakan oleh Manuel Castells. Dalam penelitiannya Castells memberikan wawasan mendalam tentang cara masyarakat dan interaksi sosial dibentuk oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), sampai pada transformasi ekonomi yang terjadi dikalangan masyarakat jaringan, salah satu contohnya adalah penggunaan aplikasi GoPay sebagai E-Wallet, yang menjadi fokus penelitian pada artikel ini. Penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana peran dan dampak penggunaan GoPay sebagai e-wallet pada masyarakat jaringan di Indonesia. Hal ini menjadi sangat penting untuk dipelajari karena memberikan pemahaman tentang dampak dan perubahan ekonomi yang dialami masyarakat selama menggunakan GoPay sebagai E-Wallet untuk bertransaksi, belanja hingga mengelola keuangan. Dalam penulisan artikel ini penulis menggunakan metode studi pustaka untuk mendapatkan data serta informasi yang relevan yang bersumber dari buku, artikel, hingga penelitian terdahulu mengenai topik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan GoPay sebagai E-Wallet memberikan dampak perubahan pada perilaku konsumen serta tantangan yang dihadapi oleh masyarakat jaringan seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang semakin berkembang pesat.
Sudut Pandang Spiral of Silence Theory Dalam Kelompok Minoritas Muhammad Hanif Aziz; Mutiara Maharani; Ayu Adriyani; AB Sarca Putera
Social Empirical Vol. 1 No. 2 (2024): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v1i2.36

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kasus LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) sebagai kaum minoritas menggunakan teori spiral of silence. Penelitian ini penting karena menunjukkan hubungan antara kelompok mayoritas dan kelompok minoritas, opini publik tersebar di media massa dapat mempengaruhi perilaku komunikasi dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research), metode ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber tertulis yang relevan, termasuk buku, artikel jurnal, dan laporan penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa teori spiral of silence, yang disebutkan oleh Elizabeth Noelle-Neumann, mengatakan bahwa individu cenderung untuk tetap diam jika pandangan mereka berlawanan dengan opini mayoritas yang didukung oleh media massa. Namun pada contoh kasus yang penulis buat kaum minoritas LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) telah memudarkan persepsi dari Teori spiral of silence karena yang sepatutnya hanya diam, kini berani bersuara.