Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengembangan E-Modul Berbasis Kearifan Lokal Ratib Rambai Kelas X SMAN 1 Kubu Babussalam Junia Elma Joza; Reno Fernandes; AB Sarca Putera
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 1 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (March 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i1.429

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kesenjangan dalam proses pembelajaran sosiologi di SMAN 1 Kubu Babussalam, yaitu penggunaan modul konvensional yang belum mengintegrasikan budaya lokal sehingga menyebabkan peserta didik kesulitan dalam memahami materi dan berdampak pada rendanya hasil belajar peserta didik. Ketiadaan modul digital yang memuat nilai-nilai kearifan lokal khususnya tradisi Ratib Rambai menjadi masalah utama yang perlu diatasi melalui pengembangan e-modul berbasis kearifan lokal ratib rambai yang inovatif dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu analysis, design, development, implementation, dan eveluation. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan tes hasil belajar. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli untuk menilai kelayakan e-modul, angket praktikalitas peserta didik untuk mengukur kemudahan penggunaan, serta tes pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas pembelajaran. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk menentukan tingkat validitas dan kepraktisan, serta uji N-Gain untuk menganalisis peningkatan hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan sangat valid, sangat praktis, dan efektif meningkatkan pemahaman peserta didik, yang terlihat dari peningkatan signifikan nilai N-Gain pada kedua tahap uji coba. E-modul berbasis kearifan lokal Ratib Rambai terbukti mampu membuat pembelajaran lebih bermakna serta sesuai dengan konteks sosial budaya peserta didik.
Efektifitas Model PBL Melalui Media E-LKPD terhadap Keterampilan Kolaboratif Siswa Kelas XI Sosiologi Shafira Ananda; Nurlizawati Nurlizawati; AB Sarca Putera
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 1 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (March 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i1.431

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya keterampilan kolaboratif siswa di kelas XI di SMA N 2 Lubuk Sikaping. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya siswa yang tidak sepenuhnya berkontribusi dalam pengerjaan tugas kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning melalui media E-LKPD berpengaruh terhadap keterampilan kolaboratif pada pembelajaran Sosiologi di Kelas XI Fase F SMA Negeri 2 Lubuk Sikaping. Teori belajar yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori humanistik yang dikembangkan oleh Carl Roger. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis eksperimen desain Nonequivalent Control Group Design. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah siswa kelas XI Fase F di SMA N 2 Lubuk Sikaping. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI F 4 dan XI F 5. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan metode total sampling. Subjek dalam penelitian ini yaitu kelas XI. F 5 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI. F 4 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data melalui angket dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket dengan teknik analisis data menggunakan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas, pengujian normalitas pada penelitian ini menggunakan Kolmogorov-Smirnov karena jumlah n (jumlah sampel) lebih dari 50 yaitu berjumlah 72 siswa, selanjutnya uji homogenitas dilakukan dengan uji Levene’s dan setelah dilakukan uji normalitas dan homogenitas data, maka selanjutnya dilakukan uji hipotesis penelitian atau uji-t dengan taraf signifikansi 0,05. Teknik analisis data menggunakan uji-t menunjukkan adanya pengaruh dari penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) melalui media E-LKPD terhadap keterampilan kolaboratif siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan kolaboratif peserta didik pada kelas eksperimen, dimana terjadi peningkatan pada setiap indikator keterampilan kolaboratif.
Analisis Resepsi Mahasiswa pada Konten Docuvlog Ferry Irwandi Muhammad Farhan; AB Sarca Putera
Jurnal Perspektif Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Perpsketif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v9i2.1523

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penerimaan (reception) mahasiswa di Kota Padang terhadap konten berkualitas melalui playlist Docuvlog pada kanal YouTube Ferry Irwandi. Penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial menurut Peter L. Berger serta menggunakan paradigma konstruksivisme dengan metode kualitatif teknik analisis resepsi dan menggunakan teori encoding-decoding oleh Stuart Hall dan. Memberikan gambaran mengenai bagaimana mahasiswa memaknai dan menanggapi konten edukatif yang disajikan, serta memberikan kontribusi terhadap penguatan literasi media digital dalam membentuk masyarakat yang lebih kritis, sadar informasi, dan cerdas dalam mengonsumsi konten di era digital. Hasil penelitian ini membahas bagaimana Ferry Irwandi sebagai konten kreator membentuk konstruksi realitas konten berkualitas melalui playlist Docuvlog di kanal YouTube-nya. Proses konstruksi ini dianalisis menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann, yang mencakup tiga tahapan. Pertama eksternalisasi, Ferry Irwandi mengenalkan konsep keilmuan melalui narasi video yang informatif dan terstruktur. Kedua objektivasi, audiens mulai berinteraksi dan membentuk kesepahaman bahwa Docuvlog adalah konten yang berkualitas, baik melalui kolom komentar. Ketiga internalisasi, nilai-nilai dan pesan dalam Docuvlog diserap dan memengaruhi cara berpikir serta tindakan audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital seperti YouTube memungkinkan terbentuknya realitas sosial baru, dan Ferry Irwandi berhasil memanfaatkan ruang ini untuk mengonstruksi dan menyebarkan nilai edukatif yang berdampak pada kesadaran kolektif mahasiswa di Kota Padang. Penelitian ini menjelaskan kebaruan konstruksi sosial yang dilakukan melalui platform media sosial yang memberikan pengaruh terhadap audiensnya.
Analisis Wacana Kritis (AWK) Jurnalisme Berperspektif Gender Pada Artikel Pemilu 2024 di Konde.co Ayu Adriyani; AB Sarca Putera; Eda Elysia; Ilma Wulandari; Muhammad Al Fikran Firlian
PERSPEKTIF Vol. 15 No. 3 (2026): PERSPEKTIF Juli
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/perspektif.v15i3.18389

Abstract

This article addresses the lack of a gender perspective in the media. This study employs a qualitative approach, using a case study framework, to analyse news articles on women’s issues and the general election published on Konde.co. These articles were analyzed using Sara Mills’ critical discourse analysis model. This study aims to analyse how Konde.co practices gender-sensitive journalism, specifically in 11 articles covering women’s issues and the 2024 general election. Most previous research has focused on gender bias in mainstream media. Thus, this study seeks to fill that research gap with a clear novelty: a focus on the portrayal and narratives of women during the 2024 general election on Konde.co, as well as an analysis of gender bias in alternative media in practical political reporting. This study concludes that, in the articles examined, Konde.co portrays women as active subjects with the authority to narrate their experiences and perspectives. Women are also depicted as actors capable of conducting critical analyses of various issues. The texts also position readers as parties who are guided to understand and support women’s experiences. Theoretically, this research contributes to the development of communication studies, particularly regarding gender representation and the role of alternative media. The practical implication of this study is to promote fairer and more gender-sensitive journalism practices in Indonesia.
Penerapan Agenda Setting Theory dalam Podcast Youtube Deddy Corbuzier Episode Ragil Mahardika Nadia Kirana Velisa Velisa; Nadiva Nadiva; Najwa Nabilah; AB Sarca Putera; Ayu Adriyani
Social Empirical Vol. 1 No. 2 (2024): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v1i2.32

Abstract

Agenda setting theory merupakan konsep dalam media massa yang berfokus pada bagaimana media memengaruhi topik dalam agenda publik dan juga menghitung seberapa besar media memengaruhi topik yang dianggap penting oleh publik. Artikel ini menyoroti penerapan agenda setting theory pada salah satu podcast YouTube Deddy Corbuzier yaitu episode Ragil Mahardika. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa isu-isu yang mendominasi dalam media berpengaruh terhadap pengaturan agenda publik, serta pemilihan isu tertentu dalam media dapat menarik perhatian serta membentuk persepsi publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan penelusuran dan pengumpulan data historis, serta konten terdahulu yang berhubungan dengan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa episode Ragil Mahardika tersebut berhasil memengaruhi audiens secara dominan dalam sisi negatif, dibuktikan dengan kecaman para audiens melalui komentar pada media sosial karena, YouTuber tersebut menyajikan konten pasangan lawan jenis (LGBT) dan dianggap memberi panggung terhadap perilaku yang menyimpang tersebut. Seperti yang diketahui, di Indonesia pasangan lawan jenis (LGBT) mendapatkan penolakan dari berbagai lapisan masyarakat, hal ini juga menjadi penyebab terjadinya kecaman dan komentar negatif dari pada audiens.
Transformasi Ekonomi di Era Network Society: Penggunaan Gopay Sebagai E-Wallet Kristin Okvita Okvita; Muhammad Zulrifky Ramadhan; AB Sarca Putera; Ayu Adriyani
Social Empirical Vol. 1 No. 2 (2024): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v1i2.34

Abstract

Network Society merupakan salah satu dari banyaknya teori yang digagas oleh para ahli untuk menjelaskan perubahan dan fenomena aktivitas komunikasi yang terjadi di kalangan masyarakat jaringan. Network Society Theory atau yang lebih dikenal sebagai teori masyarakat jaringan ini merupakan teori yang pertama kali dikenalkan oleh Mc Luhan dalam konsep global village electronic age miliknya. Teori ini lalu dikembangkan lagi dan kemudian dikemukakan oleh Manuel Castells. Dalam penelitiannya Castells memberikan wawasan mendalam tentang cara masyarakat dan interaksi sosial dibentuk oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), sampai pada transformasi ekonomi yang terjadi dikalangan masyarakat jaringan, salah satu contohnya adalah penggunaan aplikasi GoPay sebagai E-Wallet, yang menjadi fokus penelitian pada artikel ini. Penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana peran dan dampak penggunaan GoPay sebagai e-wallet pada masyarakat jaringan di Indonesia. Hal ini menjadi sangat penting untuk dipelajari karena memberikan pemahaman tentang dampak dan perubahan ekonomi yang dialami masyarakat selama menggunakan GoPay sebagai E-Wallet untuk bertransaksi, belanja hingga mengelola keuangan. Dalam penulisan artikel ini penulis menggunakan metode studi pustaka untuk mendapatkan data serta informasi yang relevan yang bersumber dari buku, artikel, hingga penelitian terdahulu mengenai topik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan GoPay sebagai E-Wallet memberikan dampak perubahan pada perilaku konsumen serta tantangan yang dihadapi oleh masyarakat jaringan seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang semakin berkembang pesat.
Sudut Pandang Spiral of Silence Theory Dalam Kelompok Minoritas Muhammad Hanif Aziz; Mutiara Maharani; Ayu Adriyani; AB Sarca Putera
Social Empirical Vol. 1 No. 2 (2024): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v1i2.36

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kasus LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) sebagai kaum minoritas menggunakan teori spiral of silence. Penelitian ini penting karena menunjukkan hubungan antara kelompok mayoritas dan kelompok minoritas, opini publik tersebar di media massa dapat mempengaruhi perilaku komunikasi dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research), metode ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber tertulis yang relevan, termasuk buku, artikel jurnal, dan laporan penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa teori spiral of silence, yang disebutkan oleh Elizabeth Noelle-Neumann, mengatakan bahwa individu cenderung untuk tetap diam jika pandangan mereka berlawanan dengan opini mayoritas yang didukung oleh media massa. Namun pada contoh kasus yang penulis buat kaum minoritas LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) telah memudarkan persepsi dari Teori spiral of silence karena yang sepatutnya hanya diam, kini berani bersuara.
Ekologi Media yang Efektif dalam Mempertahankan Eksistensi Media Informatif Konvensional di Era Globalisasi Nahdia Latifah Latifah; Muhammad Dzaky Putra Syahendri; Ayu Adriyani; AB Sarca Putera
Social Empirical Vol. 1 No. 2 (2024): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v1i2.37

Abstract

Di era globalisasi, media massa informatif konvensional menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan eksistensinya. Tantangan tersebut seperti semakin redupnya minat masyarakat dengan kebutuhan yang semakin modern akibat pengaruh dari globalisasi. Penelitian ini mengkaji strategi ekologi media yang efektif bagi media tersebut agar tetap bertahan. Teori ekologi media menekankan pentingnya pengelolaan modal, jenis isi media, dan jenis isi audiens secara optimal. Studi kasus pada RRI Denpasar dan Selaparang TV menunjukkan bahwa memanfaatkan ketiga faktor tersebut merupakan kunci untuk bersaing dengan media baru. Namun, tantangan seperti sumber pendapatan terbatas, pergeseran preferensi audiens, dan perubahan perilaku konsumsi media juga harus diatasi dengan baik. Fenomena citizen journalism sebagai implementasi partisipatory media culture mengindikasikan perlunya mengintegrasikan peran aktif audiens dalam teori ekologi media. Media konvensional dapat beradaptasi dengan melibatkan audiens sebagai produsen konten alternatif dan menyajikan konten sesuai preferensi partisipatif audiens. Penelitian ini memberikan wawasan strategis bagi pengelola media dalam mempertahankan eksistensi di tengah persaingan ketat di era globalisasi.
Media Sosial Sebagai Sarana Kritik Masyarakat Terkait Paslon Gubernur di Sumatera Barat Nurhaliza Maharani; Qavka Navisa; Muhammad Rizki Alvarizi; Nurida Wita; Ramadani Fitriyah Harahap; Mira Hasti Hasmira; Novia Amirah Azmi; AB Sarca Putera
Social Empirical Vol. 1 No. 2 (2024): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v1i2.38

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peran media sosial sebagai sarana ataupun alat bagi  masyarakat dalam menyampaikan kritik. Berdasarkan perspektif teori media kritik yang diusulkan oleh Frankfurt School, media itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyampaian informasi saja, akan tetapi juga berfungsi sebagai agen tertentu yang dapat membantu dan membentuk kesadaran sosial dan politik. Media sosial dianggap sebagai platform yang efektif untuk menyampaikan kritik dan aspirasi masyarakat, karena di media sosial siapapun bisa berkritik tanpa diketahui identitas sekalipun, terutama dalam kegiatan politik yang kompetitif seperti pilkada. Melalui pendekatan studi pustaka serta wawancara dengan beberapa mahasiswa, ditemukan bahwa media sosial memfasilitasi partisipasi politik masyarakat dengan cara menyediakan ruang untuk kritik publik terhadap kandidat. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa media sosial menjadi alat yang dapat memengaruhi persepsi atau pandangan politik publik dan membantu masyarakat dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini juga berfokus pada bagaimana media sosial meskipun sering sekali menjadi sarana informasi, media sosial tetap berperan penting dalam mengungkapkan suara masyarakat yang tidak terdengar oleh media konvensional.
Perkembangan Teknologi Informasi Menciptakan Inovasi di Bidang Transportasi Online: Ojek Online Annatasya; Mira Hasti Hasmira; Difo Hanggoro; AB Sarca Putera; Ayu Adriyani; Nasywa Salsabila Kamal
Social Empirical Vol. 1 No. 2 (2024): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v1i2.39

Abstract

Kemajuan yang sangat pesat dalam teknologi informasi telah merusak banyak industri, termasuk sektor transportasi. Lahirnya layanan ojek online adalah bukti nyata tentang seberapa cepat inovasi dapat mengubah cara transportasi konvensional dilakukan. Ojek online menawarkan cara yang praktis, nyaman, dan terjangkau untuk orang-orang di kota melalui aplikasi mobile. Sistem sosial mengadopsi ojek online setelah menyebar melalui saluran komunikasi digital, menurut teori difusi inovasi. Keuntungan relatifnya, kompatibilitas, dan kemudahan penggunaan telah mempercepat adopsinya. Persaingan mendorong inovasi, meskipun menghadapi masalah seperti konflik dengan regulasi dan transportasi konvensional. Pemerintah bertanggung jawab untuk memastikan bahwa inovasi ojek online tersebar dengan cara yang paling efektif. Secara keseluruhan, ojek online menunjukkan cara teori difusi inovasi dapat menjelaskan bagaimana inovasi diterima masyarakat. Penelitian ini menyelidiki bagaimana inovasi menyebar dan diterima oleh masyarakat dengan menggunakan teori difusi inovasi. Penelitian menunjukkan bahwa ojek online memiliki fitur penting seperti keunggulan dan kemudahan penggunaannya, yang membuatnya diterima masyarakat. Komunikasi adalah bagian penting dari proses difusi inovasi, menurut penelitian ini. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang seberapa pentingnya mendukung inovasi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan menggunakan teori difusi inovasi, penelitian ini menyelidiki bagaimana inovasi, dalam hal ini layanan ojek online, menyebar dan diterima oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka untuk mengkaji penyebaran dan adopsi inovasi layanan ojek online di Indonesia berdasarkan teori difusi inovasi.