Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisis dan Pemetaan Limpasan Permukaan di DAS Citanduy Hulu dengan Metode SCSN Asep Kurnia Hidayat; Pengki Irawan; Jaza'ul Ikhsan; Sri Atmadja; Novia Komala Sari
Rona Teknik Pertanian Vol 14, No 1 (2021): Volume 14, No.1, April 2021
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v14i1.17699

Abstract

Abstrak. DAS Citanduy merupakan salah DAS yang terbesar di pulau Jawa dengan sungai utama adalah Cintanduy. DAS Citanduy terdiri dari beberapa sub DAS, salah satunya adalah sub DAS Citanduy Hulu. Perubahan tata guna lahan di DAS Citanduy Hulu terus terjadi, kondisi tsb telah mengakibatkan peningkatan debit banjir di sungai. Peningkatan debit di sungai diakibatkan adanya limpasan permukaan akibat hujan. limpasan permukaan dapat dianalisis menggunakan metode SCS (Soil Conservation Service). Metode SCS juga dianalisis berdasarkan kondisi tanah, sehingga dapat menentukan nilai Curve Number (CN) dari lahan. Hasil analisis tahun 2018, menunjukkan bahwa tutupan lahan 18,99% atau 13.735,97 ha berupa hutan (hutan primer, sekunder dan hutan tanaman). Sebaran jenis tanah di umumnya adalah Typic Dystrudepts (36,57%) dan Typic Hapludands (37,93%). Hydrological Soil Group (HSG) di DAS Citanduy Hulu didominasi oleh klas B sebesar 76, 92 %. Hasil analisis didapatkan bahwa DAS Citanduy Hulu tebal runoff maksimum pada PUH 2, 5, 10, 25, dan 50 tahun secara berurutan adalah 104 mm, 133 mm, 147 mm, 171 mm dan 187 mm. Tebal limpasan permukaan minimum dengan PUH 2, 5, 10, 25 dan 50 tahun secara berurutan adalah 17 mm, 31 mm, 39 mm, 53 mm dan 64 mm. Tebal limpasan permukaan menunjukkan potensi peningkatan debit banjir.Analysis And Mapping Runoff In Watershed Upper Citanduy With SCSN MethodAbstract. Citanduy watershed is one of the largest watersheds on the island of Java with the main river being Cintanduy. The Citanduy watershed consists of several sub-watersheds, one of which is the Upper Citanduy sub-watershed. Changes in land use in the Upper Citanduy watershed continue to occur, this condition has resulted in an increase in flood discharge in the river. The increase in discharge in the river is caused by surface runoff due to rain. Surface runoff can be analyzed using the SCS (Soil Conservation Service) method. The SCS method is also analyzed based on soil conditions so that it can determine the Curve Number (CN) value of the land. The results of the 2018 analysis show that 18.99% or 13,735.97 ha of land cover is forest (primary, secondary and plantation forests). The distribution of soil types, in general, is Typic Dystrudepts (36.57%) and Typic Hapludands (37.93%). Hydrological Soil Group (HSG) in the Upper Citanduy watershed is dominated by class B by 76.92%. The results of the analysis showed that the maximum runoff thickness of the Upper Citanduy Watershed at PUH 2, 5, 10, 25, and 50 years respectively was 104 mm, 133 mm, 147 mm, 171 mm, and 187 mm. The minimum surface runoff thickness with PUH 2, 5, 10, 25, and 50 years respectively is 17 mm, 31 mm, 39 mm, 53 mm, and 64 mm. The thickness of the surface runoff indicates the potential for increased flood discharge.
HYDRAULIC DESIGN OF SMALL EARTH CASCADE DAM FOR DRYLAND GOGO RICE PLANTATION Prakoso, Wahyu Gendam; Irawan, Pengki
International Journal of Civil Engineering and Infrastructure Vol 4, No 1 (2024): IJCEI Volume 4 No. 1
Publisher : University Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijcei.4.1.1-80

Abstract

The irrigation of gogo rice plantataion on dryland is not extensively developed in Indonesia. Design for the earthfill dam using a combination of hydrological analysis and open-channel hydraulic modeling. Hydrological modeling is conducted by transforming rainfall into runoff using the rainfall- run off model. The hydraulic design involves determining the capacity of the earthfill dam. Hydraulic models and simulations help estimate the potential inflow rates and assess the dam's ability to handle peak flows during extreme weather events. Spillway dimensions are determined based on the dam's design flood criteria, hydraulic modeling, and safety standards. The design of small-scale earthfill dams in cascade to meet the irrigation water needs for dryland paddy plantations in West Tulang Bawang, Lampung, consists of 2 dams (Dam 1: upstream; Dam 2: downstream). Dam 1 effective reservoir 74039 m3, and the inundation area reaches 10846 m2. The inflow discharge is 7.3 m3/second. Total storage volume dam 2 reaching 77023 m3, and the inundation area is 22000 m2. The inflow discharge is 14.18 m3/second. To ensure dam safety, a spillway is designed with an ogee crest using a square-section control with effective widths of 3.0 m for Dam 1 and 4.5 m for Dam 2. Flood reduction in the downstream part of Dam 2 reaches 22% with 10.99 14.18 m3/second outflow discharge and is estimated to be safe to prevent failure due to overtopping hazards. Further research is needed for extreme emergency action plans with simultaneous dam failure scenarios.
PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN TRADISIONAL PENINGKAT IMUN TUBUH DALAM MENGHADAPI COVID 19 DI DESA TANJUNGSARI KABUPATEN TASIKMALAYA Aisyah, Iseu Siti; Almunawwaroh, Medina; Ramadhani, Indi; Irawan, Pengki
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v6i2.4068

Abstract

AbstrakPemerintah menyatakan bahwa masih terjadi penularan virus corona di Indonesia hingga hari ini. Di tengah pandemi ini, sistem imunitas tubuh menjadi sangat krusial. Oleh karena itu, satu cara untuk menjaga kekebalan tubuh adalah dengan mengonsumsi minuman-minuman yang terbukti secara klinis mampu menjaga imunitas. Direkomendasikan oleh Medical Daily untuk mengonsumsi minuman-minuman yang mengandung nutrisi penting seperti protein, vitamin A, dan vitamin C diantaranya adalah jahe, kunyit dan serai. Tanaman tersebut mudah didapatkan di daerah Gunung Tanjung, sehingga bahan baku minuman tradisional ini mudah didapatkan dan dapat dikembangkan sebagai usaha bisnis dalam memanfaatkan potensi desa. Berdasarkan hasil temuan tersebut kami melaksanakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Minuman Tradisional dalam Rangka Peningkatan Imun Tubuh dalam Menghadapi COVID 19 di Desa Tanjungsari Kecamatan Gunung Tanjung Kabupaten Tasikmalaya untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat cara pencegahan dari COVID 19 serta menjadikan peluang usaha dalam bisnis minuman tradisional. Pelatihan minuman tradisional ini diadakan pada tanggal 14 November 2020 di aula koperasi PGRI Dusun Lengkong dan tanggal 15 November 2020 di aula madrasah Dusun Leuwidahu masing-masing dihadiri 30 orang. Sebelum dan sesudah kegiatan pelatihan dilaksanakan pre test dan post test untuk mengetahui sejauhmana tingkat pengetahuan masyarakat tentang COVID 19 dan tentang khasiat minuman tradisional dalam meningkatkan imun tubuh. Materi pelatihan yang diberikan adalah COVID 19 dan peran imun tubuh serta khasiat herbal bagi imun tubuh, kualitas air, peluang usaha minuman tradisional serta demonstrasi minuman tradisional. Berdasarkan hasil perhitungan, rata-rata skor dan post test peserta bahwa ada perbedaan signifikan pengetahuan peserta pelatihan tentang pentingnya minuman tardisional dalam meningkatkan imun tubuh bagi pencegahan penyakit COVID 19.AbstractThe government stated that there is still a transmission of the corona virus in Indonesia to this day. In the midst of this pandemic, the immune system is very crucial. Therefore, one way to maintain immunity is to consume drinks that are clinically proven to maintain it. It is recommended by Medical Daily to consume drinks that contain important nutrients such as protein, vitamin A, and vitamin C, including ginger, turmeric and lemongrass. These plants are easy to find in the Gunung Tanjung area, so the raw material for this traditional drink is available and can be developed as a business venture in exploiting the potential of the village. Based on these findings, we conducted Training on Making Traditional Drinks in the Context of Increasing Immune in the Face of COVID 19 in Tanjungsari Village, Gunung Tanjung District, Tasikmalaya Regency to provide knowledge to the community on how to prevent COVID 19 and make business opportunities in the traditional beverage business. This traditional beverage training was held on November 14, 2020 at the PGRI Dusun Lengkong cooperative hall and November 15, 2020 at the Dusun Leuwidahu madrasah hall, each attended by 30 people. Before and after the training activities, pre-test and post-test were carried out to find out the level of public knowledge about COVID 19 and about the efficacy of traditional drinks in increasing body immunity. The training materials provided were COVID 19 and the role of body immunity as well as herbal properties for body immunity, water quality, traditional beverage business opportunities and demonstrations of traditional drinks. Based on the results of calculations, the average score and post test of the participants indicated that there were significant differences in the knowledge of the training participants about the importance of traditional drinks in increasing the body's immunity for the prevention of COVID 19. Kata kunci: COVID 19; Imun Tubuh; Minuman Tradisional; Pelatihan.
Penyediaan Air Bersih Untuk Musim Kemarau di Desa Gunungsari Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya Irawan, Pengki; Hidayanto, Hidayanto; Empung, Empung; Hendrawangsa, Permana
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v5i2.390

Abstract

Air bersih merupakan salah satu kebutuhan paling utama manusia. Dengan adanya air maka manusia dapat melakukan berbagai macam aktivitas. Sampai saat ini, Indonesia memiliki beberapa masalah yang masih belum bisa diatasi sepenuhnya yaitu dalam hal ketersediaan air bersih untuk masyarakat. Beberapa daerah di Indonesia masih mengalami krisis air bersih, salah satu diantaranya adalah Desa Gunungsari. Maka dari itu perlu adanya solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan perencanaan pembuatan sistem jaringan pipa distribusi air bersih. Latar belakang kondisi kontur Desa Gunungsari yang berbukit serta letak sumber mata air yang jauh dari pemukiman menyebabkan pengambilan air pun sulit dilakukan, maka dari itu dilakukan perencanaan pembuatan sistem jaringan pipa distribusi air bersih dengan bantuan pompa hydrum di Desa Gunungsari. Air yang berasal dari Sungai Ciwulan sebagai sumber mata air akan dipompa dengan menggunakan pompa hydrum, selanjutnya air tersebut akan didistribusikan menuju reservoir. Pengabdian ini dilakukan di Desa Gunungsari dengan harapan agar dapat membantu pemerintah desa dalam mengatasi permasalahan pendistribusian air bersih dan juga dapat membantu masyarakat supaya kebutuhan ketersediaan air dapat terpenuhi.
Efektivitas Kolam Retensi Untuk Pengendalian Banjir di Ruas Jalan Dr. Moh. Hatta Sukamanah Kota Tasikmalaya Irawan, Pengki; Handiman, Iman; Sari, Novia Komala; Nurrahma, Fardha Awalia; Herianto, Herianto; Setiawan, Junaedi; Hidayat, Asep Kurnia
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.20.2.120-135.2024

Abstract

Banjir menjadi permasalahan yang sering terjadi ketika musim hujan. Banjir juga terjadi di Kota Tasikmalaya yaitu di Jalan Dr. Moh Hatta Sukamanah Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. Banjir tersebut disebabkan oleh overflow dari saluran sekunder Daerah Irigasi (DI) Citanduy, yaitu saluran Cisalim. Saluran yang harusnya berfungsi sebagai saluran irigasi juga harus menampung limpasan air hujan serta buangan limbah rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi overflow saluran Cisalim dengan membuat 2 (dua) kolam retensi dan diuji efektivitasnya dalam menurunkan banjir.  Data curah hujan didapatkan dari Pos Curah Hujan (PCH) di sekita lokasi, hujan wilayah menggunakan metode Poligon Thiessen, kemudian dilakukan analisis frekuensi hingga dihasilkan intensitas hujan rencana, yaitu Periode Ulang Hujan (PUH) 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, dan 25 tahun. Daerah Tangkapan Air (DTA) dimodelkan dengan membuat streamflow pada software Geographic Information System (GIS). Parameter DTA seperti nilai luas, kemiringan lahan, koefisien limpasan, kekasaran permukaan lahan, panjang lintasan air disesuaikan dengan kondisi lahan. Data saluran didapatkan dari pengukuran langsung ke lapangan menggunakan alat ukur Theodolit. Data parameter DTA dan saluran kemudian diinputkan ke software Environment Protection Agency Storm Water Management Model (EPA SWMM) untuk disimulasikan. Simulasi menggunakan 2 (dua) skenario, yaitu kondisi saluran eksisting dan membuatkan kolam retensi di hulu saluran yang overflow. Hasil analisis terdapat 50 DTA dalam sistem saluran Cisalim. Intensitas hujan selama 24 jam dengan PUH 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, dan 25 tahun secara berturut-turut adalah 152 mm, 193 mm, 216 mm, dan 242 mm, kemudian intensitas hujan tsb disimulasikan dengan durasi 6 jam. Hasil simulasi menunjukkan saluran cukup aman pada PUH 2 tahun, sementara pada PUH 5 sampai 25 tahun menunjukkan overflow pada saluran Con 9 dan Con 10. Kapasitas saluran tersebut sebesar 8.7 m3/det, sedangkan debit pada PUH 5, 10, dan 25 tahun sebesar 9.7 m3/det (111% dari kapasitas), 10.9 m3/det (124% dari kapasitas), dan 12.2 m3/det (139% dari kapasitas). Simulasi dengan penambahan kolam retensi ukuran 9255 m2 dan 6422 m2 dengan kedalaman kolam 2 m, mampu mereduksi debit puncak banjir. Hasil simulasi pada saluran Con. 10 kolam retensi mampu mereduksi banjir dari 139 % menjadi 56%, sedangkan pada saluran Cisalim sebesar 59% menggunakan PUH 25 tahun. Sebagai upaya kemanan agar tidak terjadi overtopping, masing – masing kolam retensi lengkapi dengan pompa.
Forecasting the long-term impacts of land use and cover changes on runoff coefficient and flood hydrograph: a case study of the Upper Citanduy Basin, Indonesia Irawan, Pengki; Setiawan, Junaedi
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 12 No. 3 (2025)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2025.123.7417

Abstract

Land use and land cover (LULC) change significantly affects hydrological processes in ungauged basins, where data limitations hinder accurate analysis and modeling. This study assesses the long-term impacts of LULC changes on the runoff coefficient (RC) and flood hydrograph in the Upper Citanduy Basin, Indonesia, using data from 2014, 2019, and 2024 to project future scenarios through 2029. The Cellular Automata-Artificial Neural Network (CA-ANN) model through the MOLUSCE plugin in QGIS was used for LULC forecasting, achieving high accuracy (Kappa>0.9). The results indicate a 16.97% increase in the composite runoff coefficient from 2014 to 2029, primarily driven by the conversion of agricultural land into built-up areas. This increase was most pronounced in the early years, stabilizing as urbanization and land degradation effects moderated. HEC-HMS simulations using Synthetic Unit Hydrograph (SUH) methods, including Nakayasu, Snyder, and Clark SUHs, revealed that peak discharges for lower return periods (RP) in the future could approach or exceed those of higher RPs in the past. For instance, the 5-year RP peak discharge in 2029 (2.137 m³ s?¹) closely resembles the 25-year RP in 2019 (2.165 m³ s?¹). Similarly, the 5-year RP in 2024 (1.794 m³ s?¹) is comparable to the 10-year RP in 2014 (1.768 m³ s?¹), while the 5-year RP in 2019 (1.727 m³ s?¹) is nearly the same as the 2-year RP in 2029 (1.734 m³ s?¹). These findings underscore the need for sustainable land-use planning and adaptive flood management to mitigate hydrological impacts in ungauged basins.
Efektivitas Kolam Retensi Untuk Pengendalian Banjir di Ruas Jalan Dr. Moh. Hatta Sukamanah Kota Tasikmalaya Irawan, Pengki; Handiman, Iman; Sari, Novia Komala; Nurrahma, Fardha Awalia; Herianto, Herianto; Setiawan, Junaedi; Hidayat, Asep Kurnia
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 20 No. 2 (2024)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.20.2.120-135.2024

Abstract

Banjir menjadi permasalahan yang sering terjadi ketika musim hujan. Banjir juga terjadi di Kota Tasikmalaya yaitu di Jalan Dr. Moh Hatta Sukamanah Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. Banjir tersebut disebabkan oleh overflow dari saluran sekunder Daerah Irigasi (DI) Citanduy, yaitu saluran Cisalim. Saluran yang harusnya berfungsi sebagai saluran irigasi juga harus menampung limpasan air hujan serta buangan limbah rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi overflow saluran Cisalim dengan membuat 2 (dua) kolam retensi dan diuji efektivitasnya dalam menurunkan banjir.  Data curah hujan didapatkan dari Pos Curah Hujan (PCH) di sekita lokasi, hujan wilayah menggunakan metode Poligon Thiessen, kemudian dilakukan analisis frekuensi hingga dihasilkan intensitas hujan rencana, yaitu Periode Ulang Hujan (PUH) 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, dan 25 tahun. Daerah Tangkapan Air (DTA) dimodelkan dengan membuat streamflow pada software Geographic Information System (GIS). Parameter DTA seperti nilai luas, kemiringan lahan, koefisien limpasan, kekasaran permukaan lahan, panjang lintasan air disesuaikan dengan kondisi lahan. Data saluran didapatkan dari pengukuran langsung ke lapangan menggunakan alat ukur Theodolit. Data parameter DTA dan saluran kemudian diinputkan ke software Environment Protection Agency Storm Water Management Model (EPA SWMM) untuk disimulasikan. Simulasi menggunakan 2 (dua) skenario, yaitu kondisi saluran eksisting dan membuatkan kolam retensi di hulu saluran yang overflow. Hasil analisis terdapat 50 DTA dalam sistem saluran Cisalim. Intensitas hujan selama 24 jam dengan PUH 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, dan 25 tahun secara berturut-turut adalah 152 mm, 193 mm, 216 mm, dan 242 mm, kemudian intensitas hujan tsb disimulasikan dengan durasi 6 jam. Hasil simulasi menunjukkan saluran cukup aman pada PUH 2 tahun, sementara pada PUH 5 sampai 25 tahun menunjukkan overflow pada saluran Con 9 dan Con 10. Kapasitas saluran tersebut sebesar 8.7 m3/det, sedangkan debit pada PUH 5, 10, dan 25 tahun sebesar 9.7 m3/det (111% dari kapasitas), 10.9 m3/det (124% dari kapasitas), dan 12.2 m3/det (139% dari kapasitas). Simulasi dengan penambahan kolam retensi ukuran 9255 m2 dan 6422 m2 dengan kedalaman kolam 2 m, mampu mereduksi debit puncak banjir. Hasil simulasi pada saluran Con. 10 kolam retensi mampu mereduksi banjir dari 139 % menjadi 56%, sedangkan pada saluran Cisalim sebesar 59% menggunakan PUH 25 tahun. Sebagai upaya kemanan agar tidak terjadi overtopping, masing – masing kolam retensi lengkapi dengan pompa.
FLOOD MODELING AND ECONOMIC IMPACT ON FLOOD-PRONE RESIDENTIAL AREAS IN THE CILOSEH RIVER BASIN, TASIKMALAYA Prakoso, Wahyu Gendam; Irawan, Pengki; Setiawan, Junaedi; Rahmawati, Siti
International Journal of Civil Engineering and Infrastructure Vol. 5 No. 1 (2025): IJCEI Volume 5 No. 1
Publisher : University Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Ciloseh River in Tasikmalaya City, West Java, spanning approximately 26.6 km with a 7,803-hectare catchment area, faces increasing flood vulnerability driven by rapid urban expansion and land-use conversion along its banks. This study systematically characterizes the river's floodplain morphology and quantifies potential economic losses from flooding across various return periods (2- to 50-year events). A comprehensive morphometric analysis of the watershed was conducted using Geographic Information Systems (GIS) to derive critical hydrological parameters. Flood discharge estimations were performed using the Synthetic Unit Hydrograph Gamma-I method. Hydrological data, augmented by field surveys, informed the development of a robust one-dimensional hydraulic model utilizing HEC-RAS software. The generated hydraulic model outputs were then integrated with high-resolution basemaps to produce detailed flood inundation maps. Economic loss assessments were rigorously performed following the ECLAC methodology, quantifying direct damages to infrastructure and residential properties. The analysis reveals significant flood inundation across all simulated return periods, with the 50-year event (Q50 = 473 m³/s) leading to a substantial inundated area of 46,151 m², affecting 244 residential units, and incurring estimated economic losses of IDR 3,188,421,996 (approximately USD 200,000). These findings provide essential data for developing sustainable flood mitigation strategies, informing urban planning, and guiding resilient infrastructure design in rapidly developing riverine environments. Keywords: Flood risk assessment, Hydraulic modeling, HEC-RAS, GIS, Economic impact, Urban hydrology, River engineering
Pembuatan Filtrasi Air untuk Meningkatkan Kualitas Air Bersih di Perumahan Bumi Endah Residence Herlina, Nina; Sari, Novia Komala; Nursani, Rosi; Irawan, Pengki; Al-Huseiny, Mohammad Syarif
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i3.663

Abstract

Perubahan iklim yang terjadi sangat berdampak terhadap ketersediaan air. Kekeringan dan krisis air bersih menjadi bencana tersendiri. Selain itu, kualitas air yang sesuai standar perlu menjadi perhatian. Perumahan Bumi Endah Residence merupakan salah satu perumahan yang ada di Kota Tasikmalaya. Kondisi eksisting sumber air warga berasal dari sumur gali yang sudah disediakan oleh developer. Akan tetapi, permasalahan mitra terletak pada kualitas air yang kurang baik. Air sumur pada Perumahan Bumi Endah Residence keruh sehingga tidak sesuai dengan standar yangditetapkan. Penerapan teknologi filtrasi air perlu dilakukan untuk menambah pengetahuan mitra mengenai teknik penjernihan air. Dengan begitu, air yang keruh dapat melalui filtrasi sehingga air menjadi layak untuk digunakan. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi dan demonstrasi. Sosialisasi dilakukan untuk memberikan informasi tentang teknik filtrasi air, sedangkan kegiatan demonstrasi dilakukan dengan membuat alat filtrasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa demonstrasi alat yang dirancang mampu menjernihkan air.
PREDIKSI DEBIT ANDALAN DAS CILOSEH MENGGUNAKAN FJ MOCK DAN BANGKITAN DATA DEBIT THOMAS FIERING UNTUK ANALISA KETERSEDIAAN AIR DEARAH IRIGASI CIMULU Irawan, Pengki; Setiawan, Junaedi; Alfaridzi, M. Wildan; Awaliyah, Shinta; Hidayat, Asep Kurnia; Hendra, Hendra
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2024): Januari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v5i2.10234

Abstract

Ketersediaan air menjadi isu krusial di Indonesia, terutama di wilayah dua musim. Residu dari aktivitas manusia mengancam ketersediaan air sungai, serta diperparah oleh perubahan iklim global yang berdampak pada suhu, curah hujan, dan debit sungai. Fokus penelitian adalah DAS Ciloseh, sumber air utama untuk DI Cimulu. Metode FJ Mock digunakan untuk memodelkan debit andalan (80%) DAS, melibatkan metode Penman Modifikasi, Polygon Thiessen, dan Thomas Fiering. Hasil analisis menunjukkan bahwa tutupan lahan, khususnya sawah, memengaruhi debit andalan. Luas DAS, jenis tanah, dan tutupan lahan menjadi parameter penting. Debit andalan DAS Ciloseh berkisar 5,30 m3/s hingga 14,70 m3/s untuk 100 tahun ke depan. Pembangkitan data menggunakan metode Weibull menunjukkan fluktuasi debit mengikuti pola historis. Penelitian ini memberikan kontribusi penting untuk memahami ketersediaan air di DAS Ciloseh, yang memiliki implikasi besar untuk pengelolaan sumber daya air di masa depan.