Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Analysis of Soil Replacement and Woven Geotextile Reinforcement on Embankment Stability Agustina, Yani Putri; Handiman, Iman; Sarifah, Fitriana; Hamonangan, Efran Kemala; Irawan, Pengki; Gusnadi, Zakwan
invotek Vol 24 No 1 (2024): INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional dan Teknologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/invotek.v24i1.1168

Abstract

Toll roads are infrastructure built to improve the regional and national economy. The challenge faced on this toll road is soft soil as deep as 7 m. This research analyzes the stability of the embankment with a slope of 1V:2H and a height of 4.5 m without and with repair using the Limit Equilibrium Method (LEM) because the Safety Factor (SF) value in LEM provides a more critical value than the Finite Element Method (FEM). In addition, the settlement amount was also analyzed. The SF value in short term conditions with an embankment load of 1.31 < 1.4 and earthquake load of 0.83 < 1.1. Then, at pavement installation, 1.33 < 1.4, plus earthquake load 0.84 < 1.1. In long term conditions, during the operational period, 1.48 < 1.5, plus earthquake load 0.84 < 1.1. This indicates that the soil requires improvement. To address the problem, soil improvement utilized 2.5 m deep soil replacement and 75 kN woven geotextile. The SF value with repair under short term conditions, with embankment load 1.53 > 1.4, plus earthquake load 1.18 > 1.1. Then, at the time of pavement installation, 1.56 > 1.5, plus earthquake load 1.19 > 1.1. In the long term condition, it was 1.62 > 1.5 at the time of operation, plus earthquake load 1.22 > 1.1. The total settlement after the operation is 0.21 cm ≤ 10 cm and the settlement rate is 0.68 < 2 cm/year. This shows that improvements can increase the SF value and reduce settlement.
ANALISIS POLA DISTRIBUSI CURAH HUJAN LEBAT DOMINAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) CITANDUY HULU Irawan, Pengki; Setiawan, Junaedi; Hendra, Hendra; Sari, Novia Komala; Awaliyah, Shinta
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jsda.v20i2.894

Abstract

Rainfall plays an important role in hydrological and environmental planning. Meteorological conditions affect rainfall through its intensity, amount, and duration. However, heavy rainfall can cause significant damage and loss. Research was conducted in the Upper Citanduy watershed, West Java, using rainfall data from 8 stations over a range of 5–14 years. The study took a heavy rainfall event threshold of ≥ 50 mm in 24 hours. The research aims to analyze the dominant heavy rainfall patterns in the Upper Citandyu watershed. Empirical analysis used the Mononobe Method and Alternating Block Method (ABM), while rainfall distribution was analyzed with Inverse Distance Weighted (IDW) using Geographic Information Systems. The dominant heavy rainfall duration in the Upper Citanduy watershed occurred over 4–6 hours. Rainfall distribution analysis showed a pattern that was not influenced by the elevation of the rainfall station. The analysis results show that the Mononobe Method is closer to the dominant observed heavy rainfall distribution for 4 hours, while ABM is closer to the durations of 5 and 6 hours. The suitability of the distribution pattern was measured using Correlation (r), Root Mean Squared Error (RMSE), and Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE) criteria, with Mononobe providing better results than ABM method. This research contributes to the understanding of rainfall patterns that can form the basis for analyzing designed rainfall intensity as a step in flood disaster mitigation in the Upper Citanduy watershed.Keywords: heavy rainfall, rainfall distribution pattern, rainfall intensity, upper Citanduy watershed, geographic information system
Evaluasi Luas Daerah Irigasi Optimum dengan Model Program Linier dan Model Risiko Gagal Lahan pada Daerah Irigasi Cimulu Shinta Awaliyah; Asep Kurnia Hidayat; Pengki Irawan
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i1.16454

Abstract

Daerah Irigasi Cimulu seluas 1.546,2 ha merupakan daerah irigasi pertanian di Kota Tasikmalaya dengan sumber air berasal dari Sungai Ciloseh. Ketersediaan air menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan produksi pertanian di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan luas lahan dan keuntungan pertanian dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu model program linier dan model risiko gagal lahan. Model program linier digunakan untuk mengestimasi luas lahan optimal berdasarkan kecukupan air dengan faktor keandalan k = 1, sedangkan model risiko gagal lahan mempertimbangkan variasi nilai k sebagai representasi ketidakpastian ketersediaan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model program linier menghasilkan keuntungan maksimal sebesar Rp54.276.548.310 dengan luas lahan optimum 3.759,95 ha pada awal tanam November-1 dengan pola tanam padi–padi–palawija. Sementara itu, model risiko gagal lahan menghasilkan keuntungan tertinggi sebesar Rp96.165.135.900 dengan luas lahan optimum 4.638,60 ha pada sepuluh skenario awal tanam menggunakan debit bangkitan dan pola tanam padi–padi–padi. Kondisi optimum tercapai pada awal tanam November-1 dengan pola tanam padi–padi–palawija, baik pada debit eksisting maupun debit bangkitan, yang sesuai dengan pola tanam RTTG dan memberikan keuntungan sebesar Rp72.737.886.600 dengan luas lahan 4.638,60 ha. Temuan ini menandai pentingnya perencanaan waktu tanam dan pemanfaatan sumber daya air secara efisien. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi panduan bagi petani dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi pengelolaan lahan di Daerah Irigasi Cimulu.
Analisis Laju dan Pemetaan Erosi Lahan DAS Citanduy Hulu Berbasis SIG dengan Metode Modified Universal Soil Loss Equation (MUSLE) Euis Khallilah; Pengki Irawan; Asep Kurnia Hidayat; Herianto Herianto; Rosi Nursani; Hidayanto Hidayanto
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2024): Juli
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v6i1.11850

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Citanduy Hulu Memiliki luas 71.544,24 ha. DAS Citanduy Hulu memiliki topografi kemiringan lereng dengan kategori agak curam karena letaknya diantara lima gunung diantaranya Gn. Cakrabuana, Gn. Sadakeling, Gn. Telaga Bodas, Gn. Galunggung, dan Gn. Sawal. Tutupan lahan, curah hujan dan sedimentasi menjadi tiga permasalahan pokok penyebab terjadinya erosi pada DAS Citanduy Hulu. Tutupan Lahan pada wilayah DAS Citanduy Hulu mengalami penurunan luas pada hutan (33,27%), semak belukar (45,25%), dan badan air (47,59%). Curah hujan pada DAS Citanduy hulu berada pada kategori tinggi menyebabkan semakin banyak partikel sedimen yang terangkut dan mengendap di hilir. Sedimentasi pada DAS Citanduy Hulu mengalami peningkatan cukup tinggi dalam kurun waktu satu tahun. Adanya permasalahan tersebut, diperlukan pendugaan laju erosi yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah erosi dan hasil pelepasan sedimen menggunakan metode Modified Universal Soil Loss Equation (MUSLE) dan persamaan Sediment Delivery Ratio (SDR) dengan bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil analisis menunjukkan bahwa erosi yang terhitung pada DAS Citanduy Hulu sebesar 450,26 ton/ha/tahun dengan kelas bahaya erosi berat. Jumlah pelepasan sedimen yang terjadi pada DAS Citanduy Hulu sebesar 2.448.226,72 ton/tahun atau 7,6% dari total erosi yang terjadi di lahan.
Evaluasi Sistem Drainase Menggunakan Program EPA SWMM 5.2 di Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soekardjo Kota Tasikmalaya Indah Kisma Fauziah; Rani Sulistia Rahman; Gusti Fikri Pirdaus; Agim Fizar Syaban; Erra Nabila; Pengki Irawan; Raden Roro Dita Arviananda
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i1.15447

Abstract

Sistem drainase merupakan serangkaian prasarana dan sarana yang berfungsi untuk mengurangi atau menghilangkan kelebihan air pada suatu area atau lahan agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem drainase di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dengan menggunakan perangkat lunak EPA SWMM 5.2. Tingginya intensitas curah hujan yang terjadi serta keterbatasan kapasitas saluran drainase eksisting menyebabkan kawasan RSUD dr. Soekardjo, yang berada di wilayah perkotaan, memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap genangan dan banjir. Penelitian ini memanfaatkan data curah hujan dari 4 (empat) Pos Curah Hujan (PCH), yaitu PCH Cimulu, Kawalu, Lanud, dan Cikunten, dengan periode data selama sepuluh tahun terakhir. Hasil analisis menggunakan metode poligon Thiessen menunjukkan bahwa PCH Cimulu memiliki pengaruh dominan terhadap wilayah studi. Curah hujan rencana dihitung menggunakan distribusi Log Pearson III untuk berbagai periode ulang, sedangkan intensitas hujan ditentukan berdasarkan distribusi waktu hujan. Data dimensi saluran drainase eksisting diperoleh melalui survei lapangan dan selanjutnya digunakan sebagai input dalam pemodelan hidraulika menggunakan EPA SWMM 5.2. Hasil simulasi menunjukkan beberapa saluran, seperti C4, C7, dan C8, mengalami kondisi meluap (overflow), sementara saluran lainnya mendekati kapasitas maksimum, sehingga evaluasi EPA SWMM 5.2. memberikan gambaran kondisi drainase eksisting serta dasar perumusan solusi teknis yang lebih efisien.
Analisis Potensi Bahaya Banjir pada Kawasan Mitra Batik Kota Tasikmalaya Anisa Tiana; Pengki Irawan; Novia Komala Sari
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2025): Maret
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v6i2.11847

Abstract

Kota Tasikmalaya adalah sebuah kota yang terletak di wilayah Priangan Timur, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini mempunyai jumlah penduduk pada tahun 2023 sebanyak 741.760 jiwa dengan laju pertumbuhan 1,27 persen. Pertumbuhan penduduk ini menyebabkan ekspansi pemukiman, perkotaan, dan industri yang luas sehingga terjadi perubahan tata guna lahan. Perubahan tata guna lahan, terutama di kawasan Jalan Mitra Batik, Desa Cipedes, telah mengakibatkan penurunan resapan air karena kurangnya ruang untuk aliran air. Hal ini akan berpotensi menghasilkan genangan dan banjir yang mempengaruhi kapasitas jaringan saluran pembuangan kota. Kelayakan sistem drainase di kawasan tersebut menjadi fokus penelitian, menggunakan perangkat lunak Environment Protection Agency Strom Water Management Model (EPA SWMM 5.2). Simulasi dilakukan pada periode ulang hujan yang beragam, dimulai dari Periode Ulang Hujan (PUH) 2 tahun hingga PUH 1000 tahun.Hasil simulasi menggunakan EPA SWMM 5.2 menunjukkan bahwa sistem jaringan drainase pada kawasan Jalan Mitra Batik, Desa Cipedes mengalami overflow atau saluran tersebut tidak dapat menampung semua aliran limpasan pada PUH 5 tahun, begitu pula dengan PUH yang melebihi 5 tahun. Dari total 37 saluran, terdapat 14 saluran yang mengalami overflow pada PUH 5 tahun. Debit banjir maksimum yang tercatat dengan nilai 4,273 m3 /det yang terletak pada saluran Con36. Temuan ini menunjukkan perlunya peninjauan ulang dan peningkatan sistem drainase di kawasan tersebut untuk mengurangi risiko banjir dan dampak negatif lainnya yang mungkin timbul akibat pertumbuhan pesat penduduk dan perubahan tata guna lahan
Analisis Kesetimbangan Air di Daerah Irigasi Cikunten II dengan Menggunakan Data Bangkitan Salsabila Salsabila; Novia Komala Sari; Pengki Irawan
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2025): Maret
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v6i2.11857

Abstract

Daerah Irigasi Cikunten II memiliki luas sebesar 4.443 ha yang merupakan daerah irigasi pertanian di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Sumber pengambilan air Daerah Irigasi Cikunten II berasal dari Sungai Ciwulan yang disuplesikan ke Sungai Cimerah. Ketercukupan air merupakan salah satu faktor guna memaksimalkan produksi pertanian di Daerah Irigasi Cikunten II. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesetimbangan air melalui analisis hidrologi, klimatologi, pembangkitan data debit ketersediaan air, dan kebutuhan air irigasi. Pembangkitan data debit sintetik sampai tahun 2050 menggunakan metode Thomas-Fiering yang selanjutnya dilakukan uji validitas. Hasil analisis didapat nilai korelasi 0,68 yang berarti data kuat. Hasil pembangkitan data debit dengan debit maksimum sebesar 18,13 m3/detik dan debit minimum adalah 0,00 m3/detik.  Analisis debit andalan dengan metode Weibull didapat Q80% rata-rata untuk debit bangkitan sebesar 4,44 m3/detik. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan air irigasi rata-rata untuk Daerah Irigasi Cikunten II dengan awal tanam Oktober-I dan pola tanam berdasarkan Rencana Tata Tanam Global (RTTG) yaitu Padi-Padi-Palawija sebesar 4,45 m3/detik dan kebiasaan masyarakat sekitar (eksisting) yaitu Padi-Padi-Palawija sebesar 4,81 m3/detik. Hasil analisis kesetimbangan diperoleh dua kondisi neraca air yaitu surplus dan defisit.  Defisit air terjadi pada awal penyiapan lahan Masa Tanam-I dan II serta sebagian besar Masa Tanam-III akibat ketersediaan air yang tidak mencukupi untuk irigasi. Skenario jadwal tanam dengan menggeser 2 (dua) periode maju dan mundur pada kondisi RTTG dan eksisting. Jadwal tanam yang direkomendasikan adalah berdasarkan kondisi RTTG dengan awal tanam pada Oktober-I.
Analisis Pemanfaatan Bio Sediment Trap Untuk Penanganan Erosi di DAS Citanduy Hulu dalam Lingkup Bendungan Leuwikeris Syifa Octaviani Putri; Pengki Irawan; Novia Komala Sari; Hendra Hendra; Empung Empung; Fitriana Sarifah; Mohammad Syarif Al Huseiny
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2024): Juli
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v6i1.11845

Abstract

DAS Citanduy merupakan salah satu daerah aliran sungai di Jawa Barat yang kondisinya kritis dan terdiri dari 5 (lima) sub-DAS, yaitu Citanduy Hulu, Cimuntur, Cijolang, Ciseel, dan Cikawung. DAS Citanduy Hulu memiliki luas sebesar 71,443.30 ha dengan panjang rata-rata sungai utama sekitar 7.4 km. Erosi pada lahan menyebabkan produktivitas lahan pertanian berkurang dan sedimentasi berlebihan pada sungai atau waduk. Erosi dan sedimentasi berlebihan dapat mengancam fungsi dan umur dari layanan Bendungan Leuwikeris yang berada dalam lingkup DAS Citanduy Hulu. Analisis nilai laju erosi dilakukan menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation) dan didapat nilai rerata erosi pada DAS Citanduy Hulu sebesar 136.34 t/ha/th. Metode yang digunakan dalam upaya penanganan erosi dan sedimentasi di DAS Citanduy Hulu, yaitu metode pemanfaatan jebakan sedimen pada alur erosi atau teknologi bio sediment trap. Pemanfaatan bio sediment trap menggunakan bahan dasar bambu Ampel, diterapkan untuk penanganan erosi yang terjadi pada lahan curam serta dimodelkan secara 2D dan 3D. Hasil penelitian sebelum menggunakan bio sediment trap menunjukkan total volume erosi di DAS Citanduy Hulu sebesar 3,186,053.8 m³/ha. Setelah menggunakan bio sediment trap dengan efektivitas penurunan erosi 40% dan asumsi umur rencana 2 tahun dapat menurunkan volume erosi menjadi 1,274,421.5 m³/ha. Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dikeluarkan untuk membuat 1 (satu) buah bio sediment trap, yaitu sebesar Rp 400,445.82 dan untuk total harga pembuatan bio sediment trap dengan luas total DAS Citanduy Hulu 71,443.30 ha, yaitu sebesar Rp 141,761,424,292.38.
Evaluasi Sistem Drainase di Jalan Cilolohan Kota Tasikmalaya Menggunakan Pemodelan EPA SWMM 5.2 M. Rafli Al Faroji; Revi Fudla Amalia; Allysa Fikri Hamid; Adryan Shidqi Mulyana; Zulfa Abbiy Musyaffa; Pengki Irawan; Galih Rahmat Jatnika
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i2.17606

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja sistem drainase di persimpangan Jalan Cilolohan, Kota Tasikmalaya, yang kerap menghadapi masalah banjir akibat kapasitas saluran yang tidak memadai serta tingginya akumulasi sedimentasi. Evaluasi teknis dilakukan melalui pendekatan pemodelan hidrologi dan hidraulika menggunakan Storm Water Management Model (SWMM) 5.2. Pemodelan ini didukung oleh pemetaan topografi dan delineasi daerah tangkapan air (catchment area) berbasis GIS, serta verifikasi spasial presisi melalui Google Earth. Data curah hujan harian maksimum periode 2014–2023 dianalisis secara statistik menggunakan metode distribusi probabilitas untuk menetapkan hujan rencana. Berdasarkan uji kesesuaian, distribusi Log Pearson III terpilih sebagai model terbaik untuk wilayah tersebut. Hasil simulasi menunjukkan bahwa segmen saluran SSA, SSC, SSD, SSE, dan SSF mengalami over-capacity pada kondisi puncak hujan. Fenomena limpasan ini dipicu oleh kombinasi intensitas hujan tinggi, koefisien limpasan impervious yang besar pada kawasan perkotaan, dan sedimentasi yang mereduksi dimensi tampungan efektif secara signifikan. Sebagai solusi, dilakukan desain ulang dimensi saluran melalui proses iterasi trial-and-error pada perangkat lunak SWMM hingga tercapai konfigurasi penampang yang mampu menyalurkan debit rencana tanpa indikasi luapan. Selain penyesuaian dimensi fisik, pembersihan sedimentasi secara berkala sangat direkomendasikan sebagai langkah operasional rutin guna menjaga kapasitas hidraulik tetap optimal. Temuan ini diharapkan menjadi acuan teknis bagi pemerintah daerah dalam perencanaan mitigasi banjir dan peningkatan sistem drainase perkotaan.
Pelatihan Penyusunan Portofolio Digital bagi Siswa Jurusan Desain Pemodelan Informasi Bangunan SMKN 2 Tasikmalaya agar Lulusannya Siap Kerja dan Kuliah Irawan, Pengki; Ramdani, Yusep; ., Hendra; Mutmainah, Lu'liyatul; Sarifah, Fitriana; Noviani, Shanti Astri; Rachma, Intan Nuriskha
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1258

Abstract

Dalam era digital yang terus berkembang, dunia kerja khususnya di sektor konstruksi menuntut lulusan SMK tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga mampu mempresentasikan kompetensi dan pengalaman mereka secara profesional. Salah satu media yang efektif untuk tujuan tersebut adalah portofolio digital. Siswa jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) umumnya memiliki berbagai karya visual, seperti gambar teknik, desain bangunan, model 3D, dan proyek konstruksi, namun masih banyak yang belum memiliki wadah yang tepat untuk menampilkan karya tersebut secara terstruktur dan mudah diakses oleh calon pemberi kerja maupun institusi pendidikan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi strategis dalam membantu siswa menyusun portofolio digital yang representatif guna memperkuat citra profesional mereka. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan pemahaman, keterampilan, serta kesadaran siswa dalam menyusun dan memanfaatkan portofolio digital sebagai sarana personal branding. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi tentang pentingnya portofolio digital, pelatihan teknis penggunaan aplikasi desain dan platform digital, serta pendampingan langsung dalam proses penyusunan portofolio. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari total 131 peserta, lebih dari 90% memberikan respons positif terhadap seluruh aspek evaluasi.