Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN TRADISIONAL PENINGKAT IMUN TUBUH DALAM MENGHADAPI COVID 19 DI DESA TANJUNGSARI KABUPATEN TASIKMALAYA Aisyah, Iseu Siti; Almunawwaroh, Medina; Ramadhani, Indi; Irawan, Pengki
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v6i2.4068

Abstract

AbstrakPemerintah menyatakan bahwa masih terjadi penularan virus corona di Indonesia hingga hari ini. Di tengah pandemi ini, sistem imunitas tubuh menjadi sangat krusial. Oleh karena itu, satu cara untuk menjaga kekebalan tubuh adalah dengan mengonsumsi minuman-minuman yang terbukti secara klinis mampu menjaga imunitas. Direkomendasikan oleh Medical Daily untuk mengonsumsi minuman-minuman yang mengandung nutrisi penting seperti protein, vitamin A, dan vitamin C diantaranya adalah jahe, kunyit dan serai. Tanaman tersebut mudah didapatkan di daerah Gunung Tanjung, sehingga bahan baku minuman tradisional ini mudah didapatkan dan dapat dikembangkan sebagai usaha bisnis dalam memanfaatkan potensi desa. Berdasarkan hasil temuan tersebut kami melaksanakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Minuman Tradisional dalam Rangka Peningkatan Imun Tubuh dalam Menghadapi COVID 19 di Desa Tanjungsari Kecamatan Gunung Tanjung Kabupaten Tasikmalaya untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat cara pencegahan dari COVID 19 serta menjadikan peluang usaha dalam bisnis minuman tradisional. Pelatihan minuman tradisional ini diadakan pada tanggal 14 November 2020 di aula koperasi PGRI Dusun Lengkong dan tanggal 15 November 2020 di aula madrasah Dusun Leuwidahu masing-masing dihadiri 30 orang. Sebelum dan sesudah kegiatan pelatihan dilaksanakan pre test dan post test untuk mengetahui sejauhmana tingkat pengetahuan masyarakat tentang COVID 19 dan tentang khasiat minuman tradisional dalam meningkatkan imun tubuh. Materi pelatihan yang diberikan adalah COVID 19 dan peran imun tubuh serta khasiat herbal bagi imun tubuh, kualitas air, peluang usaha minuman tradisional serta demonstrasi minuman tradisional. Berdasarkan hasil perhitungan, rata-rata skor dan post test peserta bahwa ada perbedaan signifikan pengetahuan peserta pelatihan tentang pentingnya minuman tardisional dalam meningkatkan imun tubuh bagi pencegahan penyakit COVID 19.AbstractThe government stated that there is still a transmission of the corona virus in Indonesia to this day. In the midst of this pandemic, the immune system is very crucial. Therefore, one way to maintain immunity is to consume drinks that are clinically proven to maintain it. It is recommended by Medical Daily to consume drinks that contain important nutrients such as protein, vitamin A, and vitamin C, including ginger, turmeric and lemongrass. These plants are easy to find in the Gunung Tanjung area, so the raw material for this traditional drink is available and can be developed as a business venture in exploiting the potential of the village. Based on these findings, we conducted Training on Making Traditional Drinks in the Context of Increasing Immune in the Face of COVID 19 in Tanjungsari Village, Gunung Tanjung District, Tasikmalaya Regency to provide knowledge to the community on how to prevent COVID 19 and make business opportunities in the traditional beverage business. This traditional beverage training was held on November 14, 2020 at the PGRI Dusun Lengkong cooperative hall and November 15, 2020 at the Dusun Leuwidahu madrasah hall, each attended by 30 people. Before and after the training activities, pre-test and post-test were carried out to find out the level of public knowledge about COVID 19 and about the efficacy of traditional drinks in increasing body immunity. The training materials provided were COVID 19 and the role of body immunity as well as herbal properties for body immunity, water quality, traditional beverage business opportunities and demonstrations of traditional drinks. Based on the results of calculations, the average score and post test of the participants indicated that there were significant differences in the knowledge of the training participants about the importance of traditional drinks in increasing the body's immunity for the prevention of COVID 19. Kata kunci: COVID 19; Imun Tubuh; Minuman Tradisional; Pelatihan.
Analysis of Soil Replacement and Woven Geotextile Reinforcement on Embankment Stability Agustina, Yani Putri; Handiman, Iman; Sarifah, Fitriana; Hamonangan, Efran Kemala; Irawan, Pengki; Gusnadi, Zakwan
invotek Vol 24 No 1 (2024): INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional dan Teknologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/invotek.v24i1.1168

Abstract

Toll roads are infrastructure built to improve the regional and national economy. The challenge faced on this toll road is soft soil as deep as 7 m. This research analyzes the stability of the embankment with a slope of 1V:2H and a height of 4.5 m without and with repair using the Limit Equilibrium Method (LEM) because the Safety Factor (SF) value in LEM provides a more critical value than the Finite Element Method (FEM). In addition, the settlement amount was also analyzed. The SF value in short term conditions with an embankment load of 1.31 < 1.4 and earthquake load of 0.83 < 1.1. Then, at pavement installation, 1.33 < 1.4, plus earthquake load 0.84 < 1.1. In long term conditions, during the operational period, 1.48 < 1.5, plus earthquake load 0.84 < 1.1. This indicates that the soil requires improvement. To address the problem, soil improvement utilized 2.5 m deep soil replacement and 75 kN woven geotextile. The SF value with repair under short term conditions, with embankment load 1.53 > 1.4, plus earthquake load 1.18 > 1.1. Then, at the time of pavement installation, 1.56 > 1.5, plus earthquake load 1.19 > 1.1. In the long term condition, it was 1.62 > 1.5 at the time of operation, plus earthquake load 1.22 > 1.1. The total settlement after the operation is 0.21 cm ≤ 10 cm and the settlement rate is 0.68 < 2 cm/year. This shows that improvements can increase the SF value and reduce settlement.
ANALISIS POLA DISTRIBUSI CURAH HUJAN LEBAT DOMINAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) CITANDUY HULU Irawan, Pengki; Setiawan, Junaedi; Hendra, Hendra; Sari, Novia Komala; Awaliyah, Shinta
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jsda.v20i2.894

Abstract

Rainfall plays an important role in hydrological and environmental planning. Meteorological conditions affect rainfall through its intensity, amount, and duration. However, heavy rainfall can cause significant damage and loss. Research was conducted in the Upper Citanduy watershed, West Java, using rainfall data from 8 stations over a range of 5–14 years. The study took a heavy rainfall event threshold of ≥ 50 mm in 24 hours. The research aims to analyze the dominant heavy rainfall patterns in the Upper Citandyu watershed. Empirical analysis used the Mononobe Method and Alternating Block Method (ABM), while rainfall distribution was analyzed with Inverse Distance Weighted (IDW) using Geographic Information Systems. The dominant heavy rainfall duration in the Upper Citanduy watershed occurred over 4–6 hours. Rainfall distribution analysis showed a pattern that was not influenced by the elevation of the rainfall station. The analysis results show that the Mononobe Method is closer to the dominant observed heavy rainfall distribution for 4 hours, while ABM is closer to the durations of 5 and 6 hours. The suitability of the distribution pattern was measured using Correlation (r), Root Mean Squared Error (RMSE), and Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE) criteria, with Mononobe providing better results than ABM method. This research contributes to the understanding of rainfall patterns that can form the basis for analyzing designed rainfall intensity as a step in flood disaster mitigation in the Upper Citanduy watershed.Keywords: heavy rainfall, rainfall distribution pattern, rainfall intensity, upper Citanduy watershed, geographic information system
Evaluasi Luas Daerah Irigasi Optimum dengan Model Program Linier dan Model Risiko Gagal Lahan pada Daerah Irigasi Cimulu Shinta Awaliyah; Asep Kurnia Hidayat; Pengki Irawan
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i1.16454

Abstract

Daerah Irigasi Cimulu seluas 1.546,2 ha merupakan daerah irigasi pertanian di Kota Tasikmalaya dengan sumber air berasal dari Sungai Ciloseh. Ketersediaan air menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan produksi pertanian di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan luas lahan dan keuntungan pertanian dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu model program linier dan model risiko gagal lahan. Model program linier digunakan untuk mengestimasi luas lahan optimal berdasarkan kecukupan air dengan faktor keandalan k = 1, sedangkan model risiko gagal lahan mempertimbangkan variasi nilai k sebagai representasi ketidakpastian ketersediaan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model program linier menghasilkan keuntungan maksimal sebesar Rp54.276.548.310 dengan luas lahan optimum 3.759,95 ha pada awal tanam November-1 dengan pola tanam padi–padi–palawija. Sementara itu, model risiko gagal lahan menghasilkan keuntungan tertinggi sebesar Rp96.165.135.900 dengan luas lahan optimum 4.638,60 ha pada sepuluh skenario awal tanam menggunakan debit bangkitan dan pola tanam padi–padi–padi. Kondisi optimum tercapai pada awal tanam November-1 dengan pola tanam padi–padi–palawija, baik pada debit eksisting maupun debit bangkitan, yang sesuai dengan pola tanam RTTG dan memberikan keuntungan sebesar Rp72.737.886.600 dengan luas lahan 4.638,60 ha. Temuan ini menandai pentingnya perencanaan waktu tanam dan pemanfaatan sumber daya air secara efisien. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi panduan bagi petani dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi pengelolaan lahan di Daerah Irigasi Cimulu.
Analisis Laju dan Pemetaan Erosi Lahan DAS Citanduy Hulu Berbasis SIG dengan Metode Modified Universal Soil Loss Equation (MUSLE) Euis Khallilah; Pengki Irawan; Asep Kurnia Hidayat; Herianto Herianto; Rosi Nursani; Hidayanto Hidayanto
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2024): Juli
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v6i1.11850

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Citanduy Hulu Memiliki luas 71.544,24 ha. DAS Citanduy Hulu memiliki topografi kemiringan lereng dengan kategori agak curam karena letaknya diantara lima gunung diantaranya Gn. Cakrabuana, Gn. Sadakeling, Gn. Telaga Bodas, Gn. Galunggung, dan Gn. Sawal. Tutupan lahan, curah hujan dan sedimentasi menjadi tiga permasalahan pokok penyebab terjadinya erosi pada DAS Citanduy Hulu. Tutupan Lahan pada wilayah DAS Citanduy Hulu mengalami penurunan luas pada hutan (33,27%), semak belukar (45,25%), dan badan air (47,59%). Curah hujan pada DAS Citanduy hulu berada pada kategori tinggi menyebabkan semakin banyak partikel sedimen yang terangkut dan mengendap di hilir. Sedimentasi pada DAS Citanduy Hulu mengalami peningkatan cukup tinggi dalam kurun waktu satu tahun. Adanya permasalahan tersebut, diperlukan pendugaan laju erosi yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah erosi dan hasil pelepasan sedimen menggunakan metode Modified Universal Soil Loss Equation (MUSLE) dan persamaan Sediment Delivery Ratio (SDR) dengan bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil analisis menunjukkan bahwa erosi yang terhitung pada DAS Citanduy Hulu sebesar 450,26 ton/ha/tahun dengan kelas bahaya erosi berat. Jumlah pelepasan sedimen yang terjadi pada DAS Citanduy Hulu sebesar 2.448.226,72 ton/tahun atau 7,6% dari total erosi yang terjadi di lahan.
Evaluasi Sistem Drainase Menggunakan Program EPA SWMM 5.2 di Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soekardjo Kota Tasikmalaya Indah Kisma Fauziah; Rani Sulistia Rahman; Gusti Fikri Pirdaus; Agim Fizar Syaban; Erra Nabila; Pengki Irawan; Raden Roro Dita Arviananda
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i1.15447

Abstract

Sistem drainase merupakan serangkaian prasarana dan sarana yang berfungsi untuk mengurangi atau menghilangkan kelebihan air pada suatu area atau lahan agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem drainase di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dengan menggunakan perangkat lunak EPA SWMM 5.2. Tingginya intensitas curah hujan yang terjadi serta keterbatasan kapasitas saluran drainase eksisting menyebabkan kawasan RSUD dr. Soekardjo, yang berada di wilayah perkotaan, memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap genangan dan banjir. Penelitian ini memanfaatkan data curah hujan dari 4 (empat) Pos Curah Hujan (PCH), yaitu PCH Cimulu, Kawalu, Lanud, dan Cikunten, dengan periode data selama sepuluh tahun terakhir. Hasil analisis menggunakan metode poligon Thiessen menunjukkan bahwa PCH Cimulu memiliki pengaruh dominan terhadap wilayah studi. Curah hujan rencana dihitung menggunakan distribusi Log Pearson III untuk berbagai periode ulang, sedangkan intensitas hujan ditentukan berdasarkan distribusi waktu hujan. Data dimensi saluran drainase eksisting diperoleh melalui survei lapangan dan selanjutnya digunakan sebagai input dalam pemodelan hidraulika menggunakan EPA SWMM 5.2. Hasil simulasi menunjukkan beberapa saluran, seperti C4, C7, dan C8, mengalami kondisi meluap (overflow), sementara saluran lainnya mendekati kapasitas maksimum, sehingga evaluasi EPA SWMM 5.2. memberikan gambaran kondisi drainase eksisting serta dasar perumusan solusi teknis yang lebih efisien.
Analisis Potensi Bahaya Banjir pada Kawasan Mitra Batik Kota Tasikmalaya Anisa Tiana; Pengki Irawan; Novia Komala Sari
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2025): Maret
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v6i2.11847

Abstract

Kota Tasikmalaya adalah sebuah kota yang terletak di wilayah Priangan Timur, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini mempunyai jumlah penduduk pada tahun 2023 sebanyak 741.760 jiwa dengan laju pertumbuhan 1,27 persen. Pertumbuhan penduduk ini menyebabkan ekspansi pemukiman, perkotaan, dan industri yang luas sehingga terjadi perubahan tata guna lahan. Perubahan tata guna lahan, terutama di kawasan Jalan Mitra Batik, Desa Cipedes, telah mengakibatkan penurunan resapan air karena kurangnya ruang untuk aliran air. Hal ini akan berpotensi menghasilkan genangan dan banjir yang mempengaruhi kapasitas jaringan saluran pembuangan kota. Kelayakan sistem drainase di kawasan tersebut menjadi fokus penelitian, menggunakan perangkat lunak Environment Protection Agency Strom Water Management Model (EPA SWMM 5.2). Simulasi dilakukan pada periode ulang hujan yang beragam, dimulai dari Periode Ulang Hujan (PUH) 2 tahun hingga PUH 1000 tahun.Hasil simulasi menggunakan EPA SWMM 5.2 menunjukkan bahwa sistem jaringan drainase pada kawasan Jalan Mitra Batik, Desa Cipedes mengalami overflow atau saluran tersebut tidak dapat menampung semua aliran limpasan pada PUH 5 tahun, begitu pula dengan PUH yang melebihi 5 tahun. Dari total 37 saluran, terdapat 14 saluran yang mengalami overflow pada PUH 5 tahun. Debit banjir maksimum yang tercatat dengan nilai 4,273 m3 /det yang terletak pada saluran Con36. Temuan ini menunjukkan perlunya peninjauan ulang dan peningkatan sistem drainase di kawasan tersebut untuk mengurangi risiko banjir dan dampak negatif lainnya yang mungkin timbul akibat pertumbuhan pesat penduduk dan perubahan tata guna lahan
Analisis Kesetimbangan Air di Daerah Irigasi Cikunten II dengan Menggunakan Data Bangkitan Salsabila Salsabila; Novia Komala Sari; Pengki Irawan
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2025): Maret
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v6i2.11857

Abstract

Daerah Irigasi Cikunten II memiliki luas sebesar 4.443 ha yang merupakan daerah irigasi pertanian di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Sumber pengambilan air Daerah Irigasi Cikunten II berasal dari Sungai Ciwulan yang disuplesikan ke Sungai Cimerah. Ketercukupan air merupakan salah satu faktor guna memaksimalkan produksi pertanian di Daerah Irigasi Cikunten II. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesetimbangan air melalui analisis hidrologi, klimatologi, pembangkitan data debit ketersediaan air, dan kebutuhan air irigasi. Pembangkitan data debit sintetik sampai tahun 2050 menggunakan metode Thomas-Fiering yang selanjutnya dilakukan uji validitas. Hasil analisis didapat nilai korelasi 0,68 yang berarti data kuat. Hasil pembangkitan data debit dengan debit maksimum sebesar 18,13 m3/detik dan debit minimum adalah 0,00 m3/detik.  Analisis debit andalan dengan metode Weibull didapat Q80% rata-rata untuk debit bangkitan sebesar 4,44 m3/detik. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan air irigasi rata-rata untuk Daerah Irigasi Cikunten II dengan awal tanam Oktober-I dan pola tanam berdasarkan Rencana Tata Tanam Global (RTTG) yaitu Padi-Padi-Palawija sebesar 4,45 m3/detik dan kebiasaan masyarakat sekitar (eksisting) yaitu Padi-Padi-Palawija sebesar 4,81 m3/detik. Hasil analisis kesetimbangan diperoleh dua kondisi neraca air yaitu surplus dan defisit.  Defisit air terjadi pada awal penyiapan lahan Masa Tanam-I dan II serta sebagian besar Masa Tanam-III akibat ketersediaan air yang tidak mencukupi untuk irigasi. Skenario jadwal tanam dengan menggeser 2 (dua) periode maju dan mundur pada kondisi RTTG dan eksisting. Jadwal tanam yang direkomendasikan adalah berdasarkan kondisi RTTG dengan awal tanam pada Oktober-I.
Analisis Pemanfaatan Bio Sediment Trap Untuk Penanganan Erosi di DAS Citanduy Hulu dalam Lingkup Bendungan Leuwikeris Syifa Octaviani Putri; Pengki Irawan; Novia Komala Sari; Hendra Hendra; Empung Empung; Fitriana Sarifah; Mohammad Syarif Al Huseiny
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2024): Juli
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v6i1.11845

Abstract

DAS Citanduy merupakan salah satu daerah aliran sungai di Jawa Barat yang kondisinya kritis dan terdiri dari 5 (lima) sub-DAS, yaitu Citanduy Hulu, Cimuntur, Cijolang, Ciseel, dan Cikawung. DAS Citanduy Hulu memiliki luas sebesar 71,443.30 ha dengan panjang rata-rata sungai utama sekitar 7.4 km. Erosi pada lahan menyebabkan produktivitas lahan pertanian berkurang dan sedimentasi berlebihan pada sungai atau waduk. Erosi dan sedimentasi berlebihan dapat mengancam fungsi dan umur dari layanan Bendungan Leuwikeris yang berada dalam lingkup DAS Citanduy Hulu. Analisis nilai laju erosi dilakukan menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation) dan didapat nilai rerata erosi pada DAS Citanduy Hulu sebesar 136.34 t/ha/th. Metode yang digunakan dalam upaya penanganan erosi dan sedimentasi di DAS Citanduy Hulu, yaitu metode pemanfaatan jebakan sedimen pada alur erosi atau teknologi bio sediment trap. Pemanfaatan bio sediment trap menggunakan bahan dasar bambu Ampel, diterapkan untuk penanganan erosi yang terjadi pada lahan curam serta dimodelkan secara 2D dan 3D. Hasil penelitian sebelum menggunakan bio sediment trap menunjukkan total volume erosi di DAS Citanduy Hulu sebesar 3,186,053.8 m³/ha. Setelah menggunakan bio sediment trap dengan efektivitas penurunan erosi 40% dan asumsi umur rencana 2 tahun dapat menurunkan volume erosi menjadi 1,274,421.5 m³/ha. Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dikeluarkan untuk membuat 1 (satu) buah bio sediment trap, yaitu sebesar Rp 400,445.82 dan untuk total harga pembuatan bio sediment trap dengan luas total DAS Citanduy Hulu 71,443.30 ha, yaitu sebesar Rp 141,761,424,292.38.
Evaluasi Sistem Drainase di Jalan Cilolohan Kota Tasikmalaya Menggunakan Pemodelan EPA SWMM 5.2 M. Rafli Al Faroji; Revi Fudla Amalia; Allysa Fikri Hamid; Adryan Shidqi Mulyana; Zulfa Abbiy Musyaffa; Pengki Irawan; Galih Rahmat Jatnika
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i2.17606

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja sistem drainase di persimpangan Jalan Cilolohan, Kota Tasikmalaya, yang kerap menghadapi masalah banjir akibat kapasitas saluran yang tidak memadai serta tingginya akumulasi sedimentasi. Evaluasi teknis dilakukan melalui pendekatan pemodelan hidrologi dan hidraulika menggunakan Storm Water Management Model (SWMM) 5.2. Pemodelan ini didukung oleh pemetaan topografi dan delineasi daerah tangkapan air (catchment area) berbasis GIS, serta verifikasi spasial presisi melalui Google Earth. Data curah hujan harian maksimum periode 2014–2023 dianalisis secara statistik menggunakan metode distribusi probabilitas untuk menetapkan hujan rencana. Berdasarkan uji kesesuaian, distribusi Log Pearson III terpilih sebagai model terbaik untuk wilayah tersebut. Hasil simulasi menunjukkan bahwa segmen saluran SSA, SSC, SSD, SSE, dan SSF mengalami over-capacity pada kondisi puncak hujan. Fenomena limpasan ini dipicu oleh kombinasi intensitas hujan tinggi, koefisien limpasan impervious yang besar pada kawasan perkotaan, dan sedimentasi yang mereduksi dimensi tampungan efektif secara signifikan. Sebagai solusi, dilakukan desain ulang dimensi saluran melalui proses iterasi trial-and-error pada perangkat lunak SWMM hingga tercapai konfigurasi penampang yang mampu menyalurkan debit rencana tanpa indikasi luapan. Selain penyesuaian dimensi fisik, pembersihan sedimentasi secara berkala sangat direkomendasikan sebagai langkah operasional rutin guna menjaga kapasitas hidraulik tetap optimal. Temuan ini diharapkan menjadi acuan teknis bagi pemerintah daerah dalam perencanaan mitigasi banjir dan peningkatan sistem drainase perkotaan.