Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN LILIN CARNAUBA TERHADAP MUTU BUAH ALPUKAT (Persea americana Mill) VARIETAS MEGA PANINGGAHAN Nika Rahma Yanti; Khandra Fahmy; Ifmalinda Ifmalinda; Feri Arlius; Mia Fresmiyanti
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 27, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.27.2.239-248.2023

Abstract

Alpukat merupakan salah satu buah yang memiliki umur simpan yang singkat, sehingga buah ini akan cepat rusak jika tidak diberikan perlakuan pascapanen seperti layu, terkelupas, lecet hingga busuk. Pemberian lilin carnauba merupakan salah satu usaha untuk mempertahankan mutu buah alpukat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan menentukan konsentrasi terbaik dari pelapisan dengan lilin carnauba terhadap mutu buah alpukat varietas Mega Paninggahan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan beberapa konsentrasi pelapisan lilin yaitu 0%, 3%, 6%, dan 9% yang disimpan pada suhu ruang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelapisan lilin dengan konsentrasi 6% dengan umur simpan 11 hari adalah perlakuan konsentrasi terbaik dengan nilai kadar air sebesar 80,161%; susut bobot sebesar 4,406%; kekerasan sebesar 76,1 N/cm2; dan TPT sebesar 9,10 Brix; Ph 6,8; dan Vitamin C 38,3.
Pengaruh Ketinggian Jatuh Terhadap Kerusakan Mekanis Buah Sawo (Achras zapota L.) Berdasarkan Parameter Mutu syafiyata asrarin nas; Andasuryani Andasuryani; Khandra Fahmy
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 27, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.27.2.267-278.2023

Abstract

Buah sawo termasuk salah satu buah klimaterik dengan laju respirasi yang cepat sehingga rentan terhadap kerusakan mekanis terutama ketika proses grading, dimana buah sawo akan dijatuhkan dari ketinggian tertentu secara manual tanpa memperkirakan ketinggian yang tepat. Hal ini tentu akan menyebabkan kerugian dari segi ekonomis. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kerusakan mekanis pada buah sawo akibat penjatuhan saat grading berdasarkan perubahan parameter mutu (energi tumbukan, susut bobot, total padatan terlarut persentase luas memar dan kadar vitamin C) sehingga dapat ditentukan ketinggian yang sesuai untuk buah sawo ketika proses grading nantinya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen untuk pembuktian hipotesis melalui rangkaian data hasil pengamatan perubahan parameter mutu (energi tumbukan, susut bobot, total padatan terlarut persentase luas memar dan kadar vitamin C) akibat pengaruh ketinggian penjatuhan. Ketinggian jatuh yang dipakai saat penelitian yaitu 0 cm (kontrol), 20 cm dan 40 cm yang dipilih dari hasil penelitian pendahuluan yang dilakukan. Berdasarkan hasil analisis ANOVA diperoleh hasil penelitian bahwa perlakuan ketinggian jatuh mempengaruhi perubahan parameter mutu buah sawo yang ditunjukkan dengan nilai sig < 1% dan nilai R square > 0,7 untuk masing-masing parameter mutu dengan kesimpulan akhir bahwa ketinggian saat grading yang sesuai untuk buah sawo yaitu maksimal 20 cm.Kata kunci— Buah sawo, grading, kerusakan mekanis, parameter mutu.
Organoleptic and Nutritions Observation of Monosodium Glutamate (MSG)-Free Instant Noodle Seasoning With Soto Padang Nika Rahma Yanti; Daimon Syukri; Feri Arlius; Khandra Fahmy; Ririn Fatma Nanda
Food Science and Technology Journal (Foodscitech) Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Dr Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/fst.v6i2.7404

Abstract

This research is an exploratory study. In this study, instant noodle seasoning was made from natural spices, without the addition of synthetic flavorings and preservatives. If monosodium glutamate (MSG) is consumed beyond the limit and consumed continuously for a long period of time, it will cause various side effects. MSG consumed by someone who cannot tolerate more than 3g/day can have adverse health effects. The purpose of this research is to develop Padang Soto flavored instant noodles using natural spices and without using synthetic flavoring Monosodium Glutamate (MSG). In this study, 4 formulas were made, coded as formula 1, formula 2, formula 3 and formula 4. The results showed that the panelists' preference for the color of instant noodles in formula 4 was 4.05. The panelists' favorite score for the aroma of instant noodle seasoning is highest in formula 4, which is 3.95. As for the taste results obtained, it is known that the panelists' favorite score for the taste of instant noodle seasoning is highest in formula 4, namely 4.05. From the results of the research, a dry seasoning with the code formula 4 has been produced that is delicious based on organoleptic analysis which can be used as a seasoning for instant noodle food products with instant Padang soup flavor. for proximate analysis, the best is also in formula 4, obtained water content of 3.85%, ash content of 1.66%, fat content of 1.29%, and protein content of 7.39%.
Physical Treatments for Alleviating Chilling Injury in Fresh produce Putri Wulandari Zainal; Daimon Syukri; Irfan Suliansyah; Khandra Fahmy
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 13, No 2 (2024): June 2024
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v13i2.493-505

Abstract

Fresh produce has a short shelf-life because the metabolic activity continues after harvest. Low temperature is one of the postharvest technology methods that suppress this activity along storage. Its effects prolong the shelf-life of fruits and vegetables. This method has long been recommended to reduce deterioration during storage so that it can maintain the quality of fruits and vegetables. However, it still has drawbacks such as chilling injury, especially in tropical and subtropical origins that are chilling sensitive. Therefore, another storage method is needed to alleviate chilling injury such as low-temperature conditioning, high-temperature conditioning, and intermittent warming which only use environmental conditioning during storage. The other one has modified atmosphere packaging and controlled atmosphere packaging. They utilize the ideal atmosphere for each fresh product during storage. The treatment proved that it could alleviate chilling injuries such as reduced pitting, flesh injury, failure of mature, scald, peel browning, weight losses, electrolyte leakage, malondialdehyde, respiration rates, production of superoxide radical anion (O₂-) & hydrogen peroxide (H₂O₂), lipoxygenase activity, phospholipase D, phenylalanine ammonia-lyase (PAL), and polyphenol oxidase (PPO). Keywords: Chilling injury, Fresh produce, Intermittent warming, Low temperature, Physical treatment.
Studi Penambahan Ekstrak Daun Randu (Ceiba pentandra) Pada Edible Coating Gel Lidah Buaya (Aloe vera L.) Terhadap Mutu Mentimun (Cucumis sativus L.) Ifmalinda, Ifmalinda; Fahmy, Khandra; Zein, Nurdianti Lutfiah
Journal of Tropical Agricultural Engineering and Biosystems - Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2023.011.01.05

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan golongan suku labu-labuan (Cucurbitaceae) dan termasuk ke dalam jenis sayuran tipe buah yang dikonsumsi segar paling banyak oleh masyarakat Indonesia. Mentimun juga memiliki sifat yang mudah rusak (perishable) setelah panen, sehingga perlu dilakukan penanganan pasca panen dengan memberikan pelapisan seperti edible coating. Pelapis yang digunakan yaitu edible coating dari gel lidah buaya dengan penambahan ekstrak daun randu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mengenai pengaruh penambahan ekstrak daun randu pada edible coating gel lidah buaya terhadap mutu mentimun. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari faktor suhu (ruang dan dingin 10 °C) dan faktor penambahan konsentrasi ekstrak daun randu (5, 7, dan 9%). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa mentimun yang dilapisi konsentrasi ekstrak daun randu yang ditambahkan pada edible coating gel lidah buaya mampu mempertahankan mutu mentimun. Konsentrasi ekstrak daun randu 9% pada suhu dingin merupakan perlakuan terbaik yang mampu mempertahankan mutu mentimun lebih lama yaitu selama 14 hari dan tanpa pemberian ekstrak daun randu di suhu dingin yaitu selama 8 hari. Nilai pengamatan yang diperoleh pada perlakuan terbaik yaitu susut bobot sebesar 3.781%, kadar air sebesar 85.223%, kekerasan sebesar 39.891 N/cm2, total padatan terlarut sebesar 3.13 Brix, mikroba sebesar 1.23,E+07, dan chilling injury sebesar 0.057%.
RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI ETILEN MENGGUNAKAN SENSOR WINSEN ZE11 - C2H4 BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO UNO Khairunnisa Fitri; Khandra Fahmy; Andasuryani Andasuryani
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.2.129-137.2024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancang bangun alat deteksi etilen menggunakan sensor etilen Winsen ZE11 - C2H4 yang berbasis mikrokontroler arduino uno. Komponen alat yang dirancang terdiri dari chamber, sensor etilen, mikrokontroler arduino uno dan perangkat komputer. Rangkaian sensor ini dirancang agar mampu menampilkan nilai etilen secara realtime pada aplikasi PLX-DAQ di Microsoft Excel. Uji performa alat dilakukan menggunakan alpukat Tongar pada umur panen 150 hari, 180 hari, 210 hari dan 240 hari setelah bunga mekar. Alpukat Tongar termasuk buah klimaterik yang mengeluarkan etilen selama tahap pematangan. Etilen yang dihasilkan berupa senyawa berbentuk gas yang sulit dideteksi secara langsung oleh indera manusia karena tidak memiliki warna dan bau. Uji peforma alat menggunakan alpukat Tongar dilakukan selama 5 menit untuk setiap sampel yang digunakan. Berdasarkan hasil uji performa, rangkaian sensor ini terbukti mampu mendeteksi etilen pada alpukat Tongar. Konsentrasi etilen yang terdeteksi oleh rangkaian sensor menunjukkan variasi yang berbeda pada setiap umur panen. Pada umur panen yang lebih tinggi, konsentrasi etilen yang terdeteksi meningkat. Peningkatan konsentrasi etilen seiring bertambahnya umur panen menunjukkan efektivitas sensor ini dalam memonitoring etilen pada buah alpukat Tongar. Berdasarkan penelitian, alat yang dirancang ini berhasil mendeteksi etilen dan berpotensi diterapkan pada produk pertanian lainnya
ANALISIS VARIASI SUHU PENGERINGAN TERHADAP SIFAT FISIKA DAN KIMIA TEPUNG BATANG PEPAYA (Carica papaya L.): ANALISIS VARIASI SUHU PENGERINGAN TERHADAP SIFAT FISIKA DAN KIMIA TEPUNG BATANG PEPAYA (Carica papaya L.) Ifmalinda; Nasution, Rizka Putri Indramora; Fahmy, Khandra
Jurnal Agroindustri Vol. 14 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.14.2.200-213

Abstract

Pepaya merupakan tanaman yang digunakan sebagai sumber pangan. Tanaman pepaya yang sudah mencapai umur di atas 4 tahun akan mengalami penurunan dalam memproduksi buah dan harus ditebang untuk tanaman baru. Bahan baku industri dari batang pepaya memiliki potensi untuk dikembangkan dan dapat diolah menjdi tepung. Tepung batang pepaya dengan mutu yang baik dapat dijadikan campuran dalam pembuatan makanan ringan seperti kue dan dapat juga sebagai pengganti dari tepung terigu. Batang papaya harus dikeringkan terlebih dahulu sebelum dijadikan tepung. Hal ini bertujuan untuk mengeluarkan air yang berada dalam bahan sehingga bisa diproses   lebih lanjut dan umur simpan bahan bisa diperpanjang. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan suhu pengeringan terbaik terhadap mutu tepung batang pepaya dengan menggunakan alat pengering tipe rak sumber panas berasal dari gas. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu suhu pengeringan 50ºC, 60ºC, dan 70ºC. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan perlakuan terbaik pada suhu pengeringan 70ºC dengan laju pengeringan 0,13877 kg/jam, dan fineness modulus (FM) 2,500.
The Effect of the Ratio of Mocaf and Soybean Flour with Addition of Glucomannan on Physical, Chemical and Sensory Properties of Gluten-Free Wet Noodles Violalita , Fidela; Yanti, Henny Fitri; Evawati, Evawati; Roza, Irwan; Ermiati, Ermiati; Fahmy, Khandra; Yuswilara, Yuswilara; Saputra, Afdal
Agroteknika Vol 7 No 4 (2024): Desember 2024
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v7i4.446

Abstract

The primary ingredient used to make noodles is typically wheat flour. However, not everyone can consume wheat flour. Gluten-free noodles are suitable for individuals who avoid gluten, particularly those with celiac disease and autism. Some ingredients used to make gluten-free noodles include mocaf, soybeans, and glucomannan. This study aims to determine the characteristics and optimal formulation of gluten-free wet noodles made from mocaf, soybean, and glucomannan flour. This research method uses a Completely Randomized Design (CRD) factorial with two factors and three replications. The first factor is the ratio of mocaf flour to soybean flour, consisting of 3 levels: 80:20 (A1), 75:25 (A2), and 70:30 (A3). Another factor is the addition of glucomannan flour, consisting of 3 levels: 2% (B1), 5% (B2), and 8% (B3). The analysis performed on these wet noodles includes physical, chemical, and sensory evaluations. The comes about of the study appeared that noodles with the ratio of mocaf flour to soybean flour 75:25 and the addition of 2% glucomannan flour (A2B1) is the best treatment based on the highest elasticity with elasticity 73.3%, water absorption, 89.3%, swelling index 271%, cooking loss 8.78%, water content 36.8%, protein 6.44%, ash 1.89%, fat 0.74%, carbohydrate 50.4%, sensory test results appearance 3.76 (somewhat like), color 3.72 (somewhat like), aroma 3.2 (neutral), texture 3.36 (neutral), and taste 3.36.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TANI MELALUI PENGELOLAAN SUMBERDAYA AIR UNTUK PERTANIAN DI NAGARI SARUASO KECAMATAN TANJUNG EMAS KABUPATEN TANAH DATAR Mislaini R; Khandra Fahmy
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 1 No. 4 (2018)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/buletin ilmiah nagari membangun.v1i4.60

Abstract

Kegiatan KKN-PPM yang telah dilakukan di Nagari Saruaso Kecamatan Tanjung Emas ini bermitra dengan Kelompok Tani Aquaduct Pancasila. Daerah ini sangat memerlukan air untuk menunjang aktivitas pertaniannya. Namun, tidak semua areal pertanian khususnya di jorong kubanglandai mendapatkan air yang cukup, sebahagian sawah hanya ditanami diwaktu musim hujan saja. Untuk itu perlu dilakukan pemberdayaan sumberdaya air yang ada agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Sumber mata air yang diperbaiki terletak di kaki bukit Gunung Bungsu yang berjarak + 1 km dari areal persawahan yang akan diairi. Mata air ini berada diantara batu besar di kaki bukit dengan air yang tidak begitu besar tapi selalu ada yang mengalir. Untuk itu dibuatlah sebuah bak penampungan yang dapat menampung air sebanyak 3 m3. Pembuatan bak ini di lakukan bersama-sama dengan mitra/kelompok tani dan mahasiswa. Dari bak penampung mata air inilah dipasang pipa yang akan mengalirkan air ke bak penampungan sementara yang letaknya tidak jauh dari areal persawahan. Banyaknya pipa yang diperlukan adalah sebayak 200 buah. Kemudian pipa tersebut disambung-sambung dan dibenamkan kedalam tanah. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kerusakan pipa paralon tersebut. Kegiatan KKN-PPM memberikan dampak yang positif terhadap masyarakat dan kegiatan yang dilaksanakan dikatagorikan pada kelompok sangat (bermanfaat, sesuai, sukses), dengan indeks persentase yang di dapatkan sebesar 98,89.
Non-Destructive Prediction of Moisture Content in Cascara Using NIR Spectroscopy with PLS and PCR Alifia Safmi, Nadilla; Fahmy, Khandra; Andasuryani, Andasuryani
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.013.2.249-264

Abstract

Coffee cherry pulp is a by-product of coffee processing that has not been optimally utilized. Coffee cherry pulp can be dried to produce a herbal tea product, known as cascara. As an herbal tea product, moisture content is one of the most important quality parameters for assessing the quality of cascara. Therefore, a method is required to measure the moisture content of cascara. One of the methods developed is NIR spectroscopy, which is non-destructive, fast, and does not require chemicals. The purpose of this research is to explore the application of NIR spectroscopy in predicting cascara moisture content using partial least squares (PLS) and principal component regression (PCR) methods and to evaluate the performance of each method in building an optimal calibration model. Pretreatment of the spectrum data was carried out with standard normal variate (SNV), gap-segment 2nd derivative (dg2), and a combination of SNV+dg2. The results showed that the best prediction of cascara moisture content used the PLS calibration technique with dg2 pretreatment and five factors 5. The values obtained were Rc2 = 0.96, RMSEC = 0.87 %, SEC = 0.87 %, Rp2 = 0.90, RMSEP = 1.22 %, SEP = 1.16 %, and RPD = 3.44. Meanwhile, the PCR method produced good predictions using SNV pretreatment, with a factor of 8. The prediction results were Rc2 = 0.89, RMSEC = 1.40 %, Rp2 = 0.90, RMSEP = 1.33 %, and RPD = 3.15. NIR spectroscopy can predict the moisture content of cascara nondestructively and rapidly.