Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Survivalitas Nelayan Pulau Kecil di Era Digital: Motif Survive dan Strategi Literasi Nelayan Muda Desa Bajo Pulau, Bima Muhammad Arwan Rosyadi; Syarifuddin Syarifuddin; Khalifatul Syuhada; Lalu Satria Wijaya
RESIPROKAL: Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual Vol 4 No 2 (2022): Desember
Publisher : Prodi Sosiologi Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/resiprokal.v4i2.224

Abstract

Di tengah kondisi ekonomi nelayan yang mayoritas prasejahtera, dan invasi teknologi informasi serta keragaman peluang kerja, para pemuda Desa Bajo Pulau tetap bertahan dan memilih menjadi nelayan. Penelitian ini bertujuan menemukan penyebab internal nelayan tetap bertahan sebagai nelayan dan strategi literasi pada nelayan muda Bajo Pulau di era digital saat ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Lokasi penelitian berada di Desa Bajo Pulau Kecamatan Sape Kabupaten Bima, dengan subjek penelitian adalah nelayan muda. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling. Data primer dihimpun melalui wawancara mendalam. Fokus penelitian ini adalah motif dan pengalaman literasi diri nelayan muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua tipe nelayan berdasar motif survive-nya, yakni: nelayan konvensional dan kondisional. Terdapat tiga bentuk strategi literasi nelayan muda, yakni (1) identifikasi, (2) mandiri, dan (3) gabungan.
Analisis Pelaksanaan Program Asessmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di SD Negeri Senurus, Lombok Tengah Rahayu Praya Ningsih; Nurlaila Hidayati; Mohamad Mustari; Syarifuddin Syarifuddin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3654

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di SD Negeri Senurus, Lombok Tengah Tahun Ajaran 2024/2025, yang merupakan sekolah dasar di wilayah pedesaan dengan keterbatasan akses teknologi dan jaringan internet. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, proktor, dan siswa kelas V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan ANBK dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi sosialisasi, pelatihan penggunaan komputer, dan cek sarana prasarana. Tahap pelaksanaan berjalan secara daring menggunakan ChromeBook dan aplikasi ExamBrowser, didukung peran teknisi dan proktor. Tahap evaluasi dilakukan untuk meninjau hambatan teknis yang terjadi, seperti gangguan server dan perangkat tidak stabil. Meskipun terdapat kendala, ANBK dapat dilaksanakan dengan cukup lancar berkat dukungan manajemen sekolah dan kesiapan semua pihak. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan infrastruktur dan pelatihan teknis sebagai solusi untuk pelaksanaan ANBK di sekolah terpencil.
Optimalisasi strategi pembelajaran dan motivasi guru melalui pelatihan pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) di SDN 47 Ampenan Lalu Sirajul Hadi; Radiusman Radiusman; Syarifuddin Syarifuddin; Husniati Husniati; Lalu Raftha Patech; Radit Munandar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39212

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi pendidikan menuntut guru untuk mampu mengintegrasikan media pembelajaran digital secara efektif. Salah satu perangkat yang dapat mendukung pembelajaran interaktif adalah Interactive Flat Panel (IFP). Namun, pemanfaatannya di sekolah dasar masih belum optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan strategi pembelajaran dan meningkatkan motivasi guru melalui pelatihan pemanfaatan IFP di SDN 47 Ampenan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, evaluasi dan keberlanjutan program. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi dan angket refleksi peserta. Hasil menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran berbasis teknologi, seperti penggunaan fitur interaktif, media visual, serta integrasi sumber belajar digital. Selain itu, terjadi peningkatan motivasi guru yang ditunjukkan melalui antusiasme, minat untuk berinovasi, dan keinginan mengikuti pelatihan lanjutan. Temuan juga menunjukkan adanya hubungan yang saling memperkuat antara strategi pembelajaran dan motivasi guru. Pelatihan pemanfaatan IFP efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penguatan strategi dan motivasi guru. Namun, diperlukan pelatihan berkelanjutan dan pendampingan agar pemanfaatan teknologi dapat diimplementasikan secara optimal dan berkelanjutan dalam pembelajaran di sekolah dasar. Kata kunci: guru sekolah dasar; Interactive Flat Panel; motivasi guru; pelatihan; strategi pembelajaran. AbstractThe development of educational technology requires teachers to effectively integrate digital learning media into the teaching process. One of the tools that can support interactive learning is the Interactive Flat Panel (IFP). However, its utilization in elementary schools remains not yet optimal. This activity aims to optimize instructional strategies and enhance teacher motivation through training on the use of IFP at SDN 47 Ampenan. The methods used were outreach, training, technology implementation, evaluation, and program sustainability. Data were collected through observation, documentation, and participant reflection questionnaires.The results indicate a positive impact on improving teachers’ ability to develop technology-based instructional strategies, such as the use of interactive features, visual media, and the integration of digital learning resources. In addition, there was an increase in teacher motivation, as reflected in their enthusiasm, willingness to innovate, and interest in participating in further training. The findings also reveal a mutually reinforcing relationship between instructional strategies and teacher motivation. IFP training is effective in improving the quality of learning through strengthening instructional strategies and teacher motivation. However, continuous training and mentoring are required to ensure optimal and sustainable integration of technology in elementary school learning. Keywords: elementary school teachers; interactive flat panel; teacher motivation; training; instructional strategies.
Sosialisasi Penentuan Solusi untuk Peningkatan Mutu Pembelajaran bagi Guru SDN 1 Montong Beter Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur Burhanuddin Burhanuddin; Mahsun Mahsun; Sukri Sukri; Ahmad Sirulhaq; Johan Mahyudi; Syarifuddin Syarifuddin
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2025): November
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v8i4.11237

Abstract

Data guru SDN 1 Montong Beter Kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur menunjukkan jika 11 dari 13 guru disertifikasi. Hal tersebut mengindikasikan jika kemampuan guru dalam melakukan inovasi pembelajaran masih rendah. Sebab, seorang guru harus secara terus menerus melakukan inovasi pembelajaran dan hal tersebut dapat terjadi jika secara reflektif mampu menemukan masalah yang dihadapi dalam pembelajaran. Bukan hanya itu, guru diharapkan mampu mengdiagnosis dan menentukan solusi yang tepat atas masalah yang dihadapi. Dengan demikian mutu pembelajaran dapat meningkatkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (abdimas) ini ditujukan untuk membekali para guru SDN 1 Montong Beter Kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur bagaimana menemukan masalah pembelajaran, mengidentifikasi faktor penyebab, serta menemukan alternatif solusi pembelajaran. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada Ahad, 20 September 2025 di Ruang Kelas Serba Guna SDN 1 Montong Beter Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan persiapan dilakukan koordinasi dengan salah seorang guru dan kepala sekolah terkait waktu dan tempat pelaksanaan, serta sarana prasarana yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan. Pemateri 1 menyampaikan tentang kondisi kemampuan belajar anak Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain, yang masih di bawah rata-rata dilihat dari Tingkat kemampuan berpikir. Anak-anak negara ASEAN mampu berpikir kritis dengan baik dan cepat, sedangkan anak-anak Indonesia masih berada pada kemampuan mengetahui dan menghapal. Perencanaan dan pelaksanaan harus dikembangkan tidak hanya untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan kemampuan abad 21. Pemateri 2 menuntun peserta untuk menemukan masalah dan bentuk solusi sebagai tindakan untuk memecahkan masalah pembelajaran yang dihadapi para guru. Seluruh peserta secara mandiri dapat mengidentifikasi masalah hingga menentukan alternatif solusi pembelajaran. Kegiatan ini mendapatkan tanggapan positif dan memiliki arti penting bagi peningkatan mutu pembelajaran di kelas sehingga dapat direplikasi ditempat lain.
Analysis of the Geometric Thinking Level of Primary School Students with Moderate Academic Ability in Mataram City: Evidence from a Plane Geometry Task Radiusman Radiusman; Syarifuddin Syarifuddin; Lalu Sirajul Hadi; Prayogi Dwina Angga; Lalu Rafta Patech; Desinta Desinta
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 4 (2026): August
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i4.1948

Abstract

Geometric thinking is a crucial skill for solving geometry problems and navigating everyday life. This descriptive qualitative study aims to analyze the levels of geometric thinking regarding plane figures among primary school students with moderate academic ability. The study also describes the errors students make when solving problems involving plane geometry. Data were collected through interviews and an analysis of students’ written answers to five open-ended questions designed to assess specific indicators of geometric thinking: 1) visual skills; 2) verbal skills; 3) drawing skills; 4) logical skills; and 5) applied skills. This study involved 531 fifth-grade students from 12 public primary schools in Mataram City; however, the analysis focused on 450 students classified as having moderate academic ability based on their obtained score intervals. The researchers interviewed five students who provided the most common answers for each question. The collected data were analyzed using thematic analysis, including familiarization, coding, searching for initial themes, reviewing and developing themes, defining and naming themes, and report writing. The results indicate that students with moderate academic ability demonstrated proficiency primarily in visual, drawing, and verbal skills, yet still frequently made errors regarding applied skills. The results also indicate that students with moderate mathematical ability have not yet fully grasped geometric concepts. These findings enable teachers to identify the capabilities and errors of students with moderate academic ability during geometry instruction, thereby improving their understanding of plane geometry.