Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Siswa Kelas XI IPA 3 SMA Negeri 4 Pamekasan Kusyairi, Kusyairi; Khoiri, M.; Sahrullah, Sahrullah
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 5, No 2 (2023): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v5i2.3251

Abstract

Keberhasilan pembelajaran Bahasa Indonesia salah satunya ditentukan oleh model pembelajaran yang digunakan guru. Dalam hal ini model yang dipilih adalah model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar, respon, dan peningkatan prestasi belajar siswa kelas XI IPA 3 SMAN 4  Pamekasan pada pelajaran bahasa Indonesia pokok bahasan membaca pemahaman dengan menggunakan model pembelajaran CIRC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penggunaan model pembelajaran CIRC mencakup pembentukan kelompok secara heterogen, pemberian biografi tokoh, dilanjutkan dengan siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok serta menanggapinya, mempresentasikan hasil kerja kelompok, terakhir guru membuat kesimpulan dari keseluruhan kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penggunaan model CIRC dapat meningkatkan aktivitas belajar dari 37 siswa (siklus I) menjadi 43 siswa (siklus II), (2) respon siswa terhadap model pembelajaran CIRC mengalami peningkatan yaitu 12 siswa menjadi 26 siswa menjawab ya, dan (3) hasil tes belajar siswa juga meningkat dari 61,5 % (siklus I) menjadi 75,3 (siklus II).
Retorika Polisi Lalu Lintas di Kota Sampang Kusyairi, Kusyairi; Budiman, Hendry; Hayati, Nur
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 2, No 2 (2020): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v2i2.3127

Abstract

Penggunaan retorika terjadi pada Polisi Lalu Lintas dalam melaksanakan tugas memanfaatkan retorika untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya kesadaran berlalu lintas yang baik. Penelitian ini merupakan suatu upaya untuk mendeskripsikan retorika Polisi Lalu Lintas di Kota Sampang dalam menyusun kata-kata yang efektif dalam bertutur dan mendeskripsikan cara Polisi Lalu Lintas di Kota Sampang dalam menyampaikan gagasan sebagai usaha efektif dalam bertutur. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif ekplanatif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, susunan kata yang disampaikan Polantas Sampang saat melakukan operasi lalu lintas sudah menggunakan kata yang tepat dan efektif. Hal ini ditujukkan  dengan cara Polantas Sampang menyapa pengendara yang melanggar lalu lintas menggunakan  pertanyaan yang sopan dan tegas. Tuturannya memberi tahu pelanggaran, menindak, serta mendakwa para pelanggar lalu lintas. Selain itu, Polantas di Kota Sampang menyampaikan gagasan secara efektif kepada pengendara dengan tepat. Mereka menasehati dengan cara memberi arahan, memberi petunjuk yang sesuai dengan apa yang dilanggar supaya masyarakat paham apa yang disampaikan oleh aparat kepolisian.
Ragam Bahasa Gaul Pada Media Sosial: Analisis Sosiolinguistik Terhadap Identitas Generasi Z Linarsih, Yanti; Kusyairi, Kusyairi; Khoiri, Khoiri
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.11987

Abstract

Social media has become the main arena of communication for Generation Z, who are widely recognised as digital natives. A prominent linguistic phenomenon in their interaction is the use of slang, which is creative, dynamic, and rich in social meaning. This study aims to describe the forms of slang used on social media, analyse its social functions, and reveal its relation to the identity of Generation Z. The research employed a descriptive qualitative method with a sociolinguistic approach. Data were collected from posts, comments, and interactions of Generation Z on TikTok, Instagram, and Twitter/X through documentation, online observation, and note-taking. The analysis was carried out through identification, classification, and interpretation of social meaning. The findings indicate that slang encompasses new vocabulary, abbreviations, acronyms, code-mixing, and digital non-verbal symbols. Its social functions include strengthening solidarity, creating humour, delivering criticism, and asserting group identity. This study concludes that slang represents the identity of Generation Z and constitutes part of the dynamic development of the Indonesian language in the digital era.
Peningkatan Kata-Kata Sulit Melalui Teknik Petunjuk Konteks Ujaran Pembelajaran Bahasa Indonesia MTS. Nahdlatun Nasyiin Putri Turriya Mustika Sari; Kusyairi Kusyairi; Oktavian Ilham Ramadhani; Safrina Safrina; Riadhus Solihah; Nafidhatul Munawaroh
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.668

Abstract

Kemampuan berbahasa siswi MTs. Nahdlatun Nasyiin Putri belum memenuhi harapan. Hal ini disebabkan metode yang digunakan guru kurang efektif. Guru masih bergantung pada media kamus dan kartu pintar dalam meningkatkan pemahaman membaca siswa pada makna kata. Hal ini menyebabkan pemahaman siswa terhadap kata-kata sulit dalam berbahasa kurang optimal. Siswa cukup memakan waktu untuk mencari kata-kata sulit dalam kamus, waktu selama 2 jam pelajaran tidak optimal. Maka dibutuhkan metode yang sesuai dan lebih efektif untuk pemahaman siswa. Metode yang digunakan dalam meningkatkan pemahaman tersebut adalah metode petunjuk konteks. Metode petunjuk konteks adalah metode yang digunakan dalam pengajaran kosakata untuk menduga, mengira-ngira, membayangkan makna suatu kata asing tanpa kamus. Makna kata memiliki makna yang berbeda-beda berdasarkan konteks kalimat. Oleh sebab itu, petunjuk konteks memiliki peranan penting dalam menentukan makna kata. Selain dapat memahami makna kata yang terdapat dalam bacaan, petunjuk konteks juga dapat meningkatkan keterampilan membaca.Proses pembelajaran berbahasa pemahaman kata-kata sulit melalui pendekatan petunjuk konteks dan hasil pembelajaran yang diperoleh siswa sebelum dan setelah tindakan. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX MTs. Nahdlatun Nasyiin Putri dan Guru Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam memahami kata-kata sulit mengalami peningkatan setelah diterapkan pendekatan petunjuk konteks dalam pembelajaran membaca. Sebelum tindakan dilakukan, kemampuan siswa masih tergolong rendah. Setelah penerapan tindakan pada siklus pertama, kemampuan siswa mulai mengalami peningkatan. Pada siklus kedua, peningkatan tersebut terlihat semakin baik dan signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan petunjuk konteks efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa, khususnya dalam memahami kata-kata sulit
Peningkatan Keterampilan Berbicara Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Angkatan 2024 Universitas Madura Melalui Metode Diskusi Kelompok Muhammad Ali Fahmi Ramadhana; Kusyairi Kusyairi; Wasilur Rahman; Narisa Indi Adesta; Nurul Aini; Shinta Widia Sari; Wilda Saputeri
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan berbicara mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Madura melalui penerapan metode diskusi kelompok dalam proses pembelajaran. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya kemampuan mahasiswa dalam mengemukakan pendapat secara lisan, menyampaikan ide secara runtut, menggunakan bahasa yang baik dan benar, serta kurangnya keberanian mahasiswa untuk berbicara di depan kelas. Selain itu, proses pembelajaran yang masih berpusat pada dosen menyebabkan mahasiswa kurang aktif dan kurang terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode pembelajaran yang mampu mendorong mahasiswa untuk lebih aktif, kritis,komunikatif, dan mampu bekerja sama dengan sesama mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Madura. Penelitian dilaksanakan dalam beberapa siklus yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes keterampilan berbicara, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan membandingkan hasil kemampuan berbicara mahasiswa sebelum dan sesudah penerapan metode diskusi kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode diskusi kelompok mampu meningkatkan keterampilan berbicara mahasiswa secara signifikan. Peningkatan tersebut terlihat dari keberanian mahasiswa dalam menyampaikan pendapat, kemampuan berdiskusi, kelancaran berbicara, ketepatan penggunaan bahasa, serta meningkatnya keaktifan mahasiswa selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, suasana belajar menjadi lebih interaktif, komunikatif, dan kolaboratif sehingga mahasiswa lebih termotivasi untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, metode diskusi kelompok efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan berbicara mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Madura.
Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Eksposisi Melalui Penerapan Strategi Gallery Walk Kelas XI SMK Al-Madaniyah Pamekasan Naulia Fadilah; Kusyairi Kusyairi
Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 5 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpbb.v5i1.6343

Abstract

This study aimed to improve the expository text writing skills of eleventh-grade students at SMK Al-Madaniah Pamekasan through the implementation of the Gallery Walk strategy. This research employed Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles. Each cycle consisted of planning, action, observation, and reflection stages. The subjects of this study were 17 eleventh-grade students of SMK Al-Madaniah Pamekasan. Data were collected through tests, observations, and questionnaires. The data were analyzed using descriptive quantitative analysis. The results showed that the implementation of the Gallery Walk strategy improved students' expository text writing skills. In Cycle I, the average score was 64.70 with a learning mastery percentage of 29.41%. In Cycle II, the average score increased to 83.47 with a learning mastery percentage of 93.75%. Students' learning activities also increased from 65% in Cycle I to 95% in Cycle II. In addition, students showed positive responses toward the implementation of the Gallery Walk strategy. Therefore, the Gallery Walk strategy proved to be effective in improving the expository text writing skills of eleventh-grade students at SMK Al-Madaniah Pamekasan.