Claim Missing Document
Check
Articles

Satuan Lingual Penanda Kekerasan Simbolik pada Tuturan Siswa Dan Guru di SMP Makmur 1 Cilacap Wulandari, Tri Winanti; Hartono, Bambang; Haryadi, Haryadi
Jurnal Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2017): Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan kata, frasa, kalimat dan wacana apa saja yang ditemukan sebagai penanda kekerasan simbolik di SMP Makmur 1 Cilacap, (2) mendeskripsikan jenis-jenis kata dan frasa penanda kekerasan simbolik pada tuturan siswa di SMP Makmur 1 Cilacap, dan (3) mendeskripsikan mekanisme eufemisasi kekerasan simbolik pada tuturan guru terhadap siswa di sekolah. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan teoretis berupa teori wacana, dan pendekatan metodologis berupa deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap dan teknik sadap diikuti dengan teknik lanjutan berupa teknik rekam dan teknik catat. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah metode agih. Metode penyajian hasil analisis data menggunakan penyajian informal. Hasil penelitian ini yaitu (1) ditemukan 11 kata penanda kekerasan simbolik yaitu berengsek, goblok, kurang ajar, anjing, cocote, sialan, jembute, taimu, asu, gendut dan kampungan, ditemukan 10 frasa penanda kekerasan simbolik di sekolah yaitu karo ramamu dewek, sing gemblung, raimu ajur, dasar setan alas, dasar gemblung, cah sial, kepret ngeneh, sekolahane mbahmu, dasar bocah bodoh, dan dasar matamu picek, ditemukan 5 data kalimat penanda kekerasan simbolik di sekolah, dan ditemukan 3 data wacana penanda kekerasan simbolik di sekolah. (2) jenis-jenis kata penanda kekerasan simbolik yaitu kata dasar, kata majemuk, dan kata berimbuhan kemudian jenis-jenis frase penanda kekerasan simbolik di sekolah yaitu frase nomina, frase adjektiva dan frase verba, dan (3) ditemukan 21 data mekanisme eufemisasi kekerasan simbolik di sekolah yang meliputi eufemisasi kewajiban terdapat 12 data, eufemisasi kepercayaan terdapat 5 data, dan eufemisasi sopan santun terdapat 4 data.
Kesantunan Berbahasa dalam Wacana Rubrik “Ngresula” Radar Tegal Hidayati, Reza Nurul; Hartono, Bambang; Haryadi, Haryadi
Jurnal Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2017): Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bidal-bidal kesantunan yang dipatuhi dan dilanggar serta satuan lingual yang mendukung kesantunan berbahasa dalam wacana rubrik “Ngresula” Radar Tegal. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah metode normatif. Metode penyajian hasil analisis data menggunakan penyajian informal. Hasil penelitian ini adalah (1) pematuhan prinsip kesantunan terjadi pada keenam bidal, yaitu bidal kearifan, bidal kedermawanan, bidal pujian, bidal kerendahan hati, bidal kesepakatan, dan bidal simpati, (2) pelanggaran prinsip kesantunan terjadi pada keenam bidal, yaitu bidal kearifan, bidal kedermawanan, bidal pujian, bidal kerendahan hati, bidal kesepakatan, dan bidal simpati, dan (3) satuan lingual yang mendukung kesantunan berbahasa terjadi pada kata dan kalimat.  
Konjungsi Wacana Bahasa Indonesia pada Wacana Media Tulis (Online), Buku Teks (Pelajaran), dan Artikel Ilmiah Amalia, Febri; Hartono, Bambang; Utami, Santi Pratiwi Tri
Jurnal Sastra Indonesia Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi wujud konjungsi wacana antarkalimat dan antarparagraf yang terdapat pada wacana media tulis (online), buku teks (pelajaran), dan artikel ilmiah. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Pendekatan teoretis yang digunakan berupa teori analisis wacana, sedangkan pendekatan metodologis yang digunakan berupa deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa penggalan wacana tajuk rencana online Suara Merdeka.com edisi bulan Juni 2016 sampai dengan Juli 2016, buku ajar BSE Bahasa dan Sastra Indonesia SMP sampai dengan SMA terbitan Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, dan artikel ilmiah populer yang diakses dalam link https://parapenuliskreatif.wordpres.com/category/artikel-ilmiahpopuler/page/4/. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak, kemudian dilanjutkan dengan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode agih. Metode penyajian hasil analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyajian informal. Berdasarkan data penelitian, ditemukan 234 data wujud konjungsi wacana antarkalimat dan antarparagraf. Adapun konjungsi wacana terdiri atas 8 bentuk konjungsi kohesi antarkalimat koordinatif serta 6 bentuk konjungsi kohesi antarkalimat subordinatif. Jika konjungsi kohesi antarparagraf koordinatif ada 4 bentuk dan kohesi konjungsi antarparagraf subordinatif ada 5 bentuk. This study aims to identify the form of conjunctions discourse between sentence and between paraghrap contained on media discourse write (online), textbooks (lessons), and scientific articles. The approach used in this study is the theoretical approaches and methodological approaches. Theoretical approaches used in the form of discourse analysis theory, whereas the methodological approaches used in the form of qualitative descriptive. This research data in the form of a fragment of discourse editorial Merdeka.com Vote online edition in June 2016 until July 2016, textbook BSE Indonesia Language and Literature junior high school until the issue of Central Book Ministry of National Education, and popular scientific articles that are accessed in the link https://parapenuliskreatif.wordpres.com/category/artikel-ilmiahpopuler/page/4/. Data collection method used is the method see, then proceed with the techniques noted. The data analysis method agih. Method of presenting the results of data analysis used in this study is an informal presentation. Based on research data found 234 data discourse form conjunctions between sentences and between paragraphs. The conjunctions of discourse consists of 8 form coordinative conjunctions cohesion between sentences, and 6 forms of cohesion between sentences subordinating conjunctions. If the coordinating conjunctions cohesion between existing paragraphs 4 form and cohesion between paragraphs subordinating conjunctions there are 5 form.
Kesantunan Bahasa pada Buku Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP/MTS Kelas IX Lestari, Erna Tri; Hartono, Bambang; Utami, Santi Pratiwi Tri
Jurnal Sastra Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai pematuhan dan pelanggaran bidal-bidal kesantunan, serta kesantunan linguistik yang terdapat pada buku pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX.Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan teoretis dan metodologis. Pendekatan teoretis yang digunakan adalah pendekatan pragmatik, sedangkan pendekatan metodologis yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa penggalan wacana dantuturanpada buku pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX, sedangkan sumber data penelitian ini adalah wacana pada buku pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan dengan teknik catat. Analisis data penelitian ini menggunakan metode normatif. Pemaparan hasil analisis data menggunakan metode informal. Hasil penelitian pada buku pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX ditemukan data yang bervariasi. Berdasarkan bidal-bidal kesantunan yang dipatuhi ditemukan pada bidal bidal kerendahatian, bidal kesetujuan, dan bidal kesimpatian. Berdasarkan bidal-bidal kesantunan yang dilanggar ditemukan pada bidal keperkenanan, bidal kesetujuan, dan bidal kesimpatian. Berdasarkankesantunan linguistik, ditemukan 3 data yang tergolong dalam panjang pendek tuturan sebagai penentu kesantunan linguistik tuturanimperatif, sedangkan padaungkapan penanda kesantunan linguistik tuturan ditemukan 27 data yang tergolong ke dalam tuturan yang mengandung ungkapan penanda kesantunantuturanimperatif dan tuturan yang tidak mengandung ungkapan penanda kesantunan yaitu pada ungkapan tolong, silakan, mari, ayo, dancoba. The purpose of this study is to describe the maxim-compliance and violation of maxim politeness, as well as linguistic politeness contained in Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX textbooks. This study used theoretical and methodological approaches. The theoretical approach used is a pragmaticapproach, while the methodological approach used is qualitative and descriptive approach. The data in this study is a fragment of discourse on Bahasa dan Sastra Indonesia textbook for Junior High School/MTs class IX, while the source of data is a discourse on Bahasa dan Sastra Indonesia textbook for Junior High School/MTs class IX. Data collection is done with methods and techniques refer to the note. This data analysis using normative method. Exposure data analysis using informal method. The results of the study on Bahasa dan Sastra Indonesia textbook for Junior High School/MTs class IX was found the varies data. Based on maxim politeness complied found in modesty maxim, agreement maxim, and sympathy maxim. Based on maxim politeness infringed found on appobation maxim, agreement maxim, and sympathy maxim. Based on linguistic politeness, found 3 data belongs to the short-legth of the speech as a determinant of linguistic politenesss in speech, while the expression of linguistic speech politeness marker found 27 data that pertained to in the speech containing an exprssion of politeness markers and speech wich does not contain the phrase marker of politeness in that the expression please, please, let's, let's go and try.
Analisis Fitur Kebahasaan Teks Tajuk Rencana Harian Suara Merdeka dan Kompas Edisi 1 sampai dengan 30 April 2017 Hastuti, Desi; Hartono, Bambang; Utami, Santi Pratiwi Tri
Jurnal Sastra Indonesia Vol 8 No 2 (2019): Juli
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v8i2.27202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan karakteristik fitur kebahasaan yang terdapat pada wacana teks Tajuk Rencana Harian Suara Merdeka dan Kompas Edisi 1 sampai dengan 30 April 2017. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Pendekatan teoretis dalam penelitian ini menggunakan pendekatan analisis wacana, sedangkan pendekatan metodologis yang digunakan berupa pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa penggalan wacana yang terdapat dalam teks Tajuk Rencana Harian Suara Merdeka dan Kompas Edisi 1 sampai dengan 30 April 2017. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak yang dilanjutkan dengan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode agih yang dilanjutkan dengan teknik baca markah. Metode penyajian hasil analisis data yang digunakan adalah metode penyajian informal. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 91 data untuk penggunaan pronomina penunjuk, 69 data untuk penggunaan konjungsi kausalitas, 81 data untuk konjungsi pertentangan, dan 5 data untuk konjungsi misalan. This study aims to identify differences in characteristics of linguistic features contained in the text discourse of the Daily Plans of Suara Merdeka and Kompas Edition 1 to April 30, 2017. The approach used in this study is theoretical approach and methodological approach. The theoretical approach in this research uses discourse analysis approach, while the methodological approach used is descriptive qualitative approach. The data in this study is a fragment of discourse contained in the text of the Daily Suara Merdeka and Kompas Edition 1 to April 30, 2017. The data collection method used is the refer method followed by the record technique. Data analysis methods used in this study is a method that continued with the technique of reading markah. Method of presentation of result of data analysis used is method of informal presentation. Based on the results of the study, 91 data were found for the use of pronominal pointers, 69 data for the use of conjunction causality, 81 data for conjunction contradictions, and 5 data for conjunctions.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYAJIKAN RANGKUMAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI DENGAN MODEL INSTRUKSI LANGSUNG MENGGUNAKAN MEDIA BAGAN Chotimah, Chusnul; Hartono, Bambang; Utami, Santi Pratiwi Tri
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.252 KB)

Abstract

ABSTRAK Kemampuan menyajikan rangkuman teks laporan hasil observasi pada siswa kelas VII E SMP Negeri 14 Semarang belum mencapai target ketuntasan minimal. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menyajikan rangkuman teks laporan hasil observasi dengan model instruksi langsung menggunakan media bagan. Pengumpalan data menggunakan teknik tes dan nontes. Hasil penelitian aspek keterampilan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan sebesar 19,44% dari siklus I nilai rata-rata hasil tes keterampilan sebesar 77,87 dengan persentase ketuntasan 80,56% dan siklus II sebesar 86,03 dengan persentase ketuntasan sebesar 100%. Peningkatan kemampuan menyajikan rangkuman teks laporan hasil observasi ini juga diikuti proses pembelajaran yang optimal, respon siswa terhadap pembelajaran dan perubahan sikap sosial siswa ke arah yang lebih baik.   Kata kunci : rangkuman, teks laporan hasil observasi, model instruksi langsung, media bagan, sikap sosial. ABSTRACT   The ability of presenting summary of observation result report text of 14 Junior High School Semarang students grade VII E has not yet achieve the minimum completenesstarget. This action research classroom aims to improve the ability of presenting summary of observation result report text using direct instruction model and chart media. The Collecting data used test techniques and nontest. The research result of skill aspectshowed that there was significant improvement in the  amount of 19,44%  from the cycle 1, the average of the skill test result was in the amount of 77,87 with the completeness precentage of 80,56% and the cycle 2 in the amount of 86,03 with the completeness precentage of 100%. The improvement of presenting summary of observation result report text also followed by the learning process, students response to the learning and alteration of student social attitude directed to a better way.   Keywords: summary, observation result report text, direct instruction, chart media, social attitude.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENGUBAH TEKS WAWANCARA MENJADI NARASI DENGAN MODEL COOPERATIVE SCRIPT DAN MODEL CIRC BERBANTUAN LKS PADA SISWA KELAS VII SMP Suryandari, Wening; Hartono, Bambang; Sulistyaningrum, Septina
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 2: November 2019
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.384 KB) | DOI: 10.15294/jpbsi.v8i2.11523

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah (1) mengetahui kemampuan mengubah teks wawancara menjadi narasi dengan model cooperative script berbantuan lembar kerja siswa pada siswa kelas VII SMP, (2) mengetahui kemampuan mengubah teks wawancara menjadi narasi dengan model CIRC berbantuan lembar kerja siswa pada siswa kelas VII SMP, (3) mengetahui tingkat signifikansi perbedaan kemampuan mengubah teks wawancara menjadi narasi dengan model cooperative script dan model CIRC berbantuan lembar kerja siswa pada siswa kelas VII SMP, (4) mengetahui model pembelajaran yang lebih efektif antara pembelajaran mengubah teks wawancara menjadi narasi menggunakan model cooperative script berbantuan lembar kerja siswa atau model CIRC berbantuan lembar kerja siswa pada siswa kelas VII SMP. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen murni dengan desain kelompok pembanding tes awal-tes akhir beracak (randomzed  pretest-postest comparison group design). Kelas VII B dipilih sebagai kelompok eksperimen satu yang mendapat perlakuan menggunakan model cooperative script, sedangkan kelas VII D dipilih sebagai kelompok eksperimen dua yang mendapat perlakuan menggunakan model CIRC. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran mengubah teks wawancara menjadi narasi pada kelas VII menggunakan model CIRC lebih efektif dibanding dengan menggunakan  model cooperatif script. Kata Kunci : CIRC; Cooperative Script; LKS; mengubah teks wawancara menjadi narasi   The purposes of this research (1) to find out the ability to change the interview text into narrative by using cooperative script assisted with students? worksheet on seventh grade students of Junior High School, (2) to find out the ability to change the interview text into narrative by using CIRC model assisted with students? worksheet on seventh grade students of Junior High School, (3) to find out whether or not there is any significant difference of ability in changing  interview text into narrative by using cooperative script and CIRC assisted with students? worksheet on seventh grade students of Junior High School, (4) to find out the most effective teaching and learning model between changing the interview text into narrative by using cooperative script model assisted with students? worksheet or CIRC assisted with students? worksheet on seventh grade students of Junior High School. This study uses a true experimental design with the randomized pretest - posttest control group design. Class VII B have been selected as an experimental group that received the treatment using models cooperative script, while grade VII D selected as an experimental group that received treatments using models CIRC. The results showed teaching and learning changing the interview text into narrative in class VII using CIRC models more effective than using cooperatif script model Keywords: CIRC; Cooperative Script; Student Work Sheet; changing the interview text into narrative
PENGEMBANGAN BUKU PENGAYAAN MENULIS TEKS PROSEDUR BERMUATAN KEGIATAN PENCINTA ALAM Santika, Mila; Hartono, Bambang
Indonesian Journal of Conservation Vol 9, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v9i1.25597

Abstract

Pembelajaran menulis teks prosedur bagi peserta didik SMA Sederajat kurang berjalan dengan baik. Pembelajaran belum dikaitkan dengan  lingkungan kegiatan peserta didik di sekolah salah satunya adalah ekstrakulikuler, dan terbatasnya contoh-contoh teks prosedur yang bervariatif dan menarik pada buku yang digunakan di sekolah maupun yang beredar di pasaran. Buku pengayaan menulis teks prosedur bermuatan kegiatan pencinta alam dipilih sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku pengayaan menulis teks prosedur bermuatan kegiatan pencinta alam berdasarkan kebutuhan peserta didik dan guru. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (RnD) yang dilakukan dalam lima tahap. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan angket. Hasil penelitian ini meliputi (1) guru dan peserta didik membutuhkan buku pengayaan menulis teks prosedur dikarenakan ketersediaan dan kondisi buku yang masih terbatas, (2) prototipe buku pengayaan menulis teks prosedur bermuatan kegiatan pencinta alam mengacu pada kebutuhan guru dan peserta didik, (3) hasil penilaian validator terhadap buku pengayaan mendapatkan nilai rata-rata 74.14 dengan kategori baik, dan (4) perbaikan prototipe buku pengayaan terdiri aspek kegrafikaan, bahasa dan keterbacaan, dan materi atau isi.
Kecermatan Penggunaan Satuan Lingual Dalam Peraturan Daerah Kota Semarang Tahun 2007 Margiani, Margiani; Hartono, Bambang; Baehaqie, Imam
Jurnal Sastra Indonesia Vol 6 No 3 (2017): Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kecermatan penggunaan satuan lingual dalam wacana Peraturan Daerah Kota Semarang Tahun 2007. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Pendekatan teoretis yang digunakan berupa teori analisis wacana, sedangkan pendekatan metodologis yang digunakan berupa deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa penggalan wacana Peraturan Daerah Kota Semarang Tahun 2007. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak, kemudian dilanjutkan dengan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode penyajian hasil analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyajian informal. Simpulan penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, ketidaktepatan pilihan kata terdiri atas: penggunaan kosakata tidak baku, penggunaan kata yang boros, penggunaan kata yang tidak tepat, penggunaan konjungsi korelatif yang salah, dan penggunaan verba berpreposisi yang salah. Kedua, ketidakefektifan kalimat terdiri atas: ketidaklengkapan, ketidakparalelan, ketidakhematan, ketidakpaduan, dan ketidaklogisan. Ketiga, kesatuan pasal-pasal.
Satuan Lingual Penanda Kekerasan Simbolik pada Tuturan Siswa Dan Guru di SMP Makmur 1 Cilacap Wulandari, Tri Winanti; Hartono, Bambang; Haryadi, Haryadi
Jurnal Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2017): Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan kata, frasa, kalimat dan wacana apa saja yang ditemukan sebagai penanda kekerasan simbolik di SMP Makmur 1 Cilacap, (2) mendeskripsikan jenis-jenis kata dan frasa penanda kekerasan simbolik pada tuturan siswa di SMP Makmur 1 Cilacap, dan (3) mendeskripsikan mekanisme eufemisasi kekerasan simbolik pada tuturan guru terhadap siswa di sekolah. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan teoretis berupa teori wacana, dan pendekatan metodologis berupa deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap dan teknik sadap diikuti dengan teknik lanjutan berupa teknik rekam dan teknik catat. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah metode agih. Metode penyajian hasil analisis data menggunakan penyajian informal. Hasil penelitian ini yaitu (1) ditemukan 11 kata penanda kekerasan simbolik yaitu berengsek, goblok, kurang ajar, anjing, cocote, sialan, jembute, taimu, asu, gendut dan kampungan, ditemukan 10 frasa penanda kekerasan simbolik di sekolah yaitu karo ramamu dewek, sing gemblung, raimu ajur, dasar setan alas, dasar gemblung, cah sial, kepret ngeneh, sekolahane mbahmu, dasar bocah bodoh, dan dasar matamu picek, ditemukan 5 data kalimat penanda kekerasan simbolik di sekolah, dan ditemukan 3 data wacana penanda kekerasan simbolik di sekolah. (2) jenis-jenis kata penanda kekerasan simbolik yaitu kata dasar, kata majemuk, dan kata berimbuhan kemudian jenis-jenis frase penanda kekerasan simbolik di sekolah yaitu frase nomina, frase adjektiva dan frase verba, dan (3) ditemukan 21 data mekanisme eufemisasi kekerasan simbolik di sekolah yang meliputi eufemisasi kewajiban terdapat 12 data, eufemisasi kepercayaan terdapat 5 data, dan eufemisasi sopan santun terdapat 4 data.