Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak COVID-19 dari Perspektif Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Pemasaran terhadap Kinerja Operasional UMKM Makanan dan Minuman di Surabaya Aisy Ammar; Imam Baihaqi; Dewie Saktia Ardiantono
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.62947

Abstract

Pandemi COVID-19 telah mendapat perhatian global yang luar biasa. Laporan menunjukkan pandemi ini telah menginfeksi sebanyak 136.043.173 jiwa, berdasarkan data persebarannya, Indonesia termasuk dengan 1,562,868 kasus per 11 April 2021. Kebijakan new normal diterapkan, setelah sebelumnya PSBB, sebagai upaya pemulihan kondisi akibat pandemi COVID-19. Bisnis makanan dan minuman di Indonesia khususnya Surabaya sebagai ibukota provinsi Jawa Timur termasuk yang paling terdampak dikarenakan kebijakan PSBB. Pandemi COVID-19 menimbulkan masalah hampir di semua aspek bisnis, khususnya UMKM, adapun itu adalah dari aspek keuangan atau arus kas yang terganggu akibat pandemi. Akibat pemasukan yang terganggu, otomatis hal ini membuat pengusaha menemui kendala dalam mengelola sumber daya manusia yang dimilikinya. Hal ini mendorong pengusaha UMKM untuk beradaptasi dengan meningkatkan aspek pemasarannya agar bisa tetap bertahan di masa krisis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak COVID-19 dari tiga aspek yakni keuangan, sumber daya manusia, serta pemasaran sekaligus mencari tahu aspek mana yang paling berpengaruh terhadap kinerja operasional UMKM. Penelitian ini merupakan model penelitian conclusive descriptive – multiple cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner online yang ditargetkan mendapat 160 responden. Untuk mencapai tujuan penelitian, maka metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan uji hipotesis regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa aspek pemasaran, sumber daya manusia, dan keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja operasional UMKM, dengan yang paling besar pengaruhnya selama pandemi COVID-19 adalah aspek pemasaran. Terdapat implikasi manajerial yang dijelaskan untuk pihak pengusaha makanan dan minuman dengan tujuan meningkatkan kinerja operasional usaha mereka agar tetap bertahan dan berdaya saing tinggi, khususnya di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini.
Evaluasi Kualitas Layanan ITS Press dengan Integrasi Metode SERVQUAL, QFD, dan FMEA (Studi Kasus: Pelayanan Cetak Buku Tugas Akhir, Tesis, dan Disertasi) Amilatul Jariyah; Imam Baihaqi; Prahardika Prihananto
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.62955

Abstract

Setiap organisasi yang bergerak dibidang pelayanan perlu memperhatikan kualitas layanan untuk mempertahankan eksistensinya dan dapat meningkatkan kepuasan konsumen. Begitu juga dengan ITS Press yang menjadi salah satu unit usaha mandiri bentukan Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang berstatus PTN-BH. ITS Press berguna untuk memenuhi kebutuhan internal institusi di bidang produksi percetakan dan penerbitan. ITS Press berinovasi dengan mengembangkan platform yaitu myITS Printing sebagai wadah yang memberikan layanan secara online salah satunya untuk mencetak buku Tugas Akhir. Namun kenyataannya, wisudawan yang melakukan pencetakan buku di ITS Press masih sedikit jika dibandingkan dengan total keseluruhan wisudawan. Padahal hal tersebut dapat menjadi peluang ITS Press dalam meningkatkan kemampuan revenue generation. Tujuan penelitian ini adalah mengukur kualitas pelayanan pencetakan buku, membangun House of Quality (HOQ), dan memberikan rekomendasi perbaikan serta potensi risiko dalam pelayanan pencetakan buku Tugas Akhir, Tesis, dan Disertasi melalui myITS Printing di ITS Press. Metode penelitian ini menggunakan metode SERVQUAL, QFD, dan FMEA. Data dikumpulkan dengan media kuesioner online menggunakan google form dengan jumlah responden 106 sampel yang didasarkan pada atribut SERVQUAL berbasis website pada konsumen cetak buku Tugas Akhir, Tesis, dan Disertasi melalui myITS Printing. Kemudian dilakukan uji validitas, reliabilitas, normalitas, serta outliers s analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini didapatkan 19 atribut kepuasan konsumen cetak buku Tugas Akhir, Tesis, dan Disertasi melalui myITS Printing. Selanjutnya, untuk 9 atribut kepuasan konsumen yang perlu diperbaiki diolah lebih lanjut menggunakan HOQ. Hasil HOQ menunjukkan terdapat 6 langkah perbaikan dengan prioritas utama melakukan penyeragaman spesifikasi. Selain itu, terdapat 4 potensi kegagalan yang telah diidentifikasi menggunakan FMEA untuk menentukan potensi kegagalan yang harus dihindari.
Praktik Manajemen Energi pada Industri Manufaktur Rifda Mufidah Lestari; Imam Baihaqi; Satria Fadil Persada
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.433 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28716

Abstract

Permasalahan energi di Indonesia berada di dua sisi, yaitu pada sisi persediaan cadangan energi tak terbarukan yang semakin menipis dan dari sisi konsumsi energi yang terus meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat. Pemerintah telah menyiasati permasalahan ini dengan menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 14 Tahun 2012 Tentang Manajemen Energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi praktik manajemen energi pada industri sektor manufaktur. Kueisioner disebarkan kepada perusahaan industri manufaktur yang telah menerapkan manajemen energi. Metode t-Test: Two Sample Assuming Equal Variances digunakan sebagai teknik analisis data. Dari 34 sampel perusahaan manufaktur, menunjukkan bahwa kelompok yang memiliki setifikat ISO 50001 dan kelompok tidak memiliki sertifikat ISO 50001 memiliki perbedaan persepsi mengenai komitmen manajemen, energy knowledge, dan audit energi, sedangkan pada dimensi energy awareness, kedua kelompok tersebut tidak memiliki perbedaan persepsi. Temuan lainnya adalah antara kelompok perusahaan yang memiliki pembangkit listrik dan yang tidak memiliki pembangkit listrik tidak ada perbedaan persepsi terkait komitmen manajemen, energy awareness, energy knowledge, dan audit energi.
Penentuan Lokasi Pusat Distribusi Penjualan Sepeda Motor Listrik Menggunakan Integrasi Faktor Objetif dan Subjektif: Kasus Pada PT Gesits Technologies Indo Sofia Fitri Ramadani; Gita Widi Bhawika; Imam Baihaqi
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54343

Abstract

PT Gesits Technologies Indo merupakan perusahaan nasional Indonesia bergerak pada bidang otomotif sepeda motor listrik, Gesits. Pendistribusian telah dilakukan sejak Desember 2019. Sayangnya, permintaan unit tidak diimbangi pada proses pendistribusian. Untuk melayani daerah tengah dan timur Pulau Jawa, pengiriman unit ke setiap pasar masih dilakukan secara terpusat dari pabrik yang menyebabkan biaya transportasi membengkak. Hal ini disebabkan karena kurangnya fasilitas distribusi, sehingga manajemen berencana membuka pusat distribusi di salah satu kandidat lokasi yaitu Semarang atau Surabaya. Untuk menentukan lokasi, dibutuhkan pertimbangan kompleks dengan mempertimbangkan perhitungan serta kriteria. Penulis menggunakan metode kuantitatif melalui model Brown-Gibson karena dapat mengintegrasikan faktor objektif dan subjektif dengan baik. Input faktor objektif berupa proyeksi tiga tahunan (2021-2022) perusahaan diolah menggunakan model transportasi sehingga didapatkan kota alternatif dengan biaya transportasi terendah. Dari model tersebut juga akan didapatkan alokasi dari pabrik ke pasar. Sedangkan penilaian faktor subjektif dilakukan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) melalui identifikasi, verifikasi kriteria, dan kuesioner oleh pengambil keputusan di PT Gesits Technologies Indo. Setelah itu dilakukan analisis sensitifitas untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kedua faktor terhadap penentuan lokasi pusat distribusi. Hasil penelitian menunjukkan peringkat LPMi pertama jatuh pada Surabaya dengan nilai 0,539 dilanjutkan dengan Semarang (0,461). Biaya transportasi pada tahun 2021 dibandingkan dengan usulan lokasi awal turun sebesar 29,4%. Hal tersebut membuktikan bahwa dengan pembukaan pusat distribusi, maka biaya transportasi dapat ditekan sejalan dengan pertimbangan kriteria faktor subjektif dalam penentuan lokasi.
Evaluasi Kualitas Pelayanan Last-Mile Logistic pada JNE Express Rima Meidyana Firdhausa; Imam Baihaqi; Dewie Saktia Ardiantono
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.60421

Abstract

Seiring perkembangan zaman dengan kemajuan teknologinya, berdampak pada perubahan perilaku manusia yang salah satunya adalah berbelanja secara online. Membuat jasa kurir menjadi teman bagi pelanggan online shop. JNE Express menjadi salah satu perusahaan senior yang bergerak pada industri jasa kurir sejak tahun 1990 dan eksistensinya masih sangat baik hingga saat ini. Bahkan dari tahun 2012 hingga kini masih dapat mempertahankan menjadi top brand untuk perusahaan jasa kurir. Namun keluhan dari pelanggan juga masih sangat sering dijumpai di media sosial. Maka, untuk dapat mempertahankan posisi sebagai top brand, melakukan evaluasi kualitas pelayanan sangat penting untuk dilakukan terlebih pada last-mile logistic yang menjadi salah satu parameter dari kepuasan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan JNE Express. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi variabel pengukuran kualitas pada layanan last-mile logistic dan menganalisis kualitas layanan JNE Express. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode LSQ dan juga metode IPA. Pengumpulan data dilakukan dengan media kuesioner online menggunakan google form yang didasarkan pada atribut LSQ pada pelanggan e-Commerce yang menggunakan jasa pengiriman JNE Express. Setelahnya, data akan diolah menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) untuk dapat mendapatkan pemetaan prioritas atribut. Dari analisis atribut LSQ di hasilkan 11 atribut yang valid dan reliabel digunakan dalam penelitian last-mile logistic dan didapatkan kesenjangan antara harapan dan persepsi pelanggan, seluruhnya bernilai negatif yang berkisar dari -0,26 hingga -0,66. Nilai kesenjangan negatif menunjukkan kelemahan dari kualitas pelayanan. Serta menghasilkan tingkat kesesuaian tidak lebih dari 100% dengan kisaran dari 85,17% - 93,50%. Metode IPA juga menghasilkan pemetaan prioritas atribut yang harus dievaluasi dan diperbaiki, dari pemetaan prioritas atribut ini dihasilkan beberapa rancangan usulan perbaikan untuk JNE Express.
Analisis dan Perbaikan Kinerja Green Supply Chain Management Perusahaan (Studi Kasus: Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java) Mamduh Abdul Jawad; Imam Baihaqi; Dewie Saktia Ardiantono
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.393 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.34363

Abstract

Masyarakat disekitar wilayah JOB P-PEJ merasakan keresahan mengenai aktivitas disepanjang rantai pasok perusahaan yang berdampak buruk bagi lingkungan sekitar. Walaupun JOB P-PEJ menerima penghargaan PROPER Hijau dan sudah mengimplementasikan sistem manajemen lingkungan ISO 14001 yang menandakan kegiatan perusahaan telah melakukan operasinya dengan tetap menjaga lingkungan hidup dan masyarakat sekitar wilayah operasi namun perusahaan masih belum memiliki sistem pengukuran kinerja Green Supply Chain Management yang merupakan aktivitas operasional yang dominan bagi perusahaan sehingga perusahaan tidak mengetahui aktivitas mana dalam rantai pasoknya yang perlu dilakukan perbaikan untuk meningkatkan kinerja GSCM perusahaan. Hasil penelitian ini teridentifikasi 25 indikator kinerja dari 5 proses yang sesuai digunakan dalam pengukuran kinerja GSCM JOB P-PEJ. Secara keseluruhan kinerja GSCM perusahaan mendapatkan nilai 83 yang masuk dalam kategori “good”, namun terdapat lima indikator yang memiliki nilai kinerja kurang baik dan selanjutnya dilakukan perumusan perbaikan yang menghasilkan prioritas tindakan perbaikan melewati pelatihan manajemen aset yang mempertimbangkan aspek lingkugan sebagai bentuk peningkatan pengelolaan rantai pasok dan lingkungan perusahaan secara menyeluruh dan berkelanjutan
Pemilihan Prioritas Service terhadap Development Perusahaan Kategori Kecil dan Menengah dari Lembaga Pengembangan Bisnis Ba'da Maulidia Rizqi Ba'da Putri; Imam Baihaqi; Satria Fadil Persada
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.41952

Abstract

Salah satu aspek penting dalam tingkat ekonomi suatu negara adalah UKM, dimana UKM telah berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja dan produk domestik bruto. Tapi walaupun demikian, UKM juga mengalami kegagalan dengan angka yang cukup tinggi. Oleh karena itu program pengembangan bagi usaha kecil dan menengah diperlukan agar dapat mengurangi tingkat kegagalan dari UKM. Beberapa dukungan yang telah diberikan oleh pemerintah untuk mendorong ketahanan dan pertumbuhan UKM adalah melalui Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2013 tentang Pengembangan Inkubator Wirausaha serta Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM Republik Indonesia Nomor 02 Tahun 2008 tentang Pengembangan Business Development Service-Provider (BDS-P). Pada prakteknya, penyusunan layanan pengembangan bisnis bagi UKM didasarkan atas ketentuan dari lembaga pengembangan bisnis terkait. Penyusan layanan tidak didasarkan atas permintaan atau kebutuhan dari UKM sebagai tenant. Padahal kesuksesan inkubator bisnis dan BDS-P bergantung pada kesesuaian layanan yang diberikan dengan kebutuhan dari UKM. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas layanan yang dapat berdampak pada pengembangan UKM dari berbagai lembaga pengembangan bisnis, baik inkubator bisnis maupun BDS-P, dimana penelitian ini mengambil studi kasus UKM di Surabaya dengan berbagai sektor ekonomi. Pemilihan studi kasus UKM di Surabaya dikarenakan perekonomian Surabaya bergantung pada UKM, sehingga Surabaya memberikan perhatian besar pada pertumbuhan UKM. Untuk mencapai tujuan penelitian, penelitian ini menggunakan metode Delphi dan metode AHP. Hasil penyaringan aspirasi layanan menggunakan metode Delphi menunjukkan bahwa terdapat 9 kategori dan 52 sub layanan untuk mengembangkan UKM. Hasil pembobotan perbandingan berpasangan AHP menghasilkan 5 prioritas kategori layanan yang meliputi pendampingan oleh pakar, akses jaringan usaha, layanan pendukung, akses pendanaan, serta bantuan riset.
Identifikasi Karakteristik Pelanggan: Pengembangan Persona Pelanggan Layanan Penanganan Gangguan Indihome PT Telkom Witel Surabaya Selatan Ni Putu Cista Deviutami Sukma; Imam Baihaqi; Berto Mulia Wibawa
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.50327

Abstract

Fenomena pertumbuhan daya konsumsi masyarakat Indonesia akan akses internet berdampak pada meningkatnya persaingan dalam industri penyelenggara akses internet. Sehingga perusahaan dalam industri ini harus dapat menciptakan nilai tambah dengan menyesuaikan layanan dengan ekspektasi pelanggan. Karakteristik pelanggan ini membuat customer experience menjadi hal yang krusial untuk diterapkan terutama dalam layanan back end yaitu layanan penanganan gangguan yang berfungsi untuk menjaga kualitas layanan internet yang stabil. PT Telekomunikasi Indonesia merupakan salah satu perusahaan milik negara yang menyediakan layanan akses internet. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pelanggan terhadap layanan penanganan gangguan pada PT Telkom Witel Surabaya Selatan. Identifikasi karakteristik pelanggan dilakukan melalui wawancara mendalam kepada 12 pelanggan individual yang dibedakan berdasarkan tipe rumah yaitu residensial, apartemen, dan premium cluster. Pembagian ini ditujukan untuk eksplorasi karakteristik tiap pelanggan berdasarkan perbedaan tipe pelanggan melalui pengembangan persona. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara karakteristik, kebutuhan, ekspektasi serta penilaian layanan dari masing-masing tipe pelanggan terhadap layanan penanganan gangguan. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan wawasan terkait perbedaan karakteristik pelanggan berdasarkan tipe rumah di PT Telkom Witel Surabaya Selatan.
Praktik Green Supply Chain Management (GSCM) pada UKM Clora Widya Brilliana; Imam Baihaqi; Satria Fadil Persada
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.48112

Abstract

Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia memiliki peran penting dalam banyak aspek ekonomi nasional. Salah satu penyebab polusi industri adalah kehadiran industri skala kecil dalam jumlah yang besar. Bentuk komitmen perusahaan untuk menjaga lingkungan, salah satunya dengan menerapkan rantai pasok yang lebih ramah lingkungan, yang disebut Green Supply Chain Management (GSCM). Namun praktik GSCM belum banyak diterapkan di negara berkembang, khususnya pada UKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana praktik GSCM diterapkan di UKM. Dari pengumpulan data menggunakan survei kuesioner didapatkan 41 data responden. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menghitung rata-rata dan proporsi skor jawaban 4 dan 5 pada setiap item indikator. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa UKM manufaktur di Surabaya sudah melakuan beberapa praktik GSCM pada perusahaannya, meskipun tidak secara keseluruhan.
Evaluasi Kualitas Layanan pada Unit Pengembangan UMKM: Studi Kasus Community Development Center Telkom Witel Surabaya Selatan Rizal Satria Wahyudin; Imam Baihaqi; Dewie Saktia Ardiantono
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.50426

Abstract

Peran Business Development Service Provider (BDS-P) dalam membantu mengembangkan dan meningkatkan daya saing UMKM telah banyak dirasakan oleh UMKM. Namun demikian, BDS-P sering kali gagal dalam menyediakan program atau layanan sesuai dengan kebutuhan dari UMKM ditengah kondisi lingkungan yang sangat dinamis. Community Development Center (CDC) Telkom Witel Surabaya Selatan merupakan BDS-P yang dimiliki oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk yang dibentuk dengan tujuan untuk melaksanakan pembinaan UMKM di daerah Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Data pada penelitian ini diperoleh dari 60 UMKM binaan pada periode Januari – September 2019. Hasil Importance Performance Analysis diketahui bahwa terdapat lima atribut yang berada dalam kuadran I. Atribut tersebut terdiri dari: 1) akses untuk memasarkan produk secara online, 2) akses untuk mempertemukan UMKM dengan potensial buyer (pembeli), 3) edukasi untuk mengelola social media, 4) edukasi untuk menggunakan aplikasi penunjang kegiatan usaha, 5) bantuan dalam pembuatan logo, desain kemasan, dan foto produk.