Claim Missing Document
Check
Articles

Pemilihan Supplier Berbasis Lingkungan: Studi Kasus pada PT. Warisan Eurindo Bagus Haryo Ardi Cakra; Imam Baihaqi
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.50428

Abstract

Banyaknya isu lingkungan yang terjadi menyebabkan meningkatnya kesadaran masyarakat global akan pentingnya kelestarian lingkungan. Hal tersebut mengharuskan perusahaan untuk melakukan penerapan green supply chain management. Salah satu strategi pada green supply chain management adalah melakukan kerja sama dengan supplier yang ramah lingkungan atau green supplier. PT Warisan Eurindo merupakan salah satu perusahaan yang membutuhkan penerapan penilaian green supplier. Keperluan PT Warisan Eurindo didasarkan pada empat kondisi. Pertama, adalah kondisi dimana industri furnitur kayu di Indonesia yang menghadapi persaingan ketat di pasar global karena berkembangnya kesadaran konsumen dunia terhadap permasalahan lingkungan. Kedua, karena adanya regulasi pemerintah tentang FLEGT (Forest Law Enforcement Governance and Trade) yang mengatur tentang bagaimana perusahaan mendapatkan bahan baku kayu dengan cara yang ramah lingkungan. Ketiga, kondisi PT Warisan Eurindo yang saat ini hanya melayani pembuatan furnitur kayu yang berorientasi ekspor. Keempat, adanya kebijakan lingkungan yang ditekankan oleh manajemen perusahaan dalam melakukan pengadaan bahan baku. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mendapatkan bobot dari setiap kriteria dan sub-kriteria green supplier sehingga dapat dilakukan penilaian alternatif supplier yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh kriteria dan 22 sub-kriteria yang diperlukan dalam penilaian green supplier, dengan hasil Perum Perhutani ditetapkan sebagai green supplier terbaik.
Implementasi Six Sigma untuk Perbaikan Proses Bisnis dan Perancangan Prosedur Operasional Standar: Studi Kasus pada Nasi Krawu Bu Tiban Gresik Mathara Rizkiah Wahyudi; Imam Baihaqi; Prahardika Prihananto
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54031

Abstract

Usaha kuliner di Indonesia saat ini semakin hari semakin diminati oleh para pebisnis. Hal ini menyebabkan bertambah ketatnya persaingan bisnis kuliner. Restoran Nasi Krawu Bu Tiban (NKBT) adalah UMKM dalam sektor kuliner yang merupakan salah satu pelopor restoran nasi krawu di Gresik dan memiliki citra yang baik. Meskipun demikian, restoran NKBT memiliki beberapa permasalahan khususnya permasalahan pada proses bisnisnya yang menyebabkan para konsumen tidak puas sehingga terdapat beberapa komplain dari pelanggan. Melakukan perbaikan dan pengelolahan proses bisnis adalah salah satu cara untuk mempertahankan konsumen Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses bisnis dan melakukan perancangan prosedur operasi standar pada restoran NKBT. Metode yang digunakan adalah Six Sigma dengan langkah-langkah DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Hasil penelitian terhadap proses bisnis eksisting di restoran NKBT ini adalah didapatkan 11 permasalahan dengan tiga permasalahan utama yang diprioritaskan untuk diperbaiki Hal ini perlu diperbaiki dengan melibatkan secara penuh oleh stakeholder restoran NKBT. Lalu, telah dirancang prosedur operasional standar untuk mengontrol perbaikan proses bisnis yang dibuat dengan mempertimbangkan permasalahan yang terjadi agar perbaikan bisa terkendalikan secara terus menerus.
Membangun Green Supply Chain Management (GSCM) Scorecard Regita Irvastava Pramesti; Imam Baihaqi; Geodita Woro Bramanti
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54504

Abstract

Green supply chain management (GSCM) merupakan konsep yang mengintegrasikan aspek-aspek lingkungan ke dalam manajemen rantai pasok, termasuk desain produk, pengadaan, pemilihan bahan baku, proses manufaktur, pengiriman produk akhir ke konsumen hingga pengaturan alur produk setelah digunakan oleh konsumen (Srivastava, 2007). Evaluasi praktik dan kinerja GSCM sudah banyak diteliti, tetapi belum ada publikasi mengenai matriks pengukuran yang jelas tentang tingkat implementasi GSCM pada perusahaan. Matriks pengukuran tingkat implementasi GSCM berfungsi untuk mengetahui sejauh mana implementasi GSCM melalui tingkatan level atau tingkat penerapannya. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk membangun matriks pengukuran tingkat implementasi GSCM atau Green Supply Chain (GSCM) Scorecard pada perusahaan. Metode yang digunakan yaitu literature review karena, serta memiliki output berupa level implementasi GSCM di perusahaan sehingga mempermudah dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan acuan model SCOR diantaranya Plan, Source, Make, Deliver dan Return dalam penerapan GSCM. Dimana measurement items yang digunakan dalam penelitian ini merupakan hasil dari kombinasi measurement items melalui penelitian terdahulu. Berdasarkan hasil analisis diperoleh dimensi-dimensi yang digunakan dalam penyusunan GSCM Scorecard, di antaranya green design, green purchasing, green transformation/production, green logistics, reverse logistics dan internal environmental management.
Evaluasi Tingkat Kesiapan Manajemen Risiko Rantai Pasok PT Pertamina EP Asset 4: Poleng Field Bagaspati Atibrata Cahyolaksono; Imam Baihaqi; Geodita Woro Bramanti
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54644

Abstract

Ketersediaan cadangan minyak dan gas bumi yang semakin menipis menyebabkan pemerintah berupaya untuk meningkatkan cadangan minyak dan gas bumi. Salah satu cara pemerintah mencapai hal tersebut adalah dengan melakukan eksploitasi minyak dan gas bumi melalui badan usaha milik negara (BUMN). PT Pertamina EP adalah salah satu anak perusahaan dari perusahaan BUMN milik Indonesia yaitu PT Pertamina (Persero) yang berfokus pada kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. PT Pertamina EP memiliki lima area kerja (asset), yang terbagi lagi menjadi 22 field yang tersebar di seluruh Indonesia, salah satunya adalah Poleng Field yang merupakan field offshore milik PT Pertamina EP. Sebagai salah satu field offshore yang dimiliki PT Pertamina EP, Poleng Field memerlukan supply chain management (SCM) yang tepat dan efektif. Salah satu cara untuk mengendalikan SCM adalah dengan pengendalian risiko pada kegiatan manajemen rantai pasok Poleng Field. Dalam pelaksanaan manajemen risiko rantai pasok, perlu didukung dengan adanya pengelolaan risiko yang dievaluasi secara terus menerus oleh perusahaan. PT Pertamina EP Asset 4: Poleng Field sampai saat ini belum pernah melakukan evaluasi kesiapan perusahaan dalam melaksanakan supply chain risk management (SCRM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan PT Pertamina EP Asset 4: Poleng Field dalam menerapkan SCRM. Penelitian ini menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas perusahaan pada proses SCRM dan metode Likert Summated Ratings (LSR) untuk melakukan penilaian kesiapan pada masing-masing proses SCRM. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa nilai kesiapan manajemen risiko rantai pasok 3,9904. Dengan jumlah enam belas indikator penilaian yang sesuai dengan proses manajemen risiko rantai pasok di Poleng Field, terdapat tujuh indikator yang nilainya sedikit dibawah dari nilai kesiapan manajemen risiko pada kegiatan rantai pasok perusahaan. Sehingga perusahaan masuk dalam kategori siap dalam melaksanakan manajemen risiko.
Usulan Perbaikan Proses Bisnis dan Penyusunan Prosedur Standar Operasi Menggunakan Metode DMAIC (Studi Kasus pada Asrama Mahasiswa ITS) Vevy Febrilian; Imam Baihaqi; Mushonnifun Faiz Sugihartanto
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.62673

Abstract

Tingginya persaingan perguruan tinggi di Indonesia berimbas kepada tuntutan di setiap perguruan tinggi dalam memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas, salah satunya dari segi fasilitas umum. Sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, ITS berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk civitas akademikanya dengan menyediakan berbagai fasilitas umum. Asrama Mahasiswa merupakan unit hunian di ITS yang masih menjadi akomodasi pilihan bagi mahasiswa baru selama menjalani masa studinya. Seiring meningkatnya minat mahasiswa baru untuk tinggal di Asrama Mahasiswa, maka UPT Asrama berupaya meningkatkan kualitas layanannya agar dapat bersaing dengan bisnis akomodasi lain. Meningkatkan kualitas layanan dapat dilakukan dengan memperbaiki proses bisnis. Saat ini, Asrama Mahasiswa sedang menghadapi beberapa permasalahan terkait proses bisnisnya. Dalam rangka memperbaiki proses bisnis, metode DMAIC Six Sigma dinilai sebagai metodologi sistematis dan terukur untuk memperbaiki proses bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan perbaikan pada proses bisnis Asrama Mahasiswa ITS dengan menggunakan metode DMAIC, dimana hasil dari perbaikan ini akan didokumentasikan dengan menyusun prosedur standar operasi yang tepat. Desain penelitian yang dipilih yaitu penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dimana penulis melakukan analisis secara mendalam menggunakan metode seperti observasi dan wawancara. Berdasarkan pemetaan proses bisnis dari proses reservasi hingga check-out yang dilakukan pada tahap Define, terdapat 14 permasalahan yang diidentifikasi. Pada tahap Measure, penulis melakukan analisis risiko menggunakan FMEA. Hasilnya, terdapat 3 permasalahan dengan nilai risiko tertinggi. Pada tahap Analyze dilakukan identifikasi akar permasalahan. Dari akar-akar permasalahan tersebut, penulis mengusulkan sebanyak 8 perbaikan pada tahap Improve dan terpilih sebanyak 4 usulan perbaikan yang menjadi prioritas. Lalu, pada tahap Control penulis menyusun prosedur standar operasi berdasarkan usulan perbaikan tersebut guna memantau kinerja layanan UPT Asrama.
Analisis Risiko Supply Chain pada Peternakan Itik Petelur Menggunakan Metode SCOR: Studi Kasus pada Peternakan Itik Petelur di Kabupaten Nganjuk Maulana Yusuf Mahroby; Imam Baihaqi; Geodita Woro Bramanti
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.68143

Abstract

Salah satu usaha peternakan itik petelur berada di kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk. Sistem pemeliharaan ternak dilakukan secara tradisional, sedangkan untuk manajemen perorganisasian dan pengelolaan dirasa masih kurang, karena kebanyakan peternak hanya mengandalkan ingatan saja, pendistribusian telur itik masih sangat sederhana. Supply chain merupakan jaringan dari sejumlah organisasi dalam berbagai proses dan kegiatan dengan keterkaitan mulai dari hulu hingga hilir, untuk menghasilkan value produk dan service untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Supply Chain Operations Reference (SCOR). SCOR adalah suatu model acuan dari operasi supply chain yang mengintegrasikan business process reengineering, benchmarking, dan process measurement. Tahapan pada penelitian ini yaitu mengidentifikasi kejadian risiko dan penyebab risiko, menentukan hubungan antara kejadian dan penyebab risiko, dan menentukan mitigasi yang dilakukan untuk mengurangi atau meminimalisir dampak risiko. Dalam penelitian ini teridentifikasi 24 risk event dan 32 risk agent. Tahap selanjutnya terdapat 6 usulan perbaikan yang yang dapat peternak lakukan. Urutan usulan perbaikan yang dapat diterapkan pada peternakan itik petelur adalah pembuatan prosedur pembelian dan atau kontrak dengan supplier, pembuatan SOP pekerjaan dalam pemeliharaan itik, mengkaji pemeliharaan itik melalui literatur ataupun membandingkan dengan peternak lain, menggunakan aplikasi yang mudah diakses untuk ketersediaan pakan, telur dan koordinasi dengan pembeli, pembuatan prosedur pembelian dan atau kontrak dengan konsumen atau retailer, dan melakukan peramalan permintaan telur itik secara global.
Penilaian Praktik Green Supply Chain Management (Studi Kasus: Perusahaan Pedagang Besar Farmasi di Indonesia) Wildan Bregas Syuhada; Imam Baihaqi; Dewie Saktia Ardiantono
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.69721

Abstract

Industri saat ini dihadapkan dengan isu-isu lingkungan yang semakin meningkat. Kondisi ini mendesak para pelaku industri untuk menerapkan konsep Green Supply Chain Management (GSCM). PT XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak pada perdagangan besar farmasi di Indonesia yang sadar dengan isu lingkungan yang saat ini semakin meningkat. Isu ini kemudian direspon oleh perusahaan melalui komitmennya untuk menciptakan zero waste selama proses bisnisnya berlangsung. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada perusahaan mengenai kondisi kinerja eksisting GSCM pada PT XYZ melalui rancangan sistem pengukuran kinerja yang didapatkan dengan metode Green SCOR (Green Supply Chain Operations Reference) dan AHP (Analytical Hierarchy Process). Hasil penelitian ini mengidentifikasi 19 Key Performance Indicator (KPI) dari 5 proses utama yang digunakan dalam pengukuran kinerja GSCM PT XYZ. Didapatkan nilai keseluruhan kinerja GSCM sebesar 66,65 yang masuk dalam kategori “Average”. Namun, terdapat 5 KPI GSCM dengan nilai di bawah kategori “Average”, yaitu adanya manajemen lingkungan, persentase material biodegradagble, tingkat limbah yang dihasilkan ketika produksi, persentase limbah yang dibuang langsung ke lingkungan, dan persentase limbah yang diproses kembali.
Pengukuran Supply Chain Maturity Pada PT X Hanifa Nur Izzati; Imam Baihaqi; Dewie Saktia Ardiantono
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.70324

Abstract

Supply Chain Management merupakan keunggulan kompetitif yang penting dan merupakan penentu dari kinerja perusahaan. Saat ini, Supply Chain menjadi semakin kompleks, segala jenis kompleksitas pada Supply Chain dapat berdampak negatif pada operasi, mempersulit proses pengambilan keputusan dan memicu gangguan. Gangguan supply chain dapat menyebabkan tantangan yang signifikan serta dapat mempengaruhi kinerja organisasi. Dengan memanfaatkan maturity model, perusahaan dapat mengetahui tingkat supply chain maturity. Karena supply chain yang matang dapat mengurangi kompleksitas sehingga mencapai tingkat kinerja yang lebih baik. Tujuan penelitian ini yaitu mengukur Supply Chain Maturity pada PT X. Penelitian ini menggunakan mixed-methods, karena menggunakan kombinasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Model yang akan digunakan dalam penelitian berdasarkan Supply Chain Maturity Assesstment. Tes penilaian supply chain maturity pada model ini membahas 48 praktik terbaik yang diklasifikasikan ke dalam tujuh kategori yaitu strategi, kontrol, proses, sumber daya, bahan, informasi, dan organisasi. Setelah model divalidasi oleh expert akademisi, selanjutnya dilakukan pengukuran pada PT X yang menghasilkan rata-rata kondisi maturity level pada level tiga. Penelitian ini juga akan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan maturity level pada Supply Chain PT X.
Supplier Selection Using Analytical Hierarchy Process at PT. Indolakto Putri Candra Anggani; Imam Baihaqi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.43 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i1.21479

Abstract

Dairy supply chain is one of food supply chain that has its own uncertainty both in upstream and downstream process due to the durability of product. Dairy market has good demand trend, because the supply is still below the consumption level. Indonesia use imported dairy product rather than use the domestic ones, because the supply of domestic dairy still below the demand. So, there are opportunities for dairy company to compete in this industry and reach competitive advantage by solving the upstream problems. Selecting supplier is one of upstream supply chain area which affected the quality of dairy product and mitigate supply chain risk management from the beginning. This research aim to develop a framework for supplier selection. According to AHP method this research will be determine main criteria by interview, pair wise comparison on developing the AHP, determine sub criteria based on main criteria, and rank the supplier. The result is forming a framework of supplier selection based on company requirements. Also, the main criteria for supplier selection are quality, quantity, delivery, warranty, and pricing with sub main criteria which already deployed. Maltodextrin A will be choose rather than Maltodextrin B. The sensivity analysis also shown that all of criteria were robust.
Studi Identifikasi Program Campus Social Responsibility Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk Meningkatkan Value ITS dan Masyarakat Sekitar Atika Nur Kiptia; Imam Baihaqi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.259 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i1.21490

Abstract

Salah satu stakeholders dalam lingkungan perusahaan adalah masyarakat. Masyarakat merupakan lingkungan sosial yang terkena dampak dari keberadaan perusahaan, baik dampak positif maupun negatif. Seiring perkembangan globalisasi saat ini maka perusahaan tak hanya dituntut untuk mendapatkan profit, namun juga kontribusi terhadap masyarakat sekitar atau lebih sering dikenal sebagai program Corporate Social Responsibility (CSR). Tak hanya perusahaan yang profit oriented, non profit oriented seperti perguruan tinggi juga mempunyai tanggung jawab terhadap lingkungan sosialnya. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian study case pada ITS yang bertujuan untuk melakukan studi identifikasi program CSR ITS. Pendekatan yang digunakan adalah Corporate Shared Value (CSV) dengan value chain sebagai tools untuk analisis aktivitas operasional ITS. Sedangkan metode yang digunakan adalah wawancara secara langsung kepada pihak terkait ITS, aparat kelurahan dan tokoh masyarakat sekitar ITS. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat ITS teringkas dalam 4 aspek yaitu pendidikan, lingkungan, manajemen usaha/bisnis dan pengembangan wilayah pesisir. Terdapat 33 alternatif program CSR ITS yang diusulkan. Selain itu juga terdapat 3 sumber pendanaan untuk pembiayaan alternatif program CSR ITS yang telah disusun.